Peringatan di Kalsel, Hari Pahlawan Harus Jadi Momentum Bersejarah Kaum Millenial

BANJARBARU – Peringatan Hari Pahlawan Nasional yang diselenggarakan di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru, Kalsel, Rabu (10/11), diharapkan menjadi momen paling bersejarah bagi generasi muda di provinsi ini.

Acara khidmat yang diisi dengan upacara dan tabur bunga itu, dihadiri oleh jajaran aparat TNI-Polri dan Pemprov Kalsel menjadi pelengkap pada kegiatan tersebut.

Staff Ahli Gubernur bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah mengatakan, sebagai warga negara Indonesia yang mengerti akan adanya keberadaan pejuang kemerdekaan di zaman dulu tentu hal ini tidak boleh dilupakan.

Staff Ahli Gubenur Kalsel bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Kalsel, Farid Fakhmansyah (tengah) saat diwawancarai usai mengikuti upacara Hari Pahlawan Nasional.

“Yang kami harapkan generasi penerus seperti kaum millenial dapat memahami adanya perjuangan dari para pahlawan untuk merebut kemerdekaan di Indonesia terkhusus Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk dalam melanjutkan perjuangan kemerdekaan RI, ia menyebutkan, generasi millenial harus mampu mendapatkan segudang prestasi dari berbagai bidang yang berlandaskan asas Pancasila.

“Tercapai Adil dan Makmur, memajukan kesejahteraan rakyat seuai dengan landasan negara kita,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, masyarakat di Kalsel dapat memanfaatkan momentum peringatan Hari Pahlawan ini sebagai langkah dalam menumbuhkan rasa patriotisme dan menanamkan semangat untuk membangun daerah.

“Sehingga harapan masyarakat di Kalsel untuk adil dan makmur bisa terwujud,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete, mengungkapkan, agar lebih meningkatkan sikap bela negara yang tinggi dikalangan generasi kaum millenial. Setidaknya, harus mengingat secara jelas tentang sejarah perjuangan pahlawan.

Direktur Polair Polda Kalsel, Kombes Pol Takdir Mattanete

“Jangan pernah sesekali melupakan jas merah, artinya bagaimana para pahlawan kita memperjuangkan dan merebut kemerdekaan serta tanpa pamrih dan telah mengorbankan jiwa raganya. Maka, untuk generasi muda jadilah pahlawan di era saat ini,” papar mantan Kapolres Banjar ini.

Terkait dimasa pandemi yang kini masih berlangsung, ia mengajak masyarakat di Kalsel untuk bersama-sama agar tetap tegar menghadapi permasalahan tersebut. Dimana, salah satu langkah tepat yang bisa dilakukan adalah berikhtiar dan tidak terpuruk dengan keadaan ini.

“Terus berkarya dan buatlah prestasi-prestasi yang saat ini bisa dilaksanakan demi generasi yang akan datang,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Kalsel Jadi Salah Satu Lokasi Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegrasi (SRIKANDI)

BANJARBARU – Komitmen Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka menggerakkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), membuat Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) memilih provinsi ini menjadi salah satu tempat kegiatan melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi e-Arsip Terintegrasi (SRIKANDI).

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di kota Banjarbaru ini, berlangsung mulai 10 – 11 November 2021, dan di ikuti oleh 36 peserta dari Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) lingkup provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (10/11).

(ki-ka) Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie bersama dengan Arsiparis Ahli Utama ANRI, M Taufik

Disela kegiatan, selaku pemateri, Arsiparis Ahli Utama ANRI, M Taufik menyebut, secara teknik, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor beserta jajaran SKPD lingkup provinsi ini sudah sangat siap dan berkomitmen untuk menggerakkan SPBE di sektor kearsipan melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis dan Terintegrasi (SRIKANDI).

“Terpilihnya Kalsel sebagai salah satu tempat pelaksanaan kegiatan Bimtek ini tentunya tidak serta merta dalam kita memilih kepercayaan, melainkan karna kesiapan pemerintah provinsi ini dalam berkomitmen terhadap SPBE,” ungkap Taufik.

Oleh karena itu melalui kegiatan ini, lanjut Taufik, pihaknya ingin menyampaikan transformasi teknologi terhadap aplikasi SRIKANDI, agar provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dapat menjadi percontohan bagi daerah lain.

