BRIN Lakukan Riset Kebun Raya Banua, Kalsel Dijadikan Contoh Penerapan Bagi Daerah Lain

BANJARBARU – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tertarik untuk melakukan kajian di Provinsi Kalimantan Selatan. Apalagi salah satu yang menjadi lokasi utamanya adalah Kebun Raya Banua.

Pelaksana Fungsi Pemantauan Pelaksanaan Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Agus Widodo, menerangkan, hadirnya para rombongan peneliti ahli dari BRIN ke Kalsel ini tak lain untuk mempelajari secara mendalam metode apa saja yang dilaksanakan untuk pemanfaatan sebuah lokasi penelitian selanjutnya dapat diterapkan.

“Jadi kami ingin melakukan praktik baik yang ada di Kalsel baik kajian dan model untuk dapat diterapkan di daerah lain,” ungkapnya, usai melakukan kunjungan kerja ke kantor BRIDA Kalsel diikuti perwakilan kabupaten/kota, di aula pertemuan utama BRIDA, Selasa (30/5) siang.

Terkait model yang akan jadi tujuan mereka untuk dilakukan kajian adalah Kebun Raya Banua.

“Ini merupakan best practice (praktik yang baik) yang akan kita tuliskan dan pelajari modelnya agar bisa diterapkan di daerah lain,” tambah Agus.

Suasana kunker yang dilaksakanan BRIN di aula BRIDA Kalsel yang diikuti seluruh perwakilan dari peneliti kabupaten/kota

Dalam kunjungan kerja (kunker) bersama tiga rekannya di BRIN, Agus membeberkan, usulan pembentukan BRIDA tak diinginkan ditingkat provinsi saja melainkan juga ternyata juga dikehendaki di kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada juga beberapa kabupaten/kota mengusulkan menjadi BRIDA. Yang jelas, kami berharap daerah lainnya juga mengikuti jejak yang sama seperti Pemerintah Provinsi Kalsel,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kalsel, Muhammad Amin, menyambut gembira atas kunjungan yang dilaksanakan BRIN. Salah satunya penyelenggaraan untuk pembinaan BRIDA di Kalsel.

Suasana saat diskusi pada kunker yang dilaksanakan BRIDA Kalsel bersama BRIN dihadapan peneliti kabupaten/kota

“Dari kedatangan mereka. Kami dapat memanfaatkan agar BRIDA Kalsel lebih berkembang terutama kepada peneliti ditempat kita untuk dapat meningkatkan kapasitasnya baik Bimtek atau lainnya,” katanya.

Terkait riset yang akan dilaksanakan, Amin berharap Kebun Raya Banua bisa memberikan manfaat dan nilai yang lebih terhadap kemajuan daerah.

“Dengan kuatnya riset maka daerah akan semakin maju,” pungkasnya.

Selanjutnya, Rabu (31/5) besok, BRIN akan melakukan kunjungan ke lokasi tujuan mereka yaitu Kebun Raya Banua yang sekaligus melakukan pendekatan dalam pelaksanaan riset atau kajian. (RHS/APR)

765 Hektare Kawasan Hutan Diperlukan Untuk Jadi Kawasan APL Bendungan Riam Kiwa

BANJARBARU –  Trayek tata batas kawasan hutan produksi tetap (HP) untuk pembangunan bendungan Riam Kiwa, akan mencakup 765 hektare kawasan hutan yang akan dikelurkan menjadi kawasan Area Penggunaan Lain (APL).

Hal itu disampaikan Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan (BPKLH) Wilayah V Banjarbaru, Firman Fahada, usai menggelar rapat pembahasan trayek batas Riam Kiwa, bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, dan Pemkab Banjar, di salah satu hotel Kota Banjarbaru, Senin (15/5).

(ki-ka) Kepala BPKLH Wilayah V Banjarbaru, Firman Fahada saat sesi wawancara bersama Kepala BWS Kalimantan III, I Putu Eddy Purna Wijaya

Firman menyebut, berdasarkan data yang diperoleh, ada  sepanjang 74.857 meter panjang trayek pada tata batas kawasan hutan yang akan diukur nantinya.

