Masalah Ekonomi Akibat COVID-19 Masih Jadi Keluhan Warga Banjarmasin Utara

BANJARMASIN – Kegiatan penelaahan dan aspirasi masyarakat atau dikenal masa reses, untuk konstituen Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, telah menerima berbagai aspirasi dari warga.

Seperti yang disampaikan Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara, DPRD Kota Banjarmasin Ismail Ibrahim, kepada wartawan, pada Minggu (24/10) menyampaikan, dari hasil pertemuannya dengan warga, baik secara tertulis dan lisan, sebagian mengusulkan perbaikan jalan, titian, dan dampak dari pandemi COVID-19 dalam pendapatan ekonomi.

Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara, DPRD Kota Banjarmasin Ismail Ibrahim

“Warga meminta ada bantuan dari dinas sosial Banjarmasin, usulan ini akan kita tindaklanjuti,” ucapnya.

Ismail menjelaskan, selain infrastruktur dan persoalan ekonomi, sebagian warga juga meminta bantuan gerobak sampah, dan tempat sampah, di setiap lingkungan RT.

“Setiap usulan ini kami sampaikan, dan pemko nanti yang akan menentukan untuk skala prioritas,” jelasnnya

Sementara itu, Anggota Daerah Pemilihan Banjarmasin Utara yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim, menyampaikan, dalam masa reses ini, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat, agar ikut vaksin COVID-19, khususnya bagi yang tidak mempunyai riwayat penyakit membahayakan, untuk bersama sama mencegah penyebaran virus corona.

Anggota Dapil Banjarmasin Utara, yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Zainal Hakim

“Dari keterangan sebagian warga sujing, sudah banyak vaksin satu, sehingga kalau jadwal vaksin dua, jangan ada yang lupa, karena dosis vaksin itu harus dua kali,” katanya

Lebih lanjut Hakim menambahkan, menjelang di bulan Nopember 2021 nanti hari kesehatan nasional, diharapkan target vaksinasi dapat terpenuhi, dan di akhir tahun 2021 COVID-19 bisa melandai, seiring menurunbya angka kasus.

“Kami imbau warga meski sudah vaksin, tetap disiplin prokes,” tutupnya

Untuk diketahui, DPRD Kota Banjarmasim kembali menggelar kegiatan penelaahan dan aspirasi masyarakat atau dikenal masa reses, mulai 24 – 26 Oktober 2021. Dapil Banjarmasin Utara, beranggotakan Syarifah Sakinah, Bambang Yanto Permono, Muhammad Isnaini, Amalia Handayani, Taufik Husin, Sukrowardhi, Zainal Hakim, Ismail Ibrahim, Hendra dan Hari Kartono. (NHF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Bijak Dalam Bersosial Media Bersama Literasi Digital

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Bijak dalam Bersosial Media bersama Literasi Digital” di Kota Banjarmasin, Senin (25/10/2021) pukul 14.00 WITA.

Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Rio Brama yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Lintang Ratri Rahmiaji dengan materi tentang Kecakapan Digital.

Lintang mengatakan, di era digital saat ini semuanya serba dimudahkan seperti mencari informasi dan sebagainya.

“Karena perkembangan internet kita saat ini sudah luar biasa, kita bisa memperoleh informasi dengan mudah melalui internet,” tuturnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan baru di era digital saat ini bermacam-macam seperti, content provider, content creator, cyber security, jurnalis online, digital PR dan sebagainya.

Narasumber kedua, Desy Arnita Dewy yang membahas materi tentang “Keamanan Digital”

Apa itu penipuan digital?

Ia memaparkan, penipuan digital merupakan penggunaan layanan internet yang terhubung dengan akses internet yang ditujukan untuk menipu atau mengambil keuntungan dari korban, misalnya mencuri data dan informasi pribadi.

