Anggota Aisyiyah Diajak Manfaatkan Sampah Rumah Tangga

BATOLA – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rachmah Norlias melakukan sosialisasi Perda Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah di kawasan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala, Jum’at (4/11).

Dalam sosialisasi Perda tentang Pengelolaan Sampah itu, Rachmah Norlias menghadirkan dua narasumber yaitu Sekretaris Pengurus Wilayah Aisyiyah Kalsel, Nina dan Direktur Bank Sampah Kenanga, Fatmawati.

“Kita datangkan dua narasumber untuk menjelaskan isi Perda dan cara memanfaatkan sampah rumah tangga agar bernilai ekonomi dan nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya kepada wartawan.

Pada kesempatan itu, Rachmah juga mengundang puluhan anggota Aisyiyah Cabang 7, 4 dan 3 untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia diharapkan melalui sosialisasi ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Disamping itu, cara pengelolaan dan pemanfaatan sampah yang dihasilkan di rumah tangga bisa lebih meningkat,”

Untuk diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat, jumlah sampah di Indonesia mencapai 21,88 juta ton pada tahun 2021 lalu. Jumlah tersebut turun 33,33 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 32,82 juta ton. Berdasarkan sumbernya, rumah tangga menyumbang paling banyak terhadap sampah nasional, yakni 42,23 persen. (NRH/RDM/RH)

DKP Kalsel Bagikan 1.100 Paket Ikan Segar Dalam Turdes Gubernur

BANJARMASIN – Pada pelaksanaan kegiatan Turun Ke Desa (Turdes) Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor bersama Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan berupa paket ikan segar sebanyak 1.100 paket, untuk masyarakat pedesaan.

DKP Kalsel bantuan paket ikan segar

“Pada Turdes kali ini, DKP Provinsi Kalimantan Selatan memberikan bantuan berupa 1.100 paket ikan segar,” ungkapnya, ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (4/11).

Rusdi mengatakan, bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin, kepada masyarakat di desa desa yang menjadi tempat penyerahan bantuan tersebut.

“Bantuan ribuan paket ikan segar tersebut, merupakan Safari Gemarikan serta untuk Pengendalian Inflasi dalam rangka mendukung Turdes Gubernur Kalsel,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Rusdi, pemberian bantuan ikan segar ini, untuk meningkatkan konsumsi makan ikan ditengah tengah masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan terus mengajak masyarakat, untuk gemar makan ikan,” ujarnya.

Maka dengan begitu, tambah Rusdi, akan terjadi peningkatan angka gemar makan ikan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Gemar makan ikan ini juga merupakan salah satu upaya, untuk penurunan angka stunting di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, bantuan ribuan paket ikan segar ini, salah satu upaya pengendalian laju inflasi, mengingat komoditas Ikan salah satu faktor penyumbang inflasi di Provinsi Kalimantan Selatan.

Rusdi berharap, bantuan ikan segar yang diberikan, dapat bermanfaat bagi masyarakat. (SRI/RDM/RH)

Dispar Kalsel Terus Benahi Objek Wisata Binaannya

BANJARMASIN – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan pembenahan objek wisata milik sendiri.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, di ruang kerjanya kepada wartawan, pada pekan kemarin mengatakan, pihaknya mendapat arahan sesuai dengan Permendagri Nomor 90 tahun 2019 yang menyebutkan diantaranya bahwa setiap provinsi harus mempunyai destinasi wisata. Dengan demikian langkah saat ini terus berupaya membenahi objek wisata milik sendiri, untuk mengembangkan sumber daya alam yang terbarukan, agar menambah pemasukan bagi kas daerah.

