Banjarbaru Masuk Enam Besar Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan masuk dalam 6 besar Top 51 Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, untuk kriteria Outstanding Achievement.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin, Kamis (12/5) mengatakan, pihaknya bersyukur karena Banjarbaru kembali berpeluang meraih prestasi di tingkat nasional yang membanggakan bagi daerah maupun masyarakat.

“Kami bersyukur dan berharap agar hasil akhirnya menempatkan Pemko Banjarbaru menjadi salah satu yang terbaik dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang dilaksanakan ke empat kalinya ini,” ujar Aditya.

Menurutnya, sejauh ini masih cukup banyak kekurangan dalam hal penanganan pengaduan pelayanan publik, tetapi semuanya akan dibenahi sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang maksimal.

Untuk diketahui, Kementerian PANRB menetapkan Top 51 Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik setelah melewati tahap evaluasi dokumen pada Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik ke empat.

Peserta terbaik terdiri dari 6 peserta dari perwakilan Instansi Pemerintah (IP) kriteria Outstanding Achievement, 30 peserta perwakilan dari IP Umum, dan 15 peserta perwakilan dari Unit Penyelenggara Pelayanan Publik (UPP). 51 peserta terbaik itu akan masuk ke dalam tahap evaluasi lanjutan/wawancara yang meliputi presentasi, wawancara, dan observasi lapangan jika dibutuhkan. Presentasi dan wawancara dilakukan dalam waktu bersamaan di hadapan panel tim evaluasi, yang direncanakan mulai 23 Mei 2022.

Berbeda dari tahun sebelumnya, kolaborasi penyelenggaraan kali ini dilakukan oleh Kementerian PANRB, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kantor Staf Presiden, dan Ombudsman Republik Indonesia. (RDM/RH)

RSD Idaman Banjarbaru Luncurkan Layanan Unggulan Thalasemia

BANJARBARU – Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman kota Banjarbaru kini memiliki layanan unggulan untuk para pasien Thalamessia. Layanan Hematologi Onkologi Anak ini diluncurkan dalam acara Hari Thalassemia Sedunia sekaligus peluncuran Layanan Hematologi Onkologi Anak (Thalasemia) RSD Idaman, Rabu (11/5).

Kepada sejumlah wartawan, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah yang didampingi Komandan Yonif 623/BWU Mayor inf Dimas Yamma Putra, Direktur Poltekes Banjarmasin Mahpolah, dan Plt. Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr. Danny Indrawardhana menyampaikan pihaknya bersama-sama saling bergandengan agar bisa memenuhi kebutuhan darah untuk pasien Thalasemia.

“Hari ini kami ingin memperlihatkan kepedulian kita kepada kota Banjarbaru bahkan Kalimantan Selatan, bahwa kita peduli terhadap pasien Thalassemia. Dan hari ini kita berkomitmen bekerjasama mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para pasien Thalasemia. Terutama persoalan kurangnya stok darah untuk mereka,” jelas Said.

Menurutnya, kebutuhan akan darah yang jumlahnya mencapai 120 -160 kantong perbulan ini, tidak bisa diatasi sendiri oleh RSD Idaman Banjarbaru. Ketidakmampuan ini dapat diatasi jika adanya kerjasama seluruh pihak.

“Seluruh komponen di Banjarbaru, baik instansi vertikal, lembaga-lembaga pendidikan, atau komponen masyarakat lainnya, mari kita bekerjasama untuk turut peduli mengatasi persoalan pasien thalasemia ini,” ajaknya.

Hal senada juga disampaikan Plt. Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr. Danny Indrawardhana. Menurutnya RSD Idaman merupakan satu dari dua rumah sakit di Kalimantan Selatan yang secara konsen menangani pasien Thalassemia.

