Berhasil Tuntaskan Hibah Barang Milik Negara, Paman Birin Terima Penghargaan Kemenkes RI

BANJARBARU – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Gubernur, Sahbirin Noor atas kepemimpinannya di provinsi Kalimantan Selatan. Kali ini, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, menerima penghargaan dari Kementrian Kesehatan RI, atas keberhasilan provinsi Kalsel menjadi 5 besar daerah di Indonesia yang berhasil menyelesaikan proses hibah barang milik negara (BMN).

Suasana saat penyerahan BMN tahap kedua

Penghargaan diberikan, karena Paman Birin dinilai memiliki komitmen tinggi menyelesaikan hibah BMN hingga tuntas, yakni selama 2 tahun terakhir ini.

Piagam penghargaan diserahkan Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes drg Murti Utami, langsung kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor di ruang Aberani Sulaiman, kantor Setdaprov Kalsel, Kamis (14/7) siang.

Paman Birin mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Kesehatan selama ini. Menurutnya, melalui koordinasi, komunikasi dan sinergi yang baik, antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, pihaknya dapat menyelesaikan persoalan-persoalan administratif yang menunjang kelancaran jalannya pemerintahan dan pelayanan publik di daerah, dalam hal ini pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan.

“Tahun 2022 ini, ada 9 Satuan Kerja yang menerima SK hibah BMN Kementerian Kesehatan, yang terdiri dari beberapa satuan kerja di tingkat Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Selanjutnya, Gubernur mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota yang hadir pada kesempatan ini, untuk memanfaatkan sebaik-baiknya segala sumber daya yang dimiliki, baik SDM, sarana-prasarana, serta fasilitas yang dimiliki, untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

“Saya mengajak kita semua untuk mendasari langkah-langkah yang kita lakukan ke depan, dengan niat yang tulus untuk bekerja, memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan menuju terwujudnya kualitas SDM yang berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes drg Murti Utami mengatakan, penghargaan diberikan kepada Paman Birin, karena komitmen menyelesaikan proses hibah BMN.

“Alhamdulillah Kalsel sudah bisa menyelesaikan seluruhnya pencatatan BMN, ini kerja keras dan komitmen Bapak Gubernur Kalsel beserta jajaran,” katanya.

Disampaikanya, Provinsi Kalsel menerima hibah BMN dengan nilai hampir Rp400 miliar yang terbagi di 28 Satuan Kerja, yang dilaksanakan dalam 2 tahapan. Pada tahap pertama 2021, sudah diselesaikan 19 Satker dan 2022 ada 9 Satker.

“Kalsel masuk 5 besar Provinsi yang telah menuntaskan hibah ini, selain DKI Jakarta, Yogyakarta, Bangka Belitung dan Bali,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Insiden Mati Lampu di Terowongan Mina, Jemaah Kalsel Dipastikan Selamat

MAKKAH – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel Muhammad Tambrin menegaskan, tidak ada korban jiwa atas kejadian mati lampu di terowongan Mina beberapa hari lalu.

“Semua jemaah haji yang saat kejadian berada dalam terowongan Mina tersebut semuanya aman dan terkendali tidak ada kepanikan,” tegas Tambrin yang saat ini sedang bertugas sebagai Pengendali Penyelenggaraan Ibadah Haji di Arab Saudi, pada Kamis (14/7)

Pernyataan Tambrin ini, sekaligus membantah kabar, bahwa kejadian mati lampu di terowongan Mina, mengakibatkan banyak korban jiwa, seperti informasi yang beredar di aplikasi obrolan online beberapa hari ini. Parahnya kabar hoax ini, juga menyertakan video korban jiwa. Padahal video tersebut tidak ada kaitannya dengan kejadian mati lampu di terowongan Mina.

Selanjutnya Tambrin menceritakan, mati lampu di Mina terjadi pada Minggu sekitar pukul 05.15 Waktu Arab Saudi (WAS) hingga 06.10 WAS, yang kemungkinan disebabkan korsleting arus pendek.

Saat kejadian, posisi jemaah yang berada di depan pos dihentikan oleh polisi Arab Saudi, sementara itu para petugas PPIH dan yang menyertai jemaah haji memberikan arahan dan memberi edukasi agar jemaah tidak panik dan tenang karena hanya beberapa saat saja mereka diminta menunggu perbaikan.

“Alhamdulillah tidak lama segera bisa diatasi oleh pihak Arab Saudi dan sekarang sudah normal kembali, tidak ada korban dan pemadaman cepat diatasi,” jelasnya.