“Ada 3 objek wisata milik Pemprov Kalsel yaitu kawasan wisata jembatan Barito, Kerbau Rawa di HSU dan Resort Amandit di Kabupaten HSS,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, dari tiga objek wisata ini yang siap baru dua yaitu wisata dibawah jembatan Barito berlokasi di Kabupaten Batola, dan Kerbau Rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, saat ini sudah digelar ekspos laporan akhir penyusunan master plan kawasan wisata. Sedangkan Resort Amandit di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2022 telah gagal lelang, sehingga akan dilakukan kembali tahun 2023 ini.

“Setelah ekspos laporan akhir penyusunan master plan, akan dilakukan pembangunan infrastruktur dua objek wisata itu,” jelasnya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan,
pihaknya berupaya untuk menghidupkan kembali destinasi wisata di Kalsel, dengan melakukan pembenahan secara bertahap, sehingga dalam kurun waktu lima tahun ke depan dapat menjadi tempat yang bagus untuk bersantai dan berwisata dengan keluarga.

“Tahun 2000 lalu wisata dibawah jembatan Barito berlokasi sempat jadi salah satu ikon destinasi wisata Kalsel yang populer, maka ini akan kita hidupkan kembali dengan target pengunjung tidak hanya warga sekitar, juga dari provinsi tetangga yaitu Kalimantan Tengah, bahkan luar daerah,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Siaran TV di Kalsel Masih Tahap Simulkas

BANJARBARU – Siaran televisi analog, atau siaran televisi yang biasa ditonton masyarakat Indonesia akan beralih ke sistem penyiaran televisi digital. Rencana pengalihan tersebut akan dilaksanakan mulai April hingga November tahun 2022. Hingga Jum’at 4 November 2022, terkait adanya isu tidak terdapat lagi siaran televisi analog membuat masyarakat bingung, dikarenakan saat launching siaran televisi digital pada Selasa (2/11) malam, serentak seluru siaran televisi di Indonesia dimatikan untuk pergantian menjadi siaran televisi digital, akan tetapi pada Rabu (3/11) pagi siaran televisi kembali seperti semula seakan tidak berubah sama sekali.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Kalsel Muhamad Muslim menyampaikan, Penghentian siaran TV analog masih belum berlaku di Kalsel, hal ini dikarenakan saat ini Kalsel masih dalam tahap Simulkas (siaran analog dan digital bersamaan). sehingga masyarakat yang memiliki televisi analog, masih bisa menonton tayangan televisi kesukaan mereka.

“Sekarang masih Simulkas, analog masih jalan dan digital juga demikian, ” ungkap Muslim usai ditemui saat kegiatan wisuda sarjana dan diploma tiga ke 1, Universitas Borneo Lestari Di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, pada Kamis (3/11) tadi.

Muslim mengungkapkan, agar masyarakat tetap bisa menikmati siaran digital menggunakan televisi analog, maka pengguna televisi analog memerlukan Set Top Box (STB). STB sendiri berfungsi untuk menerima sinyal digital pada televisi analog, sehingga masyarakat tidak perlu langsung mengganti perangkat televisi.

“Harga STB ini relatif terjangkau,” lanjut Muslim.

Muslim menambahkan, sebanyak 509 Set Top Box (STB) gratis, sudah dibagikan Pemerintah Pusat kepada masyarakat kurang mampu dan akan terus berlanjut di Kabupaten/Kota lainnya.

“Yang sudah teridentifikasi 509 STB gratis dan sudah sudah dibagikan oleh pemerintah pusat di Kalsel, ada di Kotabaru dan Banjarmasin, ” tutup Muslim. (MRF/RDM/RH)

Cegah Stunting MbaFoodZi Acting Siap Beraksi

BANJARMASIN – Untuk mencegah stunting, kini di Kota Banjarmasin memiliki MBAFOODZI Acting atau Mobil Antar Makanan Bergizi, yang secara resmi diluncurkan oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina untuk pengoperasian, di halaman Balaikota Banjarmasin, Jumat (4/11).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Saat ini pada program Jumat berkah, pemberian bantuan makanan kini dialihkan kepada MBAFOODZI, yang nantinya akan diikuti oleh seluruh SKPD yang ada di Pemerintah Kota Banjarmasin,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, kepada sejumlah wartawan.

