Banjarmasin Kembali Waspadai Banjir Rob

BANJARMASIN – Diprediksi pada awal Oktober ini, cuaca tidak bersahabat melanda Kota Banjarmasin, curah hujan tinggi serta ancaman banjir rob. Seperti perkiraan dalam surat edaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Analisis Mitigasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Hanafi, mengatakan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, sudah memperingatkan potensi air laut pasang atau Rob setinggi 2,8 meter di Kalimantan Selatan termasuk di Kota Banjarmasin.

Analis Mitigasi BPBD Kota Banjarmasin Hanafi

“Melalui surat edaran BMKG yang kami terima, untuk beberapa hari kedepan cuaca kurang bersahabat terutama ancaman banjir rob,” ungkap Hanafi, kepada sejumlah wartawan, Selasa (4/10).

Diprediksi pasang tersebut, lanjutnya, dimulai 1 – 9 Oktober. Dan puncaknya pada 6 Oktober mendatang.

“Untuk kenaikan air, terjadi sekitar tengah malam atau pada Dinihari sekitar mulai jam 23.00 WITA, sampai subuh,” ujarnya.

Hanafi mengatakan, banjir rob terjadi pada tengah malam, waktu tersebut dimana masyarakat sedang istirahat atau tidur.

“Oleh karena itu, warga Kota Banjarmasin diminta untuk kembali waspada terhadap ancaman banjir rob yang diprediksi akan mulai terjadi di awal Oktober ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hanafi juga mengatakan, kawasan yang terdampak banjir rob, merupakan kawasan dipesisir atau pinggir sungai. Seperti, Pelambuan, serta lainnya.

“Diprediksi pihak BMKG ketinggian air saat banjir rob, bervariasi dari 2,8 meter diatas permukaan laut, serta 30 hingga 40 cm,” jelasnya.

Sedangkan, wilayah yang cukup terdampak banjir rob ini, yaitu dikawasan pinggir sungai. Seperti Pelambuan, Kelayan, dan lainnya.

“Untuk warga dikawasan tersebut untuk waspada dan mengamankan alat elektronik, listrik, agar diletakkan ditempat yang aman,” ucap Hanafi. (SRI/RDM/RH)

Raperda Retribusi PTKA Kota Banjarmasin, Finalisasi

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PTKA) DPRD Banjarmasin, telah difinalisasi menjadi Perda.

Suasana rapat pansus Raperda Retribusi (PTKA) di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin

Ketua Pansus Raperda Retribusi PTKA DPRD Banjarmasin, Gusti Yasni Iqbal, kepada wartawan pada Selasa (4/10) mengatakan, hasil rapat pembahasan disepakati Judul Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing, karena sebelumnya berjudul Retribusi Izin Perpanjangan Tenaga Kerja Asing, hal itu dimaksudkan menyesuaikan namanya di seluruh Indonesia

“Judul Raperda tidak lagi berbeda di seluruh provinsi,” jelasnya

Yasni menjelaskan, untuk data terbaru yang disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Banjarmasin, saat ini jumlah tenaga kerja asing ada sebanyak 11 orang, tersebar di beberapa perusahaan. Ia berharap dengan adanya payung hukum Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing, dapat menambah pemasukan kas daerah di kota ini.

“Besaran penarikan retribusi 100 dolar pertahun,” jelasnya

Lebih lanjut Yasni menambahkan, selama ini beberapa kota besar lain seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya untuk perolehan pendapatan asli daerah, dari retribusi tenaga kerja asing cukup besar, apalagi kota Banjarmasin dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan.

“Kita ingin potensi ini dapat berikan PAD yang besar nanti,” tutup Politisi Gerindra DPRD Banjarmasin.

Untuk diketahui, Rapat Pansus Raperda Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing, berlangsung di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin, dipimpin Ketuanya Gusti Yasni Iqbal, didampingi Wakil Awan Subarkah bersama anggota Deddy Sophian, Abdurrasyid Ridho, Siti Rahimah dan Hariya Sisar. Dihadiri Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja, Isa Ansyari, Kepala Bagian Hukum, Jefri Fransyah, perwakilan Bakueda dan Dinas Penanaman Modal Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Jadi Ibukota Provinsi, Pemko Terus Berbenah Wujudkan Banjarbaru Kota Masa Depan

BANJARBARU – Setelah ditetapkan menjadi Ibukota Provinsi (IKP) Kalsel berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2022, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru terus melakukan koordinasi secara intensif, baik dengan Pemerintah Pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan yang akan dilakukan di Banjarbaru sebagai IKP.

