Pemprov Kalsel Beri Penghargaan Kepada 20 Perusahaan Industri Pengolahan

BANJARBARU – Bertepatan Hari Jadi (Harjad) ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi memberikan penghargaan kepada perusahaan industri pengolahan pembayar pajak terbesar dan perusahaan industri pengolahan dengan nilai ekspor tertinggi di 2021.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni, mengatakan ada masing-masing 10 perusahaan yang diberikan penghargaan.

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni

Berurutan disebutkannya, 10 perusahaan pembayar pajak terbesar yakni PT Insan Bonafide Banjarmasin dengan bidang usaha industri karet remah, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kotabaru industri semen, PT Conch South Kalimantan Cement Tabalong industri semen, PT Karias Tabing Kencana Hulu Sungai Utara industri karet remah, PT Jhonlin Agro Raya Tanah Bumbu industri kelapa sawit, PT Patria Maritim Perkasa Barito Kuala industri kapal dan perahu, PT Multi Sarana Agro Mandiri di Kotabaru industri sawit, Pertamina Banjarmasin industri minyak, Batulicin Agro Sentosa Tanah Bumbu industri pengelola pabrik kelapa sawit dan Hasnur Citra Terpadu Tapin industri perkebunan kelapa sawit.

Sedangkan 10 perusahaan dengan  nilai ekspor tertinggi di 2021, yaitu PT Wijaya Triutama Plywood Industri Banjarmasin dengan bidang usaha industri kayu panel, PT Basirih Industrial Banjarmasin industri plywood, PT Dharma Putra Kalimantan Sejati Barito Kuala industri kayu lapis , PT Tanjung Selatan Makmur Jaya Barito Kuala industri panel kayu, PT Surya Satrya Timur Banjarmasin industri kayu lapis, PT Tanjung Raya Plywood Barito Kuala industri kayu lapis laminasi, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kotabaru industri semen, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk Tanah Laut industri CPO, minyak goreng dan Solar B30, PT Sime Darby Oils Pulau Laut Refinery Kotabaru industri minyak goreng kelapa sawit dan PT Tanjung Alam Jaya Banjarbaru industri high calory coal.

“5 perusahaan pembayar pajak terbesar dipegang oleh perusahaan industri pengolahan sawit, sedangkan 6 perusahaan pengekspor terbesar bergerak di bidang industri plywood,” ucapnya Selasa (16/8).

Mahyuni mengakui penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi Gubernur Kalsel kepada perusahaan industri atas kinerja yang baik selama ini. Sebab menurut Mahyuni, industri pengolahan berdampak pada kesempatan penyerapan tenaga kerja di Kalsel hingga puluhan ribu.

“Termasuk juga pajak perusahaan dan pajak ekspor yang mereka bayar itu, sekitar 20 persen merupakan dana perimbangan pajak yang jadi pendapatan daerah,” ungkap Mahyuni.

Mahyuni berharap industri pengolahan tersebut dapat terus eksis, terutama bagi perusahaan industri berkelanjutan seperti pengolahan minyak mentah atau Crude Palm Oil (CPO) dan karet yang berperan penting terhadap nasib pegawai di perkebunan.

“Saya harap volume (perusahaan) mereka lebih meningkat, jadi kesempatan kerja juga lebih meluas” harapnya.

Mahyuni menilai, kemajuan perindustrian juga akan berdampak pada daya beli sehingga dapat meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia).

“Penghargaan ini merupakan yang pertama kalinya diberikan, kita usahakan agar pemberian penghargaan ini dapat terlaksana setiap tahunnya,” tutupnya. (SYA/RDM/RHS/RH)

Kado Hari Jadi ke-72, Gubernur Kalsel Terima Dua Penghargaan Dari Mentan

JAKARTA – Komitmen Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam upaya pembebasan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) di Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo.

