DPRD Banjarmasin Sahkan Empat Raperda Menjadi Perda

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif menggelar Rapat Paripurna, persetujuan bersama penetapan empat Rancangan Peraturan Daerah menjadi Perda.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Banjarmasin

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, setelah rapat paripurna, pada Kamis (16/3).

Yamin menjelaskan, ke empat Raperda yang disahkan menjadi Perda yaitu Penanggulangan Kemiskinan, Pencegahan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Pengembangan Ekonomi Kreatif serta Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat memimpin Rapat Paripurna

“Dalam isi penting Perda penanggulangan kemiskinan akan mengatur, mempertegas aturan dan kriteria penerima bantuan sosial, agar tepat sasaran, melalui difokuskan peran Ketua RT, RW dan Kelurahan dalam pendataan warga tidak mampu,” katanya

Disampaikan Yamin, untuk Perda Pencegahan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan ini, akan mengatur jarak radius terdekat dalam menangani kebakaran. Sehingga tidak melanggar arus lalulintas.

“Kita ingin aturan ini diselaraskan di lapangan, supaya tidak bertentangan dengan perundang – undangan yang lebih tinggi,” ucapnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, dalam Perda Pengembangan Ekonomi Kreatif, dapat semakin membuka peluang usaha, agar meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyakarat. Sedangkan Perda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat, dimaksudkan sebagai upaya untuk terus menjaga toleransi, apalagi berbagai macam suku dan etnis yang bermukim di kota ini.

“Mari kita laksanakan dengan baik dan maksimal di lapangan,” tutupnya

Untuk diketahui, DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna, persetujuan bersama penetapan empat Raperda menjadi Perda, Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Matnor Ali dan Tugiatno, dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, kalangan legislatif dan eksekutif, bertempat di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Berharap, Ada Pojok Baca Tersedia di Lingkungan Kerja

BANJARMASIN – Panitia Khusus tentang Rancangan Peraturan Daerah Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin menyarankan, untuk meningkatkan dan menumbuhkan budaya membaca bagi masyarakat, seluruh jajaran dan instansi di lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, sebaiknya menyediakan pojok baca di lingkungan kerja.

Suasana Rapat Pansus Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, Faisal Heriyadi, pada Selasa (14/3) usai rapat pembahasan yang sudah memasuki pasal ke 41, mengatakan, ada beberapa usulan yang telah disarankan diantaranya rencana ada Pojok Baca di masing-masing SKPD Banjarmasin, kemudian kampung literasi di setiap Kecamatan bahkan Kelurahan.

“Adanya tempat disediakan tentu memudahkan warga dalam meningkatkan budaya literasi,” katanya

Disampaikan Faisal, dalam pembahasan Raperda Peningkatan Budaya Literasi ini, dua SKPD sangat berperan penting yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin. Ia berharap dapat semakin meningkatkan sumber daya manusia (SDM) menuju tercipta generasi emas di Indonesia.

“Pihaknya akan terus menggelar kelanjutan pembahasan, diupayakan bulan April akan finalisasi,” ungkapnya

Lebih lanjut Faisal menambahkan, selama ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat bagus dalam peningkatan budaya literasi, melalui pengembangan perpustakan daerah. Selain itu di Kota Depok DKI Jakarta juga memiliki perpustakaan digital, yakni warga cukup memasukan NIK dan user name, sudah bisa membaca buku di rumahnya.

“Kami ingin Pemko meniru mengembangkan budaya literasi terutama bagi generasi penerus,” tutup Faisal.

Untuk diketahui, DPRD menggelar Rapat Panitia Khusus tentang Raperda Peningkatan Budaya Literasi DPRD Banjarmasin, dipimpin Ketua Pansus Faisal Heriyadi, didampingi Wakilnya Rinda Herliani, dengan anggota Abdurrasyid Ridha, Istiqomah, dan Wakhid Husaini. Dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banjarmasin Ihsan Al Haq, Perwakilan Dinas Pendidikan dan Bagian Hukum Banjarmasin, bertempat di ruang Komisi I DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Legislatif Banjarmasin Menilai Harmonisasi ke Kemenhumham Perlambat Proses Raperda

BANJARMASIN – Menurut Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani, kepada sejumlah wartawan, program harmonisasi Peraturan Daerah dengan Peraturan Perundang-undangan (PUU) ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), dinilai memperlambat proses pembentukan rancangan peraturan daerah (Raperda).

“Kami kesulitan dan terhambat dalam melakukan proses pembentukan Raperda,” katanya setelah rapat evaluasi pada Senin (13/3).

