Pasar Murah Ramadhan Digelar di Kantor Kelurahan Sungai Miai Diserbu Warga

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin menggelar, Pasar Murah Ramadhan di Kelurahan Sungai Miai, Rabu (13/4).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarmasin Ichroom Mutezar mengatakan, saat ini untuk pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan di Kota Banjarmasin, sudah ke 9 kalinya.

Kadisperindag Banjarmasin Ichroom Mutezar (Tengah)

“Untuk saat ini pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, yang dilaksanakan di Kelurahan Sungai Miai,” ucapnya.

Pada pelaksanaan Pasar Murah selama bulan Ramadhan ini, akan dilaksanakan sebanyak 18 kali, yang akan dilakukan dibeberapa titik di Kota Banjarmasin.

“Pada pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan ini ada yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, dan ada yang digelar oleh Pemerintah Kota Banjarmasin sendiri,” jelasmya.

Sementara itu, Lurah Sungai Miai Gusti Ikhromi Akbar mengatakan, pihaknya berterimakasih atas digelarnya Pasar Murah Ramadhan di tempat mereka tersebut.

“Kami tentunya sangat bersyukur Pasar Murah Ramadhan digelar ditempat kami,” ungkapnya.

Dengan adanya Pasar Murah Ramadhan ini, lanjut Ikhrom, tentunya sangat membantu warga Kelurahan Sungai Miai.

Untuk barang kebutuhan pokok yang disediakan seperti minyak goreng dengan harga dibawah pasaran, serta barang kebutuhan pokok lainnya.

“Kami berharap pelaksanaan Pasar Murah Ramadhan ini dapat bermanfaat bagi warga Sungai Miai,” ucap Ikhrom. (SRI/RDM/RH)

DISPAR KALSEL IMBAU WARGA DISIPLIN PROKES, TERUTAMA DI PASAR WADAI RAMADHAN

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau, kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk tetap disiplin protokol kesehatan, apalagi kembali ramai dibukanya pasar wadai ramadhan di Kabupaten dan Kota.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru baru tadi diruang kerjanya mengatakan, selama dua tahun pasar wadai Ramadhan tidak dilaksanakan karena tingginya COVID-19, sekarang dengan mulai melandainya kasus, warga jangan sampai lengah, yaitu tidak lagi disiplin protokol kesehatan.

“Kita imbau masyarakat untuk tetap ketat prokes, terutama 3 M,” pintanya

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin

Syarifuddin menjelaskan, dibukanya pasar wadai Ramadhan tahun ini, melalui gencarnya program vaksinasi yang diselenggarakan oleh pemerintah baik di Provinsi, Kabupaten dan Kota. Ia berharap masyarakat yang sudah bervaksin pertama, lengkapi vaksin kedua, dan ketiga, sehingga aktivitas keseharian dapat berjalan lancar.

“Mari bersama-sama kita kembangkan even pariwisata kebanggan di banua,” ujar mantan Pjs Bupati Kotabaru.

Panitia Karnaval Ramadhan, BAZNAS Kalsel, Anggi Septiyorini

Sementara itu, salah satu Panitia Karnaval Ramadhan BAZNAS Kalsel Anggi Septiyorini,
mengatakan, dengan dibukanya pasar wadai Ramadhan, pihaknya juga sekalian mengisi kegiatan permainan tradisional, seperti balogo, bakiak dan enggrang. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan, dari pintu masuk sudah tersedia tempat mencuci tangan dengan sabun, wajib memakai masker dan diatur jarak duduknya dalam bermain.

“Kami berikan edukasi meski pandemi COVID-19 mulai melandai, prokes 3 M wajib diamalkan dalam keseharian,” tutupnya.
(NHF/RDM/APR)

PERESMIAN JEMBATAN HKSN BANJARMASIN DIRENCANAKAN PADA 19 APRIL 2022

BANJARMASIN – Sempat mengalami penundaan pembangunan Jembatan HKSN Kota Banjarmasin, akhirnya jembatan tersebut, direncanakan diresmikan pada 19 April 2022.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi mengatakan, berdasarkan hasil rapat Pemerintah Kota Banjarmasin bersama dengan pihak terkait lainnya. Maka, untuk peresmian Jembatan HKSN akan dilaksanakan pada 19 April 2022.

“Berdasarkan hasil rapat bersama maka rencana peresmian Jembatan HKSN pada 19 April mendatang,” ungkap Doyo, di Balaikota Banjarmasin, Senin (11/4).