Terakhir Tambrin mengimbau, kepada jemaah haji agar tidak mudah panik jika terjadi hal serupa atau masalah yang lainnya selama berada di Arab Saudi.

“Panik dapat menyebabkan situasi tidak kondusif, oleh karena itu harus tetap tenang,” pungkasnya. (KAKANWIL.KEMENAG.KALSEL-RIW/RDM/RH)

UPPD Samsat Martapura Gunakan WhatsApp Blast

BANJAR – Untuk mengingatkan para pelanggan Wajib Pajak dalam pembayaran pajak kendaraan bermotornya, sehingga tidak terjadi penunggakan pembayaran pajak, Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Martapura memperkenalkan aplikasi berkirim pesan WhatsApp Blast, yang diperuntukkan sebagai pengingat bagi pelanggan wajib pajak.

Hal ini disampaikan Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, Rabu (14/7) tadi.

Diungkapkan Zulkifli, dengan aplikasi yang pihaknya kenalkan pada April 2022 tadi, maka tujuan agar pelanggan wajib pajak tidak lupa atau telat membayarkan pajak motornya dapat diminimalisir, dikarenakan para pelanggan wajib pajak yang akan jatuh tempo pembayaran, akan mendapatkan notifikasi pesan.

“Agar tidak lupa, setiap awal bulan petugas Samsat selalu menginformasikan kepada WP. Di mana data ini didapat berdasarkan nomor telepon yang dicantumkan WP saat membayar pajaknya di layanan administrasi,” ucap Zulkifli

Zulkifli menambahkan, dengan adanya notifikasi pesan Whatsapp Blast, para pelanggan wajib pajak akan taat membayarkan kewajibannya, dikarenakan sangat disayangkan sekali apabila terlupa kapan jatuh tempo pembayarannya.

“Telat sehari saja sudah dianggap telat setahun. Denda yang harus dibayarkan pelanggan wajib pajak sebesar 25 persen dari pokoknya, hal ini Sesuai dengan peraturan yang berlaku,” lanjut Zulkifli.

Agar semua pelanggan wajib pajak mendapatkan notifikasi pesan dari Whatsapp Blast, pihaknya tak luka mencatat No Telpon pelanggan wajib pajak agar bisa dihubungi. Diharapkan Zulkifli, dengan diterapkannya aplikasi berkirim pesan whastapp Blast di UPPD Samsat Martapura, maka dapat meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor. (MRF/RDM/RH)

Seluruh Tempat Karaoke di Banjarmasin Disepakati Pajaknya 30 Persen

BANJARMASIN – Panitia Khusus Raperda Pajak Daerah DPRD kota Banjarmasin, menyepakati seluruh tempat Karaoke pajaknya sebesar 30 persen.

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Pansus Raperda Pajak Daerah DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, pada Rabu (13/7) menjelaskan, dari hasil sementara dalam rapat pembahasan pansus, untuk besaran pajak semua jenis tempat Karaoke, baik keluarga dan eksekutif tidak dibedakan, yaitu akan ditarik sebesar 30 persen.

“Pajak tempat karaoke apapun ditarik 30 persen,” ucapnya

Disampaikan Bambang, untuk Tempat Hiburan Malam seperti PUB dan Diskotik sebesar 40 persen. Hal itu menyesuaikan dengan undang-undang, karena seluruh THM bisa ditarik paling tinggi hingga 75 persen.

“Kami tarik THM ini yang mininum saja yaitu 40 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut Bambang menambahkan, untuk pajak restoran, disepakati tetap 10 persen, pihaknya tidak menaikkan. Rencananya pembahasan Raperda Pajak Daerah ini akan kembali dibahas terkait revisi besaran Pajak Penerangan Jalan Umum, dan Pertunjukan Kesenian Tradisional.

“Semua elemen masyarakat yang menyampaikan saran kita terima, agar setelah menjadi payung hukum, dapat berjalan maksimal di lapangan,” tutup Bambang. (NHF/RDM/RH)

Porseni ke 13 Politeknik se Indonesia di Banjarmasin Resmi Dibuka

BANJARMASIN – Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke 13 Politeknik se Indonesia di Banjarmasin, bertempat di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM, Kamis (14/7).

Penyalaan api obor Porseni ke 13 Politeknik se Indonesia di Banjarmasin

Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor menyampaikan, atas nama pribadi dan pemerintah memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Porseni di Kota Banjarmasin.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat memberikan sambutan

“Selamat datang kepada seluruh peserta Porseni dari 50 Politeknik se Indonesia dengan jumlah sebanyak hampir 2 ribu orang di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Gubernur juga berpesan, kepada para peserta untuk dapat bertanding dengan menjunjung nilai nilai sportivitas dan kejujuran.

