Wali Kota Banjarbaru Resmikan Kantor Kas Bank Kalsel Pasar Bauntung

BANJARBARU – Untuk mempermudah para pedagang, Pasar Bauntung Kota Banjarbaru memiliki sejumlah pelayanan hasil kerjasama dengan berbagai instansi, salah satunya adalah Kantor Kas Bank Kalsel yang terletak di sisi kanan jalur pintu masuk kedalam pasar Bauntung. Kantor kas Bank Kalsel diharapkan dapat mempermudah Bank Kalsel dalam memberikan kredit usaha rakyat (KUR) kepada para pedagang di pasar Bauntung dengan jumlah lebih dari 1.200 pedagang.

Kantor Kas Bank Kalsel tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin pada senin (26/9), didampingi oleh Direktur bisnis Bank Kalsel Fahruddin, Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Abdul Basid, beserta sejumlah para pedagang di pasar Bauntung Kota Banjarbaru.

Dalam sambutannya Wali Kota Banjarbaru Aditya menyampaikan, dengan adanya kantor Kas Bank Kalsel Pasar Bauntung diharapkan akan mempermudah dalam memberikan pelayanan yang lebih refresentatif, sehingga dapat mengoptimalkan operasional dan akan menambah kenyamanan nasabah serta dapat meningkatkan pelayanan.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarbaru mengucapkan selamat kepada Bank Kalsel, atas dibuka dan diresmikannya kantor Kas Pasar Bauntung Bank Kalsel pada hari ini,” Ucap Aditya.

Aditya menambah kan, pihaknya mengharapkan dengan di bukanya kantor Kas Bank Kalsel Pasar Bauntung ini, akan semakin mempermudah dan semakin memperdekat akses masyarakat, khususnya pedagang untuk mendapatkan pelayanan perbankan oleh Bank Kalsel. Khususnya Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pedagang di pasar ini.

“Jumlah pedagang di pasar Bauntung Kota Banjarbaru ini berjumlah kurang lebih 1.200 pedagang, dari jumlah itu baru 200 pedagang yang mempunyai rekening bank Kalsel, dan hanya 50 pedagang saja yang aktif melakukan transaksi,” lanjut Aditya.

Sementara itu, Direktur bisnis Bank Kalsel Fahruddin menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Banjarbaru, dikarenakan telah mengizinkan Bank Kalsel untuk membuka kantor kas di Pasar Bauntung, dan memberikan lokasi yang sangat strategis di area pintu masuk pasar Bauntung.

“Dengan adanya kantor kas bank Kalsel di pasar Bauntung, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan yang lebih optimal, Kantor Kas Pasar Bauntung Bank Kalsel Cabang Banjarbaru ini juga akan menyediakan layanan pemasaran, sehingga para pedagang di pasar Bauntung bisa melakukan pinjaman,” tutup Fahruddin. (MRF/RDM/RH)

Tekan Angka Laka Lantas, Polres Banjarbaru Akan Koordinasikan Penyebabnya dengan Pemko

BANJARBARU – Kurangnya rambu lalu lintas dan tidak adanya penerangan jalan di beberapa titik di Kota Banjarbaru, dinilai sebagai penyebb tingginya angka kecelakaan lalu lintas di kota ini. Hal ini dismpaikan Kapolres kota Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusumah, di ruang kerjanya usai menghadiri syukuran dalam rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 67 Tahun 22, Kamis (22/9).

Meski menurut Dody, kawasan sepanjang jalan Trikora dan A Yani, adalah kewenangan Provinsi, namun pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Perhubungn Kota Banjarbaru, terkait dampak yang ditimbulkan akibat tidak adanya rambu dan PJU di kawasan tersebut.

“Memang sepanjang jalan Trikora, A Yani kawasan Cempaka itu, jalur provinsi. Tapi kami meminta kepada dishub kota, apakah dari dishub menyurati ke provinsi untuk minta penambahan rambu-rambu lalu lintas. Atau mungkin ada inovasi dari dishub, agar penerangan jalan di lokasi-lokasi tersebut, bisa menggunakan solar cell (energi matahari).

