BANJAR – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banjar bakal mengembangkan sistem informasi pengelolaan industri nasional yang dirancang secara digital.
“Tentu ini merupakan langkah dalam membantu meningkatkan industri di Kabupaten Banjar,” ujar Kabid Perindustrian Diskumperindag Kabupaten Banjar, Lily Agustriana, baru-baru tadi.
Langkah ini juga ditunjukkan Pemkab Banjar, selain mengembangkan IKM di di wilayahnya, pihaknya akan menggelar pelatihan yang dikhususkan untuk masyarakat umum.
“Kami bekerjasama dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian itu dalam pelatihan pengelolaan digital yang diikuti masyarakat umum,” beber Lily.
Kendati begitu, ia mengungkapkan, tak hanya fokus pada program pengembangan industri secara digital saja, melainkan langkah strategis di bidang perindustrian juga tetap dilaksanakan optimal.
“Salah satunya pengembangan industri melalu pelatihan kain sasirangan dan cutting batu mulia. Selain itu, kami juga melakukan penyuluhan produk IKM pangan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJAR – Salah satu langkah strategis Pemkab Banjar untuk memitigasi permasalahan banjir yang sering terjadi di sejumlah wilayah adalah mengharapkan bendungan riam kiwa dapat segera terealisasi.
Posisi bendungan raksasa ini nantinya berada di dua desa di Kecamatan Paramasan yaitu Angkipih dan Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar, yang diprakirakan pelaksanannya pada 2023 mendatang dan bakal menelan biaya sebesar Rp1,8 triliun melalui APBN Kementerian PUPR.
Plt Kepala PUPRP Kabupaten Banjar, Muhammad Riza Dauly, menyampaikan, meski program tersebut bersumber pada anggaran pemerintah pusat. Tetapi, major project ini ternyata juga merupakan langkah strategis Pemkab Banjar.
“Kemarin, Bupati Banjar juga telah menyampaikan dan memohon agar pemerintah pusat dapat mempercepat proses pembangunan Bendungan Riam Kiwa,” ujarnya kepada Abdi Persada FM, baru-baru tadi.
Namun, saat ini tercatat ada sekitar 700 Hektar (Ha) lahan yang masih berstatus milik warga sekitar. Sehingga, Pemkab Banjar masih harus melakukan negosiasi terkait pembebasan lahan itu.
“Memang dari sisi pembebasan lahan pada 2021 lalu sudah dilaksanakan dan mudah-mudahan tahun ini bisa segera diselesaikan. Nah, paling tidak 2022 atau 2023 nanti pembangunannya bisa berlangsung,” bebernya.
Sebelumnya, Bupati Banjar Saidi Mansyur, ungkap Riza, juga sudah berdiskusi dengan pemerintah pusat supaya pembangunan Bendungan Riam Kiwa dipercepat.
“Karena ini salah satu langkah mitigasi kita untuk mereduksi jumlah air di daerah yang rawan terhadap banjir seperti Martapura dan sekitarnya,” ungkapnya.
Tentu, Riza mengungkapkan, agar program mitigasi banjir ini bisa berjalan lancar dan segera terealisasi, Pemkab Banjar dan Pemprov Kalsel bersama Balai Wilayah Sungai II terus melakukan koordinasi.
“Jadi, langkah-langkah apa saja yang dilakukan Pemkab Banjar ataupun Pemprov Kalsel kepada pemerintah pusat agar bendungan ini dapat terwujud tetapi kemungkinan pelaksanaannya tetap di 2023 karena masih fokus pembebasan lahan warga setempat,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan SMA/Sederajat Tahun 2022 selama dua hari yaitu 7 dan 8 Maret 2022 di salah satu hotel berbintang. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 orang pengelola perpustakaan SMA/Sederajat dari 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan kegiatan, Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie yang diwakili Sekretarisnya, Muhammad Ramadhan menyatakan rasa syukurnya bahwa ditahun 2022 ini, Kalsel diberi kesempatan untuk melaksanakan bimbingan teknis untuk pengelola perpustakaan sekolah.
Sekretaris Dispersip Kalsel, M. Ramadhan (kanan) didampingi Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar (kiri).
