Wapres Serahkan Bantuan Rehabilitasi Sosial Untuk Disabilitas dan Lansia

BANJARBARU – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja dan penyerahan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) dari Kementerian Sosial (Kemensos) kepada penyandang disabilitas dan lansia Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan di Panti Sosial Budi Luhur Banjarbaru di Jalan Ahmad Yani kilometer 30, Banjarbaru pada Kamis (13/10).

Kedatangan Wapres sekitar pukul 09.50 WITA, di tempat penyerahan bantuan disambut Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Raudatul Jannah Sahbirin Noor.

Bantuan Atensi untuk wilayah regional Kalimantan berupa peralatan sekolah untuk anak, sepeda gunung, alat pemanas nasi, blender, kompor gas, tempat tidur atau kasur, peralatan kecantikan, sarung, pakaian, dan lainnya dengan total nominal mencapai Rp1.972. 800.000 untuk 638 penerima.

Penyerahan secara simbolis di Panti Sosial Budi Luhur dilakukan kepada Rahmat Rafli yang mendapatkan sepeda, perlengkapan sekolah dan usaha anak.

Selain itu juga, bantuan diberikan kepada Turiyah berupa perlengkapan pijat dan perlengkapan sekolah.

Sedangkan Adelia mendapatkan laptop dan perlengkapan kuliah, lalu Melda Yanti menerima sepeda, perlengkapan sekolah dan perlengkapan tempat tidur.

Bantuan juga diberikan kepada keluarga almarhum Ibrahim, berupa usaha kelontong serta usaha jajanan anak sekolah makanan ringan.

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, apa yang dilakukan merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan sosial bagi mereka yang tergolong kurang mampu miskin.

“Selain bantuan, bagi mereka yang bisa diberdayakan, akan dilakukan usaha ke arah itu dalam rangka upaya menurunkan angka kemiskinan, ” ujar Wapres saat melakukan konferensi pers usai menyerahkan bantuan.

Apalagi, tambahnya, Indonesia saat ini juga terkenda dampak kondisi global, sehingga pemerintah berusaha mengatasi kondisi tersebut.

Program Atensi merupakan layanan Rehabilitasi Sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial atau anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

Sasaran yang mendapatkan pelayanan ini adalah merujuk pada Peraturan Menteri Sosial RI Nomor 16 Tahun 2019 tentang Standar Nasional Rehabilitasi Sosial, yang dimaksud dengan program rehabilitasi sosial adalah program yang bersifat holistik, sistematik, dan terstandar guna mengembangkan fungsi sosial yang meliputi kapabilitas sosial dan tanggung jawab sosial untuk klaster anak, usia lanjut, penyandang disabilitas, tuna sosial dan korban perdagangan orang, serta korban narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Penyerahan bantuan yang dilakukan Wapres ini, adalah bagian dari rangkaian kegiatan kunjungan kerja (kunker) Wapres Ma’ruf Amin ke Kalimantan Selatan setelah pada Rabu (12/10) malam, membuka pembukaan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXIX Tahun 2022 di Provinsi Kalsel, di Astaka Utama Kiram Park, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Kalsel. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Yani Helmi Dukung Sektor Ekonomi Perkebunan di Desa Suka Maju

KOTABARU – Perekonomian di Desa Suka Maju, Kecamatan Sampanahan, Kabupaten Kotabaru, mayoritas bertumpu pada sektor perkebunan sawit. Hanya saja, harga jual dari komoditi itu diharapkan turut seimbang dengan pendapatan.

Suasana menuju lokasi Desa Suka Maju

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, di tengah pemulihan pasca COVID-19 diharapkan tak memukul geliat harga sawit yang dikelola masyarakat. Terlebih, saat ini penopang utama mereka masih bertumpu pada sektor perkebunan.