“Mudah mudahan dengan kegiatan ini, Kalsel dapat menjadi tujuan utama daerah lain, untuk saling berbagi dan belajar dalam menerapkan SPBE melalui aplikasi SRIKANDI,” harapnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi Kalimantan Selatan, Nurliani Dardie mengatakan, dengan kecepatannya di era digital saat ini, perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak yang cukup besar di berbagai sendi kehidupan.

“Kecepatan perkembangan teknologi di era digital saat ini menuntut tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik untuk terus beradaptasi dengan menggunakan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk dalam hal tata kelola kearsipan,” ungkapnya.

Tata kelola kerasipan menurut Nurliani, harus terus mengikuti perkembangan zaman dan melakukan perubahan utamanya dalam dalam penerapan SPBE.

“Dalam memasuki era Disruptif (Inovasi), kita dituntut melakulan perubahan yang cepat,” imbuhnya.

Oleh karena itu, tak lupa Nurliani turut mengapresiasi ANRI yang telah memilih banua ini sebagai salah satu tempat kegiatan pelaksanaan Bimtek. Menurutnya, Bimtek Implementasi E-Arsip Terintegrasi ini merupakan salah satu cerminan untuk menyatukan langkah dalam memajukan kearsipan di provinsi Kalimantan Selatan pada era digital ini. (TR21-01/RDM/RH)

Bakeuda Banjarmasin Sosialisasikan Pajak BPHTB dan Sarang Burung Walet

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Banjarmasin menggelar Sosialisasi Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet, untuk para pengusaha sarang burung walet, notaris, serta lainnya.

Peserta Sosialisasi Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet

Sosialisasi ini dilaksanakan, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Rabu (10/11) dan dibuka oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang diwakili Sekda Kota Banjarmasin Sugito Said.

Dalam sambutannya yang dibacakan Sugito mengatakan, walikota Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan kepada Bakeuda Kota Banjarmasin atas dilaksanakannya, Sosialisasi Pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet ini.

“Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Bakeuda Kota Banjarmasin yang telah melaksanakan sosialisasi pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung,” ucapnya.

Ibnu mengharapkan, dengan adanya sosialisasi ini kedepannya dapat menambah pendapatan asli daerah untuk Kota Banjarmasin.

“Diharapkan Pendapatan Asli Daerah Kota Banjarmasin dapat bertambah dari sektor pajak BPHTB dan Pajak Sarang Burung Walet ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bakeuda Kota Banjarmasin Subhan Noor Yaumil mengatakan, digelarnya sosialisasi ini dalam rangka menyampaikan, adanya perpindahan pengelolaan pajak sarang burung walet dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian ke Bakeuda Kota Banjarmasin.

“Karena saat ini Bakeuda Kota Banjarmasin telah menerima pelimpahan penanganan pajak sarang burung walet, maka kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan.

Sehingga, lanjut Subhan, saat ini dan kedepannya pajak sarang burung walet dikelola oleh Bakeuda Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Literasi Digital Balangan; Masuki Dunia Digital Dengan Literasi Yang Tepat

BALANGAN – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Masuki Ruang Digital Dengan Literasi Yang Tepat” pelaksanaan untuk wilayah Kabupaten Balangan Kalsel, Rabu (10/11) pagi.

Salah satu narasumber Norlatipah dengan tema “Masyarakat Digital Yang Berbudaya” menjelaskan saat ini dari data Kompas.com yang menggunakan dan aktif di sosmed saat ini ada sekitar 190 juta jiwa, artinya sebanyak 61,8% total dari populasi di Indonesia aktif bersosial media, jumlah ini juga sangat meningkat pada tahun 2021 dan lebih meningkat lagi juga yaitu data pengguna Mobile phone, yaitu 68,5 juta jiwa, artinya para penduduk Indonesia banyak menggunakan Mobile phone untuk mengakses sosial media.

“Sosial Media yang digunakan saati ini paling banyak adalah Youtube, kemudian WhatsApp, menyusul Instagram, Fecebook, Twitter dan lainnya.Kemudian jika dilihat dari individu pengguna sosmed wanita lebih banyak dibandingkan laki2, dari sini dapat dilihat karakter wanita yang lebih banyak menggunakan perasaan, sehingga dapat dilihat akan ada beberapa hal atau fenomena yang akan terjadi karena sifar perasa wanita, jadi ketika ada yang membuat ketersinggungan di sosmed maka respon wanita lebih responsif sehingga banyak fenomena yang terjadi di media sosial”ucapnya.

