Peringati Hari Ibu, Parpol Baru Ini Gelar Program Gen 170

Banjarmasin – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), meluncurkan program Gerakan Generasi 170 (Gen-170) pada peringatan Hari Ibu, Rabu (22/12).

Kegiatan Gelorakan Gen-170 yang diselenggarakan di aula kantor DPW Partai Gelora Kalsel tersebut merupakan gerakan bersama mewujudkan anak-anak Indonesia yang cukup dalam gizi dan tumbuh kembang, yang ditandai dengan tinggi rata-rata 170 cm.

Ketua DPW Gelora Kalsel, Riswandi menyampaikan pada peringatan Hari Ibu ini pihaknya meluncurkan dua program yakni Pintarnya Perempuan Indonesia (PiPI) dan Gelorakan Gen-170 sebagai pencegahan stunting (kerdil).

“Generasi masa depan harus bebas dari stunting,” ucapnya.

Peserta dari kegiatan tersebut diikuti dari Ibu menyusui, ibu hamil serta balita yang diberikan edukasi berupa pemberikan makanan sehat, vitamin D dan sebagainya.

“Program ini akan kita lanjutkan di kabupaten/kota hingga DPC-DPC yang ada PiPInya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan DPW Partai Gelora Kalsel, Siti Saro menyampaikan, gerakan Gen-170 ini sejalan dengan Visi Gelora yang ingin menjadikan Indonesia 5 besar kekuatan dunia.

Dimana melalui kegiatan ini masa depan anak-anak dapat disiapkan sebagai pemegang kepemimpinan kedepan. Sebab katanya, salah satu indikator kecerdasan adalah mereka yang memiliki tinggi 170 cm.

Selain itu ada juga Program PIPI yang akan dibentuk hingga tingkat RT dan RW yang merupakan wadah perkumpulan para ibu yang salah satunya berbicara dan edukasi tentang Gen-170.

“Ini baru launching, kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan tidak berakhir disini saja,” tutupnya.

Salah seorang Ibu menyusui, Lailatul merespon positif kegiatan ini, karena melalui acara ini para ibu dapat lebih mengetahui dan memahami bagaimana agar anak-anak nanti bisa memiliki tumbuh kembang yang bagus, cerdas dan berprestasi.

“Kegiatan ini memotivasi ibu khususnya saya bisa berjuang untuk memberikan gizi yang bagus sesuai perkembangan anak,” jelasnya. (NRH/RIW/APR)

Anggaran Porprov 2022 HSS Rp2,5 M, Ini Kata KONI Kalsel

Banjarmasin – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Selatan menilai, anggaran sebesar Rp2,5 Miliar, untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tidak mencukupi.

“Kami menilai anggaran sebesar 2,5 M rupiah tidak cukup,” ucap Ketua KONI Kalsel Bambang Heri Purnama, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Menurut Bambang, pada pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan di Tanjung sebelumnya, untuk bantuan dana yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp10 Miliar.

Namun, lanjutnya, yang mengejutkan pihaknya, pada pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Nasional di Kabupaten Hulu Sungai Selatan di tahun 2022 mendatang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hanya menganggarkan sebesar Rp2,5 Miliar.

“Paling tidak untuk anggaran pelaksanaan Kejurprov di Kabupaten HSS sama dengan yang dilaksanakan di Kejurprov Tanjung,” harap Bambang.

Mengingat, tambahnya, anggaran sebesar Rp2,5 Miliar tersebut, tidak mencukupi untuk menggelar pertandingan pada 36 cabang olahraga.

Pada kesempatan tersebut, KONI Kalsel meminta Pemerintah Provinsi untuk dapat menambah anggaran kegiatan Porprov di Kabupaten HSS mendatang.

“Untuk itulah dalam waktu dekat ini kami bersama jajaran KONI akan menghadap Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, untuk membicarakan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi di Kabupaten HSS mendatang,” tutur Bambang.

Bambang berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat menambah anggaran tersebut.

