Pemprov Kalsel Siap Bantu Kabupaten Kota Tanggulangi Banjir

BANJARBARU – Semakin meningginya curah hujan akhir-akhir ini membuat sejumlah daerah di Kalimantan Selatan mengalami banjir. Namun hingga kini Pemerintah Provinsi Kalsel belum menetapkan status siaga bencana banjir.

Disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalsel, Abriansyah Alam mengatakan, penetapan status siaga bencana saat ini masih dalam tahap kajian.

“Kajian dilakukan agar kebijakan nantinya sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” katanya.

Alasan lainnya sebut Alam, karena status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Banua masih belum berakhir.

“Kalau siaga karhutla sudah diakhiri, baru nanti masuk siaga banjir,” ungkapnya.

Terkait kondisi banjir di Kalsel saat ini, Abriansyah menyampaikan, sudah ada tiga kabupaten yang diterjang banjir. Yakni, Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Balangan.

“Yang lumayan parah di HST,” ucapnya.

Untuk menangani banjir, dia menyampaikan, BPBD Kalsel telah mengirim tim reaksi cepat untuk melakukan kajian cepat ke lokasi banjir.

“Di lokasi tim bertugas menghitung berapa yang terdampak, kerugian dan apa saja yang diperlukan,” ucapnya.

Tambahnya, apabila daerah meminta bantuan maka BPBD Kalsel akan langsung memberikannya.

“Misal perlu dapur umum, pemprov siap untuk membantu untuk pengungsi,” ungkapnya.

Selain itu, dia menyebut, Pemprov Kalsel juga siap membantu melakukan evakuasi apabila diperlukan.

“Tim di Kalsel siap untuk berangkat ke lokasi kapan saja. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan, sehingga kami memantau dulu,” sebutnya. (ASC/RDM/RH)

Era Telepon Pintar, Jadi Atensi Bunda PAUD Kalsel

BANJARMASIN – Di era digital telepon pintar sekarang ini, membuka ruang segenap.penjuru informasi komunikasi. Alhasil, ponsel pintar ini tidak hanya dimiliki oleh orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak.

Saat anak-anak memegang gawai , sebagai orang tua kita perlu memberikan pengawasan ekstra. Dibalik kecanggihannya, telepon pintar rupanya membawa efek yang bisa mempengaruhi pola pikir  anak.

Hal itu dituturkan Raudatul Jannah Sahbirin Noor usai dikukuhkan menjadi Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Selatan Masa Bakti 2021- 2024, Jumat (19/11).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Turut menyaksikan pengukuhan Bunda PAUD Kalsel Ketua DPRD Kalsel serta Kepala BP-PAUD  dan Dikmas Kalsel serta undangan terkait.

Bunda PAUD Kalsel didampingi Gubernur Kalsel menyerahkan bantuan alat peraga edukatif

Kegiatan dirangkai dengan pelantikan Bunda PAUD Kabupaten Kota, antara lain Bunda PAUD Tanah Bumbu, Kabupaten Banjar, Bunda PAUD Hulu Sungai Tengah, Balangan, dan kota Banjarbaru.

Raudatul Jannah, menyampaikan, jabatan Bunda PAUD tersebut memang melekat pada seorang istri kepala daerah.

“Tapi ini bukan formalitas saja, kita niatkan sebagai dedikasi untuk mengembangkan pendidikan PAUD berkualitas di daerah masing-masing,” tuturnya.

Ketua PKK Kalsel dua periode ini mengatakan, secara umum Bunda PAUD bertugas membentuk Pokja yang berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemangku kepentingan.

Bunda PAUD  bersama Pokja akan melakukan pembinaan dan pengawasan, yang tujuannya adalah meningkatkan jangkauan dan kualitas layanan PAUD.

Diketahui, masa Pendidikan Anak Usia Dini, terhitung sejak usia 0-6 tahun, merupakan masa  emas bagi pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak.

Di sisi lain, Raudatul Jannah mengungkapkan, penggunaan telepon pjntar yang marak di kalangan anak-anak, menjadi tantangan bagi orang tua.