Menurut Dody, di kawasan seperti Cempaka Trikora, termasuk daerah yng rawan kecelakaan lalu lintas.

“Rata-rata di kawan tersebut korbannya meninggal dunia. Yang jelas banyak lah kejadian laka lantas di kawasan tersebut yang sudah memakan korban jiwa,” ucapnya.

Ditambahkan Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP G. M Angga Satrya Wibawa, melalui momen peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke – 67 ini ia juga meneruskan pesan Kapolres, untuk menghimbau kepada masyarakat sebagai pengguna jalan, agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Seperti kita ketahui bersama, aktivitas sudah mulai normal pasca pandemi COVID-19, ini juga menjadikan aktivitas di jalan juga meningkat. Itu juga menjadi salah satu faktor terjadinya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat sebagai pengguna jalan, agar selalu patuhi aturn lalu lintas, dan yang penting, selamat sampai tujuan,” tutupnya. (RDM/RH)

Siswa SMP di Kota Banjarbaru Ikuti Pelaksanaan ANBK, Dedy Sutoyo : Semoga Hasilnya Memuaskan

BANJARBARU – Sejak Senin 19 September 2022, seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tanah air mulai melaksanakan Asasmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), tak terkecuali di Kota Banjarbaru, Kalsel.


Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo menyampaikan, ANBK untuk tahun kedua pelaksanaannya 2022 ini, sudah digelar di satuan pendidikan tingkat SMP di kota ini.


“Mulai 19 hingga 22 September ini, seluruh SMP di Banjarbaru mengikuti ANBK, dan nanti dilanjutkan jadwal pelaksanaannya untuk tingkat SD,” ujarnya, Senin (19/9) di rung kerjanya.

Persiapan untuk mengikuti ANBK oleh satuan pendidikan di Kota Idaman ini menurut Dedy, sudah sangat maksimal.

“Bukan hanya kesiapan peserta didik, tapi juga telah dilakukan simulasi dan pelatihan untuk para proktor (petugas berwenang menangani aspek tekhnis aplikasi pelaksanaan ANBK) di setiap satuan pendidikan, biar mereka siap menjalankan ANBK ini,” jelasnya.

Terkait kelistrikan dan jaringan internet juga menurut Dedy telah disiapkan sebelumnya, agar tak menjadi kendala saat pelaksanaan.

“Kami juga sebelumnya sudah berkoordinasi dengan PLN dan kominfo, untuk support dari jaringan dan kelistrikan, agar tidak terjadi pemadaman saat pelaksanaan,” ucap Dedy.

Ia berharap, pelaksanaan ANBK tahun ini, berjalan lancar, dan hasilnya memuaskan.

Seperti diketahui, ANBK adalah program evaluasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di seluruh satuan pendidikan.

Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai ganti dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Asesmen Nasional sendiri terdiri dari tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. (RDM/RH)

Pemberian Voucher Perpanjangan SIM C Gratis Polresta Banjarbaru Terus Berlanjut

BANJARBARU – Program pemberian voucher perpanjangan SIM C gratis yang merupakan inovasi langsung dari Kapolres Banjarbaru, AKBP. Dody Harza Kusumah untuk memudahkan dan membantu masyarakat yang tidak mampu dalam melakukan proses memperpanjang SIM C, terus dilanjutkan.

Kepada Abdi Persada FM, Kasat Lantas Polres Banjarbaru, AKP G. M Angga Satrya Wibawa menyampaikan pemberian voucher ini sudah dilakukan kepada 5 warga Kecamatan Cempaka pada 26 Agustus 2022 lalu, dan kedepan pihaknya akan melanjutkan program ini di kecamatan lainnya.

