Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Hadapi Era Digital dengan Literasi yang Tepat

BANJARMASIN – Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Sri Astuty yang membahas tentang “Jaga Privasi dan Rekam Jejak Digital”

“Data per Januari 2021 dari 274,9 juta penduduk ada sebanyak 345,3 juta orang yang melakukan koneksi telepon seluler, 202,56 juta pengguna internet, dan 170 juta pengguna media sosial aktif” paparnya

“Banyaknya masyarakat yang mengakses internet, maka kita harus bisa menjaga rekam jejak digital kita di internet, jangan melakukan hal yang berdampak merugikan diri sendiri, pastikan jaga privasi keamanan akun media sosial kita,” pungkasnya

Narasumber kedua, Drs Syafruddin Noor yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

“Kegiatan belajar mengajar di era pandemi saat ini dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (online),” ujarnya

“Dalam pembelajaran jarak jauh, siswa maupun pendidik dituntut harus bisa menggunakan teknologi berbasis digital. Seperti menyiapkan modul pembelajaran, membuat video pembelajaran, membuat laman LMS, dan melaksanakan ANBK kepada peserta didik,” jelasnya

Narasumber ketiga yaitu Angel Meryci yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”

Apa itu pariwisata?

Ia memaparkan, pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.

Ia mengutip sebuah kalimat dari Didik Nini Thowok, bahwa “Kecintaan saya terhadap aeni dan budaya Indonesia menjadikan saya memiliki hasrat untuk terus mengembangkan dan melestarikan kekayaan Indonesia melalui dunia tari. Saya terus mengembangkan tarian-tarian melalui kemasan yang menarik dan menghibur dengan unsur komedi agar penonton tidak bosan dengan pertunjukan tari yang terkesan serius dan kaku,”.

Terakhir, narasumber Meri Olga Siahaan yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

Ia menjelaskan ada 10 cara berinteraksi di dunia maya, yakni;

1. Ingatlah keberadaan orang lain

2. Berpikir sebelum berkomentar

3. Gunakan bahasa yang sopan dan santun

4. Menjadi pembawa dalam diskusi yang sehat

5. Jangan menyalahgunakan kekuasaan

6. Hormati waktu orang lain

7. Bagilah ilmu dan keahlian

8. Hormati privasi orang lain

9. Maafkan jika orang lain membuat kesalahan

10. Taat pada standart perilaku online yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari (RILIS)

DPRD Banjarmasin Dukung Lahan Pemko Dijadikan Kawasan Parkir Kontainer

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin, mendukung Pemerintah Kota lahannya dijadikan kawasan parkir kontainer, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali, kepada wartawan pada Jumat (15/10), kalau nantinya Pemerintah Kota menjalin kerjasama dengan Pelindo III, yang berlokasi di Jalan Barito Ilir, Kelurahan Telaga Biru, lahannya menjadi kawasan parkir kontainer, maka akan didukung sepenuhnya, agar meningkatkan pendapatan yang besar bagi kas daerah.

“Kami menilai wacana kerjasama itu sudah didiskusikan sejak tahun 2017 lalu, dan kalau bisa dibebaskan, maka dijadikan lahan parkir, untuk menambah PAD,” katanya.

Matnor menjelaskan, bentuk kerjasama ini sangatlah menguntungkan, karena pastinya akan memberikan PAD cukup besar, Pemerintah Kota cukup menguruk lahan dan dibuatkan parkir, otomatis tidaklah memerlukan biaya besar.

“Dengan disahkannya perda RTRW, maka
lahan Pemerintah Kota yang berlokasi di wilayah barat, menjadi kawasan pergudangan, hal itu perlu dilakukan penataan lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut Politisi Golkar DPRD Banjarmasin ini menjelaskan, dalam aturan, kawasan pelabuhan tidak diperbolehkan adanya pemukiman, dengan alasan untuk menghindarkan warga, dari berbagai macam kemungkinan dampak buruk yang ditimbulkan aktivitas pelabuhan. Misalnya saja, di pelabuhan berbagai macam barang masuk, diantaranya bahan kimia, maka itu sangatlah membahayakan masyarakat sekitar.