Pada ajang Porseni ke 13 ini juga diharapkan mampu melahirkan, atlet atlet potensial untuk tanah air.

Seperti yang disampaikan Ketua Panita Porseni ke 13 se Indonesia di Banjarmasin Agus Pebrianto.

“Pada ajang Porseni ini kami berharap, dapat memberikan kontribusi yang baik sehingga, melahirkan atlet atlet berbangkat dan dapat berprestasi pada tingkat nasional dan internasional,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Agus, sudah ada atlet atlet dari Politeknik yang telah memberikan prestasi untuk bangsa ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan, atas pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Politeknik se Indonesia yang dilaksanakan di Kota Banjarmasin.

“Tentunya, dengan adanya ajang tingkat nasional ini, membuktikan jika Provinsi Kalimantan Selatan saat ini telah mampu melaksanakan kegiatan bertaraf nasional,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Hermansyah, pihaknya berharap akan adalagi kegiatan tingkat nasional lainnya, yang diselenggarakan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada ajang Porseni ke 13 Politeknik se Indonesia di Banjarmasin, diikuti oleh 50 Politeknik dengan jumlah peserta sebanyak 2 ribu orang, dengan mempertandingkan 15 cabang olahraga. (SRI/RDM/RH)

Isra Ismail Kuatkan Wasbang di Kalangan Mahasiswa

BANJAR – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi Golkar, Isra Ismail menggelar pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan peserta dari kalangan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin, bertempat di Kelurahan Kertak Hanyar II, Rabu (13/7).

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Isra berharap para mahasiswa dapat benar-benar menjiwai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Seperti di lingkungan kampus, mahasiswa diharapkan dapat menjiwai nilai-nilai Pancasila, dimana salah satu contohnya melaksanakan kegiatan gotong royong dan menjalin rasa persaudaraan dan sebagainya,” jelasnya.

Sementara itu, guru PPKn SMAN 4 Banjarbaru, Sugiswanto sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut menjelaskan kemajuan teknologi di bidang komunikasi dan informatika menjadi salah satu potensi yang melunturkan rasa persatuan dan solidaritas khususnya diantara sesama pemuda.

“Kita juga khawatir kalau potensi-potensi yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa ini melalui Wasbang ini tidak sampai, mahasiswa tidak komitmen dengan para pendiri negara kita, mau dibawa kemana nanti perjalanan bangsa ini,” jelasnya.

Sugiswanto juga menilai sosialisasi wawasan kebangsaan di kalangan mahasiswa ini sangat efektif karena mereka merupakan kaum intelektual sehingga nalar dan logika berpikirnya bisa melihat realitas kehidupan di masyarakat yang memiliki banyak persoalan dan itu berhubungan dengan wilayah legislatif.

Sedangkan, dosen STIMI Banjarmasin, Sampurna Wati menyambut baik kegiatan sosialisasi wasbang yang diikuti mahasiswanya.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, bisa lebih meningkatkan nasiolisme, bangga terhadap produk-produk dalam daerah, dan keputusan pemerintah Indonesia untuk kemajuan dunia pendidikan,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Ulama dan Umara Diharapkan Bersinergi Rawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

BANJARMASIN – Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suripno Sumas kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dengan tema ‘Peranan Ulama dan Umara dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Indonesia’ di Kota Banjarmasin, Selasa (12/7).

Suasana Sosialisasi Wasbang oleh anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

Suripno menyampaikan diangkatnya tema tersebut, selain berkaitan dengan wawasan kebangsaan, pihaknya juga menginginkan agar para Ulama dan Umara memiliki persepsi yang sama akan pentingnya sinergitas untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita ingin khususnya kepada Ketua-ketua RT dan RW bisa lebih mengenal dan meresapi kondisi saat ini dimana banyak sekali aliran yang tidak sepaham dengan apa yang diinginkan oleh negara dan bangsa ini. Kita sudah sepakati NKRI harga mati,” tegasnya.

Melalui ulama, lanjut Suripno, diharapkan memberikan pencerahan kepada para umara, yang diketahui para Ketua RT dan RW adalah umara yang posisinya berada di paling bawah.

“Jadi kita berikan kesepahaman, sehingga mereka bisa mengetahui dan memahami, seperti halnya terkait radikal. Maka dikupaslah radikal itu, sehingga para umara ini lebih mengenal kondisi adanya kelompok-kelompok radikal,” jelasnya.

