BANJARBARU – Saat ini, setiap harinya, 28 atlet kebanggan Kalsel pada ajang Karate Pra PON menjalani latihan umum dan fisik. Mulai dari teknik gerakan hingga olah tubuh untuk menjaga stamina serta ketahanan fisik mereka. seluruh atlet ini,hampir setiap harinya diberikan latihan mulai pagi hingga sore hari. Kalsel sendiri dipilih menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pra PON cabang olahraga Karate, pada penyelenggaraan Pra PON tahun 2023, yang akan dilaksanakan pada bulan agustus mendatang.
Hal ini disampaikan, Pelatih Komite Karate Pra PON Kalsel, Sayyid Muhammad Yusfiansyah, baru – baru tadi.
Yusfiansyah menyampaikan, seluruh atlet karate hampir setiap harinya diberikan latihan mulai pagi hingga sore hari. Untuk menjaga fokus atlet dalam mengikuti Pra PON 2023 ini, pihaknya mengaku seluruh atlet diwajibkan mengikuti karantina di Kampus Ambulung BPSDMD Kalsel, di Banjarbaru.
Pelatih Komite Karate Pra PON Kalsel, Sayyid Muhammad Yusfiansyah
“Kita ingin memastikan atlet karate kita terjaga fisik dan kesehatannya, makanya kita karantina jadi bisa kita awasi terus,” Ungkap Yusfiansyah.
Ia melanjutkan, Kalsel sendiri dipilih menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pra PON cabang Karate. Sebab itu, pihaknya menargetkan dapat meraup banyak medali pada cabang karate ini.
“Kita coba ukir sejarah baru dalam peraihan medali. Harus lebih dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Nantinya seluruh atlet ini akan di uji kembali untuk memastikan mana yang akan masuk grup inti dan cadangan. Seleksi akan dilakukan dua pekan sebelum dilaksanakannya penyelenggaraan Pra PON. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar, Pekan Olahraga Wartawan Daerah Kalsel Piala Paman Birin di Kota Banjarmasin.
Rencana tersebut disampaikan Ketua SIWO PWI Kalsel Irwansyah, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.
“Gubernur Sahbirin Noor melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalsel memberikan dukungan penuh, terhadap pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh SIwo PWI Kalsel,” ungkap Irwan.
Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai bentuk penghargaan dari Siwo PWI Kalsel, maka kejuaraan tersebut diberi nama, Pekan Olahraga Wartawan Daerah Kalsel Piala Paman Birin Tahun 2023.
“Pekan Olahraga Wartawan Daerah Piala Paman Birin akan dilaksanakan pada tanggal 15, 16, 22 dan 23 Juli Tahun 2023 di Kota Banjarmasin,” jelas Irwan lebih lanjut.
Dan, lanjutnya, mempertandingkan tiga cabang olahraga, yaitu Futsal, Catur, serta E-sport.
“Kami mengharapkan, seluruh wartawan di Provinsi Kalimantan Selatan dapat, meramaikan Pekan Olahraga Wartawan Daerah Piala Paman Birin tersebut,” ucap Irwan.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya memperbolehkan humas dan Diskominfo, untuk turutserta menjadi pemain pada lomba futsal.
“Untuk cabang olahraga Futsal kami memperbolehkan peserta, untuk mengajak pemain diluar profesi wartawan 2 orang, seperti Humas atau Diskominfo,” ujarnya.
Namun, tambah Irwan, dengan syarat pemain tersebut berusia minimal 40 tahun.
Dengan melibatkan Humas dan Diskominfo Kalsel, maka kebersamaan antar wartawan dan pemerintah terjalin, pada Pekan Olahraga Wartawan Daerah Piala Paman Birin Tahun 2023 tersebut. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Saat ini kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin Ibnu dan Ariffin sudah mencapai 2 Tahun, dan pada kebersamaan tersebut, pihaknya mempertahankan Pentahelix dengan berbagai unsur di Kota Banjarmasin. Demikian disampaikan Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor
“Pentahelix tersebut dipertahankan, agar tercapai keberhasilan, di bidang infrastruktur, UMKM, keagamaan, Pendidikan serta lainnya,” ungkapnya.
