Penumpang Bandara Syamsudin Noor Meningkat Sejak September

BANJARBARU – Bandara Internasional Syamsudin Noor mengalami lonjakan penumpang sejak September 2021 lalu. Penyesuaian tarif Polymerase Chain Reaction (PCR) yang awalnya mencapai jutaan rupiah sekarang hanya sebesar Rp525.000 diduga menjadi faktor utama lonjakan penumpang.

Selain itu menurut Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor, lonjakan penumpang terjadi akibat level PPKM di pulau Jawa dan Bali yang menurun hingga ke level 2.

Stakeholder Relation Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor

“Event (acara) seperti PON kemarin juga menjadi salah satu penyebab lain terjadinya lonjakan penumpang ini,” jelas Zulfian kepada Abdi Persada FM, Senin (4/10).

Zulfian membeberkan lonjakan penumpang pada September bahkan mencapai 70 persen dibandingkan dengan Agustus.

“Dibulan September 2021 tercatat kita melayani penumpang mencapai 77 ribu orang, sedangkan di bulan Agustus kita hanya melayani sebanyak 44 ribu orang penumpang,” terang Zulfian.

Jika dihitung rata-rata penumpang selama September mencapai 2.580 perhari. Dengan jumlah penumpang keberangkatan sebanyak 38.050 dan 39.172 penumpang yang datang dari luar daerah.

“Rute perjalanan yang paling banyak di minati hingga saat ini yaitu wilayah Jakarta dan Surabaya, baik dalam keberangkatan maupun kedatangan,” paparnya.

Meskipun mengalami lonjakan, hingga saat ini tujuan penumpang melakukan penerbangan karena urusan bisnis dan pekerjaan. Hal tersebut dijelaskan Zulfian dapat dilihat dari rata rata penumpang yang berusia 40 tahun.

Zulfian menambahkan di Kalimantan Selatan baik penumpang yang mau melakukan penerbangan ataupun yang datang masih diwajibkan untuk membawa surat keterangan hasil tes PCR dalam jangka waktu 2×24 jam serta menunjukan bukti vaksin COVID-19 minimal dosis pertama.

“Untuk pulau Jawa dan Bali boleh cukup membawa surat keterangan antigen jika sudah melakukan vaksin dua kali, namun untuk Kalimantan Selatan masih mewajibkan surat keterangan PCR karena masih berada di PPKM level 4,” tutupnya. (TR21-01/RDM/RH)

Wisuda STIENAS dan AKPARNAS Banjarmasin Diharapkan Dapat Membangun Banua

BANJARMASIN – Untuk menunjang pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan, maka para sarjana yang diwisuda STIENAS dan AKPARNAS Banjarmasin, diminta dapat membangun Banua ini.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Yayasan Pendidikan Bandarmasih Zairullah Azhar, pada saat memberikan sambutan pada saat diesnatalis dan wisuda sarjana dan diploma tiga Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) dan Akademi Pariwisata Nasional (AKPARNAS) Banjarmasin, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Senin (4/10).

Ketua Yayasan Pendidikan Bandarmasih Zairullah Ahzar

“Meski selama dua tahun ini dunia pendidikan terpengaruh pada saat pandemi COVID-19, namun mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan mereka. Meski melalui pembelajaran daring atau online,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, diharapkan para wisudawan ini dapat menyumbang ilmunya, untuk Pembangunan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Tentunya kami berharap para wisudawan ini, dapat memberikan ilmu pengetahuannya untuk pembangunan di Banua ini,” ujarnya.

Pada saat acara diesnatalis dan wisuda dilaksanakan, tentunya menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar ini juga mengatakan, Pemerintah Kabupatennya memberikan beasiswa kepada warganya, untuk jenjang pendidikan S1.

“Pemerintah Tanah Bumbu saat ini perduli terhadap pendidikan, sehingga warga Kabupaten Tanah Bumbu diharapkan mampu bersaing kedepannya,” tutur Zairullah.