“Era ini menuntut kita ekstra hati-hati. Arahan orang tua, guru, bahkan lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan agar anak-anak tidak terjerumus penyalahgunaan teknologi,” ujarnya.

Lulusan magister Ilmu Kesehatan Masyarakat ini mengungkapkan keprihatinannya.

“Berbagai kajian membuktikan, anak yang sering bermain smartphone cenderung mengalami penurunan kecerdasan, bahkan pada tingkat tertentu jadi kecanduan,” bebernya.

Kondisi tersebut menjadi atensi Bunda PAUD Kalsel. Ia berpesan, agar Bunda PAUD  mampu memberikan edukasi kepada orang tua dan pendidik.

“Arahkan anak-anak kita agar dapat menjadi manusia yang bermanfaat. Tumbuhkan generasi penerus bangsa yang terhormat,” pesan Bunda Paud Kalsel.

Sementara itu, Sahbirin Noor mengapresiasi kerja Bunda PAUD  yang menurutnya luar biasa.

“Masa depan anak tergantung bagaimana kita mendidiknya saat ini. Di tahun 2050 kelak, kita berharap anak-anak sekarang sudah tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan berguna bagi nusa dan bangsa,” harapnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan bantuan alat peraga edukatif dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Berkas Pendaftar Calon Ketua KONI Kalsel Masuk Tahap Verifikasi

BANJARMASIN – Pendaftaran Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan, berakhir pada Kamis Malam (18/11).

Sekretaris Tim Penjaringan Pendaftaran Calon Ketua KONI Kalimantan Selatan Ahmad Yunani mengatakan, untuk pendaftaran calon ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan resmi ditutup.

“Pendaftaran Bakal Calon Ketua KONI Kalsel telah ditutup,” ucapnya.

Dan, untuk pendaftar di hari terakhir tersebut Bambang Heri Purnama melakukan penyerahan pendaftaran pada Kamis Sore, serta Sutarto pada Kamis Malam.

Menurut Ahmad Yunani, setelah pihaknya menerima berkas pendaftaran calon ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya akan melakukan verifikasi kelengkapan berkas berkas dari pendaftar.

“Setelah menerima berkas pendaftaran, kami melakukan verifikasi,” ujarnya.

Pemeriksaan berkas tersebut, lanjutnya, berdasarkan kelengkapan dan dukungan yang didapat dari pendaftar bakal calon Ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Bambang Heri Purnama kembali mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua KONI Provinsi Kalsel ini.

Enly Hadiyanor selaku penerima mandat penyerahan berkas pendaftaran dari Bambang Heri Purnama mengatakan, ia menyerahkan berkas pendaftaran di hari terakhir dari Bambang Heri Purnama.

Bambang merupakan satu dari 2 (dua) pendaftar yang telah menyerahkan berkas ke panitia.

“Kami berterimakasih berkas diterima langsung oleh Tim Penjaringan Pendaftaran Calon Ketua KONI Kalsel,” ucapnya.

Menurut Enly, pada pendaftaran sebagai calon Ketua KONI Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Heri Purnama mendapatkan dukungan dari 13 KONI kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, serta 34 Cabang Olahraga.

“Untuk dukungan Pak Bambang Heri Purnama mendapatkan dukungan dari 2 KONI Kota serta 11 KONI di Kabupaten,” ungkapnya.

Sedangkan, tambahnya, untuk dukungan dari Cabang Olahraga sampai saat ini, masih berproses.

Seperti diketahui, sejak dibuka pada 18 Oktober – ditutup pada 18 November kemarin, ada dua pendaftar yang telah memasukkan berkasnya ke panitia. Yaitu Bambang Heri Purnama dan Sutarto. (SRI/RDM/RH)

Lakukan Studi Tiru Pengelolaan BLUD, BPSDMD Kalsel Gali Pengalaman ke Pemprov Sumsel

SUMATERA SELATAN – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel mengunjungi BPSDMD Sumsel, di Kota Palembang, untuk melakukan studi tiru dalam penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK- BLUD).

Suasana kegiatan diskusi dan presentase terkait pola pengelolaan keuangan dari BLUD, di aula rapat BPSDMD Sumsel, Kamis (18/11) siang.

