Komisi III Tinjau Pembangunan Gedung Baru Dewan

BANJARMASIN – Rombongan Komisi III DPRD Banjarmasin, melakukan peninjauan pembangunan gedung baru, pada Selasa (3/1).

Suasana kunjungan Komisi III DPRD Banjarmasin ke gedung baru

Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, kepada sejumlah wartawan mengatakan, kunjungan kerja ke lapangan ini merupakan kedua kali, setelah groundbreaking atau peletakan pondasi pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung tambahan DPRD Kota Banjarmasin, pada Agustus lalu.

“Kita lihat hasilnya sudah berjalan sekitar 52 persen, semoga dapat selesai tepat waktu,” pintanya.

Disampaikan Hilyah, sebelumnya melakukan kunjungan ke lapangan, terlebih dahulu digelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, untuk memberikan saran dan masukan dari masing-masing Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, supaya proyek pekerjaan itu tidak hanya selesai sesuai deadline, juga memberikan kualitas dan kuantitas bangunan yang sangat bagus.

Suasana kunjungan Komisi III DPRD Banjarmasin ke gedung baru

“Masukan dari rekan sesama dewan, nanti kalau air pasang dan biasa menggenangi halaman dewan Banjarmasin, ini menjadi perhatian, agar adanya gedung baru tidak lagi tergenang air,” jelas Hilyah panjang lebar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengatakan, hingga saat ini progress pembangunan proyek multiyears sudah mencapai lebih 52 persen, dibulan Maret 2023 dipastikan 75 persen dan akhir Juni 2023 mendatang ditargetkan akan selesai. Pekerjaan gedung baru DPRD Banjarmasin ini sesuai dengan spek yang sudah ditentukan, sehingga aman di lapangan.

“Adanya kunlap Dewan ini menjadi motivasi, kami terus upayakan selesai tepat waktu,” tutupnya.

Untuk diketahui, kunjungan kerja Komisi III DPRD Banjarmasin, ke pembangunan gedung baru, dipimpin Ketua Komisi III Hilyah Aulia didampingi Wakilnya Afrizaldi, Sekretaris Taufik Husin, dengan anggota Darma Sri Handayani, Syarifah Sakinah, Aliansyah, Hendra, Syafrullah, dan Ismail Ibrahim, turut serta Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, bahkan dihadiri langsung, Wakil Wali Kota Banjarmasin Arifin Noor, untuk meninjau langsung kondisi bangunan tersebut. (NHF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Sarankan Kantor Lurah Kelayan Timur, Dipindah

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin menyarankan, kantor Kelurahan Kelayan Timur Kecamatan Banjarmasin Selatan, sebaiknya dilakukan pemindahan.

Menurut Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (28/12), dari penilaian selama ini untuk kantor Kelayan Timur masih kurang representatif, padahal sangat penting dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga sekitar.

Anggota Komisi III DPRD Banjarmasin, Aliansyah

“Letak kantor Kelurahan Kelayan Timur berada dalam gang, seharusnya di pinggir jalan,” ungkap Ali

Aliansyah menjelaskan, langkah Lurah Kelayan Timur saat ini bisa mengusulkan untuk pemindahahan ke lahan representatif, karena masih banyak lahan milik Pemerintah Kota dan sangat tepat dijadikan bangunan baru, sehingga masyarakat mendapat mendapatkan pelayanan secara maksimal.

“Kami siap dukung melalui APBD Kota,” jelasnya

Sementara itu, Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi, mengakui, memang untuk kondisi kantor tidak terlalu besar, setiap kegiatan kalau mengumpulkan warga yang banyak, biasanya menggunakan ruangan Dewan Kelurahan.

Lurah Kelayan Timur, Ihda Azemi

“Kita akan usulkan untuk pemindahan di tempat yang lebih luas,” tutupnya.

