Disdikbud Kalsel Sebut Alokasi Anggaran Bidang Pendidikan Sebesar 21 Persen

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) telah mengalokasikan dana anggaran sebesar 21,07 persen untuk urusan pendidikan.

Sesuai dengan amanah UUD 1945 dan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebesar 20 persen dapat dipenuhi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel M Yusuf Effendi mengatakan, telah dialokasikan anggaran untuk urusan pendidikan pada Disdikbud Kalsel sebesar Rp1.315.613.899.788.

“Itu jumlah keseluruhan yang di kelola oleh Disdikbud Kalsel, UPT dan Satuan Pendidikan SMA, SMK, maupun SLB,” jelas Yusuf, Kamis (17/2).

Sementara itu jika besaran alokasi anggaran berorientasi pada fungsi pendidikan dan terkait dengan SKPD lain, papar Yusuf, maka alokasi anggarannya menjadi Rp1.336.831.924.488 atau sebesar 21, 41 persen.

“Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa alokasi anggaran untuk pendidikan di Kalsel sudah melebihi amanah dari indang – undang,” jelas Yusuf lagi.

Yusuf menginginkan agar peningkatan mutu pendidikan di provinsi ini tidak hanya dibebankan kepada Disdikbud saja, melainkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Guru Tenaga Pendidik (GTK) dan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama dan bekerjasama agar mutu pendidikan di provinsi kita menjadi lebih meningkat, sehingga dapat menciptakan SDM yang berkualitas dan bermanfaat untuk banua kita,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Gubernur Kalsel Paparkan Hasil Capaian Pembangunan 2016-2021

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Gubernur Sahbirin Noor memaparkan implementasi SAKIP pada jajaran KemenPANRB secara virtual di Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (17/2).

Dalam paparannya, Sahbirin menyampaikan, guna mewujudkan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang searah dan selaras, Pemprov Kalsel terus melakukan pembenahan dan memperbaiki agar sistem kerja di tiap SKPD mampu menerapkan akuntabilitas yang seideal mungkin.

“Kini kami melangkah lebih maju dalam penerapan SAKIP ini, dimana pohon kinerja Pemprov Kalsel sudah didasari pada Logical Frame Work hingga ke tingkat rendah,” paparnya.

Gubernur akrab disapa Paman Birin ini menyebutkan angka-angka pembangunan yang tercapai dari RPJMD 2016-2021 sebagai bukti peningkatan pembangunan di daerah.

“Pada aspek Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kalsel mampu menyentuh angka 71,28 persen pada tahun 2021, yang sebelumnya hanya 69,05 persen pada tahun 2016,” terangnya.

Sementara itu ekonomi Kalsel, lanjutnya, mampu tumbuh sebesar 3,48 persen pada tahun 2021, dimana pada tahun 2020 mengalami kontraksi hingga minus 1,81 persen, sehingga jika ditotal, pertumbuhan ekonomi Kalsel di masa pandemi naik sebesar 5,29 persen.

“Hal ini terlihat dari menggeliatnya roda ekonomi di pasar dan di tempat lainnya, serta antusias masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan,” jelasnya.

Proses penerapan akuntabilitas membutuhkan pengawalan dan kerja sama dari semua lingkup SKPD.

“Untuk mengawal akuntabilitas ini, kita menggunakan aplikasi e-SAKIP sebagai instrumen evaluasi,” lanjutnya.

Paman Birin menambahkan, hasil dari meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birkorasi telah membuahkan perubahan mendasar dalam beberapa aspek. Diantaranya refocusing program dan kegiatan, dari 138 program di tahun 2020 menjadi 130 program di tahun 2021.

“Refocusing anggaran lebih dari 1,4 triliun rupiah dan berhasil dilakukan efisiensi anggaran lebih dari Rp 174 miliar rupiah,” ungkapnya.