“Pengukuran akan dimulai pekan ini, tapi kita rencanakan dulu yang pasti bulan Juni harus sudah selesai target pengukurannya,” ucapnya.

Setelah itu, lanjut Firman, seluruh hasil akan disahkan oleh panitia kawasan batas. Dan akan ada rapat lanjutan untuk bahan diajukan ke Menteri KLHK guna penetapannya.

Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan III, I Putu Eddy Purna Wijaya mengungkapkan, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melancarkan program pembanguan bendungan Riam Kiwa ini.

“Terkait proyek ini masih dalam tahap lelang, yang jelas sebelum pelaksanaan fisik nantinya kita akan bangun dulu aksesnya dan meminta areal yang akan dikerjakan lebih dulu untuk diclearkan lahannya,” terangnya.

Hal serupa juga disebutkan, Sekda Kabupaten Banjar, Muhammad Hilman. Ia menyebut, Pemkab Banjar terus mendukung pembangunan bendungan Riam Kiwa yang saat ini masih dalam tahap pengukuran luar batas kawasan hutan.

Sekda Kabupaten Banjarbaru, Muhammad Hilman

“Karena lokasi yang akan dibangunkan bendungan oleh kementerian PUPR melalui BWS Kalimantan III adalah areal kehutanan, maka diperlukan pengukuran untuk berapa kawasan hutan yang akan dikeluarkan dari kawasan hutan ke areal penggunaan lain untuk pengerjaan proyek ini,” ungkapnya.

Untuk bidang yang masuk lahan kawasan hutan, menurutnya akan ditangani tim terpadu, sedangkan bagian APL bisa langsung diselesaikan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

“Sehingga dalam penyelesaian lahan akan dilakukan secara pararel. Dimana lokasi yang menjadi prioritas maka akan berjalan pengerjaannya,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pergelaran Seni Budaya Dayak Bertajuk Borneo in Harmony ke 4, Resmi Digelar di Banjarbaru

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Pemerintah Kota Banjarbaru yang ke – 24, Perkumpulan Dayak Meratus (Kumdatus) menggelar Pergelaran seni budaya Dayak bertajuk Borneo in Harmony ke 4, yang digelar di salah satu Mall terbesar di Kota Banjarbaru, selama 4 hari berturut – turut, dari Kamis (11/5) hingga Minggu (14/5) 2023.

Seni budaya dayak tersebut akan menampilkan berbagai macam perlombaan setiap harinya, salah satunya lomba Basumpit, lomba menggambar, dan lomba Fashion Show busana adat dayak. Pada Kamis (11/5), Pembukaan seni budaya dayak dibuka langsung Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, dan Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah, dan dihadiri Kapolres Banjarbaru, Dandim 1006 Banjarbaru, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, beserta sejumlah Kepala SKPD lingkup Kota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru (tengah) bersama Stahli Kemasyarakatan dan SDM Kalsel (Kanan)

Wali Kota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin sangat mengapresiasi pagelaran Borneo in Harmony ke 4 ini, yang sekaligus juga sebagai ajang peringatan Puncak Hari Jadi ke 24 Kota Banjarbaru. Dengan adanya seni adat budaya dayak, Kita bisa mengenalkan budaya daerah, keanekaragaman ras, suku dan agama di Kota Banjarbaru.

“Banyaknya budaya di Kota Banjarbaru, kami ingin juga memperkenalkan budaya kepada generasi muda guna mengetahui kekayaan dan budaya di Indonesia khususnya yang ada di Kota Banjarbaru,” ucap Aditya.

Ia melanjutkan Pergelaran seni budaya Dayak bertajuk Borneo in Harmony termasuk ke dalam kalender of event Kota Banjarbaru.

Sementara itu, Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah menyampaikan, dengan adanya seni budaya dayak, maka masyarakat dapat mengenal budaya daerah, keanekaragaman ras, suku dan agama di Kalsel.

