BANJARBARU – Melihat banyaknya permintaan kepala sekolah untuk melaksanakan PTM kapasitas 100 persen. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Prov Kalsel tidak serta merta memperbolehkan pelaksanaan PTM penuh.
Kepala Disdikbud Prov Kalsel M Yusuf Effendi mengatakan, hal tersebut dilakukan karena khawatir akan masuknya varian Omicron COVID-19 ke Kalsel terlebih kedunia pendidikan.
Kendatipun beradasarkan SKB 4 menteri, sekolah yang capaian vaksinnya sudah di atas 80 persen maka diperbolehkan untuk PTM kapasitas 100 persen.
Namun Yusuf menegaskan, untuk melaksanakan PTM penuh, setiap satuan pendidikan di Kalsel wajib memastikan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) maupun siswa sudah divaksin 100 persen.
“Kalau keduanya sudah dipenuhi, silakan menggelar PTM 100 persen,” ucapnya baru baru tadi.
Sebaliknya, jika capaian vaksinmasih di bawah 100 persen, lanjut Yusuf, maka sekolah diminta untuk tetap bertahan dengan PTM terbatas kapasitas 50 persen.
“Kita ingin PTM 100 persen ini sebagai reward (hadiah) bagi setiap satuan pendidikan yang telah berhasil mendorong pelaksanaan vaksinasi,” jelasnya.
Yusuf juga memastikan tak ada warga SMA, SMK, dan SLB yang terpapar COVID-19.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari koordinator pengawas dan pengawas pembina se Kalsel, hingga kini tak ada siswa hingga guru dan ketenaga kependidikan yang terpapar.
“Alhamdulillah tidak ada yang terpapar, artinya PTM terbatas di Kalsel masih tetap berlanjut,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadirkan Mubaligh dan Ulama Nasional Abuya DR. Arrzay Hasyim untuk memberikan kajian tasawuf kepada warga di kampung kelahirannya, Sungai Jingah Surgi Mufti, Kamis (3/2).
Suasana Kajian Tasawuf Keliling di Sungai Jingah
Bukan hanya warga Sungai Jingah dan sekitarnya, kajian ini juga dihadiri sejumlah Kepala Satuan Kepala Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, tokoh masyarakat hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel yang tinggal di sekitar lokasi Langgar At-Taqwa dimana kajian ini digelar.
Kajian keagamaan yang digelar Gubernur Kalsel yang kerap disapa Paman Birin yang merupakan warga asli Sungai Jingah ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi. Menurutnya, kajian seperti ini memberikan motivasi kepada warganya untuk terus melakukan hal-hal positif.
Anggota DPRD Kalsel, M. Yani Helmi
“Alhamdulillah kita kedatangan tamu yang luar biasa. Kami berterimakasih kepada Bapak Gubernur Kalsel yang telah mengundang Abuya Ustadz Arrazy Hasyim. Beliau jauh-jauh datang ke Kalsel, khususnya Banjarmasin untuk memberikan pencerahan kepada warga kami di Sungai Jingah dan sekitarnya. Bahkan dari luar Sungai Jingah pun banyak yang hadir,” katanya kepada wartawan.
Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini berharap kajian tasawuf keliling ini bisa menjadi agenda setiap tahun bahkan setiap bulan oleh Paman Birin dengan menyasar seluruh kampung dan desa di penjuru Kalsel, bukan hanya di Sungai Jingah. Apalagi, lanjutnya, dalam waktu dekat, umat Islam akan menghadapi bulan Ramadhan sehingga Gubernur Kalsel diharapkan lebih sering dan giat menggemakan safari keagamaan di Banua.
“Jangan hanya setahun sekali. Tapi kalau bisa sering-sering Abuya Ustadz Razi bisa datang ke Banjarmasin. Kita juga berharap Bapak Gubernur agar sering-sering safari seperti ini. Apalagi mendekati bulan Ramadhan. Bahkan di bulan Ramadhan kit harapkan safari keagamaan ini bisa lebih sering dengan mendatangkan Abuya Ustadz Razi maupun ulama-ulama lainnya,” jelasnya.
