BANJARMASIN – Destinasi wisata Selanjung Sungai Biuku, yang berlokasi di Jalan Sungai Andai RT 39 RW 03 Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, mulai dibuka untuk umum.
Kepada Abdi Persada FM pada Senin (27/12) Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Didi Wahyudi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai macam pembenahan kawasan wisata, agar tidak mambuat para pengunjung menjadi bosan, diantaranya edukasi alat-alat pancing ikan, ekobrik sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulang dijadikan sesuatu yang berguna seperti pembuatan meja, kursi, beberapa gazebo, tempat berswafoto, dan kolam biuku.
Salah satu tempat wisata swafoto
“Selama tutup sejak pandemi COVID-19 tahun 2020 lalu, terus dibenahi kawasan wisata ini agar saat buka para pengunjung akan senang dan kembali lagi,” ucapnya
Disampaikan Didi, wisata Selanjung Sungai Biuku untuk sementara dibuka pada akhir pekan, yaitu hari Sabtu dan Minggu. Para pengunjung bisa memilih tiket masuk baik secara umum dan perpaket, untuk umum hanya Rp 5 ribu rupiah, sedangkan kalau perpaket satu orang biayanya Rp 15 ribu rupiah, dengan mendapatkan es cendol, lempeng balayung khas buatan warga Sungai Andai, serta wisata susur sungai, yaitu naik perahu kecil atau dikenal jukung selama 20 menit.
Salah satu kerajinan tangan berupa ekobrik, sebagai upaya untuk mengurangi sampah plastik, serta mendaur ulang dijadikan sesuatu yang berguna seperti pembuatan meja, kursi
“Kita buka mulai jam 08.00 – 17.00 WITA, semuanya harus tetap ketat menerapkan prokes,” jelasnya
Lebih lanjut Didi menambahkan, dari 30 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), semuanya sudah divaksin COVID-19, kemudian tersedia tempat mencuci tangan dan sabun di setiap sudut jalan, dan seluruh tempat wisata sebelum dan setelah dibuka selalu disemprot dengan disinfektan.
“Kami buka wisata ini selain disiplin prokes, juga memprioritaskan kebersihan, keamanan, kesehatan dan kelestarian lingkungan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, tahun 2022 mendatang, tim UNESCO akan menilai Geopark Meratus.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan belum lama tadi mengatakan, saat ini Geopark Meratus masih berstatus Geopark Nasional, meliputi sekitar 34 geosite yang tersebar di 10 kabupaten dan kota, diantaranya Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, terbanyak berada di kawasan pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Tengah (HST).
“Kami berharap tim UNESCO bisa langsung melakukan peninjauan Geopark Meratus di Kalsel, dan memberikan pengakuan,” ucapnya.
Syarifuddin menyampaikan, pada Bulan November 2021 tadi, pihak Dinas Pariwisata Kalsel telah menjalin kerja sama dengan pengelola Geopark Rinjani, Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, karena memiliki tipe yang sama dengan Geopark Meratus yaitu bebatuan, sehingga mempelajari berbagai macam yang akan disiapkan untuk tahun 2022, agar bisa segera mendapatkan pengakuan dari UNESCO.
“Pengelola Geopark Rinjani mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 2018 lalu, sebelumnya masih berstatus Geopark Nasional tahun 2016, dengan demikian melalui jalinan kerja sama bisa mengikuti langkah yang sudah mereka lakukan,” katanya.
Seperti diketahui, Geopark Meratus meliputi sekitar 34 geosite berupa hutan, goa, air terjun, danau, perbukitan, pegunungan, lembah serta kawasan pendulangan intan Cempaka Kota Banjarbaru. (NHF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas lingkungan Hidupnya, berhasil membawa 6 sekolah di Kota Banjarmasin mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup, secara virtual, pada Jumat (24/12)
Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional ini, diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Wahyu Hardi Cahyono mengatakan, saat ini ada 6 sekolah, yaitu, Madrasah Ibtidaiyah Sungai Kedaung, SDN Kuin Utara 4, SDN Mawar 7, SMPN 26, SMP 4, SMP 7 Kota Banjarmasin, serta 1 penghargaan Adiwiyata Mandiri diraih SMPN 8 Banjarmasin.
“Kami memberikan apresiasi kepada 6 sekolah di Kota Banjarmasin telah mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ungkap Wahyu, kepada sejumlah wartawan, Jumat (24/12).