Yani Helmi (tengah) saat menjaring aspirasi sekaligus bersilaturahmi Ke Desa Suka Maju disambut Kades Suka Maju, TNI/Polri

“Memang diakui bahwa mayoritas masyarakat di Suka Maju ini adalah pekebun sawit dan rata-rata lokasinya tak jauh dari tempat tinggal mereka. Mudah-mudahan harga sawit juga stabil disertai permintaan dari luar tinggi kan lebih bagus,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (13/10).

Apalagi, dikatakannya, Pemprov Kalsel telah memiliki Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki kewenangan penuh terkait peningkatan efektivitas pendapatan dari bisnis komoditi kelapa sawit. Terlebih lagi, kemajuan pertumbuhan positif dari Desa Suka Maju harus benar-benar didukung dan direalisasikan penuh keberadaannya oleh pemerintah.

“Ini keterkaitan juga dengan mitra kerja kami di Komisi II DPRD Kalsel yakni Dinas Perkebunan dan Peternakan agar kesejahteraan masyarakat dapat terayomi dengan baik,” bebernya.

Kendati demikian, dari hasil diskusi dengan masyarakat aspirasi positif yang disampaikan melalui Kepala Desa Suka Maju akan diupayakan dan disuarakan dalam pokok pikiran (pokir) legislatif di DPRD Provinsi Kalsel.

“Yang pasti saya akan terus keliling, melihat kondisi dan menyerap aspirasi dari para warga di Dapil VI Kabupaten Tanbu dan Kotabaru. Kemarin di Kotabaru seberang sekarang di daratan biar serapan dari masukan masyarakat ini dapat berimbang,” papar Paman Yani yang membidangi Ekonomi dan Keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kepala Desa Suka Maju, Supriyudin mengatakan, mengapresiasi atas kunjungan yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi untuk menyambut aspirasi dari sejumlah masyarakat yang hadir.

“Kami sangat berterima kasih atas kedatangannya. Semoga silaturahmi ini dapat berjalan baik,” harapnya.

Dengan kedatangannya itu, ia mengharapkan, selain terjalin silaturahmi, keberadaan dari Yani Helmi dapat memberikan angin segar bagi pertumbuhan perekonomian mereka.

“Semoga aspirasi yang disampaikan dapat terealisasi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kunjungan yang dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi ke Desa Suka Maju merupakan kegiatan menjaring aspirasi (reses). Di mana, Desa Suka Maju, Kecamatan Sampanahan, Kecamatan Kotabaru (400 Kilometer lebih dari Kota Banjarmasin) merupakan titik pertama dalam pelaksanaan reses tahun 2022. (RHS/RDM/RH)

Kalsel Expo 2022, Stand Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin Layani Pembuatan Paspor

BANJAR – Stand Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin melayani paspor bagi pengunjung Kalsel Expo 2022 yang merupakan rangkaian event Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29.

Hal itu disampaikan, Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Muhammad Yamin kepada wartawan di sela kegiatan pameran di alun-alun Ratu Zaleha Martapura Kabupaten Banjar pada Rabu (12/10).

Kasi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Karena ini hanya stand pameran maka para pengunjung yang ingin membuat paspor dapat mengisi formulir, sesi wawancara dan pengambilan foto. Sedangkan buku paspor akan diproses dan bisa diambil di kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin selama tiga hari kerja setelah pembayaran,” jelasnya.

Terkait biaya pembuatan paspor, menurut Yasmin, untuk paspor non elektronik dikenakan biaya Rp350 ribu dan untuk paspor elektronik dikenakan biaya Rp650 ribu.

“Mulai terhitung sejak 12 Oktober 2022, masa berlaku paspor dari lima tahun menjadi 10 tahun. Sementara untuk biaya tetap, belum ada perubahan,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin pelayanan paspor tanpa perlu mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin bisa menggunakan layanan “Eazy Pasport”. Hal ini dalam rangka memberikan kemudahan kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan pelayanan paspor.

“Dengan layanan ini, kami melayani pembuatan paspor secara kolektif di lokasi pemohon,” terangnya. (NRH/RDM/RH)

Bakeuda Kalsel Sosialisasikan Pembebasan Denda Pajak di Kalsel Expo 2022

BANJARMASIN – Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan sosialisasi mengenai pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Pameran Kalsel Expo 2022 dan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 29.

