Memotivasi Warga Bervaksin, Paman Birin Blusukan dari Subuh

BARITO KUALA – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor kembali blusukan atau turun ke desa untuk memberikan semangat dan edukasi kepada warga agar ikut vaksinasi COVID-19.

Diketahui, Paman Birin sapaan akrabnya, terus mendorong kabupaten/kota di daerah ini, untuk percepatan capaian 70 persen vaksinasi COVID-19 hingga akhir tahun ini.

Paman Birin tak pernah lelah berkeliling dari satu daerah ke daerah lain di provinsi ini, bahkan hingga pelosok pedesaan, demi memberikan semangat warga agar melakukan vaksinasi.

Seperti dilakukan Paman Birin pada Rabu (29/12) subuh hingga menjelang petang.

Usai melaksanakan Shalat Subuh, Paman Birin dan tim langsung meluncur dari rumah dinasnya di Banjarmasin menuju Desa Simpang Jaya Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Gubernur Kalsel (memakai peci) menurunkan paket sembako dari mobil, dan akan dibagikan kepada warga di desa Wanaraya

Kepada warga yang hadir, Paman Birin mengingatkan, agar tetap waspada terhadap COVID-19, kendati data kasus yang terjadi di provinsi ini, mulai melandai.

Apalagi ujarnya, ada jenis virus varian baru yang mengancam yakni Omicron.

“Kita mengimbau untuk mengantisipasinya, karena ini penyakit dari luar, makanya kita harus berhati-hati,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Batola, Rahmadian Noor menyampaikan terima kasih atas perhatian Paman Birin, dengan ikhlas meluangkan waktunya untuk memantau pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Batola yang saat ini berada dalam capaian vaksinasi 67 persen lebih, khusus di Kecamatan Wanaraya.

Gubernur Kalsel (berpeci) menyerahkan paket sembako kepada warga yang sudah bervaksin

“Kami yakin dengan datangnya Paman Birin, memberikan semangat, target 70 persen akan tercapai,” ujarnya.

Pemkab Batola di penghujung tahun ini memang gencar melaksanakan vaksinasi untuk mencapai target 70 persen vaksinasi. Bahkan untuk memacu minat warga, Pemkab Batola menawarkan berbagai hadiah, termasuk sepeda motor hingga umrah, yang akan diundi setelah target 70 persen tercapai. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Vaksinasi Lansia di PSTW Budi Sejahtera Martapura Tercapai 100 Persen

BANJARBARU – Cakupan vaksinasi dilingkungan Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Kalsel untuk lanjut usia di Martapura, Banjar, sudah tercapai 100 persen.

Pemberian vaksin Pfizer kepada lansia di PSTW Budi Sejahtera Dinsos Kalsel di Martapura, Kabupaten Banjar.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Budi Sejahtera Dinsos Provinsi Kalsel, Surya Fujianorrochim, mengatakan, untuk mendorong capaian vaksinasi hingga 70 persen. Langkah yang diambil, tentunya memaksimalkan pelaksanaan vaksin secara masif di lapangan.

“Total keseluruhan ada 54 orang yang mengikuti. Tak hanya lansia, masyarakat umum serta pegawai kami juga ikut berpartisipasi dalam mendukung capaian program angka vaksinasi,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (29/12) siang.

Ia mengutarakan, penyelenggaraan vaksinasi yang dikhususkan bagi lansia dikarenakan selain ikut berpartisipasi sebagai penyumbang angka penambahan jumlah. Hal ini menjadi ikhtiar dalam membentuk kekebalan tubuh secara maksimal.

“Untuk lansia yang mengikuti di Martapura ada 35 orang, sedangkan, 20 orang lainnya dari masyarakat umum dan pegawai. Bahkan, kami dari Dinsos Kalsel juga sudah melaksanakan kegiatan ini di panti di Landasan Ulin, Banjarbaru,” tuturnya.

Dengan adanya cakupan ini, Surya mengharapkan, lansia yang telah mendapatkan suntikan vaksin mampu terlindungi dari COVID-19.

“Semoga Herd Immunity lansia kita ini mampu terbentuk agar tidak mudah tertular dari virus ini lagi,” ungkapnya.