Serta, lanjutnya, bagi masyarakat umum yang ingin memberikan bantuan, untuk anak-anak stunting yang ada di Kota Banjarmasin, dapat menghubungi call center MBAFOODZI tersebut.

“Bagi masyarakat yang ingin membantu pencegahan stunting bisa langsung menghubungi call center MBAFOODZI 496,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBPM) Kota Banjarmasin Helfianoor mengatakan, SKPD mereka menjadi penghubung masyarakat yang menjadi bapak asuh stunting.

“Pada 16 September 2022 lalu telah ada komitmen antara Kepala BKKBN Pusat dengan Walikota Banjarmasin, serta lainnya, untuk menjadi bapak asuh stunting,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, sebagai fasilitator bapak asuh stunting tersebut dengan kelompok sasaran, maka disediakan alat antar, yaitu MBAFOODZI Acting tersebut.

“Kami mengharap, dengan adanya MBAFOODZI Acting tersebut, dapat menarik minat masyarakat, untuk menjadi bapak asuh stunting di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Untuk pendistribusian MBAFOODZI sendiri, akan diantarkan langsung oleh para penyuluh KB yang ada di Kota Banjarmasin, dengan sasaran kelompok keluarga berisoko stunting serta anak stunting. (SRI/RDM/RH)

Kota Banjarmasin Ikuti Kemah Karya Bhakti Wisata Karang Taruna se Kalsel

BANJARMASIN – Sebanyak 134 orang anggota Karang Taruna Kota Banjarmasin, mengikuti Kemah Karya Bhakti Wisata Karang Taruna ke 33 Se Kalimantan Selatan Tahun 2022 di Kabupaten Banjar. Dan, dilepas langsung oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, di Halaman Balaikota, Jumat (4/11).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin memberikan apresiasi terhadap karang taruna Kota Banjarmasin yang mengikuti, kemah karya Bhakti wisata Se Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Pemko Banjarmasin tentunya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Karang Taruna yang mengikuti kemah karya Bhakti Wisata di Kabupaten Banjar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Ibnu, pihaknya meminta kepada seluruh peserta karang taruna ini, untuk dapat menjaga nama baik Kota Banjarmasin.

“Kami meminta agar dapat menjaga nama baik serta memberikan prestasi untuk Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Banjarmasin Arbaniansyah mengatakan, pihaknya pertama tama tentu mengucapkan terimakasih serta memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin, dan para lurah yang telah memberikan bantuannya, untuk peningkatan dan perkembangan Karang Taruna di tengah tengah masyarakat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada para lurah dan camat dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin, yang telah memberikan dukungan kepada Karang Taruna,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Arbaniansyah, pihaknya bersyukur mendapat dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin dan juga selalu diapresiasi oleh walikota.

“Pada kegiatan kemah bakti karang taruna se Kalimantan Selatan, di Kabupaten Banjar, pihaknya berharap dapat menyerap ilmu dan silaturahmi antar Karang Taruna,” ucapnya.

Karang Taruna Kota Banjarmasin

Pada kegiatan kemah karya Bhakti wisata Se Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin mengirimkan sebanyak 134 orang anggota Karang Taruna, perwakilan 63 Karang Taruna di Kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Apresiasi Perkembangan Pariwisata di Teluk Tamiyang Kotabaru

KOTABARU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, memberikan apresiasi terhadap kemajuan pesat pariwisata yang dikembangkan Pemerintahan Desa (Pemdes) Teluk Tamiyang, Kecamatan Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru.

“Kita lihat Teluk Tamiyang sudah memperlihatkan kemajuannya dan bahkan sangat bersih,” ujarnya saat memberikan sambutan di hadapan seluruh warga di Teluk Tamiyang, Tanjung Selayar Kotabaru, dalam kegiatan Turun ke Desa, Jumat (4/11).