Kunjungan ini juga disambut langsung oleh Kepala BPSDMD Sumsel, Tarbiyah yang diwakili Sekretaris BPSDMD Sumsel, Hamdi Darmawan. Kegiatan tersebut diadakan, Kamis (18/11) siang, di ruang rapat BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Muhammad Nispuani dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya atas kesediaan waktu yang diberikan oleh BPSDMD Sumsel. Sehingga, terlaksananya pertemuan itu bersama jajaran pemda setempat.

“Dengan adanya pertemuan ini, semoga kami dapat mengadopsi dan mengaplikasikan langkah-langkah yang diterapkan oleh BPSDMD Sumsel sebagai BLUD,” ucapnya.

Terlebih, ia mengharapkan, pertemuan ini tidak hanya sebagai rekan kerjasama dalam memberikan bimbingan pengalaman. Tetapi, Nispuani menginginkan tali silaturahmi tetap terjalin erat.

“Kami sebagai tamu yang mengunjungi BPSDMD Provinsi Sumsel mengucapkan terima kasih banyak atas kesediannya mau menerima BPSMDMD Kalsel untuk belajar dan melakukan studi tiru di instansi ini, sekali lagi terima kasih,” ungkap Kepala BPSDMD Kalsel, Nispuani.

Sementara itu, Sekretaris BPSDMD Provinsi Sumsel, Hamdi Darmawan mengatakan, sangat senang dengan kedatangan Pemerintah Provinsi Kalsel untuk melakukan studi tiru dan sekaligus mengkaji lebih dalam tentang penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dijalankan pihaknya hingga sekarang.

“Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan oleh BPSDMD Provinsi Kalsel melalui hasil presentase yang sudah kami perlihatkan tadi,” paparnya.

Sekedar diketahui, dalam pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) salah satu keuntungan yang didapatkan adalah sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) dapat digunakan di tahun berikutnya.

Bahkan, PAD yang dihasilkan langsung masuk ke dalam rekening kas tersendiri dan seluruhnya dapat dimanfaatkan oleh pengelola BLUD. (BPSDMD-RHS/RDM/RH)

Paman Birin Dorong Percepatan Reforma Agraria

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membuka Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (18/11).

Gubernur Kalsel (tengah) foto bersama peserta rakor performa agraria

Paman Birin menyampaikan dukungannya atas pelaksanaan program Reforma Agraria.

“Rakor ini kiranya sebagai forum untuk membangun sinergi pencapaian program-program Reforma Agraria  di Kalsel,” katanya.

Menurut Paman Birin, penyelenggaraan reforma agraria merupakan strategi nasional dalam memberdayakan dan menyejahterakan rakyat.

Oleh sebab itu, sejak awal, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya berperan aktif dan mendorong keberhasilan program ini. Salah satunya melalui pembentukan tim Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi Kalimantan Selatan.

Reforma Agraria ditujukan untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah. Disamping itu juga memberdayakan masyarakat melalui akses Reforma Agraria serta menciptakan lapangan kerja untuk mengurangi kemiskinan.

Sebelumnya, Kakanwil BPN Kalsel Alen Saputra mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah mengeluarkan 60 ribu hak atas tanah Reforma Agraria.

“Kalau lahan yang diserahkan kepada masyarakat untuk Reforma Agraria tahun ini saja sudah hampir 60 ribu hektar didominasi kawasan hutan,” katanya.

Menurutnya, lahan itu diberikan kepada masyarakat yang sudah menduduki kawasan terlebih dahulu bukan sebaliknya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

BKOW Kalsel Siap Bersinergi Bersama Pemerintah Daerah

BANJARMASIN – Suasana penuh khidmat mewarnai pengukuhan Pengurus Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2021-2026, di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Kamis (18/11).

Raudatul Jannah Sahbirin Noor selaku penasihat, saat mengukuhkan pengurus menyampaikan optimisme akan kemajuan BKOW ke depan  sebagai jembatan koordinasi antar seluruh organisasi wanita yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dikatakan, optimisme ini dilatari berbagai latar organisasi dan banyaknya jumlah pengurus dalam organisasi. Dan BKOW siap bersinergi bersama  pemerintah mengatasi permasalahan sosial strategis daerah.

Istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini secara khusus menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Hj Fathul Jannah Muhidin, selaku Ketua BKOW, dan seluruh pengurus yang dikukuhkan.

“Banyak sekali ternyata pengurus BKOW. Ini adalah suatu potensi yang besar, kekuatan yang besar apabila pian-pian (kita semua) bersatu, berkomitmen dan bergerak bersama, Insya Allah BKOW akan semakin maju,” harapnya.

Raudatul Jannah juga berpesan agar keberadaan dan partisipasi BKOW dalam membantu pemerintah dan pembangunan masyarakat, dan wanita pada khususnya dapat berkelanjutan dan tidak bersifat sementara.

Terutama dalam  mendampingi dan membantu pemerintah dalam menangani isu-isu strategis seperti wajib belajar 12 tahun, pernikahan usia dini dan juga isu stunting yang sebenarnya saling berhubungan.

Karena menurutnya, apabila anak mendapat pendidikan yang semestinya, lebih mungkin bagi mereka untuk tidak memutuskan menikah di usia dini.

“Anak yang selesai menempuh wajib belajar 12 tahun, pasti berpikiran terus ingin sekolah dan mengaplikasikan apa yang dia dapatkan di sekolah. Sehingga dia ingin bekerja, berkarir dan tidak buru-buru ingin menikah”, jelasnya.

Raudatul Jannah juga menyampaikan, anak yang menikah usia dini, mungkin belum mengerti bagaimana cara mendidik atau mengasuh anaknya. Sehingga meskipun anaknya tumbuh, tetapi kurang terperhatikan  kualitasnya.

Raudatul Jannah meminta seluruh anggota BKOW dan hadiri yang berhadir agar aktif mengedukasi dengan cara persuasif, tanpa menggurui dan menjustifikasi terkait hal ini.

“Tolong diberi pandangan dan sharing, tanpa menggurui dan menjustifikasi. Gunakan bahasa yang betul-betul hati-hati dan santun. Jangan menggunakan kalimat dan penyampaian yang tidak  pas, yang malah dapat menimbulkan sifat apatis”, pesannya.

Di akhir sambutannya, dirinya berharap agar keberadaan BKOW dapat memberikan manfaat terhadap masyarakat di Kalsel.

“Mudah-mudahan dengan keberadaan BKOW, akan mampu menghadirkan organisasi kewanitaan yang kuat, tangguh secara kelembagaan serta produktif dalam melanjutkan kegiatan-kegiatan yang betul-betul memberikan manfaat terhadap masyarakat banua kita di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Selaras dengan Raudatul Jannah, Ketua BKOW Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin mengajak seluruh anggota dan pengurus BKOW untuk maju dan andil bagian untuk Kalsel.

“Saya mengajak kepada seluruh anggota dan pengurus BKOW Kalsel, mari kita majukan BKOW sebagai organisasi wanita terpercaya dan andil bagian dalam mewujudkan wanita-wanita Kalsel maju dan berdaya saing,” ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga menyampaikan bahwa keberadaan BKOW sangat strategis untuk membantu pemerintah dalam menangani berbagai isu di Kalsel.

“Saat ini kesenjangan masih ditemukan di berbagai sektor. Masih banyak anak-anak kita yang belum bisa mendapatkan pendidikan. Lalu tingginya pernikahan usia anak di beberapa daerah di Kalsel dan juga angka stunting. Isu isu ini tidak akan selesai kalau bukan kita sendiri yang turun,” ucapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Hadiri Wisuda STIE Pancasetia, Paman Birin Motivasi Sarjana Baru, Bangkit dan Ciptakan Peluang Usaha

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menghadiri Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pancasetia dalam rangka Dies Natalis XXIX, Yudisium dan Wisuda Pasca Sarjana XXIV dan  Magister Manajemen XIII, di Banjarmasin, pada Kamis (18/11).

Gubernur Kalsel menyerahkan piagam kepada wisudawan

Dalam sambutannya, Ia  menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan/wisudawati beserta orangtua mereka atas kelulusan sebagai sarjana.

“Selamat dan sukses atas kelulusannya, lanjutkanlah menuntut ilmu sampai keluar Kalimantan Selatan. Bahkan kalau bisa sampai keluar negeri,” ucapnya.

