Pemprov Kalsel Terus Bersinergi Cegah Praktik Korupsi di Sektor Pengadaan Barang Dan Jasa

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan penggunaan barang dan jasa secara elektronik, khususnya dalam memanfaatkan toko daring dan katalog elektronik.

Kepala Inspektorat Daerah Kalsel Ahmad Fydayeen menyampaikan, hal ini penting untuk memenuhi indikator-indikator Monitoring Center For Prevention (MCP) komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khususnya Parameter E-Procurement dalam mendorong pencegahan korupsi.

“Dengan mengoptimalkan sistem pengadaan secara elektronik, kita dapat meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa. ini akan meminimalisir risiko terjadinya penyimpangan, sekaligus mendorong persaingan usaha yang sehat dan adil, ” ungkap Fydayeen mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan Korupsi pada Sektor Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Kalsel, di Ruang Rapat Aberani Sulaiman, Banjarbaru, Jumat (31/5).

Pengadaan barang dan jasa merupakan mekanisme belanja pemerintah yang memegang peranan penting dalam pemanfaatan anggaran negara. Pengelolaan pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan secara efisien, efektif, terbuka dan akuntabel serta bebas dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya berharap dengan adanya rakoor ini mampu memetakan akar masalah terkait pengadaan barang dan jasa Pemerintah di Provinsi Kalimantan Selatan. dengan teridentifikasinya akar permasalahan, kita dapat merumuskan solusi yang tepat dan komprehensif,” lanjut Fydayeen.

Tak lupa, ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memantau dan mengevaluasi setiap tahapan pengadaan barang dan jasa secara seksama. Karena dapat melihat potensi yang begitu besar untuk melakukan penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah sehingga sangat diperlukan pengetahuan, guna mengidentifikasi potensi-potensi terjadinya pelanggaran.

“Penyelewengan dalam pengadaan barang dan jasa, dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti persekongkolan tender, markup harga, penyalahgunaan wewenang dan penyuapan,” ucapnya.

Praktik-praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, tidak hanya merugikan keuangan negara tetapi juga menghambat pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang berkualitas.

“Dengan teridentifikasinya akar permasalahan, kita dapat merumuskan solusi yang tepat dan komprehensif sehingga dapat menyusun saran dan rekomendasi untuk menutup celah-celah tersebut maka sistem pengadaan dapat berjalan dengan baik dan minim penyimpangan,” tutup Fydayeen. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berkolaborasi Dengan BPKP Tinjau Bahan Pokok

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, berkolaborasi dengaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Kalsel, meninjau Bahan Pokok di pasaran, Jumat (31/5).

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan, usai peninjauan mengatakan, guna memastikan harga bahan pokok agar tidak ada mengalami kenaikan di pasaran, pihaknya melakukan pemantauan ke Pasar Induk Sentra Antasari. Mulai dari kepada pedagang beras, telur ayam, telur itik, daging ayam, daging sapi, minyak goreng, gula pasir, bawang merah putih dan ikan. Hasilnya untuk harga tidak ada mengalami kenaikan begitupun ketersediaan masih aman.

Kepala Disdag Kalsel, didampingi Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri

“Kami ingin pastikan rantai pasokan bahan pokok dari distributor ke pengecer hingga tingkat konsumen telah berjalan aman dan lancar,” katanya

Sulkan meminta, bagi masyarakat di Banua, hendaklah tidak melakukan aksi memborong untuk memenuhi keperluan sehari-hari, meski sebentar lagi akan menghadapi Hari Raya Idul Adha, supaya tidak terjadi kekosongan bahan pokok dan kenaikan harganya di pasaran.

“Kegiatan Pasar Murah terus gencar dilakukan secara bergiliran ke 13 Kabupaten dan Kota, hingga 14 Juni 2024 mendatang,” jelasnya

Sementara itu, Auditor Ahli Pertama (BPKP) Kalsel, Muhammad Fadli menambahkan, dari hasil komunikasi dengan pedagang skala besar dan kecil untuk bahan pokok tidak ada mengalami kenaikan dan ketersediaannya dipastikan aman hingga bulan depan. Ia mengapresiasi, digelarnya pemantauan ini bersama Dinas Perdagangan Kalsel, juga didampingi Perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin.