Apresiasi itu berupa pemberian penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan 2 (dua) kategori sekaligus. Yakni penghargaan atas keberhasilan sebagai Provinsi Menuju Nol Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan Penghargaan Kategori Pemerintah Provinsi Dengan Capaian Vaksinasi PMK terbaik, yang diserahkan langsung Menteri Pertanian pada acara Tasyakuran dan Penyerahan Penghargaan Pertanian Tahun 2022, di Gedung Kementerian Pertanian, di Jakarta akhir pekan lalu.

Dua penghargaan ini sekaligus menjadi kado Hari Jadi ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan, tahun 2022.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalsel, drh.Suparmi menerima penghargaan tersebut.

Paman Birin menyampaikan, bahwa penghargaan ini adalah merupakan hasil kerja nyata dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK, baik di tingkat provinsi maupun tingkat Kkabupaten/ kota yang telah bekerja keras tanpa lelah untuk mengendalikan dan mengamankan ternak rentan PMK diwilayahnya masing-masing.

“Sebagaimana arahan Paman Birin, bahwa satgas harus bergerak cepat, tepat dan akurat dalam melakukan langkah langkah strategis penanganan PMK antara lain dengan melakukan surveilans/ deteksi dini, pengobatan dan pemberian vitamin pada ternak yang terjangkit, peningkatan biosekuti/desinfeksi, pengawasan dan pengetatan lalu lintas Hewan Rentan PMK dari dan ke wilayah Kalimantan Selatan serta percepatan realisasi Vaksinasi PMK tentunya untuk meningkatkan kekebalan Hewan Rentan PMK (HRP)”, papar Suparmi.

Terbukti melalui langkah strategis tersebut, kasus PMK di Kalimantan Selatan dapat dikendalikan bahkan sejak 14 Juli 2022 sampai saat ini sudah tidak ada penambahan kasus baru (nol kasus).

Demikian juga dengan capaian realisasi vaksinasi PMK di Kalsel untuk tahap I realisasi sebanyak 4.717 dosis (112,31 persen) dari target 4 200 dosis.

Sedangkan realisasi vaksinasi tahap II per 13 Agustus 2022, telah tercapai sebanyak 30.927 dosis (70,29 persen) dari target 44.000 dosis, dengan rincian alokasi vaksin sebagai berikut: Banjarmasin 100 dosis; Banjarbaru 1.300 dosis; Banjar 3.000 dosis; Tapin 4.000 dosis; Hulu Sungai Selatan 2.500 dosis; Hulu Sungai Tengah 4.000 dosis; Hulu Sungai Utara 800 dosis; Balangan 1.200 dosis; Tabalong 2.600 dosis; Tanah Laut 12.400 dosis; Tanah Bumbu 6.000 dosis; Kotabaru 3.000 dosis dan Barito Kuala 1.800 serta BPTU-HPT Pelaihari 900 dosis.

“Dengan telah diterimanya 2 penghargaan ini dapat menambah semangat bagi Satgas Penanganan PMK untuk capai realisasi vaksinasi PMK 100 persen pada minggu ketiga bulan Agustus 2022 dan status zero case PMK Kalsel dapat terus dipertahankan dan Kalsel dapat ditetapkan sebagai daerah bebas PMK”, tutup Suparmi. (RIW-DISBUNNAKKALSEL/RDM/RH)

Harjad ke 72 Kalsel Jadi Momentum SKPD Raih Kesuksesan Bersama Paman Birin

BANJARMASIN – Perayaan Hari Jadi ke 72 Provinsi Kalsel menjadi moment terbaik dilingkungan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di pemda setempat. Selama kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tentu banyak kemajuan yang telah diberikan termasuk pembangunan.

Kepala Balitbangda Kalsel, Muhammad Amin mengungkapkan, sesuai dengan tema yang diusung orang nomor satu di Kalsel itu tentu perayaan puncak Harjad ke 72 Provinsi Kalsel menjadi bentuk kesuksesan pemerintah dalam merealisasikan program-program dari kepala daerah.