Disampaikan Darma, selama ini evaluasi yang dilakukan ada beberapa Raperda telah berjalan lambat, karena harus menunggu proses penjadwalan dan penentuan waktu harmonisasi Perda dengan Peraturan Perundang-undangan di Kementerian. Padahal, ada beberapa raperda yang harus diselesaikan secepatnya, apalagi yang sudah diajukan pada tahun sebelumnya.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, Darma Sri Handayani

“Proses harmonisasi berjalan lambat, memang kita maklum, karena banyaknya jumlah Raperda yang disampaikan, yakni tidak hanya dari Kota Banjarmasin, juga dari Kabupaten lain,” jelasnya

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD kota Banjarmasin Muhammad Yamin, setelah rapat evaluasi menyampaikan, pihaknya ingin Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, hendaklah sering mempertanyakan ke Kemenkumham terkait kepastian Raperda, agar bisa segera dilakukan finalisasi.

Wakil Ketua DPRD kota Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Bapemperda dengan Bagian Perundang-Undangan Sekretariat Dewan Banjarmasin, bisa terus melakukan konsultasi,” pintanya

Yamin menambahkan, harmonisasi penting, sesuai keperluan daerah dalam mengatur dan menjaga kearifan lokal masing-masing. Supaya tetap dapat diakomodir dan sejalan dengan ketentuan diatasnya. Mengingat
semua pihak menginginkan proses pembentukan Peraturan Daerah dapat berjalan lancar dan cepat selesai.

“Saat ini ada lima Raperda yang masih dilakukan tahap harmonisasi,” tutupnya

Untuk diketahui, Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Banjarmasin, menggelar rapat dengan Anggota Bapemperda dan Bagian Perundang-Undangan Sekretariat Dewan Banjarmasin, terkait evaluasi pembahasan Raperda tahun 2023.

Rapat dipimpin Ketua Bapemperda DPRD Banjarmasin Darma Sri Handayani, didampingi Wakilnya Siti Rahimah, dihadiri Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin dengan anggota Bapemperda Taufik Husin, Abdul Rasyid Ridha dan Wakhid Husaini, serta Kabag Perundang-Undangan Sekretariat Dewan Banjarmasin Rahmat Riyadi Akbar, bertempat di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

BSF ke 7 Tahun 2023 Resmi Ditutup Wakil Walikota Banjarmasin

BANJARMASIN – Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) secara resmi ditutup oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, di Panggung Tongkang Sungai Martapura, Minggu Malam (12/3).

Dalam sambutannya Arifin mengucapkan, rasa syukur atas suksesnya acara BSF yang dilaksanakan selama 3 hari ini.

“Jajaran Pemko Banjarmasin sangat menyambut baik event tahunan ini, untuk memperkenalkan produk Sasirangan kepada masyarakat,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Arifin, saat ini event BSF masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kemenparekraf RI.

“Tentu ini juga sebagai cara msngangkat harkat dan martabat kain sasirangan menjadi salah satu kain tradisional milik Provinsi Kalsel. Baik skala nasional maupun internasional,” ujarnya.

Selain itu, semua pihak diajak untuk terus gaungkan agar Sasirangan menjadi semakin terkenal di seluruh pelosok dunia.

“Kami berharap pada tahun depan gelaran BSF bisa kembali masuk agenda kalender event pariwisata nasional Indonesia tahun 2024,” ucapnya.

Dan kembali mengharumkan nama Sasirangan dikancah nasional. Oleh karena itu, jadikan kain Sasirangan sebagai salah satu kain utama yang selalu digunakan masyarakat kota Banjarmasin.

Pada closing seremoni tersebut ditutup dengan penampilan Pasha Ungu, yang disambut meriah oleh ribuan pengunjung Siring Nol Kilometer. Sebelumnya, ditampilkan juga karya busana Sasirangan dari Desainer lokal terkenal Catherine Ambarsari, serta Desainer Nasional Erdan, serta pembagian hadiah kepada juara lomba motif Sasirangan tekstil dan alam. (ADV/SRI/RDM/RH)

Jelujur Massal Kain Sasirangan Pecahkan Rekor LEPRID

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin kembali menorehkan prestasi membanggakan lewat rangkaian peringatan Banjarmasin Sasirangan Festival ke-7 yakni pada agenda menjelujur massal kain Sasirangan di Siring Menara Pandang, Minggu (10/3).

