Masyarakat Dinilai Agamis, Samsat Martapura Belum Prioritaskan Pelayanan Samkel Malam Hari

BANJAR – Untuk meningkatkan capaian pendapatan pajak kendaraan, beberapa UPPD Samsat di 13 Kabupaten – Kota se – Kalsel mengoperasikan Samsat Keliling (Samkel) hingga malam hari, salah satunya yakni UPPD Samsat Banjarbaru dengan Cafe Samsat nya, UPPD Samsat Balangan yang mengoperasikan unit Samkel hingga malam hari. Serta UPPD Samsat Banjarmasin II yang juga mengoperasikan Samkel hingga malam hari. Pengoperasian Samkel hingga malam hari ini tidak diikuti oleh UPPD Samsat Martapura, yang mencakup realisasi pembayaran pajak kendaraan wilayah Kabupaten Banjar.

Pada Kamis (20/10) sore, Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan alasan pihaknya tidak membuka pelayanan Unit Samsat Keliling (Samkel) hingga malam hari. Hal ini berkaitan dengan mayoritas masyarakat Kabupaten Banjar, yang terkenal dengan Kota Serambi Mekkah nya sangat jarang keluar malam, sehingga pelayanan Samkel hingga malam hari di kabupaten ini, dinilai hanya akan dinikmati sedikit masyarakat saja.

Ia melanjutkan, UPPD Samsat Martapura pernah melakukan Pelayanan Samkel hingga malam hari, tepatnya hal tersebut dilaksanakan pada tahun 2019. Namun pelayanan Samkel pada malam hari tersebut terkesan sepi. Bahkan, pihanya pernah hanya melayani 2 pelanggan wajib pajak saja saat di pelayanan Samkel pada malam Hari.

“Pengunjung atau wajib pajaknya sangat sedikit, tidak sebanding dengan pelayanan Samkel di siang hari,” lanjut Zulkifli.

Dilanjutkan Zulkifli, meskipun banyak UPPD Samsat di Kalsel yang membuka pelayanan Samkel pada malam hari. Pihaknya masih belum berani memprogram kan pembukaan Samkel pada malam hari di Kabupaten Banjar.

“Jadi memang kecenderungan masyarakat di Kabupaten Banjar membayar pajak pada siang dan pagi hari, tentu untuk sore hingga malam hari tampaknya masih belum banyak masyarakat yang melakukannya,” tutupnya. (MRF/RDM/RH)

Program Diskon Pajak Kendaraan Bermotor, UPPD Samsat Martapura Realisasikan 1 M Lebih

BANJAR – Sejak 3 Oktober 2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan kemudahan bagi masyarakat yang telat membayar pajak kendaraan bermotor mereka, dengan mengadakan Pengurangan dan Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), program Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) yang dijalankan di seluruh UPPD Samsat di 13 Kabupaten-Kota tersebut dilaksanakan hingga 24 Desember 2022 mendatang.

Program yang baru dilaksanakan selama 18 hari tersebut, yang terhitung sejak 3 Oktober hingga 20 Oktober di UPPD Samsat Martapura, telah berhasil menarik capaian pendapatan sebesar 1 milyar lebih hanya pada program pengurangan/diskon Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Hal ini disampaikan Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli, Kepada Abdi Persada FM, Kamis (20/10) sore tadi.

Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli

Zulkifli menyampaikan, baru 18 hari berjalan, program pengurangan denda untuk PKB di wilayah kerja UPPD Samsat Martapura sudah dapat mencapai Rp1 Milyar lebih. Hasil ini sangatlah memusakan, dikarenakan antusiasnya masyarakat Kabupaten Banjar dalam membayar pajak, disaat terdapat program Pengurangan dan Pembebasan PKB dan SWDKLLJ.

“Untuk Diskon/Pengurangan Denda PKB pada tanggal 3 hingga 7 Oktober menjadi capaian terbesar, yakni Rp582.421.400 ,” Ungkap Zulkifli.

Ditambahkan Zulkifli, total jumlah unit yang memanfaatkan program Pengurangan dan Pembebasan PKB dan SWDKLLJ, kebanyakan masyarakat yang memakai kendaraan Roda 2 (R2) dibanding Roda 4 (R4) , hal ini terbukti dari data yang pihaknya kumpulkan, dengan jumlah total sebanyak 1.664 untuk Kendaraan R2, dan 464 untuk kendaraan R4.