“Maka kami berharap Kalsel menjadi lebih baik, sejahtera, lebih makmur dibawah kepemimpinan paman Birin,” ujarnya, usai mengikuti penutupan pada puncak Harjad ke 72 Kalsel, di kantor Gubernur Banjarmasin, Senin (15/8).

Seiring itu, ia menyampaikan, akan terus mengikuti arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor selaku pemangku kebijakan guna mencapai kemandirian dalam pembangunan daerah.

“Kami tentunya mendukung semua kebijakan-kebijakan yang dicanangkan bagi kemajuan banua ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji, menyebut, sesuai tupoksi yang telah diamanatkan pimpinan. selaku unit penerimaan untuk pendapatan daerah, sebagai bentuk realisasi pengabdian di Hari Jadi (Harja) ke 72 Kalsel adalah memberikan pelayanan terbaik.

Kepala UPPD Samsat Barabai, Ali Mukhraji

“Kami akan selalu hadir untuk rakyat dan memberikan pelayanan optimal agar penerimaan daerah juga maksimal,” ungkapnya.

Moment perayaan Harjad ke 72 selain diisi tarian khas Kalsel juga hiburan tarian Reok Ponorogo

Perlu diketahui, selama periode Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, keberhasilan program yang telah direalisasikan dan terus dilaksanakan diantaranya sektor industri, ekonomi UMKM, pendidikan, infrastruktur serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (RHS/RDM/RH)

Anggarkan 27 M Tahun Ini, Pemprov Kalsel Mulai Pembangunan Tugu Nol Kilometer

BANJARMASIN – Akhirnya setelah tertunda beberapa tahun, proses pembangunan Tugu Nol Kilometer atau Tugu Pal Nol Banua, dimulai tahun ini. Pembangunan tugu monumental ini, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama, di lokasi pembangunan, sebelah kiri halaman kantor Gubernur di Banjarmasin, pada Senin (15/8), usai peringatan hari jadi ke-72 Provinsi Kalimantan Selatan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, menjadi orang pertama yang meletakan batu pertama, tanda dimulainya pembangunan. Disusul ulama kharismatik Banua, K.H. Wildan Salman dan Wakil Gubernur Kalsel, Muhiddin. Selanjutnya, sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Kalsel, juga melakukan prosesi peletakan batu pertama tersebut.

“Alhamdulilah, pencanangan pembangunan Tugu Nol Kilometer kita mulai. Ini akan menjadi penggerak ekonomi warga Kalsel,” kata Paman Birin (sapaan akrabnya) saat ditemui wartawan usai acara peletakan batu pertama.

Paman Birin menyebut, Tugu Nol Kilometer akan menjadi ikon Kalsel dan nantinya akan menjadi pusat pariwisata untuk orang datang ke Banua.

“Kalau di Jakarta ada monas, nanti ke Kalsel kalau belum ke Tugu Nol Kilometer belum ke Kalsel,” selorohnya.

Paman Birin juga menambahkan, di era sekarang, perlu upaya untuk mentransformasi sumber daya alam tak terbarukan ke sumber daya alam terbarukan. Salah satunya adalah sektor pariwisata.

Tugu yang dirancang dengan tinggi 99 meter atau 6 lantai ini, akan dilengkapi empat sampai lima titik areal yang bisa dimanfaatkan penjualan UMKM lokal Banua serta ada lokasi bazar, dan restoran atau cafe.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan mengatakan, tahap awal akan dibangun pondasi dan kawasan penunjang bagi UMKM yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp27 miliar. Bangunan berikutnya dilakukan dengan sistem tahun jamak (multi years).

Bangunan yang direncanakan selesai 2024 itu, diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp160 miliar.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Agung Dewanto menambahkan, untuk tahap pertama ini, yang dibangun adalah pondasi dan areal landscape dengan pola desain rancang bangun.
Diperkirakannya, dari landscape Ruang Terbuka Hijau dan pondasi tower itu bakal digarap lima bulan. (RIW-BIRO.ADPIM/RDM/RH)

Tingkatkan Pengembangan Seni Budaya Disdikbud Kalsel Gelar Lomba Mural

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar lomba Mural, untuk semakin meningkatkan pengembangan seni dan budaya di banua.