Penyambutan kegiatan Turdes Paman Birin di Teluk Tamiyang Kotabaru

Menurutnya, sebagai langkah kongkrit dalam menekan pertumbuhan angka inflasi, dorongan dari sektor pariwisata setidaknya turut berkontribusi lebih baik terhadap permasalahan tersebut.

“Tentu hal ini terus ditingkatkan baik kebersihan dan kekompakannya. Apabila mampu berdaya saing, maka, pertumbuhan ekonomi akan semakin membaik. Teluk Tamiyang sudah luar biasa,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, sangat bangga terhadap peningkatan pariwisata di Teluk Tamiyang, Kecamatan Tanjung Selayar, Kabupaten Kotabaru.

“Nah ini, yang menjadi daya tarik untuk peningkatan ekonomi. Sehingga, inflasi pun ikut turun. Kemarin, ikan tongkol sempat mahal dan akhirnya pasokan sudah tercukupi,” paparnya.

Dia berharap, perekonomian masyarakat dapat kembali normal serta tumbuh secara baik. Bahkan, wisata di daerah tersebut mampu memberikan geliat yang positif terhadap pengendalian inflasi.

“Dengan adanya ini, semoga bisa dapat menurunkan angka inflasi. Melihat, perkembangan yang baik tentu saya yakin sektor pariwisata bertumbuh positif,” harap legislatif Dapil VI Kotabaru dan Tanbu ini.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan, sebagai apresiasi Gubernur, pihak Dinas Pariwisata memberikan bantuan untuk kemajuan destinasi wisata di Desa Teluk Tamiyang Kotabaru.

“Tentu, atas perhatian dari kepala daerah setidaknya mampu memberikan dampak perkembangan yang positif terhadap kemajuan wisata dan ekonomi masyarakat sekitar. Kami juga ada membantu empat kecamatan termasuk ada gazebo, panggung dan titian pantai (red: jembatan),” bebernya.

Bahkan, Dinas Pariwisata Kalsel rencananya kembali mengalokasikan anggaran untuk memberikan dukungan terhadap destinasi wisata.

“Ini dalam rangka pengendalian angka inflasi dan kami dukung melalui pariwisata,” pungkasnya.

Paman Birin saat melakukan penanaman di Teluk Tamiyang Kotabaru

Selain memberikan apresiasi terhadap perkembangan pariwisata Teluk Tamiyang, orang nomor satu di Kalsel itu juga membagikan bantuan kepada warga se Kecamatan Tanjung Selayar Kotabaru dan melakukan penanaman pohon di lokasi sekitar. (RHS/RDM/RH)

Hari Kedua Turdes, Paman Birin Disambut Sukacita Warga Teluk Tamiyang, Kotabaru

KOTABARU – Hari kedua titik singgah kegiatan kunjungan ke desa atau tur desa (turdes) Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, berada di kawasan wisata Teluk Tamiyang, Desa Teluk Tamiyang Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru, pada Jumat (4/11) pagi.

Gubernur saat menyerahkan bantuan kepada warga Teluk Tamiyang

Kedatangan Paman Birin yang didampingi Sekdaprov Kalsel Roy Rizali Anwar dan para kepala SKPD lingkup Pemprov itu, disambut sukacita warga setempat.

Paman Birin memulai kunjungan dengan meninjau pelaksanaan sunatan dan pengobatan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, lalu menanam pohon di area wisata terumbu karang dan pasir putih Teluk Tamiyang itu.

Dalam sambutannya, Paman Birin menyebutkan tujuan turdes dilakukan, selain mendatangi warga secara langsung untuk menyerap aspirasi yang diinginkan, kegiatan kedelapan kali ini juga dimaksudkan untuk menanggulangi dan mengantisipasi inflasi di Kalsel.

