BANJARBARU – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Fathurrahman, menyebut, bakal bersinergi serta berkoordinasi dengan seluruh bidang di instansinya agar program strategis yang hendak dilaksanakan terealisasi.
“Setelah kemarin ada pelatikan, saya dipercaya menduduki Dinas Ketahanan Pangan Kalsel dan tentunya masih melakukan orientasi untuk merealisasikan program yang ada,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, beberapa waktu lalu.
Supaya program yang disusun berjalan maksimal dan terealisasi, ia menuturkan, tentu akan dilakukan koordinasi secara intens bersama dengan sejumlah pejabat di bidang teknis terkait di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel.
“Baik nanti dengan eselon III, eselon IV hingga pejabat fungsionalnya,” ucap mantan Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM di Setdaprov Kalsel tersebut.
Selain itu, dia juga akan mendalami indikator apa saja yang menjadi prioritas utama agar program strategis di Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel dapat terealisasi.
“Rencana kerja yang sudah dibuat tentu saya dan bidang lain akan bergerak bersama-sama sesuai tugas dan fungsi dari instansi ini,” ucap Fathur yang juga pernah menjabat sebagai Kadis Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalsel itu.
Sebagai sinergi, Fathur menyampaikan, akan melanjutkan program ketahanan pangan yang sebelumnya pernah dijalankan kadis terdahulu.
“Capaian yang pernah direalisasikan kadis lama seperti bidang distribusi, keamanan dan konsumsi pangan tentu di optimalkan,” jelasnya.
Pejabat eselon II ini yang ternyata sempat menjadi Plt Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, juga mempunyai visi dan misi dalam merealisasikan program ketahanan pangan keluarga.
“Ini menjadi perhatian dan diharapkan dapat meningkat serta jangan sampai nanti urusan beli cabai menjadi masalah. Pada 2017 lalu, saya sebagai Plt sempat menjalankan program ini bersama PKK,” pungkasnya. (RHS/RDM/SA)
BANJARBARU – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Regional Banjarbakula Provinsi Kalsel, melakukan kerjasama bersama salah satu perusahaan tambang terbesar di Banua ini, untuk pemanfaatan oli bekas yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan sebagai bahan alternatif solar. Hal ini diungkapkan Plt. Kepala TPA Regional Banjarbakula Hadi Sufian, belum lama tadi.
PLT Kepala TPA Regional Banjarbakula Hadi Sufian
Hadi menyampaikan, saat melihat oli bekas tidak terpakai lagi dan tidak dipergunakan lagi, pihaknya berinisiatif untuk mengubah oli bekas tersebut menjadi bahan alternatif solar, pembuatan bahan alternatif solar ini merupakan kerjasama yang pihaknya bangun bersama PT Adaro, sehingga dapat memanfaatkan oli bekas.
“Yang ada ini memang alatnya dibangunkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dengan kapasitas 20 ton perbulan,” ungkap Hadi.
Hadi melanjutkan, kedepannya pihaknya akan kembali mengembangkan pembuatan bahan alternatif solar ini, sehingga dapat menampung lebih banyak perbulannya.
“Jadi itu harus ditingkatkan dengan kapasitas paling tidak 100 sampai 300 ton perbulan, karena dengan kapasitas 20 ton perbulan itu kita mengalami kerugian dari segi biaya operasional, sehingga harus ditingkatkan agar TPA Regional Banjarbakula mendapatkan keuntungan,” tutup Hadi. (MRF/RDM/SA)
BANJARBARU – Menjelang perpindahan Ibukota Negara Baru (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim), Pemerintah Pusat sudah menyiapkan berbagai macam kebutuhan untuk IKN, salah satunya kebutuhan pangan untuk IKN, Kalsel yang juga sebagai tetangga dari Kaltim turut dipersiapkan sebagai salah satu penyokong pangan IKN. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Kalsel terus berbenah disektor pertanian, salah satunya membagi kabupaten/kota di Provinsi ini menjadi klaster pangan, salah satunya kota Banjarbaru yang dijadikan sebagai Klaster Hortikultura.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, selama ini kota Banjarbaru sebagai pemasok sayur-mayur dan buah-buahan ke berbagai daerah di Kalsel, sehingga wajar apabila kota ini dijadikan sebagai Klaster Hortikultura.
“Banjarbaru kini menjadi magnet bagi semua orang, sehingga lahan pertanian di Kota ini harus dijaga, apalagi Kota Banjarbaru akan menjadi ibu kota provinsi, sehingga dikhawatirkan lahan pertanian akan semakin berkurang,” ungkapnya.