Pemaparan dilanjutkan oleh sejumlah Kepala SKPD terkait capaian kinerja di lingkupnya masing-masing. Turut hadir Kepala Bappeda Kalsel Nurul Fajar Desira, Kepala Dinas ESDM Kalsel Isharwanto, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel Hanifah Dwi Nirwana, Kepala Disdikbud Kalsel M Yusuf Effendi.(SYA/RDM/APR)

Antisipasi Omicron, DPRD Banjarbaru Minta Warga Ketat Prokes dan Lakukan Vaksinasi

BANJARBARU – Melonjaknya lagi angka kasus COVID-19 di Kalimantan Selatan termasuk kota Banjarbaru, yang sempat melandai beberapa waktu lalu, sedikit membuat keterkejutan di masyarakat. Terlebih virus varian baru Omicron disinyalir mulai memasuki kota Idaman ini.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Taufik Rachman, lagi-lagi mengingatkan kepada masyarakat untuk kembali ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

“Menghadapi situasi seperti ini, kita memang harus siap. Kita akui, ketika kemarin kasus COVID-19 sempat melandai, aktivitas masyarakat sudah mulai berjalan normal. Memang agak sedikit kaget juga, varian Omicron ini cepat sekali menyebarnya. Makanya kami kembali mengingatkan, masyarakat tolong terapkan prokes,” ujar Taufik Rachman kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin (14/2).

Politisi partai Golkar ini juga menekankan kepada masyarakat, agar jangan banyak aktivitas di luar rumah.

“Kalau bisa, jika tidak ada keperluan penting, jangan keluar rumah untuk kumpul-kumpul,” harapnya.

Selain itu, Taufik juga mengingatkan pentingnya melakukan vaksinasi, sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19.

“Vaksin ini penting, kami berharap yang sudah melakukan vaksin pertama, lanjutkan dengan dosis kedua, lalu ketiga. Karena kalo berkaca dari 3 kasus kematian akibat COVID-19 belum lama ini, adalah mereka yang belum terdata melakukan vaksin. Meskipun diindikasi adanya komorbit. Jadi, saya rasa vaksin ini sangat penting dilakukan oleh masyarakat,” ujarnya.

Kembali Taufik mengajak masyarakat untuk jangan takut divaksin.

“Jangan takut divaksin. Karena kalaupun terpapar COVID-19 juga, meski telah divaksin, insyaAllah tidak mengalami gejala yang parah,” tutupnya. (RDM/RH)

Dekranasda Banjarbaru Jadikan Mess L Sebagai Sentra Kreatifitas

BANJARBARU – Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarbaru, Mess L yang dulunya usang, sekarang dipermak sebagai tempat potensial untuk meningkatkan mutu UMKM dan IKM Kota Banjarbaru.

Ketua Dekranasda Kota Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin mengatakan, dipilihnya Mess L sebagai pengembangan UMKM dan IKM Kota Banjarbaru karena lokasinya yang sangat potensial dan dapat banyak menampung berbagai sektor.

Ketua Dekranasda kota Banjarbaru, Vivi Mar’i Zubdi Aditya Mufti Ariffin

“Ini baru soft opening, nantinya akan dibangun kelengkapan seperti creative space sebagai tempat kerja,” ucapnya usai membuka Dekranasda Creative Hub di Mess L Banjarbaru, Rabu (2/2).

Creative Hub (Sentra Kreatifitas) sendiri menurutnya perlu didirikan agar terdapat segala kebutuhan baik primer, sekunder maupun tersier dalam suatu tempat.

“Hasil kerajinan merupakan kebutuhan tersier sehingga kita perlu menampilkan kebutuhan primernya juga di tempat itu seperti makanan dan lainnya agar terjadi Cross Selling (pembelian dua jenis barang atau lebih),” jelasnya.

Setidaknya menurutnya ada ratusan UMKM yang akan mengisi Mess L Banjarbaru, dan akan dilakukan secara bergilir untuk mengisi Mess L bagi pelaku UMKM dan IKM di kota ini.

“Kita juga akan kerjasama dengan Diporabudpar kota Banjarbaru, sehingga nanti juga akan ada pertunjukan seni budaya disini,” ungkapnya.

Sementara itu, CEO Halal Export Indonesia (HEI) Amar Zoni, mengapresiasi adanya creative hub di Mess L ini. Menurutnya, Mess L yang dipermak Dekranasda terkesan lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal yang ada.

“Ini kali pertama saya ke Kalimantan, saya lihat atmosfernya juga luar biasa, saya harap wadah ini dapat meningkatkan mutu dan kualitas produk UMKM kota Banjarbarbaru,” ungkapnya.