Auditor Ahli Pertama (BPKP) Kalsel, Muhammad Fadli, saat diwancara

“Harga ikan dan daging tidak mengalami kenaikan signifikan, tetapi semuanya masih tergantung dari permintaan masyarakat,” tutupnya.

Untuk diketahui kegiatan yang dipimpin Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Sulkan, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disdag Kalsel, Sutikno, dan Auditor Ahli Pertama (BPKP) Kalsel, Muhammad Fadli, beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Banjarmasin ini meninjau salah satunya Pasar Sentra Antasari. (NHF/RDM/RH)

Memperingati Hari Jadi ke-60, Lautan Manusia Ramaikan Event Bank Kalsel Bershalawat

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-60 tahunnya, Bank Kalsel sukses mempersembahkan event bertema religi untuk seluruh masyarakat Kalimantan Selatan, yakni Bank Kalsel Bershalawat yang mengambil tema “Keberkahan Untuk Banua”, Kamis (30/5) di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WITA ini, mengundang Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dan juga Al-Ustadz H Ilham Humaidi. Puluhan ribu masyarakat Banua yang hadir pun tampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dengan kesiapan panitia pelaksana, event kali ini dapat terlaksana dengan aman, tertib dan sukses hingga akhir acara.

Suasana Bank Kalsel Bersholawat di masjid raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin

Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, kehadiran Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dalam event ini merupakan suatu kehormatan bagi Bank Kalsel dan menjadi berkah bagi masyarakat Banua.

“Beliau adalah seorang ulama besar yang senantiasa menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Saya yakin dan percaya bahwa apa yang disampaikan Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf pada malam hari ini, akan memberikan banyak manfaat bagi kita semua. Oleh karena itu, saya harap kepada seluruh hadirin untuk dapat mengikuti dengan seksama dan mengambil pelajaran dari beliau,” tegasnya.

Dirinya pun dalam kesempatan ini mengajak kepada seluruh hadirin untuk membaca shalawat nabi sebanyak-banyaknya dan mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

“Terakhir yang tidak kalah penting yaitu memohon kepada Allah SWT agar kita semua diberikan hidayah dan taufik untuk selalu istiqomah di jalan-Nya,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengingatkan masyarakat, untuk sama-sama menjaga tali silaturrahmi sekaligus memperkuat keimanan kepada Allah SWT.

“Semoga dengan Bank Kalsel Bershalawat ini kita juga mendapat safaat baginda Nabi Muhammad SAW,” bebernya.

Setelah kegiatan sambutan selesai, dilakukan secara simbolis juga dilaksanakan penyerahan donasi untuk Palestina sebesar Rp100 juta. Bantuan ini sebagai bentuk kepeduliaan terhadap saudara muslim di Palestina yang menderita akibat agresi militer Israel.

Bahkan dalam acara shalawatan itu, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf secara khusus mendoakan Palestina agar terbebas kezaliman Israel dengan Shalawat Asyghil.

“Shalawat ini agar warga Kalsel terhindar dari orang-orang zalim, terutama untuk warga Palestina, sama-sama kita mendoakan melalui Shalawat Asyghil,” tukas Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf.

Terakhir Bank Kalsel Bershalawat sendiri ditutup dengan tausyiah Al-Ustadz Ilham Humaidi. (ADV-RIW/ RDM/RH)

Dispersip Kalsel Umumkan Pemenang Lomba Kompetisi Film Pendek 2024

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan mengumumkan para pemenang kompetisi film pendek dengan tema “Literasi dan Perpustakaan” di Gedung Teater Dispersip Kalsel pada Kamis (30/5).

Nonton Bareng Film Pendek Yang Meraih Juara I Judul Dialektika Di Ujung Joran

Juara pertama diraih film pendek berjudul Dialektika di Ujung Joran karya Dapur Budaya dari kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Kemudian juara kedua diraih judul film Pelita dari Panggoeng Senie Boedaya dari Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan juara ketiga diraih judul film Aku dan Perpustakaan karya Rezer Production dari kabupaten Tabalong.

Perwakilan Dapur Budaya HSS Menerima Penghargaan dari Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani

Sementara itu untuk juara Harapan 1 diraih Mantita Studio dengan karya film berjudul Rabu Kamis. Harapan kedua diraih Kostkine Production dengan karya film berjudul Calistung dan Harapan Ketiga diraih SSA Project dengan film berjudul Buta Aksara.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan lomba film pendek ini bertujuan untuk mempromosikan perpustakaan dan minat baca di Kalsel serta meningkatkan kreativitas anak-anak muda di bidang perfilman.