Sementara itu, KONI Kabupaten HSS belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi, mengenai besaran bantuan dana pelaksanaan Porprov dari Pemerintah Provinsi Kalsel.

Seperti yang dikatakan Wakil Sekretaris Umum KONI Kabupaten HSS Mahyuni.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi, oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan KONI Provinsi mengenai dana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten HSS,” ungkapnya.

Menurut Mahyuni, pihaknya hanya mengetahui dari pemberitaan mengenai, jumlah dana yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp 2,5 Miliar. (SRI/RIW/APR)

Walikota Banjarmasin Tinjau Ketersediaan Stok Bapokting

BANJARMASIN – Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kota Banjarmasin, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina melakukan peninjauan stok bahan pokok penting (Bapokting) di Pasar Tradisional dan Pasar Modern yang ada di Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, peninjauan stok Bapokting ini dilakukan, karena setiap akhir tahun terjadi kenaikan harga di Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat meninjau di Pasar Modern

“Peninjauan ke Pasar Tradisional dan Modern dilakukan untuk melihat langsung ketersediaan stok Bapokting,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, Kamis (16/12).

Ibnu mengatakan, setelah melakukan peninjauan di Pasar Pekauman serta Pasar Modern, dapat disimpulkan secara umum karena kondisi akhir tahun, karena dipengaruhi faktor cuaca. Maka, terdapat kenaikan harga pada beberapa kebutuhan pokok penting.

“Secara umum terdapat kenaikan harga pada bahan pokok penting,” ucap Ibnu.

Kemudian, lanjut Ibnu, seperti di Pasar Tradisional untuk ketersediaan stok sembako mencukupi. Meski terdapat kenaikan harga pada komoditas ayam potong, cabe, serta telor.

“Sedangkan di Pasar Modern untuk harga cenderung stabil,” ujarnya.

Meski ketersediaan stok bahan pokok penting berasal dari pasokan lokal.

“Pada intinya pemantauan ini, dilakukan untuk menjaga stabilitas stok Bapokting di Kota Banjarmasin,” katanya.

Sehingga, tambahnya, pada Nataru ini tidak ada kenaikan harga yang terlampau tinggi.

“Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok bahan pokok penting serta kenaikan harga,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Capaian Vaksin Lansia Harus Dipercepat

BANJARMASIN – Kalangan legislatif menyarankan, capaian vaksinasi COVID-19 bagi lansia haruslah dipercepat.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Tugiatno, kepada sejumlah wartawan pada Kamis (16/12) mengatakan, pihaknya meminta Pemerintah kota akan mempercepat capaian target vaksinasi COVID-19 bagi warga lanjut usia (Lansia), agar memudahkan dalam pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6 – 11 tahun.

“Informasi Dinkes Banjarmasin, capaian vaksin bagi lansia belum mencapai 60 persen, berpengaruh vaksin COVID-19 bagi anak-anak belum bisa dilaksanakan,” katanya

Tugiatno mengatakan, saat ini sudah memasuki akhir tahun 2021, maka sangatlah disayangkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 6 – 11 tahun belum terealisasi. Mengingat rencananya di bulan Januari 2022 mendatang, akan digelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara langsung, tidak lagi terbatas.

“Vaksinasi untuk lansia harus semakin
digencarkan, kalau perlu dari rumah ke rumah,” pintanya.

Politisi PDI Perjuangan DPRD Kota Banjarmasin ini menilai, pelaksanaan vaksinasi bagi lansia, harus dibarengi dengan rutin digelar sosialisasi, melibatkan tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat, agar semua memahami manfaat bervaksin, baik dari segi kesehatan dan keamanan nantinya.