Prestasi tersebut yakni Pemecahan Rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) dengan menampilkan 1000 orang menjelujur secara bersamaan terdiri dari Kader TP-PKK Kota Banjarmasin, PKK Kecamatan, tenaga pendidik serta peserta didik di sejumlah Sekolah Menengah Pertama Kota Banjarmasin. Kegiatan pemecahan rekor dari LEPRID tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin mengucapkan, terimakasih tak terhingga kepada seluruh stakeholder yang berperan dalam penyelenggaraan Rekor tersebut, Ia mengakui hasil itu berkat kolaborasi seluruh lapisan, mulai dari Pemerintah, para Guru, hingga peserta didik dan masyarakat pada umumnya.

“Tidak lupa saya ingin berterimakasih kepada para Panitia yang sudah bekerja keras untuk suksesnya acara ini, semoga dengan pemecahan rekor ini, bisa lebih memperkenalkan lagi Sasirangan sampai ke luar daerah dan luar negeri,” ungkap Arifin.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Raden Kurleni Ukar mengatakan, sudah tiga hari berada si Kota Banjarmasin, dan ia banyak mendapatkan ilmu serta pelajaran khususnya dalam pembuatan kain Sasirangan.

“Ya disini saya banyak sekali belajar Sasirangan dan ini memang karya yang membanggakan bagi Banjarmasin perlu dilestarikan dan perlu diberikan nilai tambah untuk bisa menjadikan ini pariwisata,” ujarnya.

Kain Sasirangan banyak sejarahnya dan akan dikemas menjadi story nomik, bagi pariwisata, sehingga bisa membedakan, unik untuk wisatawan baik manca negara maupun wisatawan lokal.

Sedangkan Direktur LEPRID Paulus Pangka SH mengungkapkan, Kota Banjarmasin dalam pemecahan rekor tersebut hanya butuh persiapan waktu sehari.

“Hari ini kami diundang, sehari yang lalu dan saya tidak percaya biasanya kalo buat rekor itu 3 bulan sebelumnya mengajukan permohonan, hanya kota Banjarmasin yang satu hari menyampaikan dan ternyata hari ini kita saksikan bersama bagaimana adik-adik kita, bapak dan ibu guru semua memberikan pendidikan edukasi kepada kita,” katanya.

Paulus Pangka turut bangga dengan para pendidik, dimana semuanya memberikan edukasi untuk terus mewariskan leluhurnya, termasuk melalui Sasirangan yang sangat luar biasa tersebut.

Rekor baru dengan nama menjelujur kain Sasirangan dengan peserta terbanyak berdasarkan perhitungan 1000 lebih, yang telah berhasil menciptakan sejarah baru dalam peradaban bangsa Indonesia. (ADV/SRI/RDM/RH)

Pemilihan Putra Putri Sasirangan Untuk Promosi dan Lestarikan Produk Sasirangan

BANJARMASIN – Dalam Rangkaian Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) ke 7 tahun 2023, Pemerintah Kota Banjarmasin melaksanakan kegiatan Grand Final Pemilihan Putra Putri Sasirangan, berlangsung di Panggung Utama, Kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Sabtu Malam (11/3). Dibuka Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor.

Arifin Noor mengatakan, kegiatan Grand Final Pemilihan Putra Putri Sasirangan yang bertemakan, bersama merangkai budaya, ciptakan inovasi, kreasi dan cinta tradisi, untuk itu diharapkan dapat memberikan sesuatu yang baru bagi masyarakat Kota Banjarmasin. Oleh karena itu para peserta diharuskan dapat menampilkan berbagai keahlian, keterampilan dan potensi dalam dirinya.

“Ajang ini tidak hanya berorientasi pada penampilan secara fisik semata, namun juga berorientasi penilaian terhadap kepribadian dan kecerdasan dari putra dan putri sasirangan,” ungkapnya.

Arifin menjelaskan, event tersebut turut berkontribusi memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Kota Banjarmasin.

“Saya berharap agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai wahana untuk melestarikan dan mempromosikan adat budaya daerah kita, terutama kain sasirangan,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Arifin, ia meminta untuk memberdayakan dan memanfaatkan, serta libatkan putra putri Sasirangan tersebut, untuk mendukung program pemerintah, termasuk dalam mempromosikan produk khas dan budaya dari Kota Banjarmasin.

Sementara itu Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin Iwan Fitriadi mengatakan, maksud dan tujuan diselenggarakannya pemilihan Putra Putri Sasirangan tahun 2023 tersebut, menjadikan anak muda sebagai ambassador yang mencerminkan sikap mencintai dan bangga melestarikan
kain sasirangan.

“Putra putri Sasirangan ini menjadi penghubung antara masyarakat dan pengrajin sasirangan supaya bisa menciptakan inovasi terbaru untuk memajukan kain sasirangan,” ungkap Iwan.

