LSPR Institute Of Communication Business dan Mikom UNISKA Muhammad Arsyad Al Banjari Gelar Pelatihan Literasi Medsos dan Pariwisata Di Lok Baintan

Banjar – Dalam sebuah kolaborasi yang bertujuan untuk memperkuat pariwisata pasar terapung Lok Baintan di Kalimantan Selatan, LSPR Institute of Communication & Business bersama dengan Magister ilmu Komunikasi Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin mengadakan kegiatan pelatihan literasi media sosial dan pariwisata. Inisiatif ini merupakan bagian dari realisasi tiga pilar pendidikan tinggi: Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini juga didukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Sebagai daerah yang dialiri oleh banyak sungai, Pasar Terapung menjadi sebuah ciri khas bergeraknya perekonomian di Lok Baintan khususnya, dan daerah Banjar pada umumnya. Para Acil atau wanita yang mendominasi area perdagangan di sungai, setiap hari hilir mudik berjualan dengan menggunakan jukung atau perahu yang juga menjadi ciri khas daerah Banjar.

Seiring berjalannya waktu, ditambah dengan bencana banjir dan pandemi COVID-19 yang baru-baru ini terjadi, keberadaan Pasar Terapung terancam surut dan menghilang. Padahal, Lok Baintan memiliki potensi sebagai daerah wisata yang tak kalah menarik dibandingkan daerah lain.

Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Irwan Jaya.

“Bencana banjir dan pandemi memang menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat di Lok Baintan menjadi menurun secara signifikan, padahal sebagian besar pendapatan mereka diperoleh dari hasil kebun,” kata Irwan Jaya.

Menurutnya, masyarakat di Lok Baintan, khususnya yang berdagang di Pasar Terapung Lok Baintan perlu didukung dan dibina, agar daerah ini bisa tumbuh menjadi lokasi wisata yang dicari oleh para wisatawan. Adanya kegiatan pelatihan literasi media sosial dan pariwisata ini bisa menjadi upaya baik yang patut diapresiasi, karena bertujuan memotivasi para pedagang di pasar terapung untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif.

“Kegiatan yang sifatnya memberdayakan masyarakat, jika dikelola dengan baik, diorganisir secara konsisten, pasti dapat menjadi inspirasi dan mendorong rasa percaya diri masyarakat, sehingga meningkatkan daya saing dengan daerah wisata yang lain,” tambahnya.

Bagi LSPR Institute of Communication dan Business, kemitraan dengan MIKOM Uniska ini lebih dari sekadar kolaborasi strategis; ini merupakan contoh dedikasi institusi terhadap Tri Darma Perguruan Tinggi (tiga tanggung jawab utama perguruan tinggi). Kolaborasi ini selaras dengan komitmen LSPR terhadap pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, di mana LSPR mengambil peran aktif dalam menumbuhkan literasi digital di kalangan masyarakat, juga memperkuat edukasi mengenai pariwisata dan pelayanan.

Bagi MIKOM UNISKA, Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kewajiban bagi dosen dan mahasiswanya untuk berkontribusi kepada negara, khususnya untuk menumbuhkan minat terhadap literasi digital dikalangan masyarakat. Memberikan edukasi bagaimana bermedia sosial dengan baik. Selain proses belajar mengajar, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat merupaka elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain itu sasaran kagiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah ibu-ibu (acil-acil) yang berprofesi sebagai pedagang dengan menggunakan perahu Jukung di kawasan Lok Baintan. Acil-acil Jukung mendapat pengarahan dari Abdul Khair dibantu Yulia Dewi Wulan Sari Mahasiswa Pasca Sarjana Magister ilmu Komunikasi UNISKA MAB Banjarmasin, dengan tema yang berjudul ”Pembekalan Mengenai Pariwisata dan Literasi Digital bagi Penjual Pasar Terapung Lok Baintan” yang digelar pada 6-7 Februari 2024.

“Kolaborasi dengan LSPR, Uniska, dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar ini merupakan bukti keseriusan dan komitmen kami dalam turut membantu penguatan daerah pariwisata. Kegiatan ini dilaksanakan di kediaman salah satu tokoh masyarakat setempat yang juga merupakan Kepala Puskesmas II Sungai Tabuk, Yusdie Shopiyani. Adapun para dosen yang turut terlibat dalam kegiatan ini di antaranya Latifa Ramonita, Ayu R. Tiara Hamdani dan Yesi Pandu Pratama Wibowo DC dari LSPR. Sedangkan yang terlibat dari MIKOM UNISKA dalam kegiatan ini adalah Ketua Prodi Magister ilmu Komunikasi UNISKA MAB Banjarmasin Marhaeni Fajar Kurniawati.