Koordinator vaksin Lansia di PSTW Budi Sejahtera Kalsel, dr Aditya Anin Primasari, menuturkan, secara akumulasi jumlah lansia yang tinggal dilingkungan panti itu secara total ada sekitar 70 orang yang setidaknya sudah mendapatkan vaksin.

“Untuk di Martapura sudah mencapai 100 persen, baik itu dosis pertama ataupun dosis kedua,” bebernya

Namun capaian vaksinasi yang ada di lingkungan PSTW Budi Sejahtera Kalsel di Landasan Ulin, Banjarbaru, masih berada diangka 70 persen.
 
“Itu karena sebagian lansia, perlu kita sadari bahwa kondisi kesehatan mereka juga menjadi perhatian,” ungkapnya. (RHS/RDM/RH)

Atlet Peraih Medali Emas PON dan Peparnas Papua Dapatkan Bonus 300 Juta

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengumumkan, besaran bonus, untuk para atlet peraih medali pada dua ajang olahraga bergengsi di Tanah Air. Yakni, Pekan Olahraga Nasional (PON) serta Pekan Paralimpik Nasional (PEPARNAS) di Papua beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, bahwa Gubernur sangat mengapresiasi perjuangan para atlet sehingga menaikkan jumlah bonus dibandingkan PON maupun Peparnas sebelumnya di Jawa Barat.

“Pak Gubernur memberikan perhatian terhadap para atlet berprestasi pada PON serta PEPARNAS di Papua, sehingga besaran bonus yang diberikan sama,” ungkap Hermansyah, kepada sejumlah wartawan, Selasa (28/12).

Hermansyah membeberkan, untuk besaran bonus yang diberikan, sebagai penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan khususnya Paman Birin yang menginginkan bonus ini bisa memberikan efek positif bagi kemajuan olahraga di provinsi ini.

Adapun besaran bonus sendiri, lanjutnya, untuk peraih medali emas PON maupun PEPARNAS mendapatkan bonus sebesar Rp300 juta untuk perorangan dan Rp350 juta untuk beregu.

Peraih medali perak mendapatkan Rp150 juta untuk perorangan dan Rp200 juta untuk beregu.

Sedangkan peraih medali perunggu mendapatkan Rp75 juta untuk perorangan dan Rp100 juta untuk beregu.

“Tidak hanya atlet, bonus juga akan diberikan untuk pelatih yakni sebesar 50 persen dari raihan medali atlet dan asisten pelatih mendapat 25 persen,” ucap Hermansyah lebih lanjut.

Hermansyah mengatakan, total anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp49 miliar pada APBD 2022 mendatang.

“Anggaran bonus atlet tersebut disiapkan pada APBD 2022 mendatang, begitu di sahkan maka akan langsung dicairkan, untuk para atlet,” ujar Hermansyah. (SRI/RDM/RH)

Festival Kampung Bermain Diharapkan Mampu Mencetak Atlet Berprestasi

BANJARMASIN – Pelaksanaan Festival Kampung Bermain di Kota Banjarmasin, yang digelar KORMI Kota Banjarmasin bekerjasama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Banjarmasin, dapat menghasilkan atlet-atlet berbakat dan berprestasi.

Salah satu olahraga ketapel yang dilombakan

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, pada saat meresmikan Festival Kampung Bermain di jalan Kayutangi 1 Jalur 1 kawasan KWK mengatakan, saat ini sudah ada 20 kampung bermain di Kota Banjarmasin, dan ditutup dipenghujung tahun dengan digelar Festival Kampung Bermain di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya memberikan apresiasi atas terbentuknya 20 Kampung Bermain dan diselenggarakan Festival Kampung Bermain di Kota Banjarmasin ini,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (29/12).

Diharapkan, lanjut Ibnu, para atlet Kampung Bermain dapat memberikan prestasi terbaik mereka. Sehingga, dapat membawa nama baik Kota Banjarmasin untuk kedepannya.

“Kami mengharapkan kepada seluruh peserta Kampung Bermain dapat memberikan prestasi terbaik mereka pada festival ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin juga mengungkapkan, jika saat ini Kampung Bermain di Kota Banjarmasin menjadi rujukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Untuk percontohan Kampung Bermain di Indonesia.