“Modus penipuan dapat berupa sms, e-mail, dan telepon. Cara mengatasinya hindari upload foto yang memuat informasi pribadi, hindari memasukkan sata berlebihan, serta hindari memberikan kode OTP,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Nanda Candra yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Etika Digital”

“Cyberbullying merupakan kejahatan yang dilakukan secara sengaja dalam bentuk fitnah, cemooh, kata-kata kasar, pelecehan, ancaman, dan hinaan,” tuturnya

“Ciri-cirinya biasanya antara pelaku dan korban sangat sedikit melibatkan kontak fisik, namun ia manfaatkan teknologi seperti media sosial untuk melakukan aksi bullynya,” pungkasnya

Terakhir, narasumber Muhammad Budi Zakia Sani yang meyampaikan materi tentang “Budaya Digital”

“Contoh kesenian yang ada di banjar adalah seni tari (tari radap rahayu dan baksa kambang, seni teater (mamanda dan japin carita), seni musik (panting dan gamalan banjar), dan seni rupa (topeng dan sasingaran),” jelasnya

“Agar kesenian banjar tetap eksis dan terjaga kita harus melakukan, seperti memanfaatkan teknologi untuk menjaga kelestariannya serta mengoptimalkan media sosial sebagai ruang promosi,” pungkasnya. (RILIS)

Masyarakat Antusias Ikuti Servak Maritim di Pos TNI AL Trisakti

BANJARMASIN – Guna percepatan Herd Immunity dan pemerataan Vaksinasi, baik dosis pertama dan ke-2 dilapisan masyarakat terus digencarkan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Banjarmasin dengan mengerahkan kemampuan dan memanfaatkan sarana yang dimiliki.Seperti kita ketahui bersama bahwa penyebaran pandemi COVID-19 di Wilayah Kalimantan Selatan belum berakhir, walaupun jumlah pasien penderitanya sudah mulai berkurang.

Kali ini, Serbuan Vaksinasi Maritim yang ke- 49 kembali digelar  oleh Lanal Banjarmasin bertempat di Pos TNI AL Trisakti yang terletak di Jln. Barito Hilir Kec. Banjarmasin Barat dengan menggunakan Vaksin jenis Sinovac, yang melibatkan Nakes sekaligus sebagai Tim Vaksinator dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinkes Kota Banjarmasin sebanyak 15 personel.

Vaksinasi maritim di Pos TNI AL Trisakti

Peserta Vaksinasi massal dosis pertama dan ke-2 yang diikuti oleh masyarakat umum, tidak terkecuali masyarakat maritim (pesisir) dan para pelajar berjumlah 199 orang dan berhasil  divaksinasi semuanya dengan aman dan sehat tanpa ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi).

Saat meninjau, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut Herbiyantoko, M.Tr. Hanla mengatakan, dengan digelarnya Vaksinasi massal ini merupakan bentuk keperdulian yang tinggi serta partisipasi TNI AL dalam mensukseskan program pemerintah sebagai upaya menekan laju penyebaran Wabah COVID-19, khususnya di Wilayah Kalsel.

“Pemerataan Vaksinasi dilingkungan masyarakat memang perlu digencarkan untuk menciptan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok) yang kokoh untuk menangkal masuknya virus, meskipun sudah bervaksin tetap harus perhatikan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Herbiyantoko.

Herbiyantoko menambahkan, pihaknya mengharapkan agar musim Pandemi ini cepat berakhir, agar masyarakat bisa beradaptasi dalam tatanan kehidupan yang baru dan normal serta pemulihan putaran ekonomi nasional berjalan stabil seperti semula. (LANAL.BANJARMASIN-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin: Mengenal Keterampilan Digital di Era Pandemi

BANJARMASIN – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar bertema “Mengenal Keterampilan Digital di Era Pandemi.” di Kota Banjarmasin, Kamis (21/10/2021) pukul 10.00 Wita. Acara dibuka Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan dan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dipandu oleh moderator Rio Brama, yang menghadirkan narasumber pertama Reza Nangin dengan materi Belanja Online.

“Yang dibeli satu aja tapi muternya tiga jam, sebenarnya dengan belanja online itu menjawab keresahan aku dengan menghindari muter berjam-jam jadi tinggal dengan satu klik saja,” tuturnya.

Narasumber kedua Syafruddin Noor dengan materi tentang ‘Literasi Digital’.