“Kota Surabaya dan Tanjung Priok, telah diatur, pelabuhan jauh dari pemukiman, dengan demikian ke depan, warga yang bermukim di sana perlu dipikirkan, dalam bentuk bisa diberikan ganti rugi dan direlokasi ke tempat lain,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Warga Banjarmasin Datangi Dinkes Kota Untuk Dapatkan Vaksin Pfizer

BANJARMASIN – Dengan adanya layanan vaksin pfizer di kota Banjarmasin, membuat warga kota ini antusias untuk mendapatkan vaksin asal Amerika Serikat tersebut.

Warga bervaksin pfizer

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi mengatakan, untuk vaksinasi COVID-19 pfizer saat ini di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, telah membuka layanan agar warga mendapatkan vaksin pfizer tersebut.

“Saat ini vaksin pfizer selain diberikan di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, kami juga telah menyalurkan kepada puskesmas puskesmas yang ada di kota ini,” ungkap Machli.

Pada layanan vaksinasi di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini meliputi, vaksin tahap 1 untuk vaksin pfizer, sedangkan vaksin tahap 2 untuk vaksin sinovac.

“Bagi warga yang ingin mendapatkan layanan vaksin tersebut, bisa mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin serta puskesmas,” ucapnya.

Sementara itu salah satu warga Iwan Kurniawan mengatakan, ia memang memilih untuk bervaksin di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

“Kami memang sengaja memilih bervaksin di Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, untuk mendapatkan vaksin pfizer,” ucapnya.

Iwan mengatakan, begitu mengetahui, di Kota Banjarmasin telah ada layanan vaksin pfizer, maka ia langsung mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, untuk mendapatkan layanan vaksin asal Amerika Serikat tersebut.

Menurut Iwan, mendapatkan layanan vaksin di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin cukup mudah, hanya membawa e-KTP.

Oleh karena itu, lanjutnya, warga Bumi Mas Raya ini mengajak warga lainnya untuk mau bervaksin, bersama sama mencegah paparan Covid-19 dan meningkatkan angka capaian vaksinasi di Kota Banjarmasin.

“Untuk warga Kota Banjarmasin yang belum bervaksin, ayo bervaksin, vaksin itu aman,” ucap Iwan. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin, Dukung Gerakan Lima Ribu Sehari Vaksin COVID-19

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mendukung gerakan vaksinasi 5.000 dalam satu hari. Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Tugiatno kepada wartawan baru baru tadi mengatakan, pihaknya mendukung penuh langkah pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan, terkait gerakan 5.000 sehari vaksinasi COVID-19, apalagi ditetapkannya sudah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat level tiga, sehingga diharapkan akan tercapai nantinya (PPKM) level dua atau level satu.

“Kami minta gerakan itu tidak hanya slogan, namun kerja nyata lebih utama,” ucapnya.

Tugiatno mengatakan, saat ini untuk umum capaian vaksinasinya sudah melebihi sasaran dari target 50 persen, dirinya berharap akan semakin gencar dilakukan khususnya lanjut usia, karena masih belum 30 persen. Karena program vaksinasi ini sebagai upaya membentuk kekebalan imun tubuh, dan tentunya tetap disiplim protokol kesehatan 3 M.

“Bulan kesehatan nasional nantinya, akan diperingati pada 12 November 2021, kita ingin capaian vaksinasi akan terpenuhi 90 persen,” pintanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, memang untuk kendala selama ini masih adanya sebagian oknum warga termakan isu hoax, dengan berbagai macam pemikiran bahwa akibat vaksin membuat mudah terserang sakit, bahkan kematian. Dengan demikian tugas dinas kesehatan sebagai pelayanan kesehatan, harus terus gencar memberikan edukasi ke semua lapisan masyarakat, melalui datang langsung, dari rumah ke rumah.

“Penjelasan secara intens perlu dilakukan terutama ke wilayah pinggir kota, dan sasaran utama para lansia, dalam artian tidak harus menunggu mereka ke puskesmas, untuk divaksin” pungkasnya. (NHF/RDM/RH)

Pengunjung Siring Nol Kilometer Diminta Tidak Membuang Sampah Sembarangan

BANJARMASIN – Untuk menghimbau pengunjung di kawasan Siring Nol Kilometer, Kota Banjarmasin, tidak membuang sampah sembarang. Maka, dikawasan tersebut dipasang spanduk himbauan tidak membuang sampah, serta denda yang akan dikenakan jika kedapatan membuang sampah sembarang.

Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Marzuki mengatakan, pihaknya mendapatkan keluhan dari warga, jika di kawasan Siring Nol Kilometer, banyaknya sampah.

