Webinar Literasi Digital Kabupaten Hulu Sungai Selatan; Siapkan Diri Hadapi Transformasi Digital

HULU SUNGAI SELATAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Siapkan Diri Hadapi Transformasi Digital.” di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Sabtu (2/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Bupati HSS, Achmad Fikry, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Amal Bastian, yang menghadirkan narasumber pertama Ratyuhono Linggar Putra, dengan materi tentang ‘Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital.’

Ratyuhono menuturkan, pergeseran media berpendapat saat ini berupa teknologi digital menciptakan negara Demokrasi yang partisipatif.

“Kebebasan berpendapat dan berekspresi adalah hak setiap manusia dan diatur dalam UUD 1945 ayat 3,” ucapnya.

Kebebasan berpendapat yang harus diperhatikan sebagai berikut:

1. Opini. Harus berlandaskan fakta atau data dan dapat dipertanggungjawabkan jika tidak maka akan memunculkan hoax.

2. Kritik. Pada dasarnya merupakan suatu hal atau tindakan yang baik, ketika dilakukan dengan tidak menyinggung atau menyakiti perasaan.

3. Fitnah dan ujaran kebencian. Jelas hal yang negatif dapat berujung pada pencemaran nama baik.

Adapun, tips menyatakan pendapat di media digital ialah:

1. Hindari opini provokatif.

2. Mengetahui isu secara detail.

3. Memikirkan kembali pendapat.

4. Menyampaikan dengan sopan dan santun.

5. Perhatikan peraturan pemerintah.

“Ada atau tidak adanya hukum atau aturan maka kita tetap harus menghormati, bijak, dan paham beretika di media sosial,” tuturnya.

Narasumber kedua Junaidy dengan materi tentang ‘Keamanan Digital, jari-mu harimau-mu.’

“Ketika tidak merasa diawasi jadi mau se enak-enaknya saja membuat postingan, semau-maunya saja menuliskan sesuatu yang mungkin itu baik menurutnya namun belum tentu bisa diterima orang secara umum,” tuturnya.

Kata dia, sekarang ini pola lama dengan konsep berbicara secara langsung itu sudah digantikan dengan pola baru seperti komunikasi secara audio maupun secara visual.

“Kita harus bijak bermedia sosial, karena berawal dari pikiran lalu jari-jari adalah penentu akhir, ketika kita merasa benar belum tentu orang lain salah, dan sebaliknya ketika kita merasa salah belum tentu orang lain benar,” ucapnya.

Junaidy menjelaskan, internet sehat adalah cara berperilaku yang beretika saat mengakses suatu informasi dan internet, selain itu juga pengguna internet yang sehat tidak melakukan aktivitas internet yang melanggar hukum seperti pelanggaran hak cipta, hacking dan mengakses konten ilegal.

Tips berinternet sehat seperti, cerdas menggunakan akun, cerdas cek dan ricek kemudian, cerdas mengupdate.

Adapun, cara berinternet sehat yaitu:

1. Hindari situs atau forum yang berbahaya.

2. Pasang aplikasi parental control bagi orang tua yang anaknya sudah mengenal dan menggunakan internet.

3. Berikan sosialisasi kepada anak sejak dini soal hal baik dan hal buruk saat menggunakan internet.

4. Gunakan DNS yang memblok situs berbahaya seperti situs judi, situs dewasa dan yang lainnya.

5. Pertebal iman dan agama adalah salah satu firewall utama dalam diri pengguna internet.

Kemudian, Junaidy memberikan cara bermedsos yang sehat:

1. Tidak membagikan Informasi pribadi.

2. Pilih-pilih teman.

3. Hindari akun-akun negatif.

4. Periksa kembali sebelum membagikan konten.

5. Gunakan untuk pengembangan diri.

6. Jadikan sarana personal branding.

Selanjutnya narasumber ketiga Najma Shofia Maharani dengan pemaparan tentang ‘Sopan dan Beradab di Media Sosial.’