Arifin mengatakan, Visi dan Misi Kepemimpinan Ibnu dan Arifin ini, berlaku sampai akhir tahun 2024 mendatang.
“Namun, untuk rencana jangka panjang pembangunan sampai Tahun 2026,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arifin mengklaim capaian visi dan misi mereka, sampai saat ini kurang lebih 60 persen.
“Hampir 60 persen dari data visi dan misi kepemimpinan Ibnu dan Arifin, yang telah dievaluasi,” ungkap Arifin lebih lanjut.
Sedangkan, lanjutnya, untuk visi dan misi yang belum dicapai, akan dilakukan percepatan. Seperti, pembenahan daerah pinggiran, daerah kumuh, serta sekolah sekolah.
“Pembenahan sekolah ini, penting dilakukan, untuk keberhasilan anak anak di Kota Banjarmasin,” ucap Arifin. (SRI/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif berharap, setelah ditetapkan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dapat semakin menambah Ruang Terbuka Hijau.
Hal itu disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, kepada wartawan pada Jumat (23/6).
Matnor menjelaskan, selama pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, telah mengatur selama 30 tahun ke depannya, mulai dari pelestarian lingkungan, seperti lahan resapan, drainase, pepohonan dan juga satwa.
“Meski dikenal sebagai kota tua, haruslah memiliki penataan yang lebih baik,” katanya
Disampaikan Matnor, setelah ditetapkan menjadi Perda, telah memuat tentang kajian lingkungan hidup strategi di kota ini, yaitu harus terpadu dengan perencanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang telah disinergikan dengan peraturan daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Mari bersama-sama, kita wujudkan pengelolaan lingkungan hidup yang terarah,” pintanya
Hal senada juga disampaikan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi, ia mengatakan, indikator utama dalam Perda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menjaga kualitas udara, air dan tutupan lahan, menyesuaikan dengan keperluan masyarakat. Selain itu adanya Peraturan Daerah tentang Ruang Terbuka Hijau yang mengatur kewajiban memiliki Taman Kota, Lapangan dan Sempadan Sungai, merupakan tanggung jawab Pemerintah sebagai pelaksana pembangunan di kawasan perkotaan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Afrizaldi
“Dalam pemenuhan ruang terbuka hijau, baru sekitar 2 persen di kota ini, masih jauh dari target nasional, yaitu 11 persen dari luas wilayah, dengan demikian masih panjang perjuangan untuk mencapainya secara bertahap,” tutup Afrizaldi. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) menjadi salah satu yang terpilih menjadi proyek percontohan Simpul Jaringan Nasional Tahun 2023.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi Temu Jaringan Nasional (RKTJN), 21–23 Juni, di Hotel Sahid Yogyakarta. Adapun tema yang diusung adalah “Akses Arsip Warisan Budaya Nusantara dalam Memperkokoh Jati Diri Bangsa melalui Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN)/ Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN).
Sebanyak 217 peserta yang hadir dari 206 instansi, wakil dari Simpul Jaringan yang berasal dari kementerian, lembaga nonkementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi negeri, serta BUMN.
Sedangkan tujuan rakor ini adalah sebagai Forum Koordinasi Nasional antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) sebagai Pusat Jaringan Nasional dengan para Simpul Jaringan.
“Hingga saat ini, ANRI telah memberikan persetujuan sebanyak 407 Simpul Jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia, dalam rangka layanan penyediaan akses informasi kearsipan yang autentik, legal, utuh, lengkap, dan terpercaya,” ungkap Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie, melalui siaran persnya, Jumat (23/6).
Selain itu, menurutnya, kegiatan ini dalam rangka memperkuat koordinasi secara nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, dalam melaksanakan fungsi pengelolaan SIKN/JIKN.
“Meningkatkan sinergisitas dengan pemangku kepentingan untuk penguatan layanan informasi kearsipan kepada masyarakat,” tambah Nurliani.