Dewi Rachmawati yang menjadi Ketua dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan dosen di LSPR Institute menambahkan, pihaknya percaya kekuatan transformatif dari pendidikan dan tanggung jawab pihaknya emban untuk masyarakat.

“Kegiatan ini memungkinkan kami untuk berkontribusi pada pemberdayaan kepada masyarakat agar para Acil di Lok Baintan lebih terasah lagi dalam memanfaatkan media sosial sebagai media promosi yang kuat, juga turut melestarikan budaya lokal,” ujarnya.

Selanjutnya, Kaprodi MIKOM Marhaeni Fajar Kurniawati yang juga hadir dalam kegiatan ini mengharapkan para Acil jukung di Lok Baintan sebagai corong terdepan bagi pariwisata di Lok Baintan hendaknya dapat menjadi duta bagi kemajuan pariwisata di lokasi wisata, juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi turis domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Pasar Terapung. (RILIS-RDM/APR)

2024, Panti Sosial Fajar Harapan Lanjutkan Program Karakter dan Sikap Mandiri

Banjar – Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF) Fajar Harapan adalah sebuah panti sosial yang mengemban tugas dan tanggung jawab dibidang pembangunan kesejahteraan sosial dengan memegang standar pelayanan untuk melalayani disabilitas netra dan fisik.

Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri saat ditemui di panti sosial tersebut mengatakan, tahun 2023 pihaknya telah melakukan program untuk membentuk karakter dan sikap yang mandiri bagi disabilitas.

“Pada tahun 2023 secara program, telah terlaksana dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal, program rehabilitasi sosial yang kami kerjakan dengan tujuan membentuk sikap dan perilaku mandiri agar mereka bisa beradaptasi dengan masyarakat,” ucapnya, Selasa (30/1).

Kepala PRSPDNF Fajar Harapan, Jumri saat ditemui diruang kerjanya

Jumri menambahkan pada tahun 2024 ini akan ada beberapa program yang dijalankan dari hasil perkembangan evaluasi di tahun 2023

“Ada beberapa catatan kecil untuk kami evaluasi ditahun 2023 lalu, tentunya ini menjadi pembelajaran yang terus kami kembangkan dalam menentukan program di tahun 2024, salah satu nya dengan menghadirkan Instruktur Profesional dalam pembelajaran bimbingan tertentu seperti kelas musik dan lain-lainnya,” lanjutnya.

Jumri juga mengharapkan program kerja yang direncanakan pada tahun 2024 bisa mendapatkan hasil yang maksimal lagi, dan bisa membantu disabilitas netra dan fisik lebih berkembang lagi

“Di tahun 2024 kami menyiapkan program rehabilitasi sosial, kemudian program bimbingan seperti menghadirkan instruktur profesional diharapkan dengan rencana ini diserap sebaik-baiknya oleh disabilitas netra dan fisik, sehingga mereka bisa mandiri melalui keterampilan yang mereka kuasai,” tutupnya.

Untuk diketahui program kerja yang sudah berjalan di PRSPDNF Fajar Harapan di tahun 2024 ini seperti orientasi mobilitas, dimana program ini bertujuan untuk mengenalkan disabilitas netra dengan lingkungan luar panti dan diharapkan mendapat pengalaman dalam interaksi sosial untuk membantu mereka beradabtasi dengan lingkungan sosial nantinya. (BDR/RDM/APR)

Ziarah ke Makam Datu Kalampayan, Paman Birin Mendoakan Banua Diberikan Keberkahan dan Keselamatan

Banjar – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, berziarah ke Makam Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari pada Jumat (5/1) dinihari.

Ziarah rutin ke makam wali Allah ini selalu dilakukan Paman Birin dalam berbagai kesempatan.

Bertolak dari kediaman Mahligai Pancasila pada Kamis (4/1) tengah malam, Paman Birin beserta rombongan menuju kubah ulama besar Banua di kawasan Kalampayan, Astambul, Kabupaten Banjar.

Setibanya di sana, Paman Birin yang didampingi Guru Sufian Al Banjari, Guru H. Ahmad Daudi langsung menuju kubah.

Didepan kubah Datu Kalampayan, Guru Ahmad Daudi memimpin doa kepada Allah SWT untuk keberkahan dan keselamatan warga Banua.

