PAD RSGM Kalsel Capai 50 Persen

BANJARMASIN – Pendapatan Asli Daerah hingga akhir Mei 2022, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, telah mencapai 50 persen.

Kepada Abdi Persada FM, Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Hadianto, Senin (20/6) sore mengatakan, tahun 2022 ini pihaknya menargetkan untuk pendapatan asli daerah sebesar Rp1,3 miliar, dan hasil sementara di akhir bulan Mei tadi, sudah tercapai sekitar Rp770 juta.

“Target ini sudah 50 persen, kami optimis akhir tahun akan tercapai seluruhnya,” ucapnya

Teguh menjelaskan, saat ini ada tiga jenis pelayanan di RSGM Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, seperti rawat jalan, rawat inap dan penunjang. Untuk rawat jalan ada beberapa pelayanan diantaranya oral diagnosa, poliklinik gigi umum dan poliklinik gigi spesialis, kemudian rawat inap melayani kelas I, II, III dan VIP, selanjutnya untuk penunjang ada laboratorium klinik, dental, radiologi gigi serta apotik.

“Kita melayani pasien umum dan BPJS Kesehatan, untuk UGD umum serta gigi buka 1×24 jam,” katanya

Lebih lanjut Teguh menyampaikan, saat ini pihaknya mempunyai terobosan baru, yaitu membuka konsultasi kesehatan gigi secara online yaitu lewat aplikasi whatsapp, warga bisa mengikuti akun IG @rsgmgha_banjarmasin, pelayanan dari hari Senin – Sabtu, mulai jam 09.00 WITA – 14. 00 WITA

“Rencananya dalam waktu dekat, juga akan dibuka pendaftaran secara online di RSGM,” pungkas Teguh.

Seperti diketahui, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel adalah Rumah Sakit Daerah yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, menggunaan teknologi modern, sehingga pelayanan kesehatan gigi yang diberikan kepada masyarakat selalu berkembang, seiring kemajuan ilmu pengetahuan. (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Perkuat SKPD Untuk Cegah Korupsi

BANJARBARU – Pada Selasa (21/6), bertempat di ruang rapat H Maksid Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi dan monitoring terhadap pencegahan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Rapat ini dihadiri Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar, dan didampingi Kepala Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan Rudy Mahani Harahap serta Asisten Pemerintahan dan Kesra Nurul Fajar Desira. Acara ini juga dihadiri sejumlah Kepala SKPD Lingkup Provinsi Kalsel.

Dalam paparannya Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar mengatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan program koordinasi dengan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam mencegah tindak pidana korupsi.

“Jadi, kedepannya itu bagi SKPD agar bisa melakukan pemetaan terhadap isu strategis, misalnya penanganan stunting dan tim yang bertanggung jawab untuk dapat mengatasinya, serta mengevaluasi setiap 3 bulannya,” ucap Roy.

Roy menambahkan, bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalsel, pihaknya akan berupaya meningkatkan pendapatan daerah dengan memprioritaskan dua sektor, seperti pendapatan Pajak Air Permukaan (PAP) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

“Sehingga, kolaborasi SKPD Pemprov Kalsel bersama BPKP Kalsel harus optimal dalam mempercepat pembangunan Kalsel Makmur, Sejahtera dan Berkelanjutan,” tutup Roy.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Daerah Provinsi Kalsel Ahmad Fidayeen menyampaikan, terkait skor Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 89,01, pihaknya akan terus mengupayakan terjadi peningkatan agar sesuai target yang ingin dicapai, yakni sebesar 90,00.

“Peningkatan capaian MCP itu sebagai bentuk dari keseriusan kami dalam menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan akuntabel dan MCP ini penting bagi seluruh pemerintah daerah sebagai tolak ukur dalam pencegahan korupsi,” ucap Fidayeen.

Fidayeen menambahkan, pihaknya mengapresiasi langkah-langkah SKPD yang sudah melakukan upaya terhadap pencegahan korupsi di Kalsel. (MRF/RDM/RH)

Pemkab Banjar Siap Sertakan Modal Untuk PT AM Intan Banjar Meski Ada PR

BANJARBARU – PT Air Minum Intan Banjar diusianya yang genap 34 tahun bakal mendapatkan kembali penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.

Bupati Banjar Saidi Mansyur saat menyerahkan nasi tumpeng secara simbolis kepada Staf Gubernur Ekobang Kalsel Suparno

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengungkapkan keberadaan perusahaan penyedia air bersih yang ditunjuk pemerintah ini telah memiliki perkembangan cukup pesat. Selain berstatus perseroda cakupan jalur pendistribusiannya pun mulai meluas di sejumlah wilayah.