“Untuk Kampung Bermain di Kota Banjarmasin saat ini menjadi percontohan oleh Kemenpora RI,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kota Banjarmasin Uzlah mengatakan, dilaksanakannya Festival Kampung Bermain ini, untuk mempererat hubungan antara Kampung Bermain satu dengan yang lainnya.

“Festival Kampung Bermain ini dilaksanakan dalam rangka mempererat hubungan antara Kampung Bermain yang ada di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Uzlah, Festival Kampung Bermain ini untuk mencetak atlet atlet KORMI Kota Banjarmasin yang handal dan berprestasi.

Pada Festival Kampung Bermain ini melombakan 7 kategori olahraga dan permainan, diantara Balogo, Yasinan, Ketapel, Enggrang, Sepatu Roda, Skateboard, serta Bagasing. Selain itu, ditambilkan juga olahraga permainan Barongsai serta Kungfu. (SRI/RDM/RH)

Berhasil Tingkatkan Produksi Gabah Kering, Paman Birin Apresiasi Kinerja Dinas TPH Kalsel

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengungkapkan salut atas kinerja Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalsel atas pencapaian perluasan tanam dan panen padi.

Salah satunya gelar panen padi terbaru adalah di kawasan Desa Kiram Kecamatan Karang Intan atau lebih dikenal dengan nama Alam Roh 88, pada Selasa (28/12).

Panen kali ini Paman Birin didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Staf Khusus Gubernur H Noor Aidi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Syamsir Rahman serta para petani milenial.

Suasana panen di Alam Roh 88 yang dihadiri Gubernur Kalsel

Paman Birin mengucapkan syukur karena dapat kembali panen padi bersama para petani.

“Kita patut beryukur atas anugerah yang diberikan Allah ini,” katanya.

Selain itu, dirinya memuji Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan karena sukses menanam dan meningkatkan hasil panen padi.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari hasil kerja sama, yang baik antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan para petani khususnya para petani milenial,” katanya.

Paman Birin juga terus mendorong produktivitas padi Banua, mengingat Kalimantan Selatan bakal menjadi salah satu penyangga pangan Ibu Kota Negara di Kaltim.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengatakan, pihaknya berhasil menanam dan panen padi di lahan yang selama ini dianggap tidak produktif.

“Dulu kita mendapatkan tantangan dari Paman Birin untuk menanam padi di Alam Roh 88 Desa Kiram, kemudian hari ini kami membutikan bahwa padi bisa tumbuh disini dan kita berhasil panen,” sebutnya.

Menurutnya, menanam padi wilayah Alam Roh 88 tidaklah mudah. Kendala yang pihaknya alami adalah suplai air. Namun berkat sinergi yang baik pihaknya dapat mengatasi sehingga lahan bisa terairi dengan baik.

Selain itu, pihaknya juga melakukan pengerukan aliran sungai agar lahan tidak tegenang banjir.

Syamsir menyebut jika lahan tergarap dengan maksimal maka potensi gabah kering yang dihasilkan bisa mencapai 6 ton per hektar.

Potensi itu bisa menambah produktivitas padi Kalsel yang selama ini suprlus. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Paman Birin Puji Keberhasilan Banjarbaru di Bidang Tata Kelola Lingkungan

BANJARBARU – Berhasil meraih raih dua penghargaan membanggakan dari Kementerian Kesehatan dan juga dari Gubernur Kalimantan Selatan, Pemerintah Kota Banjarbaru menghelat Declaration Open Defecation Free (ODF).

Kegiatan ODF adalah sebuah simbol penegasan Kota Banjarbaru telah terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Kedua penghargaan ini adalah penghargaan pada kategori Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Dengan bebasnya dari perilaku buang air besar sembarangan, Kota Banjarbaru telah berhasil memenuhi pilar pertama, dari lima pilar yang ada di STBM itu sendiri.

Berhadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan dalam acara yang dilaksanakan pada Selasa (28/12) di Aula Gawi Sabarataan, Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar.

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Roy Rizali Anwar, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor menyampaikan apresiasinya atas capaian tata kelola lingkungan yang diperoleh kota Banjarbaru.

Dia juga berharap, kota Banjarbaru dapat menjadi contoh untuk Kota dan Kabupaten lain di Kalsel, menuju Kalsel Provinsi ODF.