Gubernur Kalsel saat berziarah ke makam Datu Kalampayan

Selepas ziarah, Paman Birin bersilaturahmi dengan warga sekitar. Kedatangan rutin Paman Birin ini pun disambut dengan senang oleh warga.

Paman Birin pun bersyukur, dirinya berserta rombongan bisa melakukan ziarah rutin di makam Datu Kalampayan.

“Alhamdulilah bersyukur diberikan nikmat kesempatan untuk senantiasa ziarah ke makam wali Datu Kalampayan. Kita memohon kepada Allah SWT, agar Banua kita selalu dilimpahkan keberkahan dan keselamatan dari segala bentuk bencana,” ungkap Paman Birin.

Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan memang menjadi salah satu makam wali Allah yang selalu dikunjungi warga dari seluruh Indonesia.

Datu Kalampayan adalah seorang ulama besar yang berasal dari Kerajaan Banjar di Martapura, Kalimantan Selatan yang lahir di Martapura, yang menjadi salah satu pusat keagamaan Islam di Indonesia pada abad ke-16.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari berperan besar dalam penyebaran Islam pada abad ke-18 dan merupakan pengarang Kitab Sabilal Muhtadin, yang menjadi rujukan bagi para mahasiswa yang mendalami agama Islam di Asia Tenggara dan Mesir. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Samsat Martapura Peringkat Pertama Capaian Pendapatan PAP Tertinggi di Kalsel

BANJAR – Unit Pendapatan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Martapura, menduduki peringkat pertama Dari 13 Unit Pendapatan Pajak Daerah (UPPD) di Provinsi Kalsel, dalam capaian realisasi penerimaan pajak air permukaan (PAP) ditahun 2023 ini. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalsel menargetkan PAP UPPD Samsat Martapura dengan nilai 4,8 milyar rupiah, dan telah tercapai sebanyak 4,9 milyar rupiah dengan persentase sebesar 102,4 persen.

Kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (19/12) Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, UPPD Samsat Martapura mendapat target murni PAP mencapai nilai 8 milyar rupiah. Dengan adanya target perubahan per November kemarin, total target yang ditetapkan Bapenda Provinsi Kalsel kepada UPPD Samsat Martapura sebesar 4,8 milyar rupiah.

“PAP target murni 8 milyar menjadi 4,8 milyar, dengan capaian 4,9 milyar atau dengan persentase 102,4 persen ditahun 2023 ini,” ucap Zulkifli.

Ia menambahkan, terdapat 3 sektor penyumbang PAP terbesar di Kabupaten Banjar. Yakni sektor kelistrikan, sektor pertambangan, dan sektor perkebunan. Dari 3 sektor tersebut, sektor kelistrikan menyumbang hampir 90 persen pendapatan PAP di Kabupaten Banjar.

“Di Kabupaten Banjar terdapat Waduk Riam Kanan yang digunakan untuk pemanfaatan kelistrikan sehingga menjadi penyumbang terbesar PAP,” lanjut Zulkifli.

Menurutnya pihaknya akan terus melakukan terobosan, dengan melakukan intensifikasi dan afeksifikasi untuk menemukan potensi baru yang dapat meningkatkan pendapatan PAP.

“Kami akan melakukan pendekatan dan sosialisasi, dengan harapan dapat menjadi salah satu wajib pajak kepada para perusahaan,” lanjut Zulkifli.

Ditahun 2023 ini saja, UPPD Samsat Martapura kembali melakukan pendekatan terhadap 2 PT perusahaan tambang di Kabupaten Banjar, yang salah satunya merupakan Perusahaan Daerah (PD) Baramartha, Kabupaten Banjar. (MRF/RDM/RH)

SMAN 2 Karang Intan Jadi Pilot Project Penerapan Kurikulum Geopark Meratus di Kalsel

BANJAR – Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalsel, dalam memberikan informasi kepada masyarakat, terkait Keberadaan Geopark Meratus. Mulai dari memasang plank petunjuk jalan lokasi-lokasi site geopark, mengajarkan kepada masyarakat tentang geopark, hingga menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalsel, terkait penerapan kurikulum Geopark Meratus di Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) se-Kalimantan Selatan.