Untuk diketahui, kantor Lurah Kelayan Timur, berlokasi di Jalan Kelayan B, Gang Balai Desa RT 11-12, Kecamatan Banjarmasin Selatan. (NHF/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin : Masih Ada Jembatan Titian Kurang Layak di Kota Ini

BANJARMASIN – Kalangan legislatif menilai, saat ini masih ada jembatan titian dinilai kurang layak

Kepada Abdi Persada FM, Sekretaris Komisi III DPRD Banjarmasin, Taufik Husin, pada Selasa (27/12) menjelaskan, saat ini banyak terdapat jembatan titian di wilayah Alalak, Kecamatan Banjarmasin Utara kondisinya dinilai kurang layak, sehingga harus segera diperbaiki, karena merupakan jembatan kecil, sebagai penghubung yang cukup panjang dan hanya bisa dilalui pejalan kaki atau kendaraan roda dua antar satu rumah ke rumah lain.

“Kami ingin jembatan titian dapat prioritas diperbaiki,” pintanya

Taufik menjelaskan, jembatan titian itu kebanyakan sudah berusia belasan tahun, dan kondisi lantainya lapuk karena dari kayu ulin, maka perlu dilakukan renovasi total, untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

“Pembangunan infrastruktur yang dilakukan masih belum optimal untuk di pinggir kota,” katanya.

Lebih lanjut Taufik menambahkan, aspirasi warga ini akan terus diperjuangkan, karena sangat penting sebagai akses utama, bagi pemukiman padat penduduk yang berada di atas bantaran Sungai, sehingga kalau tidak layak,tentu sangat membahayakan bagi penggunanya yang melintas di jembatan titian tersebut.

“Jembatan titian itu merupakan akses jalan cukup vital, karena dimanfaatkan warga dalam kegiatan sehari-hari,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kota Banjarmasin Minta Pekerjaan Fisik Dilaksanakan Awal Tahun 2023

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin, meminta pekerjaan proyek fisik dapat dilaksanakan awal Tahun 2023.

Permintaan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, kepada wartawan pada pekan tadi. Dijelaskannya, bagi pekerjaan fisik yang dikerjakan awal tahun, dimaksudkan tidak terburu – buru untuk menyelesaikan, agar hasilnya berkualitas dan baik di lapangan.

“Kita berharap SKPD terkait dapat dipersiapkan dari sekarang,” pintanya

Disampaikan Matnor, dari hasil pantauan selama ini di lapangan, masih ada ditemukan beberapa pekerjaan fisik hingga malam hari, ke depan tidak ada lagi dipaksa yang seperti terkesan untuk menyelesaikan, meski bertujuan baik, sebagai bentuk tanggung jawab.

“Pekerjaan tidak diburu waktu, bukan hanya memberikan kualitas juga kuantitas,” jelasnya.

Lebih lanjut Matnor mengingatkan, dalam setiap pelaksanan kegiatan proyek, jangan hanya mengejar target penyelesaian, tapi harus diselesaikan sesuai kontrak yang dikerjasamakan, karena telah disepakati.

“Kami ingin warga turut memberikan pengawasan dilapangan,” tutup Matnor. (NHF/RDM/RH)

Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, Batal Menarik Pajak Online

BANJARMASIN – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Pajak Daerah di DPRD Banjarmasin, batal melakukan penarikan pajak online.

Suasana Rapat Pansus Raperda Pajak Daerah, di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin

Ketua Pansus Raperda tersebut, Bambang Yanto Permono, usai rapat pada Rabu (21/12) menjelaskan, sebelumnya sempat dibahas bersama anggota rencana penarikan pajak online, yaitu bagi warga yang ingin melakukan pemesanan makanan secara online, akan dikenakan pajak 10 persen, untuk penarikan bekerjasama dengan Bank Kalsel.

Ketua Pansus Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono

“Setelah sempat dibahas beberapa kali, anggota pansus sepakat dibatalkan, karena tidak ada regulasi khusus yang mengatur,” katanya

Disampaikan Bambang, dalam pembahasan ini telah dilakukan finalisasi dan untuk penarikan pajak daerah, bagi karaoke keluarga dan karaoke umum, dalam aturannya akan disamakan sebesar 40 persen. Hal itu bertujuan untuk menambah pendapatan Asli Daerah bagi kota seribu sungai.