Tidak hanya itu, pada forum ini juga membahas berbagai isu strategis, kendala, dan pertukaran informasi, serta pengetahuan antarsimpul jaringan dalam penyelenggaraan SIKN/JIKN. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Sebanyak 54 orang dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dari 13 Kabupaten-Kota di Kalsel, mengikuti bimbingan teknis (bimtek) IT Security Assesment (ITSA) tahun 2023, yang digelar Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Jum’at (23/6).
Bimtek ITSA merupakan salah satu upaya penting dalam menjalankan pelayanan publik dari Pemerintah Daerah/Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalsel agar dapat menjamin sisi keamanan aplikasi yang digunakan setiap OPD di masing-masing Kabupaten-Kota.
Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel Muhammad Muslim menyampaikan, dengan adanya bimtek ITSA tahun 2023, pihaknya mengharapkan seluruh OPD mampu dalam mengetahui tingkat keamanan aplikasi yang digunakan masing-masing, serta diharapkan pula dapat mengetahui bagaimana melakukan penilaian kerentanan berdasarkan tingkat kompendensi, dan dapat memferifikasi kemungkinan adanya terobosan terhadap keamanan sistem aplikasi yang digunakan.
Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim
“Bimtek ini penting karena dalam upaya menjalankan pelayanan publik, kita membutuhkan berbagai sistem yang dimanfanfaatkan dalam bentuk aplikasi. Namun tentu harus bisa dikawal agar bisa menjamin dari sisi keamanannya, ” ucap Muslim.
Perkembangan teknologi harus terus dikawal dari sisi keamananya. Untuk itu, telah dilakukan berbagai upaya berbagai upaya diantaranya memferifikasi kemungkinan adanya terobosan terhadap keamanan sistem aplikasi yang kita gunakan. Seperti pengembangan aplikasi dan pembuatan aplikasi yang menjadi tanggung jawab Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
“Oleh karena itu tidak bisa dilaksanakan oleh Diskominfo Kalsel saja, namun seluruh pihak harus terlibat,” lanjut Muslim.
Ia melanjutkan, Bimtek ITSA merupakan kegiatan yang mengumpulkan seluruh OPD disetiap SKPD Kabupaten-Kota untuk dilakukan pembinaan bagaimana para SDM IT disetiap SKPD untuk mendapatkan pemahaman terkait dengan sistem keamanan.
“Oleh karena itu Bimtek ITSA sangat penting manakala ada gangguang pada sistem aplikasi, dapat ditangani para SDM di perangkat OPD masing-masing, ” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional di Kalsel yang diselenggarakan mulai 10 – 16 Juli 2023 di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, bakal diwarnai dengan pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Kasrem 101/Antasari, Kolonel Inf Iwan Rosandriyanto, mengungkapkan, dalam mendukung agar suksesnya jalan acara dari kegiatan Kemah Bela Negara tingkat Nasional. Maka, pameran ini dilaksanakan.
Kasrem 101/Antasari Kol Inf Iwan Rosandriyanto saat menjelaskan bakal ada pameran alutsista di KBN Nasional 2023
“Meliputi tiga unsur yaitu darat, laut dan udara,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.
Selain membackup acara pameran alutsista, TNI yang juga turut berkolaborasi dengan Polri itu turut hadir berpartisipasi dalam kegiatan pemberian materi untuk peserta KBN selama satu hari.
“Kita akan melaksanakan kegiatan dalam bentuk simulasi keterampilan, outbond dan sebagainya. Nah, itu nanti kami juga disiapkan,” bebernya.
Sementara itu, Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel, Agus Salim, mengungkapkan, pameran alutsista yang bakal hadir dalam kegiatan Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional itu peran sepenuhnya dipegang oleh TNI/Polri.
Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Kalsel Agus Salim menerangkan terkait penyelenggaraan pameran alutsista yang difasilitasi TNI/Polri di KBN Nasional 2023
“Ini adalah pameran yang wajib dikunjungi peserta dan merupakan kolaborasi antara TNI/Polri. Yang mana, Kasrem 101/Antasari juga menyatakan siap mendukung secara maksimal,” ucapnya.