“Selama 18 hari kerja pelaksanaan program Pengurangan dan Pembebasan PKB dan SWDKLLJ. Jumlah Unit yang memanfaatkan program tersebut berjumlah 1.664 R2 dan 464 R4,” tambah Zulkifli.

Zulkifli melanjutkan, dengan adanya program Pengurangan dan Pembebasan PKB dan SWDKLLJ, besar harapan pihaknya dapat membuat masyarakat Kabupaten Banjar untuk membayar pajak kendaraan bermotor, dikarenakan program tersebut sangat memudahkan masyarakat untuk menghemat pengeluaran mereka, dalam membayar denda pajak kendaraan. (MRF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Minta UMKM Manfaatkan PKU

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) memanfaatkan pengembangan kapasitas usaha (PKU)

Kepada sejumlah wartawan, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, usai membuka secara resmi pengembangan kapasitas usaha (PKU), di Aula Gedung Candra Banjarmasin, pada Kamis (20/10) mengatakan, dengan adanya langkah dari PT Permodalan Nasional Madani Pusat, menggelar pengembangan kapasitas usaha, kepada UMKM yang bertujuan mengembangkan usaha. Ia meminta para UMKM setelah mendapatkan modal, akan digunakan membeli keperluan usaha, sehingga tidak hanya disasar pangsa pasar di kabupaten dan kota. Namun mampu hingga ke tingkat Nasional bahkan Mancanegara.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kalsel, Subhan Noor Yaumil, saat meninjau stand UMKM kerajinan tangan

“Kita apresiasi kegiatan ini, karen mulai bangkit bergerak kembali pasca pandemi COVID-19,” katanya

Disampaikan Subhan, dari hasil peninjauan ke beberapa stand produk usaha mikro kecil menengah (UMKM), perlu peningkatan dari segi kemasannya, agar menarik para pembeli, yang tentu akan berdampak meningkatkan kemajuan dalam usaha tersebut.

“Diskop UMKM Tenaga Kerja Banjarmasin akan membina para UMKM, terutama dari segi kemasan,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Divisi Jasa Manajemen dan Kemitraan PT Permodalan Nasional Madani Pusat, Mira Damayanti Hardjono, menjelaskan, pihaknya menggelar pengembangan kapasitas usaha, bertujuan mendorong para nasabah PNM, dapat meningkatkan pengetahuan pentingnya memiliki perizinan usaha, agar legal dan terjamin. Selain itu peserta didampingi dan dibimbing untuk mengikuti perkembangan zaman digital, sehingga dapat memperluas pasar usahanya melalui sosial media, supaya semakin dikenal dan laku baik di pasaran lokal, nasional, maupun online.

“Dengan peningkatkan fasilitas memberi kemudahan pembiayaan dari perbankan, dan berpeluang mendapat kesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa Pemerintah, serta menambah kesejahteraan keluarga,” tutupnya.

Salah satu UMKM Ayu Veteka, yang mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB)

Untuk diketahui, kegiatan pengembangan kapasitas usaha ini, dihadiri Perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Koperasi UMKM Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, dengan menghadirkan narasumber Ananda yang memberikan sosialisasi manfaat menggunakan Sosial Media untuk mempromosikan usahanya. Selain itu juga digelar penyerahan Simbolis bagi 1000 Nasabah Nomor Induk Berusaha (NIB). (NHF/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Bootcamp Kalselpreneurship 2022 Untuk Pelaku UMKM

BANJARBARU – Untuk mendorong Perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Era Digital seperti sekarang ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui inkubator bisnis dan teknologi borneo yang merupakaan binaan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kalsel melaksanakan Bootcamp Kalselpreneurship, di Aula Kantor Balitbangda Provinsi Kalsel pada Kamis (20/10).

Peserta Bootcamp Kalselpreneurship 2022

Kepala Balitbanga Provinsi Kalsel Muhammad Amin dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan Bootcamp merupakan salah satu cara menyeimbangkan layanan untuk para UMKM melalui teknologi yang mampu berintegrasi di dunia maya ataupun ruang fisik.