Plt Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Marzuki

“Kami mendapatkan keluhan dari warga mengenai sampah sampah tersebut,” ucap Marzuki, kepada sejumlah wartawan, Rabu (13/10).

Setelah, mendapatkan Keluhan tersebut  lanjutnya, pihaknya langsung menurunkan petugas kebersihan. Namun, warga masih saja ada yang membuang sampah sembarangan.

“Agar warga tidak lagi membuang sampah sembarang di kawasan tersebut, kami telah memasang spanduk,” ujarnya.

Menurut Marzuki, spanduk tersebut berisi tentang himbauan larangan warga tidak membuang sampah ditempat tersebut.

Bahkan, lanjutnya, pada spanduk tersebut juga bertuliskan denda larangan membuang sampah sembarang.

“Kami menghimbau kepada seluruh pengunjung dikawasan Siring Nol Kilometer, untuk tidak membuang sampah sembarang tempat,” tutur Marzuki.

Mengingat, tambahnya, di kawasan tersebut disediakan tempat sampah yang berada tidak jauh dari kawasan Siring Nol Kilometer.

“Kawasan Nol Kilometer bukan tempat untuk membuang sampah,” ucap Marzuki. (SRI/RDM/RH)

Dinkes Banjarmasin Terima Vaksin Pfizer Sebanyak 3.705 Vial

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan telah menerima vaksin pfizer, untuk didistribusikan kepada warga Kota Banjarmasin. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

“Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah menerima vaksin pfizer,” ungkap Machli, kepada sejumlah wartawan, Senin (11/10).

Menurut Machli, setelah menerima vaksin tersebut, pihaknya langsung memberikan vaksin tersebut kepada masyarakat di Kota Banjarmasin.

Pelaksanaan vaksin pfizer di Kota Banjarmasin, dimulai di kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin pada Senin 11 Oktober 2021.

“Dengan adanya jenis  vaksin baru Pfizer ini, kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin jenis baru tersebut,” ucapnya.

Sedangkan, lanjut Machli, vaksin pfizer mulai didistribusikan ke puskesmas seluruh Kota Banjarmasin, dilaksanakan mulai Selasa 12 Oktober 2021.

“Sejak saat itu maka masyarakat bisa mendapatkan vaksin pfizer di puskesmas yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Machli mengatakan, vaksin pfizer ini merupakan produk dari Amerika Serikat, memiliki efikasi yang cukup tinggi, bila dibandingkan dengan vaksin sinovac. Namun, kedua vaksin tersebut sama baiknya.

“Semua vaksin yang ada saat ini, sama baiknya. Yang terbaik apabila vaksin COVID-19 selalu tersedia di Kota Banjarmasin,” ucap Machli. (SRI/RDM/RH)

Banyak Termakan Isu Hoax, Pemko Banjarmasin Gelar Sosialisasi Vaksinasi COVID-19

BANJARMASIN – Dikarenakan banyaknya penyandang Disabilitas di Kota Banjarmasin, yang termakan isu hoax yang menyesatkan tentang vaksinasi COVID-19. Maka, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menggelar Sosialisasi Vaksinasi COVID-19 kepada Disabilitas tersebut.

Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 kepada Disabilitas

Sosialisasi ini dilaksanakan, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Senin (11/10). Sosialisasi ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi.

Dalam sambutannya Machli mengatakan, manfaat dan mengajak penyandang disabilitas untuk mau bervaksin.

“Sosialisasi yang kami laksanakan saat ini, merupakan sosialisasi ke dua, untuk para penyandang disabilitas. Yang pertama dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2021 di Rumah Singgah Baiman,” ucapnya.

Pada sosialisasi ke dua ini, lanjut Machli, pihaknya mengundang seluruh penyandang Disabilitas yang ada di Kota Banjarmasin.

“Kami mengundang seluruh penyandang Disabilitas tersebut, agar mereka mendengar penjelasan dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengenai vaksin COVID-19 yang jelas,” ujar Machli.

Menurut Machli, selain mengadakan sosialisasi, pihaknya juga melaksanakan vaksinasi kepada para penyandang Disabilitas.

“Selama dua bulan ini Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin kesulitan untuk melakukan vaksinasi kepada para penyandang Disabilitas, dengan adanya sosialisasi tersebut memudahkan kami,” tutur Machli.