Mengingat perpindahan ibukota Kalsel ke Banjarbaru merupakan bagian dari rancangan agar Banjarbaru sebagai kota penyangga rencana pembangunan Ibukota Negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur.

“Insya Allah perencanaan ini akan kita follow up dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah sehingga perencanaan tersebut dapat kita selesaikan, meskipun tidak mesti diselesaikan dalam satu, dua atau tiga tahun,” kata Walikota Banjarbaru, M Aditya Mufti Ariffin kepada Abdi Persada FM dalam program Topik Kita Hari Ini dengan tema ” Kesiapan Banjarbaru Menjadi IKP Kalsel”, edisi Selasa (4/10).

Aditya menjelaskan saat ini, Pemko Banjarbaru sedang menuntaskan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di tahun 2023. Kemudian dilanjutkan dengan Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) di tahun 2024. Termasuk juga perencanaan mitigasi banjir yang mulai dikerjakan pada tahun ini hingga tahun 2026 mendatang.

Selain itu, menurut Aditya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk menyelesaikan permasalahan lahan dan menyiapkan lahan untuk pembangunan ke depannya.

“Ada landreform dan lain lain yang seharusnya sudah dieksekusi dari beberapa tahun yang lalu sehingga Pemda memiliki cadangan lahan. Hari ini sudah kita follow up kembali sehingga kita bisa menjamin ketersediaan lahan untuk pemerintah mengembangkan semua sarana dan prasarana di Banjarbaru,” tambahnya.

Aditya berharap Pemko Banjarbaru bisa bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Kalsel untuk mewujudkan Banjarbaru sebagai kota masa depan dan penyangga IKN di Kalsel.

Sementara itu, di acara yang sama, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mengharapkan agar Pemkot Banjarbaru mulai memetakan rencana-rencana strategis untuk pengembangan kota. Salah satunya dengan memperhatikan persoalan ketersediaan lahan untuk instansi vertikal maupun pengembangan kota.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar

“Karena seiring waktu, harga lahan akan semakin tinggi dan kawasannya akan menyempit,” jelasnya.

Sehingga, menurut Fadli, sudah saatnya Pemkot Banjarbaru memperhatikan ketersediaan lahan untuk fasilitas publik seperti ruang terbuka hijau, rumah sakit, tempat-tempat usaha dan juga jalan-jalan yang memerlukan perluasan.

“Seperti jalan Trikora dan jalan Landasan Ulin karena nantinya akan menjadi jalan nasional,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Polda Kalsel Gandeng Tokoh Masyarakat Cegah Bibit Intoleransi dan Radikal Ditengah Masyarakat

BANJARBARU – Dalam rangka cipta Kamtibmas di Provinsi Kalimantan Selatan, Polda Kalsel melalui Direktorat Intelkam mengajak masyarakat di provinsi ini, untuk mencegah bibit intoleransi dan radikal.

Ajakan ini disampaikan Direktorat Intelkam Polda Kalsel saat bersilaturahimi dengan salah satu tokoh masyarakat di wilayah Kota Banjarbaru, Ali Abidin, baru-baru tadi. Silaturrahmi ini dipimpin langsung oleh Panit 1 Subdit 4 Dit Intelkam AKP Muhammad Shodiq, dan beberapa personil Dit Intelkam.

“Kami mengucapkan terimakasih telah diterima dan disambut dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Shodiq, dalam kegiatan tersebut, disampaikan beberapa pesan dalam menjaga kamtibmas diantaranya, dengan kerukunan dan tolerensi antar umat beragama diharapkan dapat menjadi langkah awal mengantisipasi penyebaran faham intoleran di lingkungan masyarakat.

“Dengan sinergitas masyarakat dan pemerintah di harapkan sebagai langkah efektif mencegah berkembangnya penyebaran tindakan Radikalisme dan Terorisme yang dapat menggangu stabilitas keamanan,” tuturnya.

