Modernisasi Pertanian Kalimantan Dukung Ketahanan Pangan IKN Baru

BANJARMASIN – Upaya pengendalian inflasi pangan daerah, perlu terus didukung penguatan sinergi dan inovasi. Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi se-Kalimantan, melaksanakan kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Regional Kalimantan dengan tema “Gawi Sabumi Bajaga Inflasi Kalimantan” di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, pada Senin (12/12).

Kegiatan GNPIP Regional Kalimantan, mengedepankan inovasi dalam bentuk pengembangan modernisasi pertanian hulu-hilir (integrated digital farming) guna mendorong optimalisasi produksi dan efisiensi harga pangan dalam jangka menengah, panjang, utamanya dalam mendukung ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) baru.

Pembangunan IKN Nusantara di Pulau Kalimantan akan mendorong peningkatan urbanisasi yang berdampak pada bertambahnya jumlah penduduk sehingga mendorong peningkatan kebutuhan pangan. Untuk itu, GNPIP Kalimantan melalui modernisasi pertanian hulu-hilir berupaya mentransformasi lahan bekas tambang dan lahan gambut menggunakan soil sensor dan pemenuhan nutrisi tanah lengkap, serta bibit unggul yang lebih adaptif.

Dalam kesempatan ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo menyampaikan, bahwa pada pagelaran PTBI 2022 akhir November lalu, Bank Indonesia kembali menekankan pentingnya ‘sinergi dan inovasi kebijakan’ sebagai kunci ketahanan dan penyelamat ekonomi dari risiko krisis. Sinergi dalam mengatasi inflasi di tataran global diwujudkan melalui komitmen Nusantara-Nusantara utama di dunia sebagai salah satu kesepakatan dalam Presidensi G20.

“Kami mengajak kepada seluruh elemen pemerintah daerah beserta jajaran, pelaku usaha, dan petani untuk melakukan monitoring secara rutin perkembangan produksi dan distribusi dari hulu ke hilir untuk membangun ketahanan pangan di wilayah Kalimantan dan sekitarnya. Apalagi, Kalsel akan menjadi salah satu provinsi yang diandalkan dalam mendukung pasokan bahan pangan di IKN baru sehingga langkah penguatan pengendalian inflasi khususnya beras perlu ditempuh dalam dimensi yang luas, baik di jangka pendek maupun dalam jangka panjang melalui penggunaan sumber daya yang ramah lingkungan dan berbasis teknologi”, ujarnya saat memberikan sambutan secara virtual.

Menyikapi pentingnya sinergi pengendalian inflasi, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, juga mendukung semangat “Gawi Sabumi Bajaga Inflasi Kalimantan” dengan terus mendorong langkah-langkah konkret meningkatkan produksi pangan di wilayah Kalimantan.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel

“Tekanan inflasi yang tinggi saat ini membutuhkan upaya ekstra, diantaranya dengan penguatan intervensi terkait pengendalian inflasi terutama inflasi pangan, agar tingkat inflasi dapat ditekan seminimal mungkin. Pengendalian inflasi dan peningkatan produksi pangan perlu dijaga keberlanjutannya untuk jangka panjang melalui pemanfaatan urban dan digital farming. Disamping itu, modernisasi sisi hulu dan hilir pertanian perlu diperkuat dalam meningkatkan produksi pertanian wilayah Kalimantan dan mampu berkontribusi menopang ketahanan pangan IKN baru”, ujar Roy saat membacakan sambutan Gubernur.

Berbagai langkah strategis turut dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Kalimantan, dalam mendukung pelaksanaan GNPIP. Diantaranya melalui perluasan implementasi Kampung Hortikultura, urban farming, fasilitasi offtaker pangan, hilirisasi produk pertanian, dan penyaluran Program Dedikasi Untuk Negeri digital farming.

Mengingat pulau Kalimantan bukan merupakan wilayah sentra produksi pangan, maka setiap provinsi telah melaksanakan perluasan kerjasama antar daerah, baik antar Kalimantan maupun di luar Kalimantan terutama dari Jawa dan Sulawesi.

