TERIMA ADUAN KENAIKAN SETORAN, YLK INTAN KALSEL SAMBANGI PENGELOLA PARKIR SENTRA ANTASARI

BANJARMASIN – Yayasan  Perlindungan Konsumen Intan Kalimantan Selatan melakukan kunjungan Sentra Antasari Banjarmasin, pada Kamis (9/3). Kedatangan rombongan yang dipimpin langsung ketuanya, Fauzan Ramon tersebut, untuk meninjau lokasi parkir Sentra Antasari, sekaligus mendengar langsung keluhan pengelola parkir, soal kenaikan tarif setoran per bulan.

Keterangan foto: Salah satu titik parkir di Sentra Antasari

Wakil Pengelola Parkir Sentra Antasari Banjarmasin, Didik Supriyanto, kepada wartawan menjelaskan, semula pihaknya hanya perlu menyetorkan Rp75 juta, namun saat ini naik menjadi Rp93 juta per bulan.

“Terus terang kami merasa keberatan. Karena dari 34 titik parkir di lokasi ini, tidak semuanya merata penghasilan per harinya. Kebijakan ini tentunya sangat membebani kami selaku pengelola parkir,” ujar Didik.

Apalagi sebelumya menurut Didik, kenaikan tarif setoran itu mencapai hingga Rp100 juta per bulan. Namun setelah melewati rangkaian negosiasi, maka diturunkan menjadi Rp93 juta.

“Tapi kami ingin dikembalikan seperti awal yakni Rp75 juta per bulan,” ucapnya setengah memohon.

Permintaan pengelola parkir ini, didasari kondisi Sentra Antasari, yang saat ini mulai sepi pengunjung. Sementara titik parkir di lokasi ini mencapai puluhan.

Menanggapi hal ini, Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Intan Kalimantan Selatan, Fauzan Ramon mengatakan, kedatangan mereka ke Sentra Antasari, adalah untuk membuktikan komitmen untuk melindungi konsumen dan juga pelaku usaha.

“Kalo saya lihat, ini adalah target dari Dinas Perhubungan. Itukan hanya sepihak, namun akibatnya justru dirasakan konsumen.  Oleh karena itu, Saya berharap Dishub atau wali kota Banjarmasin meninjau ulang tarif kenaikan itu,” tegasnya.

Fauzan juga berharap, pengelola parkir tetap memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

“Orang kan bayar, maka sudah seharusnya dilayani dengan baik.  Misalnya pengelola memakai ID Card dan rompi khusus parkir,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, menurut Fauzan Ramon, pihaknya akan mengundang pengelola parkir Sentra Antasari dan Pemko Banjarmasin untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan ini.

Sementara itu, Kasubag TU UPTD Parkir Dishub Banjarmasin, Candra Malau mengaku sudah mensosialisasikan kenaikan tarif setoran ini kepada pengelola. Bahkan pihak Universitas Lambung Mangkurat juga telah memaparkan kajian soal kenaikan tarif setoran tersebut.

“Kenaikan tarif setoran ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Banjarmasin. Mengingat, target PAD 2023 di sektor pajak retribusi ini naik dibanding tahun lalu. Yakni dari 4 miliar menjadi 6 miliar rupiah tahun ini,” tutupnya. (RIW/RDM/SA)

Gubernur Berpesan PT PAM Bandarmasih Dapat Memberikan Pelayanan Prima

BANJARMASIN – Pada Peringatan Hari Ulang Tahun PT Air Minum Bandarmasih ke 50, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor berperan agar dapat memberikan pelayanan terbaik, kepada pelanggan.

Pesan ini disampaikan Plt Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri Syukuran HUT PT Air Minum Bandarmasih ke 50 Tahun 2023, di Aula Kantor PT PAM Bandarmasih, Kamis (9/3).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Subhan meminta kepada PT Air Minum Bandarmasih di usia yang ke 50 ini, dapat meningkatkan pelayanan, yang saat ini sudah mencapai 99 persen.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil

“Kedepannya diharapkan untuk sisa satu persen tersebut, dapat terpenuhi,” ucapnya.