“Kerjasama ini juga terjalin cukup lama bahkan beberapa inovasi sudah dilakukan PDAM baik melalui pelayanan dan kami berpesan tidak lupa mengingatkan untuk terus meningkatkan etos kerja, transparansi serta adanya integritas dalam melayani pelanggan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, usai menghadiri apel gabungan HUT ke 34 PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda), di Banjarbaru, Selasa (21/6) siang.

Sebagai bentuk keseriusan Pemkab Banjar, penyertaan modal pun bakal diberikan. Akan tetapi, dalam bentuk hibah aset.

“Yang diketahui prosesnya juga cukup panjang dan mudah-mudahan bisa membantu dalam hal pelayanan sekaligus memberikan semangat bagi seluruh jajaran di PT Air Minum Intan Banjar,” ungkap Bupati Banjar Saidi Mansyur.

Namun dirinya membeberkan masih ada beberapa pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh perusahaan penyedia air bersih ini.

“Ada beberapa yang harus dicarikan solusi oleh PT Air Minum Intan Banjar dari beberapa wilayah yang saat ini masih minim air bersih,” ungkapnya.

Sementara itu Pemprov Kalsel melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekobang Suparno juga mengharapkan agar pelayanan pendistribusian air bersih dapat ditingkatkan agar bisa menjadi kebanggaan warga di dua wilayah.

Staf Ahli Gubernur Ekobang Kalsel Suparno saat memotong nasi tumpeng didampingi Kepala Bappeda Kota Banjarbaru Hanafi pada perayaan HUT ke 34 PT Air Minum Intan Banjar

“Diutamakan pelanggan yang mengalami keluhan harus tanggap dilayani. Terutama harus dilayani sepuas-puasnya,” harapnya.

Menanggapi itu, Dirut PT Air Minum Intan Banjar Syaiful Anwar mengatakan keberadaan sarana prasarana air minum (SPAM) Banjarbakula yang diketahui sudah berfungsi dengan baik menjadi langkah strategis mengentaskan permasalahan penyediaan air bersih ke pelanggan.

“Kemarin uji fungsi 250 liter per detik dengan mengalirkan 70 pertiga Landasan Ulin tepatnya di Peramuan dan itu ada tanda-tanda yang baik semoga suplainya bisa naik di 350,” tuturnya.

Salah satu upaya atau bentuk penanganan krisis air bersih, pihak PT Air Minum Intan Banjar terus menerjunkan fasilitas mobil tangki air yang saat ini terus dilakukan sebagai wujud pelayanan.

“Kami terus terjunkan fasilitas itu. Yang jelas pelayanan terus kami perbaiki dan ini menjadi komitmen prioritas perusahaan,” tutup Dirut PT Air Minum Intan Banjar Syaiful Anwar. (RHS/RDM/RH)

Paman Birin Minta, Persiapan MTQ Nasional XXIX Dimantapkan

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sulkan SH MM, meminta semua pihak terkait, memantapkan persiapan pelaksanaan MTQ nasional XXIX Tahun 2022.

Hal itu disampaikan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel ini dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalsel di Banjarmasin, pada Selasa (21/6).

Disebutkan Paman Birin, momentum berharga ini harus mampu dimanfaatkan secara maksimal, sehingga Provinsi Kalsel tidak hanya sukses penyelanggaraan selaku tuan rumah, tapi sukses prestasi yaitu menjadi juara.

“Saya minta kepada semua pihak yang terlibat dalam kepanitiaan penyelenggaraan MTQ nasional ke-29 agar terus bergerak cepat untuk menyempurnakan dan mematangkan rencana-rencana dengan sisa waktu sekitar 4 bulan ini,” pesan Paman Birin.

Disebutkan juga, Kalsel selama ini dikenal banyak memiliki ulama-ulama besar serta didukung pendidikan Al Quran yang tersebar di mana-mana, tentu hal itu menjadi peluang yang besar untuk tampil sebagai provinsi terbaik di bidang tilawah Al Quran.

“Karena itu kita harus membuktikannya pada MTQ nanti yang berlangsung di Banua kita sendiri. Di beberapa MTQ Nasional terakhir ini, Provinsi Kalsel masih belum mencapai prestasi yang menggembirakan. Inilah momentum kebangkitan untuk mengukir prestasi terbaik dan tertinggi secara nasional,” terang Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, Ahmad Solhan menambahkan, persiapan panitia untuk penyelanggaraan MTQ tengah berjalan, sesuai tugas masing-masing bagian.