“Sesuai arahan kapolres, kegiatan ini dilakukan dua pekan sekali. Nanti kecamatan mana yang jadi sasaran, akan kami lakukan survey, bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas polsek, sebagai petugas pendata masyarakat, agar tepat sasaran,” ujarnya di ruang kerjanya, Senin (19/9).

Ditambahkan Angga, untuk biaya pembayaran perpanjangan SIM C yang dijadikan voucher ini, diperoleh dari hasil kegiatan Senin Berkah, yakni sumbangan sukarela dari personel di Polres Banjarbaru.

“Seperti yang disampaikan kapolres, program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tergolong tidak mampu, maka mereka berhak mendapatkan voucher perpanjangan SIM C gratis. Nah, nantinya voucher tersebut digunakan untuk membayar biaya perpanjangan SIM C tersebut,” ujarnya lagi.

Untuk diketahui, program ini bersifat on the spot. Pelayanan menggunakan Bus Sim Keliling Satpas Polres Banjarbaru secara langsung mendatangi titik lokasi di mana masyarakat tersebut tinggal. (RDM/RH)

Rasyid Ridho Resmi Nakhodai Organisasi PWI Kota Banjarbaru Periode 2022-2025

BANJARBARU – Rasyid Ridho resmi mengemban jabatan ketua pada Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Banjarbaru untuk periode 2022-2025. Terpilihnya Rasyid sebagai ketua dilakukan secara aklamasi pada Konferensi Kerja dan Konferensi PWI Kota Banjarbaru I, Jumat (16/9) siang, bertempat di Aula Trisakti Setdako Kota Banjarbaru.

Terpilihnya Rasyid Ridho sebagai Ketua PWI, secara otomatis menandai lahirnya PWI Kota Banjarbaru.

Usai terpilih, wartawan senior di Kota Banjarbaru ini bakal menggelar open rekrutmen anggota PWI Kota Banjarbaru.

“Yang pertama saya akan melakukan perekrutan anggota. Dan semua program kerja mengacu pada program kerja PWI Kalsel,” ucap Rasyid pada saat memberikan sambutannya dihadapan para peserta yang hadir.

Lebih lanjut, selain melaksanakan rekrutmen, nantinya, PWI Banjarbaru juga bakal meningkatkan pendidikan dan pelatihan wartawan yang ada di Kota Idaman.

“Kita harap PWI Banjarbaru bisa melakukan Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Kalau tidak bisa tahun ini bisa tahun depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie mengatakan, dengan adanya konferensi PWI ini merupakan sejarah baru bagi Kota Banjarbaru.

“Yang pertama ini merupakan sejarah bagi Kota Banjarbaru karena ini menandai pembentukan PWI Kota Banjarbaru. Dukungan yang adapun luar biasa dari Walikota Banjarbaru,” ungkap Helmie.

Selain adanya kemudahan dalam mengikuti Uji Kompetensi Wartawan, dengan bergabung di organisasi wartawan, para wartawan juga bakal terlindungi secara hukum.

“Wartawan tentu akan dilindungi semua haknya. Baik itu mengenai karyanya maupun tersangkut persoalan hukum,” jelas Helmie.

Helmie berharap, dengan adanya pembentukan PWI Kota Banjarbaru ini, dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) wartawan Kota Idaman.

“Tentu meningkatkan kompetensi kita dan sumber daya manusia wartawan. Kalau tidak didapat di perusahaan media, tapi di PWI ada,” tutupnya. (RDM/RH)

Tanpa Dukungan APBD, Dekranasda Kota Banjarbaru Tampilkan Sasirangan di NYFW

BANJARBARU – Sasirangan dan tas purun Banjarbaru kembali mendunia. Bagaimana tidak, khas kota Idaman ini dibawa dan diperlihatkan langsung oleh Ketua Dekranasda Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin dalam perhelatan New York Fashion Week (NYFW), Spring Studio, Manhattan New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu.