Wahyu mengatakan, sebelumnya ada 21 sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
“Tentu DLH Kota Banjarmasin turut bangga dengan banyaknya sekolah di Kota Banjarmasin, mendapatkan penghargaan Sekolah Adiwiyata baik tingkat nasional serta provinsi,” ucapnya.
Menurut Wahyu, sekolah yang mendapat penghargaan Adiwiyata tersebut, merupakan sekolah yang berbasis lingkungan.
“Sekolah sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata tersebut, merupakan sekolah binaan dari DLH Kota Banjarmasin,” katanya.
Wahyu mengatakan, untuk sekolah sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata baik tingkat nasional serta provinsi, mendapatkan pembinaan dari DLH Kota Banjarmasin.
“Sekolah sekolah mendapatkan pembinaan Adiwiyata tersebut, berupa sosialisasi tentang lingkungan hidup, dengan mendatang pakar seperti pengelolaan limbah, pemanfaatan sampah, serta lainnya,” pungkas Wahyu. (SRI/RDM/APR)
Banjarmasin – Guna memberikan rasa aman menjelang ibadah dan perayaan Natal 2021, Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar sterilisasi tempat ibadah (Gereja) di Kota Banjarmasin, pada Jum’at (24/12). Sterilisasi dilakukan Tim Gegana Brimob bersama Tim K-9 Dit Samapta Polda Kalsel, dan Polresta Banjarmasin dengan dipimpin Kompol Susilo.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i, S.I.K. mengatakan, pengamanan perayaan Natal ini berbeda dari perayaan sebelumnya. Mengingat, perayaan Natal kali ini pengamanan juga diiringi dengan perlakuan standar Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19 yang ketat.
“Seperti biasa, kita lakukan sterilisasi penyisiran ke sejumlah sudut ruangan, baik di altar gereja, tempat duduk jemaat dan sekitarnya dengan melibatkan anggota Gegana Brimob dan K9 Dit Samapta,” kata Kabid Humas.
Dimana, pengecekan akhir persiapan pengamanan ibadah dan perayaan Natal ini bertujuan untuk mengecek kesiapan personil dalam memberikan rasa aman selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.
“Perayaan Natal bersama yang berlangsung di Kota Banjarmasin didahului ibadah oleh umat Kristiani, tentunya sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas gangguan dari pelanggaran Protokol Kesehatan COVID-19, maka dari itu Prokes menjadi target utama dalam pengamanan kali ini,” jelasnya.
Rifa’i menuturkan, kegiatan pre-emtif dan preventif secara umum sudah dilaksanakan. Diantaranya penerapan Prokes yang wajib dilakukan secara ketat guna mencegah penyebaran COVID-19.
Selain sterilisasi benda-benda berbahaya, terlebih dahulu dilakukan penyemprotan disinfentan. Mengingat perayaan Natal masih berada di tengah situasi Pandemi COVID-19.
“Sterilisasi ini dilakukan untuk memastikan tempat yang dihadiri umat Kristen dan Katolik yang hendak melaksanakan peribadatan tetap aman,” terang Kabid Humas.
Lebih lanjut diterangkan, sebanyak sepertiga personil Polda Kalsel telah disiapkan untuk mengondusifkan Natal dan Tahun Baru. Selain sterilisasi terhadap ancaman berbahaya, pihak Kepolisian juga melakukan pemantauan.
Adapun gereja yang dilakukan sterilisasi meliputi Gereja Santa Maria Jalan Rantauan Timur Banjarmasin Selatan, Gereja Pantekosta Jalan Veteran Banjarmasin Tengah, Gereja Katolik Hati Yesus Yang Maha Kudus Jalan Veteran Banjarmasin Tengah, Gereja HKBP Jalan Pangeran Samudera Banjarmasin Tengah, dan Gereja GKE Eppata Jalan DI Panjaitan Banjarmasin Tengah. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/APR)
Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan rapat untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel 2021-2026, Kamis (23/12).
Pertemuan yang dilaksanakan di ruang Komisi I DPRD Kalsel ini dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus I, Suripno Sumas dan didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Syaripuddin.
Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripuddin mengharapkan kedepan, apabila ada permasalahan maupun kendala yang dihadapi oleh berbagai SKPD dapat diselesaikan dengan cepat dan konkret. Sebab, menurutnya permasalahan yang ada merupakan masalah yang berulang dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kedepan, ketika raperda ini sudah ditetapkan menjadi perda, saya berharap agar SKPD betul-betul melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara totalitas, sehingga dapat mendukung visi misi kepala daerah Provinsi Kalsel,” ucap politisi muda asal partai PDI Perjuangan tersebut.
Turut berhadir dalam rapat Pansus ini antara lain Biro Administrasi Pimpinan Setda Kalsel, Satpol PP Provinsi Kalsel, BPBD Provinsi Kalsel, Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalsel, Badan Pengembangan SDM Provinsi Kalsel dan juga Sekretariat DPRD Provinsi Kalsel. (NRH/RDM/APR)
Banjarmasin – Bertepatan dengan momen peringatan Hari Ibu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Syarifah Rugayah menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rabu (22/12). Kegiatan ini sebagai wujud perhatiannya terhadap perempuan dan anak di Kalsel.
“Sebagai perempuan, memang harus ada perhatian terhadap sesama kaum hawa sendiri. Terlebih di momen Peringatan Hari Ibu ini, sebagai seorang ibu, kami juga konsen terhadap perlindungan anak,” katanya.
Pasalnya, menurutnya, salah satu peran perempuan juga turut menentukan kualitas anak-anak sebagai generasi penerus di masa mendatang. Oleh karena itu, lanjut Rugayah, kaum perempuan juga perlu diberdayakan. Apalagi dalam kontekstual persamaan gender, tidak hanya sebagai ibu rumah tangga.
“Begitu pula halnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus diberikan perlindungan. Jangan biarkan mereka terlantar, mengalami kekerasan dan eksploitasi, baik secara langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.
Syarifah Rugayah berharap melalui sosper kali ini, kaum perempuan di Kalsel juga mengetahui hak dan kewajibannya. Pasalnya, lanjutnya, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak pada dasarnya merupakan tanggung jawab bersama, bukan pemerintah semata.
Kegiatan yang menghadirkan nara sumber yaitu Pemerhati Persoalan Perempuan dan Anak, Husnul Khatimah diikuti kaum perempuan yang tergabung dalam organisasi Ikatan Kartini Profesional Indonesia (IKAPRI) Kalsel. (NRH/RDM/APR)
BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin akhirnya dapat melaksanakan Operasi Jantung Terbuka Perdana, Kamis (23/12).
Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zoelkarnain Akbar dalam sambutannya mengatakan, saat ini RSUD Ulin Banjarmasin sudah dapat melaksanakan layanan Operasi Jantung Terbuka. Dengan ditandai operasi pertama pada Kamis 23 Desember 2021.
“Kami tentunya merasa bangga dan terharu dengan pelaksanaan Operasi Jantung Terbuka Perdana di RSUD Ulin Banjarmasin,” ungkapnya.
Menurut Izzak, pada Operasi Jantung Terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin melayani dua pasien, yaitu pasien berjenis kelamin laki-laki, dengan usia diatas 60 tahun serta 36 tahun.
“Operasi Jantung Terbuka Perdana ini dilaksanakan dibagi dua, pada Kamis 23 Desember dan Jumat 24 Desember 2021,” ujarnya.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengapresiasi kepada Kementerian Kesehatan RI dan RS Jantung Harapan Kita, yang telah mewujudkan Operasi Jantung Terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada Kementerian Kesehatan RI dan RS Jantung Harapan Kita,” ucapnya.
Ucapan terimakasih lanjut Paman Birin, juga disampaikan kepada seluruh tenaga medis di RSUD Ulin Banjarmasin, yang telah memberikan layanan paripurna, untuk masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dengan Operasi Jantung Terbuka Perdana di RSUD Ulin Banjarmasin, maka rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi rumah sakit rujukan Operasi Jantung Terbuka di Kalimantan,” ucapnya.
Turut hadir pada acara pelaksanaan Operasi Jantung Terbuka di RSUD Ulin Banjarmasin Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Muslim, serta perwakilan dari RS Jantung Harapan Kita. (SRI/RDM/APR)
BANJARMASIN – Ratusan warga Sungai Andai, Kelurahan Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, antusias mengikuti gerakan vaksin gratis COVID-19.