“Raperda ini merupakan usulan dari Pemko, semoga menambah PAD,” ucapnya

Lebih lanjut Bambang menambahkan, item pajak daerah sekarang menyesuaikan dengan Undang Undang Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah menjadi lima item, diantaranya pajak makan dan minum, hiburan, restoran serta rumah makan.

“Kami berharap setelah finalisasi, dapat segera disahkan melalui rapur,” pungkasnya

Untuk diketahui, rapat panitia khusus finalisasi Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, berlangsung di ruang Komisi II Dewan Banjarmasin, dipimpin Ketua Bambang Yanto Permono, didampingi Wakilnya Awan Subarkah, dengan anggota Gusti Yasni Iqbal, Mathari, Abdul Gais, Syarifah Sakinah, Ismail Ibrahim, Abdurrasyid Ridha, dan Rahman Nanang Riduan, dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga Pariwisata Iwan Fitriady, Perwakilan Bakueda, Dinas Perhubungan, dan Bagian Hukum. (NHF/RDM/RH)

Basarnas Banjarmasin Siaga SAR Khusus Natal 2022 dan Tahun Baru 2023

BANJARBARU – Menjelang libur natal 2022 dan tahun baru 2023 (nataru), Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin melaksanakan siaga SAR khusus nataru.

Kegiatan siaga SAR khusus tersebut dilaksanakan sejak tanggal 19 Desember – 3 Januari 2023.

Senin (19/12) pagi, tim menggelar apel Gelar Pasukan, yang dilaksanakan di Lapangan Avignam Kantor Basarnas Banjarmasin.

Apel ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Basarnas Banjarmasin, Al Amrad dan diikuti oleh seluruh personil.

Dalam sambutannya, Al Amrad menyebutkan, siaga SAR khusus ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan pengaturan dan pengendalian transportasi selama periode natal 2022 dan tahun baru 2023. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik ataupun liburan.

“Agar seluruh personil melaksanakan siaga SAR khusus tetap pada prinsip yaitu quick response of SAR dalam respon setiap bentuk kedaruratan secara profesional, sinergi dan militan,” ujarnya.

Kantor Basarnas Banjarmasin sendiri menurutnya, mensiagakan sekitar 83 personil yang tersebar di Kantor Basarnas Banjarmasin, 1 Pos SAR dan 2 unit siaga SAR, yakni di pos SAR Kotabaru, Unit Siaga SAR Tabalong dan Unit Siaga SAR Batulicin.

“Tingkatkan kesiapan personil alut dan peralatan agar kecepatan waktu tanggap dan waktu tempuh dapat tercapai secara maksimal, sehingga semakin banyak korban yang bisa diselamatkan apabila dibutuhkan saat operasi SAR,” tutur Al Amrad.

Untuk alut yang disiapkan, dijelaskannya antara lain berupa Kapal RB 207 Banjarmasin, Kapal RB 306 Banjarmasin, Kapal 12 Meter KN 407, RIB 01 dan 02, peralatan penyelamatan di air, peralatan penyelamatan pada kecelakaan kendaraan, peralatan penyelamatan di gunung hutan dan peralatan penyelamatan di reruntuhan.

“Nantinya tim yang melaksanakan siaga SAR khusus akan mobile ke tempat-tempat wisata dan titik-titik jalur arus mudik seperti bandara dan pelabuhan, serta Posko Posko Gabungan,” tutup Al Amrad. (SAR.BJM-RDM/RH)

Pansus RPPLH DPRD Banjarmasin Bahas Limbah Industri

BANJARMASIN – Panitia Khusus Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DPRD Banjarmasin, membahas soal Limbah Industri.

Ketua Pansus Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, DPRD Banjarmasin, Afrizaldi, kepada sejumlah wartawan, pada Kamis (15/12) siang menjelaskan, dalam pembahasan, telah difokuskan pengaturan pembuangan limbah cair dari industri kain sasirangan, yang tidak boleh langsung dibuang ke sungai, karena berdampak menimbulkan pencemaran air sungai.

Ketua Pansus Raperda RPPLH, DPRD Banjarmasin, Afrizaldi

“Kami ingin limbah itu aman bagi semua lingkungan,” katanya.