Najma mengatakan, dampak digitalisasi media mengubah etika dan sopan santun. “Media digital mengubah masyarakat dalam bersosialisasi, mereka menjadi malas berinteraksi secara langsung,” tuturnya.

Kemudian, digital ethic adalah disiplin yang kompleks karena perilaku individu sulit untuk di pantau atau diukur. Yang bertujuan untuk mendefinisikan tanggung jawab sosial dan membimbing praktisi dalam membuat penilaian yang etis dan sehat.

“Sopan santun adalah cara kita menghormati orang lain hanya saja di media sosial seseorang dapat dimungkinkan untuk tidak menampilkan privasi asli, seperti memakai topeng dan memposting sesuka hatinya,” ucapnya.

Adab bermedia sosial itu ada apa saja sih? yaitu:

1. Tidak menghina orang lain.

2. Pastikan kebenaran berita.

3. Hargai pendapat orang lain.

4. Menjaga komentar.

5. Filter atau saring informasi yang akan dibagikan.

Selanjutnya cyberbullying, yakni perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game dan ponsel.

Contoh cyberbullying dapat berupa seperti:

1. Menyebarkan kebohongan.

2. Mengirim pesan atau ancaman.

3. Meniru atau mengatasnamakan seseorang.

4. Trolling.

5. Mengucapkan.

6. Membuat situs kebencian.

7. Menghasut.

8. Memberikan suara untuk atau menentang seseorang.

9. Membuat akun palsu membajak atau mencuri.

10. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar.

Cara mengatasi Cyberbullying yaitu, pahami bahwa tidak semua orang punya kepercayaan dan pandangan yang sama, istirahat dari media sosial atau teknologi, memberi tahu orang tua atau orang dewasa yang terpercaya, dan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Terakhir narasumber Pimpinan Umum Koranbanjar.net, Denny Setiawan, S.Sos dengan materi yang tak kalah menarik tentang ‘Penting. Melawan Konten Negatif Dengan Serbuan Konten Positif.’

Denny bercerita, ada 10 orang yang sedang mengamati satu gelas air berwarna hitam, tanpa mencium dan meminum. Air ini sebetulnya adalah air kopi. Lantas 8 orang dari 10 orang tersebut menyebutkan air whisky karena warna air sama-sama hitam. Sedangkan 2 orang lainnya menyebutkan air kopi.

“Nah, penilaian orang dengan jumlah yang lebih banyak, bisa saja mengubah sebutan air kopi itu menjadi whisky padahal sesungguhnya air tersebut adalah air kopi,” ucapnya.

Kemudian, cerita kedua yang memberikan pandangan tentang bagaimana melawan konten negatif dengan serbuan konten positif.

Cerita kedua mengandung arti, konten-konten negatif memang harus dilawan dengan serbuan konten-konten yang positif, supaya akan membentuk opini yang benar terhadap konten yang beredar di dunia maya melalui internet.

Namun sebaliknya, apabila konten-konten positif akan mendapat serbuan dari konten-konten yang negatif, maka konten positif akan tenggelam sehingga konten negatif yang melekat terhadap mindset atau cara berpikir publik.

Denny mengatakan, masyarakat di tanah air sudah didominasi oleh pengguna internet aktif, baik itu melalui akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Tiktok YouTube, Twitter dan lainnya.

“Jadi tak dapat dipungkiri bahwa begitu melek dari tidur masyarakat kita sudah tidak lagi meraba siapa yang berada di samping, melainkan langsung meraba dan mencari handphone atau Android,” tuturnya.

Lalu bagaimana cara kita melawan konten negatif dengan serbuan konten positif?

Denny berujar, kalau kita tidak ingin menjadi bagian perusak moral bangsa yang suka berpikir mesum, bahkan melakukan perbuatan yang dilarang agama, maka kita harus masuk dalam kolom komentar penyebar postingan tersebut dengan tujuan menyebarkan konten-konten positif.