Selanjutnya, peran BUMD Pangan di Kalimantan daerah juga turut diperkuat sehingga dapat membantu pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta turut berperan sebagai stabilisator harga pangan. Seluruh program strategis tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di wilayah Kalimantan, serta memberikan kontribusi pada upaya menjaga kestabilan harga pangan. (RIW/DM/RH)

PHI ke 94 Diharapkan Dorong Kemandirian Perempuan Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara puncak Peringatan Hari Ibu ke 94 Tahun 2022 di gedung Mahligai Pancasila, Senin (12/12).

Suasana Acara Puncak Peringatan Hari Ibu ke 94

Acara ini mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Indonesia dengan sub tema 1 yaitu Kewirausahaan Perempuan Mempercepat Kesetaraan dan Mempercepat Pemulihan.

Kepala DP3A Provinsi Kalsel, Adi Santoso menyampaikan tujuan PHI ke 94 ini yaitu memberikan inspirasi bagi generasi muda atas peran perjuangan perempuan dalam meraih kemerdekaan dan menerapkan nilai-nilai perjuangan perempuan untuk kemajuan Indonesia masa kini.

Selain itu, sebagai momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

“Juga sebagai upaya untuk mendorong kemandirian perempuan dalam berbagai bidang pembangunan agar mampu bangkit kembali,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Kalsel, Husnul Khatimah berharap PHI ke 94 menjadi motivasi untuk mengembangkan peran perempuan dalam melakukan aksi bersama itu untuk mendorong kemandirian perempuan Indonesia, baik secara ekonomi maupun di berbagai bidang kehidupan.

“Hal ini juga selaras dengan tema yang diangkat pada pertemuan G20 sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam G20 yaitu sebagai respon terhadap permasalahan yang dihadapi banyak perempuan di dunia selama pandemi,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, juga dilakukan penyerahan penghargaan dari Gubernur Kalsel berupa tropi, piagam dan uang pembinaan dengan kategori yaitu Penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga Terbaik di 13 Kabupaten/Kota, Penilaian Pengelola Industri Rumahan di 13 Kabupaten/Kota, serta Penilaian PATBM di 13 Kabupaten dan Kota.

Selain itu, pelantikan pengurus Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Provinsi Kalsel Periode 2022-2025 yang diketahui Mariani. (NRH/RDM/RH)

Dua Pasien Operasi Bedah Jantung Terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin Diperbolehkan Pulang

BANJARMASIN – Rumah Sakit Ulin Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin melepas, kepulangan dua pasien operasi bedah jantung terbuka ditempat mereka. Dilepas oleh Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar, di Ruang Anggrek Lantai 4, Senin (12/12).

Izzak mengatakan, pihaknya bersyukur saat ini untuk dua orang pasien operasi jantung terbuka, yaitu, Rusnani warga Sampit, Kalimantan Tengah, serta Denda Suhenda dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, telah diperoleh pulang.

“Syukur Alhamdulillah saat ini pada 12 Desember 2022, kedua pasien yang telah dioperasi di RSUD Ulin Banjarmasin 2 dan 3 Desember 2022, telah diperbolehkan pulang oleh dokternya,” ungkap Izzak, kepada sejumlah wartawan.

Izzak mengatakan, operasi bedah jantung terbuka ini merupakan keberhasilan RSUD Ulin Banjarmasin merupakan, yang kedua kalinya.

“Operasi bedah jantung terbuka ini merupakan keberhasilan ke dua, RSUD Ulin Banjarmasin dalam melakukan operasi jantung terbuka tersebut,” ujarnya.

Dengan, lanjut Izzak, jumlah pasien sebanyak 4 orang. Mengingat, sekali operasi hanya untuk dua orang saja.

Izzak berharap, kedepannya RSUD Ulin dapat melakukan operasi jantung terbuka secara periodik, tetap bekerjasama dengan RS Jantung Harapan Kita.

“Besar harapan kami, untuk operasi jantung terbuka ini dapat dilakukan secara periodik,” ujarnya.

Dengan sanggupnya RSUD Ulin Banjarmasin melakukan operasi jantung terbuka ini, maka pasien di Kalimantan Selatan dan provinsi tetangga lainnya, tidak perlu lagi ke Jakarta.

Mengingat, tambahnya, saat ini untuk daftar tunggu operasi jantung terbuka di Jakarta memerlukan waktu lebih dari setahun lamanya.