“Saya sering turun ke lapangan menemui warga untuk memberikan sosialisasi bahwa pentingnya bervaksin dan edukasi teruslah ketat prokes, jangan lengah meski kasus mulai melandai. Kebanyakan para lansia masih banyak belum vaksin, ternyata ada yang termakan isu hoax, salah satunya setelah divaksin COVID-19, akan meninggal dunia, informasi seperti itu harus kita luruskan kembali,” pungkasnya. (NHF/RDM/MTB)

Jelang Nataru Pokdarwis Diimbau Makin Disiplin Prokes

BANJARMASIN – Menjelang Natal dan Tahun Baru, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan mengimbau, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di tiga belas kabupaten/kota, semakin disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama bagi destinasi wisata yang dikelola.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan baru baru mengatakan, dengan disiplinnya protokol kesehatan (prokes), agar di Kalsel kasus COVID-19 tidak akan mengalami peningkatan, meskipun saat ini sudah mulai melandai.

“Kami imbau, taat prokes mulai wajib pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, jika perlu bisa terapkan aplikasi peduli lindungi pada pintu masuk destinasi wisata,” pintanya

Syarifuddin menyarankan, pemerintah daerah di tiga belas kabupaten/kota, diminta terus mengupayakan ketatnya protokol kesehatan, dibarengi kebijakan yang seimbang, yaitu destinasi wisata ramai dikunjungi, dan tentu tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan ekonomi.

“Setiap kebijakan kita serahkan kepada masing-masing kabupaten/kota, karena lebih memahami karakter warga setempat,” ucapnya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, faktor capaian percepatan vaksinasi juga menjadi indikator penting di sektor kepariwisataan, supaya dapat berjalan dengan baik. Hal ini sangat penting untuk membuat tingkat kunjungan wisatawan baik luar daerah dan mancanegara.

“Kita tidak ingin ada klaster baru, akibat berwisata,” tutupnya. (NHF/RDM/MTB)

Tidak Ada Pembatasan Dan Penyekatan Pada Malam Nataru Di Banjarmasin

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Forkopimda menindaklanjuti arahan Pemerintah Pusat, untuk tidak melakukan pembatasan pada malam Nataru mendatang.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, untuk persiapan Nataru Pemerintah Kota Banjarmasin telah banyak mendapatkan masukan dari berbagai pihak termasuk dari Forkopimda, bahwa pada malam Natal dan Tahun Baru (Nataru) tersebut, di Kota Banjarmasin tidak diberlakukan pembatasan maupun penyekatan.

“Setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, maka Pemko Banjarmasin memutus tidak dilakukan pembatasan maupun penyekatan di Kota Banjarmasin,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu Sore (15/12).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Menurut Ibnu, setelah Pemerintah Pusat membatalkan untuk pemberlakuan PPKM Level 3 menjelang Nataru, maka saat status PPKM di Kota Banjarmasin kembali ke level 2 dengan pembatasan serta penerapannya Protokol COVID-19 yang ketat.

“Kemudian untuk malam Natal di Kota Banjarmasin, tentunya Pemerintah Kota Banjarmasin memiliki aturan sendiri untuk malam perayaan hari hari besar keagamaan,” jelasnya.

Pada malam hari besar keagamaan tentu untuk THM ditutup, sedangkan untuk malam Natal berlangsung pada malam Jumat, sehingga otomatis THM tutup atau tidak beroperasi.

“Sedangkan pada malam tahun baru terjadi pada malam Sabtu, sehingga THM serta lainnya tidak ditutup. Namun, diberlakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat,” tutur Ibnu.

Dengan, adanya aturan baru dari Pemerintah Pusat tersebut, maka Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin akan melakukan sosialisasi kepada hotel, THM, serta lainnya, tentang tidak adanya larangan pembatasan penyekatan di malam tahun baru tersebut.

“Sebelumnya, Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin telah melakukan sosialisasi terhadap larangan Mengingat adanya pemberlakuan PPKM Level 3 pada malam Nataru tersebut,” ucapnya.

Karena, tambah Ibnu, Pemerintah Pusat telah dicabut pemberlakuan PPKM level 3, maka Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin melakukan sosialisasi kembali, untuk tidak ada larangan pembatasan dan penyekatan di Kota Banjarmasin.