“Seni budaya adat dayak, merupakan bentuk pelestarian budaya dengan memperkuat nilai nilai budaya, adat istiadat, sebagai peninggalan nenek moyang, ” Ungkap Husnul.

Dilanjutkan Husnul, seni budaya adat dayak meratus dapat berkembang menjadi daya tarik wisata, yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat kalsel. Oleh karena itu, pergelaran seni budaya adat dayak meratus, harus terus dilestarikan, dengan cara menngelar seni budaya.

Di tempat yang sama, Ketua Komdatus Kalsel, Benyamin Uhil mengatakan, seni budaya Dayak bertajuk Borneo in Harmony ini diselenggarakan secara mandiri, dan tidak menggunakan dana anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD) Kota Banjarbaru. Dan hal ini menjadi salah satu kendala pelaksanaan kegiatan, yang sudah 4 kali diadakan di Kota Banjarbaru.

“Tujuan dilaksanakannya seni budaya Dayak bertajuk Borneo in Harmony untuk pengembangan seni budaya Dayak yang ada di Kalsel dan penunjang pariwisata di Kalsel terutama di Kota Banjarbaru, ” Tutup Benyamin. (MRF/RDM/RH)

Pasca Lebaran Idul Fitri, Layanan Samsat Banjarbaru Berjalan Normal

BANJARBARU – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel, Subhan Nor Yaumil, menyebut, transaksi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Banjarbaru pada hari pertama pasca cuti lebaran Idul Fitri 1444 H berjalan normal.

Suasana saat wajib pajak melakukan pembayaran pajak tahunan kendaraan bermotor (PKB) di UPPD Samsat Banjarbaru

“Setelah melakukan rakor di Bapenda, kami langsung melakukan sidak di hari pertama bukanya kantor layanan Samsat yang ada di Banjarbaru ini sekaligus melihat kunjungan dari wajib pajak (wp) dan ternyata Alhamdulilah berjalan baik,” ujarnya usai melakukan sidak bersama jajaran Bapenda Kalsel di UPPD Samsat Banjarbaru, pasca cuti panjang Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023, Rabu (26/4) siang.

Terlebih, hari pertama dibukanya kantor layanan kesamsatan di Banjarbaru itu turut memberikan kelebihan tersendiri. Pasalnya, Pemprov Kalsel turut memberikan kebijakan untuk tidak mengenakan denda alias pemberlakuan pembebasan tunggakan pajak terhitung khusus Rabu, 26 April 2023.

“Kami berharap layanan pada hari pertama khususnya untuk pajak tahunan kendaraan bermotor tidak mengalami kendala sedikit pun. Yang selanjutnya, pelayanan di sini berjalan optimal,” tutur mantan Kepala Bakeuda Banjarmasin ini.

Tak sampai disitu, ia turut mengapresiasi usaha atau langkah yang telah dilakukan jajaran tim Samsat Banjarbaru dengan menyediakan Samkel sebagai antisipasi membludaknya wajib pajak.

“Tadi ada tambahan dua mobil Samkel yang dijadikan untuk loket transaksi pembayaran pajak tahunan khusus kendaraan bermotor. Ini sebagai langkah terjadinya penumpukan di kantor induk pelayanan UPPD Samsat Banjarbaru,” bebernya.

Adapun dari hasil capaian ini, Subhan membeberkan, realisasi penerimaan pada Triwulan I tahun 2023 secara keseluruhan mencapai Rp1,7 triliun atau sekitar 22,81 persen dari target Rp7,8 triliun.

“Jadi seluruh UPPD di Kalsel, Alhamdulillah tercapai bahkan rata-rata melampui target dari 15 persen mampu mengumpulkan 25 persen,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala UPPD Samsat Banjarbaru melalui Kasi Pelayanan PKB/BBN-KB, Andri Iskandar Zulkarnain, menyampaikan, pada Triwulan I terhitung sejak Januari – Maret 2023 pihaknya berhasil mengumpulkan pendapatan (PAD) Rp43,7 miliar atau sekitar 22 persen dari target 15 persen.