Syafruddin mengatakan, pengetahuan serta Kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya dalam menemukan dan membuat informasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi digital merupakan respons terhadap perkembangan teknologi dalam menggunakan media untuk mendukung Masyarakat memiliki kemampuan membaca serta meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca,” tuturnya.

Adapun, manfaat literasi digital yaitu:

  1. Kegiatan mencari dan memahami informasi dapat menambah wawasan individu.
  2. Meningkatkan kemampuan individu untuk lebih kritis dalam berfikir serta memahami informasi.
  3. Meningkatkan kemampuan verbal. Literasi digital dapat meningkatkan daya fokus serta konsentrasi individu.
  4. Menambah kemampuan individu dalam membaca, merangkai kalimat serta menulis Informasi.

Selanjutnya narasumber ketiga Shafa Azahra Siregar dengan materi tentang ‘Mengenal Artificial Intelligence’.

“Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan merupakan program komputer yang dibuat sedemikian rupa dan dirancang untuk mengikuti pola pikir dan tindakan manusia,” ucapnya.

Faktor-faktor dalam Artificial Intelligence yakni:

  1. Acting Humanly. Sistem yang dapat bertindak layaknya manusia.
  2. Thinking Humanly. Sistem yang bisa berpikir seperti halnya manusia.
  3. Act Rationally. Sistem yang mampu bertindak secara rasional.
  4. Think Rationally. Sistem yang mampu berpikir secara rasional.

Kata dia, pentingnya Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan, dengan kemajuan teknologi yang ada, sudah seharusnya AI hadir dalam sektor pendidikan untuk membantu kegiatan belajar mengajar lebih efisien dan mudah.

Manfaat bagi siswa yakni, bisa belajar di mana saja, dapat menyesuaikan kebutuhan siswa, dan mentor virtual.

Kemudian, manfaat bagi guru dan sekolah yakni, dapat menganalisis kelemahan siswa, penghematan biaya, pengelolaan sekolah lebih efisien, pendekatan yang optimal dengan siswa.

Terakhir narasumber Susiana dengan materi tentang ‘Bijak Beretika di Internet’.

Delapan etika bermedia sosial ialah:

  1. Hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi ke publik.
  2. Gunakan etika atau norma saat berinteraksi dengan siapapun di media sosial.
  3. Hati-hati terhadap akun yang tidak dikenal.
  4. Pastikan unggahan di akun media sosial tidak mengandung SARA.
  5. Manfaatkan media sosial untuk membangun jaringan atau relasi.
  6. Pastikan mencantumkan sumber konten yang diunggah.
  7. Jangan mengunggah apapun yang belum jelas sumbernya.
  8. Memanfaatkan media sosial untuk menunjang proses pengembangan diri.

“Jadilah generasi santun, sopan dan beretika di dunia digital,” tuturnya. (RILIS)

Pemko Banjarmasin Ingin Wujudkan Keluarga Berkualitas Ditengah Tengah Masyarakat

KB Gratis Diantar Langsung ke Kediaman Penyandang Disabilitas

BANJARMASIN – Untuk mewujudkan kota Banjarmasin Baiman dan Lebih Bermartabat maka Pemerintah Kota Banjarmasin, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kependudukan yang dibuka langsung Wakil Walikota Banjarmasin, Ariffin Noor.

Penyerahan bantuan kontrasepsi untuk penyandang disabilitas usia subur

Rapat Koordinasi Kependudukan Pengendalian Kependudukan ini dilaksanakan, Kamis (21/10).

Arifin Noor mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi dilaksanakannya Rakor Kependudukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) kota Banjarmasin.

“Dengan adanya Rakor ini membuat pengetahuan peserta semakin meningkat terhadap pengendalian kependudukan di kota ini,” ucapnya.

Mengingat saat ini, lanjut Arifin, Pemerintah Kota Banjarmasin ingin menciptakan keluarga yang berkualitas bagi penduduk di kota ini.

Arifin berharap, dari keluarga berkualitas yang terbebas dari Stunting tersebut. Maka, akan tercipta anak-anak berkualitas di kota Banjarmasin kedepannya.