Sementara itu, Ali Abidin mengatakan, pihaknya selaku tokoh masyarakat sepakat dan siap membantu Kepolisian dalam, menjaga Kamtibmas di lingkungan masyarakat guna mengeliminir, berkembangnya sikap dan faham intoleran di lingkungan masyarakat, yang dapat memicu pada tindakan Radikalisme dan Terorisme.

Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, juga diserahkan bantuan berupa Al-Quran. (DIT.INTELKAM/SRI/RDM/RH)

Gelaran BSF ke-6, Sasirangan Diharapkan Bisa Dicintai Anak Muda

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dekranasda Kota Banjarmasin mengharapkan Sasirangan dapat dicintai generasi muda di kota ini.

Harapan ini disampaikan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Siti Wasilah, usai gelaran Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke 6 tahun 2022, yang secara resmi ditutup oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, di Panggung Balai Kota Banjarmasin, Minggu Malam (1/10).

“Malam penutupan BSF ke 6 ini meriah sekali, setelah digelar beberapa hari. Apalagi ada artis atau youtuber Nabila Maharani menghibur warga,” ungkap Ibnu.

Tak hanya itu, lanjutnya, gelaran fashion show Sasirangan dan penampilan musisi lokal turut menjadi daya tarik warga Kota Seribu Sungai.

“Tujuan kita menghadirkan BSF yaitu mengangkat sasirangan menjadi sebuah keganggaan kita ditingkat lokal, nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Sebelumnya dalam rangkaian BSF ke 6 turut digelar pemilihan Putra-putri Sasirangan.

Pucuk pimpinan Kota Baiman itu pun berharap, dengan hadirnya Putra-putri Sasirangan dapat membawa dan mempromosikan sasirangan.

“Sehingga kami optimis sasirangan menjadi kebanggaan kita semua dan menjadi produk ekonomi kreatif yang bisa membangkitkan ekonomi di Banjarmasin, dan Kalsel,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Siti Wasilah beryukur gelaran BSF ke 6 turut didukung Kementrian Perindustrian Republik Indonesia melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin.

Dengan gelaran BSF ke 6 ini ujarnya, para desainer muda bisa menggelar workshop dan ini juga upaya pihaknya menghasilkan produk “Ready to Wear” atau siap pakai yang cocok untuk anak muda.

“Oleh karena itu dengan banyaknya desainer lokal yang membuat produk ready to wear cocok untuk segmen anak muda,” ujarnya.

“Dan saya harap anak muda di Banjarmasin, di Kalsel bisa mencintai sasirangan, karena produknya semakin bervariasi,” ucap Siti Wasilah. (PEMKOBJM/SRI/RDM/RH)

Tahura Sultan Adam Jadi Lokasi Terbesar Penanaman Rehabilitasi DAS

BANJARBARU – Penanaman Rehabilitasi DAS adalah penanaman di dalam dan di luar kawasan hutan yang merupakan salah satu kewajiban pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) dan pemegang Keputusan Menteri, tentang Pelepasan Kawasan Hutan akibat tukar menukar kawasan hutan sebagai upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi DAS yang sudah di atur dalam Peraturan Menteri LHK Nomor P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Penanaman Dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Rehabilitasi DAS IPPKH merupakan salah satu komponen yang cukup besar dalam mendukung kesuksesan Program Rovolusi Hijau Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor untuk perbaikan lingkungan melalui gerakan penanaman secara masif.

Belum lama tadi, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra menyampaikan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan Provinsi di Indonesia, dengan target penanaman rehabilitasi DAS terbesar di Indonesia, Dari 30.000 hektare penanaman Rehabilitasi DAS di Kalsel, 24.000 hektare berada di lahan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam.

“Kita patut berbangga karena Provinsi Kalsel menjadi yang terbesar penanaman Rehabilitasi DAS,” ungkapnya.

Fatimatuzzahra menambahkan, pihaknya mengharap kan dengan adanya Rehabilitasi DAS di Tahura Sultan Adam, dapat menggelorakan semangat untuk revolusi Hijau yang telah dicanangkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sejak tahun 2017.