Untuk diketahui, sebelum di Sungai Jingah, Ustadz Razi yang merupakan pendiri dan pengasuh Ribath Nouraniyah lembaga kajian turats, ilmu akidah, tasawuf dan amaliah zikir yang berpusat di Ciputat Tangerang Selatan Banten ini juga menyambangi Sekumpul Martapura bersama Gubernur Kalsel beserta jajarannya untuk berziarah dan memberikan “suntikan” keagamaan kepada warga sekitar. Di Banjarmasin sendiri, ada dua lokasi yang menjadi sasaran kajian yakni di Sungai Jingah dan kawasan Alalak. (NRH/RDM/RH)
BANJAR – Meski dalam situasi pandemi COVID-19, banyak rangkaian kegiatan positif yang dilakukan Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin dalam memperingati HUT nya yang Ke- 50.
Setelah sukses mengelar aksi donor darah Rabu (2/2) kemarin, kini Basarnas Banjarmasin menggelar gerakan penghijauan. Kegiatan penanaman pohon di objek Agro Wisata Taman Hutan Raya (TAHURA ) Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar pun dilaksanakan, Kamis (3/2) Pagi.
Dalam kegiatan bakti sosial berupa penanaman bibit pohon di objek Agro Wisata TAHURA Sultan Adam Mandiangin ini, di ikuti oleh 95 Orang peserta. Diantaranya ASN, PPNPN dan perwakilan anggota dharma wanita Persatuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.
Diawali dengan penanaman bibit pohon oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad, kegiatan ini setidaknya menyediakan 150 bibit pohon produktif yang ditanam. Diantaranya bibit pohon Rambutan (Nephelium Lappaceum), Durian (Durio), Kelengkeng (Dimocarpus Longan), Jeruk Nipis (Citrus Aurantiifolia), Mangga (Mangifera Indica), Alpukat (Persea Americana) dan Jambu Air (Syzygium Aqueum).
Kepala UPT TAHURA Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar Ainun Jariah mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, karena telah melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa penanaman bibit pohon produktif.
“Saya mengapresiasi kegiatan penanaman bibit pohon pada hari ini dan berharap dapat memberikan sumbangsih kepada lingkungan, selain untuk manfaat penghijauan alam, setelah bibit pohon tumbuh besar masyarakat dapat memanfaatkan hasil dari pohon itu sendiri nantinya,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito (BPDASHL) Kalimantan Selatan Siswo. Ia juga sangat senang dengan kegiatan penghijauan yang melibatkan pihaknya ini. Menurut Siswo dalam kegiatan ini pihaknya memberikan dukungan dengan menyediakan bibit tanaman produktif untuk ditanam.
“Kami mempunyai tempat persemaian berbagai jenis bibit pohon untuk ditanam, dalam kegiatan BASARNAS kali ini kami support bibit tanaman produktif agar bisa ditanam dan cocok dengan karakteristik lahan di lokasi yang sudah ditentukan, nanti apabila ada lagi gerakan penghijauan seperti ini kami akan bantu dengan bibit pohon yang lebih bervariasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin Al Amrad menyampaikan, penanaman pohon ini selain untuk menyambut Hari Ulang Tahun Basarnas Ke-50 juga merupakan semangat BASARNAS untuk menyelamatkan bumi dengan gerakan menanam pohon.
“Jadi apa yang kita lakukan ini merupakan bentuk kepedulian Kantor Pencarian Dan Pertolongan Banjarmasin untuk menghijaukan lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Dengan melakukan penanaman bibit pohon ini, ia berharap nantinya akan menghijaukan obyek Agro Wisata TAHURA Sultan Adam Mandiangin.
“Secara ilmiah setelah pohon ini besar, tentu akan menyumbang oksigen serta hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar, juga sebagai upaya dalam mencegah terjadi nya bencana banjir yang akhir-akhir ini menjadi tragedi setiap tahun yang di rasakan warga Kalimantan Selatan, semoga kita selalu terhindar dan dijauhkan dari marabahaya dan bencana alam,” pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan ini terlaksana juga karena adanya Kerjasama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin dengan UPT TAHURA Sultan Adam Mandiangin Kabupaten Banjar sebagai penyedia lokasi penanaman, dan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito (BPDASHL) Kalimantan Selatan sebagai penyedia bibit pohon yang akan ditanam. (SAR.BJM-RDM/RH)
BANJARMASIN – Penulis novel “Layangan Putus”, drh Eka Nur Prasetyawati alias Mommy ASF menjadi pembicara dalam acara Meet And Greet Kekuatan Literasi di aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel, Rabu (2/2).