“Dengan keluarga berkualitas maka anak anak tidak adalagi yang tumbuh stunting, atau pun kekurangan gizi, sehingga diharapkan akan lahir anak-anak yang sehat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banjarmasin menandatangani MoU bersama penyandang disabilitas, untuk memberikan pelayanan KB gratis.

Kepala DPPKB Banjarmasin Madyan mengatakan, penyandang Disabilitas di kota ini mempunyai hak yang sama dengan warga lainnya. Untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi dari Pemerintah.

“Untuk penyandang Disabilitas yang tidak mampu untuk pergi ke pusat pelayanan KB gratis. Maka, petugas kami akan mendatangi ke kediaman mereka tersebut,” ucapnya.

Para penyandang Disabilitas berusia subur tersebut, diajak untuk mau ber-KB, dalam rangka mendukung pengendalian kependudukan di kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Banjarmasin Borong Penghargaan Proklim dari Kemen-LH

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin di Tahun 2021 ini, menerima penghargaan Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH), tak tanggung-tanggung Kota Banjarmasin berhasil memboyong 15 penghargaan.

Pemko Banjarmasin menerima penghargaan Proklim dari Kemen-LH

Penyerahan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut, dilaksanakan secara virtual, Selasa (19/10).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin yang telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup tersebut. Untuk kategori Kampung Iklim Tingkat Utama, serta untuk kategori Apresiasi Kampung Iklim untuk Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Tentunya Pemko Banjarmasin memberikan apresiasi yang sebesar besarnya kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, atas prestasi yang telah berhasil dicapai,” ucap Ibnu.

Menurut Ibnu, untuk penghargaan Proklim yang diterima oleh Pemerintah Kota Banjarmasin sebanyak 15. Sedangkan, tahun sebelumnya hanya 2 keluhan saja yang menerima penghargaan tersebut.

“Untuk tahun ini Kota Banjarmasin berhasil meraih 15 penghargaan, melonjak dari tahun sebelumnya 2 penghargaan saja,” ujarnya.

Oleh karenanya itu, tambah Ibnu, untuk tahun depan diharapkan mampu mendapatkan 30 penghargaan,” katanya.

Ke 15 Kampung Proklim yang menerima penghargaan tersebut, diberikan uang pembinaan sebesar 10 juta rupiah.

Sedangkan, untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin ditargetkan untuk mendapatkan penghargaan Kampung Iklim tingkat Lestari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Mukhyar mengatakan, untuk tahun ini pihaknya banyak menerima penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk penghargaan Kampung Iklim Tahun 2021. Tentunya, prestasi ini mengembirakan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.

“Prestasi tersebut berhasil diraih berkat kerjakeras semua pihak,” ucapnya.

Atas capaian tersebut, tambahnya, maka Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan di tahun 2023 mendatang, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin dapat meraih penghargaan Kampung Iklim untuk kategori Lestari.

“Untuk mencapai hal tersebut, maka kami telah melakukan pembinaan kepada Kampung Kampung Iklim yang ada di Kota Banjarmasin,” ujar Mukhyar. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Kembali Jadwalkan Reses

BANJARMASIN – 45 Anggota DPRD Banjarmasin, akan kembali menjadwalkan kegiatan reses, ketiga kalinya tahun 2021.

Menurut Plt Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Ari Yani, kepada wartawan pada Senin (18/10), agenda reses ini untuk menyerap aspirasi masyarakat sebagai wujud dan tanggung jawab terhadap konstituen, sesuai daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

“Reses ini dijadwalkan mulai 24 hingga 26 Oktober 2021, secara kolektif,” ucapnya.

Ari Yani menjelaskan, jadwal agenda reses sudah diputuskan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Banjarmasin, dan akan digelar selama tiga hari, di masing – masing lima Kecamatan, pada jam 09.00 WITA.

“Lokasi reses biasanya di kantor kecamatan dengan konstituen yang dipilih anggota dewan per Dapil,” jelasnya.