Penerapan kurikulum geopark meratus tersebut membuahkan hasil, dimana SMA Negeri 2 Karang Intan, menjadi sekolah pertama yang menerapkan kurikulum geopark meratus, dan berhasil memberikan pengetahuan kepada para siswa dan siswi disekolah tersebut, akan adanya geopark meratus di Kalsel. Bahkan, para siswa dan siswi disekolah tersebut juga diberikan pelajaran ekstrakurikuler pewarnaan kain sasirangan, yang menjadi ciri khas kalsel dimata dunia.

Staf Badan Pengelola Geopark Meratus Kalsel, Nur Arif nugroho menyampaikan, penggunaan istilah geopark dikalangan luas masih sedikit diketahui oleh masyarakat awam. Meskipun situs-situs wisata geopark meratus sudah diketahui secara luas, namun masyarakat masih banyak yang belum mengetahui istilah geopark, sehingga pengenalan istilah geopark harus dilakukan kepada kaum millenial (anak-anak sekolah), sehingga mereka dapat bercerita kepada keluarga, teman-teman, hingga perkumpulan-perkumpulan yang melibatkan orang banyak.

Staff Badan Pengelola Geopark Meratus Kalsel, Nur Arif nugroho

“Penggunaan istilah geopark perlu diketahui masyarakat, karena ini merupakan salah satu penilaian yang nantinya menjadikan geopark meratus menjadi UNESCO Global Geopark,” ungkap Arif saat kegiatan field trip hari pertama Geopark Meratus, di SMA Negeri 2 Karang Intan Kabupaten Banjar, Sabtu (9/12) tadi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Karang Intan Suyati menyampaikan, dalam penerapan kurikulum geopark meratus di sekolah-sekolah, SMA Negeri 2 Karang intan merupakan SMA Negeri yang pertama kali, dalam menerapkan kurikulum tersebut, baik melalui ekstrakuliker, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Karang Intan Suyati

“Dalam penerapan kurikulum geopark meratus melalui ektrakurikuler, pihaknya mengajarkan para peserta didik, pembuatan kain sasirangan dengan motif lambang geopark meratus,” ucap Suyati.

Dilanjutkan Koordinator Pendidikan SMA Negeri 2 Karang Intan Fitri meldawati, Kurikulum Geopark meratus sudah pihaknya konsepkan sejak tahun 2022 yang lalu, dan dijalankan pada tahun 2023 ini melalui ekstrakuliker, dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Adapun berbagai ekstrakurikuler yang dilakukan, yakni pewarnaan kain sasirangan, menari, dan publik speaking.

“Hal ini dilakukan nantinya agar mendukung penilaian UNESCO,” tutup Fitri. (MRF/RDM/RH)

Theodor Kabakchiev Kembali Raih Posisi Pertama Uncle Hard Enduro 2023 di Kalsel

BANJAR – Rider asal Bulgaria, Theodor Kabakchiev, kembali berhasil meraih peringkat pertama pada kelas Pro Internasional kejuaraan Uncle Hard Enduro 2023.

Theodor yang sebelumnya juga meraih juara pada Uncle Hard Enduro 2022, berhasil tampil apik dengan raihan poin 50, meninggalkan Michael Walkner pada posisi kedua dan legenda balap trail ekstrem Graham Jarvis pada posisi ketiga.

Atas keberhasilannya itu, Theodor berhak mendapat hadiah berupa trofi dan uang tunai sebesar 4000 Euro.

Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur  Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor, di sirkuit Uncle Hard Enduro 2023, Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Minggu (19/11).

“Selamat atas keberhasilan seluruh rider (pebalap), terimakasih juga karena telah berpartisipasi, baik dari mancanegara, nusantara maupun pebalap lokal,” ujar Paman Birin (sapaan akrab).

Didampingi putranya, Sandi Fitrian Noor, Paman Birin yang menyaksikan seluruh jalannya pertandingan hari terakhir Uncle Hard Enduro 2023, mengaku bangga dengan semangat perjuangan peserta yang tidak menyerah meski sering mengalami kesulitan dalam menyelesaikan trek balap.

Pebalap asal Bulgaria, Theodor Kabakchiev saat melewati rintangan trek Uncle Hard Enduro 2023

“Ini ternyata membawa manfaat untuk penggemar balap trail di Banua kita, mudah-mudahan manfaat baik ini tidak hanya berimbas ke pebalap lokal kita, tetapi juga pebalap se Indonesia,” harap Paman Birin.

Paman Birin menilai, Uncle Hard Enduro memberikan warna tersendiri di dunia balap khususnya Kalsel. Ia berharap kejuaraan ini bisa memicu semangat pecinta otomotif Kalsel untuk mengharumkan Kalsel di dunia balap tingkat Nasional maupun Internasional.