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi

Mengingat, lanjutnya, keberadaan jembatan tersebut sudah ditunggu tunggu oleh masyarakat, untuk dapat digunakan secara penuh.

Doyo mengatakan, peresmian Jembatan HKSN tersebut sempat mengalami penundaan. Seharusnya, dapat dilaksanakan saat ini. Namun, untuk daya tahan jembatan yang saat ini masih dalam masa ujicoba kelayakan. Maka, peresmian Jembatan HKSN diundur hingga tanggal 19 April ini.

“Kami berharap waktu peresmian tersebut tidak mengalami perubahan kembali. Mengingat, saat ini kami telah mempersiapkan segala sesuatunya terkait peresmian Jembatan HKSN tersebut,” jelas Doyo.

Menurut Doyo, rencana waktu peresmian dilakukan sebelum berbuka puasa, sehingga sebelum waktu berbuka puasa, peresmian Jembatan HKSN tersebut telah selesai. (SRI/RDM/APR)

Buka Puasa Bersama Anggota dan Pengurus Kwarda Pramuka Kalsel, Ini Pesan Acil Odah

Banjarmasin – Ketua Kwartir Daerah Pramuka Kalsel Raudatul Jannah, berbuka puasa bersama pengurus dan anggota di Gedung Pramuka, Jumat (8/4).

Diikuti seluruh pengurus dan anggota Kwarda Pramuka Kalsel, buka puasa yang digagas Raudatul Jannah ini selain untuk menjalin silaturahmi antar anggota, juga bertujuan sebagai upaya salah satu syiar Islam dalam peningkatan iman dan ketakwaan pada Allah SWT.

“Alhamdulilah, hari ini kita bisa berkumpul bersama dan berbuka puasa. Semoga kegiatan ini, semakin menjalin tali silaturahmi, juga bisa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ungkap istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini.

Pun berbuka puasa bersama, Acil Odah, sapaan akrab Raudatul Jannah ini tetap mengingatkan kepada seluruh anggota dan pengurus untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Meski perkembangan penyebaran COVID-19 cenderung menurun, Acil Odah tetap mengingatkan kepada anggota dan pengurus untuk melengkapi vaksin COVID-19 hingga vaksin ketiga (booster).

Pada kesempatan silaturahmi dan berbuka puasa bersama itu, juga disampaikan tausyiah oleh Ustadz Sakrani Muhtar.

Ustadz Sakrani Muhtar menyampaikan kuatamaan bulan Ramadhan yang merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, dimana segala pahala dan amal ibadah dilipatgandakan.

Pada bulan Ramadhan ini, tak hanya sekadar ibadah wajib, ibadah sunah yang dilakukan memiliki manfaat yang baik dengan berbagai amalan dan keutamaan.

“Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa menjalani dengan baik serta segala amal ibadah kita diterima Allah SWT,” kata Ustadz Sakrani Muhtar.

Kegiatan berbuka puasa itu juga diisi salat Magrib berjamaah dan diakhir acara semua anggota dan pengurus diberikan paket Ramadhan. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

PEMKO BANJARMASIN SERAHKAN SK CPNS dan PPPK GURU TAHAP 1 DAN 2

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menyerahkan, Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PPPK CPNS, PPPK Guru Tahap 1 dan PPPK Guru Tahap 2 dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan tersebut berlangsung di Lobby Balaikota Banjarmasin, Jumat (8/4).

Penyerahan dilakukan langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, serta Kepala BKD Diklat Kota Banjarmasin Totok Agus Daryanto.

“Penyerahan SK Pengangkatan CPNS, PPPK Guru tahap 1 dan PPPK Guru tahap 2 dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin ini, merupakan berkah Ramadhan,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Ibnu mengatakan, SK PPPK tahap 1 dan tahap 2 yang diserahkan secara simbolis ini sebanyak 20, mereka yang hadir ini mewakili 951 yang diterima.

Sedangkan, lanjutnya, untuk SK CPNS yang diserahkan secara simbolis kepada 10 penerima. Mereka mewakili 149 CPNS yang diterima.

“Dengan diserahkan SK tersebut, maka Pemerintah Kota Banjarmasin telah memberikan kepastian status kepegawaian mereka tersebut,” ucapnya.

Foto bersama dengan penerima SK PPPK Guru di Kota Banjarmasin

Ibnu mengatakan, saat ini masih ada sisa guru honor yang belum terangkat menjadi PPPK Guru sebanyak 400 orang.