“Setidaknya, postingan positif dalam konten negatif itu akan membuat netizen atau warganet yang menjadi komentator akan risih, lalu pergi,” tuturnya.

Ia menambahkan, melawan konten negatif dengan konten positif tidak bisa hanya dilakukan sendiri, membutuhkan kelompok netizen yang memiliki tujuan sama yakni memberikan pemahaman pemahaman yang positif pula. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Pemanfaatan Digital untuk Indinonesia Lebih Sehat

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Pemanfaatan Digital untuk Indinonesia Lebih Sehat” di Kota Banjarmasin, Sabtu (2/10) pukul 10.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Amal Bastian yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr Fiska Suratmono yang membahas tentang “Budaya Digital”

“Di era pandemi saat ini banyak jasa dokter menggunakan aplikasi, tanpa bertatap muka secara langsung. Fasilitas kesehatan sudah teroneksi dengan internet, data pasien sudah bisa terdaftar di sebuah file dan rekam medis pasien bisa dilihat lebih prkatis,” tuturnya

“Sebagai seorang dokter harus bisa menyimpan rahasia medis, rekam medis pasien, dan seorang pasien memiliki hak untuk memilih dokter yang mereka inginkan,” pungkasnya

Narasumber kedua, Ir Sulaiman Hamzani yang membahas materi tentang “Edukasi Pengolahan Air di Era Digital”

Ia memaparkan menurut McDonald, setiap orang menghasilkan limbah padat sebanyak 280 hingga 530 gram perhari dan limbah cair sebanyak 600 hingga 1.130 gram perhari. Diketahui satu gram limbah padat manusia mengandung sepuluh ribu virus, satu juta bakteri, seribu cysta parasit, dan seratus telur cacing.

“Beberapa permasalahan kualitas air biasanya terdapat pada air di dalam kemasan yang dapat terjadi kontaminasi chlor sebagai desinfeksi kemasan, kemudian ada air PDAM yang jaringan distribusinya ada pipa yang menimbulkan karat dan bakteri, serta air permukaan sungai yang penuh polusi, limbah kimia, pestisida, dan deterjen,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Alicia Beverly Weley yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

Alicia menjelaskan, etika digital mengacu pada studi tentang implikasi teknologi pada lingkup sosial, politik dan moral masyarakat.

Beberapa contoh penyimoangan etika dunia digital, yaitu;

1. Komunikasi yang tidak pantas

2. Mengakses materi yang tidak pantas

3. Penindasan dunia maya, pelecehan dunia maya, dan penguntit dunia maya

4. Pencurian identitas

Terakhir narasumber Dr Mahdalena dengan materi tentang “Keamanan Digital”

“Dampak dunia digital ada yang positif dan negatif. Dampak positifnya adalah di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, jasa, dan bisnis. Sedangkan dampak negatifnya seperti pelanggaran hak cipta, kejahatan siber, pornografi, dan penipuan,” tuturnya

Adapun cara melindungi data pribadi di media sosial, yaitu;

1. Menyembunyikan tanggal lahir

2. Jangan pasang lokasi di postinga

3. Jangan posting kartu identitas

4. Hapus pertemanan dengan orang tak dikenal

5. Jangan terlalu menunjukkan situasi pekerjaan kita. (RILIS)

Bersilaturahmi dengan Masyarakat Sumenep Banua, Ini Komentar Paman Birin

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menghadiri acara silaturahmi dengan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep, bersama para tokoh masyarakat  pada Jum’at (1/10) malam, di Mahligai Pancasila.

Acara ini juga dihadiri para tokoh perwakilan dan masyarakat Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, yang berdomisili di Kalsel.

Gubernur Sahbirin Noor dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya tidak asing dengan masyarakat Kepulauan Kangean.