Kepada Abdi Persada FM, Ketua RT 04 Masbudi pada Rabu (23/12) mengatakan, dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat gerakan bervaksin,untuk bersama -sama menghadapi pandemi COVID-19 dan mewujudkan kekebalan komunal (herd immunity), pihaknya telah menyediakan rumah pribadi, karena tidak semuanya memiliki alat transportasi menuju ke puskesmas Sungai Jingah.
Ketua RT 04 Masbudi, saat memberikan komentarnya
“Warga rela mengantri, meski dalam kondisi hujan mulai jam 08.30 WITA,” ucapnya
Masbudi menyampaikan, kegiatan vaksin gratis COVID-19 ini terbuka untuk umum, hingga jam 13.00 WITA ratusan warga sudah divaksin. Namun ada puluhan lanjut usia (Lansia) yang tidak bisa, disebabkan banyak mengalami tekanan darah tinggi.
“Kami imbau warga tetap disiplin prokes, hingga benar-benar melandai virus ini,” pintanya
Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Tugiatno
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Tugiatno mengapresiasi langkah dari Ketua RT ini, yang sudah menyediakan tempat untuk dijadikan bervaksin bagi warga sekitar dan untuk umum, sehingga nanti dapat ditiru para Ketua RT dan tokoh masyarakat lainnya.
“Kita apresiasi gerakan nyata bantu warga,” tutupnya
Untuk diketahui, di kelurahan Sungai Andai sudah beberapa kali digelar vaksin gratis untuk memfasilitasi warga sekitar, baik di rumah Ketua RT maupun di halaman kantor kelurahan. (NHF/RDM/APR)
Banjarmasin – Dalam rangka mewujudkan generasi intelektual yang unggul, berakhlak mulia, kreatif dan inivatif dalam beradaptasi di era new normal, UNISKA diharapkan dapat membangun nuansa pendidikan yang sesuai dengan kemajuan dan tuntutan perkembangan saat ini.
Hal tersebut diungkapkan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor saat memberikan sambutan pada wisuda ke-43 Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis (23/12).
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini juga berharap dengan adanya lulusan-lulusan baru ini dapat meningkatkan SDM yang ada di Kalimantan Selatan saat ini.
“Dengan adanya lulusan lulusan dari kampus tercinta ini, menjadi harapan besar dalam meningkatkan SDM di Kalsel terutama agar semakin berkualitas dan berdaya saing kedepannya,” ucapnya
Tentunya label sarjana tidak hanya dimaknai sebagai capaian pribadi saja, tetapi juga harus mampu mengamalkan keilmuan dalam menjalankan roda kehidupan yang sesuai prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap Paman Birin.
Paman Birin juga mengingatkan agar para sarjana jangan cepat puas dengan hasil yang didapat hari ini.
“Teruslah bersaing dengan mengembangkan kemampuan diri, terutama bahasa asing dan teknologi. Jangan cepat merasa puas, terus lanjutkan dan bergerak,” tandasnya.
Sementara itu, Rektor UNISKA, Abdul Malik mengatakan, pelaksanaan wisuda berlangsung selama tiga hari, 21 – 23 Desember dan melepas sebanyak 3.134 Mahasiswa.
Wisuda digelar dengan dua sesi untuk menimalisir kerumunan karena Banjarmasin masih berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.
“Karena kita tidak bisa melaksanakan per semester, karena sejak dua tahun ini ada Covid-19. Jadi melaksanakan satu tahun sekali saja,” kata Abdul Malik.
Abdul Malik juga berpesan kepada wisudawan agar mampu bersaing di dunia kerja setelah mengambil ilmu dan pengalaman di perguruan tinggi ini.
“Jangan berpikiri menerima gaji berapa, tapi berpikirlah saya menggaji berapa. Minimal gaji untuk mereka sendiri, biar tidak jadi beban,” ucapnya. (BIROADPIM/RDM/APR)
Banjarmasin – Ratusan sopir angkutan tambang batubara menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), pada Rabu (21/12).
Mereka menuntut dibukanya garis polisi di jalur hauling kilometer 101 Suato Tatakan Tapin, karena selama ini para pekerja angkutan sangat bergantung pada jalan khusus angkutan tambang tersebut. Kemudian sejumlah perwakilan sopir angkutan melakukan audiensi dengan DPRD Kalsel, Pemprov Kalsel dan Polda Kalsel di gedung DPRD Kalsel.