“Hal ini sangat dibutuhkan, mengingat disrupsi digital masih belum mencapai puncaknya dan kemungkinan akan akan terus terjadi,” ucap Muhammad Amin.

Muhammad Amin mengharapkan,dengan diadakannya Bootcamp Kalselpreneurship, diharapkan dapat memberikan dampak yang sangat positif bagi para UMKM, Seperti masukan – masukan yang dapat membangun.

“Akan ada banyak mentor, yang akan memberikan masukan kepada para UMKM dalam mengembangkan usaha mereka,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Inkubator Bisnis dan Teknologi Borneo (InBitek Borneo), Murwany Viviane Antang menyampaikan, dalam kegiatan kali ini, pihaknya memberikan materi landasan dasar bagi para UMKM untuk menuju arah digital yang sudah teruji dari para ahli UMKM.

Ketua Inkubator Bisnis dan Teknologi Borneo (InBitek Borneo), Murwany Viviane Antang

“Yaitu terkait transaksi digital, digitalisasi umkm melalui Mbizmarket, desain kemasan, digital marketing dan laporan keuangan,” ucap Murwany.

Murwany menambahkan, kegiatan Bootcamp Kalselpreneurship dilaksanakan selama dua hari mulai 20 hingga 21 oktober dengan total peserta 40 UMKM dari 13 kabupaten/kota yang merupakan binaan Inbitek Borneo. Kegiatan ini diharapkan, dapat meningkatkan kualitas produk serta pelayanan inkubasi para umkm dari berbagai leading usaha. (MRF/RDM/RH)

SMAN 4 Banjarbaru Rayakan HUT ke – 23, Paman Birin Harapkan Peserta Didik Kembangkan Kompetensi

BANJARBARU – SMA Negeri 4 Banjarbaru memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SMA yang ke – 23 di lapangan Utama pada Kamis (20/10), perayaan HUT tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Muhammadun dan Asisten Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Suparno.

Pada perayaan ini Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau yang akrab disapa Paman Birin berpesan kepada peserta didik, agar dapat mengembangkan kompetensi diri sebagai bekal untuk menyongsong dewasa.

Selain itu menurutnya, usia yang lama ini merupakan kerja keras para dewan guru, yang tiada lelah mendidik putra putri bangsa Indonesia untuk berkembang dan memiliki Akhlak yang mulia.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor

“Saya berpesan, agar peserta didik agar terus belajar baik di sekolah maupun di manapun, dikarenakan dengan belajar akan menjadi bekal para peserta didik dimasa depan nanti,” ungkap Paman Birin.

Ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus melakukan pembaharuan terhadap dunia pendidikan di Kalimantan Selatan. Hal ini tertuang didalam Undang – Undang (UU) No 20 Tahun 2003 yang mengamanatkan, agar penyelenggaraan pendidikan berlangsung sepanjang hayat dengan memberikan keteladanan membangun kreatifitas dalam proses pembelajaran.

“Dengan adanya pembaharuan dunia pendidikan, maka akan dapat meningkatkan taraf pendidikan di Kalsel, ” lanjut Paman Birin.

Selain mengembangkan kompetensi diri untuk bekal saat dewasa nanti, tak lupa Paman Birin juga berpesan kepada peserta didik agar dapat menjauhi Narkoba, dikarenakan Konsumsi Narkoba hanya akan menghancurkan kehidupan, dan merusak masa depan cerah yang harus diraih peserta didik.

“Kesempatan belajar disekolah harus dimanfaatkan dengan baik, sehingga anak anak peserta didik saat sudah dewasa, akan memiliki bekal untuk kehidupan yang akan datang,” tutup Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Banjarbaru Sumini menyampaikan, pihaknya merasa sangat senang dan bangga, dikarenakan HUT ke -23 SMA Negeri 4 Banjarbaru dihadiri langsung oleh orang No 1 di Kalsel. Dengan hadirnya Gubernur Kalsel, dapat memberikan semangat kepada peserta didik untuk lebih giat lagi dalam mengembangkan kompetensi yang mereka miliki.