Paman Birin juga mengapresiasi semangat warga setempat yang dinilainya punya tekad menjadikan kawasan wisata ini lebih bersih dan nyaman dilihat.

“Doakan perjalanan kami (turdes) selama lima hari ini, berjalan lancar dan aman,” pinta Paman Birin.

Plt Camat Pulau Laut Tanjung Selayar, Baharuddin menyampaikan rasa gembira bersama warganya, atas perhatian gubernur yang berkenan hadiri sekaligus memberikan bantuan-bantuan.

Ia berharap kehadiran Paman Birin dan rombongan, bisa membawa perubahan yang baik di tempat mereka kedepannya, dan menjadikan obyek wisata Teluk Tamiyang lebih dikenal masyarakat, dalam dan luar daerah.

Pada kesempatan itu, Paman Birin melakukan penyerahan sejumlah bantuan secara simbolis, yakni dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel berupa paket anak sekolah kepada 100 siswa SMA/sederajat.

Sementara, dari Dinas Kesehatan Kalsel yang menggelar bakti sosial sunatan massal untuk 100 anak dan pemberian paket.

Dinas Kesehatan Kalsel turut menyediakan PMT ibu 5 paket dan anak 5 paket, vaksinasi bergerak 500 orang, pengobatan massal untuk 100, plus paket bantuan dari BPBD yakin peralatan Desa Tangguh Bencana.

Pemberian paket Dinas Sosial berupa 50 paket sembako juga diserahkan Paman Birin, ditambah sumbangan Dinas Pemuda dan Olahraga berupa alat olahraga.

Adapun Dinas Pariwisata menyampaikan hibah bangunan penunjang wisata 4 unit, dan Dispersip membantu 107 buku perpustakaan.

Dinas TPH menyediakan bantuan bibit buah, hand sprayer, mesin potong rumput gendong, Dinas PMD membantu alat mitigasi bencana berupa handy talky (HT).

Bantuan Dinas Pendidikan berupa paket anak sekolah untuk 60 siswa, Dinas Pendidikan yakni paket anak sekolah SMA sebanyak 70.

Dinas Sosial membagikan paket sembako 50, Dinas Pemuda dan Olahraga membantu alat olahraga ke SMAN 1 Kotabaru.
Dinas Pendidikan juga menyediakan paket anak sekolah SMA untuk 100 orang.

Setelah Istirahat Sholat Jumat di Teluk Tamiyang, perjalanan lanjut ke Desa Tanjung Seloka Kecamatan Pulau Laut Selatan Kotabaru. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Turdes ke Rantau Panjang Hulu, Paman Birin Berharap Dapat Tekan Angka Inflasi

TANAH BUMBU – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, menyambangi Desa Rantau Panjang Hulu, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, sebagai rute lanjutan kegiatan Turun ke Desa (Turdes).

Acara penyambutan dari Pemkab Tanbu kepada Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi disela Turdes se Kalsel

Orang nomor satu di Kalsel yang tiba pada Kamis (3/11) malam itu juga sebelumnya melakukan penanaman didampingi Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Kadis Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, Sekda Kabupaten Tanbu, Ambo Sakka.

Saat memberikan sambutan, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin juga menekan pada pelaksanaan Turdesnya kali ini adalah lebih menekan pertumbuhan angka inflasi di daerah.

“Kita ketahui memang pertumbuhan ekonomi sedang mengalami inflasi. Tetapi, dengan adanya wujud dari kegiatan ini mudah-mudahan permasalahan tersebut dapat ditekan,” ucapnya.

Diterangkannya, secara nasional inflasi di Indonesia cukup menjadi perhatian yakni tercatat sebesar 5,71 persen (yoy) . Terlebih, Kalsel saat ini juga ikut menyumbang angka Inflasi 0,25 persen.

“Salah satu komoditi seperti cabai saja bisa terjadi inflasi. Bahkan, dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu, rajinnya bapak/ibu menanam tanaman ini agar berdampak positif,” paparnya.