Foto bersama Juara Mural dengan Juri, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, kepada wartawan pada Senin (15/8) mengatakan, pelaksanaan lomba Mural ini untuk menambah wawasan pengembangan seni dan budaya, dan juga merayakan puncak Hari Jadi Provinsi Kalsel ke 72 tahun dan menyambut Dirgahayu Kemerdekaan RI ke 77 tahun.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

“Lomba mural ini dapat menjadi ajang menyalurkan kreatifitas seni sebagai warisan regenerasi,” ucapnya

Raudati menyampaikan, tema lomba Mural tentang “Perjuanganmu, Perjuanganku, Perjuangan Kita”, hal itu dimaksudkan menghormati dan mengenang jasa para pahlawan, dengan makna perjuangan sekarang bukan untuk melawan masyarakat sendiri, namun merangkul dan mengajak semua pihak, bekerjasama dalam membangun negeri.

“Dengan saling bersatu, tentunya mewujudkan lebih kuat dan makmur,” kata Helda

Sementara itu, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah menjelaskan, lomba mural ini diikuti dari Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Balangan, Tanah Laut dan Batola serta Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru. Tiga orang juri berkompeten dibidangnya untuk memberikan penilaian yaitu Ketua Ikatan Pelukis Kalsel Muslim, seniman M Syahriel M Noor dan Kasi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya.

“Terpilih juara pertama, kelompok 3111 nilainya 745, juara kedua kelompok Faint dengan nilai 737 dari Kota Banjarmasin, dan juara ketiga kelompok Kubikuas dari Kota Banjarbaru nilainya 725,” jelasnya

Juara 1 Lomba Mural

Ditambahkan Arry, dalam lomba mural ini menyesuaikan dengan tema, namun para peserta memiliki sinopsis masing-masing yang dituangkan melalui karya lukis, seperti juara pertama tentang “Jasamu” yaitu menggambarkan semangat pahlawan yang berjuang menuju kemerdekaan, kemudian juara kedua “Kita Pejuang pada Masanya” menggambarkan objek simbol perjuangan pada masa lalu hingga sekarang, dan juara ketiga “All About Banjar” yakni Terima kasih perjuanganmu, dan sebagai perjuanganku akan mengenalkan kepada generasi muda tentang artefak serra budaya banjar di Museum Wasaka, sedangkan perjuangan kita melestarikan, mengembangkan, mengenalkan budaya banjar dan sejarah.

“Sukses lomba mural ini, insya Allah tahun depan akan kita gelar lagi,” tutup Arry

Untuk diketahui, kegiatan lomba mural diikuti 15 group, satu group terdiri tiga orang, berlokasi di halaman Museum Wasaka Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Masuki Usia 72 Tahun, Momentum Kalsel Memacu Perekonomian Banua

BANJARMASIN – Tahun ini Provinsi Kalimantan Selatan, sudah memasuki usia ke-72. Banyak hal yang sudah dilalui provinsi tertua di pulau Kalimantan ini. Termasuk lepas dari belenggu pandemi COVID-19, yang membuat melambatnya perekonomian selama kurang lebih 2 tahun.

Gubernur Kalsel pada puncak peringatan hari jadi ke-72

Pada puncak peringatan hari jadi ke-72 Provinsi Kalsel, pada Senin (15/8) di halaman kantor gubernur di Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, mengajak segenap unsur masyarakat di Banua, bersama-sama memulihkan perekonomian dan memacunya kembali, setelah terhambat pandemi COVID-19.