Paman Birin sapaan akrabnya, juga mengungkapkan syukur dan bahagia. Pasalnya,  putranya bernama Sandi Fitrian Noor juga diwisuda dan mendapatkan gelar S2 Manajemen.

Ia juga berpesan agar para wisudawan dan wisudawati dengan keilmuan yang dimiliki tetap bersemangat untuk bangkit menciptakan peluang usaha.

“Kembangkan kemampuan untuk berkreativitas dan berinovasi. Ciptakan peluang usaha dan bantu masyarakat. Jika ini bisa diwujudkan  maka kalian adalah sarjana yang sejati,” ucapnya.

Paman Birin mengatakan, pandemi COVID-19 yang masih belum sirna telah merontokkan berbagai sektor ekonomi rakyat. Ini berdampak bagi berkurangnya  kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Semua kita harus terus berikhtiar dan bekerja keras agar bisa melewati dan bertahan. Kata kuncinya kita harus 
bersemangat di samping memohon perlindungan kepada Allah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua STIE Pancasetia Banjarmasin Nurus Sjamsi mengatakan, jumlah mahasiswa yang diwisuda sebanyak 667 orang terdiri dari Jurusan S1 Manajemen sebanyak 212 orang, S1 Akutansi 161 orang. Sedangkan untuk S2 Manajemen sebanyak 294 orang.

“Acara kita kita gelar selama 2 hari, tujuannya agar membatasi jumlah serta menghindari kerumunan, karena kita masih dalam suasana pandemi COVID-19,” ujarnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Dua Raperda Inisiatif DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel terhadap pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kerjasama Antar Daerah dan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif.

Hal tersebut diungkapkan dalam pidato Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, pada rapat paripurna DPRD Provinsi Kalsel masa sidang II yang dipimpin langsung ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, Kamis, (18/11).

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar

“Perda tentang kerja sama antar daerah ini diharapkan dapat menjadi regulasi yang strategis dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan dan percepatan pemenuhan pelayanan publik,” jelasnya.

Apresiasi yang sama juga diberikan Gubernur Kalsel berkenaan dengan Raperda tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang akan dirumuskan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel tersebut.

“Namun, perlu menjadi perhatian kita, raperda ini harus memenuhi unsur-unsur tertib regulasi pembentukan produk hukum daerah,” katanya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila, menyampaikan terima kasih kepada Kepala Daerah Provinsi Kalsel, yang menurutnya sudah sangat responsif mendukung dan mengapresiasi dua raperda tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Karmila

“Raperda inisiatif dewan ini merupakan salah satu wujud komitmen dan kepedulian kita bersama dalam membangun kerja sama antar daerah serta pengembangan ekonomi kreatif di Provinsi Kalsel,” pungkas “srikandi” DPRD Provinsi Kalsel dari Fraksi PAN tersebut. (NRH/RDM/RH)

Dongeng Kak Bimo Membuat Bahagia Anak-Anak PSAA Budi Mulia Banjarbaru

BANJARBARU – Suasana bahagia dan gembira hadir di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Budi Mulia, saat pendongeng nasional Bambang Bimo Suryono alias Kak Bimo, menceritakan beragam dongeng kepada anak-anak penghuni panti pada Rabu (17/11) sore.

Suasana anak-anak PSAA Budi Mulia ketika mendengarkan dongeng dari Kak Bimo

Kepala Seksi Pelayanan PSAA Budi Mulia, Sacik Kartikowati mengucapkan terimakasih kepada Disnas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang telah menggandeng Kak Bimo bersafari mendongeng.

Pasalnya, lanjut Sacik, selama pandemi anak-anak Panti Asuhan tidak pernah keluar untuk melakukan kegiatan dan tidak diizinkan untuk pulang kampung selama dua tahun terakhir ini untuk mencegah penularan virus COVID-19 sehingga tentunya ada rasa bosan dan jenuh.

“Kegiatan mendongeng bersama Kak Bimo berhasil membuat anak-anak panti asuhan terhibur. Kita lihat tadi respon anak-anak sangat berbahagia dan bergembira,” katanya.