“Ini adalah suatu capaian dan prestasi yang layak kita banggakan dan kita apresiasi. Semoga, ini menjadi inspirasi bagi daerah lainnya di banua kita, sehingga Provinsi Kalimantan Selatan bisa menjadi provinsi ODF.” sampainya.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Paman Birin juga menyampaikan tidak mudah untuk mengubah perilaku masyarakat terkait buang air besar sembarangan. Karena memang dengan keseharian yang akrab dengan sungai, sebagian masyarakat terbiasa melakukan aktivitas MCK di sungai.

Namun menurutnya, melihat kesuksesan Kota Banjarbaru dalam menjalankan beragam program dan akhirnya berhasil menjadi kota ODF, terbukti bahwa bukan tidak mungkin untuk mengubah perilaku masyarakat agar terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

“Hari ini Kota Banjarbaru menunjukkan usaha dan kerja keras tersebut. Program yang dilaksanakan sejak tahun 2014, akhirnya bisa mencapai status ODF di tahun 2021. Dari Kota Banjarbaru kita melihat, bahwa kita bisa membebaskan daerah kita dari perilaku buang air besar sembarangan,” sampainya.

Sekda Kota Banjarbaru, Said Abdullah, yang berhadir mewakili Walikota Banjarbaru, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kunci tercapainya ODF adalah perubahan perilaku masyarakat.

Menurutnya, meski pemerintah menyediakan fasilitas MCK yang baik, tetap tidak akan berhasil apabila tidak diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat.

“Perubahan perilaku adalah kuncinya. Kalau hanya mengadakan WC, mengadakan septic tank, tapi perilaku tidak diubah maka akan tetap susah,” sampainya.

Said juga menyatakan bahwa sertifikat dan penghargaan dari Kementrian Kesehatan di bidang STBM ini sebenarnya sudah diterima sejak beberapa waktu yang lalu, namun baru saja di deklarasikan hari ini.

“Sertifikasi dan penghargaan sudah lama diterima, jadi hari ini adalah deklarasi bahwa Kota Banjarbaru bebas perilaku buang air besar sembarangan atau ODF. Tidak ada lagi di Banjarbaru ini, yang buang air besar sembarangan,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza dalam laporannya menyampaikan bahwa SBTM adalah program nasional yang ditetapkan dalam rangka perubahan perilaku masyarakat agar menerapkan prinsip higienis dan saniter secara mandiri yang dilaksanakan melalui lima pilar STBM.

“Pelaksanaan deklarasi ini bertujuan untuk menyatakan bahwa masyarakat Banjarbaru telah mencapai pilar pertama STBM, yaitu tidak ada lagi yang berperilaku buang air besar sembarangan,” ujarnya.

Capaian ini, membuat Kota Banjarbaru menjadi daerah ketiga se-Kalimantan, dan ke dua se-Kalsel, yang berhasil mencapai pilar pertama STBM.

Menurut Rizana, pencapaian ini merupakan hasil kerjasama segala pihak baik lintas program maupun lintas sektor, yang perlu ditingkatkan agar bisa mencapai pilar kedua hingga pilar kelima. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

BPK RI Apresiasi Kinerja Tata Kelola Keuangan Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Gubernur Sahbirin Noor, menerima Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dan Kepatuhan Semester II Tahun 2021dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalsel, pada Selasa (28/12) siang, di Aula BPK Kalsel, Banjarbaru.

Laporan Kinerja yang diserahterimakan antara lain mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Vokasi Berbasis Kerja Sarana Industri dan Dunia Kerja Dalam Rangka Mewujudkan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berdaya Saing Tahun Anggaran 2020 dan Semester I 2021, serta Upaya Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 Tahun 2021 pada Pemprov Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan instansi terkait lainnya.

Selain Gubernur Sahbirin Noor, serah terima dilakukan dengan Ketua DPRD Kalsel, Walikota Banjarmasin, dan Wakil Walikota Banjarbaru.

Komisaris Utama dan Direktur Utama Bank Kalsel turut menerima laporan berupa Operasional Bank Tahun Buku 2020 hingga Triwulan III 2021.