Mengingat, lanjutnya, lokasi kabupaten ini berbatasan dengan Ibukota Negara baru, yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Untuk menunjang pendidikan warganya tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, memberikan bantuan beasiswa kepada warga setempat, untuk jenjang pendidikan S1.

“Sebagai daerah penyangga ibukota negara baru, tentunya perlu ditunjang, dengan kemampuan Sumber Daya Manusia dibidang pendidikan di Kabupaten Tanah Bumbu,” ucap Zairullah. (SRI/RDM/RH)

BPAM Banjarbakula : Perbaikan Pipa Bocor Diprediksi Dua Pekan Selesai

BANJARBARU – Perbaikan pipa di Desa Mandi Kapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, milik Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula masih tahap pengerjaan. Kondisi tersebut diprediksi akan berlangsung hingga dua pekan.

Kepala BPAM Banjarbakula, Nazrudin Alhaidar mengatakan, terjadinya kebocoran ini membuat pihaknya harus ekstra bekerja, salah satunya harus memanggil teknisi ahli dari luar Kalsel. Mengingat, selain pengalaman yang dimiliki, pipa merupakan hibah dari kementerian itu ternyata dibuat spesial dari negeri gingseng, Korea Selatan.

Kepala BPAM Banjarbakula Provinsi Kalsel, Nazrudin Alhaidar

“Sudah dilakukan perbaikan dan kami memanggil teknisi dari Surabaya, yang mana, ia sudah pernah belajar di sana. Kalau pipanya memang khusus dan Kalsel bahkan di kabupaten mana pun belum memiliki barang ini,” ujarnya, kepada Abdi Persada FM di ruang kerjanya, Senin (4/10) siang.

Bahkan, ia mengakui perbaikan yang masih dalam tahap pengerjaan itu diketahui membutuhkan waktu hingga dua pekan, agar air baku yang akan diolah menjadi air bersih dapat mengalir seluruhnya menuju saluran utama BPAM Banjarbakula.

“Dari pelaksana lapangannya perkiraan estimasi waktunya seperti itu. Progres sekarang, mereka masih melakukan proses penggalian,” bebernya.

Nazrudin menuturkan, total panjang keseluruhan pipa yang masih dalam tahap perbaikan itu sekitar 24 meter dan berada di Desa Mandi Kapau, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

“Setelah digali, selanjutnya dilakukan pengecekkan baru dilaksanakan proses penggantian. Panjangnya masing-masing dari kiri dan kanan seluruhnya ada sekitar 12 meter,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Proyek Peningkatan Jalan di HSU Diharapkan Berjalan Lancar

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan proyek peningkatan jalan di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berjalan lancar. Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kalsel Bidang Pembangunan dan Infrastruktur, Sahrujani kepada wartawan, Senin (4/10).

Untuk itu, Komisi III DPRD Kalsel bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel melakukan peninjauan ke lokasi peningkatan jalan lingkar HSU pada Jum’at 1 Oktober lalu.

“Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan apakah pekerjaan tersebut sudah memenuhi kriteria yang ditentukan,” katanya.

Diungkapkan Wakil Rakyat Dapil 5 ini, bahwa saat ini proyek peningkatan jalan Lingkar Utara Amuntai baru terbangun sepanjang 1,2 kilometer dari panjang 2,5 kilometer jadi masih tersisa 1,3 kilometer lagi guna penyempurnaan jalan yang merupakan jalan perlintasan/penghubung dari Banjarmasin menuju ke Provinsi Kalimantan Tengah dan sebaliknya dari Kalteng ke Banjarmasin.

“Mudah-mudahan tahun 2022 nanti, proyek ini bisa dilanjutkan sesuai dengan pagu yang direncanakan oleh Dinas PUPR”, harapnya.

Diketahui, peningkatan jalan di wilayah HSU menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kalsel Tahun 2021 dengan total anggaran sebesar Rp9 miliar yang terbagi dalam dua proyek yaitu rehabilitasi Jalan Lingkar Utara Amuntai dan rehabilitasi Jalan Bayur – Pekapuran. (NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Dukung Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Sebagai Padang Pengembalaan

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendukung pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan pengembalaan. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Senin (4/10).