Peringatan hari jadi ke -72 Provinsi Kalsel yang jatuh pada 14 Agustus, dan mulai membaiknya pertumbuhan ekonomi, ujarnya, dapat dijadikan momentum untuk melakukan upaya memacu peningkatan yang lebih cepat.

“Semoga dengan momentum peringatan hari jadi ke-72 ini, akan semakin memantapkan dan meningkatkan serta memperkokoh semangat dan tekad seluruh elemen di Provinsi Kalsel, untuk terus membangun dan berkontribusi untuk daerah,” ujar Paman Birin dalam sambutannya.

Gubernur memaparkan, dalam dua tahun ini, seluruh elemen sudah bahu membahu menangani pandemi COVID-19. Mulai dari tenaga kesehatan, yang sudah berkorban sebagai garda terdepan, mengatasi pandemi, hingga seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah, TNI dan Polri dalam mengupayakan percepatan vaksinasi di daerah.

Seiring membaiknya situasi pandemi ini, perekonomian Kalsel juga semakin membaik setelah mengalami kontraksi hingga minus 1,81 persen di tahun 2020.

“Perekonomian tumbuh 3,48 persen di tahun 2021, dan diproyeksikan akan lebih baik di tahun 2022,” harap Paman Birin.

Oleh sebab itu, Pemprov Kalsel menangkap momentum ini, sebagai landasan untuk percepatan pembangunan daerah, mewujudkan visi Kalsel MAJU (Makmur, Sejahtera, dan Berkelanjutan).

Pemprov Kalsel terus menggali potensi-potensi daerah, membuka peluang-peluang investasi, khususnya di sektor pariwisata, industri manufaktur, pertanian dan perkebunan, serta sektor UMKM lokal.

Paman Birin tak lupa menyampaikan apresiasi atas komitmen dan konsistensi seluruh jajaran pemprov, DPRD, jajaran Forkopimda, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat dalam membangun daerah.

“Berbagai bukti capaian pembangunan di Kalsel saat ini adalah hasil dari sinergi dan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Peringatan hari jadi selain dimeriahkan dengan penampilan seni tari, juga menampilkan pemain biola muda Velicia Arika Kafi.

Gadis ini menunjukan kepiawaiannya membawakan musik instrumental lagu Banjar, Gunung Bamega plus persembahan khusus untuk Paman Birin yakni tembang “Buih Jadi Permadani”. Selanjutnya, ditampilkan pertunjukan kesenian Banjar Mamanda dan drama tari pendek berjudul “Perjalanan Anak Sungai”.

Sebelum proses peringatan diakhiri, disampaikan tausyiah dan pengautan nasi Astakona serta peninjauan stan-stan yang menyediakan makanan gratis untuk masyarakat yang hadir.

Turut hadir pada puncak peringatan hari jadi tahun ini, Ketua DPRD Kalsel, Sekdaprov Kalsel, serta unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan. (RIW-BIRO.ADPIM/RDM/RH)

Kalsel Dinilai Sudah Banyak Lakukan Pembenahan Dalam Pembangunan

BANJARMASIN – Provinsi Kalimantan Selatan dinilai sudah banyak melakukan pembenahan dalam hal pembangunan. Penilaian itu disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi kepada wartawan, usai menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Jadi ke 72 Provinsi Kalsel di halaman eks kantor Gubernur Kalsel, Senin (15/8).

Suasana Puncak Peringatan Hari Jadi Ke 72 Kalsel

“Hari Jadi ke 72 ini sesuatu yang sangat membahagiakan karena di usia yang sudah cukup dewasa ini, Kalsel sudah banyak melakukan pembenahan dalam pembangunan,” katanya.

Salah satunya, menurut Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini, terkait proyek pembangunan jalan bebas hambatan antara kota Banjarbaru dan kabupaten Tanah Bumbu. Ia meyakini jalan bebas hambatan tersebut akan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Kalsel.