Kepala Sekolah SMAN 4 Banjarbaru Sumini

“Alhamdulillah pergelaran HUT ke – 23 ini berjalan dengan lancar dan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,” tutup Sumini. (MRF/RDM/RH)

Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Banjar Gembok Ruang Rapat Paripurna Karena Tak Kuorum

BANJAR – Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiki, menyegel ruang rapat paripurna dengan cara merantai dan menggembok pintu utama. Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan atas tak kunjung kuorumnya Sidang Paripurna.

“Ini sungguh merugikan rakyat. Bahkan, kalau saya sebut jariyah kerja menurun (Jarikun). Daripada ruangan selalu kosong mending dikunci dan disegel saja,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Kamis (20/10) sore.

Hal ini cukup beralasan, ia menuturkan, secara keseluruhan ada sekitar 45 anggota legislatif yang menduduki rumah wakil rakyat ini. Namun, hanya ada sekitar 22 orang yang berhadir untuk mengikuti penyelenggaraan Sidang Paripurna.

“Saya juga bingung kenapa selalu tidak kuorum, ya minimal kan 30 orang atau 2/3. Jelas, ini sangat merugikan rakyat,” cetusnya.

Ia berjanji bersama anggota dewan lain juga telah sepakat untuk menyurati legislatif yang sengaja mangkir dalam pelaksanaan Sidang Paripurna agar diketahui oleh Badan Kehormatan Dewan (BKD) di DPRD Kabupaten Banjar.

“Jika hari ini segel dengan rantai. Apabila tidak hadir seminggu pintu akan kita cor beton biar tidak masuk lagi,” jelasnya dengan nada tegas.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora menilai, prihatin atas pelaksanaan Sidang Paripurna yang tak kunjung kuorum. Kejadian ini bukan kali pertama.

“Mudah-mudahan tidak terjadi lagi, karena kita semua ini diberikan tugas dan amanah oleh rakyat,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan Sidang Paripurna yang digelar hingga sore hari tersebut, membahas pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penambahan penyertaan modal Pemkab Banjar kepada PT Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Martapura Banjar Sejahtera.

Selain itu, juga membahas pengambilan keputusan terhadap Raperda tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Penggelapan Narkotika (PG4NPN). Penyampaian Laporan Komisi I terhadap PG4NPN, Permintaan Persetujuan Pimpinan kepada Anggota DPRD serta Pendapat Akhir Bupati. (RHS/RDM/RH)

Bank Kalsel Berkomitmen Dukung Implementasi Transaksi Non Tunai (TNT) di Pemkab Batola

BANJARMASIN – Sebagai bentuk dukungan dalam pengembangan dan peningkatan penguasaan teknologi digital serta kualitas pengelolaan keuangan di Kabupaten Barito Kuala, Bank Kalsel gelar Workshop Penginputan Realisasi Belanja dan Realisasi Penerimaan serta Input Saldo Awal Pada SIMDA FMIS, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala Tahun Anggaran 2022 di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Rabu (19/8).

Kegiatan dihadiri Bupati Barito Kuala, Noormiliyani AS, Kepala BPKP Perwakilan Kalsel, Rudy M. Harahap, Kepala BPKAD Kabupaten Batola, Samson beserta para Bendahara Pengeluaran, Penerimaan dan Pejabat Perencaan Keuangan dan Aset. Turut berhadir Direktur Bisnis Bank Kalsel, Fahcrudin bersama Kepala Divisi Dana dan Digital Banking serta Kepala Cabang Marabahan beserta staf.

Bupati Batola, Noormiliyani AS, dalam sambutannya mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Bank Kalsel yang menyelenggarakan kegiatan Workshop.

“Alhamdulillah dengan adanya workshop ini bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh peserta dalam pengelolaan keuangan, penyusunan, pelaksanaan, dan penatausahaan anggaran Pemerintah Daerah dari segi kebijakan struktur anggaran, maupun penerapan aplikasi System Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) APBD tahun anggaran 2022, sehingga mengintegrasikan sistem keuangan daerah dengan sistem yang ada di Bank Kalsel,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Batola adalah merupakan salah satu Pemegang Saham sekaligus mitra bisnis Bank Kalsel, yang harus didukung khususnya terkait digitalisasi keuangan daerah.