Pada Pemilihan Putra Putri Sasirangan Tahun 2023 ini, terdaftar ada 93 peserta terdiri dari Putra 43 dan Putri 50, serta terpilih 10 pasang, putra putri masuk ke grand final.

Juara Pertama Putra Sasirangan tahun 2023 Lutfi Riqqo Perdana serta Juara Pertama Putri Sasirangan Septian Nanda Alin Noya dan Juara Wakil 1 Putra Putri Sasirangan tahun 2023, Excelito Paletté dan Asmaul Husna.

Turut hadir Sekdako Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Wakil Ketua Dekranasda Hardiyanti, Ketua DWP Kota Banjarmasin Rusdiati, para juri serta jajaran terkait. (ADV/SRI/RDM/RH)

Ribuan Warga Kota Banjarmasin Ramaikan Karnaval dan Parade BSF

BANJARMASIN – Pertunjukan Karnaval dan Parade Sasirangan pada Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) Tahun 2023, berlangsung meriah, di kawasan Siring Nol Kilometer, Sabtu (11/3). Ribuan warga mengikuti dengan antusias.

Kegiatan Karnaval Sasirangan dalam rangkaian BSF ke 7 dilaksanakan Siring Jenderal Sudirman Banjarmasin, atau di sekitar Hotel Batung Batulis, Banjarmasin Tengah.

Ribuan peserta karnaval yang terdiri dari siswa SMP, SMA, SKPD lingkup Pemko Banjarmasin dan masyarakat umum terlihat antusias dengan menggunakan berbagai kostum unik.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, pelaksanaan pawai karnaval sangat meriah. Dan, pihaknya tidak menyangka peserta pawai begitu antusias.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melepas Pawai Karnaval BSF 2023

“Ini adalah pawai yang antusias dengan diikuti peserta sebanyak 2.400 lebih, dan 30 SKPD dilingkup Pemko Banjarmasin,” ungkapnya.

Pada parade karnaval ini, jelas Ibnu, ditampilkan berbagai macam fashion Sasirangan dengan aneka model dan warna.

“Peserta menampilkan produk Sasirangan yang bisa dipakai sehari hari,” ucapnya.

Karnaval yang dilaksanakan ini, sebagai wujud cinta kepada budaya tak benda dari seluruh warga Kota Banjarmasin.

“Pada karnaval ini disediakan berbagai hadiah hiburan menarik, dengan hadiah utama sepeda motor,” kata Ibnu.

Tak hanya menampilkan berbagai macam parade fashion kain sasirangan, beberapa peserta juga turut menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti Silat dan Kuntau.

Start dari Siring Jenderal Sudirman, peserta karnaval berjalan menuju jalan AS Musyaffa sampai finish kembali ke kawasan Siring 0 Km. (ADV/SRI/RDM/RH)

Pembukaan BSF ke 7 di Kota Banjarmasin Berlangsung Meriah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Dekranasda Kota Banjarmasin menggelar Banjarmasin Festival Sasirangan (BSF) Tahun 2023, yang dibuka secara resmi oleh Walikota Banjarmasin, di Panggung Tongkang Sungai Martapura, Jumat Malam (10/3).

Mengangkat tema, The Colours Of Life Warna Warni Wastra Nusantara. Hadir pada acara tersebut Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Raden Kurleni Ukar, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Khatimah mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Pembukaan ajang bergengsi bagi pengrajin Sasirangan di Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, berlangsung di panggung megah diatas Sungai Martapura di kawasan Siring Mernara Pandang Banjarmasin.

Ditandai dengan penekanan tombol oleh Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina bersama Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Siti Wasilah bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ariffin Noor dan istri, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Raden Kurleni Ukar, serta Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Husnul Khatimah, gelaran BSF ke 7 resmi dimulai hingga 12 Maret 2023 mendatang.

Dalam sambutannya Ibnu mengatakan, bahwa BSF ini sejatinyan merupakan wadah atau forum bagi para pengrajin dan desainer. Serta juga dalam rangka hari jadi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke 42.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Terima kasih banyak telah mempertemukan para pengrajin dan desainer. Sehingga wastra nusantara kain sasirangan ini dikenal bukan hanya di Kalsel, tapi di Nusantara sampai mancanegara,” ungkap Ibnu.

Oleh sebab itu, lanjut Ibnu, pihaknya meminta masyarakat harus bangga bersasirangan, karena BSF ini menjadi sarana untuk mencintai kain sasirangan.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini mengajak, seluruh warga bangga terhadap buatan sendiri, khususnya kain sasirangan warisan budaya Banjar.