“Karena selain memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Banjarbaru ke Batulicin, juga akan memperlancar arus penumpang dan barang sehingga diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Paman Yani menginginkan agar Pemerintah Daerah juga memperhatikan sektor lingkungan dan meminimalisir bencana alam seperti banjir. Apalagi Kalsel sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) baru.

“Ini harus segera dilakukan penanganan. Tentu saja bukan hanya kerja Pemprov maupun juga Kabupaten/Kota di Kalsel, tetapi juga sebaiknya menjadi perhatian Pemerintah Pusat, ” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Momen Harjad Kalsel ke 72, Banua Dapat Semakin Makmur dan Sejahtera

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah berharap pada Peringatan Hari Jadi (Harjad) Provinsi ke 72 ini, Banua semakin makmur dan sejahtera.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Pada peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 72 ini, digelar dengan nuansa adat yang sangat kental, dan juga ada hiburan untuk rakyat, serta makan bersama rakyat,” ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, kepada Abdi Persada FM, Senin (15/8) usai menghadiri acara puncak peringatan di Siring 0 KM Banjarmasin .

Kadispora Kalsel Hermansyah

Menurut Hermansyah, ini merupakan makna syukur yang digaungkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, ditengah proses pembangunan, pelayanan kepada rakyat, agar Banua ini semakin makmur.

“Provinsi Kalimantan Selatan juga diharapkan semakin sejahtera, sesuai dengan tema yang digaungkan di Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 72 ini,” ucap Hermansyah.

Sementara itu Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengungkapkan, pada peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 72, Kota Banjarmasin mendapatkan juara 2 lomba Stand Kampung Banjar, dan Juara 1 Kelurahan terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kota Banjarmasin untuk yang kedua kalinya memenangkan lomba kelurahan terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Untuk tahun lalu, lanjut Ibnu, Kelurahan terbaik diraih Kelurahan Belitung Selatan, dan pada tahun ini diraih oleh Kelurahan Alalak Utara.

“Kelurahan Alalak Utara ini akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan pada lomba selanjut tingkat regional Kalimantan,” ucap Ibnu.

Sedangkan, pada lomba stand pada Festival Kampung Banjar yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya mendapatkan juara 2.

“Pada Peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ini, Kota Banjarmasin dapat terus memberikan prestasi terbaik, untuk membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Eksekutif dan Legislatif Provinsi Kalsel Sepakat Tetapkan KUA PPAS Tahun 2023

BANJARMASIN – Pihak Eksekutif dan Legislatif Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mencapai kesepakatan bersama dalam menetapkan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2023. Kesepakatan itu dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Kalsel pada Jum’at (12/8).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan dinamika perkembangan perekonomian daerah di Kalsel mulai menuju ke arah yang semakin membaik. Dimana perekonomian Kalsel triwulan II Tahun 2022 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 7,94 persen. Sedangkan perekonomian Kalsel triwulan II Tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,81 persen.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

“Momentum perbaikan ini sebagai hasil dari sinergi dan kinerja seluruh elemen pembangunan mulai dari pemerintah pusat dan daerah, lembaga legislatif serta kontribusi dari sektor usaha dan seluruh masyarakat Kalsel,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut Kepala Daerah yang akrab disapa Paman Birin ini, dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah serta memanfatkan momentum perbaikan ini sebagai upaya untuk menyejahterakan seluruh masyarakat Kalsel maka Pemprov dan DPRD Kalsel telah mencapai kesepakatan bersama dalam menetapkan KUA PPAS APBD Tahun 2023.

“Telah kita ketahui bersama, tema pembangunan Kalsel Tahun 2023 adalah penguatan daya saing sumber daya manusia untuk meningkatkan perekonomian berkelanjutan,” jelasnya.

Ditambahkan Paman Birin, fokus pembangunan tahun 2023 diarahkan untuk kesehatan, pendidikan dan keterampilan, UMKM dan ketenagakerjaan, investasi hilirisasi industri, pertanian dan pariwisata serta meminimalisir bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan, serta persiapan penanganan pandemi COVID-19 yang masih belum dinyatakan berakhir.