“Jika melihat data di RSD Idaman, kebutuhan akan darah untuk pasien ini perminggunya bisa mencapai 30-40 kantong. Dan pasien kita tidak hanya dari Banjarbaru, tapi juga dari luar kota bahkan luar provinsi. Hal inilah kemudian kita tindak lanjuti dengan beberapa kali rapat, bahkan studi banding ke daerah yang memiliki layanan thalasemia, hingga akhirnya kita resmi membuka layanan ini yang ditunjang dengan adanya kita miliki dokter ahli yang menangani penyakit ini,” jelasnya.

Danny berharap, dengan tersedianya layanan Hematologi Onkologi Anak (Thalassemia) yang termasuk dalam layanan unggulan di RSD Idaman Kota Banjarbaru ini, dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kami berharap, layanan unggulan yang kami berikan ini dapat dimanfaatkan untuk masyarakat Banjarbaru dan sekitarnya, apabila memiliki masalah dengan gangguan darah seperti Thalasemia ini. Walau sebenarnya tidak hanya thalassemia yang ada dilayanan Hematologi Onkologi Anak ini, tapi juga persoalan Anemia Defisiensi Besi pada anak-pun ada di RSD Idaman ini,” harapnya. (RDM/RH)

DPRD Banjarbaru Apresiasi ATCS Milik Pemko dan Minta Dipasang Dititik Rawan Macet

BANJARBARU – Meski masih ujicoba, pengoperasian Automatic Traffic Control System (ATCS) milik pemerintah kota Banjarbaru yang terintegrasi melalui ruang kontrol di Command Centre Dinas Perhubungan setempat, mendapat apresiasi dari DPRD Banjarbaru. Apresiasi ini disampaikan, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Napsiani Samandi.

Menurut Napsiani, sistem ATCS seperti ini sangat bagus diterapkan di kota Banjarbaru, mengingat kota Banjarbaru kini merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang mobilitas pengendara juga akan semakin padat.

“Kita mengapresiasi langkah pemerintah kota dalam pengaturan lalu lintas. Terlebih bersinergi dengan kepolisian dalam hal menertibkan pengguna jalan agar selalu taat berlalu lintas. Sehingga ATCS ini dipandang perlu bahkan menjadi kebutuhan kota ini dalam hal menjaga keamanan dan kelancaran pengendara,” ucap Napsiani kepada Abdi Persada FM, Senin (9/5).

Dari informasi yang didapatkan pihaknya, menurut Napsiani sudah ada dua titik lokasi yang dipasang ATCS ini, yakni di area lampu lalu lintas atau trafic light di jalan A Yani Km 33 dan trafic light depan Mako Brimob Polda Kalsel. Diharapkannya kedepan ada penambahan titik lokasi lagi.

“Saya kira di bundaran simpang empat Banjarbaru itu juga perlu penempatan ATCS ini, karena kalau kita lihat, setiap akhir pekan, apalagi bila ada hajatan di area sana, kemacetan kerap terjadi, dan tidak ada petugas yang mengaturnya,” pungkasnya. (RDM/RH)

Pengendara di Ruas Jalan Utama Kota Banjarbaru Kini Diawasi ATCS

BANJARBARU – Pengawasan lalu lintas di persimpangan dan ruas jalan utama Kota Banjarbaru melalui Automatic Traffic Control System (ATCS) yang terpusat di Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru dapat dikatakan efektif.

Hal ini terbukti, sejak diujicobakan 6 Mei lalu, sistem ini dapat memonitor pergerakan para pengendara sebagai pengguna jalan. Bukan hanya itu, keberadaan ATCS ini juga dapat dengan cepat mengurai kemacetan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami menjelaskan, sistem pengendalian lalu lintas ini terintegrasi melalui ruang kontrol di Command Centre Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru.

“Dengan adanya sistem pengendalian lalu lintas ini, semoga dapat mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban serta kelancaran dalam berlalu-lintas di Kota Banjarbaru,” katanya kepada Abdi Persada FM, Senin (9/5).