“Kami berharap pemulihan ekonomi bisa dilaksanakan. Karena dalam setiap forum BSF, transaksi terjadi,” ucap Ibnu.

Dalam rangkaian opening BSF ke 7 ini, juga dimeriahkan pertunjukan fashion show sasirangan oleh desainer lokal dan nasional. Juga dimeriahkan artis ibukota, Ifan Govinda. (ADV/SRI/RDM/RH)

Bazar Expo Banjarmasin Sasirangan Festival Tahun 2023 Resmi Dibuka

BANJARMASIN – Bazar produk Sasirangan merupakan salah satu Rangkaian Kegiatan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF), di Kota Banjarmasin, yang secara resmi dibuka Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Sabtu (11/3).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, digelarnya bertujuan dapat meningkatkan kemasyhuran sasirangan di kancah Nasional. Sehingga, event BSF ini semakin ramai dikunjungi, baik dari warga Banjarmasin maupun warga luar kota.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Saya berharap dalam kegiatan ini menjadikan kain Sasirangan semakin dikenal oleh penjuru Indonesia, bahkan kami dalam setiap event apapun selalu memperkenalkan Sasirangan ini baik secara langsung dari acara dalam Negeri maupun luar Negeri,” ungkap Ibnu.

BSF ini, lanjutnya, sebagai bagian dari ikhtiar untuk melestrarikan adat Budaya Banjar.

“Budaya Banjar tak benda inilah yang diwariskan kepada generasi setelah kita, dan menjadi kebanggaan ketika memakai kain sasirangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin ini mengajak, kepada seluruh warga Kota Banjarmasin untuk datang serta memeriahkan BSF.

“BSF ini dalam rangka meningkatkan pengetahuan lebih terkait dengan Sasirangan,” ucapnya.

“Ayo Kita ajak keluarga, tetangga dan juga seluruh warga untuk sama sama datang. Bangga memakai kain sasirangan,” ujarnya lagi.

Pada pergelaran Bazar Expo dirangkai dengan kegiatan, forum diskusi Sasirangan yang diikuti oleh UMKM dari pengrajin sasirangan di Kota Banjarmasin.

Pameran diikuti sejumlah peserta dari kabupaten/kota se-Kalsel, bertempat di Halaman Siring Menara Pandang Tendean, Kota Banjarmasin, pada 10- 12 Maret 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Mahyuni, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar dan Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Siti Wasilah serta sejumlah Forum Pimpinan Komunikasi Daerah (Forkopimda) Kota Banjarmasin. (ADV/SRI/RDM/RH)

ANGGARAN UNTUK RESES DPRD BANJARMASIN TAHUN 2023 SEBESAR 8 M

BANJARMASIN – Tahun 2023 ini kegiatan reses 45 Anggota DPRD Banjarmasin, masih tetap sama dengan tahun – tahun sebelumnya sebesar Rp8 miliar.

Kepada sejumlah wartawan, Sekretaris DPRD Banjarmasin, Iwan Ristianto, pada Jumat (10/3) menjelaskan, meski tahun 2023 ini DPRD Banjarmasin sepakat akan melaksanakan reses perorangan karena sebelumnya secara kelompok, untuk anggarannya tidak ada kenaikan ataupun penurunan yaitu satu tahun tiga kali reses, dengan anggaran sebesar Rp8 miliar.

“Selama masa reses masing-masing anggota Dewan mendapat tunjangan 10,5 juta rupiah,” ucapnya

Disampaikan Iwan, untuk dana operasional reses disiapkan pihak Sekretariat DPRD (Setwan) Banjarmasin dengan menggunakan penyedia jasa yang ada di LPSE dan E-katalog, masing-masing 45 wakil rakyat dianggarkan Rp 8 juta. Namun

biaya operasional itu hanya pagu, yakni pemakaian sesuai dengan keperluan.

“Penyewaan tenda, sound sistem, dan sewa tempat, akan disiapkan pihak Setwan Banjarmasin,” jelasnya

Lebih lanjut Iwan menambahkan, untuk

masa reses akan dilaksanakan selama tiga hari, dengan jumlah kehadiran maksimal 50 warga. Masing-masing anggota dewan boleh memilih titik atau lokasi reses yang sama, sesuai daerah pemilihan (dapil), tetapi waktu yang berbeda.

“Reses rencananya akan digelar di bulan April, saat ini masih mempersiapkan, karena satu anggota DPRD Banjarmasin akan didampingi satu staf Setwan Banjarmasin,” tutupnya. (NHF/RDM/SA)

Exit mobile version