“Apalagi kejuaraan seperti ini bukan hanya memerlukan keterampilan, tetapi juga stamina yang kuat. Saya nantikan pebalap berprestasi lainnya di Uncle Hard Enduro seri berikutnya,” tutup Paman Birin. (SYA/RDM/APR)

Perseroda Pasar Bauntung Batuah Upayakan Pedagang Konveksi Pasar, Bisa Tetap Eksis

BANJAR – Di tengah gempuran jual beli online saat ini, Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar berupaya agar pedagang tradisional khususnya bidang konveksi bisa tetap eksis.

Sejumlah kios di Pasar Batuah Martapura terlihat tutup karena sepi pembeli

Hal itu disampaikan Direktur Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah, di Martapura, Rabu (20/9).

Direktur Perseroda Pasar Bauntung Batuah Kabupaten Banjar, Rusdiansyah

Rusdiansyah mengakui, perkembangan digital membuat masyarakat lebih memilih berbelanja melalui e-commerce atau belanja online.

Imbasnya, dari total  776 kios khusus konveksi yang disiapkan di Pasar Batuah Martapura, ada sekitar 180 kios kosong karena pedagang gulung tikar atau memilih berjualan secara online.

Agar tidak semakin menyusut, pihaknya telah memberi beberapa tips kepada pedagang supaya bisa bersaing.

“Kita sosialisasi pedagang agar produk yang mereka jual di toko juga di foto lalu dipasarkan secara online,” ujarnya.

Menurut Rusdiansyah, media sosial dapat membantu pedagang membangun kesadaran merek, memperluas basis data pelanggan, dan terhubung dengan pelanggan saat ini.

Pihaknya juga mengimbau pedagang tidak menyetok barang dagangan terlalu banyak dan berimbas kerugian.

“Tren busana itu terus berkembang, kalau banyak yang tidak laku dikhawatirkan dagangan mereka dianggap ketinggalan zaman,” tuturnya.

Ia juga mengimbau pedagang agar memberi layanan terbaik kepada calon pembeli.

“Jadi pembeli merasa lebih nyaman belanja secara langsung daripada online,” tandasnya.

Dengan segala strategi yang mereka berikan kepada pedagang, Rusdiansyah berharap target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 800 juta tahun ini bisa tercapai.

“Target itu sudah termasuk dengan pajak parkir yang kita setorkan ke daerah,” bebernya. (SYA/RDM/RH)

Permudah Pelayanan Kepegawaian Dalam Usulan Jabatan Fungsional, BKPSDM Banjar Launching Aplikasi Si-JAFUNG

Martapura – Untuk mempermudah usulan pengembangan karir jabatan fungsional bagi PNS Pejabat Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, Pemkab setempat melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar meluncurkan Sistem Elektronik Usulan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional (Si-JAFUNG), Selasa (8/8) yang peresmiannya dilakukan oleh Kepala BKPSDM Banjar Erny Wahdini.

Dalam sambutanya Kepala BKPSDM Kab Banjar, Erny Wahdini menyampaikan melihat banyaknya jenis usulan layanan kepegawaian yang ada di BKPSDM jika masih menggunakan metode manual, dinilai tidak akan efektif.

“Dalam artian masih menggunakan berkas fisik, dapat dibayangkan seberapa banyak tumpukan kertas/dokumen yang ada di BKPSDM. Maka tidak sesuai dengan arahan Presiden RI yang menyatakan bahwa, reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas,” ujar Erny.

Sehingga menurutnya, harus ada inovasi untuk menjadi solusi agar usulan layanan kepegawaian tidak lagi menjadi tumpukan kertas.

“Oleh karena itu BKPSDM Kabupaten Banjar telah menghadirkan inovasi Si-JAFUNG (Sistem Elektronik Usulan Pengembangan Karir Jabatan Fungsional) yang diciptakan oleh Kasubbid Pengembangan Jabatan Fungsional Nova Dwi Riyanto,” ucapnya lebih lanjut.

Tujuan dari aplikasi ini, tambah Erny, diantaranya untuk mewujudkan Reformasi Birokrasi bukan tumpukan kertas serta Birokrasi lincah dan cepat.

“Semoga dengan adanya aplikasi ini dapat mempermudah usulan dan mempercepat proses usulan layanan kepegawaian,” tutupnya.