“Bagi saya masyarakat dan warga Kangean di Kalsel bukanlah hal yang asing, bahkan sering sekali bertemu. Apalagi yang berdomisili di Kelurahan Pemurus Baru, karena dulu saya lurah di sana, ” ungkapnya.

Menurut Sahbirin, Kalsel adalah miniatur Indonesia karena ada berbagai suku dan bangsa berdomisili Kalimantan Selatan.

Dirinya juga menyampaikan bahwa suku manapun akan selalu diterima di Kalimantan Selatan. Karena masyarakat Kalsel yang mayoritas muslim, selalu memuliakan pendatang atau tamu sesuai dengan ajaran Islam.

“Dan bagi kita masyarakat Banjar, tidak pernah membeda-bedakan siapapun yang datang ke Bumi Lambung Mangkurat ini, kita akan menerimanya. Karena Kalsel mayoritas kaum muslimin, dan ajaran Islam selalu memuliakan tamu,” sampainya.

Pria yang biasa disapa Paman Birin ini juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel selalu terbuka dengan kemungkinan kerjasama, tak terkecuali dengan Kabupaten Sumenep.

Paman Birin tak lupa juga sampaikan ucapan selamat datang dan berharap Wakil Bupati Sumenep dapat menikmati waktunya selama di Kalsel, dan dapat kembali lagi di lain waktu.

“Kita ucapkan juga selamat datang kepada Ibu Wakil Bupati, semoga bisa menikmati waktunya di Kalsel. Kata orang, kalau sudah datang kesini, kata orang kalau sudah terminum air sini, pasti ingin kembali lagi,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan ini, Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah juga menuturkan ujuannya mengunjungi Kalsel bukan hanya untuk silaturahmi, namun juga terbuka dengan segala kemungkinan sinergi dan kerjasama.

“Insya Allah kami terbuka untuk melakukan beberapa kerjasama. Mudah-mudahan kegiatan silaturahmi ini menjadi kegiatan yang bisa kita sambungkan, bukan hanya dalam bidang ekonomi, mungkin nanti budaya, sosial dan lainnya,” harapnya.

Wanita yang juga dikenal dengan nama Nyai Eva ini juga menyampaikan pesan bahwa dirinya menitipkan masyarakat Kepulauan Kangean yang merupakan bagian dari Kabupaten Sumenep.

“Kami titip masyarakat kami Bapak. Insya Allah masyarakat kami yang ini(Kepulauan Kangean) adalah masyarakat yang sangat suka membangun daerahnya dan pekerja keras. Mudah-mudahan mereka bisa memberikan manfaat yang luar biasa untuk membantu pembangunan di Kalimantan Selatan, ” tutupnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Ikuti Webinar Literasi Digital, Indonesia Makin Cakap Digital

Salam Literasi!
Halo Sobat Milenial ✋🏻
.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021”
.
Yuk! Ikuti webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik-topik asik dan narasumber yang seru pastinya. Untuk besok, topik pembahasannya: Hadapi Transformasi Digital dengan Bijak dan Tepat
.
🗣️ KEYNOTE SPEECH H. Ibnu Sina, S.Pi., M.Si – Walikota Banjarmasin

🗣️ MODERATOR Shabrina Anwari

🗣️ KEY OPINION LEADER Marsha Risdasari – Aktris

🗣️ NARASUMBER:
.
1. Drs. Syarifuddin
■ Kepala SMAN 3 Banjarmasin
.
2. Ulya Anisatur Rosyidah, M.Kom
■ Dosen Universitas Muhammadiyah Jember – Japelidi
.
3. Bahtiar, M.Pd
■ Guru SMAN 3 Banjarmasin
.
📝 SAVE THE DATE
📅 Senin, 04 Oktober 2021
⏰ 10.00 WITA / 09.00 WIB – Selesai
📱 Via Zoom Meeting
.
Fasilitas yang didapatkan :
📄 E-Sertifikat
💸 E – money untuk 10 Peserta Terpilih
🤝 Relasi baru
💡 Ilmu bermanfaat
.
LINK_ PENDAFTARAN
https://s.id/litdigBJMS0410

PELTI Banjarbaru Gelar Turnamen Tenis Beregu Putera se-Kalsel

BANJARBARU – Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) kota Banjarbaru menggelar Turnamen Tenis Beregu Putera antar PELTI se-Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93, Jumat (1/10)

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 1 – 3 Oktober 2021 serta diikuti sebanyak 26 tim dari perwakilan 10 Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan dengan total hadiah Rp12 juta.