Syamsir Rahman menambahkan, pihaknya mengakui Kota Banjarbaru memiliki lahan pertanian yang sempit, namun berpotensi sebagai klaster pengembangan tanaman hortikultura seperti cabe, melon, tomat, semangka, labu, bawang, terong dan lainnya. Sehingga pihaknya mengharapkan kepada Pemerintah Kota Banjarbaru agar menjaga lahan pertanian tetap produktif, sehingga dapat dipertahankan menjadi klaster holtikultura di Kalsel.
“Alhamdulillah Pemko Banjarbaru juga sependapat dengan Pemprov kalsel untuk menjaga lahan pertanian, sehingga akan mudah untuk menjaga lahan pertanian di kota ini,” tutup Syamsir. (MRF/RDM/SA)
BANJAR – Dalam rangka mencari bibit bibit atlet handal cabang olahraga balap motor di Provinsi Kalimantan Selatan, maka Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga-nya menggelar Kejuaraan Enduro Banua, di Kiram Park, Sabtu (5/3).
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, digelarnya kejuaraan Enduro Banua ini, sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terhadap perkembangan olahraga balap motor di Banua ini.
“Kepada sejumlah peserta para rider kami mengucapkan selamat bertanding,” ucapnya.
Selain itu, lanjut gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, diharapkan para rider untuk dapat menjaga kesehatan mereka.
“Pada pelaksanaan kegiatan ini, Protokol Kesehatan COVID-19 diterapkan dengan ketat,” ujarnya.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor
Paman birin berharap, pada kejuaraan Enduro ini, akan lahir atlet handal yang dapat membangga Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.
“Tentunya kami berharap pada kejuaraan ini, akan lahir atlet atlet handal,” ucap Paman Birin.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pada kejuaraan Enduro Banua ini diikuti oleh rider rider dari Provinsi Kalimantan Selatan, sebanyak kurang lebih 300 peserta.
“Kejuaraan Enduro Banua ini diikuti sebanyak 300 peserta,” ucap Hermansyah.
Menurut Hermansyah, untuk event kejuaraan ini akan terus dilaksanakan, bahkan lebih ditingkatkan kembali.
“Sehingga rider rider yang ada di Banua ini, dapat meningkatkan prestasi mereka, baik untuk tingkat daerah serta provinsi, bahkan internasional,” ujar Hermansyah. (SRI/RDM/SA)
BANJARBARU – Realisasi panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2021 di Kalimantan Selatan, mencapai 254,26 ribu hektar, atau turun sekitar 35,57 ribu hektar (12,27 persen) dibanding 2020 yang mencapai 289,84 ribu hektar. Namun pada tahun 2020 dan 2021, puncak panen padi terjadi pada bulan yang sama, yaitu Agustus dengan luasan sebesar 57,97 ribu hektar pada Agustus 2021, dan sebesar 83,63 ribu hektar pada Agustus 2020.
Pada rilis bulanannya di awal Maret 2022, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, Yos Rusdiansyah juga menjelaskan, luas panen padi pada Januari 2022 mencapai 0,55 ribu hektar. Sehingga potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022, diperkirakan seluas 55,23 ribu hektar.
“Dengan demikian, total luas panen padi pada Subround Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 55,78 ribu hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 16,21 ribu hektar (40,96 persen) dibanding luas panen padi pada Subround Januari-April 2021 yang sebesar 39,57 ribu hektar,” papar Yos pada rilis virtual melalui akun media sosial BPS Provinsi Kalsel.
Lebih lanjut Yos mengatakan, produksi padi di Kalimantan Selatan sepanjang Januari hingga Desember 2021, mencapai sekitar 1,02 juta ton gabah kering giling (GKG), atau turun sekitar 133,99 ribu ton GKG (11,65 persen) dibanding 2020 yang sebesar 1,15 juta ton GKG. Produksi padi tertinggi pada 2021, terjadi pada Agustus, yaitu sebesar 219,64 ribu ton GKG. Sementara produksi terendah terjadi pada Desember, yaitu sebesar 2,63 ribu ton GKG.
“Pada tahun sebelumnya, produksi padi tertinggi juga terjadi pada Agustus dan produksi padi terendah terjadi pada Januari,” jelas Yos.
Berdasarkan data BPS, penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2021 terjadi dibeberapa wilayah seperti Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut. Di sisi lain, beberapa kabupaten/kota justru mengalami peningkatan produksi padi, seperti Kabupaten Balangan dan Kota Banjarbaru.
Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021 adalah Kabupaten Barito Kuala, Banjar, dan Hulu Sungai Tengah. Sementara tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah adalah Kabupaten Balangan, Kota Banjarmasin, dan Kota Banjarbaru.