“Untuk itemnya seperti PKB mencapai Rp23,4 miliar. Sedangkan BBN-KB terealisasi Rp20,3 miliar pada Triwulan I ini. Nah, alasan melebihi target adalah animo pembelian kendaraan bermotor yang mulai bergerak secara positif,” paparnya. (RHS/RDM/RH)

Mudik Idul Fitri 2023, Penumpang Bandara Mencapai 11 Ribu Orang Dalam Satu Hari

BANJARBARU – Penumpang penerbangan pada mudik Idul Fitri tahun ini meningkat 10 persen dibanding tahun 2022.

Dalam satu hari pada periode mudik tahun ini, penumpang penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor bahkan mampu mencapai 11 ribu orang.

Menurut Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, jumlahnya bahkan meningkat sebanyak 30 persen dibanding hari normal.

“Ada 1177 flight (penerbangan) pada periode mudik Idul Fitri tahun ini,” ujarnya baru-baru tadi.

Pihak maskapai diakuinya juga mulai mengajukan ekstra flight untuk memenuhi kebutuhan calon pemudik.

Sejauh ini, sudah ada dua maskapai yang mengajukan ekstra flight. Yakni Maskapai Super Air Jet, (menambah satu flight dari dua kali terbang ke surabaya).

“Maskapai Lion Air, pada tanggal 12, terbang ke Semarang dan tanggal 15 terbang ke Jogja,” katanya.

Zulfian menyebut lonjakan penumpang bandara akan terjadi H-5 hingga H-3 Idul Fitri.

“Jam ramai itu biasanya di jam 4 sampai jam 5 sore,” kata Zulfian.

Untuk itu, pihak bandara pun mulai melakukan persiapan. Mulai dari pengecekan fasilitas sarana prasarana hingga kebersihan bandara.

“Kita juga akan mendirikan posko mudik lebaran tahun 2023, nanti di tanggal 14 besok,” bebernya.

Pihak bandara juga akan bekerjasama dengan stakeholder lain seperti TNI-Polri, BMKG hingga unit kesehatan.

Banyaknya penumpang mudik tahun ini, pastinya membuat bandara dipadati oleh calon pemudik.

Sebab itu calon pemudik dihimbau agar datang 2 jam lebih awal dari jam keberangkatan, agar tidak membuat antrian panjang.

“Saya sarankan agar membeli tiketnya jangan lewat calo, kalau bisa lewat online saja, kalau masih ada kebingungan bisa ditanyakan di posko yang kami siapkan,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Rute Terjauh Angkutan Mudik Gratis dari Wali Kota Aditya, Banjarbaru – Tanjung

BANJARBARU – Menjelang peringatan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, menginisiasikan program angkutan mudik gratis bagi masyarakat umum dan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemko Banjarbaru.

Program ini ucap Wali Kota Banjarbaru telah dipastikan terlaksana melalui leading sektornya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru. Untuk itu pula ia mengajak masyarakat Banjarbaru agar dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan tersebut.

“Silahkan mendaftar, kita siapkan angkutan gratis untuk masyarakat Banjarbaru yang ingin mudik saat lebaran nanti,” kata Aditya, Rabu (12/4).

Menurut Aditya, program angkutan mudik gratis menjadi salah satu strategi guna meredam penumpukan penumpak pada puncak arus mudik lebaran nanti. Mengingat, pergerakan saat arus mudik masih didominasi oleh kendaraan pribadi mobil dan sepeda motor.

“Penggerakan saat mudik itu masih didominasi kendaraan pribadi, khususnya roda dua. Ini dapat mengakibatkan naiknya potensi kemacetan lalu lintas. Program angkutan mudik gratis diharapan mengantisipasi atau setidaknya meminimalisir kondisi tersebut,” terang Wali Kota.