Bunda Nunung (sapaan akrabnya) juga mempersilahkan anak muda untuk menggunakan Gedung Teater Dispersip Kalsel sebagai wadah untuk berkreativitas sehingga karya mereka bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Saat ini zamannya audio visual, melalui lomba ini kami ingin memfasilitasi mereka untuk berkreasi dalam mengembangkan minat dan bakatnya,” ucapnya.

Sementara Perwakilan Dapur Budaya HSS, Muhammad Aditya Rahmadiyadi mengaku bersyukur karya yang dibuat telah meraih hasil terbaik. Menurutnya film Dialektika di Ujung Joran banyak mengangkat isu lokal sekaligus memperkenalkan budaya yang ada di HSS.

“Kita ketahui orang Banjar suka meunjun dan mawarung yang menjadi salah satu budayanya. Nah ini kita coba angkat ke dalam film karna lebih dekat dengan penonton,” paparnya.

Dalam karya tersebut, menurut Aditya, timnya juga ingin menunjukkan bahwa literasi dan digitalisasi satu hal yang tidak dapat dipisahkan karena pentingnya teknologi dan pemanfaatan media sosial. (NRH/RDM/RH)

Buka Sosialisasi JSN45, Gubernur Kalsel : Pemuda Banua Harus Teladani Pahlawan dan Veteran

BANJAR – Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Daerah Kalimantan Selatan menggelar kegiatan sosialisasi Jiwa, Semangat dan Nilai-Nilai 1945 (JSN45) Tahun 2024, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kabupatn Banjar, Kamis (30/5).

Suasana pembukaan Sosialisasi JSN45

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel, Agus Dyan Nur menilai sosialisasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakan sosialisasi ini dapat membangkitkan semangat dan tekad para anak-anak kita untuk terus meneladani para pejuang-pejuang dulu yang telah membawa kemerdekaan bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Suasana pembukaan Sosialisasi JSN45

Agus menambahkan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati saat ini bukanlah hadiah yang datang dengan mudah melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar dari para pahlawan dan veteran yang telah berkorban jiwa dan raga.

“Karena itu, kita sebagai generasi penerus bangsa wajib untuk menjaga dan meneruskan semangat juang para pahlawan dan veteran,” ujarnya.

Gubernur juga berharap sosialisasi JSN 45 tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tetapi benar-benar di implementasikan oleh para pemuda Banua agar dapat menanamkan nilai kebangsaan.

“pelajarilah sejarah bangsa kita dengan seksama pahami dan hayati nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pahlawan kita, jadilah generasi yang cerdas berkarakter dan berdedikasi tinggi, tunjukkan bahwa kita adalah pewaris yang layak dari perjuangan panjang bangsa ini,” ungkapnya.

Agus mengatakan pemerintahan daerah akan terus berupaya untuk mendukung pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai kebangsaan.

“Tentunya saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, baik itu dilakukan oleh organisasi, komunitas maupun kalangan lainnya di Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Untuk diketahui, sosialisasi tersebut dilaksanakan selama 2 hari yakni 30-31 Mei dan diikuti sebanyak 50 orang peserta dari satuan pendidikan, para veteran, serta organisasi pemuda yang ada di Kalsel.

Turut hadir pada pembukaan sosialisasi tersebut, perwakilan Korem 101/Ant, perwakilan Lanal Banjarmasin, perwakilan Polda Kalsel, perwakilan Pemko Banjarmasin serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)

Jelang Pilkada 2024, Paman Yani Ajak Masyarakat Wujudkan Pesta Demokrasi Damai

KOTABARU – Setelah melewati masa Pemilu pada Februari lalu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengingatkan masyarakat untuk kembali bersiap menyukseskan Pilkada November nanti.

Suasans Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, di Desa Stagen, Kotabaru

Hal itu disampaikan wakil rakyat akrab disapa Paman Yani saat menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila, di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Kamis (30/5).

“Mungkin masih banyak yang belum menerima hasil Pemilu lalu, tetapi suka tidak suka siapapun hari ini Presiden dan anggota legislatif terpilih ya harus diterima,” kata Paman Yani.

Ia mengemukakan keterkaitan pasca Pemilu untuk bersama membangun banua, termasuk dalam menghadapi Pilkada nanti.