“Pengguna Media Sosial juga banyak dari kalangan anak SD dan SMP yang mana kita ketahui bersama pengetahuan tentang budaya pada mereka belum terlalu banyak, belum dikuasai secara utuh, bisa dibayangkan ketika anak- anak menggunakan sosmed akan banyak fenomena tentang budaya yang terjadi”ungkapnya.

Norlatipah Menekankan, generasi milineal adalah generasi utama pengguna gedget, artinya banyak pengguna media sosial adalah usia produktif, usia remaja, usia yang bersemangat, usia yang punya jiwa ingin tau dan mencoba, sehingga muncul adanya miss informasi di dunia digital saat di media sosial, kemudian juga bisa muncul fenomena ujaran kebencian yang bertebaran dengan maksud tertentu, jadi sedari sekarang perlunya anak ini tadi mendapatkan budaya dalam dunia digital yang sesuai dengan budaya ketimuran atau budaya kita, ketika menggunakan dan masuk ke dunia digital dan mempertahankan budaya Indonesia di dunia digital agar tak tergerus oleh kemajuan jaman dan budaya luar.

Webinar Literasi Digital bersama Kominfo RI dengan Topik : “Masuki Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat”menghadirkan
KEYNOTE SPEECH H. Abdul Hadi, Bupati Balangan ,Moderator Ronald Andretti Key Opinion Leader Novi Andrianty – Miss Indonesia Gorontalo 2011
Narasumber

  1. Norlatipah, Guru SMPN 1 Paringin
  2. Dr. Iskandar Tsani, Dosen IAIN
  3. Puryanto, Staff Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Balangan. (RILIS)

Supervisi Diktukba Bintara Polri di Pusdik Binmas Semarang, Ini Pesan Wakapolda Kalsel

SEMARANG – Wakapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Mohamad Agung Budijono meninjau langsung pelaksanaan pendidikan Bintara Polri yang berlangsung di Pusdik Binmas Banyubiru, Semarang, Selasa (9/11).

Kedatangan Wakapolda Kalsel didampingi Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr. Ubaidillah dan Kabag Watpers Ro SDM Polda Kalsel AKBP Dani Humardani itu pun disambut langsung oleh Waka Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Gadik/Staf Pusdik Binmas Lemdiklat Polri dan Siswa Diktuk Bintara Polri asal Polda Kalsel.

Wakapolda Kalsel saat melakukan kunjungan ke Semarang

Dalam keterangannya, Wakapolda Kalsel mengatakan, bahwa kegiatan tersebut dalam rangka Supervisi Pendidikan Dan Pembentukan Bintara Polri Gelombang I TA.2022 Menggunakan Dana Hibah.

Tujuan Supervisi ini yakni untuk mengetahui pelaksanaan Satuan Pendidikan (Satdik) yang melaksanakan Diktukba Polri TA 2021 menggunakan dana hibah dari APBN ini, memberikan gambaran kepada pemberi hibah dari Kabupaten/Kota tentang pelaksanaan Diktuk Bintara Polri di Pusdik-pusdik, Sepolwan dan SPN, serta penerapan protokol kesehatan COVID-19 di Pusat Pendidikan.

Didepan Waka Pusdik Binmas Lemdiklat Polri, Gadik/Staf Pusdik dan 75 Siswa Diktuk Bintara Polri asal Polda Kalsel, Wakapolda mengucapkan terimakasih karena Pusdik Binmas telah mendidik para siswa Bintara dengan sangat baik.

Wakapolda berharap apa yang telah diberikan oleh para Gadik di Pusdik Binmas agar diresapi dan dipelajari dengan seksama oleh para siswa sehingga dapat menjadi anggota Bintara Polri yang Presisi, seperti pendekatan dalam ilmu komunikasi terhadap masyarakat.

Kepada para siswa, Wakapolda mengingatkan agar dapat menjaga Polri dengan baik dengan cara mempertimbangkan/memperhitungkan segala sesuatu dengan lebih matang terlebih dahulu sebelum terjadi tindakan dan perilaku yang bisa berakibat baik atau tidak.