“Saat ini masih tahap lelang Event Organizer (EO) yang akan melaksanakan rangakaian kegiatan,” ujarnya.

Secara singkat disebutkan, pembukaan MTQ nantinya berlangsung di Kiram Park Kabupaten Banjar. Sedangkan lokasi lomba tersebar pada beberapa titik di kota Martapura, Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

Sementara itu, terkait Rakerda, Kepala Wilayah Kementerian Agama Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan, LPTQ perlu melakukan kajian-kajian dan perbandingan dengan daerah lain, sehingga tidak terpaku pada kualitas Qari/Qariah yang dimiliki.

Kemudian disarankan, kegiatan LPTQ tidak sebatas untuk pelaksanaan MTQ atau STQ, namun terus melakukan pembinaan dan kaderisasi Qari/Qariah yang berkelanjutan.

Di tempat yang sama, Sekretaris LPTQ Provinsi Kalsel, Ahmad Bugdadi menyebutkan, tujuan rakerda adalah untuk mengevaluasi kinerja dan konsolidasi organisasi se- Kalsel.

Rakerda yang dijadwalkan berlangsung 21-22 Juni 2022 itu diikuti LPTQ darib13 kabupaten/kota.

Narasumber dari pemprov, kanwil kemenag, dan Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama atau Sekretaris LPTQ Nasional. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Taman Budaya Kalsel Gelar Lomba Perdana Gamelan Banjar

BANJARMASIN – Demi memperkenalkan kesenian Gamelan Banjar, Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar lomba di tahun 2022.

Salah satu lomba yang dibuka Taman Budaya Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Taman Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Suharyanti, pada Senin (20/6) mengatakan, dalam program Ragam Pesona Budaya Banjar tahun 2022 ini telah dipilih lomba Gamelan Banjar, sebagai bentuk memperkenalkan kesenian asli bagi masyarakat secara luas, dan tentu dapat semakin meningkatkan kreativitas para seniman di banua.

“Lomba Gamelan Banjar ini, perdana digelar dan dibuka untuk umum,” ucapnya

Suharyanti menjelaskan, selain lomba Gamelan Banjar, pihaknya juga menggelar lomba Bakisah Bahasa Banjar dengan Tema Cerita Rakyat Kalimantan Selatan, dan Tari Pedalaman yang dibuka untuk kalangan pelajar SMA/sederajat. Dalam lomba Tari Pedalaman ini tujuannya agar mengetahui lebih spesifik tarian khas Dayak Kalsel. Sedangkan lomba Bakisah Bahasa Banjar, sebagai upaya meningkatkan inovasi dan kreatifnya bagi regenerasi.

“Para Juri untuk tiga lomba ini nanti, dalam memberikan penilaian masing-masing yang berkompeten di bidangnya,” jelas Yanti.

Lebih lanjut Yanti menambahkan, sejak lomba dibuka sejak 17 Mei – 17 Juni 2022 secara daring, kemudian diperpanjang hingga 17 Juli 2022. Ia berharap lomba ini dapat semakin meningkatkan kemajuan karya seni di Kalimantan Selatan.

“Peserta dapat mempersiapkan penampilan yang terbaik dari sekarang, sebelum digelar lomba,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Ribuan Warga Terdampak COVID-19, Dapat Paket Bantuan Dari Polda Kalsel

BANJARMASIN – Polda Kalimantan Selatan mengadakan bakti sosial dan menyerahkan bantuan sosial, kepada warga yang ekonominya terkena dampak pandemi COVID-19.

Baksos dan Bansos tersebut, dilepas langsung Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto bertempat di Depan Gedung RTMC Dit Lantas Polda Kalsel, pada Senin (20/6).

Suasana baksos dan bansos Polda Kalsel

Kegiatan yang dihadiri Kapolda Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda dan Pejabat Utama Polda Kalsel ini mengusung tema “Polri yang Presisi Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh”.

Sebelum melepas bantuan kepada masyarakat, Irwasum Polri didampingi Kapolda Kalsel beserta Pejabat Utama Polda Kalsel lebih dahulu menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada perwakilan warga. Diantaranya Mustafa (Buruh), Rais (Tukang becak), Arbani (Tukang ojek), Maulana (Tukang parkir), dan Rikmi (Sopir).

Total sebanyak 1.725 paket bantuan dibagikan Polda Kalsel dengan sasaran penerima yakni tukang ojek, buruh, juru parkir, sopir, dan tukang becak. Selain itu, bantuan sosial ini juga dibagikan kepada PP Polri, Kaum Dhuafa, Panti Asuhan, keluarga korban COVID-19, dan anggota dan purnawirawan Polri yang sedang sakit.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i mengatakan Bakti Sosial (Baksos) dan Bantuan Sosial (Bansos) ini digelar serentak se-Indonesia, dalam rangka memeringati Hari Bhayangkara ke-76 yang jatuh pada 1 Juli 2022 mendatang.