“Hingga sekarang kami terus melakukan penanaman yang dibantu dari beberapa perusahaan – perusahaan pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) di banua ini, untuk terus meningkatkan penghijauan,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Bola Banua Berhasil Menang Pada Festival Sepakbola Legend U-45 Piala Paman Birin Cup 2022

BANJARMASIN – Tim Sepakbola Bola Banua berhasil keluar sebagai juara 1 pada Festival Sepakbola Legend U-45 Piala Paman Birin Cup Tahun 2022. Kemenangan ini diraih setelah pada babak final berhasil mengalahkan All Star Tanah Laut dengan skor 1 : 0, di lapangan Sepakbola Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mulawarman, Jumat Sore (30/9).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya bersyukur telah selesai menyelenggarakan Festival Sepakbola Legend U-45 Piala Paman Birin Cup.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Kami bersyukur telah berhasil menyelenggarakan Festival Sepakbola Legend U-45 Piala Paman Birin Cup Tahun 2022,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Hermansyah, pihaknya tidak menyangka antusias warga, untuk dapat mengikuti kegiatan ini.

“Pemain Legend ini sangat luar biasa, sehingga pada tahun depan akan diselenggarakan lebih meriah lagi,” ucapnya.

Diharapkan, pada tahun depan Festival ini, akan diikuti oleh perwakilan 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Nantinya peserta dari 13 Kabupaten dan kota di Kalsel diwajibkan, untuk mengikuti,” katanya.

Begitu juga, tambah Hermansyah, untuk hadiah akan diperbesar lagi. Sehingga, animo masyarakat akan bertambah untuk mengikuti kejuaraan Festival Sepakbola Legend U-45 Piala Paman Birin ini.

Adapun pemenang Festival Sepakbola Legend U45 Piala Paman Birin Cup Tahun 2022, adalah; Juara 1 berhasil direbut Bola Banua, Juara 2 ditempati oleh All Star Tanah Laut, Juara 3 diraih oleh All Star Kalsel, serta juara 4 berhasil diraih oleh Tim Sepakbola Reborn Martapura.

Penyerahan hadiah juara 2

Sementara, hadiah diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, Kepala Kesbangpol Kalsel Heriansyah, Plt Kabag Kepemudaan Dispora Kalsel Budiono. (SRI/RDM/RH)

Magang di PPRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Minimal Sudah Vaksin Lengkap

BANJARBARU – Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Provinsi Kalsel menekankan vaksin lengkap sebagai syarat mahasiswa untuk melakukan praktik magang.

Apalagi puluhan mahasiswa yang berpraktik di sana rata-rata dari jurusan keperawatan dan kesehatan. Terlebih, usia senja juga dianggap paling rentan terhadap paparan COVID-19.

Kepala Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (PPRSLU) Budi Sejahtera Provinsi Kalsel Surya Fujianorrochim, mengatakan, sebagai langkah atau upaya mencegah terjadinya gelombang selanjutnya. Maka, perlu proteksi yang ketat, meski pandemi telah melandai.

“Selain prokes lengkap. Kami juga mengetatkan mahasiswa yang magang di sini minimal sudah mendapatkan booster atau vaksin ketiga. Tentu, tujuannya agar mengantisipasi penyebaran dari paparan COVID-19,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, Jumat (30/9) siang.

Kendati begitu, dikatakannya lagi, rata-rata mahasiswa yang berpraktik di lingkungannya telah mendapatkan suntikan dosis lengkap.

“Alhamdulillah, semuanya sudah mendapatkan. Apalagi, kita ketahui tenaga kesehatan kan harus dapat dosis booster kedua,” ungkap Kepala Panti PRSLU Budi Sejahtera Kalsel, Surya.

Ia mengungkapkan, seiring mulai menurunnya persebaran wabah COVID-19 di Kalsel, penerimaan mahasiswa untuk melakukan praktik magang di PPRSLU pun kini tak dibatasi lagi.

“Sebelum hanya tiga sampai lima orang. Tetapi, karena melandai kami sudah memperbolehkan lebih dari itu magang di sini,” bebernya.

Persoalan ini, menurutnya, sebagai bentuk proteksi terhadap perlindungan lansia yang terus mendapat perawatan dari pihaknya. Bahkan, mayoritas kondisi mereka sudah ada yang sakit.

“Mereka (mahasiswa) yang merawat lansia wajib menggunakan masker saat berkomunikasi atau sedang berinteraksi. Selanjutnya untuk pemeriksaan kesehatan wajib menggunakan sarung tangan dan hand sanitizer,” ungkapnya.