Menurutnya, sektor peternakan merupakan salah satu sektor unggulan di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Kabupaten Tanah Laut yang terus didorong untuk dikembangkan sehingga Kalsel mampu menjadi daerah penyedia ternak.

“Selain itu, Kalsel juga merupakan daerah penyangga yang terdekat dengan ibukota baru nantinya sehingga berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak, ketersediaan pakan hingga memberdayakan sumber daya manusia di bidang peternakan menjadi mandiri untuk menghadirkan produk unggulan yang berdaya saing di pasar domestik dan global,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Imam, pihaknya bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Tanah Laut terkait pemanfaatan lahan bekas tambang PT. Arutmin Indonesia, Jum’at (1/10) lalu. Mereka diterima oleh Kepala DPKH Tala, Suharyo beserta jajarannya.

Pemanfaatan lahan bekas tambang tersebut dilakukan untuk mendapatkan biaya produksi rendah dalam penyediaan pangan hewan yang berupa daging merah baik dari sapi maupun unggas. Salah satunya dengan pinjam pakai lahan bekas tambang PT. Arutmin Indonesia sebagai padang pengembalaan.

“Lahan bekas tambang yang sudah direklamasi merupakan lahan yang sangat potensial untuk pengembangan sapi baik dari sisi luas maupun sumber pakan ternak,” katanya.

Ditambahkan Imam, pihaknya akan menindaklanjuti kunjungan kerja ini dengan mengundang instansi-instansi terkait sehingga pinjam pakai lahan bekas tambang itu bisa segera terealisir.

“Dijadwalkan pada 13 Oktober 2021 nanti, kami akan mengundang Disbunak Kalsel, DPKH Tala, Dinas Kehutanan, Planologi dan Arutmin Indonesia untuk membahas rencana pinjam pakai lahan bekas tambang tersebut,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Kunjungi 2 SDN Banua Anyar

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin, mengunjungi 2 SDN di kawasan Banjarmasin Timur, yakni SDN Banua Anyar 2 dan SDN Banua Anyar 4, Sabtu (2/10).

Kepada sejumlah wartawan Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Noor Latifah  mengatakan, pihaknya mengunjungi SDN Banua Anyar 4, untuk memastikan pembangunan ruangan yang telah diperbaiki. Dari hasil kunjungan lapangan untuk ruang guru, masih dalam tahap renovasi, dananya bersumber dari

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Noor Latifah, saat diwawancara

“Kami ingin memastikan rehab SDN Banua Anyar 4 yang dananya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat berjalan,   karena tahun depan akan mulai diperbaiki ruang kelas lain,” ucapnya.

Noor latifah mengatakan, selain ke SDN Banua Anyar 4, pihaknya juga berkunjung ke SDN Banua Anyar 2, dan saat ini dalam proses tahap pembangunan untuk ruang kelas khusus inklusi. Pihaknya berharap seluruh yang diusulkan semuanya bisa terealisasi.

Salah satu ruang kelas inklusi SDN Banua Anyar 2 yang dibangun

“Dengan ruang kelas yang refresentatif, tentunya akan meningkatkan mutu pendidikan,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin melalui Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi yang juga hadir pada kunjungan tersebut mengatakan, untuk jumlah siswa di SDN Banua Anyar 2 sebanyak 99 orang, ada sekitar 15 orang anak berkebutuhan khusus, sedangkan di SDN Banua Anyar 4 siswanya 100 orang, yang inklusi ada sekitar 20 orang.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi

“Kami upayakan seluruh usulan akan bisa terealisasi,” tutupnya

Untuk diketahui, dalam kunjungan lapangan kali ini diikuti wakil ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Zainal Hakim, sekretaris Taufik Husin, dengan anggota Amalia Handayani, Mira Farialni, Hendra, dan Hari Kartono. (NHF/RDM/RH)

Jelang HUT ke-76 TNI, Danrem 101/Antasari Pimpin Ziarah ke TMP Bumi Kencana

BANJARBARU – Selain kegiatan bakti sosial dan juga anjangsana dalam rangka peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 TNI tahun 2021, juga dilaksanakan ziarah nasional yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Firmansyah, bertempat di TMP Bumi Kencana Landasan Ulin Banjarbaru, Senin (4/10).