Suasana Meet And Greet Bersama Penulis Novel Layangan Putus
Kehadiran penulis novel viral yang diprakarsai oleh Dispersip Kalsel tersebut mendapat sambutan luar biasa dari seribu lebih peserta, baik on-site maupun virtual. Tidak hanya dari Kalsel, peserta yang mengikuti secara virtual berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan ada yang dari Aceh.
Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan pihaknya mendatangkan penulis-penulis terkenal ke Kalsel sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat Banua.
“Ini merupakan kegiatan kami yang pertama di tahun 2022 untuk mendatangkan penulis-penulis terkenal ke Banua. Alhamdulillah pada hari ini kita kedatangan narasumber yang sangat dinantikan, dia merupakan seorang perempuan yang hebat, dan berkarakter,” katanya.
Meskipun Kalsel telah mendapatkan Indeks Pembangunan Literasi (IPL) tertinggi di Indonesia, namun Nurliani menegaskan Dispersip Kalsel berkomitmen akan terus mendatangkan penulis-penulis terkenal lainnya ke Kalsel untuk berbagi ilmu literasi.
“Setelah ini Insya Allah kami akan mendatangkan lagi penulis-penulis terkenal lainnya seperti Dian Purnomo, Sandi Nugroho, dan lainnya. Di tahun 2022 ini kami menargetkan minimal 10 orang penulis untuk diundang. Untuk ananda Eka kami berencana akan mengundang kembali di lain waktu, dan akan kami bawa roadshow ke beberapa daerah di Kalsel,” jelasnya.
Sementara itu, Eka Nur Prasetyawati bersyukur bisa hadir di Dispersip Kalsel untuk menyapa sekaligus berbagi ilmu kepada masyarakat Banua, meskipun peserta yang berhadir langsung ke lokasi kegiatan hanya dibatasi 200 orang.
“Saya untuk kegiatan meet and greet ini baru dua kali pertama di Malang dan yang kedua di Kalsel ini. Saya sangat senang karena dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di seluruh Indonesia, baru Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel yang pertama kali mengundang saya,” katanya.
Tidak hanya itu, melalui kegiatan bertajuk “Kekuatan Literasi” itu, Eka juga menceritakan perjalanannya dalam menulis novel Layangan Putus yang kini menjadi salah satu web series yang digemari banyak orang.
“Jadi saya mulai tulis ini (Layangan Putus) di salah satu grup Facebook, dan untuk judul tersebut merupakan bentuk spontanitas saya saat saya melihat tulisan layangan putus di depan saya. Saya menulis ini lumayan lama dari tahun 2019 sampai 2020 baru di publish, ini karena saya juga punya kesibukan atau pekerjaan yang lain, ditambah mengurus kepindahan dari Bali ke Malang,” tutur Eka.
Salah satu peserta acara, Sekretaris Gatriwara DPRD Kalsel Emilda Khairiani Iskandar Zulkarnain mengaku sangat senang dan banyak hal yang menarik yang didapat dari pertemuan tersebut.
Peserta Meet And Greet dari perwakilan Gatriwara Kalsel
“Diera globalisasi saat ini, literasi sangat penting agar mempunyai wawasan yang luas sehingga kita tidak menjadi orang yang terpencil,” katanya didampingi Bendahara Gatriwara DPRD Kalsel, Yuana Dewi M. Yani Helmi
Wakil Ketua Gatriwara DPRD Kalsel, Sanita M Syaripuddin menambahkan pihaknya berharap agar Dispersip Kalsel bisa terus mengundang penulis-penulis terkenal lainnya.
“Mudah-mudahan Dispersip kembali mengundang penulis terkenal lainnya seperti Mommy ASF yang sangat menginspirasi khususnya bagi para wanita untuk tetap sabar, tangguh, lebih kuat dan pemberani dalam menghadapi permasalahan kehidupan,” harapnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang pesat, kebutuhan perumahan termasuk fasilitas perumahan dan lingkungannya juga meningkat. Semakin berkualitas fasilitas perumahan, semakin menunjukkan taraf sosial ekonomi penghuninya.