“Hal ini berkat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI sehingga melalui Bimtek ini, para pengelola perpustakaan sekolah di Kalsel akan mendapatkan tambahan wawasan, ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pengelolaan perpustakaannya dengan baik,” katanya, Senin (7/3).
Dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan Pasal 23 disebutkan bahwa setiap sekolah/madrasah menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan. Salah satu komponen standar untuk pengelolaan perpustakaan sekolah yang harus dipenuhi adalah tenaga pengelola perpustakaan sekolah yang terdiri atas pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan dan kepala perpustakaan memiliki tugas pokok, kualifikasi, atau kompetensi.
“Seorang pustakawan memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma II dalam bidang perpustakaan. Jika yang bersangkutan bukan berlatar belakang ilmu perpustakaan maka diharuskan mengikuti pendidikan dan pelatihan bidang perpustakaan. Salah satu pelatihan dimaksud adalah seperti yang kita laksanakan pada hari ini,” jelas Ramadhan.
Seorang pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan, lanjut Ramadhan, harus memiliki kompetensi profesional mencakup aspek pengetahuan, keahlian, dan sikap kerja. Aspek pengetahuan adalah pengetahuan tentang ilmu perpustakaan dan informasi, termasuk keahlian dalam pekerjaan-pekerjaan teknis pengelolaan perpustakaan, dan sikap kerja dalam melayani para pemustaka yang datang perpustakaan.
Ditambahkan Ramadhan, tugas Pemerintah Daerah dalam hal ini Dispersip Kalsel berdasarkan UU tersebut yaitu menetapkan kebijakan daerah dalam pembinaan dan pengembangan perpustakaan di wilayah masing-masing. Selain itu, mengatur, mengawasi dan mengevaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan di wilayah masing-masing serta mengalihmediakan naskah kuno yang dimiliki oleh masyarakat di wilayah masing-masing untuk dilestarikan dan didayagunakan.
“Salah satu tugas pembinaan tersebut adalah melaksanakan pembinaan terhadap para pustakawan dan tenaga perpustakaan, terutama pada hari ini untuk para pengelola perpustakaan sekolah di Kalsel,” tambahnya .
Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Adriati selaku narasumber kegiatan, mengharapkan melalui kegiatan pelatihan ini, para peserta mendapatkan wawasan terkait pengelolaan perpustakaan. Sehingga setelah kegiatan ini, mereka dapat menyiapkan perpustakaan sekolah masing-masing agar mendapatkan akreditasi untuk memastikan perpustakaan itu dikelola secara tertib, teratur dan profesional.
Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Adriati
“Sesuai data yang saya ketahui, dari 4 ribuan sekolah di Kalsel, baru 92 perpustakaan sekolah yang terakreditasi. Mudah-mudahan dengan adanya Bimtek ini, pengelola perpustakaan SMA/sederajat bisa menyiapkan perpustakaannya untuk diakreditasi,” harapnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARMASIN – Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin, memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan (Booster), selama dua hari di ruang mini Dewan Banjarmasin.
Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Iwan Ristianto, kepada wartawan pada Senin (7/3) menjelaskan, kegiatan vaksin ini bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin melalui Puskesmas S Parman, pemberian vaksinasi sebagai penunjang vaksin dosis 1 dan 2, terlebih adanya varian Omicron, maka tahap ketiga ini bertujuan untuk semakin menekan penyebaran COVID-19.
Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin, Iwan Ristianto, saat memberikan komentar pada media massa
“Aktifitas anggota Dewan ini lumayan padat yaitu turun langsung ke masyarakat,” ucapnya.
Iwan menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan (Booster) ini tidak hanya diperuntukan bagi anggota dewan dan keluarganya, tetapi bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer di lingkungan Sekretariat Dewan Banjarmasin, serta terbuka untuk umum.