Sementara itu, salah satu penyandang Disabilitas Kota Banjarmasin Slamet mengungkapkan, bahwa banyak penyandang Disabilitas di Kota Banjarmasin, mendapatkan informasi yang tidak jelas atau termakan isu hoax yang ada di media sosial.

“Banyak isu yang menyesatkan tentang vaksinasi COVID-19 yang didapat oleh para penyandang Disabilitas. Sehingga mereka takut untuk bervaksin,” ungkap Slamet.

Menurut Slamet, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, maka pihaknya bersyukur telah mendapatkan informasi yang benar tentang vaksinasi COVID-19 tersebut.

“Dengan adanya sosialisasi dan penjelasan dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin ini, maka kami bersyukur telah mendapatkan informasi yang jelas tentang vaksin COVID-19 tersebut,” ucapnya.

Penjelasan dari Dinas Kesehatan tentang vaksinasi COVID-19 ini sangat bermanfaat, maka saat ini penyandang Disabilitas di Kota Banjarmasin tidak takut lagi untuk bervaksin. (SRI/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Transformasi Lokalitas di Era Digital

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Transformasi Lokalitas di Era Digital” di Kota Banjarmasin, Jumat (8/10) pukul 09.00 WITA.

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Oleg Sanchabakhtiar yang membahas tentang “Kecakapan Digital”

“Ketika kita memiliki usia yang masih sangat muda, hendaknya raihlah prestasi sebanyak-banyaknya, benda yang ada dibelakang saya merupakan prestasi yang pernah saya raih. Saya tidak berniat sombong, namun hanya ingin memotivasi kalian semua agar misa memanfaatkan waktu untuk meraih prestasi,” tegasnya

“Selain prestasi kita juga bisa menambah relasi pertemanan yang positif, karena pada dasarnya jika kita memiliki banyak teman yang positif di sekitar kita maka hidup kita pun akan teasa mudah dan termotivasi untuk melakukan hal-hal positif tersebut,” pungkasnya

Narasumber kedua, Sri Hidayah yang membahas materi tentang “Budaya Digital”

“Identitas lokal yang ada seperti sekarang ini harus tetap kita jaga, contohnya seperti lagu paris barantai, nilai-nilai yang terkandung di dalam lagu tersebut merupakan ciri khas yang melambangkan Kotabaru yang berasal dari Kalimantan Selatan. Sebab itu, sebagai generasi milenial harus tetap melestarikan identitas lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Sella Irfania yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

“Kita hidup di zaman globalisasi dimana kita sebagai individu bisa berkomunikasi tanpa batas,” ujarnya

Ia memaparkan, di dalam dunia tekonolgi dan informasi pertunbuhan ekonomi dunia sangat cepat. Kebudayaan yang kita miliki didominasi oleh kebudayaan luar yang mengakibatkan culture stock.

Hal yang perlu kita lakukan agar kebudayaan kita tetap terjaga kita bisa memulainya dari melestarikan adat istiadat, memelihara dan mengembangkab budaya, memiliki rasa cinta tanah air, dan menyaring berbagai budaya luar.

Terakhir narasumber Arif Rahman Hakim dengan materi tentang “Etika Digital”

“Sebagai mahluk sosial, manusia tidak mampu hidup sendiri. Manusia membutuhkan manusia lain untuk berkolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan fungsi-fungsi sosial dengan yang lainnya. Hal tersebut membuat manusia melakukan interaksi sosial atau tindakan komunikasi,” tuturnya

“Etika adalah sistem nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Kemajuan teknologi kemudian melahirkan beragam media dan ruang-ruang baru bagi manusia serta meribah pola kontak sosial dan interaksi sosial,” pungkasnya. (RILIS)

Legislatif dan Eksekutif Banjarmasin Sahkan Dua Perda

BANJARMASIN – Pemerintah dan Dewan Kota Banjarmasin sepakat menetapkan, dua rancangan peraturan daerah rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan pengelolaan air limbah domestik menjadi perda.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Muhammad Yamin kepada wartawan pada Kamis (7/10) mengatakan, setelah melewati pembahasan yang cukup panjang, revisi perda rencana tata ruang wilayah (RTRW) tahun 2021-2041 akhirnya disahkan menjadi sebuah Perda. Dirinya berharap akan  tercipta penataan kota Banjarmasin yang lebih baik.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin

“Pembahasan revisi perda ini memerlukan waktu hampir 3 tahun, karena menata kota agar lebih maju, mengingat Banjarmasin  merupakan kota tua,” ucapnya.