Seperti diketahui, inovasi seprti ini dinilai sejalan dengan amanat dari peraturan presiden nomor 95 tahun 2018 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik dan sesuai arahan Presiden RI Bapak Joko Widodo tentang reformasi birokrasi. Disana terdapat 3 point yang harus menjadi perhatian bersama. Yakni, Birokrasi yang berdampak, dirasakan langsung oleh masyarakat, Reformasi birokrasi bukan tumpukan kertas dan Birokrasi lincah dan cepat. (RDM/APR)

Warga Indra Sari Minta Wakil Rakyat Perjuangkan Bantuan Guna Tingkatkan Kesejahteraan

Banjar – Warga Desa Indra Sari Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar meminta Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperjuangkan bantuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Permintaan itu disampaikan Sekretaris Desa Indra Sari, Isti saat mengikuti sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail, pada Senin (7/8).

Isti menjelaskan dalam kegiatan sosialisasi tersebut, beberapa usulan masyarakat antara lain pengembangan lembaga karang taruna dan kegiatan PKK dalam rangka peningkatan ekonomi di bidang UMKM.

“Kami berharap kepada Pak Isra sebagai Wakil Rakyat dapat memperjuangkan usulan-usulan warga agar bisa terwujud,” terangnya.

Menanggapi usulan tersebut, Anggota DPRD Kalsel, Isra Ismail mengharapkan agar aspirasi yang disampaikan warga menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan Pemerintah Daerah, baik dari Pemprov Kalsel maupun Pemkab Banjar.

“Beberapa usulan yang disampaikan warga berkaitan pengembangan lembaga karang taruna dengan mengadakan pelatihan otomotif. Selain itu, warga juga berharap agar hasil produksi UMKM mereka bisa lebih dikembangkan. Hal ini tentunya perlu dukungan Pemda agar dapat memfasilitasi atau memberikan bantuan sehingga harapan warga bisa terpenuhi,” jelasnya.

Sementara, Ketua RT 11 Desa Indra Sari, Misno berharap warga dapat menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila yang disampaikan melalui sosialisasi ini sehingga semakin banyak yang mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Terimakasih kami sampaikan kepada Pak Isra yang sudah melaksanakan sosialisasi nilai-nilai Pancasila di desa kami. Semoga kami dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sosialisas nilai-nilai Pancasila ini yang juga dihadiri tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Desa Indra Sari menghadirkan narasumber yaitu Kepala Kesbangpol Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/APR)

Warga Binaan Lapas Narkotika Karang Intan Ikuti Skrining Tuberkulosis

BANJAR – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, antusias ikuti kegiatan investigasi kontak tuberkulosis (TB) dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan oleh Puskesmas Karang Intan 1 di Aula Ruang Kunjungan Lapas, Selasa (8/8).

Petugas Kesehatan Poliklinik Lapas Narkotika Karang Intan, Nanda menyampaikan, kegiatan investigasi kontak dan penyuluhan TB ini sebagai tindak lanjut atas temuan lima indeks kasus TB di Lapas Narkotika Karang Intan yang sedang menjalani pengobatan.

“Jadi hari ini 40 Warga Binaan diikutkan dalam investigasi kontak, untuk mencegah penularan TB di lingkungan Lapas,” ucap Nanda.

Sementara itu, Pengelola TB Puskesmas Karang Intan 1 Yuliani menyampaikan, berkat adanya koordinasi dengan Lapas Narkotika Karang Intan, membuat kegiatan investigasi TB bejalan lancar hingga akhir kegiatan.

“Hasil skrining didapati responden yang mengikuti investigasi, dari sembilan indikator yang ditanyakan rata-rata terdapat tiga pertanyaan yang mayoritas mereka positif,” ucap Yuliani.

Ia melanjutkan, dari kegiatan investigasi TB dan penyuluhan kesehatan yang dilangsungkan, diharapkan terditeksi lebih dini kasus TB di Lapas Narkotika Karang Intan dan mencegah penularan TB antar Warga Binaan sehingga meminimalkan angka kematian akibat penyakit TB di Lapas.

Untuk diketahui, pada pemeriksaan skrining TB, satu persatu warga binaan tertib mengikuti pemeriksaan yang dilakukan Petugas Puskesmas Karang Intan 1, yang terdiri atas kader TB Desa Lihung Kecamatan Karang Intan. Kader melakukan skrining kepada responden yang terindikasi TB dan kontak erat dengan pasien-pasien TB di Lapas Narkotika Karang Intan. (MRF/RDM/APR)

Exit mobile version