Lebih lanjut Ari Yani menambahkan, kegiatan reses ini masih dalam suasana pandemi COVID-19, namun tetap akan menerapkan secara ketat protokol kesehatan, baik anggota Dewan, para konstituen serta SKPD terkait yang hadir nanti.

“Sistemnya seperti biasa yaitu jumlah peserta dibatasi, dan anggota dewan yang menyerap aspirasi warga secara bergantian,” tutupnya.

Seperti diketahui, sebelumnya DPRD Kota Banjarmasin, menggelar reses pada 24 Mei dan 1 Juli 2021 lalu. (NHF/RDM/RH)

Lanal Banjarmasin Kembali Gelar Servak Maritim

BANJARMASIN – Hingga saat ini penyebaran pandemi COVID-19 dan jumlah pasien yang terinfeksi di sejumlah daerah wilayah Kalimantan Selatan sudah mulai ada penurunan, walaupun tidak sighnifikan, namun hal tersebut bisa mengurangi fenomena dan rasa kekhawatiran di elemen masyarakat luas.

Meskipun kasus terpaparnya dampak dari  Wabah COVID-19 sudah mulai surut, Masyarakat diimbau agar tidak terlena dalam mencegah dan meminimalisir penyebaran pandemi COVID-19. salah satunya adalah dibutuhkan kesadaran dan disiplin yang tinggi oleh segenap masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, terutama saat beraktivitas.

Serbuan Vaksinasi (Servak) Maritim dosis pertama dan ke-2 dengan menggunakan Vaksin jenis Sinovac, kali ini Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin menyelenggarakan vaksinasi di Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dengan melibatkan Tim Vaksinator dari Balai Pengobatan (BP) Lanal Banjarmasin dan Dinkes Kota Banjarmasin sebanyak 14 personel pada Senin (18/10).Pemantauan Vaksinasi dilakukan langsung oleh Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut  Herbiyantoko M.Tr. Hanla, didampingi Perwira Staf Lanal Banjarmasin dan Ketua Jalasenastri Cabang 4 Korcab XIII DJA II Farrah Herbiyantoko serta para pengurus.

Saat meninjau langsung, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Herbiyantoko, M.Tr. Hanla mengatakan, kegiatan Vaksinasi ini merupakan bentuk komitmen dan kesungguhan serta sebagai upaya penanggulangan TNI AL untuk mendorong dan mensukseskan program pemerintah sebagai langkah percepatan dalam menghentikan laju penyebaran dan memutus mata rantai COVID-19 di Prov. Kalimantan Selatan secara totalitas dengan menggunakan sarana dan prasarana yang ada.

“kepada warga, mari kita bersama – sama memerangi Virus Corona yang menjadi musuh bersama yaitu dengan cara membentengi tubuh kita dengan bervaksin supaya tertanam Herd Immunity atau kekebalan kelompok yang kuat, guna menghindari dan menangkal serangan Virus,” ucap Herbiyantoko.

Untuk diketahui, Servak maritim massal yang ke-48 ini, diikuti warga pesisir dan para pelajar dari Kec. Banjarmasin Utara dan Banjarmasin Selatan dengan jumlah peserta 269 orang dan berhasil divaksinasi semuanya dengan aman dan sehat serta tanpa ada KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Berdasarkan data secara keseluruhan sejak awal dimulainya kegiatan Servak, Lanal Banjarmasin sudah berhasil memvaksinasi 16.849 orang (1.684 Vial). (HUMASTNIAL-MRF/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kota Banjarmasin; Hadapi Era Digital dengan Literasi yang Tepat

BANJARMASIN – Acara dibuka oleh Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Shabrina Anwari yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Sri Astuty yang membahas tentang “Jaga Privasi dan Rekam Jejak Digital”

“Data per Januari 2021 dari 274,9 juta penduduk ada sebanyak 345,3 juta orang yang melakukan koneksi telepon seluler, 202,56 juta pengguna internet, dan 170 juta pengguna media sosial aktif” paparnya