“Sehingga, akan adalagi pengangkatan PPPK tahap 3, saat ini tinggal menunggu formasi dari Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Dan, lanjut Ibnu, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap seluruhnya dapat terangkat sebagai PPPK.

Sementara itu, salah satu penerima SK PPPK Guru dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin Ratna Nugraheni mengatakan, pihaknya bersyukur telah menerima SK Pengangkatan PPPK Guru dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Ini merupakan berkah Ramadhan bagi mereka.

“Namun kami masih sedih mengingat masih ada teman yang belum semuanya diangkat sebagai PPPK Guru, masih ada yang tersisa,” ucapnya.

Ratna berharap, Pemerintah melakukan pengangkatan kembali PPPK Guru, untuk sisa guru honor yang belum terangkat tersebut di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/APR)

DPRD Kalsel Siap Kolaborasi Guna Cegah dan Berantas Penyalahgunaan Narkotika di Banua

Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pembahasan terkait implementasi Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 dan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 di Provinsi Kalsel, Kamis (7/4).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Abdullah Ismail Gedung B DPRD Kalsel dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel Muhammad Syaripuddin yang dihadiri Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel, Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan Kalsel, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalsel, Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel.

Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang solusi permasalahan penyalahgunaan narkoba di Kalsel yang kini sangat memprihatinkan. Mengingat saat ini, Kalsel tercatat berada di urutan 9 dari 34 provinsi di Indonesia sebagai pengguna narkoba.

“Ini harus jadi perhatian khusus. Kami dari komisi I, II, III, dan IV DPRD Provinsi Kalsel mencari formula agar bisa menurunkan peringkat penyalahgunaan narkoba. Ini kan sangat miris sekali di Kalsel, yang mana kita adalah daerah religius, tentunya harus bersama-sama,” kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin.

Menurutnya, dari pertemuan tersebut ada beberapa kesimpulan yang didapat, diantaranya memperkuat lembaga-lembaga dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang melakukan penanganan ini, baik dari segi struktur, anggaran, hingga sumber daya manusianya.

Sementara, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Suripno Sumas menyampaikan pihaknya siap berkolaborasi dalam penyebarluasan atau penyampaian informasi terkait Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan memanfaatkan kegiatan seperti Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang).

“Kami dari DPRD memiliki kegiatan yang bisa sinkron dengan rencana P4GN, kami informasikan bahwa anggota DPRD Provinsi Kalsel setiap bulan ada melaksanakan sosialisasi terkait Peraturan Daerah (Perda). Ini bisa kita manfaatkan terhadap informasi bahaya narkotika. Kita ada 55 orang anggota. Dalam setiap sosialisasi yang kita lakukan, audiens yang hadir sekitar 50 orang perkegiatan, jika dikalikan dengan jumlah anggota, berarti ada sekian orang yang bisa kita suluh tentang bahaya narkotika,” jelasnya. (NRH/RDM/APR)

FKUB Kalsel Apresiasi Raperda Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Beragama

Banjarmasin – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi positif terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Beragama yang merupakan inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel. Hal itu disampaikan Ketua FKUB Kalsel, Iham Masykuri Hamdi kepada wartawan, usai mengikuti rapat pembahasan Raperda tersebut di ruang Komisi I DPRD Kalsel, Kamis (7/4). Pasalnya, menurutnya, perspektif penyusunan Raperda ini tidak hanya saat ini, tapi juga di masa mendatang.

“Kalau selama ini kita melihat bahwa posisi kehidupan beragama kita cukup bagus. Walaupun kita juga harus mengakui gesekan-gesekan kecil pada akar rumput masih ada. Ditambah lagi, Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Negara dimana orang-orang yang datang bukan hanya potensi ekonomi tetapi juga membawa pemikiran ideologi. Hal ini semua harus diantisipasi sehingga ke depan kehidupan beragama dan bermasyarakat tetap harmonis dan damai dengan adanya Perda ini,” jelasnya.

Ilham menyarankan agar dalam Raperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat itu dapat mengakomodir mengenai bagaimana menyiapkan sumber daya manusia, cara pandang serta menghidupkan kembali kearifan lokal yang ada di masyarakat.

Sementara, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda tersebut, Haryanto mengharapkan, melalui Raperda tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat ini, ke depan agar kerukunan umat beragama di Kalsel lebih baik lagi. Pasalnya, dari hasil survey Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kalsel masih kurang menggembirakan. Namun situasi dan kondisi di permukaan kerukunan kehidupan beragama tampak aman-aman saja.