Sacik mengharapkan program-program seperti ini selalu dilaksanakan Dispersip Kalsel dan PSAA Budi Mulya terus dilibatkan sebagai sasaran kegiatan Dispersip Kalsel. Sehingga minat baca dan keterampilan mendongeng bagi anak-anak terus meningkat. Selain itu, dalam cerita dongengnya, Kak Bimo juga memasukkan nilai-nilai etika dan adab.

“Semoga hal itu memberikan kesan mendalam bagi anak-anak untuk pembentukan tahap kembang mereka sehingga ketika sudah kembali ke tengah masyarakat bisa menjadi anak yang baik, sholeh dan sholehah,” harapnya.

Sementara itu, Kak Bimo berharap dengan kegiatan mendongeng ini dapat menguatkan perilaku dan budi mulia anak-anak panti yang telah dicanangkan oleh para pengasuh mereka. Hal ini tentunya akan mewarnai karakter anak-anak sebagai pewaris bangsa di masa mendatang.

“Salut kepada Dispersip Kalsel yang telah hadir di tempat ini untuk menggembirakan dan memberikan arah pada kita seperti apa pembentukan perilaku dan budi yang baik melalui dongeng,” ungkapnya.

Kehadiran Kak Bimo sendiri sebelumnya adalah dalam rangka coaching dan peneguhan mental pembelajaran bagi para guru dan anak-anak pada Selasa, (16/11). Dalam kegiatan yang diselenggarakan Dispersip Kalsel ini, ia membagikan teknik skenario penceritaan berbasis kretivitas dalam story telling dihadapan guru dan tamu undangan lainnya di Aula Perpus Palnam Dispersip Kalsel.

Selain itu, Kak Bimo juga mengisi acara bertajuk “November Ceria, PalNam Mendongeng” di hadapan ratusan anak-anak usia dini di Kid’s Library Perpustakaan PalNam pada Rabu (17/11) pagi. (NRH/RDM/RH)

Hadirkan Seluruh Pemegang Saham dan Legislatif, Bank Kalsel Gelar Seminar Pemenuhan Modal Inti BPD

BANJARBARU – Kewajiban akan pemenuhan modal inti yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan OJK (POJK) No. 12/POJK.03/2021, semakin menjadi perhatian serius Bank Kalsel dan para pemegang sahamnya. Hal ini tergambar dalam kegiatan Seminar Pemenuhan Modal Inti Bank Pembangunan Daerah (BPD), yang diselenggarakan Bank Kalsel dengan mengundang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Provinisi Kalsel, OJK, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel serta para pejabat terkait, di Banjarbaru, Selasa (16/11).

Suasana seminar pemenuhan modal inti Bank Kalsel

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan mengumpulkan seluruh pemegang saham Bank Kalsel, tidak terkecuali Gubernur Kalsel untuk menyatukan persepsi agar nantinya dapat bersama – sama membuat komitmen untuk penguatan Bank Kalsel. Dengan berkumpulnya para pemegang saham beserta para pejabat terkait, seminar ini menjadi tempat diskusi yang tepat untuk menemukan solusi pemenuhan modal inti di tengah adanya refocusing anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

I G.K. Prasetya selaku Plt. Direktur Utama Bank Kalsel menyampaikan ada beberapa alternatif yang dapat membantu penyertaan modal inti Bank Kalsel. Dengan skenario agar keuangan daerah tidak terlalu terbebani di tengah pandemi.

“Kami menyadari bahwa jika kewajiban pemenuhan modal inti sepenuhnya dibebankan pada APBD tentunya akan sangat memberatkan keuangan daerah. Di tengah kondisi keuangan daerah yang terkonsentrasi pada penanganan COVID-19 dan upaya pemulihannya, Bank Kalsel menawarkan berbagai skenario seperti pengembalian dividen, revaluasi aset, dan inbreng,” ungkap Prasetya.

Upaya peningkatan modal inti BPD tersebut telah mendapat dorongan dari Kemendagri dan OJK, sehingga dorongan tambahan dari stakeholder BPD di daerah sangat diperlukan. Hal ini disampaikan Haizir Sulaiman selaku Ketua Bidang Syariah Asbanda yang mewakili Ketua Umum Asbanda saat sambutan pada pembukaan acara.