Acara dunia ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia Untuk USA Rosana Roslan, Konjen Konsulatdi New York, Miss Universe dr indonesia laksmi Shari De Neefe Swardhana dan beberapa selebriti internasional, artis indonesia serta para lokal buyers dan penonton dari dalam dan luar negeri.

Sebelum bertolak dalam ajang ini, Ketua Dekranasda Vivi Zubedi menyampaikan harapannya dengan tampilnya kerajinan dan sasirangan di NYFW dapat membuat sasirangan semakin dikenal lagi dan bisa sejajar dengan batik.

“Saya juga berharap nantinya Kota Banjarbaru dilirik, dilihat, didengar paling tidak untuk skala nasional. Sehingga bisa menarik minat pengunjung ke Kota Banjarbaru untuk melihat langsung hasil karya pengrajin UMKM dibawah binaan Dekranasda,” ujarnya.

Mengetahui hal ini, Wali Kota Banjarbaru M. Aditya Mufti Ariffin mengaku bangga, Dekranasda kota Banjarbaru dapat kembali memperkenalkan produk olahan UMKM kota ini di kancah internasional.

“Keikutsertaan Ketua Dekranasda dengan membawa produk lokal UMKM Banjarbaru ini patut diapresiasi. Apalagi Ibu Vivi Zubedi langsung membawa sendiri dan memperkenalkan Sasirangan yang merupakan produk olahan kota Banjarbaru,” ujarnya Kepada Abdi Persada FM, Kamis (15/9).

Diketahui, sebagai Volunteer Designer dari brand ViviZubedi, Istri Wali Kota Banjarbaru ini Memfasilitasi langsung tanpa sponsor maupun ditopang APBD dalam keikutsertaan pada ajang Internasional ini. (RDM/RH)

BKKBN RI Apresiasi Turunnya Angka Stunting di Banjarbaru

BANJARBARU – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan seorang anak berada dibawah standar yang ditetapkan menteri kesehatan. Untuk mengatasi stunting di Kota Banjarbaru, berbagai kegiatan terus dilakukan demi target penurunan stunting oleh Pemerintah Kota Banjarbaru, percepatan penurunan stunting ini harus dilakukan secara serentak, sehingga Pemerintah Kota Banjarbaru membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan instansi lainnya.

Kali ini, pemerintah Kota Banjarbaru melaunching 3 Program sekaligus, yakni launching bapak asuh anak stunting (BAAS), serta Launching dapur sehat atasi stunting (DASHAT), dan peresmian kampung keluarga berkualitas (Kampung KB), di Kampung KB Gunung Kupang Kelurahan Cempaka Kota Banjarbaru. Peresmian yang digelar pada Selasa (6/9), dihadiri langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin, beserta sejumlah Kepala SKPD Lingkup Kota Banjarbaru.

Kepala BKKBN RI (Tengah) saat mengunjungi Kampung KB Kelurahan Cempaka

Dalam sambutannya Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin menyampaikan, stunting menjadi ancaman nyata bagi masa depan anak – anak generasi penerus bangsa, berbagai kegiatan terus dilakukan demi mencapai target penurunan stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

“Konsep program bapak asuh anak stunting (BAAS) sama dengan program orang tua asuh, yakni terdapat donatur yang membantu keluarga yang mempunyai bayi dibawah 2 tahun, keluarga yang akan mempunyai bayi, serta para calon pengantin, ” ungkap Aditya.

Ia menambahkan, angka stunting di Kota Banjarbaru hanya 19 Persen, dan hal ini merupakan suatu yang membanggakan, dikarenakan angka stunting Kota Banjarbaru dibawah angka Nasional.