“Kami saat ini menyampaikan RSUD Ulin Banjarmasin saat ini sudah mampu, untuk melakukan operasi jantung bedah terbuka,” ucap Izzak.

Sementara itu, kedua pasien Operasi Bedah Jantung Terbuka RSUD Ulin Banjarmasin mengaku, jika mereka bersyukur dapat menjalani operasi jantung di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Kami bersyukur operasi jantung terbuka ini dapat berjalan lancar dan sukses,” ucap Rusnani.

Begitu juga yang disampaikan oleh Denda Suhenda.

“Terimakasih banyak kepada RSUD Ulin Banjarmasin, yang telah sukses melakukan operasi jantung terbuka kepada kami,” ucap Denda Suhenda. (SRI/RDM/RH)

Ribuan Laporan Ditindaklanjuti, Dinas Kominfo Kalsel Masifkan Sosialisasi LAPOR! Paman

BANJARMASIN – Sosialisasi aplikasi pengaduan masyarakat terhadap kinerja pemerintah (LAPOR! Paman) semakin masif dilakukan. Hasilnya sejak 2019 hingga saat ini sudah ada ribuan saran hingga aspirasi yang terserap.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Kominfo Kalsel) Muhammad Muslim mengatakan, laporan paling banyak masuk yakni mengenai infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan.

“Laporan terkait hal lain juga ada, tetapi tidak lebih banyak,” ungkapnya, Minggu (11/12).

Seluruh laporan yang masuk ke dalam aplikasi, akan direspon cepat dan ditindaklanjuti langsung oleh SKPD penghubung.

Sosialisasi LAPOR! Paman tidak hanya dilakukan di dalam suatu wadah. Tetapi juga langsung terjun ke lapangan, salah satunya dengan menyusur sungai untuk mengedukasi penduduk pinggiran sungai tetang penggunaan aplikasi.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhammad Muslim (merah) saat mensosialisasikan LAPOR! Paman ke penduduk pinggiran sungai

“Kita sudah lakukan susur sungai ini dari Banjarmasin hingga ke Lok Baintan. Agar masyarakat pinggiran sungai juga dapat memberikan saran, kritik, masukan hingga aspirasi mereka terhadap pemerintah,” tuturnya.

Sejak diluncurkan tahun 2017 silam, aplikasi LAPOR! Paman banyak mendapat penghargaan dari berbagai lembaga termasuk penghargaan Top 6 Terbaik Kategori Outstanding Achievement pada Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik dari Kemenpan-RB.

“Ini merupakan bukti nyata bahwa Pemprov Kalsel sangat terbuka luas terhadap kritik dan masukan dari masyarakat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Cianjur Jabar

BANJARBARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat, yang segera disalurkan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi.

Sebagai bentuk uluran tangan terhadap sesama, penyaluran secara simbolis ini dilakukan pada gelaran apel gabungan awal Desember 2022 di Setdaprov Kalsel, Senin (12/12), yang disaksikan oleh seluruh kepala SKPD beserta jajarannya.

Plt Kadinsos Muhammadun melalui Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Achmadi, menyampaikan, bantuan sosial yang dikeluarkan merupakan kepedulian dari Gubernur atas keprihatiannya dari musibah tersebut.

“Bantuan yang disalurkan senilai Rp723.647.300. Ini juga berkat kepedulian beliau dan tentunya merupakan arahan langsung. Personel juga sudah diterjunkan untuk dapur umum,” jelasnya.

Bantuan ini, menurut dia, menggunakan murni dari hasil donasi dari SKPD Pemprov Kalsel.

“Murni juga dari Dinsos Kalsel dan semuanya akan diserahkan kepada korban,” ucapnya.

Sementara, untuk bantuan yang akan disalurkan tak lagi berbentuk makanan, melainkan lebih kepada peralatan dapur dan sebagainya.

Kabid Perjamsos Dinsos Kalsel Achmadi saat menyampaikan penyaluran bantuan untuk Cianjur, Jawa Barat

“Alas tidur, selimut, pakaian, panci, kompor dan peralatan lainnya bukan makanan. Kecuali untuk anak-anak, balita, ibu hamil dan menyusui akan diberikan nutri tambahan seperti susu,” ungkap Kabid Perjamsos Dinsos Kalsel Achmadi.