Danrem 101/Antasari (tengah) didampingi Danlanal Banjarmasin dan Danlanud Syamsudin Noor saat menaburkan bunga di TMP Bumi Kencana

Peringatan hari ulang tahun ke-76 TNI tahun 2021 ini, mengambil tema bersatu, berjuang, kita pasti menang.

Tampak hadir para pejabat Korem 101/Antasari, Danrindam VI/Mulawarman, Danlanud Syamsudin Noor, Danlanal Banjarmasin, Dandim 1007/Banjarmasin, Dandim 1006/Martapura, Jajaran Dan/Ka Balak Aju Kodam VI/Mulawarman, Danyonif 623/BWU, Dandenzipur 8/GM, Persit KCK Koorcabrem 101 PD VI/Mlw, Jala Senastri, dan Pia Ardya Garini.

Ziarah rombongan dimulai pukul 07.00 WITA diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, yang dipimpin oleh Danrem 101/Antasari dilanjutkan mengheningkan cipta dan diakhiri dengan peletakan karangan bunga di Tugu Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Kencana.  Acara kemudian dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan yang diawali oleh Danrem 101/Antasari dan diikuti para peserta rombongan ziarah.

Dalam keterangannya Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Firmansyah mengatakan, kegiatan ziarah merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 TNI tahun 2021, yang sebelumnya telah dilaksanakan beberapa rangkaian. Yaitu lomba fotografi, lomba voli pantai dan futsal, kegiatan bakti sosial donor darah, juga anjangsana dan puncaknya pada Selasa (5/10) dilaksanakan upacara secara virtual terpusat di Lanal Banjarmasin.

“Kegiatan ziarah ini sebagai wujud penghargaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan negara Indonesia tercinta, dan melalui kegiatan ziarah rombongan dalam memperingati HUT ke-76 TNI, diharapkan kita mampu meneladani nilai-nilai juang yang telah dicontohkan oleh para pahlawan yang telah gugur mendahului kita,” pungkasnya. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Tambang Emas Ilegal di Kawasan Kiram Ditindak

BANJARBARU – Berdasarkan arahan dari Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang memberikan informasi tentang adanya aktivitas tambang emas ilegal di Desa Matang Kanas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Dinas Kehutanan Kalsel bergerak cepat untuk melakukan penelusuran.

Pengangkutan barang bukti tambang emas ilegal

Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel, Haris Setiawan mengatakan, tambang emas tradisional yang dilakukan masyarakat tersebut mereka temukan Senin (27/9) tadi.

“Ada enam orang yang kami temukan sedang beraktivitas di sana,” katanya, Jumat (1/10).

Penemuan tambang emas ujarnya, berawal dari informasi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang melihat sungai di sekitaran Kiram, Kabupaten Banjar keruh.

“Dari informasi beliau (Gubernur), kami lalu diminta ibu (Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel) untuk mencaritahu apa penyebab air sungai keruh,” ungkapnya.

Haris menyebut, setelah menerima arahan dari atasan, pihaknya kemudian mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) guna memastikan apa yang menyebabkan air di Sungai Kiram keruh.

“Dari hasil pulbaket, ternyata ada tambang emas ilegal di sana. Ini lalu kami laporkan ke pimpinan,” sebutnya.

Instruksi untuk mendatangi lokasi yang disinyalir menjadi tambang emas ilegal inipun langsung diberikan Plt Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Fatimatuzzahra.

“Saat kami tiba, ada seorang wanita yang kami temukan beserta mesin pompa yang mereka gunakan menambang. Kemungkinan suaminya lari, saat melihat kedatangan kami,” papar Haris.