Disampaikan Afrizaldi, dalam pembahasan akan diatur ketersediaan tutupan lahan, sebagai resapan air serta Ruang Terbuka Hijau yang dinilai masih minim. Hal itu disebabkan sempitnya lahan kosong di tengah kota, maka untuk memenuhi lahan RTH haruslah dilakukan beberapa Dinas lain, seperti Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman melibatkan setiap developer dapat menyediaan RTH, sedangkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, dapat menyiapkan lahan kosong membangun taman hijau sebagai pengganti RTH, dan untuk Dinas PUPR ikut berkontribusi dalam tutupan lahan sebagai daerah serapan air.

“Penyusunan RPLLH ini baru kerangka umum, nanti akan dibahas detail,” jelas Politisi PAN DPRD Banjarmasin ini.

Lebih lanjut Afrizaldi menambahkan, rencananya satu kali pertemuan akan dilakukan finalisasi bersama SKPD terkait, karena sudah melalui tahap harmonisasi dengan Kemenkumham dan Kementerian LH.

“Setiap draf pasal tinggal disinkronkan dan disesuaikan,” tutupnya.

Untuk diketahui, pembahasan Raperda Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dipimpin Ketua Afrizaldi, bersama Anggota Hilyah Aulia, Hendra, Darma Sri Handayani, dan Taufik Husin, dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Banjarmasin Alive Yoesfah Love dan perwakilan Bagian Hukum Banjarmasin, rapat berlangsung di ruang Komisi III DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

BBPOM Banjarmasin dan KPID Kalsel Awasi Iklan Obat dan Makanan

BANJARMASIN – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Banjarmasin bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, melakukan pengawasan terhadap iklan obat dan makanan.

Kepala Balai Besar POM Banjarmasin, Leonard Duma, kepada wartawan saat ditemui di salah satu stasiun televisi swasta di Banjarmasin, pada Rabu (14/12) Petang menjelaskan, untuk memperkuat sinergitas pengawasan iklan obat, dan makanan, pihaknya menjalin kerjasama dengan KPID Kalsel, dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen.

“Pengawasan program iklan tentang obat dan makanan di media penyiaran perlu dilakukan, untuk melindungi warga, agar menerima informasi yang objektif, tidak menyesatkan,” ungkapnya

Leonard menjelaskan, setiap iklan obat dan makanan harus memiliki keseimbangan antara kepentingan komersial dan unsur edukasi publik, sehingga kalau ada ditemukan promosi menyesatkan, maka akan ditindak takedown.

“Saat ini kita sudah take down ratusan lebih iklan yang bermasalah, tidak hanya obat dan makanan, juga kosmetik,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPID Kalimantan Selatan, Azhari Fadli menyampaikan, baru-baru tadi KPID Kalsel telah melakukan MoU dengan BBPOM di Banjarmasin terkait pengawasan iklan obat, jamu, suplemen dan kosmetik. Dengan adanya kerja sama ini, akan semakin gencar memberi sosialisasi kepada lembaga penyiaran, agar memperhatikan iklan yang boleh disiarkan.

Ketua KPID Kalimantan Selatan, Azhari Fadli

“Iklan ini penting karena masyarakat yang menerima siaran,” ucapnya

Azhari mengimbau, kepada lembaga penyiaran untuk berhati-hati menerima iklan, seperti obat, jamu, suplemen dan kosmetik, dengan harus memastikan terlebih dahulu izin BBPOM.

“Kami tidak ingin ada oknum yang promosi dengan cara menyalahgunaan obat, jamu, makanan, dan suplemen lagi di masyarakat,” tutup Azhari. (NHF/RDM/RH)

Kalsel Kini Miliki PT TUN Banjarmasin Regional Kalimantan

BANJARMASIN – Saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan sudah tersedia Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Banjarmasin Regional Kalimantan.

Ketua PT TUN Banjarmasin Iswan Erwin mengatakan, kantornya berlokasi di Jalan A.Yani Kilometer 30, Banjarbaru.