Sehubungan dengan hal tersebut, Pemprov Kalsel membentuk sinergitas antar Kelompok Kerja (Pokja) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dengan Pokja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) dan Pokja Sanitasi.
Selaku Koordinator di Bidang Kemitraan, Informasi dan Evaluasi dalam Pokja tersebut, Kepala Bidang Informasi dan Statistik Diskominfo Kalsel Syarifah Norhani mengatakan, Pokja ini sendiri melibatkan berbagai dinas terkait, seperti BAPPEDA, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan lainnya.
Kabid Informasi dan Statistik Diskominfo Kalsel, Syarifah Norhani
“Banyak pelaku yang terlibat dan program yang ada memadukan kapasitas dan komitmen untuk berkoordinasi dan berkolaborasi, serta kemampuan untuk menyusun rencana kerja,” jelasnya, Rabu (2/2).
Syarifah menambahkan, kebijakan penanggulangan kumuh merupakan tugas bersama yang tentu tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga memerlukan keterlibatan semua pihak selaku pemangku kepentingan.
“Kita akan mencari peserta yang aktif untuk mengumpulkan data siapa yang layak untuk mendapat bantuan, lalu siapa saja yang rumahnya masih tergolong kumuh di seluruh Kabupaten Kota,” ungkapnya.
Melalui Pokja ini diharapkan adanya peningkatan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan agar terwujud permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel menggelar peringatan Isra Mi’raj Baginda Nabi Muhammad SAW 1443 H, acara ini digelar di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (2/2) siang. Acara peringatan Nabi Besar Muhammad SAW ini dihadiri ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah provinsi Kalsel beserta Kepala Dinas (Kadis) beserta tamu undangan lainnya.
Pada peringatan Isra Mi’raj ini, Pemprov Kalsel mengundang ulama besar DR H Arrazy Hasym atau yang akrab disapa Buya Hasim.
Dalam sambutannya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menyampaikan, dengan diadakannya Isra Mi’raj ini, pihaknya berterima kasih kepada seluruh ASN lingkup Pemprov Kalsel yang telah berhadir untuk mengikuti peringatan Isra Mi’raj.
“Semoga dengan diadakannya peringatan Isra Mi’raj ini, para tamu undangan yang berhadir dapat mendengarkan ceramah dengan khidmat, dan meneladani sifat-sifat baginda Rasulullah SAW,” ungkap Sahbirin Noor.
Sementara itu dalam ceramahnya DR Buya Arrazy Hasym mendoakan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar diberi kemudahan dan kesabaran dalam memimpin pemerintahan provinsi Kalsel.
“Sahbirin artinya adalah orang yang sabar, sehingga Gubernur Kalsel mudah-mudahan diberi kesabaran dalam memimpin provinsi Kalsel kedepannya agar lebih baik,” ucap Buya Hasym saat ceramah.
Usai memperingati Isra Mi’raj di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, DR Buya Arrazy Hasym diagendakan akan kembali melakukan ceramah agama dan Isra Mi’raj di Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada malam harinya, dan pada sore harinya, DR Buya Arrazy Hasym diagendakan ke Kab Banjar didampingi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk mendatangi para Alim Ulama yang terdapat di daerah dengan julukan Serambi Mekkah. (MRF/RDM/RH)
BALIKPAPAN – Untuk meningkatkan kualitas kinerja dan produktivitas satuan serta pengembangan karir para perwira, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso memimpin sertijab dan tradisi korps pelepasan serta penerimaan Pejabat Kodam VI/Mulawarman di Aula Makodam VI/Mulawarman Balikpapan, pada Rabu (2/2).
Pada sertijab ini, Kolonel Inf Rudi Puruwito resmi menjabat Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari menggantikan Brigadir Jenderal TNI Firmansyah yang menempati jabatan baru sebagai Irdam III/Siliwangi. Selanjutnya Letnan Kolonel Arh Samujiyo resmi menjabat Kajasdam VI/Mulawarman, mengantikan Kolonel Inf Risa Wilsi yang mendapat jabatan baru sebagai Kasiter Kasrem 043/Gatam Kodam II/Sriwijaya.