“Vaksin digelar selama dua hari yaitu senin dan selasa, 7 hingga 8 Maret 2022,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Darma Sri Handayani menilai, pihaknya mengapresiasi vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan (Booster) terlebih lagi kegiatan ini diperuntukan seluruh anggota dan keluarga dewan. Ia berharap edukasi ini akan membuat warga untuk melaksanakan vaksin, apalagi yang sudah divaksinasi dosis pertama dan kedua, untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Anggota Komisi I DPRD Kota Banjarmasin, Darma Sri Handayani
“Meski sudah divaksin booster, kita juga harus tetap disiplin protokol kesehatan,” tutupnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan (Booster), dimulai jam 10.00 – 12.30 WITA, telah diikuti hampir 40 orang, terdiri dari anggota DPRD dan sebagian keluarga, para Aparatur Sipil Negara dan honorer di lingkungan Sekretariat Dewan Banjarmasin. Vaksin berjenis Pfizer dan AstraZeneca, disediakan sebanyak 7 vial. (NHF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemprov Kalsel menggelar coffee morning di ruang rapat Iberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Senin (7/3).
Dipimpin Wakil Gubernur Muhidin, Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar serta Asisten I Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, kegiatan bulanan ini membahas tentang persiapan konferensi W20 (Women 20), pelaksanaan vaksin, pendorong perekonomian di Kalsel, serta kompetensi inovasi pelayanan publik (KIPP).
Dalam paparannya Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar meminta seluruh SKPD dapat segera menentukan sektor dan program yang berpotensi tinggi untuk meningkatkan perekonomian provinsi ini.
“Sehingga dalam penyusunan renstra (rencana strategis) masing-masing SKPD dapat terakomodir. Baik dari penyesuaian anggaran, sumber dana, serta target capaiannya,” ucap Roy.
Selama ini menurut Roy, sumber perekonomian di Kalsel masih dipengaruhi oleh sektor pertambangan batubara dan perkebunan sawit.
Untuk batubara sendiri Roy meminta agar SKPD dapat merancang pengembangan seperti industri hilirisasinya yang tentu dapat lebih meningkatkan pendapatan Kalsel. Sedangkan dalam hal perkebunan Roy meminta agar SKPD dapat meningkatkan hasil produktifitas setiap hektarenya.
“Kita harus perhatikan bibit dan pupuk yang dipakai oleh kebun sawit rakyat agar hasil produksinya dapat meningkat,” pintanya.
Selain peningkatan ekonomi, Roy juga membahas tentang pencegahan stunting serta pemaksimalan vaksinasi kepada lansia terutama vaksin kedua dan booster (ketiga).
Sementara itu Wagub Kalsel Muhidin meminta agar seluruh SKPD dapat melaporkan hasil capaian setiap bulannya secara transparan kepada Sekda Kalsel. (SYA/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel sebentar lagi akan mengadakan perhelatan kegiatan Musabawah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX tahun 2022 pada Oktober mendatang. Persiapan pun telah dilakukan lingkup SKPD Provinsi Kalsel dibidang-bidang yang telah ditentukan, salah satu SKPD yang bersiap yakni Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel, yang berkoordinasi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalsel dibidang persiapan Trofi, Cinderamata dan Souvenir, dan pada Rabu (9/3) mendatang, Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah Istri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akan mengumumkan Desain kain sasirangan yang terpilih untuk dijadikan sebagai Souvenir MTQ Nasional 2022.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel Mahyuni, kepada Abdi Persada FM, pada Senin (7/3).
Mahyuni menyampaikan bahwa Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Raudhatul Jannah menginginkan Souvenir Kain sasirangan pada ajang MTQ Nasional ke XXIX tahun 2022 nantinya harus benar-benar desain yang baru dan menunjukkan kualitas yang benar-benar elegan.
“Hari rabu nanti Ibu Raudhatul Jannah selaku Istri Gubernur Kalsel akan mengumumkan desain terpilih, 9 maestro desain sasirangan nantinya semua diundang,” ungkap Mahyuni.
Mahyuni menambahkan, terkait harga kain sasirangan yang akan menjadi cinderamata pada ajang MTQ Nasional XXIX tahun 2022 nanti, para maestro kain sasirangan menganggarkan harga kurang lebih Rp. 200.000 perkainnya, dikarenakan kualitas desain dan kestabilan warna yang menjadi penentu harga produk kain sasirangan.