“Survey yang dirilis dari Kemendagri tahun 2021 lalu menyebutkan Indeks Kerukunan Umat Beragama kalsel berada di urutan 24 secara nasional dengan nilai 72,51 dengan kategori cukup,” tuturnya.

Haryanto mengungkapkan banyak masukan yang didapatkan dalam rapat pembahasan Raperda tersebut, sehingga diharapkan Raperda ini nantinya dapat lebih mewakili aspirasi terhadap pembinaan stakeholder terutama yang terkait dengan kerukunan beragama. Selain itu, dengan adanya Perda ini nantinya, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kalsel bisa lebih meningkat.

Sedangkan, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalsel yang diwakili Kepala Sub Bidang Ketahanan Seni Budaya yang juga menangani kerukunan umat beragama, pencegahan narkoba dan seni budaya, Grace A Manggalik menyampaikan selain pemberian hibah ke FKUB, pihaknya juga melaksanakan rapat koordinasi antar FKUB se Kalsel dalam rangka pembinaan kerukunan umat beragama di Kalsel.

“Tahun ini, pemberian hibah ke FKUB sekitar Rp450 juta untuk pertemuan maupun penyuluhan terkait toleransi beragama. Meskipun sebagian besar sudah diambilalih oleh FKUB, tapi kami juga masih melaksanakan rakor antar FKUB di Kalsel dengan mengundang Kabupaten/Kota untuk dapat hadir dalam pertemuan tersebut. Kemudian mereka melaporkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan kami evaluasi,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

LEGISLATIF DUKUNG LAPANGAN SEPAK BOLA DI BANJARMASIN BARAT

BANJARMASIN – Kalangan legislatif mendukung dilakukan pembangunan lapangan sepak bola di Kecamatan Banjarmasin Barat.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin Arufah Arif, kepada wartawan pada Rabu (6/4), dari lima Kecamatan hanya di Banjarmasin Barat yang tidak memiliki lapangan sepak bola, padahal sangat penting untuk meningkatkan prestasi olahraga terutama bagi kalangan millenial.

“Hasil rapat tim banggar tahun ini telah dianggarkan sebesar Rp15 miliar, untuk pembebasan lahan dan pembanguan,” ucapnya

Arufah menjelaskan, untuk lokasinya direncanakan dekat polsek Banjarmasin Barat Kelurahan Pelambuan, ia berharap
dapat menjadikan kalangan millenial akan semakin gemar berolahraga dan mencetak pemain bola baik di Kalsel hingga bisa mencapai ke tingkat Nasional.

“Kita ingin generasi muda terus memberi prestasi tidak hanya dalam teknologi, juga olahraga sepak bola,” pintanya

Lebih lanjut Arufah menambahkan, dengan adanya lapangan sepak bola, tidak hanya bermanfaat untuk olahraga, namun juga untuk perkembangan ekonomi dan menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam bermasyarakat.

“Lapangan sepak bola itu bisa multifungsi, yaitu dapat digunakan kegiatan olahraga lain seperti senam, dan lari,” tutup Arufah. (NHF/RDM/APR)

BI Kalsel Siapkan Uang Tunai 2,5 Trilyun Rupiah, Catat Jadwal Penukarannya

Banjarmasin – Demi memenuhi kebutuhan masyarakat Banua menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalsel menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,5 trilyun atau meningkat sebesar 15% dibanding tahun 2021.

Langkah tersebut juga dilakukan, seiring momentum pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut, serta mengantisipasi peningkatan transaksi masyarakat sejalan dengan pandemi yang mulai terkendali.

“Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan peningkatan aktivitas masyarakat saat Ramadhan dan Idul Fitri diperkirakan meningkatkan aktivitas ekonomi dan pembayaran. Makanya untuk tahun 2022 ini kita sediakan uang tunai hingga mencapai 2,5 trilyun,” jelas Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Imam Subarkah, dalam siaran persnya.

Selain menyiapkan uang tunai, pihaknya juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pembayaran non tunai seperti digital banking, uang elektronik dan QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang dapat meminimalisir kontak fisik dalam bertransaksi.

“Kami juga senantiasa berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga terkait untuk memberikan layanan sistem pembayaran tunai dan non tunai guna mendukung kelancaran transaksi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,” tambahnya.