Tak hanya itu, Paman Birin (sapaan akrab) juga memberikan bantuan Tunjuangan Hari Tua (THT), Jaminan Kematian dan Beasiswa melalui penyaluran dari PT Taspen senilai Rp141.067.700.

Penyerahan bantuan dari PT Taspen kepada ahli waris oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

Branch Managar PT Taspen (persero) Kantor Cabang Banjarmasin, Daniel Today Valentino Situmorang, mengharapkan, dengan adanya penyerahan bantuan itu setidaknya dapat meringankan beban dari keluarganya yang telah ditinggalkan.

“Tentunya dapat bermanfaat bagi ahli waris dan menunjang kesejahteraan finasialnya,” ucapnya.

Salah satu penerima manfaat ini, Aulia mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut apalagi yang menyerahkan adalah gubernur.

“Suami saya baru meninggal 20 November tadi meninggal. Kalau anak ada tiga orang, yang pertama kuliah, satu orang SMP dan satu orang lagi SD,” bebernya. (RHS/RDM/RH)

Paman Birin Pimpin Apel Penutupan Kemah Akbar KB-FKPPI

BANJAR – Apel penutupan yang diselenggarakan di Alam Roh 20, Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Sabtu (10/12) pagi, menjadi tanda berakhirnya kegiatan kemah akbar Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan TNI-Polri (KB-FKPPI) Kalsel, yang diselenggarakan sejak Kamis 8 Desember 2022.

Gubernur Kalsel sekaligus Ketua Pengurus Daerah (PD) KB-FKPPI Kalsel, Sahbirin Noor mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi seluruh anggota yang datang dari berbagai daerah di Kalsel untuk mengikuti kemah dan apel akbar ini.

“Semoga momentum yang baik ini dapat meningkatkan solidaritas, sinergitas serta komitmen kita semua untuk terus mempertahankan eksistensi FKPPI sebagai sebuah organisasi,” harapnya.

FKPPI Kalsel diharapkannya dapat menjadi mitra pemerintah serta tempat yang nyaman bagi seluruh anggotanya untuk mengembangkan diri dan saling bekerjasama dalam pelaksanaan pembangunan di banua dan negara.

“Ini menjadi tantangan luar biasa untuk mewujudkan dan menyukseskan berbagai agenda pembangunan,” tutur Paman Birin (sapaan akrabnya).

Selain pandemi dan krisis ekonomi yang menyerang berbagai daerah, tantangan lain yang menurutnya harus dihadapi di era globalisasi saat ini diantaranya kesiapan SDM, tantangan dalam menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta komitmen menjunjung tinggi ideologi bangsa yaitu Pancasila.

Berbagai tantangan itulah yang diakuinya menjadi tujuan pelaksanaan kemah akbar selama 3 hari ini.

“Ini sebagai wujud konsolidasi organisasi serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Organisasi FKPPI,” bebernya.

Paman Birin berharap dengan kemah akbar yang telah dijalani. Rasa memiliki organisasi dari seluruh anggota KB-FKPPI semakin kuat.

“Saya harap rasa satu kesatuan, rasa memiliki, gotong royong dan kebersamaan dalam KB-FKPPI semakin kuat,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Renungan Suci Kemah Akbar FKPPI Kalsel, Paman Birin Ajak Anak Bangsa Pertahankan Tanah Air

BANJAR – Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (PD KB-FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, memimpin renungan suci pada kegiatan kemah akbar FKPPI Kalsel, di Alam Roh 20, Kiram, Kabupaten Banjar, Jumat (9/12) malam.

Suasana renungan suci kemah akbar FKPPI Kalsel, di Alam Roh 20 Kiram, Kabupaten Banjar

Gubernur Kalimantan Selatan ini juga menceritakan tentang besarnya pengorbanan para pejuang bangsa ini untuk merebut kemerdekaan dari jajahan bangsa asing.

Ketua PD KB-FKPPI Kalsel, Sahbirin Noor saat pidato pada renungan suci kemah akbar FKPPI Kalsel

“Negeri ini bukan hadiah Jepang, bukan hadiah Belanda dan sekutunya, bukan pula hadiah dari bangsa lain. Tapi bangsa ini telah diperjuangkan dengan tetesan air mata, tetesan darah dan bahkan nyawa oleh para pejuang kita,” ucapnya lantang.