Menurutnya, kedewasaan dalam berpikir sangat diperlukan dalam mewujudkan pesta demokrasi yang damai.

“Ini hanya pesta demokrasi. Cobalah menerima siapapun yang menjadi pemimpin dan harus kita dukung bersama. Jadi kehidupan lebih maju secara ekonomi, sosial dan lainnya,” tutur Paman Yani.

Sementara itu, Kasubbid Kelembagaan, Pemerintahan, Perwakilan dan Partai Politik Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko menilai kegiatan sosialisasi ini bisa meningkatkan jumlah partisipasi dalam pemilihan suara.

Harry berharap sosialisasi ini bisa dilakukan seluruh anggota DPRD baik di provinsi maupun kabupaten/kota. Sehingga selain mewujudkan pesta demokrasi yang damai juga

“Seperti pada Pemilu Februari lalu, tingkat partisipasi masyarakat lebih dari 82 persen. Kalau seluruh anggota dewan menggelar sosialisasi seperti ini tidak menutup kemungkinan partisipasi masyarakat bisa lebih meningkat,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Cegah Tindak Korupsi, Pemprov Kalsel Minta Pemkab/Pemko Tingkatkan SPI dan IPAK

BANJARBARU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemprov Kalsel menggelar rapat koordinasi (rakor) Survei Penilaian Integritas (SPI) dan Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) Kalsel, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (30/5).

Suasana rakor SPI dan IPAK Kalsel, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru

Rakor dibuka Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar dan dihadiri langsung oleh Ketua Satgas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Wilayah III-1 KPK RI, Maruli Tua Manurung, dan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan, Hadi Rahman serta perwakilan pemerintah daerah se-Kalsel.

Foto bersama narasumber dan peserta rakor SPI dan IPAK di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru

Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar, sesuai arahan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor meminta semua Pemerintah Daerah se-Kalsel bisa meningkatkan SPI dan IPAK yang berimbas kepada nilai Monitoring Center for Prevention (MCP).

Roy berharap SKPD terkait bisa bersinergi bersama dalam menaikkan angka MCP di tahun ini sebagai upaya pencegahan korupsi guna menuju sistem tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

“Memang nilai MCP di tahun 2023 dari KPK RI untuk Pemprov Kalsel mencapai 84,73 persen dan perlu ditingkatkan,” kata Roy.

Nilai MCP Kabupaten Kota yang rendah tidak luput dari perhatian. Sebab itu pihaknya juga memerintahkan untuk membuat tim pendampingan dalam meningkatkan nilai MCP tahun ini.

Sementara itu, Ketua Satgas Korsupgah Wilayah III-1 KPK RI, Maruli Tua Manurung, menyebut baik SPI dan IPAK Kalsel masih perlu banyak pembenahan guna menciptakan nilai MCP yang baik, sehingga peluang korupsi di daerah semakin kecil.

“Kekurangan yang perlu ditingkatkan dalam hal ini, yakni Sumber Daya Manusia (SDM), jumlah Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) yang masih kurang, bagian perizinan, pengelolaan aset, dan sistem serta integritas di pengadaan Biro Organisasi dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa,” ungkap Maruli.

Di sisi lain, Inspektur Daerah Provinsi Kalsel, Akhmad Fydayeen, mengaku pihaknya juga akan melakukan evaluasi MCP dalam memantau perkembangan capaian untuk menentukan langkah percepatan pemenuhan indikator di SKPD, serta pendampingan kepada Pemda yang nilai MCP rendah.

“Maka dari itu SKPD juga bertangggung jawab dalam memenuhi indikator-indikator tersebut karena keseriusan dan komitmennya dalam menaikkan angka MCP,” tutur Fydayeen.

Untuk mencegah tindak pidana korupsi, lanjut Fydayeen, ada program koordinasi yang dijalankan bersama SKPD, seperti membangun nilai, perbaikan sistem dan efek jera.

Tidak hanya itu, pihaknya juga memberikan pemetaan bagi SKPD yang melakukan kesalahan dalam penyalahgunaan keuangan daerah dan pengawasan serta pendataan dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi.