Disisi lain, Plt Kepala Dishub Banjarbaru Mutia Syafariahadi melalui Kabid Sarana Prasarana Transportasi Eddy Sabara, menerangkan untuk sementara ini pihaknya masih menyiapkan 3 unit bus yang akan digunakan nantinya. Namun ia mengakui jumlah tersebut kemungkinan masih akan bertambah.

“Sementara ini masih kita siapkan tiga unit bus dan satu unit lagi untuk cadangan. Tapi sisa saja nanti bertambah, tentunya kita liat perkembangan jelang lebaran nanti,” ujar Eddy.

Pelaksanaan angkutan mudik gratis nantinya akan dimulai pada 18 April 2023 dengan rute terjauh ialah Banjarbaru – Tanjung. Namun sebelum itu bagi masyarakat khususnya lebih dulu dapat mendaftarkan diri, baik itu datang langsung ke kantor Dinas Perhubungan Kota Banjarbaru atau melalui via barcode di iklan banner yang disebar di sosial media.

Sedangkan untuk pegawai negeri sipil di lingkungan Pemko Banjarbaru dapat mendaftarkan diri melalui masing-masing SKPD tempatnya berkerja.

Lalu bagaimana dengan proses penjemputan kepulangan? Terkait hal ini, Ia menerangkan bahwa untuk penjemputan kepulangan dilaksanakan serentak pada 24 April 2023.

“Titik penjemputannya disesuaikan masing-masing kabupaten kota. Tentu kita harapkan yang mudah terjangkau. Informasi ini harap diingat sehingga tidak tertinggal saat pulang nanti,” tuntasnya. (MedCen.BJB-RDM/RH)

Kunjungi MPP Banjarbaru, Wapres RI Tanyakan Kecepatan Pelayanan

BANJARBARU – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kalimantan Selatan, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mendatangi Mall Pelayanan Publik (MPP) milik Pemerintah Kota Banjarbaru, Selasa (11/4).

Kedatangan orang nomor dua di Indonesia ke MPP ibu kota provinsi Kalimantan Selatan ini disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono.

Didampingi keduanya, memasuki MPP ini, Wapres Ma’ruf Amin langsung berkeliling meninjau gerai-gerai yang tersedia di MPP tersebut. Tanya jawab antara Wapres dengan petugas dan pengunjung pun terjadi.

“Bagaimana pelayanan Samsat di MPP ini, berapa lama mengurusnya,” tanya Wapres, ketika menyambangi pengunjung yang mengurus pembayaran pajak kendaraan di gerai Samsat MPP.

Dari perbincangan singkat tersebut, kebanyakan dari pengunjung mengaku puas dengan pelayanan yang didapatkan di MPP ini.

Sementara itu, usai mendampingi Wapres, Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono dihadapan sejumlah wartawan mengaku senang dengan kunjungan Wapres MPP Kota Banjarbaru ini.

“Alhamdulillah kita dapat kunjungan dari Wapres, dan tadi Wapres menanyakan keberadaan gerai-gerai yang ada dari segi kecepatan pelayanan, berapa jam atau berapa hari. Dari 20 gerai yang ada di MPP ini, Alhamdulillah bisa memudahkan masyarakat,” ucap Wartono.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Banjarbaru Rahmah Khairita. Menurutnya kunjungan wapres ke MPP ini, suatu kehormatan bagi pihaknya.

“Terimakasih atas kunjungan wapres ke MPP ini, ini suatu kehormatan sekaligus kebanggaan kami. Beliau konsen menanyakan berapa kecepatan pelayanan di gerai-gerai yang kami sediakan. Hal ini menjadi pemacu kami agar bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi dan lebih cepat,” ucap Rita.