“Ada 1 hal yang menjadi diskusi kami bersama Dekranasda Provinsi Kalsel, di E-Catalog local kita harga sasirangan kurang lebih Rp. 125.000, dan para Maestro kain sasirangan tidak bisa bisa menjual kain sasirangan dengan harga itu, karena mereka menjual kualitas Desain, Bahan, dan Warna,” tutup Mahyuni. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Kurang lebih satu bulan lagi, Ramadhan akan kembali tiba. Namun sayangnya, jelang bulan suci bagi kaum Muslimin ini, sejumlah harga barang kebutuhan masyarakat justru mengalami peningkatan. Sebut saja gas elpiji non subsidi, untuk wilayah provinsi Kalimantan Selatan, kenaikan harga mencapai Rp94.000 untuk tabung Bright Gas 5,5 kilogram, dan Rp197.000 untuk tabung Bright Gas 12 kilogram.
Barang kebutuhan lainnya, yang seringkali mengalami kenaikan bahkan mungkin kelangkaan jelang Ramadhan, adalah daging. Baik daging ayam maupun daging sapi. Karena alasan itulah, maka Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, meminta seluruh jajaran SKPD terkait, memastikan kondisi stok dan harga, untuk memastikan seluruhnya tersedia saat Ramadhan, dan harga pun masih dapat terjangkau.
Akhir pekan lalu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi bersama tim, melaksanakan monitoring ketersediaan dan harga daging sapi serta ayam ras, ke sejumlah pasar tradisional dan modern di 3 kabupaten/kota.
Kepala Disbunak Kalsel monitoring stok dan harga daging di pasar
Yakni di kota Banjarmasin dilakukan di pasar Sentra Antasari, Kuripan, dan 2 pasar modern. Sedangkan di kota Banjarbaru, monitoring dilakukan di pasar Bauntung serta satu pasar modern Hypermart, dan di kabupaten Banjar digelar di pasar Sekumpul serta pasar Batuah.
“Monitoring ini dilaksanakan, untuk mengetahui ketersediaan dan kemungkinan terjadinya kenaikan harga daging sapi dan ayam ras di Provinsi Kalimantan Selatan, akibat terjadinya kenaikan harga daging sapi di pulau Jawa,” jelas Suparmi.
Pada pasar tradisional, harga ayam daging segar terpantau sebesar Rp.135.000 per kilogram. Sedangkan harga daging ayam ras Rp.55.000 per 2 kilogram. Sementara pada pasar modern, harga daging sapi beku dibanderol Rp.133.000 per kilogram, dan untuk ayam beku Rp.55.000 per 2 kilogram.
“Kebutuhan dan ketersediaan daging sapi dan ayam ras pada pasar tradisional serta modern, kami nilai cukup, dengan harga yang relatif stabil dan terjangkau daya belinya oleh masyarakat konsumen,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi indikasi, bahwa kenaikan harga daging sapi di pulau Jawa belum terlalu berdampak pada kenaikan harga daging sapi dan ayam ras di Provinsi Kalsel. Stok daging sapi dan daging ayam ras, juga cukup tersedia dengan kenaikan harga yang tidak terlalu signifikan. Meski begitu, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi, akan tetap rutin memonitoring kondisi ini, untuk memastikan stok dan harga di masyarakat, terutama jelang dan selama Ramadhan tahun ini. (RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Tidak berapa lama lagi agenda besar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXIX tahun 2022 akan diselenggarakan di Kalsel. Penyelenggaraan MTQ Nasional ini sudah lama dinanti-nantikan Pemprov Kalsel, mengingat lebih dari 50 tahun Provinsi Kalsel tidak menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ, sehingga untuk mensukseskan penyelenggaraan MTQ, seluruh SKPD lingkup Provinsi Kalsel diharapkan dapat bersinergi.
Hal ini disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam arahannya yang dibacakan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Kalsel Mujiyat, saat menjadi pembina upacara apel gabungan awal bulan maret tahun 2022, di halaman Kantor Setdaprov Kalsel pada Senin (7/3).
Gubernur menyampaikan, beberapa agenda besar telah menunggu ditahun 2022 ini, salah satunya yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2022, yang direncanakan diselenggarakan pada bulan Oktober. Sehingga agenda besar ini harus disukseskan dengan cara bersinergi antar setiap SKPD lingkungan Kalsel. Sehingga seluruh kepala SKPD baik terlibat langsung atau tidak langsung harus saling berkoordinasi, berkonsolidasi untuk bekerjasama mensukseskan agenda tersebut.