Yamin meminta, untuk penerapan perda pengelolaan air limbah domestik, yang kini resmi berubah menjadi perusahaan umum daerah. Sebelumnya bernama perusahaan daerah pengelolaan air limbah (PD-PAL) Kota Banjarmasin, ke depannya akan memberikan kinerja profesional, melalui manajemen Perumda, mampu menambah jaringan perpipaan, agar mencakup semua kalangan, tidak hanya bagi perusahaan, namun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kami ingin kinerja perusahaan yang bergerak di bidang sanitasi dan air limbah, akan dapat semakin optimal,” pintanya.

Menanggapi hal itu, Wali kota Banjarmasin Ibnu Sina, pihaknya terus mengupayakan untuk semakin menata kota seribu sungai, melalui dasar hukum perencanaan yang telah disepakati bersama, seperti menentukan kawasan perekonomian, infrastruktur, dan pariwisata, sehingga benar-benar menjadi kota layak huni.

Wali kota Banjarmasin Ibnu Sina, saat memberikan komentar pada awak media

“Kawasan jalur hijau yang ditetapkan dengan baik, tentu akan semakin mampu mengembangkan kota,” jelasnya

Lebih lanjut Ibnu menambahkan, dengan ditetapkannya tentang pengelolaan air limbah domistik (PALD), nantinya akan dipersiapkan manajemen yang lebih baik,  karena penanganan sanitasi dan air limbah merupakan program prioritas pembangunan.

“Kami ingin peran lurah lebih optimal dilapangan untuk mengawasi kehadiran payung hukum ini,” tutupnya.

Dalam rapat paripurna, dihadiri unsur pimpinan Matnor Ali dan Tugiatno, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, 35 anggota dewan serta SKPD Kota Banjarmasin.

Untuk diketahui, DPRD Banjarmasin baru pertama kali menggelar rapat paripurna pada Kamis pagi jam 08.00 WITA, biasanya pada siang hari, dikarenakan menghadiri (Musrembang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarmasin Tahun 2021-2026. (NHF/RDM/RH)

Ingin Tahu Data Sebenarnya, DPRD Banjarmasin Sambangi Dinkes

BANJARMASIN – Kalangan legislatif melakukan kunjungan kerja lapangan, ke kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, pada Rabu sore (6/10). Kepada sejumlah wartawan Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Noor Latifah, mengatakan, kunjungan ini untuk mengetahui data akurat dari dinas kesehatan, menyusul kota Banjarmasin kembali diperpanjang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, oleh pemerintah pusat.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Noor Latifah, saat memberikan komentarnya

“Adanya kebijakan ini, sangatlah disayangkan apalagi sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, dan kita telah diterapkan PPKM level 4, untuk kelima kalinya,” ucap Lala (sapaan akrabnya).

Noor Latifah mengatakan, dari hasil kunjungan ke lapangan ini, memang target vaksinasi COVID-19 khususnya lansia, masih belum terpenuhi yang baru 25 persen, padahal seharusnya tercapai 50 persen, berkaca dari ini maka Ia meminta Dinas Kesehatan segera melakukan vaksin ke para lanjut usia dengan cara pendekatan dari rumah ke rumah.

“Dari data capaian target vaksin COVID-19 selain lansia, sudah hampir terpenuhi,” jelasnya

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi, selama ini pihaknya sudah menyampaikan, data yang akurat dan siap dipertanggung jawabkan, karena setiap kali penginputan terhubung dengan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Pusat secara online.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Machli Riyadi

“Kami tidak buat data sembarangan, dan siap disampaikan kembali ke pemerintah pusat untuk mengharmonisasi data, namun masih menunggu persetujuan Wali kota,” ucapnya.

Dalam kunlap dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Noor Latifah, Wakilnya Zainal Hakim dan Sekretaris Taufik Husin, bersama anggota Hendra, Hari Kartono, Syafrullah dan Yunan Chanda.

Untuk diketahui, dengan adanya kebijakan dari Pemerintah pusat secara resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4, salah satunya termasuk Kota Banjarmasin mulai 5-18 Oktober 2021, telah menjadi pertanyaan dari kalangan legislatif, sehingga dilakukan kunjungan kerja ke lapangan. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version