“Kita harus bersama-sama menghindari segala bentuk penyimpangan yang dapat menjerumuskan kepada tindak pidana korupsi,” pungkas Fydayeen. (SYA/RDM/RH)

Germas Cinta Banua, Paman Birin: Upaya Siapkan Generasi Emas Kalsel

BANJAR – Terhitung sejak Sabtu (25/5) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Remaja Sehat Ceria Inovatif Tangguh dan Aktif Bangun Negeri Bersama (Germas Cinta Banua). Dimulai dari SMA Negeri 4 Banjarmasin, SMA Negeri 2 Banjarbaru, dan berakhir di SMA Negeri 1 Gambut Kabupaten Banjar, pada Kamis (30/5). Di tiga sekolah ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Raudatul Jannah, hadir langsung memantau program tersebut.

Gubernur dan Kadis Kesehatan Kalsel saat disambut di sekolah pelaksana Germas Cinta Banua

Germas Cinta Banua dimulai dengan aktivitas senam bersama seluruh siswa dan guru. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan, diantaranya berupa pemeriksaan tekanan darah, pengecekan berat dan tinggi badan, hingga lingkar pinggang. Tidak ketinggalan pemeriksaan kadar CO2, untuk memastikan para siswa ini, belum melakukan aktivitas merokok. Para siswa juga mendapatkan layanan pemeriksaan golongan darah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah mengatakan, Germas Cinta Banua digelar untuk mensosialisasikan pentingnya melaksanakan gaya hidup bersih dan sehat, dikalangan remaja. Dengan harapan, akan menumbuhkan generasi emas di Kalimantan Selatan.

“Karena keterbatasan anggaran, kita gelar di 3 SMA terlebih dulu. Nantinya aksi ini akan kita laksanakan diseluruh Kalimantan Selatan, termasuk hingga tingkat SMP sederajat,” jelas perempuan yang biasa disapa Acil Odah tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor sangat mengapresiasi aksi yang digagas Acil Odah dan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi tersebut. Mengingat Germas Cinta Banua, diyakini dapat menciptakan generasi milenial Kalsel yang tangguh, dan dapat diandalkan untuk pembangunan Banua.

“Bonus demografi yang didapatkan Indonesia termasuk Kalimantan Selatan pada 2045 mendatang, tentunya memerlukan generasi emas yang tangguh, untuk dapat bersaing secara nasional hingga global. Dan melalui Germas Cinta Banua ini, saya yakin dapat menciptakan generasi emas tersebut,” harapnya.

Gubernur Kalsel menandatangani Komitmen Bersama Mendukung Implementasi Germas Cinta Banua

Di 3 sekolah yang melaksanakan program Germas Cinta Banua, Gubernur bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi serta pihak – pihak terkait, menandatangani Komitmen Bersama Mendukung Implementasi Germas Cinta Banua Mewujudkan Kalsel Maju. Selain itu, dilakukan pula pengundian hadiah door prize dengan hadiah utama satu unit sepeda motor, persembahan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Raudatul Jannah. (RIW/RDM/RH)

Optimalisasi Angkatan Kerja, Lemhanas RI Gelar FGD di Kalsel

BANJARMASIN – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Republik Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Optimalisasi Angkatan kerja Guna Pemanfaatan Bonus Demografi Dalam Rangka Memperkuat Ketahanan Sosial Budaya” di salah satu hotel berbintang, pada Kamis (30/5).

Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lemhanas RI, Eko Margiono dan dihadiri oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Roy Rizali Anwar selaku Keynote Speaker.

Suasana FGD yang digelar Lemhanas RI di Banjarmasin

Dalam sambutan Gubernur Kalsel yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel menyambut baik kunjungan Lemhanas RI diyakini dapat menghasilkan sinergi dan kolaborasi bagi pembangunan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Sesuai temanya, kajian jangka panjang ini kita harapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis bagi upaya optimalisasi angkatan kerja guna pemanfaatan bonus demografi,” harapnya.

Roy menjelaskan berdasarkan data BPS, jumlah penduduk angkatan kerja di Kalimantan Selatan pada Februari 2024 tercatat sebesar 2,18 juta jiwa. Jumlah tersebut sedikit meningkat dari Agustus 2023, yang tercatat sebanyak 2,17 juta jiwa, di mana proporsi angkatan kerja terbanyak berada di kota Banjarmasin sebesar 330 juta dan kabupaten Banjar sebanyak 308 juta.

“Hingga tahun 2023, sektor lapangan kerja yang mendominasi berasal dari sektor pertanian, industri, dan jasa. Jika dibedakan berdasarkan wilayahnya, sektor jasa mendominasi wilayah perkotaan, sedangkan sektor pertanian paling banyak diserap tenaga kerja pedesaan,” tuturnya. 