Suasana Sertijab pejabat di lingkungan Kodam VI/Mulawarman
Pada upacara tradisi korps pelepasan serta penerimaan ini, Pangdam juga melepas Pamen Ahli Bidang Ideologi Politik Pangdam VI/Mulawarman Kolonel Caj Yuli Marjoko, Psikolog yang akan menjabat sebagai Wakil Kepala Pusat Psikologi TNI AD.
Ditegaskan oleh Pangdam, sertijab ini adalah bagian dari upaya pembinaan satuan serta pembinaan personel melalui Tour of Duty dan Tour of Area dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi, sekaligus untuk penyegaran tugas personel secara berkesinambungan.
“Melalui alih tugas dan jabatan ini diharapkan akan meningkatkan profesionalisme dan menambah pengalaman tugas para Perwira. Selain itu, merupakan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan personel yang lebih efektif,” ujar Pangdam.
Pangdam menaruh harapan besar kepada pejabat baru agar dapat mengembangkan gagasan-gagasan baru yang konstruktif, kreatif dan inovatif, dengan menjunjung tinggi integritas dan komitmen kuat terhadap kemajuan organisasi untuk berbuat yang terbaik dalam menjalankan setiap tugas.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Kodam VI/Mulawarman kepada Kolonel Inf Rudi Puruwito dan Letkol Arh Samujiyo.
Jenderal bintang dua ini juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Brigadir Jenderal TNI Firmansyah, Kolonel Inf Risa Wilsi dan Kolonel Caj Yuli Marjoko atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat di lingkungan Kodam VI/Mulawarman. Semoga pengabdian yang tulus dan ikhlas menjadi amal ibadah dan mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Sertijab tersebut dihadiri para pejabat utama Kodam VI/Mulawarman, para perwira serta Ibu-Ibu Pengurus Persit KCK PD VI/Mulawarman. Pada kesempatan ini juga, telah dilaksanakan Serah Terima Jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 101 PD VI/Mulawarman. (Penrem-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Terkadang pelanggan yang menggunakan layanan kesehatan dalam keadaan tertentu tidak bisa datang ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mungkin terkendala sudah lanjut usia atau yang tidak ingin berisiko jika pergi ke luar rumah di masa pandemi saat ini karena mungkin ada orang lanjut usia atau balita yang tinggal serumah.
Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menangkap keperluan pelanggan tersebut dengan menyediakan layanan “Home Visit” (kunjungan ke rumah).
Kepala Labkes Kalsel, Susi Hermina
“Jadi kalau ada pelanggan kita yang sudah sepuh, misalnya ingin tes swab antigen atau PCR tapi tidak bisa langsung datang ke Labkes, tinggal hubungi nomor customer service kami dan kami langsung jemput,” kata Kepala Labkes Kalsel, Susi Hermina kepada wartawan, di ruang kerjanya, Senin (31/1).
Selain itu, lanjut Susi, Labkes Kalsel juga melayani tes swab COVID-19 pada hari libur, baik hari Minggu atau hari libur nasional jika sudah memenuhi kuota maka akan dilakukan pelayanan.
“Contoh besok (Selasa) itu hari libur, tapi ada anak-anak yang mau berangkat keluar negeri, sekitar 25 orang yang ingin tes swab, kita layani,” jelasnya.
Susi mengatakan terobosan dan inovasi ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan pada tahun 2022. Apalagi saat ini, Labkes Kalsel telah resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (NRH/RDM/RH)
BATOLA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Isra Ismail melakukan edukasi kepada warga sekitaran Pasar Ahad Kertak Hanyar terkait tata cara dan aturan mengelola serta membuang sampah.
Edukasi ini diberikannya melalui sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah di salah satu Rumah Makan di kawasan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala, Sabtu (29/1).
Suasana Sosper 8/2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah oleh Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail
Dalam perda ini, ungkap Isra, diatur secara jelas dan terperinci aturan mengelola serta membuang sampah, baik itu jam yang diperbolehkan membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) termasuk sanksi yang diberikan jika aturan itu dilanggar.