Kepala Perwakilan BPK Kalsel Ali Asyhar menerangkan, Pemprov Kalimantan Selatan delapan kali memperoleh Opini WTP.

Karena itu, Ia berpendapat tata kelola keuangan di Pemprov dan kabupaten kota yang setidaknya lima kali meraih WTP, pada dasarnya sudah bagus, pun sistem internalnya sudah kuat.

Sehingga BPK lebih memaksimalkan peran pada pemeriksaan aspek-aspek kinerja. Artinya, BPK akan melakukan pemeriksaan kinerja terhadap isu-isu strategis, aktual, yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Seperti tahun lalu, kami melakukan pemeriksaan pada penanganan Covid6. Sedangkan tahun ini, kami memeriksa upaya distribusi atau pelaksanaan vaksinasi,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sahbirin Noor mengatakan, hasil evaluasi dan rekomendasi BPK dapat mendorong pemerintah daerah, BUMD, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan perbaikan yang diperlukan.

“Ada dua manfaat yang bisa kita ambil dari pemeriksaan ini, yaitu mendorong efisiensi dan efektivitas pengeluaran belanja daerah, serta mengurangi risiko terjadinya kesalahan atau penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ucap Sahbirin melalui sambutannya.

Prosedur yang harus dilakukan setelah serah terima LHP ini, ujarnya, telah dijabarkan dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara.

Terkait COVID-19, Gubernur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran varian baru, yakni Omicron. Dengan kewaspadaan dan disiplin protokol kesehatan, Ia berharap penyebaran bisa diminimalisir. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

2022, Pemprov Targetkan Nilai Investasi Kalsel 14 Triliun

BANJARBARU – Seiring melandainya wabah pandemi, nilai investasi Kalsel mulai merangkak naik. Ditahun depan ada sejumlah investasi senilai triliunan rupiah yang direncanakan masuk di provinsi ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) prov Kalsel, Nafarin, mengungkapkan banyaknya investor yang masuk membuat pihaknya optimis untuk meningkatkan target nilai investasi banua ini ke angka Rp14 triliun.

“Kita kan sudah ada gambaran bahwa nantinya akan ada investasi yang baru lagi,” ungkapnya.

Nafarin memaparkan, investasi yang akan masuk salah satunya berasal dari negeri Oman. Dimana rencananya investor itu akan menjalankan usaha di bidang kilang minyak di Kabupaten Kotabaru.

“Investasinya cukup besar antara 4 sampai 6 triliun. Rencananya minyak produksi di sana untuk menyuplai ke Ibu Kota Negara (IKN) yang baru,” paparnya.

Di kabupaten tersebut Nafarin juga menyebut, PT Qinfa Mining Industry saat ini sedang membangun tambang bawah tanah (underground mining).

“Mereka juga akan membangun industri kokasnya. Dimana nantinya kokas tersebut akan menggunakan batubara dengan kalori yang sangat tinggi,” ucapnya.

Masuknya sejumlah investasi di tahun mendatang juga menjadi kesempatan Pemprov Kalsel untuk meningkatkan kesejahteraan Usaha Kecil Menengah (UKM) di provinsi ini.

Nafarin membeberkan, pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada 16 perusahaan besar di Kalsel, untuk menjalin kerjasama kemitraan dengan UKM.

“Sebagian dari perusahaan tersebut sudah melakukannya, tetapi sementara belum diformalkan, karena masih dikaji oleh PT Suveyor Indonesia,” pungkasnya. (TR21-01/RDM/RH)

Fasilitasi Pemulangan PMI, Amir Sihotang: Ini Bukti Negara Hadir Lindungi Pahlawan Devisa

BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banjarbaru Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menderita sakit di Arab Saudi ke daerah asal, yakni Desa Sei Rutas Hulu Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin, Sabtu (25/12) kemarin.

Proses pemulangan PMI asal Tapin Kalsel yang sakit di Arab Saudi

Pemulangan ini berawal dari informasi yang didapatkan melalui KJRI Jeddah, yang menerima pengaduan adanya WNI/PMI bernama Norainah Binti Yahya berusia 58 tahun yang ditemukan lumpuh di jalan kemudian dibawa dan dirawat di Rumah Sakit King Abdul Azis Makkah. Yang mana menurut petugas medis yang menemukan, kondisi lumpuh disebabkan oleh patah tulang.