Sementara itu, ia mengutarakan, terkait kunjungan belum bisa dibebaskan. Hal ini masih dianggap riskan apabila pengetatan dilonggarkan.

“Jadi, kami masih tetap memberlakukan penerimaan tamu untuk kunjungan di depan kantor. Karena masih dalam suasana pandemi,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Legislator Kalsel Dorong Semangat Mengabdi PMKS Untuk Daerah

BANJARMASIN – Legislator Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendorong para mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) di berbagai kota di Indonesia agar memiliki semangat untuk kembali mengabdi di Bumi Lambung Mangkurat setelah menyelesaikan studi di perantauan.

Pasalnya, menurut Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin, provinsi Kalsel memiliki sumber daya alam (SDA) berlimpah yang memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mengelola SDA tersebut.

“Kami berharap putra-putri Banua yang tersebar di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan dengan baik waktu selama kuliah, bersungguh-sungguh belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan, membekali diri dengan penguasaan teknologi, serta semangat berinovasi agar menjadi SDM yang mampu berkontribusi demi kemajuan dan kesejahteraan Kalsel,” katanya kepada wartawan, Jum’at (30/9).

Politisi Partai Gerindra itu juga meminta seluruh PMKS yang ada di Indonesia untuk dapat menyajikan daftar kelulusan sarjananya setiap tahun kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi. Selain diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pegawai di lingkungan kerja Pemprov, para lulusan ini juga dapat diikutsertakan dalam kegiatan bursa tenaga kerja yang diadakan Disnakertrans setiap tahun.

“Jadi event tersebut bukan hanya ditujukan bagi para pencari kerja saja, tetapi juga kesempatan bagi instansi pemerintah maupun swasta untuk mendapatkan tenaga kerja atau lulusan sarjana sesuai dengan kebutuhannya melalui daftar kelulusan yang disajikan oleh PMKS dari seluruh Indonesia ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin melakukan silaturahmi sekaligus diskusi terbuka bersama mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Kalimantan Selatan (PMKS) Kota Surabaya, pada Kamis (29/9).

Kesempatan tersebut digunakan sebaik mungkin bagi mahasiswa yang berasal dari berbagi kabupaten/kota di Kalsel ini untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung terkait kegiatan mahasiswa asal Kalsel di Kota Surabaya hingga rencana mereka pasca memperoleh kelulusan sebagai sarjana. (NRH/RDM/RH)

Tumbuhkan Minat Baca, Dispersip Kalsel Datangi Tanbu

TANAH BUMBU – Dalam rangka menanamkan kesadaran untuk menumbuhkan minat baca terhadap masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan mengadakan Roadshow Sosialisasi Minat Baca yang bertempat di Aula Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (29/9).

Rombongan Dispersip Kalsel dipimpin oleh Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar bersama Kasi Pelayanan dan Kerja Sama Perpustakaan, Ermawati mewakili Kepala Dispersip Kalsel.

Acara sosialisasi minat baca yang dibuka oleh Kepala Dispersip Tanah Bumbu yang diwakili oleh Sekretaris-nya, Muhammad Saleh ini merupakan kegiatan Dispersip Kalsel yang ke-5 atau yang terakhir dari rangkaian roadshow yang diselenggarakan di tahun 2022, dengan lokasi pelaksanaan yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Tanah Laut, Tabalong dan Tanah Bumbu.

Kabid Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Dispersip Kalsel untuk terus menggaungkan literasi, guna meningkatkan kegemaran membaca, yang bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar, dan ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Banua. Selain itu juga untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPM) Kalsel yang selama dua tahun terakhir ini tertinggi se-Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dispersip Tanbu, Muhammad Saleh memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas kunjungan tim Dispersip Kalsel ke Kabupaten Tanah Bumbu. Ia berharap agar kegiatan ini bisa terus berkelanjutan, sehingga minat baca masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu semakin meningkat dan semakin melek dengan perkembangan dunia literasi saat ini.

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan tim Dispersip Kalsel yang mau memberikan sosialisasi minat baca kepada masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu, semoga kegiatan ini terus berkelanjutan agar minat baca masyarakat kita juga semakin meningkat,” pungkasnya. (DISPERSIPKALSEL-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version