Sehingga, tidak adalagi warga di Kota Banjarmasin yang tidak mendapatkan layanan air bersih dari PT Air Minum Bandarmasih.

“Peningkatan pelayanan inilah, yang dapat terus dilakukan oleh PT Air Minum Bandarmasih. Demi kepentingan warga di Kota Banjarmasin,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap launching Aplikasi Bandarmasih Mobile. Diluncurkan bertepatan dengan Syukuran HUT PT Air Minum Bandarmasih ke 50.

“Aplikasi yang diluncurkan oleh PT Air Minum Bandarmasih merupakan pelayanan, yang diberikan untuk masyarakat,” ujarnya.

Karana aplikasi tersebut bertujuan, untuk mempermudah masyarakat dalam hal melakukan pembayaran, tagihan mereka.

“Aplikasi Bandarmasih Mobile juga dilengkapi fitur lainnya, seperti pengaduan gangguan serta lainnya,” ucap Gubernur. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Sarankan Bonus Peparprov NPC Dianggarkan Pada APBD P 2023

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menyarankan, Pemerintah Kota dapat menganggarkan bonus bagi para atlet National Paralympic Commite (NPC), melalui APBD Perubahan tahun 2023. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah

Awan menjelaskan, dari hasil Rapat Dengar Pendapat yang digelar Komisi II DPRD Banjarmasin dengan pengurus National Paralympic Commite (NPC), pihaknya menerima aspirasi, ternyata anggaran bonus untuk atlet dalam Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) di Hulu Sungai Selatan tahun 2022, yang meraih medali emas, perak dan perunggu hanya Rp1,9 miliar, belum lagi operasional, maka menjadi sekitar Rp1,5 miliar, melalui APBD murni tahun 2023.

“Sebelumnya NPC Banjarmasin ini telah mengusulkan anggaran tahun 2023 sebesar Rp6 miliar,” katanya

Disampaikan Awan, dengan adanya kekurangan sekitar Rp4 miliar, pihaknya menyarankan Pemerintah Kota dapat menganggarkan kembali melalui APBD Perubahan tahun 2023. Selain itu besaran bonus atletnya disama ratakan yaitu peraih medali emas sebesar Rp25 juta, perak Rp15 juta dan perunggu Rp10 juta.

“Kami fasilitasi pertemuan Disbudporapar Banjarmasin dengan NPC ini, di Komisi II DPRD Banjarmasin sepakat kekurangan anggaran diusulkan pada APBD P 2023,” pintanya

Sementara itu, Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Jumri mengatakan, anggaran yang disampaikan Pemerintah kota Banjarmasin untuk atlet National Paralympic Commite (NPC) hanya sebesar Rp1,9 miliar, tentulah sangat kurang. Pada Peparprov tahun 2022, para atlet NPC Banjarmasin meraih 209 medali, hingga meraih juara umum, dengan rincian, medali emas sebanyak 99 medali, medali perak 62 medali dan medali perunggu sebanyak 48 medali.

Sekretaris NPC Kota Banjarmasin Jumri, didampingi Ketua NPC Kota Banjarmasin Mohd Husaini

“Melalui aspirasi disampaikan ke DPRD Banjarmasin, dapat disetujui di APBD Perubahan 2023 ini,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan pengurus Atlet National Paralympic Commite kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi Dua DPRD Banjarmasin Awan Subarkah, bersama anggota. Dihadiri Ketua NPC Banjarmasin dan Sekretaris, sedangkan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, hanya diwakili Kepala Bidang Olahraga Roenissa. Rapat digelar di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Pasien Cuci Darah Gagal Ginjal di RSUD Ulin Sebanyak 300 Orang Per Bulan

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin Memperingati Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023. Peringatan ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara, di Halaman RSUD Ulin Banjarmasin, Kamis (9/3). Dipimpin langsung Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar.

Izzak menjelaskan, dilaksanakannya kegiatan ini sebagai pengingat, bahwa saat ini penderita ginjal semakin banyak.