Melalui press release yang disampaikan Kepala UPT BP2MI Banjarbaru Wilayah Kalselteng, Amir Hakim Abdi Sihotang, setelah menjalani perawatan sejak Januari 2021, kondisi PMI dimaksud cukup membaik walaupun masih tidak dapat bergerak dan tidak mampu berkomunikasi namun telah memungkinkan untuk discharge dari rumah sakit.

“KJRI Jeddah kemudian menjadwalkan fasilitasi pemulangan PMI dimaksud ke Indonesia pada tanggal 10 Desember 2021 tetapi mengalami penundaan akibat hambatan pada proses validasi rekam biometrik/sidik jari pada saat menjalani prosedur keimigrasian di Arab Saudi,” ujarnya

Fasilitasi pemulangan dari Arab Saudi ke Indonesia akhirnya dapat dilaksanakan dengan pendampingan petugas KJRI Jeddah pada Kamis, 16 Desember 2021 dan selanjutnya PMI dimaksud menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Jakarta. PMI dimaksud juga telah menjalani RT-PCR dengan hasil negatif.

Fasilitasi pemulangan PMI ini dari Jakarta ke Banjarmasin dan selanjutnya ke daerah asal dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 25 Desember 2021 dengan pendampingan petugas medis dan prosedur medis yang diperlukan.

“Selama proses pemulangan dari Jakarta ke Banjarmasin, UPT BP2MI Banjarbaru senantiasa berkoordinasi dengan kantor pusat BP2MI, UPT BP2MI Jakarta dan UPT BP2MI Serang untuk memastikan pelayanan dan penanganan terbaik kepada PMI dimaksud,” terangnya.

Untuk pemulangan ke daerah asal, disampaikan Amir, UPT BP2MI Banjarbaru bersinergi dengan Pemprov Kalsel melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Tenaga Kerja, Pemerintah Kecamatan Candi Laras Selatan, Pemerintah Desa Sei Rutas Hulu dan Angkasa Pura.

UPT BP2MI Banjarbaru menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas bantuan semua pihak yang terlibat dalam fasilitasi pemulangan PMI sakit ini.

“Sinergi ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melayani dan melindungi setiap PMI,” katanya. (BP2MI.BJB-ASC/RDM/RH)

Bakesbangpol Kalsel Sukseskan Capaian Target Vaksinasi

BANJARBARU – Dukungan percepatan vaksinasi untuk mencapai target 70 persen hingga akhir tahun bagi masyarakat di Kalimantan Selatan terus mengalir.

Kali ini dukungan datang dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalsel yang telah berhasil mengajak masyarakat untuk bersedia divaksin.

“Pertanggal 25 Desember kemarin kita telah memfasilitasi sebanyak 185 orang untuk divaksin,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Heriansyah melalui Kasubbag Umpeg Norhidayah, Senin (27/12).

Jumlah ini ungkapnya, sudah melebihi target yang diberikan untuk masing-masing SKPD di lingkup Pemprov Kalsel termasuk Bakesbangpol, yakni 130 orang.

Adapun dalam proses pencarian target vaksin dijelaskan Norhidayah, pihaknya menggunakan sistem pendekatan secara langsung kepada masyarakat dengan mengerahkan seluruh staf di masing-masing bidang.

“Sesuai dengan arahan Kepala Badan. Berapapun yang didapatkan kita antar ke tempat vaksinasi. Kalau di Banjarmasin ke Dinkes Kalsel. Kalau di Banjarbaru maka di Bapelkes,” terangnya.

Terkait wilayah penerima vaksin lanjutnya, ada di beberapa daerah, seperti Belitung, Teluk Tiram dan Basirih untuk wilayah Banjarmasin. Adapun untuk yang difasilitasi vaksin di Banjarbaru, rata-rata berasal dari Kabupaten Banjar.

Adapun vaksin ujarnya, bagi penerima vaksin kedua maka akan disesuaikan dengan vaksin yang diterima pertama. Adapun untuk yang menerima dosis pertama, kebanyakan Astrazeneca.

“Rentang usia penerima dai usia 13 tahun hingga 70 tahun,” katanya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version