“Jika melihat perkembangan produksi padi selama tahun 2021 menurut Subround, terjadi penurunan produksi padi secara berturut-turut pada Januari-April 2021 dan Mei-Agustus 2021. Yaitu masing-masing sebesar 3,01 ribu ton GKG (1,60 persen) dan 139,26 ribu ton GKG (23,69 persen), dibanding periode yang sama pada 2020. Penurunan produksi padi tersebut disumbang penurunan luas panen yang terjadi pada Januari-April sebesar 7,11 ribu hektar (15,22 persen) dan Mei-Agustus sebesar 38,66 ribu hektar (25,06 persen),” tambah Yos.
Disisi lain, peningkatan produksi padi hanya terjadi pada Subround September-Desember 2021, yaitu sekitar 8,27 ribu ton GKG (2,21 persen) dibanding periode yang sama pada 2020. Pada Januari 2022, produksi padi diperkirakan sebesar 2,47 ribu ton GKG, dan potensi produksi padi sepanjang Februari – April 2022 mencapai 256,68 ribu ton GKG. Dengan demikian, total potensi produksi padi pada Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 259,15 ribu ton GKG, atau naik 74,50 ton GKG (40,35 persen) dibanding 2021 yang sebesar 184,65 ribu ton GKG.
Tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2022 adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Tapin, dan Tabalong.
Sedangkan, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah pada periode yang sama adalah Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Utara, dan Banjar. Sementara itu, Kota Banjarmasin diperkirakan tidak ada produksi padi.
Selanjutnya menurut Yos, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2021 setara dengan 601,33 ribu ton beras, atau turun sebesar 79,28 ribu ton (11,65 persen) dibanding 2020 yang sebesar 680,61 ribu ton. Produksi beras tertinggi pada 2021 terjadi pada Agustus, yaitu sebesar 129,96 ribu ton dan produksi beras terendah terjadi pada Desember, yaitu sebesar 1,56 ribu ton. (RIW/RDM/SA)
BANJARBARU – Kebutuhan guru SMA/SMK/SLB di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencapai 3.831 orang. Sebab itu sebanyak 2.230 guru honorer Kalsel akan diusulkan kembali dalam usulan kebutuhan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2022.
“509 diantaranya sudah mengikuti seleksi PPKPK tetapi tidak lolos,” ucap Kabid GTK Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, baru baru tadi.
Formasi yang dibuka pada seleksi PPPK Pemprov Kalsel tahap 1 dan 2 diungkapkan Rahim ada 1.690 orang, sementara yang lulus hanya sebanyak 1.181 orang.
“Jadi sisanya ada 509 formasi yang belum terisi, dan ini yang kita usulkan bersamaan dengan kebutuhan kita yang tidak dipenuhi oleh pusat,” ujarnya.
Rahim berharap di tahap tiga nanti sisa kebutuhan PPPK ini bisa diakomodir, tujuannya agar Kalsel tak kekurangan guru.
“Karena setiap tahun selalu ada guru yang pensiun dan harapan kita semua guru dapat terangkat,” harapnya.
Rahim mengingatkan, guru yang layak mengikuti seleksi PPPK yakni guru honorer K2, guru honorer di sekolah negeri maupun swasta, serta telah memiliki sertifikat pendidik.
“Selain PPPK untuk guru, kita berharal agar PPPK juga bisa disediakan bagi tenaga kependidikan,” tutupnya. (SYA/RDM/SA)
BANJARBARU – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Nafarin, menyebutkan ada wajah baru yang mengisi deretan lima besar negara dengan nilai investasi tertinggi di Kalsel pada tahun 2021.
Komitmen Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam menarik dan memberikan kemudahan berinvestasi di Kalsel dinilainya memiliki peran paling besar dalam hasil pencapaian ini.
Jika sebelumnya Penanaman Modal Asing (PMA) Kalsel selalu di dominasi oleh negara asia yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Korsel dan Cina. Di tahun 2021 lalu diungkapkannya, PMA Kalsel sudah mulai diduduki oleh negara eropa seperti Jerman dan Belanda.
“Kita merasa bangga dengan adanya dinamika baru ini, mudah mudahan nanti akan ada wajah baru (negara) lain yang berinvestasi di tempat kita,” ungkapnya baru baru tadi.
Berdasarkan urutannya, Jerman berada di urutan kedua di bawah Malaysia dengan nilai investasi sebesar Rp300,539 miliar atau 40,91 persen dari total PMA Kalsel di tahun 2021.
“Mereka (Jerman) bergerak di sektor pertambangan di Kabupaten Tanah Laut,” jelasnya.
Selain Jerman dan Belanda, lanjutnya, Kalsel juga akan kedatangan investor dari Oman yang berencana membangun perusahaan kilang minyak di Kabupaten Kotabaru.