“Masyarakat Kota Banjarmasin diminta untuk tetap menjaga jarak, pakai masker, serta lainnya,” pesan Ibnu. (SRI/RDM/MTB)

Pemko Banjarmasin Lakukan Antisipasi Musibah Banjir

BANJARMASIN – Jelang puncak banjir kiriman yang diprediksi akan berlangsung pada 19 Desember 2021 mendatang, serta malam Nataru. Maka Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Forkopimda menggelar rapat, untuk mengantisipasi hal tersebut.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Forkopimda menggelar rapat bulan rutin dan saat ini dilaksanakan di penghujung tahun 2021.

“Rapat bersama Forkopimda ini merupakan rapat rutin,” ungkap Ibnu, kepada sejumlah wartawan, disalah satu hotel berbintang, di Kota Banjarmasin, Rabu Sore (15/12).

Menurut Ibnu, pada rapat tersebut pihaknya membahas isu isu penting, seperti bencana banjir, serta persiapan malam Nataru di Kota Banjarmasin.

“Pada bencana banjir ini, Pemerintah Kota Banjarmasin memerintahkan kepada seluruh camat dan lurah untuk melakukan pendataan rumah rumah warga yang mengalami Kerusakan,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Ibnu, akan dilihat Kerusakan yang layak untuk dibantu Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas PUPR.

“Untuk kelengkapan bantuan kesiapsiagaan musibah banjir termasuk Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, telah siaga saat ini,” ungkapnya.

Menurut Ibnu, kesiagaan tersebut dilakukan karena Pemerintah Kota Banjarmasin telah belajar dari kejadian banjir pada awal tahun lalu.

“Pada awal tahun lalu musibah banjir terbanyak dikawasan Kecamatan Banjarmasin Timur, sedangkan pada akhir tahun ini Kecamatan Banjarmasin Barat serta Banjarmasin Utara,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Ibnu Sina : Permasalahan Sosial Atasi Dengan Gotong-Royong

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin Memperingati Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2021, dengan mengangkat tema Kayuh Baimbai untuk Mewujudkan Banjarmasin Baiman Lebih Bermartabat.

Peringatan HKSN di Pemko Banjarmasin

Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini dilaksanakan, di lobby Balaikota Banjarmasin, Rabu (15/12).

Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kota Banjarmasin yang telah melaksanakan kegiatan ini.

“Dimana permasalahan sosial di Kota Banjarmasin agar dapat ditangani secara bergotong-royong atau bersama-sama,” ucapnya.

Menurut Ibnu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak terkait seperti yayasan sosial, relawan sosial, organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, yang telah membantu DInas Sosial Kota Banjarmasin.

“Atas nama Pemerintah Kota Banjarmasin mengucapkan terimakasih kepada seluruh komoditas perduli, yang telah tumbuh subur di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Komoditas perduli tersebut, lanjut Ibnu, ada yang bergerak untuk lansia, anak-anak, wanita, kaum dhuafa, parkir miskin serta lainnya.

Ibnu mengatakan, tentunya keberadaan komoditas perduli ini, membantu Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Kami tentunya mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya kepada komoditas perduli yang telah mendukung Dinas Sosial Kota Banjarmasin,” ungkap Ibnu.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Banjarmasin mengucapkan, terimakasih kepada Kementerian Sosial melalui program program dalam memberikan bantuan kepada keluarga penerima manfaat di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Mitigasi Banjir, DPRD Banjarmasin : Perlu Dibangun Posko Pengungsian

BANJARMASIN – Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Matnor Ali, di ruang kerjanya, Rabu (15/12) mengatakan, saat ini Pemerintah kota, sudah saatnya harus menyiapkan penanganan kemungkinan terjadi bencana banjir, yaitu membangun posko pengungsian.

“Wilayah kita ini dalam satu tahun dua kali terdampak banjir, pertama pertengahan Januari yang berlangsung hampir 3 pekan, dan kedua dalam satu pekan ini air pasang rob,” katanya.