Hal itu disampaikan, Kepala Bakeuda Kalsel, Dinansyah kepada wartawan di sela kegiatan Kalsel Expo di Alun-Alun Ratu Zaleha Martapura Kabupaten Banjar, Rabu (12/10).

Kepala Bakeuda Kalsel, Dinansyah (tengah) didampingi pejabat Bakeuda lainnya

Selain turut memeriahkan Kalsel Expo dan MTQ Nasional ke 29, menurut Dinansyah, Bakeuda Kalsel juga melakukan sosialisasi kepada para pengunjung terkait program pajak kendaraan bermotor (PKB) yaitu pemberian diskon, pembebasan denda pajak dan pembebasan bea balik nama.

“Program ini dilaksanakan mulai 3 Oktober sampai 24 Desember 2022 sesuai arahan Gubernur Kalsel,” jelasnya.

Melalui program ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terlebih adanya kenaikan harga BBM dan kondisi perekonomian yang masih belum pulih pasca pandemi COVID-19.

“Stand Bakeuda Kalsel buka dari jam 09.00-21.00 WITA mulai 12 hingga 16 Oktober 2022,” tambahnya.

Di stand ini, para pengunjung dapat melakukan pembayaran PKB dan bagi yang beruntung juga akan disediakan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan membayar pajak. (NRH/RDM/RH)

Warung Gratis di Masjid Jami Banjarmasin Ramaikan Lomba MTQN

BANJARMASIN – Adanya warung gratis di halaman Masjid Jami Banjarmasin, turut serta berpartisipasi mensukseskan lomba di venue Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke – 29 untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz.

Kepada sejumlah wartawan, Pendiri warung gratis halaman Masjid Jami Banjarmasin, Ahmad Syarbini, pada Kamis (13/10) mengatakan, pihaknya sangat senang Masjid Jami terpilih sebagai salah satu venue dalam menyelenggarakan lomba MTQN, sehingga warung gratis yang dikelola pihaknya dengan relawan terus dilaksanakan, untuk meramaikan event Nasional di Kota Religi.

Pendiri warung gratis halaman Masjid Jami Banjarmasin, Ahmad Syarbini

“Kita buka warung gratis ini buka sejak enam bulan yang lalu, sebelumnya di depan Masjid Jami, sekarang pindah ke belakang,” katanya

Disampaikan Syarbini, untuk dana membuka warung gratis melalui sumbangan Ikatan Persaudaraan Jemaah Subuh, sekarang sudah berkembang dari banyak donator, bahkan pihaknya mendapat bantuan pribadi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, untuk mensukseskan lomba di venue Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke – 29 untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz, berupa gula teh dan kopi, karena ke warung ini tidak hanya pengunjung sekitar, pasti dari kafilah provinsi lain serta Panitia Pusat MTQN.

“Kita sediakan minuman teh, kopi, air mineral, untuk kue seperti roti, apam, serta nasi bungkus, biasanya sumbangan dari warga, warung ini buka dari pagi hingga Jam 21.00 WITA,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Direktorat Bimbingan Masyarakat Kemenag RI, Gufron menilai, warung gratis menyajikan teh, kopi, air mineral, ini baru pertama kalinya ada di Kota besar, dan sangat diapresiasi untuk menyemarakkan event Nasional lomba di venue Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional ke – 29 untuk Cabang Hifzil Qur’an golongan 10 Juz dan 20 Juz yaitu di Masjid Jami Banjarmasin. Ia berharap dapat ditiru bagi Masjid lain nantinya.

Direktorat Bimbingan Masyarakat Kemenag RI, Gufron

“Semoga menjadi ladang amal jariah bagi yang menyumbang dan relawan yang bekerja untuk melayani,” tutup Gufron

Untuk diketahui, Masjid Jami ini berlokasi di Jalan Masjid Jami RT 03 RW 01 Nomor 01, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Tahap ke Lima Dibuka, BLK Kalsel Harapkan Siswa Lulusannya Dapat Terjun ke Dunia Kerja

BANJARBARU – Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalimantan Selatan (Kalsel), Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel terus menerus memberikan pelatihan keterampilan bagi masyarakat agar mampu menjadi tenaga kerja yang andal.