Ketua PT TUN Banjarmasin Regional Kalimantan Iswan Erwin

“PT TUN saat ini sudah ada di Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Selatan, sebelumnya tidak pernah ada,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (15/12).

Oleh karena itu, lanjut Iswan, dilaksanakan juga Pengambilan Sumpah Jabatan Wakil Ketua, Hakim Tinggi, Panitera, serta Pejabat Struktural, untuk kelancaran operasional dan kemudahan bagi masyarakat di Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya PT TUN Banjarmasin ini dapat memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Maka dengan begitu, menurutnya, PT TUN Banjarmasin Regional Kalimantan sudah mulai beroperasi.

Menurut Iswan, PT TUN Banjarmasin ini membawahi Satuan Kerja, seperti Pengadilan Negeri Tata Usaha Banjarmasin, Pengadilan Negeri Tata Usaha Palangkaraya, serta Pengadilan Negeri Tata Usaha Pontianak.

“Saat ini untuk pengajuan banding lebih dekat di Provinsi Kalimantan Selatan, tidak lagi ke Jakarta,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Iswan juga mengungkapkan jika pihaknya pada tahun 2024 mendatang juga menangani sengketa Pilkada.

Sedangkan, untuk kasus sengketa yang terbanyak diadukan masyarakat, yaitu kasus sengketa tanah.

“Selama tahun 2022 ini kasus yang banyak diadukan banding ke PT TUN Jakarta berupa kasus sengketa tanah, yang terbanyak,” ungkapnya lagi.

Kemudian disusul dengan, kasus sengketa perizinan serta kepegawaian. Berkas kasus kasus tersebut nantinya dilimpahkan ke PT TUN Banjarmasin, untuk disidangkan di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Taman Budaya Banjarmasin Jadi Pusat Wadah Asah Bakat Seni

BANJARMASIN – Ditengah maraknya tarian budaya luar, para orangtua tetap berupaya menginspirasi buah hatinya, untuk tetap mencintai seni tari budaya tradisi.

Kepada Abdi Persada FM, orang tua dari Farah Latifa Arini, Bunga, pada Selasa (13/12) petang mengatakan, sejak anaknya berusia empat tahun hingga sekarang, masih tetap aktif untuk latihan di Bengkel Tari Gumilang Kaca, berlokasi di halaman Taman Budaya Kalsel Jalan Hasan Basri Banjarmasin.

Salah satu orang tua siswi tari, Bunga

“Saya ingin memperkenalkan sejak dini pada anak sendiri, seni tari baik tradisi dan kreasi, meski sekarang muncul tarian dari budaya luar,” ungkapnya.

Disampaikan Bunga, meski latihan menari ini hanya satu pekan sekali, yaitu setiap hari Selasa dimulai Jam 16.00 – 18.00 WITA, anaknya tetap semangat untuk hadir untuk berlatih, agar tidak ketinggalan setiap gerak gerik tarian.

“Kita sangat apresiasi Taman Budaya Kalsel memberikan ruang seni,” katanya

Sementara itu, salah seorang pelatih Tari, dari Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin Muhammad Ramadhani, mengatakan, dalam latihan ada dua kelas dilaksanakan, untuk dewasa ada beberapa tarian yang diajarkan, diantaranya Limpuar, Puasaka Batuah dan Nuansa Borneo, sedangkan bagi anak-anak dan remaja tariannya berupa Giring-Giring, Gerbang Anak Pedalaman, serta Himung Basasirangan.

Salah satu pelatih Tari, dari Sanggar Seni Nuansa Banjarmasin, Muhammad Ramadhani

“Kelas dewasa hari Senin, untuk kelas anak-anak dan remaja hari Selasa pada Jam 16.00 – 18.00 WITA, para orangtua yang ingin mendaftar bisa datang langsung, dengan biaya Rp10 ribu untuk satu kali pertemuan,” ucapnya.

Untuk diketahui, selain buka kegiatan Bengkel Tari Gumilang Kaca, juga Bengkel Lukis Solihin dari sanggar mewarna dan melukis, terbuka untuk umum bagi anak TK – SD Kelas 3. Latihan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Sabtu, pada Jam 16.30 – 18.00 WITA. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version