Selain dapat memonitor dijelaskan Nizam, sistem ini juga dilengkapi dengan pengeras suara yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada pengendara. Dan ATCS ini sendiri, menurut Nizam masih memonitor jalan di dua titik yaitu di trafic light A Yani Km 33 dan trafic light depan Mako Brimob Polda Kalsel. Sementara setiap harinya, akan stanby 5 personel  yang memonitor layar, dari jam 07.00 – 23.00 WITA.

“ATCS ini akan segera diresmikan Wali Kota, kita lagi menyiapkan kelengkapan sarana prasarananya dan kestabilan jaringan, setelah itu baru diresmikan beliau,” pungkasnya.

Untuk diketahui, ATCS ini merupakan gagasan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Yang diharapkan mampu menjadi solusi utama dalam mengurai kondisi kemacetan jalan di kota Banjarbaru yang sekarang telah resmi menjadi ibu kota provinsi Kalimantan Selatan.

Gagasan itu, disampaikan Wali Kota Banjarbaru bersama Kadishub sebelumnya, saat melakukan kunjungan ke Kementerian Perhubungan RI. Dan beruntung, langsung direspon baik oleh Kemenhub, dengan pemberian ATCS ini. Sehingga untuk pendanaan alat dari pusat. Sementara untuk sarana penunjang seperti listrik dan internet dari pemerintah kota Banjarbaru sendiri. (RDM/RH)

DPRD Banjarbaru Masih Terus Bahas Soal Tatib Dewan

BANJARBARU – DPRD Kota Banjarbaru kembali menggelar Rapat Kerja terkait Tata Tertib (tatib) dewan, Senin (9/5), bertempat di Ruang Rapat Baru Lantai 2 Gedung DPRD Banjarbaru.

Kepada Abdi Persada FM, usai memimpin rapat, Wakil Ketua DPRD Banjarbaru Taufik Rachman menyampaikan, peserta rapat kerja ini adalah seluruh anggota dewan, dan sudah terbahas atau terselesaikan 89 pasal dari total 177 pasal yang ada dalam tatib.

“Ini sudah rapat yang kesekian kalinya, dan kami baru menyelesaikan setengahnya,” ucapnya.

Dijelaskan Taufik, jika tahun-tahun sebelumnya hanya dibahas pansus, tahun ini pihaknya melibatkan seluruh anggota dewan.

“Tahun-tahun lalu dibahas oleh pansus, ditahun ini kami sengaja melibatkan semua anggota DPRD. Ini kami lakukan agar semua anggota dewan memahami isi tatib karena akan menjadi acuan semuanya,” jelasnya.

Dalam beberapa kali rapat tatib ini, disampaikan Taufik pula, ada beberapa regulasi yang mengalami penambahan dan ada pula yang dikurangi, namun yang jelas, tujuannya tidak lain agar regulasi DPRD ke depan lebih baik.

Beberapa perubahan dalam regulasi ini menurut Taufik menyesuaikan kondisi saat ini.

“Perubahan itu misalnya, yang saat ini masih dalam pandemi COVID-19, maka bila aturan terdahulu penyelenggaraan rapat dengan tatap muka, maka dalam tatib disesuaikan dengan kondisi sekarang, yakni bisa dilakukan melalui zoom meeting atau daring,” ujarnya.

Diakuinya, rapat kerja terkait tatib ini  sudah dilakukan sejak awal tahun 2022, dan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

“Kami memang tidak terburu – buru untuk menyelesaikan karena maindset kami adalah sama – sama belajar, memahami pasal per pasal dari tartib tersebut. Mungkin 2 sampai 3 bulan ini selesai,” pungkasnya. (RDM/RH)

Penerapan PTM 100 Persen di SMAN 4 Banjarbaru Dinilai Efektif

BANJARBARU – Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di SMAN 4 Banjarbaru dinilai efektif. Hal ini dikarenakan siswa – siswi lingkup SMAN 4 Banjarbaru dapat lebih baik menyerap pembelajaran dibandingkan sewaktu pembelajaran jarak jauh(PJJ).