“Tentunya Peringatan ini sebagai bentuk pengingat bagi kita semua,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Oleh karena itu, lanjut Izzak, masyarakat diimbau untuk dapat menjaga kesehatan ginjal, dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

“Saat ini pasien ginjal terus mengalami peningkatan, dan membuat anggaran pemerintah semakin membengkak, untuk membantu perawatan dari pasien ginjal tersebut,” jelas Izzak.

Karena itu, tambahnya, masyarakat diminta untuk bersama sama menjaga kesehatan ginjal tersebut.

“RSUD Ulin Banjarmasin terus memberikan sosialisasi serta pengetahuan kepada masyarakat bagaimana cara menjaga kesehatan ginjal,” tutur Izzak.

Sementara itu Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rahmawati mengatakan, saat ini jumlah pasien penyakit ginjal terus mengalami kenaikan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar bersama Kepala Instalasi Hemodialisis Enita Rakhmawati

Bahkan, lanjutnya, untuk pasien gagal ginjal yang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin cukup banyak.

“Kami menerima pasien cuci darah akibat gagal ginjal kurang lebih 300 orang,” ungkapnya.

Masing masing pasien tersebut menjalani cuci darah, sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

“Untuk usia penderita gagal ginjal dari usia anak anak hingga orang dewasa,” ucap Enita.

Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023 dibagikan bingkisan kepada pasien gagal ginjal yang sedang menjalani perawatan cuci darah di RSUD Ulin Banjarmasin. Bekerjasama dengan Darma Wanita serta TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Berharap Piala Adipura Mampu Diraih Kembali

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengharapkan, piala Adipura dapat mampu kembali diraih kota ini. Hal itu disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia, setelah Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin, pada Rabu (8/3).

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Hilyah Aulia

Hilyah menjelaskan, RDP ini digelar karena Pemerintah Kota Banjarmasin mengalami penurunan prestasi Adipura, karena hanya mendapatkan Sertifikat. Padahal dari tahun 2016, 2017, 2018 dan 2019 sebelum terjadi pandemi COVID-19, berhasil meraih secara berturut – turut penghargaan tersebut.

“Kita gelar Rapat Dengar Pendapat dengan DLH Banjarmasin, untuk memberikan solusi pembenahan ke depan untuk menata lingkungan di kota seribu sungai ini,” ucapnya

Disampaikan Hilyah, beberapa langkah yang harus dilakukan mulai sekarang, dalam membenahi seperti penanganan tempat pembuangan sementara (TPS) jangan ada lagi warga membuang sampah sembarang, kemudian semakin digalakkan Gerakan masyarakat (germas) babarasih (bersih-bersih) sampah dengan target 100.000 bawah barumahan (kolong rumah).

“Mari kita benahi, bukan hanya Pemerintah, namun tugas bersama-sama,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love menjelaskan, banyak saran dan masukan dari Komisi III DPRD Banjarmasin sangat diapresiasi, pihaknya mulai sekarang siap melakukan pembenahan secara maksimal di lapangan, terutama dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yosfah Love

“Kami upayakan, dengan bergerak bersama penghargaan Adipura bisa kembali diraih,” tutupnya

Untuk diketahui, Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, dipimpin Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin Hilyah Aulia, didampingi Wakilnya Afrizaldi nersama Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Kini di Banjarmasin Ada DPC Perwira

BANJARMASIN – DPC Persatuan Wanita Wirausaha (Perwira) Kota Banjarmasin, saat ini telah resmi keberadaannya, setelah dilantik dan dikukuhkan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (8/3).

Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi dan dukungan telah dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Kami mengucapkan selamat atas dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin,” ucap Ibnu, kepada sejumlah wartawan.

Menurut Ibnu, kehadiran DPC Perwira di Kota Banjarmasin ini dapat membantu Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk peningkatan dan pembinaan pelaku UMKM.

“Saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan dukungan terhadap, upaya peningkatan ekonomi dari pelaku UMKM tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPC Perwira Kota Banjarmasin Alisa Rahimi mengatakan, setelah dilantiknya kepengurusan DPC Perwira Kota Banjarmasin, pihaknya memiliki program kerja, untuk membantu pelaku UMKM yang ada di Kota Banjarmasin.