CEO yang juga salah satu aktor papan atas ini berharap, HEI dapat berkolaborasi dengan Dekranasda Kota Banjarbaru untuk lebih meningkatkan jumlah ekspor hasil olahan dari UMKM ke seluruh dunia.

“Produk UMKM memiliki sejarahnya masing masing, disini tugas kami (HEI) yaitu untuk memasarkan sejarah itu agar sampai ke negara lain,” tutupnya.

Selain itu, Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin mengatakan dengan dilaunchingnya Dekranasda Creative Hub Banjarbaru bisa menjadi pusat kreatif dan UMKM se Kota Banjarbaru.

“Cukup ke Dekranasda Creative Hub tidak usah jauh-jauh mencari suvenir, semuanya ada disini,” ujarnya.

Diungkapkannya, creative hub ini merupakan wujud komitmen Pemko Banjarbaru dalam mendukung pertumbuhan sektor UMKM di kota ini.

“Banyak potensi kreatifitas yang bisa di kembangkan termasuk industri kerajinan, dan tentunya ini dapat menciptakan banyak lapangan kerja,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Rangkaian Peringatan HUT ke 50, Basarnas Banjarmasin Gelar Donor Darah

BANJARBARU – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas akan berusia 50 tahun pada 28 Februari 2022 mendatang.

Disampaikan Kepala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad, dalam memperingati HUT Basarnas kali ini, pihaknya menggelar kegiatan donor darah yang dilaksanakan pada Rabu (2/2) di Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.

“Kegiatan ini kami adakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan. Kami Bersama UTD PMI Kota Banjarbaru melaksanakan giat donor darah sebagaimana selama ini yang menjadi tugas Basarnas dalam memberikan bantuan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Al Amrad.

Ia juga memastikan akan selalu siap dalam membantu yang membutuhkan. Sehingga menurutnya, tugas seorang SAR bukan hanya mencari dan menolong, tetapi bagaimana membantu dengan berbagi.

“Kegiatan donor darah kali ini diikuti sebanyak 95 peserta. Semoga kegiatan tersebut dapat rutin dilaksanakan. Dan Kami berharap Pihak UTD RSUD Idaman Banjarbaru dan PMI Kota Banjarbaru dapat saling bersinergi dalam kegiatan serupa kedepannya,” harapnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala Urusan Umum Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin Amri Zuna Kurniawan menjelaskan, personil yang ikut dalam kegiatan donor darah Ini di antaranya ASN, PPNPN, dan di dukung juga oleh anggota Dharmawanita persatuan Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin.

“Sebanyak 95 orang peserta mengikuti giat ini. Dan sebelumnya dilakukan skrining oleh petugas dari UTD RSD Idaman Banjarbaru dan PMI Kota Banjarbaru, untuk memastikan kesehatan dan beberapa faktor yang harus sesuai standar untuk mendonor,” jelasnya

Selain itu direktur Rumah Sakit Daerah Idaman Banjarbaru dan ketua PMI Kota Banjarbaru, melalui Kepala Unit Transfusi Darah RSD Idaman Banjarbaru Rosida Arisanti, mengucapkan terimakasih atas partisipasi jiwa kemanusiaan SAR dengan terlaksananya kegiatan tersebut.

“Kami berterimakasih sekali atas partisipasi jiwa kemanusiaan rekan-rekan SAR, di rumah sakit kita sangat kekurangan stok kantong darah sehingga kami sangat bersyukur sekali ketika ada sumbangan bantuan darah, sehingga ketika pasien RSD Idaman Banjarbaru memerlukan darah maka kami sudah memiliki stok darah,” pungkasnya. (SAR.BJM-RDM/RH)

Pemko Banjarbaru Apresiasi Turnamen Mobile Legend Esport Indonesia Kota Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru mengapresiasi diadakannya turnamen game online Mobile Legend di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Banjarbaru. Turnamen Mobile Legend ini merupakan turnamen kedua yang diadakan E-Sport Indonesia Kota Banjarbaru yang pelaksanaan turnamennya mampu menarik perhatian sebanyak 115 Tim pemain laki-laki dan 8 Tim pemain perempuan, terdaftar sebagai peserta pada ajang turnamen yang diadakan mulai Sabtu (29/1) – Minggu (30/1).