“Bantuan berupa paket sembako ini akan dibagikan secara door to door atau langsung ke rumah warga yang membutuhkan sebagai salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara ke-76. Semoga bantuan ini bermanfaat, khususnya bagi masyarakat penerimanya,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto melalui Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa’i.

Usai pelaksanaan pelepasan, Tim Distribusi Bansos, Kapolda Kalsel beserta Pejabat Utama Polda Kalsel dan Bhayangkari Daerah Kalsel mengikuti kegiatan video conference bersama Mabes Polri. (POLDAKALSEL-RIW/RDM/RH)

Komisi IV DPRD Kalsel Sampaikan Sejumlah Permasalahan di Daerah ke KEMENPAN-RB

BANJARMASIN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kunjungan kerja ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB) Republik Indonesia di Jakarta, Jumat(17/6).

Suasana kunjungan Komisi IV DPRD Kalsel ke KEMENPAN-RB

Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Abdul Hasib Salim menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi fokus pembahasan dari keresahan di daerah Kalsel dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, permasalahan yang dikemukakan antara lain, terkait rencana penghapusan tenaga honorer, gaji dan tunjangan CPNS dan PPPK, sistem outsourcing dan masalah bonus untuk atlet yang berprestasi.

“Pertemuan tadi saya rasa sangat efektif, efisien, dan sangat cair sekali. Kami mempertanyakan beberapa hal yang menjadi persoalan di daerah, baik dari lingkungan kementerian pendidikan, kesehatan serta juga pemuda dan olahraga,” ungkapnya, baru-baru tadi.

Hasib Salim juga sempat menyinggung terkait pembayaran honor bagi PPPK yang sampai saat ini belum terealisasi. Dalam pertemuan tersebut, ternyata diketahui bahwa ada mekanisme keuangan yang berbeda.

“Itu memang dana pusat, tapi melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Nah DAU ini kan alokasinya umum, mau ke mana itu kebijakan daerah. Di situlah yang terjadi lalu untuk alokasi khusus tenaga PPPK ini tidak terbayarkan karena dianggap tidak ada anggarannya secara khusus,” jelasnya.

Terkait permasalahan pemuda dan olahraga, Komisi IV DPRD Kalsel juga menyampaikan saran agar atlet-atlet yang mempunyai prestasi di bidang olahraga diharapkan mendapatkan semacam prioritas karena mereka membawa nama dan mengharumkan daerah.

“Kita sudah menyampaikan masukan-masukan bagaimana semestinya, dan yang diharapkan masyarakat terkait olahraga ini dan itu sudah menjadi catatan, mudah-mudahan terealisasi,” harapnya.

Untuk diketahui, rombongan Dewan Kalsel ini diterima oleh Pranata Humas pada Biro Data, Komunikasi dan Informasi Publik, Rangga Wisena. (NRH/RDM/RH)

Optimalisasi PAD, Komisi II DPRD Kalsel Kaji Banding ke BPKA DIY

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggali informasi terkait upaya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengunjungi Badan Pengelola Keuangan dan Aset di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Jumat (17/6).

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo mengatakan dalam pertemuan tersebut berlangsung diskusi tentang solusi-solusi khusus berupa kebijakan yang dapat meningkatkan PAD.

“Berbicara soal meningkatkan pendapatan daerah sudah barang tentu kami ingin menggali informasi sumber-sumber pendapatan daerah DIY,” kata Imam kepada wartawan, belum lama tadi.

Suasana Kunjungan Komisi II DPRD Kalsel ke BPKA DIY

Imam berharap dari hasil studi komparasi ini nantinya didapatkan solusi untuk meningkatkan PAD Kalsel diluar dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Untuk diketahui, rombongan Dewan Kalsel diterima oleh Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) DIY dan Kabupaten Bantul, Gamal Suwantoro didampingi Kepala Sub Bidang Retribusi Daerah, P. Dewi Admaja.