“Banyaknya masyarakat yang mengakses internet, maka kita harus bisa menjaga rekam jejak digital kita di internet, jangan melakukan hal yang berdampak merugikan diri sendiri, pastikan jaga privasi keamanan akun media sosial kita,” pungkasnya

Narasumber kedua, Drs Syafruddin Noor yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

“Kegiatan belajar mengajar di era pandemi saat ini dilakukan dengan dua cara, yaitu pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh (online),” ujarnya

“Dalam pembelajaran jarak jauh, siswa maupun pendidik dituntut harus bisa menggunakan teknologi berbasis digital. Seperti menyiapkan modul pembelajaran, membuat video pembelajaran, membuat laman LMS, dan melaksanakan ANBK kepada peserta didik,” jelasnya

Narasumber ketiga yaitu Angel Meryci yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Mengenalkan Budaya Indonesia Melalui Literasi Digital”

Apa itu pariwisata?

Ia memaparkan, pariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini.

Ia mengutip sebuah kalimat dari Didik Nini Thowok, bahwa “Kecintaan saya terhadap aeni dan budaya Indonesia menjadikan saya memiliki hasrat untuk terus mengembangkan dan melestarikan kekayaan Indonesia melalui dunia tari. Saya terus mengembangkan tarian-tarian melalui kemasan yang menarik dan menghibur dengan unsur komedi agar penonton tidak bosan dengan pertunjukan tari yang terkesan serius dan kaku,”.

Terakhir, narasumber Meri Olga Siahaan yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”

Ia menjelaskan ada 10 cara berinteraksi di dunia maya, yakni;

1. Ingatlah keberadaan orang lain

2. Berpikir sebelum berkomentar

3. Gunakan bahasa yang sopan dan santun

4. Menjadi pembawa dalam diskusi yang sehat

5. Jangan menyalahgunakan kekuasaan

6. Hormati waktu orang lain

7. Bagilah ilmu dan keahlian

8. Hormati privasi orang lain

9. Maafkan jika orang lain membuat kesalahan

10. Taat pada standart perilaku online yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari (RILIS)

DPRD Banjarmasin Dukung Lahan Pemko Dijadikan Kawasan Parkir Kontainer

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarmasin, mendukung Pemerintah Kota lahannya dijadikan kawasan parkir kontainer, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali, kepada wartawan pada Jumat (15/10), kalau nantinya Pemerintah Kota menjalin kerjasama dengan Pelindo III, yang berlokasi di Jalan Barito Ilir, Kelurahan Telaga Biru, lahannya menjadi kawasan parkir kontainer, maka akan didukung sepenuhnya, agar meningkatkan pendapatan yang besar bagi kas daerah.

“Kami menilai wacana kerjasama itu sudah didiskusikan sejak tahun 2017 lalu, dan kalau bisa dibebaskan, maka dijadikan lahan parkir, untuk menambah PAD,” katanya.

Matnor menjelaskan, bentuk kerjasama ini sangatlah menguntungkan, karena pastinya akan memberikan PAD cukup besar, Pemerintah Kota cukup menguruk lahan dan dibuatkan parkir, otomatis tidaklah memerlukan biaya besar.

“Dengan disahkannya perda RTRW, maka
lahan Pemerintah Kota yang berlokasi di wilayah barat, menjadi kawasan pergudangan, hal itu perlu dilakukan penataan lebih baik,” ucapnya.

Lebih lanjut Politisi Golkar DPRD Banjarmasin ini menjelaskan, dalam aturan, kawasan pelabuhan tidak diperbolehkan adanya pemukiman, dengan alasan untuk menghindarkan warga, dari berbagai macam kemungkinan dampak buruk yang ditimbulkan aktivitas pelabuhan. Misalnya saja, di pelabuhan berbagai macam barang masuk, diantaranya bahan kimia, maka itu sangatlah membahayakan masyarakat sekitar.

“Kota Surabaya dan Tanjung Priok, telah diatur, pelabuhan jauh dari pemukiman, dengan demikian ke depan, warga yang bermukim di sana perlu dipikirkan, dalam bentuk bisa diberikan ganti rugi dan direlokasi ke tempat lain,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version