Dengan memberikan gambaran seputar radikalisme, diharapkan mereka para umara lebih mengetahui terkait ekstrim dan radikal agar nantinya bisa mengantisipasi di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Sementara itu, terkait peranan ulama dan umara, Mantan Dekan Fakultas Dakwah UIN Antasari Banjarmasin, Mukhyar Sani sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut, mengutip sabda nabi dalam salah satu hadist, ada empat elemen yang harus bersinergi dalam tata pemerintahan, baik ditingkat bawah seperti Ketua RT maupun ditingkat atas.

Ia menjelaskan masing-masing elemen tersebut memiliki perannya masing-masing, diantaranya posisi Ulama sebagai pewaris Nabi harus memberikan pencerahan kepada umatnya. Sedangkan posisi umara yakni semaksimal mungkin menampilkan keputusannya yang adil, yang tidak memihak kepada yang tidak benar, tapi yang memihak kepada kebenaran.

“Artinya, umara itu harus menegakkan kebenaran tidak boleh tidak adil,” ingatnya.

Selanjutnya, keberadaan orang-orang kaya diniali penting, karena diharapkan mereka memberikan sumbangan harta kekayaannya sebagai wujud kedermawannya dan mempersempit jurang antara si kaya dan si miskin. Sementara keberadaan orang-orang miskin juga penting karena tanpa mereka tidak ada orang-orang kaya.

“Doa orang miskin itu sangat hebat, mereka doakan umara agar bersikap adil, kemudian orang kaya di doakan agar dermawan,” tutupnya. (NRH/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Terima Penyampaian RKU APBD (KUA-PPAS) TA. 2023

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Banjarmasin, menerima penyampaian Rancangan Kebijakan Umum APBD KUA dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara PPAS Tahun Anggaran 2023.

Menurut Ketua DPRD Kota Banjarmasin Harry Wijaya, kepada wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (12/7), delapan fraksi sudah menyampaikan pemandangan umum dan menerima KUA-PPAS tahun anggaran 2023 untuk dibahas ke tingkat selanjutnya.

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya

“Kita agendakan untuk segera dibahas,” katanya.

Harry menyampaikan, dalam pembahasan KUA-PPAS tahun anggaran 2023 ini bersama pemerintah kota, pihaknya akan menyoroti berbagai program, rencana kerja dan pembangunan yang ingin dicapai, agar dapat terealisasi. Mengingat hasil pembangunan yang baik seluruh masyarakat akan merasakannya.

“Dampak positif tentu terjadi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, dalam penyampaian KUA-PPAS tahun anggaran 2023 ini, telah disusun untuk menjaga berkesinambungan pembangunan di kota ini. Penyusunan tetap berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu sesuai visi misi “Baiman”. Ia berharap seluruh SKPD terus berupaya meningkatkan kinerja, efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan seluruh program tersebut.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina

“Peningkatan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, kemudian kemajuan pariwisata, pengembangan (UMKM) ekonomi kreatif, serta penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Sultan Suriansyah,” tutupnya.

Untuk diketahui, DPRD Kota Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna Tingkat I Perihal Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum APBD KUA dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara PPAS Tahun Anggaran 2023, di ruang Rapat Paripurna, pada Selasa (12/7). Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Harry Wijaya, didampingi unsur pimpinan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Matnor Ali, dan Tugiatno, dihadiri Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, kalangan legislatif dan eksekutif. (NHF/RDM/RH)

Kota Banjarmasin Menuju Zero Jamban

BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin membuka Sosialisasi Pengolahan Air Limbah Domestik Layanan Lumpur Tinja Terjadwal, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (14/7).

Sosialisasi Pengolahan Air Limbah Domestik di Kota Banjarmasin

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, pada sosialisasi ini Pemerintah Kota Banjarmasin mengundang seluruh camat, lurah serta lainnya.

“Diundang para camat dan lurah tersebut dengan tujuan, untuk dapat mengajak masyarakat untuk mengolah limbah domestik mereka,” ungkapnya.

Menurut Ibnu, Pemerintah Kota Banjarmasin dalam pengolahan air limbah ini, sudah dilaksanakan di wilayah pinggir sungai, seperti Kampung Hijau, Kampung Biru, serta lainnya.

Sehingga, lanjutnya, saat ini menyasar ketempat ke tempat lainnya, yang ada di Kota Banjarmasin.