Terbukti pada Kamis (13/10), BLK Kalsel kembali menggelar pelatihan untuk yang ke lima kalinya di tahun 2022 ini. Setelah sebelumnya menyelesaikan 4 pelatihan yang dimulai sejak Maret lalu.

Kepala BLK Kalsel, Muhammad Yusfiansyah mengungkapkan, ada 6 jenis kejuruan yang diajarkan oleh pihaknya pada tahap ke 5 ini, yakni Computer Operaror Assistant, Teknisi Perawatan AC Residential, Teknisi Audio Video, Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi, Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Pengoperasian Mesin Bubut.

Setiap kejuruan disebutkannya ada 16 siswa yang akan dididik selama kurang lebih satu setengah bulan, ditambah dua bulan masa magang.

“Tapi kalau mereka sudah mendapatkan tawaran kerja setelah mengikuti pelatihan, (mereka) tidak perlu lagi mengikuti masa magang,” terangnya.

Yusfiansyah berharap seluruh siswa yang mengikuti pelatihan di BLK Kalsel, dapat langsung terjun ke dunia kerja maupun usaha. Apalagi diakuinya, sejumlah perusahaan seringkali meminta karyawan lulusan dari BLK Kalsel.

“Ya Insyaallah (siswa) sudah pasti terserap (ke dunia kerja), tinggal menunggu (lulus) aja lagi, karena selain kita berikan surat kelulusan dan sertifikat, kita juga melampirkan hasil ujian setiap siswa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada pembukaan pelatihan tahap ke 5 ini memberikan kesan yang berbeda dibading sebelumnya. Sebab pada tahap ini, kegiatan dirangkai dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diikuti oleh seluruh peserta di Masjid BLK Kalsel.

“Karena kan bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, jadi kita juga ingin mengambil berkah, karena kita juga kan tidak hanya hidup di dunia saja melainkan juga di akhirat,” tutupnya.(SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Seminar Internasional MTQ Nasional ke-29

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan (Kalsel) menggelar Seminar Internasional, yang merupakan rangkaian acara MTQ Nasional ke-29 tahun 2022 di Kalimantan Selatan. Dengan mengambil tema The Qur’an ini the Malah Culture Past Present And Future atau Qur’an dalam budaya melayu, dulu, kini, dan nanti ini digelar Kamis (13/10). Seminar dibuka oleh Gubernur Kalsel yang diwkaili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparno didampingi sejumlah kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalimantan Selatan, dan dihadiri ratusan peserta yang berasal dari para tokoh agama, mahasiswa dan mahasiswi, serta tamu undangan MTQ Nasional ke-29.

Dalam sambutannya Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparno menyampaikan seminar Internasional ini diharapkan dapat membangun kesadaran akan pentingnya kajian keislaman untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

“Mudah-mudahan seminar dapat berjalan baik dan lancar, ” ungkap Suparno.

Suparno melanjutkan, Agama dan Budaya merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Kebudayaan dipengaruhi oleh agama dan begitupun sebaliknya. Sebagai contoh kebudayaan yang sangat dipengaruhi oleh Agama Islam yakni budaya melayu, yang ditemukan dalam tradisi dan pemikiran masyarakat sehari-hari.

“Orang Melayu terkenal akan tradisi keagamaannya, sehingga keberadaan Aksaea terus dipertahankan,” ucap Suparno.

Diungkapkannya, Pemprov Kalsel sangat berkomitmen, dalam mendukung segala kegiatan yang bernuansa keagaamaan, apalagi kegiatan yang berkaitan dengan kajian budaya melayu, dan Budaya tersebut diharapkan dapat terus diwariskan ke genarasi-generasi selanjutnya untuk membuka wawasan pemikiran. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Berikan 2.000 NIB Untuk Pelaku UMK

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) memberikan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis kepada 2.000 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kalsel. Kegiatan ini berpusat di Auditorium ULM, Banjarbaru, Kamis (13/10).

Dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengatakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi besar untuk mendorong tumbuhnya potensi ekonomi di Indonesia termasuk Kalimantan Selatan.

Apalagi menurutnya pengembangan sektor UMKM ini telah mendapat perhatian cukup besar dari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Hal ini menjadi modal bagi kita, untuk terus mendorong tumbuhnya potensi-potensi ekonomi baru yang berkualitas dan berdaya saing,” ucapnya.

Selain itu sektor UMKM diakuinya telah terbukti dan diyakini mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional, khususnya dalam agenda pemulihan perekonomian pasca pandemi COVID-19.

“Dengan bantuan ini kita berharap pada pelaku usaha khususnya UMKM di Kalsel dapat beraktifitas usaha secara legal dan aman. Dapat membuka dan memperluas akses permodalan, distribusi, dan pemasaran produk-produknya, sehingga memiliki daya saing yang semakin baik,” harapnya.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo memberikan apresiasi kepada Pemprov Kalsel melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) yang sudah menginisiasi pemberian NIB kepada 2.000 UMK ini.

Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo (tengah) saat sesi wawancara didampingi Plt Kepala Dinas PMPTSP Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana (kiri)

“Ini menjadi terobosan karena kalau kita menunggu pelaku usaha untuk melakukan interaksi dengan sistem informasi yang sudah disiapkan oleh Kementrian Investasi, kemungkinan itu kecepatannya rendah,” katanya.

Meski diberikan secara gratis, menurutnya tidak serta merta membuat pelaku usaha bisa berbondong-bondong mengurus NIB. Tetapi harus mengetahui terlebih dahulu secara teknis pelaksanaan pendaftarannya.

“Nah yang dilakukan Dinas PMPTSP Kalsel ini mereka mengajak dan mendatangi pelaku usaha untuk selanjutnya meminta data pokok untuk bisa membuat NIB, lalu dibantu untuk membuatkan email sebagai syarat untik melakukan pendaftaran,” jelasnya.

Yusharto berharap sistem ‘Jemput Bola’ oleh Dinas PMPTSP Kalsel ini tidak hanya dilakukan di wilayah pasar dan area pertokoan saja, melainkan juga dapat mencakup hingga ke wilayah desa.

“Desa saat ini sudah banyak memiliki pelaku usaha, seperti BumDes, Pertashop, penjual bakso, jamu dan lain sebagainya,” tutupnya.

Sebagai tambahan, berdasarkan hasil pendataan, UMK dan UMB di Kalsel tercatat sebanyak 466.372 usaha yang tersebar dalam 13 kategori usaha. Sejak diterapkan sistem OSS Berbasis Risiko, Kalsel telah menerbitkan kurang lebih 24.555 NIB per tanggal 2 Oktober 2022. (SYA/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Minta Seluruh Pihak Sukses Pelaksanaan Porprov di HSS

BANJARMASIN – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel pada November 2022 mendatang. Maka, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) melaksanakan Chef de Mission Meeting Venue Pekan Olahraga Provinsi ke 11 Kalimantan Selatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tahun 2022, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Kamis (13/10).

Dibuka oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan Setdaprov Kalimantan Selatan Nurul Fajar Desira.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Fajar mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi kepada Pemkab HSS yang telah melaksanakan kegiatan ini.

“Dengan digelarnya acara ini, dapat akan semakin memperkokoh tekad dan semangat kita dalam menyambut Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Adanya kegiatan ini, lanjut Gubernur, merupakan langkah awal dalam mempersiapkan segala sesuatunya untuk mensukseskan, pelaksanaan Porprov di Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendatang.