Untuk diketahui, MPP Banjarbaru, awal Maret 2023 tadi menjadi MPP terbaik ke 2 se Kalsel dalam ajang penghargaan Reformasi Birokrasi, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan Pelayanan Publik. Penilaian langsung dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KEMENPANRD) dan Biro Organisasi Sekretariat Provinsi Kalsel. (RDM/RH)

Ramadhan 1444 H, Wali Kota Aditya Gelontorkan Dana Hibah Bantu Puluhan Tempat Ibadah

BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, menggelontorkan dana hibah ratusan juta sepanjang bulan Ramadhan 1444 Hijriah/Tahun 2023 untuk perbaikan sarana dan prasarana maupun operasional puluhan tempat ibadah, baik Masjid, Langgar maupun Musala.

Berdasarkan laporan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarbaru pada Bagian Kesra sejak dua minggu lebih berjalannya bulan Ramadhan, total dana yang telah dihibahkan sedikitnya mencapai Rp 449 juta. Pemberian dana hibah tersebut bertepatan saat berlangsungnya agenda Safari Ramadhan yang dilaksanakan Wali Kota Banjarbaru Aditya.

Kepala Bagian Kesra, Suriansyah, memaparkan untuk total dana yang telah dihibahkan Wali Kota sepanjang Safari Ramadhan terdiri dari 5 Masjid dan tiap Langgar Musala di 20 kelurahan. Untuk 5 Masjid sendiri penyalurannya mencapai Rp 249 Juta dan Langgar Musala sebesar Rp 200 juta.

“Jadi total akumulasi penyalurahan dana hibah untuk tempat ibadah sampai saat ini sebesar 449 juta rupiah. Untuk Langgar Musala di masing-masing Kelurahan 10 juta rupiah. Sementara untuk satu Masjid senilai 49 juta rupiah,” katanya, Senin (10/4).

Kendati demikian, Suriansyah menyatakan bahwa penyaluran dana hibah rumah ibadah melalui Pemko Banjarbaru masih akan tetap berlanjut. Sebab dijelaskannya untuk tahun anggaran 2023 ini jumlah dana bantuan Langgar dan Musala di Kota Banjarbaru sendiri dianggarkan mencapai Rp 1 miliar.

“Jadi masih berlanjut. Karena keselurahan anggarannya 1 miliar rupiah untuk 100 Langgar Musala,” tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Banjarbaru, Aditya, menerangkan penyaluran dana bantuan masjid ini merupakan kewajiban Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memuhi kebutuhan masyarakat dalam hal peningkatan kualitas tempat ibadah. Apalahi khususnya menjelang peringatan Hari Raya Idul Fitri yang dilaksanakan tidak lama lagi.

“Kita ingin memberikan rasa nyaman kepada masyarakat menjalankan ibadah, dari sisi sarana dan prasarana yang terus ditingkatkan. Saya harap bantuan ini digunakan semaksimal mungkin khususnya dalam mempersiapkan tempat ibadah menyambut hari Raya Idul Fitri Nanti,” ucapnya.

Diterangkan Aditya juga selain penyaluran dana hibah tempat ibadah, ia juga menyalurkan paket sembako dan tali asih untuk LPM dan Forum RT/RW. Dengan demikian bantuan tersebut dapat memberikan dukungan khususnya kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Agenda safari ramadhan kemarin juga menjadi kesempatan untuk bertatap muka secara langsung dengan masyarakat Kota Banjarbaru. Semoga bantuan yang telah diberikan dapat benar-benar bermanfaat,” pungkasnya. (MedCen.BJB/RDM/RH)

Gandeng Tenaga Ahli, DPRD Banjarbaru Akan Sampaikan Rekomendasi Terhadap LKPj Wali Kota 2022 Pada 18 April

BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru telah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) untuk tahun anggaran 2022 kepada DPRD Banjarbaru dalam Rapat Paripurna di Ruang Graha Paripurna, Senin (27/3).

Berkaitan dengan ini, DPRD Kota Banjarbaru, berencana akan menggelar Rapat Paripurna penyampaian rekomendasi terhadap LKPj Walikota tersebut pada pekan ketiga April 2023.