“Kami akan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM dalam hal kepengurusan perizinan usaha,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Alisa, para pelaku UMKM di Kota Banjarmasin semuanya memiliki izin usaha. Sehingga, memudahkan dalam hal pengembangan usaha serta lainnya.

“Selain itu, kami juga membantu pelaku UMKM untuk bersama sama memasarkan produk olahan hasil produksi dari pelaku UMKM tersebut,” ucap Alisa.

Sedangkan Ketua DPD Perwira Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah mengatakan, pihaknya bersyukur atas dilantiknya DPC Perwira Kota Banjarmasin.

“Setelah Kota Banjarmasin, nantinya akan disusul dengan daerah lainnya di Provinsi Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Wahidah mengucapkan, terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan terhadap, kemajuan UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Lulus Akreditasi Paripurna

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin dinyatakan lulus Akreditasi Paripurna dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Darma Husada.

Sertifikat Akreditasi Paripurna diserahkan langsung Direktur Utama LARS DHP Heru Ariyadi kepada Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (7/3).

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, Perjuangan RSUD Ulin Banjarmasin untuk mendapatkan sertifikat Akreditasi Paripurna kali ini cukup berat.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar

“Mengingat, pada saat pandemi COVID-19, tidak semua pelayanan dilaksanakan secara maksimal, karena fokus dalam penanganan pasien COVID-19 tersebut,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Namun, lanjut Izzak, karena adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dewan Pengawas RSUD Ulin Banjarmasin, serta seluruh karyawan yang telah bekerja maksimal. Sehingga, akreditasi Paripurna dapat kembali diraih RSUD Ulin Banjarmasin.

“Dengan dukungan semua pihak, maka RSUD Ulin Banjarmasin dapat meraih kembali Akreditasi Paripurna,” ujar Izzak.

Izzak berharap, RSUD Ulin Banjarmasin dapat terus memberikan pelayanan terbaik, kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan serta daerah tetangga lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Izzak juga menyampaikan pesan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, agar RSUD Ulin Banjarmasin tidak membeda beda pasien.

“Gubernur tidak pernah henti-hentinya mengingat, agar dalam pemberian pelayanan kesehatan tidak membedakan pasien, baik kaya ataupun kurang mampu,” ungkapnya.

Menurut Izzak, bahkan pasien kurang mampu serta tidak memiliki BPJS kesehatan tetap dilayani dengan baik.

“Karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan, untuk pengobatan warga kurang mampu tersebut. Sehingga seluruh warga di Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucap Izzak. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Sarankan Penyertaan Modal Perumda PALD Dibentuk Pansus

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menyarankan, pengajuan penyertaan modal dari Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD), hendaklah dibentuk Panitia Khusus.

Hal itu disampaikan, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Awan Subarkah, kepada wartawan, pada Senin (6/3).

Awan menjelaskan, adanya usulan Pemerintah Kota Banjarmasin, terkait pengajuan penyertaan modal untuk Perumda Pengelolaan Air Limbah Domestik (PALD) Banjarmasin, di tahun 2023 ini, disikapi positif. Secara umum Fraksi PKS DPRD Banjarmasin, memberikan pemandangan umum yaitu setuju, agar dibahas ke tahap berikutnya.

“Kalau disetujui nanti akan dibahas dalam bentuk pansus,” katanya

Disampaikan Awan, sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, maka akan dilakukan rapat pembentukan panitia khusus, supaya diketahui jumlah nominal yang diberikan, kemudian pencairan, termasuk ada atau tidaknya penolakan penyertaan modal tersebut.

“Kami mendukung penuh pembenahan sanitasi, karena sangat penting sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga,” jelasnya

Sementara itu, Direktur Perumda PALD Kota Banjarmasin Endang Waryono menyampaikan, saat ini kondisi perusahaan Pengelolaan Air Limbah Domestik memang memerlukan penyertaan modal, dalam bentuk menambah jaringan perpipaan, agar memperluas jangkauan pelanggan. Mengingat biaya operasionalnya lebih besar dari pendapatan yaitu sekitar Rp500 juta, sedang perolehan hanya sekitar Rp300 juta.