“Survei terakhir di Kota Banjarbaru angka stunting diangka 10,4 Persen, hal ini menjadi kebanggaan sehingga diharapkan tahun 2024 Kota Banjarbaru akan bebas dari stunting.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo menyampaikan, pihaknya mengapresiasi penurunan angka stunting di Kota Banjarbaru, dan dengan dilauncingnya program bapak asuh anak stunting (BAAS), serta Launching dapur sehat atasi stunting (DASHAT), dan peresmian kampung keluarga berkualitas (Kampung KB), maka kesehatan anak-anak di Kota Banjarbaru akan terjaga.

“Kota Banjarbaru menjadi salah satu Kota di Provinsi Kalsel yang angka Penurunan Stunting terendah, dan hal ini patut di apresiasi, ” Ungkap Hasto Wardoyo.

Hasto Wardoyo menambahkan, angka stunting tertinggi di Provinsi Kalsel terdapat di Daerah Kabupaten Banjar yang mencapai angka 40 Persen, dan disusul Kabupaten Tapin dengan angka 33,9 Persen.

“Saya harapkan angka stunting di 2 Kabupaten tersebut dapat menurun,” tutup Hasto. (MRF/RDM/RH)

Meriahkan HUT RI ke-77, PAUD CTB Banjarbaru Gelar Lomba Untuk Anak Hingga Orang Tua

BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 tahun 2022 ini. Berbagai pihak terlihat memeriahkannya dengan berbagai kegiatan menarik. Tak terkecuali PAUD Terpadu Citra Tunas Bangsa (CTB) Kota Banjarbaru.

Dengan melibatkan komite sekolah, PAUD CTB Banjarbaru menggelar berbagai lomba yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung Al Munawarah Banjarbaru, Sabtu (13/8).


Kepada Abdi Persada FM, Kepala PAUD CTB Banjarbaru Lilis Tiati Noor mengaku senang bisa melaksanakan kegiatan ini, dan bangga dengan antusias anak didik bersama orang tuanya dalam mengikuti gelaran ini.


“Memeriahkan dirgahayu kemerdekaan tahun ini, kami menggelar banyak lomba. Lombanya bukan hanya untuk anak didik, tapi juga para orang tua,” ujarnya.

Kegiatan yang bertemakan merah putih ini pula menurut Lilis, untuk lebih mengakrabkan guru dan orang tua peserta didik.

“Bukan hanya menggelar lomba, dalam kegiatan ini juga kami tadi makan bersama lesehan dengan beralaskan daun pisang, yang makanannya semua dibawa oleh para orang tua. Sederhana, tapi akrab. Kebersamaan yang luar biasa,” ucap Lilis dengan senang.

Untuk diketahui, masih dalam rangkaian memeriahkan HUT RI ke-77 sebelumnya pada Rabu (10/8) peserta didik PAUD CTB Banjarbaru juga mengikuti Fashion Week menggunakan kostum daur ulang yang diselenggarakan di Perpustakaan Palnam Banjarmasin. (RDM/RH)

Banjarbaru Targetkan Prevelensi Stunting 2024 Harus Pada 14 Persen

BANJARBARU – Meski Kota Banjarbaru masuk predikat hijau persebaran stunting dengan prevalensi 18,6 persen. Namun, pemerintah pusat menekankan agar 2024 penurunan harus berada dikisaran 14 persen. Artinya, upaya Pemko Banjarbaru harus terealisasi.

Wakil Presiden RI, Ma’aruf Amin menegaskan, agar Puskesmas dan Posyandu seluruh Tanah Air berperan sebagai sentra percepatan penanganan stunting.

“Mungkin ada yang sudah, masih ada yang dalam proses, tapi Kemenkes (harus) menyiapkan Posyandu di seluruh Indonesia bisa melakukan pelayanan,” tegasnya saat mengunjungi Posyando Kenanga, Jalan Gotong Royong, Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, Kamis (11/8) siang.