Ketua Panita Pelaksana Darius Anas mengatakan, selain memperingati Sumpah Pemuda kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kesehatan di masa pandemi serta untuk tetap menjalin silaturahmi antar anggota PELTI se-Kalsel.

“Satu tahun kita terbelenggu dalam keterbatasan gerak akibat wabah pandemi, semoga dalam perlombaan ini dapat menjalin silaturahmi kita sembari meningkatkan kesehatan tubuh serta menyalurkan hobi,” terang Darius.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Wali kota Banjarbaru Wartono mendukung kemajuan olah raga Tenis di kota ini dengan berencana mempercantik lapangan dengan mengecat ulang lapangan serta menambah lampu untuk kebutuhan pencahayaan.

“Nanti setelah perlombaan, kita akan benahi lapangan Tenis Idaman ini agar menjadi lapangan Tenis kebanggaan kota Banjarbaru,” ucap Wartono.

Pertandingan Tenis ini juga diharapkan menjadi angin segar untuk memajukan kembali olah raga di kota Banjarbaru.

“Kemarin kita sudah laksanakan mini soccer (sepak bola mini), sekarang tenis, semoga nanti setelah level PPKM sudah turun, kita bisa menjalankan aktifitas seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, perlombaan tenis oleh PELTI kota Banjarbaru ini sempat beberapa kali mengalami penundaan pelaksanaan jadwal diakibatkan level 4 PPKM di kota Banjarbaru yang terus diperpanjang. (TR21-01/RDM/RH)

Pantau Pelayanan Publik, Komisi I DPRD Kalsel Bertandang ke Anjir Muara

BARITO KUALA – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) laksanakan kunjungan kerja (kunker) ke kantor Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Jumat pagi (1/10).

Suasana kunjungan Komisi I DPRD Kalsel ke Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala

Dijelaskan oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias, kunjungan kali ini dalam rangka untuk memonitoring pelayanan publik yang ada di kecamatan Anjir Muara.

“Kecamatan Anjir Muara merupakan salah satu kecamatan yang berdekatan dengan perbatasan provinsi tetangga, karenanya penting untuk memastikan sistem manajemen pelayanan yang ada, sebagai salah satu representasi wajah Kalsel,” ucap politisi partai PAN tersebut.

Rombongan Komisi I DPRD Kalsel diterima langsung oleh Camat Anjir Muara, Jaya Hidayatullah. Ia menyambut baik kedatangan sejumlah wakil rakyat dari komisi I ini.

“Terima kasih kami ucapkan, sebuah kebanggaan bagi kami dapat dikunjungi para wakil rakyat, sehingga menambah semangat kami untuk terus berbenah dan meningkatkan sistem manajemen pelayanan demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Ke depan, Jaya mengatakan dalam waktu dekat pihaknya juga akan membangun beberapa perkantoran pelayanan di sekitar kantor camatnya, seperti koramil dan lain sebagainya.

“Hal tersebut kami upayakan agar semuanya dalam satu kompek kantor pemerintahan, tentunya juga untuk mempermudah urusan-urusan yang diperlukan oleh masyarakat,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I, DPRD Kalsel, Siti Noortita Ayu Febria yang akrab disapa Tatum ini menanggapi positif dan mengapresiasi rencana pembangunan kantor pemerintahan di satu komplek tersebut.