Ia menyebut, kegiatan ini akan menjadi pengalaman berharga bagi peserta yang melihat secara langsung alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik prajurit penegak keamanan negara.
“Ini ajang terbaik nantinya bagi mereka karena banyak hal baru yang mereka lihat di sana,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Konsorsium Pers Banua berkomitmen menjaga kemerdekaan Pers dengan menjunjung tinggi prinsip aturan Undang-Undang Pers dan kode etik dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Komitmen tersebut dibacakan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel, Anang Fadillah, saat acara Deklarasi Konsorsium Pers Banua di ruang seminar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (22/6).
Suasana Deklarasi Konsorsium Pers Banua dan Dialog Nasional di ruang seminar FISIP ULM
Lebih lanjut, Konsorsium Pers Banua juga berkomitmen menjadi pilar demokrasi dalam melaksanakan fungsi kontrol dan penyeimbang dengan berpegang teguh pada asas kejujuran, keadilan dan keberimbangan.
“Mengawal jalannya proses demokrasi yang sehat melalui Pemilu yang berkualitas, bermartabat dan berdaulat serta bersama-sama mewujudkan Kalsel yang lebih baik melalui pemberitaan yang sehat, berkualitas dan berimbang,” tegasnya.
Sementara, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalsel, Muhammad Muslim menilai Deklarasi Konsorsium Pers Banua ini merupakan kegiatan yang penting dalam membangun edukasi kepada masyarakat karena entitas-entitas yang berkaitan dengan media dan pers bisa membuat satu kesatuan untuk meliterasi dan mencerdaskan masyarakat serta mencegah berita-berita hoax, terutama pada saat-saat ke depan dalam eskalasi politik berkaitan menjelang Pemilu 2024 mendatang.
“Kami tentu dari Pemprov sangat menghargai dan mendukung adanya konsorsium seperti ini”, jelasnya.
Oleh karena itu, Muslim berharap nantinya suasana masyarakat di Banua akan menjadi “sejuk” dan tidak terpolarisasi dengan pemberitaan yang terkesan hoax.
“Tentunya ini sudah dapat diedukasi dan diarahkan oleh teman-teman yang tergabung dalam konsorsium ini”, tambahnya.
Untuk diketahui, organisasi pers yang tergabung dalam Konsorsium Pers Banua adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Kalsel.
Kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Nasional yang mengangkat tema “Pemilu Cerdas dan Pers Bermartabat, Melawan Hoax dan Disinformasi Untuk Marwah Banua” yang menghadirkan narasumber yaitu Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu melalui virtual, Ketua KPU Kalsel DR Andi Tenri Sompa, Dekan Fisip ULM Prof Budi Suryadi serta moderator Toto Fachrudin. (NRH/RDM/RH)
BANJAR – Masyarakat Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar meminta Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperjuangkan agar mereka bisa mendapatkan bantuan pemerintah untuk mengembangkan usaha di bidang perikanan.
Harapan itu disampaikan, Aparat Desa Lok Buntar, Syarwani, kepada wartawan, usai mengikuti sosialisasi Perda yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail yang bertempat di salah satu rumah makan di kawasan Sungai Tabuk, Rabu (21/6).
“Warga kami ada yang ingin berusaha tambak ikan. Namun terkendala masalah ekonomi. Kami sudah berupaya meminta bantuan kepada dinas terkait. Kemudian diarahkan untuk membuat tambak ikan secara swadaya masyarakat terlebih dahulu, baru bisa mendapatkan bantuan,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail menyatakan akan memperhatikan usulan warga tersebut dan akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel agar bisa ditindaklanjuti.
“Kebetulan narsum sosper ini dari perwakilan DKP Kalsel. Mudah-mudahan bisa direspon dengan cepat karena usaha ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” harapnya.
Dalam sosialisasi Perda Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Ikan, Isra juga mengimbau kepada masyarakat untuk turut serta menjaga kelestarian habitat populasi ikan dan tidak menangkap ikan dengan cara-cara yang melanggar peraturan seperti, menyetrum atau menggunakan racun.