“Kesepakatan bersama KUA PPAS APBD Tahun 2023 telah dicapai sebagai bentuk sinergi dan kerja bersama antara eksekutif dan legislatif dalam memaksimalkan segala potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memantapkan pencapaian target-target pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kalsel,” tambahnya.

Untuk diketahui, rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terhadap KUA PPAS tahun 2023 tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalsel Supian HK dan dihadiri oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, anggota DPRD Kalsel, sejumlah pejabat SKPD Lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Sukses Gelar Festival Wisata Budaya Pasar Terapung

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimatan Selatan melalui Dinas Pariwisata, sukses menggelar Festival Wisata Budaya Pasar Terapung.

Suasana pembukaan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung

Kepada sejumlah wartawan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, Nurul Fajar Desira, usai menutup acara, Festival Wisata Budaya Pasar Terapung ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke 72 tahun dan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77 tahun.

“Kegiatan ini merupakan langkah Pemerintah menjaga eksistensi budaya dan pemulihan ekonomi,” katanya

Disampaikan Fajar, pihaknya berterima kasih kepada semua pihak, terlaksananya Festival Wisata Budaya Pasar Terapung tahun ini, mereka datang untuk langsung menyaksikan baik pembukaan hingga penutupan di Siring Nol Kilo Meter sejak 12 – 14 Agustus 2022.

“Berbagai kegiatan lomba digelar seperti perahu hias, lomba masak boom antar SKPD, lomba masakan Banjar kalangan pelajar, fashion carnaval dan kampung Banjar. Selain dihibur penampilan kesenian Madhihin dan Mamanda, Band Ibukota,” ungkap Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin mengatakan, kegiatan ini telah berjalan sukses dari pembukaan hingga penutupan yaitu tercipta keamanan dan suasana kondusif dilapangan. Ia berharap tahun depan akan digelar lebih meriah.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin

“Kita apresiasi seluruh warga yang datang mengutamakan aman dan nyaman dalam berwisata,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, dalam kegiatan Festival Wisata Budaya Pasar Terapung, kunjungan ini tidak hanya dari 13 kabupaten dan kota, namun banyak juga turis mancanegara, hal ini tentu turut berkontribusi dalam pembangunan sektor pariwisata di Banua.

“Adanya atraksi budaya jukung sebagai salah satu sarana transportasi yang masih digunakan masyarakat Banjar dalam berpromosi,” tutup mantan Pj Bupati Kotabaru.

Untuk diketahui, dalam Festival Wisata Budaya Pasar Terapung tahun 2022, Juara Lomba Perahu Hias, Juara satu SKPD Dinas Sosial,Dinas ESDM, RSUD Ansari Saleh, Biro Pengadaan Provinsi Kalimantan Selatan, Juara dua dari SKPD Dispora, BKD, BPBD dan Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan, serta Juara tiga dari SKPD Dinas lingkungan hidup, DPMPTSP, dan Biro Administrasi Pembangunan. Selanjutnya Juara kampung Banjar, Juara satu dari Kabupaten Kotabaru, Juara dua Kota Banjarmasin, dan Juara tiga Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Untuk Lomba Pawai Budaya Juara pertama dari Kabupaten Balangan, Juara dua Tanah Bumbu dan Juara tiga Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Lomba masak Boom (masak merah tradisional) Juara pertama dari Dinas Pariwisata, Juara dua Dinas Kesehatan dan Juara tiga RSUD Provinsi Kalimantan Selatan, kemudian Lomba masak antar pelajar Juara pertama peserta 7 MAN 2 Banjarmasin, Juara dua peserta 13 MAN 2 Banjarmasin, dan Juara tiga SMKN 4 Banjarmasin, serta Lomba Fashion Carnaval Kategori Pelajar Juara satu dari SMA 1 Kotabaru, Juara dua SMA 10 Banjarmasin dan Juara tiga SMKN 4 Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version