“Para Siswa di sini adalah kebanggaan keluarga jadi jagalah nama baik keluarga dan nama baik Polri selama kalian hidup,” tegas Wakapolda Kalsel.

Dia pun mengimbau agar para siswa belajar berbuat kebaikan salah satunya menghargai orang lain, dan tidak mengharapkan imbalan dalam mengerjakan sesuatu.

“Berprinsiplah kita sebagai manusia yang bisa menghargai orang lain, suka menolong dan bermanfaat bagi orang lain,” ucapnya.

Menurut Wakapolda, dengan menjadi Polisi yang baik masyarakat akan merasa kehilangan tanpa kehadiran Polisi, dan jadilah Polisi yang dapat memecahkan suatu masalah bukan malah sebaliknya menjadi trigger atau pemicu masalah. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Pangdam Vl/Mulawarman Berganti, Pejabat Baru Puji Prestasi Pangdam Sebelumnya

BALIKPAPAN – Pucuk pimpinan tertinggi Kodam VI/Mulawarman mengalami pergantian dari pejabat lama Mayjen TNI Heri Wiranto, M.M., M.Tr.(Han), kepada Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso, yang sebelumnya menjabat sebagai Danpuspenerbad. Serah terima jabatan Pangdam VI/Mulawarman secara resmi berlangsung di Mabesad, pada Jumat (5/11). Adapun rangkaian tradisi lepas sambut Pangdam VI/Mulawarman berlangsung di Balikpapan pada 8-9 November 2021.

Rangkaian tradisi diawali dengan penyambutan dan tepung tawar yang dilaksanakan di Bandara SAMMS Balikpapan, dilanjutkan dengan penyerahan risalah Serah Terima Jabatan Pangdam VI/Mulawarman, yang dilaksanakan di Ruang Yudha Makodam, Senin (8/11).

Puncak kegiatan Lepas Sambut Pangdam VI/Mulawarman dilaksanakam pada Selasa (9/11). Tepat pukul. 08.00 WITA Pangdam VI/Mulawarman masuk Kesatrian Makodam VI/Mulawarman yang disambut dengan hormat jajar dan tradisi pedang pora, dilanjutkan dengan Apel Kehormatan di lapangan Makodam dan penanaman pohon sawo kecik oleh Mayjen TNI Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) dan Ibu Endang Heri Wiranto.

Kegiatan Lepas Sambut ini juga dihadiri Gubernur Kalimantan Utara, Wakil Gubernur Kaltim, Kapolda Kaltim,  Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Kajati Kaltim, Kepala Pengadilan Tinggi  Kaltim, Wakapolda Kaltara, para pejabat Utama Kodam VI/Mulawarman, para  Danrem, Dandim, Dansat BS,  Danyonif dan Persit KCK Daerah VI/Mulawarman, yang dilaksanakan di Aula Makodam VI/Mulawarman.

Pada sambutannya, Mayjen TNI Heri Wiranto menyampaikan bahwa dinamika tugas di Kodam VI/Mulawarman cukup padat.

“Tanggung jawab wilayah Kodam VI/Mulawarman cukup luas, membentang dari Kaltara, Kaltim dan Kalsel, serta sepanjang 1.038 kiloneter wilayahnya berbatasan langsung dengan Malaysia. Tidaklah mudah menjaga kedaulatan negara dengan wilayah seluas ini tanpa adanya dukungan  semua pihak. Ini sangat luar biasa dan saya mengucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh komponen masyarakat yang telah bekerjasama dalam menjaga wilayah NKRI,” ungkap Mayjen TNI Heri Wiranto.

Sementara itu Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso yang merupakan Alumni Akabri 1991, mengungkapkan prestasi yang telah dibuat oleh Mayjen Heri Wiranto, M.M., M.Tr. (Han) sebagai pejabat Pangdam VI/Mulawarman yang lama. Diantaranya adalah suksesnya pelaksanaan Latma Garuda Shield 15/2021 di Kodam VI/Mulawarman, yang membuktikan bahwa satuan ini cukup baik.

Ditambahkan oleh Pangdam, bahwa kegiatan-kegiatan lain juga sudah berjalan  dengan baik, seperti penanganan pandemi COVID-19 yaitu serbuan vaksinasi, pengamanan perbasatasan dan prestasi sebagai juara I pada lomba Binter tingkat Kodim serta lomba Karlister yang merupakan prestasi luar biasa bagi Kodam VI/Mulawarman.