“Bank Kalsel selaku Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) turut serta mendukung penuh dalam pengembangan sistem keuangan di daerah, yakni mengintegrasikan Financial Management Information System (FMIS) dengan sistem yang ada di Bank Kalsel. Dengan terintegrasinya sistem tersebut, FMIS ini nantinya direncanakan akan diimplementasikan dalam transaksi non tunai di lingkungan Pemerintah Daerah khususnya pada Kabupaten Barito Kuala dapat berjalan secara efektif dan efisien,” beber Fachrudin.

Lebih lanjut, Fachrudin juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini, salah satunya mendukung pengembangan digitalisasi di lingkungan Pemkab Batola.

“Kami juga turut mengapresiasi terhadap dukungan Pemkab Batola dalam bentuk realisasi setoran modal sebesar Rp10 miliar yang sudah di setorkan pada 18 Oktober 2022. Semoga langkah penyetoran modal yang dilaksanakan Pemkab Batola dapat diikuti Pemkab/Pemko lainnya yang telah memiliki Perda penyertaan dan termuat dalam Anggaran Perubahan 2022. Langkah ini menambah keyakinan Bank Kalsel untuk tetap memberikan layanan keuangan terbaik bagi Pemerintah Daerah dan meyakini Pemenuhan Modal Inti Minimum (MIM) sebagaimana POJK 12/2020 dapat dipenuhi sebelum akhir 2024,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel : Lomba Masak Serba Ikan Hendaknya Digelar Hingga Tingkat RT

BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan bersama TP PKK Kalsel menggelar lomba masak serba ikan Tahun 2022 tingkat Provinsi.

Lomba masak serba ikan ini, digelar di Aula BPSDM Provinsi Kalimantan di Jalan Ambulung, Banjarbaru, pada Kamis (20/10). Dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor serta Ketua TP PKK Raudatul Jannah.

Gubernur dan Ketua TP PKK Kalsel meninjau hasil lomba masak serba ikan

Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas dilaksanakan kegiatan lomba masak serba ikan ini.

“Lomba masak serba ikan ini bertujuan, untuk membantu penurunan angka stunting di Provinsi Kalimantan Selatan, dengan anaka macam olahan ikan,” ucapnya.

Mengingat, lanjut Gubernur, Provinsi Kalimantan Selatan ini kaya akan hasil Ikan. Oleh karena, masyarakat diajak untuk gemar makan ikan.

Gubernur juga meminta lomba masak serba ikan dapat, dilaksanakan pada tingkat daerah hingga RT.

“Kami berharap, agar lomba masak serba ikan ini tidak hanya diselenggarakan pada tingkat Provinsi, namun hendaknya dilaksanakan juga oleh daerah, seperti di kecamatan, kelurahan, hingga RT,” ucapnya.

Menurut Gubernur, dengan dilaksanakannya hingga tingkat RT tersebut, maka di Provinsi Kalimantan Selatan ini tidak ada anak anak yang terkena stunting. Mengingat, Provinsi ini kaya akan hasil ikannya.

“Agar masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan ini semakin gemar makan ikan, untuk mencegah stunting,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono mengatakan, kegiatan lomba masak serba ikan ini, diikuti oleh perwakilan TP PKK yang ada di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi ini.

“Pemenang lomba masak serba ikan tingkat Provinsi akan mewakili ke tingkat nasional mendatang,” ucap Rusdi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel juga melakukan Pengukuhan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Periode 2022-2025.

Gubernur saat mengukuh pengurus Forikan Kalsel

“Dengan adanya Forikan saat ini di Provinsi Kalimantan Selatan, dapat membantu Pemerintah dalam penurunan angka stunting di Provinsi ini,” ujarnya.

Gubernur berharap, para pengurus yang baru dilantik ini, dapat bekerja dengan maksimal, untuk peningkatan konsumsi ikan di masyarakat semakin meningkat.

Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Periode 2022-2025 ini diketuai langsung oleh Rusdi Hartono selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RDM/RH)

Suripno Sumas Sosialisasikan Aturan Asuransi Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan

BANJARMASIN – Sekretaris Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Suripno Sumas melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan terkait asuransi kecelakaan lalulintas di jalan.