Sebagai anak-anak bangsa pejuang, menurutnya, kita memiliki kewajiban untuk mempertahankan tanah air dari gangguan bangsa manapun termasuk bangsa ini sendiri.

Suka tidak suka menurut Paman Birin (sapaan akrabnya) kita sudah merasakan pengaruh asing yang memperlambat negara ini menjadi negara yang besar. Contohnya melalui narkoba yang menyerang generasi muda di penjuru tanah air.

“Tantangan hambatan dan rintangan itu pastilah ada. Oleh karena itu kita harus mengaplikasikan, mempraktekan sumpah KB-FKPPI yang sering kita ucapkan. Bukan hanya dijadikan lipstik dimulut, tetapi kita semua harus bergerak, berjuang untuk misi pembangunan. KB-FKPPI harus menjadi generasi yang mampu menyambung estafet perjuangan,” tegasnya.

Renungan suci ditutup oleh penyalaan api unggun, diiringi oleh lagu Bagimu Negeri yang dinyanyikan oleh seluruh peserta.(SYA/RDM/RH)

Pengurus Cabang KB-FKPPI Kalsel Resmi Dilantik

BANJAR – Ketua Pengurus Daerah Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (PD KB-FKPPI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor mengukuhkan pengurus cabang KB-FKPPI, di Kiram Park, Kabupaten Banjar, Jumat (9/12).

Ketua PD KB-FKPPI Kalsel, Sahbirin Noor (peci) saat menyerahkan surat keputusan kepada salah satu Ketua Pengurus Cabang KB-FKPPI Kalsel

Puluhan pengurus cabang Kabupaten/Kota se Kalsel itu diberikan waktu selama kurang lebih 3 bulan untuk membentuk keanggotaan di wilayah mereka.

“Semoga para pengurus yang terpilih dan dilantik hari ini, dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, penuh dedikasi dan tanggungjawab,” pesan Sahbirin, yang merupakan Gubernur Kalimantan Selatan.

Menurutnya, menjadi anggota KB-FKPPI merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan. Karena tidak semua orang bisa menjadi anggota organisasi ini.

Foto bersama Ketua PD KB-FKPPI Kalsel, Forkopimda dan seluruh pengurus cabang KB-FKPPI Kalsel

Meski sebagian dari mereka tidak secara langsung sebagai anggota TNI maupun Polri, namun sebagai anggota keluarga, Sahbirin meminta anggota KB-FKPPI juga dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

“Kebanggaan ini, harus kita syukuri dengan baik. Yaitu dengan turut serta berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI, menjaga pancasila, serta mendukung kesuksesan berbagai agenda pembangunan, baik itu di banua maupun di negara kita,” ujar Paman Birin (sapaan akrabnya).

Ia juga berpesan agar para pengurus cabang yang dilantik dapat membangun sinergitas, kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya dengan pemerintah daerah dan organisasi lainnya.

“Para pengurus juga dapat menjadikan wadah kebanggaan kita ini, benar-benar menjadi wadah yang nyaman bagi para putra putri purnawirawan dan putra putri TNI/Polri untuk mengembangkan diri, mendukung pengabdian orang tua kita sebagai anggota TNI maupun Polri, serta dapat berkontribusi bagi pembangunan di banua dan negara kita,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Yani Bina SMPN 1 Batulicin Melalui Wasbang

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, melaksanakan pembinaan Ideologi Pancasila di SMP Negeri 1 Batulicin, Jumat (9/12). Tujuan dilaksanakannya ini sebagai upaya mempertebal wawasan kebangsaan dalam memegang teguh asas bernegara.

Suasana kegiatan wasbang di SMP Negeri 1 Batulicin

“Tentu hal ini harus ditanamkan. Termasuk sikap nasionalisme dan cinta terhadap negeri ini dengan memahami berbagai landasan,” ujarnya kepada awak media.

Pada kegiatan Wasbang kali ini, politisi dari Partai Golkar ini juga tak lupa memberikan pesan dan semangat ke peserta didik yang kedepan diakui sebagai generasi penerus bangsa dalam pembangunan.