“Kalau kita hitung kemarin nilai investasinya kurang lebih Rp10 triliun,” tambahnya. (SYA/RDM/SA)
Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, mempersiapkan pemilihan duta wisata tahun 2022 ini.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan belum lama tadi menjelaskan, saat ini pihaknya mulai mempersiapkan tahapan pelaksanakan pemilihan Duta Wisata Kalimantan Selatan tahun 2022, sebagai upaya meningkatkan promosi wisata di Banua.
“Sebelumnya kami gelar putri pariwisata, tahun ini diganti namanya duta wisata, karena dibuka kategori putra,” ucapnya
Disampaikan Syarifuddin, untuk di tingkat Kabupaten dan Kota, sebagian besar sudah ada yang melaksanakan di bulan Februari, sedangkan ditingkat Provinsi rencananya setelah perayaan hari raya idul fitri 1443 H atau tepatnya Bulan Mei 2022 mendatang. Ia berharap para peserta yang ingin ikut berpartisipasi mendaftar, maka bisa dari sekarang mempersiapkannya.
“Dengan adanya putra pariwisata dapat semakin membantu kemajuan destinasi wisata di tiga belas kabupaten dan kota, agar lebih berkembang lagi dan dikenal hingga ke mancanegara,” tutur mantan Pjs Bupati Kotabaru itu.
Lebih jauh Syarifuddin menyampaikan, setelah nantinya berjalan lancar dalam pelaksanaan pemilihan Duta Wisata Kalimantan Selatan, pihaknya juga akan mempersiapkan bagi Duta Wisata yang terpilih sebagai pemenang, akan diikutkan ke tingkat nasional.
“Kita punya waktu yang panjang untuk mempersiapkan Duta Wisata, agar bisa maksimal ikut dalam kompetisi itu,” tutupnya. (NHF/RDM/SA)
Suasana Kunker Komisi III DPRD Kalsel ke Dishub Jawa Timur
BANJARMASIN – Menyikapi program Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia (RI) dalam rangka menyongsong Zero Over Dimensi Over Load ( ODOL) Tahun 2023, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan studi komparasi terkait keselamatan jalan darat dan laut di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (4/3).
Kegiatan ini dipimpin Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah dan diikuti beberapa anggota Komisi III lainnya serta didampingi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalsel. Gusti Abidiansyah mengatakan tujuan kedatangan pihaknya ke Dishub Jatim guna menggali terkait penerapan program ODOL yang ada di Jatim yang dinilai sudah cukup baik.
“Harapannya hasil pertemuan ini dapat menjadi masukan agar penerapan rencana ODOL ini tahun 2023 di Kalsel bisa berjalan baik,” jelas Politisi Partai Demokrat itu melalui telepon, usai kegiatan, Jum’at (4/3).
Selain itu, Gusti Abidinsyah menyatakan Komisi III DPRD Kalsel menyambut baik rencana pembukaan penyeberangan ke Kalsel di Kecamatan Masalembu Kabupaten Sumenep.
“Kami akan sampaikan kepada pihak-pihak terkait untuk menjembatani persiapan rencana penyeberangan tersebut nantinya,” ucapnya.
Untuk diketahui, rombongan Dewan Kalsel itu diterima oleh Sekretaris Dishub Jatim, Padelan berserta jajarannya. (NRH/RDM/SA)
Suasana monitoring Komisi II DPRD Kalsel ke Bank Kalsel Cabang Tala
BANJARMASIN– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan agar Bank Kalsel Cabang Pelaihari dapat meningkatkan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Dewi Damayanti Said
Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Dewi Damayanti Said kepada wartawan, belum lama tadi.
Menurutnya, dari paparan Kepala Bank Kalsel Cabang Pelaihari di hadapan Komisi II DPRD Kalsel ketika rombongan wakil rakyat tersebut berkunjung kesana pada beberapa waktu lalu, terungkap bahwa penyaluran KUR masih minim dan perlu ditingkatkan.
“Padahal program pembiayaan tersebut sangat bermanfaat bagi para petani dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM),” jelasnya.
Oleh karena itu, Srikandi Dewan dari Fraksi Golkar ini menyatakan Komisi II DPRD Kalsel yang membidangi perekonomian dan keuangan siap membantu agar program penyaluran KUR tersebut dapat berjalan optimal.
Suasana monitoring Komisi II DPRD Kalsel ke Bank Kalsel Cabang Tala
Untuk diketahui, Komisi II DPRD Kalsel yang diketuai Imam Suprastowo melakukan monitoring ke Bank Kalsel Cabang Tanah Laut di Pelaihari pada Selasa (1/3) lalu. Kedatangan rombongan Dewan tersebut diterima Kepala Bank Kalsel Cabang Tanah Laut, Muhammad Hanafi beserta jajarannya. (NRH/RDM/SA)