“Hal ini tentu sangat positif dan orientasinya memang untuk kepentingan masyarakat, harus didukung, ke depan akan kita coba masukan dalam pokok pikiran (pokir) anggota dewan,” pungkasnya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Disdag Kalsel Apresiasi Tas Ecoprint Buatan Banua Sendiri

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi yaitu tas ecoprint yang merupakan buatan warga Kalsel.

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani, pada Kamis (30/9) mengatakan, dari hasil kunjungan lapangan ke salah satu pengrajin Produk Ecoprint di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) baru-baru tadi, pihaknya sangat mengapresiasi salah satu produk kerajinan tas ecoprint.

“Tas ecoprint berbahan dasar kulit asli, yaitu kulit sintetis, dan dikombinasikan dengan kain, hal itu merupakan salah satu karya tangan bernama Dian Rianawati,” ucapnya.

Birhasani menjelaskan, di masa pandemi COVID-19 ini, sangatlah tepat kaum hawa, menyempatkan waktu untuk belajar membuat usaha kerajinan melalui tas handmade, sehingga berawal dari hobby, tentunya akan menjadi peluang bisnis.

“Teknik membuat tas ecoprint dengan cara pewarna alami berbahan dedaunan dan bunga sekitar, untuk proses produksi menggunakan bahan dan peralatan sederhana seperti panci,kompor dan slang untuk menggulung, serta terhindar dari penggunaan bahan kimia yang bisa mencemari lingkungan,” katanya panjang lebar.

Lebih lanjut Birhasani mengatakan, selain produk tas, juga ada produk kain untuk baju wanita maupun pria, kemudian mukena, pajangan, home dekor lainnya, yang diolah melalui proses ecoprint, hasilnya sangat indah, tidak kalah dibandingkan dengan batik. Seluruh produk itu dijual baik melalui pasar offline maupun online, dan melayani pemesanan tidak hanya di daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, namun seluruh Kalsel bahkan nasional.

“Kita bangga ada produk banua yang mampu bertahan dimasa sekarang, bagi warga yang ingin membeli, bisa berkunjung ke rumah produksi yang beralamat di Pasar III Barabai, kami berharap masyarakat akan
mencintai dan membeli produk UKM Kalsel, yakni bangga buatan Indonesia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Souvernir Khas Lokal Akan Hiasi Pelaksanaan MTQ di Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan ribuan souvernir untuk peserta dan pendamping Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke-29 yang akan digelar di Kalsel pada Agustus 2022 mendatang.

Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Mustajab menyebut, ada 5000 souvernir khas Kalsel yang sedang dipersiapkan untuk nantinya dibagikan.

“Kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan Kalsel agar nantinya UMKM di Kalsel bisa lebih digalakkan produksinya untuk mengisi permintaan souvernir untuk MTQ nanti,” jelasnya.

Souvernir khas Kalsel misalnya purun, dan souvernir dari kabupaten kota lainnya di Kalsel diharapakan bisa mengisi penyediaan sovenir nantinya.

“Polanya masih kita pertimbangkan juga nanti, kalau perlu memang dari pemerintah kabupaten kota bisa mengirimkan souvernir andalan mereka,” ujarnya.

MTQ Nasional yang digelar di Kalsel harap Mustajab dapat membangkitkan perekonomian di Kalsel pasca Pandemi. Karenanya hingga kini ujarnya, gelaran MTQ masih diutamakan agar bisa digelar secara normal seperti sebelum Pandemi COVID-19.

Selain itu produk UMKM di Kalsel juga lebih dikenal di nasional dan diharapkan dapat menambah peminat produk lokal khas Kalsel.

Mustajab menyebut, untuk Provinsi Maluku Utara juga akan menggelar Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-26 dengan gelaran normal dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kalau di 2020 ini mereka bisa menggelar secara normal dengan protokol kesehatan ketat, apalagi MTQ di Kalsel yang masih di 2022 nanti. Harapan kita tentunya kasus COVID-19 di Kalsel bisa benar-benar bisa melandai,” tambahnya.