Matnor menjelaskan, daerah yang dikenal sebagai rawan banjir hingga merendam pemukiman, harus didata menjadi titik-titik rawan banjir, sehingga perlu dibangun posko untuk pengungsian bencana. Bangunannya tidak perlu secara permanen, namun menjadi alternatif representatif, untuk bisa dijadikan tempat pengungsian.

“Posko itu harus menjadi tempat aman bagi korban bencana, baik anak-anak, wanita dan lansia untuk berlindung,” pintanya

Lebih lanjut dirinya mengharapkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin juga harus menyiapkan perlengkapan penanganan banjir khususnya ketersediaan perahu karet.

“Kita dapat laporannya cuma dua dimiliki, pihaknya akan menyetujui dianggaran untuk penambahan perahu karet,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

CSR Bersama, UPZ Bank Kalsel Serahkan Bantuan Banjir Aluh-Aluh

BANJARMASIN – Naiknya permukaan laut atau air laut ke daratan, yang
disebabkan air laut pasang disertai curah hujan yang tinggi beberapa hari ini, membuat beberapa
daerah di Kalimantan Selatan kembali terendam banjir. Salah satu daerah yang terdampak cukup
parah yaitu Desa Bunipah di Kecamatan Aluh – Aluh, Kabupaten Banjar.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar per 8 Desember 2021, terdapat 513 rumah, 1.700 jiwa dan 8 fasilitas umum (sekolah dan perangkat desa) terdampak.
Atas hal tersebut, Bank Kalsel melalui Corporate Social Responsibility (CSR) dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) memberikan bantuan berupa paket bahan makanan, sebagai bentuk kepedulian di bidang sosial dan kemanusiaan. Total paket bantuan yang diserahkan sebanyak 560 paket dengan rincian, yaitu 310 paket berasal dari dana CSR dan 250 paket berasal dari dana UPZ.

Untuk pendistribusian bantuan tersebut kepada warga terdampak, Bank Kalsel menggandeng Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel agar bantuan dapat diserahkan secara tepat dan cepat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya, didampingi Direktur Operasional Ahmad Fatrya Putra kepada Irhamsyah Safari selaku Ketua Baznas Provinsi Kalsel.

Penyerahan disaksikan Gurdanu Syukur dan Ahmad Rafi’ie selaku wakil ketua Baznas Kalsel beserta Head of Business Group dan Kepala Divisi Corporate Secretary Bank Kalsel, Fachrudin dan Suriadi di Lantai 3 Bank Kalsel Kantor Pusat, Selasa (14/12).

Hanawijaya menyampaikan rasa prihatin atas musibah banjir yang merendam Desa Bunipah dan
sekitarnya.

“Bank Kalsel turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa warga Desa Bunipah dan sekitarnya.
Semoga bantuan ini dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang
terdampak. Semoga air dapat segera surut sehingga aktivitas warga kembali normal,” ucap Hana.

Hanawijaya menambahkan, bahwa bantuan ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial
perusahaan dan penyaluran dana zakat dari pegawai.

“Bantuan ini juga berasal dari dana CSR sebagai bentuk bakti kita kepada masyarakat, sedangkan
bantuan UPZ Bank Kalsel ini berasal dari pemotongan zakat, infaq maupun sedekah dari gaji pegawai Bank Kalsel untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang memerlukan,” imbuh
Hana.

Sebagai informasi, Bank Kalsel melalui UPZnya sendiri telah bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalsel untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, keagamaan serta
kemanusiaan di Kalimantan Selatan. Bagi yang ingin turut serta membantu saudara – saudara kita yang membutuhkan dapat menyalurkan donasi melalui nomor rekening Bank Kalsel Syariah :
901.03.05.00777.7 atas nama UPZ Bank Kalsel. (Adv-RIW/RDM/MTB)

Exit mobile version