Turut berhadir Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Iqbal Yudiannor beserta Anggota Komisi II DPRD Kalsel diantaranya Habib Musa Assegaf, Habib Ahmad Bahasyim, Iskandar Zulkarnain dan perwakilan dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (Bakeuda) Kalsel. (NRH/RDM/RH)

PPDB Serentak di Kota Banjarmasin Dimulai

BANJARMASIN – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Banjarmasin dimulai serentak pada Senin 20 Juni 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi mengatakan, untuk pendaftaran siswa baru tingkat SD dan SMP Negeri mulai dilaksanakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi

“Pada saat ini untuk pendaftaran peserta didik baru telah dimulai di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Pendaftaran, lanjut Nuryadi, dilaksanakan secara online, namun untuk orang tua yang tidak paham mengenai pendaftaran secara online, maka bisa mendatangi sekolah yang dituju.

“Bagi orangtua yang tidak paham cara mendaftar online tersebut, maka bisa mendatangi sekolah,” ucapnya.

Selain sekolah, tambahnya, orangtua siswa pendaftar bisa juga ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Menurut Nuryadi, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, membuka posko tempat pendaftar untuk bertanya dan mendapatkan bantuan dalam hal melakukan pendaftaran secara online tersebut.

“Begitu juga di sejumlah sekolah tersedia posko untuk orangtua mendapatkan bantuan dalam pendaftaran online tersebut,” tutur Nuryadi.

Sedangkan, lanjutnya, tingkat SMP Negeri saat ini dibuka untuk jalur prestasi dan afirmasi, yang juga dilakukan secara online.

“Untuk tingkat SMP Negeri pada dari Senin ini untuk pendaftar melalui jalur prestasi serta afirmasi,” ucap Nuryadi. (SRI/RDM/RH)

Hibahkan Alat Tangkap ke Nelayan, Paman Yani Apresiasi Gubernur Kalsel

KOTABARU – Keinginan nelayan di pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu, Kalsel, akhirnya terwujud. Puluhan lebih bantuan hibah alat bantu tangkap untuk perairan laut berhasil diserahkan.

Yani Helmi (berpeci)didampingi Kadislautkan Kalsel Rusdi Hartono (tengah) saat menyerahkan mesin kepada nelayan di Desa Saran Tiung Kotabaru.

Menanggapi itu Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi menyambut baik serta mengapresiasi adanya bantuan itu. Selain dapat meningkatkan taraf hidup nelayan, aspirasi yang selama ini diperjuangkannnya di gedung parlemen ditingkat provinsi ikut terwujud.

Yani Helmi saat memberikan sambutan kepada nelayan yang hadir di Kantor Desa Sarang Tiung Kotabaru

“Dengan adanya bantuan alat tangkap ini tentu yang kita harapkan adalah produktitas nelayan agar dapat terus bangkit sebagai penopang perekonomian mereka. Keberadaan alat ini tentu sangat menbantu mereka,” ujar Politisi Partai Golkar ini, Minggu (20/6) sore.

Dengan bantuan ini, harap paman Yani (sapaan akrab), mampu meningkatkan semangat para nelayan baik di Kotabaru dan Tanah Bumbu dalam melakukan aktivitas mencari ikan.

“Melalui bantuan Pemprov Kalsel yang jelas hal ini bukan awal atau diakhir dari permulaan tetapi akan terus berkelanjutan,” ungkap legislatif yang membidangi ekonomi dan keuangan itu.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel Rusdi Hartono mengungkapkan bantuan alat untuk nelayan di dua daerah Kalsel yang disalurkan pihaknya itu merupakan wujud nyata kepedulian Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Ini adalah bentuk kepedulian serta perhatian paman Birin kepada nelayan pesisir. Yang mana, sebanyak sepuluh mesin telah diserahkan karena diketahui kelompok di Desa Sarang Tiung Kotabaru ini berjumlah 10 orang begitu juga di Kabupaten Tanah Bumbu,” bebernya.

Rusdi menyebutkan, sementara ini ada dua kelompok yang mendapatkan alat tangkap melalui hibah tersebut salah satunya di Desa Sarang Tiung, Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.

“Yang jelas ini dapat dimanfaatkan oleh nelayan secara maksimal dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” jelasnya.

Tak sampai disitu, ia membeberkan bahwa akan ada lagi bantuan lainnya untuk nelayan yang berada di pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu.

“Nanti ada lagi bantuan Gillnet dan Trammel net itu juga diperuntukkan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama Kepala Desa (Kades) Sarang Tiung Muhammad Yohanies mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Terlebih, aspirasinya sebagai perwakilan nelayan telah direalisasikan oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui perjuangan anggota DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi.

“Terutama kepada Gubernur melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel serta paman Yani yang telah membantu nelayan pesisir dalam keberlangsungan memenuhi kebutuhan dengan harapan dapat bermanfaat serta berkelanjutan yang diprogramkan oleh Pemprov Kalsel,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version