Direktur Perumda PALD Kota Banjarmasin Endang Waryono

“Kekurangan itu ditutupi adanya simpanan dana sekitar Rp3 miliar, dan hanya mampu diperkirakan bertahan hingga di tahun 2024 mendatang,” tutupnya.

Untuk diketahui, pelanggan rumah tangga Perumda PALD sekitar 5.000 atau baru 4 persennya, sedang untuk niaga sekitar 2 persen dari jumlah pelanggan PT Air Minum Bandarmasih Kota Banjarmasin yang mencapai hampir 170 ribu. (NHF/RDM/RH)

Penderita Batu Ginjal di Banjarmasin Meningkat

BANJARMASIN – Jelang Peringatan Hari Ginjal Sedunia Tahun 2023 yang akan diperingati pada 10 Maret nanti, masyarakat di Kalsel diminta untuk menjaga kesehatan ginjal mereka. Mengingat, saat ini tengah terjadi peningkatan penderita batu ginjal di Kota Banjarmasin.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, masyarakat Kalimantan Selatan hendaknya dapat mengkonsumsi makanan yang sehat, minum banyak air putih, tidak mengkonsumsi obat sembarangan atau tanpa resep dokter serta lainnya.

“Ginjal yang dimiliki oleh manusia ada dua, sehingga apabila terjadi kerusakan pada salah satunya, maka akan menyebabkan hal yang serius,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/3).

Mengingat, lanjut Izzak, penyakit ginjal termasuk serius, maka Kesehatannya perlu dijaga.

Sementara itu, Direktur RSUD Sultan Suriansyah Muhammad Syaukani mengatakan, saat ini di Kota Banjarmasin terjadi peningkatan Penderita Penyakit Batu Ginjal.

Direktur RSUD Sultan Suriansyah Muhammad Syaukani

“Penyakit ginjal tidak hanya terbatas pada gagal ginjal saja, batu ginjal juga termasuk dari penyakit ginjal,” ungkap Syaukani.

Penyebab dari baru ginjal sendiri terjadi, menurutnya, disebabkan adanya konsumsi makanan yang tidak sehat. Seperti, makanan atau minuman yang terlalu manis dan kurang mengkonsumsi air putih.

Bahkan, tambah Syaukani, usia penderita batu ginjal saat ini juga, mengalami pergeseran.

“Jika dulu hanya diderita usia tua, kini sudah diderita usia muda atau usia produktif,” ucap Syaukani. (SRI/RDM/RH)

Dinsos Banjarmasin Jadi Bapak Asuh Untuk Pencegahan Anak Stunting di Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Sosial Kota Banjarmasin saat ini, turutserta dalam penanggulangan penurunan kasus stunting di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Dolly Syahbana menjelaskan, seluruh SKPD lingkup Kota Banjarmasin, Kalsel, dilibatkan dalam penurunan kasus stunting tersebut, dan salah satunya Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

“Penanganan stunting yang dilakukan setiap SKPD Dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, dengan memiliki minimal 1 anak asuh,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Kamis (2/3).

Menurut Dolly, pada saat menjadi menjadi orangtua asuh ini, akan melakukan perbaikan dari kekurangan gizi anak asuh masing masing setiap SKPD tersebut.

Untuk Dinas Sosial Kota Banjarmasin saat ini sudah memiliki 5 anak asuh. Perwakilan dari lima kecamatan yang ada di kota ini.

“Kelima anak asuh tersebut kami menjaga dan diperhatikan, untuk perbaikan gizi yang akan dipantau selama 6 bulan,” jelas Dolly lebih lanjut.

Dalam pengasuhan tersebut, lanjutnya, Dinas Sosial Kota Banjarmasin memberikan bantuan sebesar Rp 500 ribu, untuk pembelian obat, vitamin, susu, telor, serta lainnya.

“Diharapkan bantuan itu, dapat membantu memenuhi gizi dari anak asuh tersebut,” ucap Dolly. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version