“Sebagaimana dari tujuan acara ini, adalah untuk memantapkan diri dalam rangka persiapan Porprov di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan percaya pihaknya panitia sudah bekerja keras untuk mempersiapkan segala, untuk kesuksesan Porprov mendatang,” ucap Gubernur.

“Saya meminta kepada KONI dan Dinas terkait, untuk memberikan perhatian lebih kepada kegiatan ini, tidak lupa melakukan pembinaan serius baik terhadap organisasi serta bonus atlet,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Ketua Panitia Porprov Kabupaten HSS sekaligus Wakil Bupati Syamsuri Arsyad mengatakan, pihaknya bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini, yang merupakan salah satu rangkaian proses dalam penyelenggaraan Porprov.

Wakil Bupati Kab HSS Syamsuri Arsyad

“Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana, pertemuan seluruh KONI yang ada di Provinsi Kalsel, untuk berdiskusi bersama, menyampaikan hal hal persolan teknis,” ungkapnya.

Menurut Syamsuri, pihaknya saat ini meyakinkan bahwa Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah siap, untuk pelaksanaan Porprov tersebut.

“Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah siap melaksanakan Porprov ke 11,” ucap Syamsuri. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Kualitas SDM Unggul dan Qur’anic, Wapres Buka MTQ Nasional XXIX di Kalsel

BANJAR – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX resmi dibuka. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin, di Astaka Utama Kiram Park, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (12/10) malam.

Dalam sambutannya Wapres mengatakan perkembangan kehidupan beragama selama ini relatif menggembirakan, terutama pada tingkat pelaksanaan ritual keagamaan yang didukung oleh meningkatnya penyediaan sarana dan fasilitas keagamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan keagamaan yang tumbuh subur.

“Salah satu program pembangunan bidang agama adalah peningkatan pemahaman dan pengembangan nilai keagamaan di masyarakat, dan diantaranya adalah melalui kegiatan MTQ,” ucapnya.

MTQ menurutnya merupakan pengembangan syiar Islam dan ikhtiar untuk mengagungkan kalam ilahi, meneguhkan kesuciannya, memperkuat keimanan, dan memperluas fungsi edukatif kitab suci Al-Qur’an bagi umat Islam.

Oleh karena itu tema yang diangkat pada MTQ tahun ini ‘Dengan MTQ Nasional Kita Tingkatkan Kualitas SDM yang Unggul dan Qur’ani Untuk Mewujudkan Masyarakat yang Religius dan Moderat’, diakuinya juga sangat tepat dengan kondisi saat ini.

“Terkait kualitas SDM sesuai dengan perintah dari Ayat pertama Al-Qur’an yakni Iqra (bacalah) yang memiliki makna agar setiap umat Islam menekankan kepada pemupukan ilmu pengetahuan secara terus menerus, bisa dipakai untuk mengoptimalkan peran sebagai khalifah di muka bumi ini,” lanjutnya.

Selain itu, Wapres menyebut setiap umat Islam juga harus menjadi pribadi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sehingga dapat memberi kemaslahatan bagi masyarakat.

“Ilmu pengetahuan merupakan identitas generasi Qur’an. Saya berharap generasi muda Muslim mempunyai identitas tersebut,” harapnya.

Sementara itu Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor berharap, MTQ Nasional XXIX tahun 2022 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu menjadi pendobrak semangat umat Islam untuk lebih mencintai Al-Qur’an.

“Substansi dan makna MTQ kiranya mampu menggerakkan seluruh umat Islam untuk lebih mencintai Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan utama serta rujukan sekaligus solusi bagi semua persoalan,” harapnya.

Menurutnya, menjadi tuan rumah musabaqah yang diikuti 1.676 peserta dari 34 provinsi merupakan sebuah kebanggaan. Apalagi diakuinya, hal ini menjadi catatan sejarah bagi Kalsel setelah 52 tahun sejak menjadi tuan rumah MTQ Nasional III tahun 1970.

“Sukses bukan hanya untuk Kalsel tetapi juga untuk Indonesia karena berhasil menjaga tradisi kebudayaan Islam dengan melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Exit mobile version