Sahbirin Noor juga mengharapkan, publikasi dan promosi agenda MTQ Nasional kepada masyarakat harus lebih digaungkan, sehingga masyarakat dapat mengetahui dan turut serta hadir pada ajang perhelatan akbar ini.
“Mari kita terus bergerak maju dibidang pelayanan, dibidang kreatifitas, dibidang inovasi, dan mendorong budaya yang lebih baik,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)
TANAH LAUT – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, meninjau pelaksanaan Vaksinasi Bergerak di desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut, akhir pekan lalu.
Gubernur Kalsel menyerahkan bingkisan kepada warga pasca vaksin
Kedatangan Paman Birin disambut antusias dan gembira oleh perangkat desa, tokoh dan masyarakat desa.
Vaksinasi Bergerak yang dilaksanakan di Kantor Kepala Desa Pandahan, sejak pagi hari sudah dipadati warga yang ingin mengikuti vaksinasi.
Dikatakan Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, Vaksinasi Bergerak dan kegiatan lain sejenis merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19
“Capaian vaksinasi ini akan terus kita kejar, terutama untuk vaksinasi dosis kedua dan ketiga (lanjutan). Kita berharap capaian vaksinasi terus meningkat,” sebut Paman Birin.
Paman Birin juga selalu memberikan semangat kepada masyarakat, mulai dari anak-anak, orang dewasa, dan para lansia, agar mengikuti vaksinasi sebagaimana yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Insya Allah, semakin tinggi capaian vaksinasi, terutama dosis kedua dan ketiga, kekebalan kelompok akan terbentuk, sehingga pandemi ini dapat teratasi,” harapnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Sukamto mengatakan sasaran peserta vaksinasi di desa Pandahan sebanyak 500 orang, baik itu vaksinasi pertama, kedua, dan booster
“Sasaran vaksinasi bergerak di desa Pandahan ini ada sebanyak 500 orang, baik itu vaksinasi pertama, kedua, dan lanjutan (booster),” ujarnya.
Pelaksanaan Vaksinasi Bergerak di desa Pandahan ini sebut Sukamto, dibantu oleh Puskesmas Bati-Bati dan Puskesmas Bentok Desa.
Lebih lanjut Sukamto mengatakan, capaian vaksinasi di Kalsel untuk tahap pertama sebesar 92,31 persen, dosis kedua 56,90 persen, dan dosis ketiga 4,57 persen.
Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi bagi masyarakat di seluruh wilayah di Kalsel.
Sementara itu, Kepala Desa Pandahan, Alfian Taurus menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya, karena vaksinasi di desa Pandahan langsung dihadiri orang nomor 1 di Kalsel.
Pihaknya tidak kenal lelah untuk terus mengajak dan mengingatkan warganya untuk mengikuti program vaksinasi.
Turut hadir dalam kegiatan Vaksinasi Bergerak di Desa Pandahan, Sekda Tanah Laut, Dahnial Kifli, Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat, Plt Karo Perekonomian Setdaprov Kalsel, Subhan Yaumil. Plt Karo Umum Rospana. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARBARU – Meskipun suasana hujan menghiasi area perkantoran Gubernur Kalsel, namun tidak menjadi hambatan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel melaksanakan apel pagi gabungan awal bulan Maret pada Senin (7/3). Mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Kalsel Mujiyat menjadi pembina apel awal bulan yang diselenggarakan di Halaman Kantor Setdaprov Kalsel.
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh SKPD Lingkup Provinsi Kalsel yang terus berupaya memberikan yang terbaik bagi pembangunan di banua Kalsel.
“Saya ucapkan terima kasih kepada para pejabat, seluruh SKPD, dan tenaga kontrak di lingkup SKPD Provinsi Kalsel,” ucap Mujiyat membacakan sambutan Gubernur Kalsel.
Gubernur Kalsel juga mengharapkan kepada seluruh ASN yang menjalankan tugasnya tidak dengan sungguh-sungguh, agar dapat merubah sikap mereka menjadi lebih baik, untuk memberikan hasil yang maksimal kepada masyarakat Kalsel.
“Cara kerja dilingkungan Provinsi Kalsel harus dilaksanakan dengan perencanaan kerja yang sematang mungkin, sehingga para ASN harus merubah mental mereka menjadi lebih baik lagi,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)