Lebih lanjut, tim kemudian mendatangi titik lain yang jaraknya sekitar 100 meter. Di sana petugas menemukan lima orang, beserta mesin dan alat tambang emas tradisional.

“Kami datang bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas ESDM,” ujarnya.

Atas hasil penelusuran ini, petugas lalu mengumpulkan warga yang melakukan penambangan emas secara ilegal itu untuk diberi penjelasan bahwa aktivitas tersebut dilarang.

“Mereka lalu paham dan membuat pernyataan tidak mengulangi kegiatan itu lagi,” ucapnya.

Haris menuturkan, mereka memilih tidak memberikan sanksi kepada warga yang melakukan penambang liar tersebut, karena belum tahu bahwa aktivitas itu dilarang dan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Tapi, kalau mengulangi lagi maka akan kami tindak,” tuturnya.

Namun sebagai bentuk efek jera kepada pelaku penambangan emas secara liar ini ujarnya, semua alat dan mesin yang ada di lokasi itu telah mereka sita.

“Sudah kami bawa ke kantor semua alatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel, Pantja Satata menyampaikan, pihaknya akan terus mengawasi lokasi bekas aktivitas tambang emas ilegal di Desa Matang Kanas.

“Tahun lalu sudah kami stop juga kegiatan di sana. Tapi, tahun ini ada lagi,” ucapnya.

Dia mengatakan, para warga yang tertangkap mengaku baru beraktivitas di sana selama satu bulan setengah.

“Tapi kalau hujan mereka tidak beroperasi,” pungkasnya. (ASC/RDM/RH)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Lawan Balik Hoax dengan Literasi Digital
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Saidi Mansyur, S.I.Kom – Bupati Banjar

🗣️ MODERATOR Rio Brama

🗣️ KEY OPINION LEADER Lady Salsabila – Influencer & Content Creator

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Junaidy, S.Sos., M.I.Kom., M.AB
■ Dosen dan Pengamat Sosial
.
2. Ratyuhono Linggar P.
■ Praktisi SDM, Dosen & Coach
.
3. Hariyadi, S.Sos
■ Redaktur Pelaksana Media Online koranbanjar.net
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Kamis, 07 Oktober 2021
⏰ 14.00 WITA / 13.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigBAN0710

DPRD Kalsel Apresiasi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Berbasis CAT

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi pelaksanaan seleksi kompetensi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Siti Nortita Ayu pada saat melakukan pemantauan pelaksanaan seleksi calon PPPK yang digelar oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel dan Kota Banjarbaru di Gedung Idham Chalid, Minggu (3/10).

Suasana Pemantauan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK oleh Komisi I DPRD Kalsel

Siti Nortita bersama dengan anggota komisi I lainnya yaitu, Gina Mariati dan Burhanuddin, memonitoring pelaksanaan seleksi dengan tujuan untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan dengan lancar dan tertib.

“Kami sangat apresiasi dengan pelaksanaan seleksi PPPK kali ini, prosesnya sangat transparan. Jadi untuk hasilnya kita bisa lihat langsung setelah ujian berakhir, sehingga meminimalisir kemungkinan kecurangan, seperti peserta menggunakan joki dan sebagainya,” kata Siti Nortita.

Sementara, Kepala BKD Provinsi Kalsel, Sulkan mengatakan seleksi kali ini menggunakan sistem berbasis Computer Assisted Test (CAT), sehingga akan sangat sulit untuk melakukan kecurangan pada tes dengan sistem seperti ini.

Sulkan menambahkan sistem CAT ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya sistem CAT ini memiliki Face Recognition, jadi setiap peserta yang masuk akan dicocokkan wajahnya dengan foto pada saat pendaftaran.

“Selanjutnya peserta mendapatkan PIN masing-masing untuk mendapatkan soal ujian yang berbeda-beda, sehingga sangat transparan dan hasil ujiannya sangat cepat untuk diketahui oleh peserta,” jelasnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version