Kepada sejumlah wartawan, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, turnamen game online Mobile Legend merupakan salah satu turnamen game online yang dapat menyalurkan bakat bermain para generasi millenial, turnamen ini merupakan salah satu kegiatan positif yang diharapkan akan dijadikan sebagai salah satu agenda rutin tahunan Pemko Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru (Baju Hijau) bersama Kejari Kota Banjarbaru (Baju Merah)

“Kaum millennial inilah yang akan menjadi penyangga ibukota Negara serta berkembang pesatnya kemajuan teknologi, anak muda harus bisa berpartisipasi dalam pembangunan baik pembangunan teknologi dan Industri Kecil Menengah (IKM),” ungkap Wali Kota.

Aditya berharap, para kaum millenial tidak hanya menjadi penonton dimasa kemajuan teknologi, namun juga berpartisipasi  dalam pembangunan.

Senada dengan Walikota Banjarbaru, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjarbaru Andri Irawan juga menyampaikan, bahwa dijaman kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Kaum millenial harus lebih mendalami ilmu teknologi, hal ini dikarenakan setiap tahunnya perkembangan jaman akan lebih maju dan lebih banyak menggunakan ilmu teknologi.

“Dengan kaum millenial ikut bermain game, maka minat mereka bisa tersalurkan dibidang ilmu  teknologi, dikarenakan kedepannya akan lebih banyak menggunakan teknologi, sehingga dengan adanya turnamen ini merupakan salah satu cara dalam mendalami teknologi,” ungkap Andri Irawan.

Sementara itu, Ketua E-Sport Indonesia Kota Banjarbaru Firdaus K Yudha menyampainan ucapan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Banjarbaru, Media Partner, beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi untuk menyelenggarakan turnamen game Mobile Legend Community Championship (MLCC) ini, sehingga pelaksanaan turnamen dapat berjalan dengan lancar.

Ketua E-Sport Indonesia Kota Banjarbaru Firdaus K Yudha

“Kedepannya turnamen game Mobile Legend Community Championship (MLCC) ini akan diadakan berkelanjutan untuk mencari bibit-bibit pro player Banua,” ujar Firdaus.

Ditambahkannya, meskipun turnamen MLCC merupakan agenda besar yang pihaknya adakan dimasa Pandemi COVID-19, namun pihaknya tidak lupa tentang penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya Klaster COVID-19 di turnamen ini. (MRF/RDM/RH)

Tak Terima Dapat Sanksi, Persebaru Layangkan Somasi ke Asprov PSSI Kalsel

BANJARBARU – Persebaru akhirnya melayangkan somasi ke Asprov PSSI Kalimantan Selatan, Kamis (20/1), setelah upayanya melakukan banding tidak membuahkan hasil.

Somasi ini adalah bentuk protes pihak Persebaru atas sanksi yang diberikan Komisi Disiplin Asprov PSSI Kalsel yang menyatakan bahwa Persebaru U-17 terbukti melanggar regulasi dengan memainkan pemain tidak sah. Bahkan sanksi ini, justru diperkuat oleh Komisi Banding.

Ketua Umum Persebaru, Wartono mengklaim timnya telah memenuhi mekanisme peraturan yang telah ditetapkan Asprov PSSI Kalsel untuk dapat ikut bertanding pada laga Soeratin U-17 terkait pemain.

“Dari pelepasan pemain dari klub sebelumnya hingga ke Persebaru sudah disahkan PSSI, dan regulasi ketika main di Asprov Soeratin U-17 2021 melalui aplikasi SIAP juga menyatakan sah,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (20/1).

Hal ini lah yang membuat Persebaru merasa tidak dihargai. Sebab Wartono mengaku tidak pernah ada yang dihubungi dan dimintai klarifikasi oleh komisi disiplin, dan tiba-tiba langsung ada sanksi ke Persebaru.

“Lucunya dengan regulasi yang ditentukan Asprov sendiri, kami merasa tidak ada yang salah, tiba-tiba langsung mendapat sanksi disiplin, salahnya dimana?,” tuturnya.

Kini Wartono memutuskan melayangkan somasi lewat kuasa hukum yang ditunjuk Persebaru. Dan Ia juga menegaskan bahwa pihaknya berencana menempuh upaya hukum. Kalau surat somasi yang dilayangkan Persebaru tidak mendapatkan respon

“Jika somasi tidak diindahkan, maka kami akan menempuh upaya hukum baik secara pidana, perdata atau administrasi. Sanksi ini telah merugikan kami secara materil maupun immateril,” tambahnya.