Keberhasilan ini tidak bisa diraih tanpa ada kerja sama, baik dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh komponen masyarakat.

Pelaksanaan lepas sambut Pangdam VI/Mulawarman berlangsung dengan khidmad dan tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. (PENREM-RIW/RDM/RH)

Kapolda Kalsel Ajak Generasi Muda Menjadi Pemimpin di Era Milenial 4.0.

BANJARMASIN – Untuk menjadi seorang Leader / Pemimpin di era 4.0. saat ini, selain harus memiliki attitude yang baik, perlu juga memiliki kemampuan memanfaatkan peluang (Visioner), Pemecah masalah (Problem Solver) dan Pengambil keputusan (Decision Maker).

Sebagai pemimpin yang mengepalai sebuah organisasi, lembaga, atau bisnis, sudah sewajarnya harus memiliki sebuah pandangan visioner. Dengan demikian, Ia diharapkan mampu membuat keputusan yang tepat demi menjadikan organisasi menjadi lebih baik di masa mendatang.

Selain itu dengan menjadi Pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan maka tidak akan ada beban yang di dapat.

Hal itu diucapkan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rikwanto saat menjadi Narasumber pada Seminar Kepemimpinan Mahasiswa TKT Dasar Fire 2021 yang diadakan oleh Polda Kalsel bersama Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, pada Selasa (9/11).

Suasana seminar yang digelar Polda Kalsel bekerjasama dengan UIN Antasari

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mathilda Batlayeri Polda Kalsel itu bertemakan “Kepemimpinan Di Era Milenial Untuk Menciptakan Roda Organisasi Yang Visoner, Decision Maker, Problem Solver”.

Dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, Seminar Kepemimpinan tersebut turut dihadiri Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Mujiburrahman para Pejabat Utama Polda Kalsel dan mahasiswa-mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin.

Dalam paparannya Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menjelaskan beberapa hal meliputi tentang Tantangan Industry 4.0 dan Society 5.0 Era Disrupsi Teknologi, Perilaku Di Era Industri 4.0 Society 5.0, dan Media Sosial Sarana Sebar Informasi.

Lebih lanjut dipaparkan oleh Kapolda Kalsel, terkait Perkembangan Revolusi Industri, Maksud Pimpinan Organisasi, 5 Tips Menjadi Pemimpin yang Baik, Cara Memimpin Diri Sendiri, serta Peran Positif Mahasiswa.

Disela kegiatan, Kapolda mengatakan pertemuan silaturahmi ini selain sebagai sharing pengetahuan juga dapat memberikan pengalaman kepada para generasi muda tentang kepemimpinan.

Kapolda berharap pertemuan ini tidak hanya berlangsung kali ini saja namun berlanjut diwaktu yang akan datang.

Ucapan terimakasih pun disampaikan oleh Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof. Dr. Mujiburrahman kepada Kapolda Kalsel dan Jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Dia terkesan kepada Kapolda Kalsel yang berkesempatan menjadi narasumber dan memberikan materi kepada para mahasiswa-mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan UIN Antasari Banjarmasin.

“Materi yang disampaikan Kapolda Kalsel pada kesempatan ini, sangat berkesan dan bermanfaat bagi para mahasiswa-mahasiswi generasi muda penerus Bangsa, untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang,” ucap Prof. Dr. Mujiburrahman.

Selain itu materi yang diberikan oleh Kapolda Kalsel juga menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di era digital saat ini.

Prof. Dr Mujiburrahman, pun berharap, kerjasama yang telah terjalin saat ini dapat berlanjut dan ditingkatkan. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Antrean Loket Dianggap Tidak Profesional, Komisi IV DPRD Kalsel Panggil Direksi RSUD Ulin

BANJARMASIN – Menyikapi sejumlah aduan masyarakat terkait viralnya foto antrean pasien di RSUD Ulin Banjarmasin yang dinilai tidak profesional, Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak rumah sakit pada Senin, (8/11).

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, M. Lutfi Saifuddin, yang pada saat itu bertindak sebagai pimpinan rapat menerangkan, sebagai mitra kerja, ia merasa sangat perlu untuk memanggil pihak rumah sakit bersangkutan agar mengetahui duduk perkara yang terjadi.