Dalam audiensi, perwakilan sopir angkutan tambang, Suriansyah mengungkapkan nasib ribuan supir, yang terdampak akibat penutupan jalan hauling semakin nelangsa. Bahkan banyak temannya yang kini beralih menjadi tukang potong rumput hingga serabutan.
“Bayangkan saja, bapak dua anak, jadi tukang potong rumput dibayar Rp50 ribu sehari. Bagaimana kami bisa menghidupi keluarga? Untuk makan saja kami sudah menderita,” katanya.
Suriansyah meminta agar pemerintah dapat membantu masyarakat agar sengketa terkait jalan hauling tersebut bisa diselesaikan dan perekonomian warga juga segera berjalan.
Perwakilan sopir angkutan juga meminta agar garis polisi dilepas atau diberi izin melintas di satu titik di jalan Ahmad Yani, sehingga angkutan tetap bisa bekerja selama adanya garis polisi. Mereka juga sempat mengancam akan menggelar demo lebih besar jika tak ada solusi dalam 3×24 jam.
Asosiasi sopir angkutan tambang dan tongkang juga memboyong kuasa hukumnya Supiansyah Darham untuk berdiskusi di DPRD Kalsel.
“Kami ingin agar nanti di audiensi lanjutan, kedua belah pihak dapat dilanjutkan, karena salah satu perusahaan terminal batubara ini tidak pernah hadir pada sidang, jadi harapan kita pada audiensi nanti benar-benar bisa dihadirkan kedua perusahaan,” kata Supiansyah.
Suasana Audiensi Sopir Angkutan Tambang Dengan DPRD Kalsel, Pemprov Kalsel dan Polda Kalsel
Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menyampaikan audiensi ini akan dilanjutkan pada Senin 27 Desember 2021 nanti dengan mempertemukan kedua belah pihak yaitu PT Antang Gunung Meratus (AGM) dan PT Tapin Coal Terminal (TCT) untuk menghasilkan titik temu dan solusi.
“Imbas dari perselisihan kedua belah pihak tidak hanya merugikan perusahaan dan pekerja namun hingga masyarakat juga ikut terkena dampak ekonomi dari blokade jalur hauling batu bara di Jalan A Yani KM 101 tersebut,” jelasnya.
Dalam audiensi lanjutan, lanjut Supian HK, jika tidak ada solusi bagi masyarakat maka Ia siap untuk menyuarakan agar kedua perusahaan dapat dibekukan.
“Sesuai aturan, jika memang menguntungkan bagi masyarakat silakan perusahaan ini dilanjutkan, jika tidak kita bekukan saja,” jelasnya.
Sedangkan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengharapkan, dalam pertemuan kedua perusahaan pada pekan depan tersebut, dapat menghadirkan orang yang bisa mengambil keputusan sehingga didapat solusi.
“Sebab permasalahan ini terjadi berulang-ulang hingga 10 tahun lebih lamanya sehingga diharapkan segera ditemui solusi agar tidak ada masyarakat Kalsel yang dirugikan akibat investasi kedua perusahaan tersebut,” katanya.
Roy juga menekankan jika masalah ini terus berlanjut dan tidak ada solusi maka bisa saja Pemprov mengambil langkah dengan mengusulkan pembekuan kedua perusahaan apabila mengakibatkan kerugian, ekonomi dan sosial serta ketertiban masyarakat terganggu.
“Kita bisa saja mengusulkan pembekuan kedua perusahaan. Kita lihat aturannya nanti intinya kita melaksanakan sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Suasana Audiensi Sopir Angkutan Tambang Dengan DPRD Kalsel, Pemprov Kalsel dan Polda Kalsel
Karo Ops Polda Kalsel, Kombes Pol Noor Subchan mengatakan garis polisi di jalur hauling batubara di Jalan A Yani KM 101 tersebut bisa dibuka, setelah kedua belah pihak mencabut laporannya di pihak berwenang. Saat ini, lanjutnya, pihaknya juga tengah mencari solusi jalan alternatif sementara agar dapat dilalui masyarakat.
“Kita masih negosiasi mana jalan terbaik yang bisa dilalui masyarakat Tapin-Kandangan,” tambahnya. (NRH/RIW/APR)