Roy menerangkan salah satu tugas besar yang harus dituntaskan Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan saat ini adalah mendorong tingkat pendidikan angkatan kerja. Tenaga kerja lulusan universitas baru sebesar 12,51 persen, sedangkan tingkatan SMA umum 20,66 persen, dan SMK kejuruan 7,23 persen. Sisanya adalah jenjang pendidikan ke bawah.

“Kita tahu bahwa tingkat pendidikan akan memengaruhi kualitas ketenagakerjaan. Apalagi di era bonus demografi, pasar tenaga kerja akan semakin luas dan kompetitif. Ketatnya persaingan ke depan membutuhkan peningkatan level pendidikan serta skill di bidang teknologi,” tambahnya.

Untuk itu, Pemprov Kalimantan Selatan memandang pentingnya penyiapan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. Hal ini juga demi upaya mengoptimalkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis untuk pembangunan ketenagakerjaan di Banua,” harapnya.

Sementara, Plt Gubernur Lemhanas RI, Eko Margiono mengungkapkan Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi yang kaya dengan kearifan lokal dan budaya serta memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya. Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan masih terkonsentrasi pada sektor primer yaitu pertambangan dan pertanian dimana kedua sektor ini mendominasi sebagian besar perekonomian di Kalsel. Kedua sektor tersebut juga paling tinggi dalam penyerapan tenaga kerja.

“Ke depan, Provinsi Kalimantan Selatan diharapkan tidak selalu bergantung kepada sektor lapangan pekerjaan bidang pertambangan, mineral dan batubara. Mengingat minerba bukan komoditi yang dapat diperbaharui. Transformasi kegiatan perekonomian harus dipikirkan mulai dari sekarang agar tenaga kerja dapat memiliki beragam alternatif di bidang-bidang usaha,” ucapnya.

Di sisi lain pengembangan Ibukota Negara di Kalimantan Timur berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. Massifnya pembangunan di IKN diyakini berdampak pada peningkatan aktivitas perekonomian dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya.

“Sehingga penting upaya pemerintah bersama lintas sektoral agar dapat merumuskan strategi pengembangan ekonomi dan sumber daya manusia untuk siap menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan bagi penduduknya serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir beberapa narasumber dan pembahas, antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti, Wakil Rektor Universitas Lambung Mangkurat, DR Iwan Aflanie, Ketua Aliansi Pekerja Buruh Banua, Yoeyoen Indharto. (NRH/RDM/RH)

Cabor Binaraga Kalsel Berhasil Loloskan 4 Atletnya Ke PON 2024 di Medan dan Aceh

BANJARMASIN – Cabang Olahraga (Cabor) Binaraga asal Kalimantan Selatan, berhasil meloloskan 4 atletnya ke PON tahun 2024 di Medan dan Aceh.

Ketua Persatuan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI) Kalsel Mustohir Arifin menjelaskan, saat ini pihaknya terus melakukan persiapan para atlet mereka yang lolos PON Tahun 2024 di Medan dan Aceh mendatang.

Ketua PBFI Kalsel Mustohir Arifin

“Dalam waktu dekat ini akan ada ajang pertandingan binaraga di Batam. Dan, seluruh atlet Kalsel yang lolos PON akan mengikuti kegiatan tersebut,” ungkap Mustohir belum lama tadi.

Event Binaraga di Batam itu, lanjutnya, sebagai ajang uji coba para atletnya, untuk mengukur peningkatan kemampuan menjelang, pelaksanaan PON Tahun 2024 di Medan dan Aceh mendatang.

“Sehingga diharapkan atlet Kalsel yang lolos PON tersebut, dapat memberikan prestasi yang baik pada ajang tersebut,” ucap Mustohir.

Sementara itu, Pemprov Kalsel berharap cabor binaraga dapat memperoleh medali pada PON 2024 di Medan dan Aceh.

Harapan ini disampaikan Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto.

Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto

“Saat ini Pemerintah Provinsi dan seluruh cabang olahraga yang lolos pada PON mendatang, terus melakukan persiapan,” ujarnya.

Termasuk persiapan cabang olahraga Binaraga, yang saat ini rutin mengikuti pertandingan dan latihan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, Cabor Binaraga dapat memberikan medali pada pelaksanaan PON mendatang,” ucap Heru. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version