Hal ini disampaikan Kepala SMAN 4 Banjarbaru Sumini, Kamis (28/4). Sumini menyampaikan PTM 100 persen dimulai pada bulan April 2022 atau bertepatan saat bulan Ramadan ini, dengan batasan – batasan sesuai dengan Instruksi SKB 4 menteri.

“Batasan – batasan yang tertuang SKB 3 menteri seperti tidak dibukanya kantin sekolah, lalu kegiatan belajar mengajar maksimal 5 jam pelajaran x 60 menit dan tidak ada istirahat,” ungkap Sumini.

Sumini melanjutkan, selama PTM 100 persen, pihaknya tidak menemukan warga sekolah yang terpapar Covid-19. Kalaupun terpapar, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), maka pembelajaran tatap muka dihentikan dan dilanjutkan dengan pembelajaran daring selama 1 minggu. Itu untuk memutus penyebaran COVID-19.

“Alhamdulillah, selama penerapan 100 persen ini tidak ada laporan yang terpapar COVID-19,” lanjut Sumini.

Dilanjutkan Sumini, Satgas Covid-19 sekolah SMAN 4 Banjarbaru  menjalankan fungsi kontrol dengan baik, mulai dari datang hingga pulang sekolah, penerapan protokol kesehatan terus diawasi. Sehingga PTM 100 persen akan terus dilanjutkan setelah libur lebaran, apabila tidak terdapat lonjakan kasus COVID-19. (MRF/RDM/RH)

Peri Tugu Disdukcapil Banjarbaru Mudahkan Warga Urus Dokumen Kependudukan

BANJARBARU – Memasuki pekan ketiga Ramadhan 1443 H, layanan perekaman sekaligus pencetakan e-KTP yang disediakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru yang diberi nama ‘PERI TUGU’ (Pelayanan Hari Sabtu dan Minggu) di pasar wadai ramadhan di lapangan dr. Murdjani Banjarbaru terus saja ramai dikunjungi warga. Seperti yang terlihat  pada Sabtu (23/4) petang, sekitar jam 16.30 WITA.

Menurut salah satu petugas operator Disdukcapil Banjarbaru Ahmad Dahlan, layanan yang menggunakan mobil operasional ini setiap harinya bisa melayani hampir 50 warga.

“Layanan Peri Tugu ini, setiap harinya bisa sampai lima puluhan lebih warga yang melakukan pencetakan atau perekaman e-KTP,” jelas Dahlan kepada Abdi Persada FM, Sabtu (23/4) petang

Ditambahkan Dahlan, layanan Peri Tugu di pasar wadai Ramadhan kali ini beberapa pelayanan yang disediakan pihaknya.

“Kita ada beberapa pelayanan yang disediakan selain perekaman dan pencetakan e-KTP baik yang rusak ataupun baru. Kami di sini juga menyediakan layanan untuk pencetakan Kartu Identitas Anak (KIA), akta Kelahiran dan Akta Kematian,” urainya.

Sehingga menurut Dahlan, memasuki pekan ketiga ramadhan ini, layanan untuk e-KTP saja sudah mencapai 500 lebih.

Sementara itu, kehadiran Peri Tugu Disdukcapil Banjarbaru di lapangan dr. Murdjani untuk memeriahkan keberadaan pasar wadai ramadhan, diakui salah seorang warga Dwi, sangat membantu dalam pencetakan e-KTP nya yang rusak.

“Ternyata mudah di sini.  Saya tidak perlu menunggu hari kerja untuk pengurusan pencetakan ulang e-KTP saya yang rusak ini,” ujar Dwi kepada Abdi Persada FM.

Menurut Dwi, yang merupakan warga kelurahan Kemuning Banjarbaru ini, dengan adanya layanan disdukcapil Peri Tugu ini, sangat membantu dirinya dan warga lainnya, terlebih jika tak ada waktu karena kesibukan pekerjaan pada pagi harinya. (RDM/RH)

DPRD Banjarbaru Pastikan Dukung Status Ibu Kota Kalsel Sesuai UU 8/2022

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru mendukung penuh status ibukota Provinsi Kalimantan Selatan yang telah ditetapkan di Banjarbaru sesuai Undang Undang Nomor 8 Tahun 2022.

Disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru Napsiani Samandi, secara kelembagaan pihaknya sudah mengeluarkan surat keputusan tentang dukungan terhadap ditetapkanya Banjarbaru sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan. Pihaknya pun ditegaskan Napsiani siap, jika terjadi sengketa di Mahkamah Konstitusi.

“Kami, lembaga DPRD kota Banjarbaru sudah mengeluarkan keputusan tentang dukungan terhadap ditetapkannya Banjarbaru sebagai Ibu kota provinsi Kalimantan Selatan,”ujarnya kepada Abdi Persada FM, Rabu (20/4).

Disebutkan Napsiani pula, keputusan dukungan tersebut pada 31 Maret lalu telah ditandatangani 3 (tiga) unsur pimpinan DPRD yakni Ketua DPRD Fadliansyah, 2  Wakil Ketua yakni Taufik Rachman dan dirinya sendiri, yang atas nama lembaga mewakili seluruh anggota DPRD yang ada.

“Dukungan ini adalah bentuk penguatan Undang-Undang Nomor 8 tahun 2022 tentang provinsi Kalimantan Selatan, yang didalamnya menyebutkan bahwa ibu kota provinsi berkedudukan di kota Banjarbaru,” ucapnya lagi.

Selian itu dijelaskan Napsiani, dukungan atas status Banjarbaru sebagai ibukota Kalsel tersebut atas pertimbangan pihaknya menyikapi aspirasi masyarakat berdasarkan UU nomor 8 tahun 2022 yang baru disahkan pada 15 Februari lalu.  Sehingga dipandang perlu dukungan DPRD secara kelembagaan.

Surat keputusan tersebut, menurut politisi PPP ini juga telah ditembuskan kepada gubernur Kalsel, wali kota Banjarbaru, kepala kejaksaan negeri, kepala PN, kepala kepolisian resor Banjarbaru dan Komandan Kodim 1006/Banjar.

“Dukungan yang dituangkan dalam keputusan DPRD nomor 188.4.43/06/III/DPRD/2022, ini juga sebagai antisipasi, jika ada yudicial review dari pemko Banjarmasin,” pungkasnya. (RDM/RH)

Peringati Hari Jadi ke-23, Pemko Banjarbaru Serahkan Penghargaan Serta Id Card Berbasis E-Money

BANJARBARU – Berbagai kegiatan dilaksanakan Pemko Banjarbaru pada puncak hari jadi ke-23 kota di tahun ini. Salah satunya yaitu penyerahan penghargaan kepada pemenang ragam perlombaan, yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari jadi.

Berpusat di gedung Bina Satria, DPRD kota Banjarbaru, pada Selasa (19/4), penyerahan penghargaan dilakukan langsung Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, didampingi Wakilnya, Wartono, serta ketua panitia hari jadi kota Banjarbaru ke-23, Sutrisno.

Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin (tengah), saat menandatangi MoU dengan perwakilan PT Galuh Cempaka (kanan)

Dalam sambutannya, Aditya mengucapkan selamat kepada para pemenang, serta berterimakasih atas partisipasi seluruh peserta.

Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, saat memberikan sambutan

“Selamat kepada pemenang lomba yang telah diselenggarakan, semoga hasil karya kalian dapat menjadi inspirasi dan memberikan lembaran baru bagi kota Banjarbaru,” harapnya.

Dirinya juga berharap, hari jadi ini dapat dijadikan momentum oleh seluruh pihak, sebagai pengingat agar terus maju dan bermanfaat.

“Dari tahun ke tahun Banjarbaru terus berkembang. Pemerintah terus berbenah, mencoba menciptakan inovasi dan kreasi, agar kota Banjarbaru dapat mendukung aktivitas masyarakat,” ucapnya.