Ditegaskan Wartono dalam waktu tiga hari kalau somasi yang dilayangkan pihak Persebaru tidak ada jawabannya pihaknya akan menempuh jalur hukum.

“Langkah-langkah hukum ke Pengadilan sudah disiapkan, tinggal menunggu respon dari Asprov,” tegasnya

Dalam keputusan Komdis Asprov PSSI Kalsel dikatakan Wartono mereka memberikan sanksi dengan menganulir tiga laga yang telah dilakoni klub Persebaru. Selain itu Persebaru juga dikenakan sanksi denda sebesar Rp30 juta untuk 22 pemain yang dianggap tidak sah dan secara resmi dilarang mengikuti Piala Soeratin U-17 tahun berikutnya.

Sementara itu kuasa hukum Persebaru, Dhieno Yudhidistira mengatakan pihaknya akan langsung mengirimkan surat somasi langsung hari ini ke Asprov Kalsel.

“Dengan adanya somasi ini diharapkan bisa terjalin komunikasi antara Asprov dengan Persebaru, karena selama ini tidak pernah ada komunikasi apapun,” ungkapnya.

Terkait alasan adanya somasi ini disampaikan Dhieno, termuat dalam somasi penjabarannya, dengan harapan bisa mendapatkan jawaban dari pihak Asprov Kalsel.

“Kalau tidak dijawab pihak Asprov, maka kita akan menempuh jalur hukum ke Pengadilan setempat,” tegasnya

Dengan adanya somasi ini diterangkan Dhieno dirinya meminta agar pertandingan Soeratin U-17 Asprov Kalsel bisa ditunda, sampai permasalahan antara Asprov Kalsel dan Persebaru bisa terselesaikan. (RDM/RH)

Forkopimda Banjarbaru Ajak Ramaikan Tradisi “Mawarung”

BANJARBARU – Aktivitas nongkrong di kafe memang menjadi salah satu kegiatan yang digemari banyak kalangan. Kendati tergerus perkembangan jaman, tradisi nongkrong di warung atau istilah masyarakat Kalimantan Selatan menyebutnya “Mawarung”, nyatanya juga masih bisa tetap eksis hingga sampai saat ini.

Hal itu sendiri ditunjukan oleh para unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru. Senja hari usai menjalani aktivitas yang cukup padat, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, Wakil Wali Kota Wartono, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru Andri Irawan, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid, Komandan Kodim 1006/Martapura Letnan Kolonel Inf Imam Muchtarom dan Ketua DPRD Banjarbaru Fadliansyah, menikmati waktu santai dengan Mawarung di kawasan Lapangan Murjani, Senin (17/1).

Para pimpinan instansi di wilayah Kota Banjarbaru ini secara spontan melakukan tradisi Mawarung setelah menghadiri acara seni budaya bertajuk Parade Senja. Dengan sajian minuman hangat, diskusi hingga canda tanda menghiasi waktu santai mereka.

Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, mengungkapkan bahwa tradisi Mawarung bagi masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarbaru selalu kental akan suasana kekeluargaan dan persahabatan. Menurutnya banyak manfaat yang bisa dirasakan apabila tradisi Mawarung dilakukan secara positif.

“Menikmati waktu santai tidak harus ke tempat-tempat eksklusif dan harus merogoh kocek cukup mahal. Menurut saya tradisi Mawarung di Kota Banjarbaru selalu menjadi sarana yang paling tepat dalam menjalani silahturahmi baik terhadap keluarga maupun sahabat,” katanya.

Disamping itu, Aditya menuturkan bahwa dengan melakukan aktivitas Mawarung sama juga dengan membantu mata pencaharian masyarakat maupun para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Apalagi di tengah kondisi saat ini pasca dua tahun lebih lamanya dirundung pandemi COVID-19 turut menyebabkan kerugian ekonomi masyarakat.