“Jujur saja, kami dari Komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat, yang ruang lingkupnya juga termasuk tentang kesehatan, banyak sekali mendapatkan aduan terkait viralnya foto antrean pasien BPJS yang tersebar di dunia maya,” terang Lutfi.

Berhadir secara langsung dalam RDP tersebut, Plt. Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Dr. dr. Izaak Zoelkarnain Akbar, Sp.OT. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan baru dibukanya loket antrean yang sebelumnya sempat ditutup karena pandemi.

“Sebelumnya loket antrean sempat ditutup karena pandemi, sehingga ketika dibuka kembali, terjadi lonjakan jumlah calon pasien yang akan mendaftar,” ujarnya.

Berangkat dari kejadian tersebut, dr. Izaak mengaku langsung melaksanakan rapat dengan manajemen demi mengurai panjangnya antrean. Ke depan, ujarnya, calon pasien akan langsung mendaftarkan diri ke poli masing-masing.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Wahyudi Rahman yang juga berhadir dalam rapat tersebut, memberikan masukan agar lebih memaksimalkan pendaftaran secara online yang sudah ada di website resmi RSUD Ulin Banjarmasin.

“Saya pikir, pendaftaran online akan efektif mengurai antrean dan mengatasi para calo yang ada di loket, karenanya saya berharap hal tersebut dapat dimaksimalkan, dengan salah satu caranya yakni menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Terlebih menurutnya, RSUD Ulin Banjarmasin ini merupakan salah satu RS rujukan yang ada di Kalsel, sehingga pelayanannya pun harus profesional dan tersistematis dengan baik dalam penerapannya.

Terlepas dari kejadian yang sempat viral tersebut, M. Lutfi mewakili Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel mengapresiasi langkah serta respon cepat yang dilakukan oleh pihak RSUD Ulin. Ia berharap ke depan lebih diperbaiki lagi, dan kejadian tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bersama. Sebab, menurut Lutfi, semua pihak harus lebih mawas diri, karena di era digital hari ini hal apa pun akan tersebar dengan cepat melalui internet, maka ia mengajak untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya. (HUMASDPRDKALSEL-NRH/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Apresiasi Pesantren Tahfizh Daarul Mansur

TANAH LAUT – Pembangunan Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Mansur di Desa Bentok Darat Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut bakal dimulai.

Hal ini setelah dilaksanakan peletakkan batu pertama secara bersama oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Ustadz Yusuf Mansyur (UYM), Bupati Tanah Laut Sukamta, Dharmawan Jaya, Guru Muhammad Martapura serta H Nurhin, pada Selasa (9/11).

Selaku Gubernur Kalsel, Paman Birin menyambut baik dengan adanya pembangunan Ponpes Daarul Mansur ini.

“Kita selaku pemerintah daerah menyambut baik pembangunan Ponpes Darul Mansur, melengkapi keberadaan pesantren yang sudah ada di Kalsel,” kata Paman Birin.

Diharapkannya, pesantren Daarul Mansur nanti dapat menjadi laboratorium Al Qur’an yang dapat mencetak generasi Al Qur’an yang mumpuni dan berakhlakul karimah.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Ustadz Yusuf Mansyur terhadap pembangunan Ponpes Daarul Mansur.

Sementara itu, Dharmawan Jaya selaku salah satu pemrakarsa pembangunan Ponpes Daarul Mansur mengatakan, tanah seluas 5 hektar lebih yang rencana bakal dibangun pesantren tersebut, merupakan wakaf dari H Martinus mantan Kadis PU Kalsel.

“Pak Martinus melalui menantunya Guru Muhammad telah mewakafkan tanah ini untuk pembangunan pesantren Tahfizh, dan ini meneruskan janji politik kami sewaktu maju jadi calon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru pada 2020 lalu, yaitu membangun pusat pendidikan Al Qur’an. Alhamdulillah, kini janji politik tersebut dapat terealisasi sekarang walaupun berada di daerah Bentok Darat Kabupaten Tanah Laut”, kata Dharmawan.

Darmawan Jaya mengatakan tujuan pembangunan pesantren Tahfizh Daarul Mansur adalah mencetak generasi muda yang bukan hanya hafal Al Qur’an namun juga berakhlak, berkarakter serta berkompetensi.