Suasana Sosialisasi Peraturan oleh Anggota DPRD Kalsel, Suripno Sumas

Lantaran, ia menilai, masih banyak masyarakat yang membayar asuransi tetapi belum mengetahui hak-hak mereka ketika terjadi kecelakaan lalulintas di jalan.

“Contohnya, warga yang mengalami kecelakaan lalulintas di jalan secara tunggal atau pejalan kaki yang kecelakaan di jalan bisa menggunakan hak untuk mendapatkan asuransi, tentunya disesuaikan peraturan,” katanya kepada wartawan, Rabu (19/10).

Suripno mengungkapkan para peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti kegiatan yang menghadirkan narasumber yaitu Kepala PT Jasa Raharja Kalsel Benyamin Bob Panjaitan. Sehingga melalui kegiatan ini, warga mengetahui hak-hak mereka yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

“Banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta, khususnya mengenai kasus-kasus kecelakaan lalulintas di jalan, apakah dapat diklaim asuransinya atau tidak,” tambahnya.

Suripno mengharapkan para peserta yang merupakan Ketua RT dan Ketua RW serta tokoh masyarakat di Banjarmasin ini juga dapat menyebarluaskan isi peraturan tersebut kepada masyarakat disekitarnya. (NRH/RDM/RH)

Pembukaan Festival Antasari, Launching Kampus Digital ULM dan Seminar Transaksi Digital

BANJARMASIN – Sebagai bentuk nyata dalam mendorong ekonomi dan keuangan digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPwBI Kalsel) kembali menggelar Festival ANTASARI (Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini), dengan mengangkat tema “Banua Go Digital” yang diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan dan berlangsung selama satu bulan penuh. Yakni mulai 20 Oktober hingga 19 November 2022.

Pembukaan Festival Antasari dilaksanakan pada 20 Oktober 2022 bertempat di Kampus di Universitas Lambung Mangkurat, yang turut dihadiri Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Humas Yudi Firmanul Arifin serta perwakilan PJP yang berpartisipasi seperti Bank Kalsel, dan sejumlah bank lainnya.

Dalam sambutan pembukaan Festival ANTASARI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah mengharapkan, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan akseptasi dan pemahaman masyarakat akan pemanfaatan teknologi digital.

“Sehingga melalui kegiatan ini, dapat mendorong terbentuknya ekosistem keuangan digital di Kalimantan Selatan, “ujar Imam.

Senada dengan hal tersebut, KPwBI Provinsi Kalsel juga bersinergi dengan Himbara dalam melakukan digitalisasi Universitas Lambung Mangkurat. Kampus Digital ini, diresmikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Regional CEO Bank Mandiri Region IX Kalimantan, Wakil Pemimpin Bank BNI Wilayah 09 Kalimantan.

“Dengan diresmikannya Kampus Digital, diharapkan ULM bisa menjadi pelopor dalam membentuk ekosistem keuangan digital terutama di Kalimantan Selatan, ” harap Imam.

Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan literasi dan pemahaman terkait dengan transaksi non tunai, diselenggarakan juga Seminar Transaksi Digital di Aula Lecturer Theater Building, Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM. Dalam seminar ini disampaikan tentang interoperabilitas layanan Sistem Pembayaran.

Selain itu, perhelatan Festival Antasari akan terus berjalan dengan berbagai rangkaian kegiatannya lainnya. Diantaranya Antasari Cashless Days mulai 20 Oktober hingga 19 November 2022, dimana Bank Indonesia bersinergi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) menyediakan promo diskon hingga 50 persen di ribuan merchant yang tersebar di Kalimantan Selatan, dengan syarat pembayaran menggunakan QRIS.

Selain diskon, terdapat pula perlombaan untuk merchant dengan frekuensi transaksi QRIS terbanyak dan juga user dengan transaksi QRIS terbanyak di masing-masing PJP. Keseluruhan informasi terkait dengan rangkaian kegiatan Festival Antasari tersebut dapat diakses lebih lanjut di Instagram @bank_indonesia_kalsel. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version