“Kalsel ini memiliki banyak potensi jenis ikan lokal seperti ikan haruan, papuyu dan sangga yang sudah seharusnya dilestarikan. Jangan sampai anak cucu kita mengenal ikan-ikan khas Kalsel itu lewat gambar atau foto saja. Tanpa pernah merasakan bagaimana rasa ikan-ikan lokal tersebut,” tuturnya.
Sedangkan, Pembakal Desa Lok Buntar Mursyidi menyambut baik kegiatan sosialisasi Perda tersebut karena melalui kegiatan ini, masyarakat bisa memahami Perda ini dan menyebarluaskannya kepada warga yang lain.
“Mudah-mudahan warga kami tidak lagi menangkap ikan dengan cara menyetrum,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel menggelar Lomba paduan suara tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Sederajat dan Perguruan Tinggi.
Suasana Lomba Paduan Suara Antar SLTA/Sederajat dan Perguruan Tinggi se Kalsel
Kegiatan yang diikuti sebanyak 28 grup paduan suara terdiri dari 14 grup SLTA/sederajat dan 14 grup perguruan tinggi dilaksanakan selama dua hari yaitu 21 dan 22 Juni 2023.
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi mengatakan, lomba paduan suara ini merupakan bentuk dari implementasi perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kemampuan mereka khususnya dalam hal tarik suara.
“Ini merupakan lomba paduan suara yang pertama kali dilaksanakan oleh Dispersip Kalsel, melalui kegiatan ini kita ingin mensosialisasikan bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan para pemustakanya,” katanya kepada wartawan, Rabu (21/6).
Hanafi juga berharap melalui, lomba ini para peserta bisa lebih mengenal dan mencintai perpustakaan, sehingga mereka bisa lebih rutin mengunjungi perpustakaan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan mereka.
Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi tugas pihaknya untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Banua mulai dari pra sekolah, pelajar, maupun masyarakat umum lainnya.
“Jadi lomba ini kami jadikan juga sebagai ajang promosi perpustakaan, selama mengikuti lomba, peserta yang sudah tampil kami perekenankan untuk melihat layanan dan fasilitas perpustakaan kami, bahkan kami ajak juga untuk menjadi anggota Perpustakan Palnam,” tutur Hanafi.
Sementara itu, perwakilan dewan juri lomba paduan suara Dispersip Kalsel, Dino Sirajuddin menjelaskan, ada empat hal yang juri nilai dari penampilan peserta lomba paduan suara ini diantaranya, vokal dasar, dan teknik menyanyi.
“Untuk vokal dasar kita lihat seberapa banyak peserta yang memenuhi SATB (jenis suara sopran, alto, tenor, dan bass) sebagai dasar produksi suaranya, setelah itu kita lihat teknik menyanyi mereka,” kata Dino.
Selain itu, lanjut Dino, dewan juri juga melihat bagaimana pembawaan dan penampilan peserta saat membawakan lagu.
“Jadi dalam teknik itu ada yang namanya pembawaan, pada indikator ini kita lihat bagaimana teknik-teknik yang dihubungkan dengan lagunya. Kemudian penampilan, ini berhubungan dengan fisik peserta, seperti sorot mata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh mereka apakah menghayati atau tidak,” jelasnya.
Pada lomba hari pertama untuk kategori SMA/SLTA sederajat, SMK Negeri 1 Amuntai berhasil keluar sebagai juara pertama dengan total nilai 1.852, kemudian juara kedua SMK Negeri 4 Banjarmasin dengan total nilai 1.829, dan juara tiga diraih oleh MAN 2 Kota Banjarmasin dengan total nilai 1.823.
Sementara, lomba dihari kedua untuk kategori Perguruan Tinggi, Universitas Lambung Mangkurat (SBC) berhasil meraih juara pertama dengan total nilai 1.858, disusul juara kedua Universitas Islam Negeri Banjarmasin dengan total nilai 1.854, dan juara tiga diraih STIENAS dengan total nilai 1.770. (NRH/RDM/RH)