Dengan tema “Bersama Kita Menjadi Juara” ini, lanjut Aditya, secercah harapan dapat mendorong semangat Banjarbaru JUARA.

“Tema ini juga sejalan dengan visi Banjarbaru JUARA, untuk membangkitkan daya juang dan memberdayakan semua potensi, serta bisa bersiang dengan daerah lain,” ungkapnya.

Di tempat sama, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan para peserta untuk meraih gelar juara ini.

Disamping itu, Wartono mengharap seluruh pemenang dalam perlombaan ini tidak serta merta merasa puas, tetapi terus berinovasi khususnya dalam kegiatan yang bermanfaat.

“Terus berkarya kedepannya, jadi tidak puas diri karena sudah meraih penghargaan,” ucapnya.

Selain penyerahan penghargan, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan id card berbasis e-money secara simbolis kepada Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah dan Kepala Bagian Organisasi Sekdako Banjarbaru, Dedy Sutoyo.

Id card berbasis e-money ini sendiri, merupakan program CSR dari Bank Kalsel kepada ASN kota Banjarbaru. Dimana selain berfungsi sebagai kartu identitas pegawai, kartu ini juga bisa digunakan untuk pembayaran digital.

“Jadi selama ini kebanyakan untuk pajangan, oleh karena itu kita coba melakukan terobosan khusus kota Banjarbaru, ini bekerjasama dengan Bank Kalsel,” jelasnya.

Manfaat dari id card ini disebutkannya, dapat memudahkan ASN untuk berbelanja di merchant yang menyediakan pembayaran digital.

“Karena tidak ada passwordnya, limit kartu ini dibatasi hanya 2 juta Rupiah saja,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarbaru melalui Wali Kota M Aditya Mufti Ariffin juga menadatangi kesepakatan dengan PT Galuh Cempaka, untuk memanfaatkan sebagian area tambang eks galian perusahaan tersebut, agar dapat dijadikan embung sebagai upaya mitigasi banjir. (SYA/RH)

Puncak Hari Jadi ke-23, Pemko Banjarbaru Ziarah ke Taman Makam Bahagia

BANJARBARU – Puncak peringatan hari jadi kota Banjarbaru ke-23, diperingati Pemko Banjarbaru dengan melaksanakan tabur bunga dan ziarah ke Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru, pada Selasa (19/4) pagi.

Suasana kegiatan tabur bunga dan ziarah Pemko Banjarbaru di Taman Makam Bahagia

Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh ketua MUI kota Banjarbaru, Nur Syahid Ramli, persis disamping makam Wali Kota Banjarbaru Periode 2016-2020, Nadjmi Adhani. Dilanjutkan dengan menaburkan bunga di makam mantan orang nomor satu di kota Banjarbaru tersebut, serta ke makam Gubernur Kalsel periode 1984-1995, Muhammad Said.

“Mudah-mudahan para pendahulu yang sudah meninggalkan kita dan berjasa untuk Banjarbaru ini, mendapat rahmat dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT,” ucap Aditya usai memimpin kegiatan.

Aditya mengungkapkan, tujuan kegiatan ini tidak lain sebagai bentuk penghormatan, sekaligus pengingat akan jasa dan semangat para pendahulu yang telah memberikan dedikasi dan pengorbanan, untuk membangun negara, bangsa, termasuk kota Banjarbaru.

“Banjarbaru bisa semaju ini salah satunya adalah akibat jeri payah para pendahulu kita, dan sekarang adalah tugas kita untuk melanjutkan semangat pembangunan dari beliau-beliau,” ungkapnya.

Dirinya juga mengajak seluruh kalangan, agar memaknai hari jadi kota Banjarbaru ini sebagai salah satu wujud syukur karena telah diberikan kesempatan dan diberikan kemampuan dalam menjalani kehidupan.

“Berikanlah pengabdian kita yang terbaik, untuk kebaikan masyarakat dan daerah kita tercinta,” pintanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar, jajaran pimpinan Forkopimda, serta seluruh pimpinan SKPD se kota Banjarbaru. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version