Dia mengungkapkan, Turun Desa ini juga dalam bentuk mengantisipasi naiknya angka pertumbuhan inflasi di Kalsel. Penekanan itu pula merupakan tindaklanjut atas instruksi Mendagri.

“Kita juga mengajak pada ASN untuk menanam komoditi cabai dengan memanfaatkan lahan di sekitarnya yang kosong,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menuturkan, penyelenggaraan Turun ke Desa (Turdes) yang digelar Gubernur sedikit banyaknya tentu memberikan peran serta dampak positif terhadap pengendalian inflasi.

“Mudah-mudahan ini merupakan ikhtiar kita dalam merealisasikan penurunan angka inflasi,” paparnya.

Ia berharap, dengan adanya pemberian bibit dan penyaluran bantuan sosial sekiranya dapat menurunkan pertumbuhan inflasi.

“Tadi ada pembagian ikan secara gratis, sembako, dan pemberian bibit cabai ini merupakan wujud untuk mengurangi dampak inflasi terhadap ekonomi di Kalsel,” beber legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Tak lupa, dirinya juga menjumpai peserta sunatan massal yang digelar Dinas Kesehatan Kalsel. Didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, serta Sekretaris Daerah (Sekdakab) Tanah Bumbu Ambo Sakka.

Paman Birin saat menemui peserta sunatan massal disela Turdes se Kalsel

Selain itu, Paman Birin juga memberikan ratusan bantuan sosial secara simbolis kepada warga Desa Rantau Panjang Hulu, di antaranya sembako bahkan ada juga perangkat alat sekolah. (RHS/RDM/RH)

BPKP: Manajemen Risiko dan SPIP Terintegrasi Berperan Strategis Dalam Manajemen Peradilan Agama

BANJARBARU – Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan mendukung penuh peran strategis Manajemen Risiko dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi dalam menjadikan Pengadilan Agama se-Kalimantan Selatan sebagai Badan Peradilan yang Agung dan Modern.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Rudy M Harahap di aula Pengadilan Tinggi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, pada Rabu (2/11). Rudy menyampaikan, bahwa manajemen risiko akan membantu memprediksi apa yang akan terjadi di masa depan.

“Pengadilan Agama harus menggunakan Manajemen Risiko sebagai dasar penyusunan strategis, yang selanjutnya diformulasikan menjadi program/kegiatan dan anggaran,” ujar Rudy, Alumnus Auckland University of Technology (AUT) di Selandia Baru.

Rudy menambahkan, Manajemen Risiko memerlukan transparansi dan pertimbangan atas nilai atau budaya lokal organisasi.
Selain itu, Manajemen Risiko dapat melalui pendekatan Strategic Risk Management, yaitu pembagian risiko berdasarkan level strategis.

“Manajemen Risiko berbasis hirarki ini menjadi krusial, mengingat di level strategis, para pengambil keputusan akan mengambil risiko (taking risk). Sementara itu, di level operasional, pejabat tingkat bawah akan menjalankan pengendalian,” tambahnya.

Karenanya, katanya, untuk merespons hal tersebut, BPKP telah menyusun suatu framework yang disebut Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi.

Melalui SPIP Terintegrasi, organisasi akan dapat mengukur keberhasilan proses penetapan tujuan, pelaksanaan bisnis proses, dan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan penilaian SPIP Terintegrasi tersebut, organisasi akan memperoleh Indeks Manajemen Risiko. Organisasi juga akan mengetahui seberapa jauh implementasi Manajemen Risiko di organisasi.

“Dengan diimplementasikannya Manajemen Risiko yang dikombinasikan dengan SPIP Terintegrasi, Pengadilan Agama se-Kalimantan Selatan dapat menjadi Badan Peradilan yang Agung dan Modern,” tutupnya. (BPKPKalsel-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version