MTQ Nasional ke 29 yang digelar di Kota Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura Kabupaten Banjar sendiri telah mendapatkan anggaran sebanyak Rp 63 miliar dari APBD Pemprov Kalsel.

Venue yang akan dibuat nantinya berjumlah 13 venue yang tersebar di tiga kabupaten kota tersebut. Namun untuk pembukaan dan penutupan MTQ Nasional ke-29 rencananya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup wakil presiden Ma’ruf Amin.

“Lokasinya nanti di Masjid Al Karomah Martapura,” tambah Mustajab.

Selain itu juga pawai ta’aruf dengan konsep festival Pasar Terapung juga akan mengisi gelaran MTQ. (ASC/RDM/RH)

Gubernur dan Forkopimda Kalsel, Ikuti Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor didampingi Forkopimda mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara virtual pada Jumat (1/10), jam 09.00 – 09.30 WITA, di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Ditingkat pusat, upacara diselenggarakan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Tema Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yakni “Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila”.

Presiden Joko Widodo memimpin jalannya upacara, didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Turut hadir Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Ibu Wakil Presiden Wuri Ma’ruf Amin.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang bangsa, utamanya pahlawan-pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai,” ucap Jokowi, mengawali upacara.

Tidak hanya di Monumen Pancasila, prosesi mengheningkan cipta di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, terpantau berjalan dengan khidmat.

Selanjutnya, Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti membacakan teks Pancasila.

Disusul pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Adapun Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani naskah ikrar.

“Maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucapnya.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Pembacaan Doa dari Menag Yaqut menutup rangkaian upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021, yang juga diikuti secara daring oleh para menteri, pimpinan lembaga negara, kepala daerah, dan keluarga pahlawan revolusi.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor usai mengikuti upacara mengatakan, Kesaktian Pancasila memiliki makna sebagai usaha untuk membentengi peranan Pancasila sebagai dasar Negara serta sebagai ideologi bangsa. Pancasila juga mempunyai peranan yang sangat penting sebagai dasar utama Negara Indonesia.

Tak hanya itu, makna Kesaktian Pancasila pun juga dimaknai sebagai penghormatan kepada pahlawan revolusi. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

192 Pejabat Fungsional dan Struktural di Pemko Banjarmasin Dilantik

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melakukan pelantikan terhadap 192 pejabat dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin. Pelantikan dilaksanakan di Halaman Balaikota Banjarmasin, Jumat (1/10).

Suasana Pelantikan Pejabat Fungsional dan Struktural di Pemko Banjarmasin

Ibnu Sina mengatakan, dilaksanakannya pelantikan ini untuk pejabat eselon tiga dan empat dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Para pejabat yang baru dilantik ini, untuk mengisi jabatan fungsional dan struktural. Yang kosong di beberapa dinas dan lurah di Pemerintah Kota Banjarmasin. Meski masa jabatan kepala daerah belum sampai 6 bulan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah meminta izin untuk melakukan pelantikan,” ujarnya.

Ibnu mengatakan, pelantikan yang mereka lakukan ini, memang agak terlambat karena melalui proses di Kemendagri.

Dan, lanjutnya, baru bisa dilakukan pelantikan saat ini, untuk pejabat yang baru dilantik ini, agar dapat bekerja lebih maksimal lagi kedepannya.

“Untuk pelantikan ini Pemko Banjarmasin menghadap langsung ke Kementerian Dalam Negeri,” tutur Ibnu.

Mengingat, pejabat fungsional dan struktural dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin banyak yang kosong, ditinggal pejabat sebelumnya yang telah memasuki masa pensiun.

Sehingga, diperlukan pengisian jabatan yang baru oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Dengan adanya pejabat yang baru dilantik ini, maka pelayanan dan pembangunan di Kota Banjarmasin, dapay lebih maksimal lagi,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version