“Sayangnya pengawasan dan pemberian sanksi tersebut belum berjalan maksimal karena masih minimnya tenaga yang dimiliki pemerintah,” katanya.
Sehingga, Politisi dari Fraksi Golkar ini mengharapkan melalui sosialisasi Perda 8/2018, pencegahan pelanggaran bisa diatasi dengan memberikan kesadaran terlebih dahulu kepada masyarakatnya. Dengan meningkatkan kesadaran di masyarakat, menurut Isra, perda ini dipastikan terimplementasi secara maksimal karena turut membantu pemerintah melakukan pengawasan pengelolaan sampah sesuai aturan.
“Kita tahu masyarakat mungkin sebagian ada yang belum memahami dan mengerti tentang pembuangan sampah. Ada yang membuang dari mobil, di got dan lain-lain. Padahal itu dilarang. Jadi kita ingin memberikan pemahaman ke masyarakat supaya penanganan sampah dilakukan jangan sampai dibuang sembarangan. Pertama, hal itu demi kesehatan dan azas kesadaran wajib ditingkatkan itu agar lingkungan baik dan bersih,” jelasnya.
Wakil Rakyat Dapil Kabupaten Banjar ini juga mengajak pihak Dinas PUPR Kalsel untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah ini.
“Warga Pasar Ahad ini sengaja dilibatkan karena sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang dan diharapkan ikut menyampaikan kepada warga lainnya agar bersama-sama menjaga kebersihan di wilayah yang rawan terjadi penumpukan sampah,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)
BATOLA – Keterbatasan lembaga hukum yang tidak sepenuhnya berada di tiap kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai menjadi kendala masih minimnya warga memanfaatkan bantuan hukum gratis oleh pemerintah.
Hal itu muncul saat sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2015 tentang Bantuan Hukum Gratis Untuk Masyarakat Miskin yang dilaksanakan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria Roosani atau yang akrab disapa Tatum disalah satu cafe kawasan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala (Batola), Sabtu (29/1).
Suasana Sosper 10/2015 oleh Anggota DPRD Kalsel Siti Nortita Ayu Febria Roosani
Dalam sosper yang dihadiri warga Berangas Timur Kabupaten Batola itu, menurut Tatum, banyak dari mereka mempertanyakan dimana saja lembaga hukum yang bisa diakses untuk mendapat pendampingan ketika tersandung kasus hukum. Namun, sayangnya, tidak ada satupun lembaga hukum gratis berada di wilayah mereka sehingga tak heran banyak yang tidak memanfaatkan keberadaan Perda ini. Oleh karena itu, Tatum memastikan akan segera menindaklanjutinya ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.
“Jadi tadi ada permintaan dari masyarakat di Berangas Timur karena Batola belum ada lembaga hukum gratis di pemerintah. Hal ini akan kami sampaikan melalui Biro Hukum Pemkab Batola. Insyaallah segera kita sampaikan sehingga bisa ditanggapi. Apalagi banyak warga di Batola ini berada di daerah pelosok dengan keterbatasan sarana transportasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Penyusunan Produk Hukum Pengaturan Biro Hukum Setdaprov Kalsel, Said mengungkapkan hingga saat ini terdata baru ada dua lembaga hukum di Kalsel yang memberikan pendampingan hukum gratis kepada warga tidak mampu. Mengingat lembaga hukum tersebut baru bisa memberikan bantuan hukum gratis setelah mereka memenuhi persyaratan dan mendapatkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM.
“Memang saat ini hampir semua kabupaten/kota di Kalsel tidak ada lembaga hukum. Lembaga bantuan hukum itu ditetapkan oleh Kemenkumham. Tapi setidaknya di 2021 ada dua lembaga hukum yang bisa memberikan bantuan hukum gratis, ini yang kami dorong agar lebih banyak dan mereka supaya terakreditasi dulu jadi baru bisa memberi bantuan hukum,” jelasnya.
Sosialisasi Perda ini sendiri menjadi salah satu upaya untuk membantu pemerintah memaksimalkan pemanfaatan bantuan hukum untuk masyarakat miskin ini. Dewan menghimbau agar warga tak segan untuk meminta pendampingan hukum gratis kepada pemerintah jika terlibat kasus hukum. (NRH/RDM/RH)