“Maka dari itu, generasi sekarang harus mempersiapkan perjuangan lanjutan (estafet) agar pembangunan di negara kita bisa lebih maju lagi bahkan lebih berkembang,” ucapnya.

Bentuk apresiasi terhadap siswa yang cerdas menjawab pertanyaan dari berbagai penyampaian materi. Paman Yani (sapaan akrab) turut membagikan doorprize disela kegiatan. Hal ini sebagai pemicu semangat agar pembinaan ideologi yang diberikan harus terus diingat.

“Saya sangat bahagia sekali karena selain bisa berbagi ilmu dengan mereka (peserta didik) di sini juga antusiasnya luar biasa. Tentu, ini patut diapresiasi,” jelas wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kasubbid Kelembangaan Partai Poitik dan Fasilitasi Pemilu Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, keberadaan wawasan kebangsaan merupakan tugas penting dan wajib didapatkan warga negara Indonesia. Bahkan, Melalui Paman Yani penyelenggaraan pembinaan ideologi Pancasila telah diwujudkan nyata.

Harry Widhiyatmoko saat memberikan materi Empat Pilar Berkebangsaan kepada peserta didik SMP Negeri 1 Batulicin

“Semua yang disampaikan oleh Paman Yani banyak materi penting didalamnya. Terlebih, kami terbantu karena ini juga merupakan program Kesbanpol sebagai bentuk menangkal ancaman yang masuk ke negera termasuk di banua,” ucapnya.

Dia menambahkan, materi yang ditekankan untuk dapat diwarisi oleh peserta didik ditingkat menengah pertama lebih kepada penekanan empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Jadi, apabila 4 pilar ini kita pahami. Tentu, apapun yang masuk seperti radikalisme apa pun itu dapat secara baik ditangkal,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Batulicin, Supiani, berharap, dengan adanya wawasan kebangsaan dan penanaman ideologi Pancasila yang diberikan legislatif asal Dapil VI DPRD Kalsel tersebut dapat diamalkan secara lebih baik lagi oleh peserta didik untuk arah pembangunan ataupun dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

M Yani Helmi saat memberikan bantuan kepada Wakil Kepala SMPN 1 Batulicin sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya di dunia pendidikan

“Materi yang disampaikan ini sangat bermanfaat. Kita ketahui wawasan kebangsaan kepada generasi muda cukup minim. Dengan hadirnya legislatif dari Paman Yani bisa memberikan kekuatan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya. (RHS/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Terus Majukan WBTb di Banua

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus berupaya memajukan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) di Banua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, Kepada Abdi Persada FM, pada Kamis (8/12) petang menjelaskan, untuk melakukan strategi Pelestarian Kebudayaan dengan cara Pelindungan,Pengembangan,
Pemanfaatan dan Pembinaan terhadap budaya lokal, terutama Warisan Budaya Tak benda (WBTb), pihaknya menggelar kaji tiru ke Provinsi Sumatra Barat baru-baru tadi.

“Hasil sharing diperoleh Tips dan Trik dari Sumbar memajukan kebudayaan WBTb,” katanya

Raudati menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat, telah ditetapkan sebanyak 19 buah WBTb di Indonesia. Hal itulah menjadi motivasi untuk berupaya meningkatkan jumlah WBTb di seluruh 13 Kabupaten dan Kota.

“Selama ini di Provinsi Sumbar, telah membentuk Tim Warisan Budaya Tak benda, berkolaborasi dengan perguruan tinggi, untuk pembuatan kajian karya budaya,” jelasnya

Lebih lanjut Helda (sapaan akrabnya) menambahkan, sejak tahuk 2017 lalu di Provinsi Sumatera Barat, untuk bidang Kebudayaan berdiri sendiri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal yang sama dengan beberapa provinsi lain diantaranya DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mempercepat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan terutama kemajuan Kebudayaan.

“Meski di Kalsel Bidang Kebudayaan tidak seperti di Provinsi lain, kami tetap berupaya memajukan tidak hanya Warisan Budaya Tak benda juga kesenian, sejarah dan tradisi, museum hingga cagar budaya di Kalsel, agar tetap lestari di masa kini, maupun akan datang, sebagai objek kepemilikan bersama yang menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” tutup Helda. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version