“Upaya peningkatan modal inti ini lebih khusus kepada BPD yang belum bisa memenuhi kebutuhan modal inti sebesar Rp3 triliun pada Desember 2024, salah satunya Bank Kalsel. Untuk ituu, dalam pertemuan kali ini diharapkan peningkatan modal Bank Kalsel mendapat dukungan penuh dari stakeholder dan shareholder baik dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Selatan,” ucap Haizir.

Lebih lanjut, Kepala Departemen Deputi Komisioner Pengawas Perbankan 4 OJK, Panca Hadi Suryatno menyampaikan, bahwa tujuan diberlakukannya POJK No.12 POJK.03/2021 ini adalah untuk memperkuat struktur, ketahanan dan daya saing industri perbankan nasional.

“Dengan kuatnya struktur, ketahanan dan daya saing BPD, bertujuan salah satunya dapat meningkatkan kemampuan BPD dalam mengarungi digitalisasi perbankan. Hal tersebut dilakukan agar Bank Kalsel tetap dapat berfungsi sebagai agen pembangunan daerah,” papar Panca.

Kepala Daerah dan DPRD mesti bersama – sama berupaya penuh meningkatkan atau memenuhi modal inti Bank Kalsel, sebagaimana disampaikan Budi Santosa selaku Direktur BUMD, BLUD, dan Barang Milik Daerah Kementerian Dalam Negeri.

“Kita harus betul – betul serius menyelamatkan Bank Kalsel ini dengan cara Pemerintah Daerah sesegeranya mengadakan rapat dengan mengundang pejabat bidang perekonomian, sekretaris daerah dan DPRD untuk membuat komitmen bersama dengan solusi yang telah dipaparkan tadi. Melihat data saat ini dimana hampir 80 persen dari total keuntungan BUMD di seluruh Indonesia merupakan berasal dari sektor perbankan, maka fokus terhadap penguatan modal Bank Kalsel adalah hal yang tepat,” jelas Budi.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin mengajak semua pihak
untuk saling bersinergi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat, salah satunya turut mendorong pertumbuhan badan usaha daerah, seperti Bank Kalsel.

“Pentingnya komitmen seluruh stakeholder saat ini untuk pembangunan daerah di masa depan, salah satunya penguatan modal Bank Kalsel. Pemerintah Provinsi Kalsel pada dasarnya siap memberikan dukungan dalam rangka membantu Bank Kalsel untuk pemenuhan modal inti tersebut. Namun tentunya diperlukan sinergisitas dan kerjasama seluruh pihak, agar pemenuhan modal inti ini dapat terpenuhi,” tutur Sahbirin.

Lebih lanjut, Paman Birin mengungkapkan bahwa Bank Kalsel telah berkontribusi positif melalui dividen yang diberikan sehingga konsekuensi atas ketidakmampuan dalam memenuhi modal inti menjadi perhatian seluruh pemegang saham.

“Konsekuensi Bank Kalsel apabila tidak dapat memenuhi modal inti menjadi perhatian kita semua. Bank Kalsel sebagai bank milik pemerintah daerah telah memberikan kontribusi positif melalui dividen yang diberikan, sehingga diharapkan melalui forum ini seluruh pihak memiliki satu kesatuan pandangan yang sama terhadap keberlangsungan bank Kalsel yaitu banknya masyarakat Kalsel,” ucap Sahbirin.

Bank Kalsel saat ini konsisten menunjukan kinerja yang bagus dan mampu menyumbangkan kontribusi positif kepada setiap kabupaten/kota di Kalsel.

“Kontribusi positif Bank Kalsel kepada daerah yang terbesar yakni melalui dividen yang diberikan sehingga dapat menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada setiap pemegang sahamnya. Hal ini dapat menjadi alasan yang kuat agar kita dapat bersama – sama merawat dan membesarkan Bank Kalsel ini agar semakin exist dan survive ke depan, terlebih saat ini Bank Kalsel telah bertransformasi dalam peningkatan layanan melalui digitalisasi,” pungkas Prasetya. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version