“Dalam pengolahan air limbah di Kota Banjarmasin, diperlukan dukungan oleh semua pihak,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengajak warga pinggir sungai di Kota Banjarmasin agar dapat menggunakan WC atau toilet sendiri, tidak lagi menggunakan jamban.

“Untuk warga pinggir sungai yang ada di Kota Banjarmasin, agar tidak menggunakan jamban, diminta menggunakan WC atau toilet sendiri,” tuturnya.

Menurut Ibnu, saat ini Pemerintah Kota Banjarmasin terus menggalakkan gerakan untuk zero jamban di Kota Banjarmasin.

“Saat ini di Kota Banjarmasin sedang menuju zero jamban,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Bekali Sikap Toleransi Dalam Wasbang, Yani Helmi Sambangi SMKN 2 Simpang Empat

TANAH BUMBU – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Simpang Empat, Tanah Bumbu, terpilih sebagai satuan pendidikan yang mendapat pembekalan materi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dari Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi.

Pembekalan ini, selain dalam rangka menangkal radikalisme juga sebagai jembatan untuk memantapkan sikap tenggang rasa antar umat beragama sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kalsel.

“Selain ini merupakan kewajiban kami selaku legislatif di DPRD Kalsel, tentu wawasan kebangsaan juga bagian dari amanah Undang-Undang (UU) untuk disampaikan karena penting dalam menjaga kedaulatan negara kita Indonesia khususnya di Kalsel,” ujarnya usai Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Selasa (12/7) siang.

Pria yang akrab disapa paman Yani itu menyebut generasi muda perlu ditanamkan sikap cinta terhadap negara sejak di bangku pendidikan sebagai modal dalam mengantisipasi unsur negatif yang dapat merusak persatuan dan kesatuan.

“Mereka ini perlu diberikan treatment lagi untuk dapat menebalkan lagi keyakinan berbangsa dan bernegara. Sebutnya saja Pancasila sebagai ideologi dan persatuan adalah kunci mutlak negeri kita untuk tetap berdiri kokoh,” imbuhnya.

Peserta Wasbang yang diikuti rata-rata dari peserta didik SMKN 2 Simpang Empat Tanbu

Dirinya juga sempat bercerita soal sejarah merebut kemerdekaan Indonesia yang sekaligus dalam mempertahankan kedaulatan negara dengan cara mengusir penjajah baik pada masa kolonial belanda maupun kekejaman tentara jepang.

“Negeri ini pernah dijajah kan ini sungguh tidak mengenakkan. Jadi, tujuan utama ada sosialisasi ini adalah meyakinkan generasi muda yang siap menjawab tantang ke depan. Besok atau lusa negara Indonesia mau maju tergantung dari mereka sebagai penerus bangsa,” ungkap legislatif dari Dapil VI Kotabaru dan Tanah Bumbu membidangi ekonomi dan keuangan itu.

Terlepas itu, pada zaman serba canggih, ia juga tak bosannya mengingatkan kepada generasi muda agar jangan mudah terprovokasi terhadap penyebaran informasi hoax yang dapat menimbulkan perpecahan.

“Maka dari itu, kami hadir disini untuk menanamkan sikap cinta terhadap tanah air. Bahkan kabarnya ada yang mau mengubah ideologi Negara Indonesia tentu mesti dicegah kalau perlu ditangkal. Yang jelas tidak ada toleransi selain landasan dari Pancasila kita,” tegas paman Yani.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 2 Simpang Empat Kasidi mengaku bersyukur karena satuan pendidikannya terpilih untuk mendapatkan materi khusus pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang sangat bermanfaat bagi generasi muda yang melek digital.

“Yang jelas sangat bermanfaat sekali bagi peserta didik tentu ini menjadi pelajaran yang baik agar terus menjaga toleransi,” ucapnya.

Terlebih, menurutnya, peserta didik juga teredukasi dengan materi yang disampaikan tak hanya dampak negatif era digitalisasi, melainkan juga bagaimana memilah informasi agar tidak terjerumus pada tindak kejahatan.

“Bahkan disini penuh dengan toleransi selain muslim, juga ada pemeluk Hindu, Budha, mereka tetap saling menjaga dan saling menghormati. Harapannya tidak terjadi konflik yang dapat merugikan berbagai pihak,” tutupnya.

Dari pembinaan yang diberikan, politisi Partai Golkar ini juga mengajak Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel untuk turut serta membekali sikap cinta tanah air berlandaskan UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai empat pilar bernegara. (RHS/RDM/SYA)

Exit mobile version