Menanggapi itu, Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, sebagai langkah yang tepat dilakukan pemerintah daerah salah satunya adalah mengoptimalkan peran Sumber Daya Manusia serta memanfaatkan peran serta fungsi dari Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

“Jadi kami sudah punya program Banjarbaru Singkirkan Stunting (BASINGSING). Ketuanya itu terdiri dari Wakil Wali Kota bekerjasama dengan PKK, penyuluh KB, penyuluh kesehatan dan kader posyandu agar stunting dapat ditekan,” ujarnya, usai mendampingi Wapres RI Ma’aruf Amin.

Menurutnya, saat ini Banjarbaru berada diangka hampir 18,6 persen. Artinya, ada sekitar 5 persen untuk bisa berada pada capaian 14 persen.

“Hampir 19 persen artinya dua tahun kedepan target 5 persen harus terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBMP2A Kota Banjarbaru, Sri Lailana, mengatakan, upaya optimal lainnya yang bakal dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru sesuai komitmen kepala daerah melalui instruksi Wakil Presiden RI adalah menerapkan program Bapak Asuh Anak Stunting.

“Hal ini akan kami laporkan kepada Wali Kota Banjarbaru dan kami akan melakukan rapat. Tetapi, belum bisa menentukan waktunya. Nanti akan ada ayah asuh anak stunting, tak hanya dari Forkopimda melainkan seluruh kepala SKPD dan camat dapat menjadi orang tuanya,” bebernya. (RHS/RDM/RH)

Wartono Lounching Buku ‘Menderes Manisnya Takdir’

BANJARBARU – Buku autobiografi yang berjudul ‘Menderes Manisnya Takdir’ akhirnya resmi diluncurkan oleh Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, di Aula Gawi Sabarataan Setdako Banjarbaru, Selasa (9/8).

Wartono yang merupakan penulis langsung buku ini mengatakan bahwa penyelesaian penulisan buku tersebut kurang lebih satu tahun.

“Saya dibantu oleh Randu Alamsyah, akhirnya dapat menyelesaikan buku ini,” ujar Wartono.

Ya, dalam buku tersebut menceritakan dirinya yang berasal dari sebuah dusun kecil di pelosok Kulonprogo, dilahirkan dari keluarga yang sangat sederhana, tinggal di sebuah rumah kecil, berlantai tanah dan berdinding gedhek di kawasan kaki gunung Manoreh. Kesehariannya membantu orang tua menjadi penderes, dan sambil berjulan jajanan kampung, hingga akhirnya kini ia menjabat sebagai Wakil Walikota Banjarbaru.

Menurut Wartono, prinsip yang ia pegang hingga saat ini adalah keterbukaan, kejujuran, dan bakti kepada orang tua.

“Kuncinya harus terbuka dan jujur. Yang utama jika masih memiliki orang tua, berbakti kepada keduanya, dan jangan pernah menyakiti orang tua. Kemana saja dan apa yang dilakukan, minta restu kepada orang tua serta bahagiakan mereka. Itulah yang saya lakukan hingga akhirnya saya berada di titik ini,” jelasnya.

Dikatakan Wartono, buku autobiografi dirinya ini ditulis berdasarkan kisah nyata semasa hidupnya, dari tinggal di perdesaan hingga kini berada di kota Idaman Banjarbaru sebagai wakil wali kota.

Diharapkan Wartono, buku ini nantinya dapat benar-benar menjadi inspirasi dan motivasi siapapun yang membacanya.

“Harapan saya, siapapun yang sudah membaca buku ini, dapat termotivasi untuk maju mengembangkan diri. Tak ada yang tak mungkin jika kita tekun gigih dan selalu semangat menjalani hidup,” ucapnya.

Untuk diketahui, lounching buku ‘Menderes Manisnya Takdir’ ini selain dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono bersama Istri dan keluarga tercinta serta para sahabat, juga dihadiri sang penulis buku Randu Alamsyah, perwakilan Forum RT RW, dan nampak pula beberapa kepala SKPD terkait serta undangan lainnya. (RDM/RH)

Exit mobile version