“Pesantren Tahfizh Daarul Mansur ini merupakan cabang ke-11 di Indonesia,” kata Dharmawan Jaya yang juga mantan Wakil Walikota Banjarbaru ini.

Sedangkan Bupati Tanah Laut Sukamta mengapresiasi pembangunan Ponpes Tahfizh Daarul Mansur.

“Dengan pembangunan Ponpes ini menambah jumlah pesantren yang ada, sejak saya menjabat bupati sudah 9 pesantren berdiri di Kabupaten Tanah Laut, Insya Allah Tanah Laut bisa menjadi pusat pendidikan Islam di Kalsel dengan semakin banyaknya jumlah pesantren,” kata Kamta.

Terakhir Ustadz Yusuf Mansyur (UYM) memberikan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepala daerah dalam hal ini Paman Birin dan Sukamta.

“Insya Allah dengan berdirinya pesantren maka perekonomian di sekitar juga semakin meningkat,” kata Yusuf Mansyur.

Ia juga berharap di Kalsel bakal  dapat membangun pusat pendidikan pesantren kedepannya.

“Bila perlu setiap desa dapat berdiri pesantren, karena selain menjadi pusat pendidikan Islam juga dapat meningkatkan roda perekonomian,” harapnya.

Yusuf Mansyur juga berkesempatan memberikan tausiah singkat dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap Al Qur’an. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Kini, BUMDes di Kalsel Ada Yang Berpenghasilan Hingga 250 Juta

BANJARBARU – Badan usaha milik desa (BUMDes) di Kalimantan Selatan terus mengalami penambahan setiap tahunnya. Hal ini tidak lepas dari dorongan yang terus dilakukan oleh Pemprov Kalsel.

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel, angka pertumbuhan BUMDes mengalami kenaikan dari 1.864 desa yang tersebar di sebelas kabupaten, sudah terbentuk di 2021 sebanyak 1.473 BUMDes. Data ini meningkat dari BUMDes di 2020 jumlahnya 1426. Dengan kata lain, ada 47 BUMDes baru di Kalsel selama 2020-2021.

Dari data tersebut, juga dijabarkan bahwa dari ribuan BUMDes tersebut, ada sekitar 45 BUMDes yang berhasil masuk klasifikasi BUMDes maju dalam satu tahun terakhir.

Menariknya pula, ada Bumdes, yakni
Bumdes di Desa Bukit Mulia yakni BUMDes berkah mulia, bisa menjadi Bumdes Percontohan di Kalsel, sebab menjadi salah satu desa dari tujuh desa di Indonesia, yang dianggap layak dijadikan usul sebagai BUMDes yang berkontribusi pembebasan kemiskinan.

“Benar, bahwa BUMDes sudah berkembang. Kami sangat apreasisi di BUMDes Berkah Mulia di Tanah Laut tersebut, karena mampu berkontribusi menghapuskan kemiskinan di wilayahnya. Kita sedang usulkan untuk diberi penghargaan di tingkat ASEAN,” ujar kepala PMD Kalsel Zulkifli, belum lama tadi.

Alasan utama penghargaan lanjutnya, karena desa sudah memiliki Pendapatan Asli Desa (PAD) yang baik. Selain itu, desa tersebut juga bisa dijadikan model di desa-desa lainnya untuk menjadikan desa mandiri.

“Artinya boleh dikatakan tidak berharap 100 persen dari dana desa sehingga desa tersebut menjadi desa mandiri,” kata Zulkifli.

Dijelaskan Zulkifli, ada delapan bidang yang menjadi usaha dari BUMDes tersebut.

“Tapi yang paling utama yakni Catering kepada karyawan Arutmin. Dimana BUMDes tersebut, jika ada lelang maka BUMDes ikut tandernya dan masuk menjadi pemasukan APBD Desa. Bahkan rata rata pertahun mampu sumbang ke PAD Desa sekitar Rp 250 juta per taun,” sebut Zulkifli.

Zulkifli menilai, bukan hanya karena segi Catering saja, tapi ada banyak imbas yang membuat perekonomian warga sekitar bergairah.

“Karena Catering pasokannya atau bahan dasarnya diambil dari masyarakat sekitar. Semisal sayur, ikan dan pertanian beras dan sejenisnya. Ada multiplayer efek di sektor pertanian yang dirasakan dari masyarakat sekitar,” sebutnya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version