“Sesuai dengan agenda Badan Musyawarah (banmus) kami merencanakan penyampaian rekomendasi terhadap LKPj wali kota ini nanti, pada rapat paripuran 18 April,” ucap Wakil Ketua DPRD Banjarbaru, Taufik Rachman, kepada Abdi Persada FM, belum lama tadi.

Menurut Taufik, pembahasan saat ini tengah dilakukan pihaknya bersama dengan tenaga ahli.

“Dalam mengkaji LKPj wali kota ini, kami mendatangkan tenaga ahli dari akademisi, sehingga nanti tentu ada rekomendasi yang akan kami sampaikan pada rapat paripurna tersebut,” jelasnya.

Untuk diketahui, dalam LKPj Wali Kota TA. 2022, secara umum Pembangunan Kota Banjarbaru tahun 2022, sudah berjalan dengan baik. Indeks Pembnagunan Manusia (IPM) mencapai 79,68 persen, indeks Ekonomi berada di angka 7,93 persen, tingkat kemiskinan 4,17 persen, dan tingkat pengangguran terbuka 15,47 persen.

Sementara Pendapatan Daerah Kota Banjarbaru tahun 2022 yang ditargetkan sebesar Rp 1.129.863.588.235, terealisasi sebesar Rp 1.420.271.737.111,36 atau tercapai 125,70 persen.

Begitu juga untuk program-program di Kota Banjarbaru, baik itu program unggulan dan lain-lain, diklaim sudah berjalan optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti RT Mandiri, HomeCare, Urban Farming, Beasiswa Pendidikan Tinggi, Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Berbasis Teknologi merupakan kebijakan strategis yang berorientasi pada penyelesaian permasalahan pada tahun 2022. (RDM/RH)

Banjarbaru Dinobatkan Sebagai 15 Kota Terbaik se-Indonesia Program I-SIM for Cities

BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru diganjar penghargaan atas partisipasinya dalam program Integrated-Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) for Cities, kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas, PT Surveyor Indonesia dan APEKSI.

Dalam ajang penghargaan Indonesia’s SDGs Action Awards yang diselenggarakan sebagai wujud apresiasi kepada pihak yang telah menunjukkan kinerja terbaiknya dalam memberikan aksi nyata untuk mewujudkan progam tersebut, Kota Banjarbaru terpilih sebagai salah satu dari 15 besar kota terbaik.

Program I-SIM for Cities sendiri merupakan gerakan inisiatif untuk mendukung keberlanjutan multi-stakeholders dalam mengelola aspek pembangunan berkelanjutan. Pada tahun 2022, program I-SIM for Cities diikuti oleh 70 dari 98 Kota di seluruh Indonesia, termasuk salah satunya Kota Banjarbaru.

Dari rangkuman laporan hasil penilaian dan dokumen isian Kota Banjarbaru meraih skor 59,13. Sehingga kota berjuluk Idaman ini dikategorikan sebagai “The Encourager” pencapaian SDGs ditingkat Pemerintah Kota seluruh Indonesia.

Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, mengakui bahwa pembangunan yang berkelanjutan memang hal yang sangat penting. Oleh karena itu keikutsertaan pihaknya dalam program I-SIM for Cities diyakini dapat meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Peran serta stakeholder dibutuhkan untuk membangun kolaborasi yang baik agar terjadi akselerasi pencapaian setiap indikatornya. Tentunya kita ingin mensejahterakan masyarakat, namun tetap memperhatikan aspek-aspek lainnya. Inilah yang disebut pembangunan yang berkelanjutan,” ucapnya, Rabu (29/3).

Aditya juga menuturkan penghargan ini menjadi semangat dan motivasi bagi pihaknya untuk memberikan program unggulan dan inovatif berkaitan pembangunan berkelanjutan di Ibukota Kalimantan Selatan ke depannya.

“Ini menjadi vitamin bagi kita untuk meningkatkan semangat dan kerja keras agar bisa lebih baik lagi,” tuntasnya. (MedCenBJB/RDM/RH)

Exit mobile version