Layanan penukaran uang Rupiah pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, dilakukan mulai 4 sampai 29 April 2022. Kegiatan tersebut tersebar di 198 titik layanan penukaran (168 titik layanan bank umum dan 30 titik layanan BPR) yang tersebar di seluruh wilayah kerja KPwBI Provinsi Kalsel atau bertambah 20 persen dari tahun lalu.

Sementara penukaran uang di mobil kas keliling KPwBI Provinsi Kalsel, dapat dilakukan pada 5, 11, 12, 18, 19, 25 dan 26 April 2022 di Lapangan Kamboja Banjarmasin. Penukaran uang melalui kas keliling kembali hadir setelah vakum 2 (dua) tahun akibat pandemi.

“Guna menghindari kerumunan, masyarakat diharapkan memesan penukaran terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) sebelum hadir ke lokasi kas keliling,” timpalnya.

Dalam kesempatan ini pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berperilaku belanja bijak sesuai kebutuhan, berhemat dan merawat Rupiah guna mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga dan Paham Rupiah.

“Cinta Rupiah dapat dilakukan dengan mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah, merawat Rupiah serta menjaga Rupiah. Bangga Rupiah dengan memahami bahwa Rupiah adalah merupakan simbol kedaulatan negara, alat pembayaran yang sah dan alat pemersatu Bangsa. Sedangkan Paham Rupiah dilakukan dengan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian yaitu bertransaksi, berbelanja serta berhemat,” pungkasnya. (HumasKPwBI/RIW/RDM/APR)

Vaksinasi Bergerak Ramadhan, Tanjung Pagar Awali Dengan Seribu Dosis

Banjarmasin – Kasus positif COVID-19 di Kalimantan Selatan setiap harinya semakin melandai, seiring dengan gencarnya kegiatan vaksinasi dilaksanakan seluruh daerah di provinsi ini. Termasuk saat bulan suci Ramadhan, pada April ini. Kegiatan vaksinasi tetap dilaksanakan, demi menciptakan herd immunity di tengah masyarakat.

Terhitung sejak 7 – 13 April 2022, pemerintah provinsi yang dimotori langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, kembali menggelar Vaksinasi Bergerak ke 13 kabupaten/kota. Dimana lokasi pertama adalah masjid Nurul Iman kelurahan Tanjung Pagar, kecamatan Banjarmasin Selatan, kota Banjarmasin pada Kamis (7/4). Vaksinasi di Tanjung Pagar yang menyasar 1.000 sasaran ini, dikunjungi langsung orang nomor satu di Banua.

Dalam arahannya, Paman Birin (sapaan akrab Gubernur) mengatakan, kegiatan vaksinasi ini adalah dalam rangka mendorong kabupaten/kota mempercepat capaian 70 persen vaksinasi COVID-19 dosis dua.

“Jadi kami terus bergerak untuk meningkatkan capaian vaksinasi di Kalsel hingga terciptanya herd immunity,” ucapnya.

Gubernur mengatakan, hingga Kamis (7/4) capaian vaksinasi COVID-19 di Kalsel, sudah berada pada angka 92 persen untuk dosis pertama, kemudian hampir 70 persen dosis kedua serta dosis ketiga (booster) 11 persen.

“Alhamdulillah capaian kita pada dosis pertama sudah bagus. Namun kita tetap bergerak agar semua masyarakat tervaksin,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Sukamto menambahkan, kegiatan Vaksinasi Bergerak merupakan upaya Gubernur Kalsel untuk mendukung dan mengupayakan agar masyarakat Kalsel mendapat kekebalan tubuh.

“Jadi kita terus berupaya agar masyarakat dapat tervaksin. Dimana program vaksinasi bergerak di mulai akhir 2021 untuk mencapai 75 persen vaksin pertama. Kemudian untuk mencapai 60 persen vaksin kedua diawal Februari dan Maret, dilanjutkan untuk mencapai 70 persen pada vaksin kedua,” kata Sukamto.

Kegiatan di masjid Nurul Iman ini, juga dirangkai dengan pembagian paket sembako bagi para peserta yang telah melakukan vaksinasi, dan pemberian bantuan dana hibah Pemprov Kalsel untuk perbaikan masjid dan langgar, serta bantuan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita. Selian itu, di akhir acara, Gubernur juga ikut mencampurkan cairan eco enzyme ke aliran sungai dekat masjid, sebagai upaya membersihkan sungai dari sampah dan mengurangi bakteri e-coli. (RIW/RDM/APR)

Exit mobile version