“Secara tidak sadar dengan melakukan aktivitas Mawarung kita sudah membantu perekonomian masyarakat maupun para pelaku usaha UMKM. Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meramaikan tradisi Mawarung di Banjarbaru. Dimanapun tempatnya, ayo ajak kerabat-kerabat kita,” tuntasnya. (RILIS-RDM/RH)

Ketua DPRD Banjarbaru Meminta, Seluruh Pihak Waspada Omicron

BANJARBARU – Meskipun kota Banjarbaru saat ini dipastikan aman dari Omicron yang merupakan virus varian baru COVID-19. Namun hal ini tetap diwaspadai. Demikian ditegaskan Ketua DPRD kota Banjarbaru Fadliansyah Akbar, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin (17/1).

Menurut Fadli, dari perkembangan kasus virus varian baru ini di daerah luar seperti Jakarta, varian ini sudah melonjak tajam.

“Di sana jumlah kasusnya sudah mencapai ratusan, mungkin karena Jakarta juga merupakan pintu gerbang arus keluar masuk orang,” ungkapnya.

Tak ingin seperti Jakarta, Fadli mengharapkan Bandara yang ada di kota ini semakin ketat menerapkan protokol kesehatan dan pendeteksi, guna menghindari masuknya virus varian baru yang bernama Omicron ini.

“Saya harap di kota kita ini, ada pengetatan pintu-pintu masuk dan keluar orang. Misalnya seperti Bandara Syamsudin Noor maupun pelabuhan-pelabuhan dan pintu keluar masuk orang lainnya,” harapnya lagi.

Selain itu, pemerintah daerah juga diharapkan Fadli juga waspada, bersiap diri dan siaga terkait penyebaran virus ini.

“Pemerintah harus bersiap, karena Omicron ini dapat dikatakan ancaman baru dari COVID-19. Bukan hanya siap megantisipasi dengan pengetatan protokol kesehatannya, tapi juga siap dengan apabila nantinya varian baru ini masuk ke daerah ini,” pintanya.

Meski begitu, Ia tetap berharap varian Omicron ini jangan sampai masuk ke kota ini. Dan untuk itu kembali Ia mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dengan penggunaan masker, dimanapun berada. (RDM/RH)

Akhir Januari, Pemko Banjarbaru Optimis, Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun Capai 90 Persen

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru hingga saat ini masih gencar untuk mewujudkan herd immunity di Kota ini, terlebih saat ini sudah memasifkan kalangan anak usia 6 – 11 tahun. Dan mengawali pekan ini, Senin (17/01) yang menjadi sasaran kegiatan vaksinasi anak adalah di SDN 3 Komet Kota Banjarbaru. Vaksinasi kepada 264 siswa di sekolah ini dipantau langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono Bersama Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono menyampaikan, vaksin yang disuntikan kepada anak usia 6 – 11 tahun seperti ini akan dilakukan serentak di Sekolah Dasar di Kota Banjarbaru.

“Mudah-mudahan diakhir bulan Januari ini target bisa tercapai minimal 90 persen. Dan Alhamdulillah dalam berjalannya vaksinasi mulai awal sampai hari ini pelaksanaan berjalan lancar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wartono juga mengucapkan terima kasih kepada DInas Kesehatan dan DInas Pendidikan, serta kepada para tenaga medis, guru dan kepala sekolah atas perjuangan dan mengapresiasi terlaksananya vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun ini.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mengungkapkan, vaksinasi ini sangat penting dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Saya harapkan dengan vaksinasi yang dilaksanakan massif, setiap hari, seperti saat ini bisa tercapai target kita 90 persen. Sehingga kita sudah mempunyai standar herd immunity di lingkungan sekolah,” katanya.

Selain itu, Fadliansyah juga mengapresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, atas kerja keras tenaga kesehatannya yang turun langsung dalam pelaksanaan vakasinasi ke sekolah-sekolah yang ada di Kota ini.

Untuk diketahui, berdasarkan data per Jumat (14/1) kemarin, capaian vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di Kota Banjarbaru berada pada angka persentase 21,16 persen, dan capaian ini menjadikan kota Banjarbaru masuk dalam daerah tertinggi se Kalimantan Selatan untuk capaian vaksin anak ini. Untuk itulah, Pemerintah Kota Banjarbaru sangat optimis taget vaksinasi dosis 1 untuk anak usia 6 – 11 tahun tercapai di Akhir bulan Januari 2022. (RDM/RH)

Exit mobile version