Paman Yani Bina SMPN 1 Batulicin Melalui Wasbang

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, melaksanakan pembinaan Ideologi Pancasila di SMP Negeri 1 Batulicin, Jumat (9/12). Tujuan dilaksanakannya ini sebagai upaya mempertebal wawasan kebangsaan dalam memegang teguh asas bernegara.

Suasana kegiatan wasbang di SMP Negeri 1 Batulicin

“Tentu hal ini harus ditanamkan. Termasuk sikap nasionalisme dan cinta terhadap negeri ini dengan memahami berbagai landasan,” ujarnya kepada awak media.

Pada kegiatan Wasbang kali ini, politisi dari Partai Golkar ini juga tak lupa memberikan pesan dan semangat ke peserta didik yang kedepan diakui sebagai generasi penerus bangsa dalam pembangunan.

“Maka dari itu, generasi sekarang harus mempersiapkan perjuangan lanjutan (estafet) agar pembangunan di negara kita bisa lebih maju lagi bahkan lebih berkembang,” ucapnya.

Bentuk apresiasi terhadap siswa yang cerdas menjawab pertanyaan dari berbagai penyampaian materi. Paman Yani (sapaan akrab) turut membagikan doorprize disela kegiatan. Hal ini sebagai pemicu semangat agar pembinaan ideologi yang diberikan harus terus diingat.

“Saya sangat bahagia sekali karena selain bisa berbagi ilmu dengan mereka (peserta didik) di sini juga antusiasnya luar biasa. Tentu, ini patut diapresiasi,” jelas wakil rakyat yang membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel.

Sementara itu, Kasubbid Kelembangaan Partai Poitik dan Fasilitasi Pemilu Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiyatmoko, menyampaikan, keberadaan wawasan kebangsaan merupakan tugas penting dan wajib didapatkan warga negara Indonesia. Bahkan, Melalui Paman Yani penyelenggaraan pembinaan ideologi Pancasila telah diwujudkan nyata.

Harry Widhiyatmoko saat memberikan materi Empat Pilar Berkebangsaan kepada peserta didik SMP Negeri 1 Batulicin

“Semua yang disampaikan oleh Paman Yani banyak materi penting didalamnya. Terlebih, kami terbantu karena ini juga merupakan program Kesbanpol sebagai bentuk menangkal ancaman yang masuk ke negera termasuk di banua,” ucapnya.

Dia menambahkan, materi yang ditekankan untuk dapat diwarisi oleh peserta didik ditingkat menengah pertama lebih kepada penekanan empat pilar berbangsa dan bernegara.

“Jadi, apabila 4 pilar ini kita pahami. Tentu, apapun yang masuk seperti radikalisme apa pun itu dapat secara baik ditangkal,” ucapnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Batulicin, Supiani, berharap, dengan adanya wawasan kebangsaan dan penanaman ideologi Pancasila yang diberikan legislatif asal Dapil VI DPRD Kalsel tersebut dapat diamalkan secara lebih baik lagi oleh peserta didik untuk arah pembangunan ataupun dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

M Yani Helmi saat memberikan bantuan kepada Wakil Kepala SMPN 1 Batulicin sebagai bentuk penghargaan atas dedikasinya di dunia pendidikan

“Materi yang disampaikan ini sangat bermanfaat. Kita ketahui wawasan kebangsaan kepada generasi muda cukup minim. Dengan hadirnya legislatif dari Paman Yani bisa memberikan kekuatan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya. (RHS/RDM/RH)

Disdikbud Kalsel Terus Majukan WBTb di Banua

BANJARMASIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus berupaya memajukan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) di Banua.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Muhammadun, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Raudati Hildayati, Kepada Abdi Persada FM, pada Kamis (8/12) petang menjelaskan, untuk melakukan strategi Pelestarian Kebudayaan dengan cara Pelindungan,Pengembangan,
Pemanfaatan dan Pembinaan terhadap budaya lokal, terutama Warisan Budaya Tak benda (WBTb), pihaknya menggelar kaji tiru ke Provinsi Sumatra Barat baru-baru tadi.

“Hasil sharing diperoleh Tips dan Trik dari Sumbar memajukan kebudayaan WBTb,” katanya

Raudati menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi Provinsi Sumatera Barat, telah ditetapkan sebanyak 19 buah WBTb di Indonesia. Hal itulah menjadi motivasi untuk berupaya meningkatkan jumlah WBTb di seluruh 13 Kabupaten dan Kota.

“Selama ini di Provinsi Sumbar, telah membentuk Tim Warisan Budaya Tak benda, berkolaborasi dengan perguruan tinggi, untuk pembuatan kajian karya budaya,” jelasnya

Lebih lanjut Helda (sapaan akrabnya) menambahkan, sejak tahuk 2017 lalu di Provinsi Sumatera Barat, untuk bidang Kebudayaan berdiri sendiri sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hal yang sama dengan beberapa provinsi lain diantaranya DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mempercepat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan terutama kemajuan Kebudayaan.

“Meski di Kalsel Bidang Kebudayaan tidak seperti di Provinsi lain, kami tetap berupaya memajukan tidak hanya Warisan Budaya Tak benda juga kesenian, sejarah dan tradisi, museum hingga cagar budaya di Kalsel, agar tetap lestari di masa kini, maupun akan datang, sebagai objek kepemilikan bersama yang menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” tutup Helda. (NHF/RDM/RH)

Pemuda Bershalawat Digelar Dispora Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan menggelar, Pemuda Bershalawat di Masjid Nurul Ikhlas Banjarmasin, Kamis petang (8/12).

Pemuda Bershalawat di gelar

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, acara Pemuda Bershalawat ini merupakan program kerja dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

Kadispora Kalsel Hermansyah

“Pemuda Bershalawat yang digelar ini merupakan program kerja dari Dispora Kalsel,” ungkap Hermansyah, kepada Abdi Persada FM, disela kegiatan.

Menurutnya, kegiatan Pemuda Bershalawat ini merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang menggelar bershalawat bersama.

“Sedangkan tujuan dari program Pemuda Bershalawat ini, agar para pemuda tidak hanya sukses di bidang ilmu pengetahuan tetapi juga di bidang keagamaan,” ucapnya.

Pada kegiatan Pemuda Bersholawat ini dihadiri Ustadz Ahmad Sufian Al Banjari, yang mengisi tausiyah.

Sementara itu, Ustadz Ahmad Sufian Al Banjari memberikan apresiasi terhadap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang menggelar kegiatan Pemuda Bershalawat di Banua ini.

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan atas diselenggarakan kegiatan pemuda Bershalawat oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga,” ungkapnya.

Menurut Ustadz Sufian, dengan adanya kegiatan pemuda Bershalawat ini, diharapkan akan mendapatkan pemuda yang berkarakter Islami.

“Dengan adanya program Pemuda Bershalawat maka diharapkan pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan lebih mencintai dan meneladani Nabi Muhammad,” ucap Ustadz Sufian. (SRI/RDM/RH)

Inovasi di RSUD Ulin Banjarmasin Untuk Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjarmasin menggelar lomba inovasi untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar mengatakan, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, maka RSUD Ulin Banjarmasin pada setiap tahunnya menggelar lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Izzak Zulkarnain Akbar (Tengah)

“Di RSUD Ulin Banjarmasin memiliki tradisi untuk menggelar lomba inovasi tingkat RSUD Ulin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (8/12).

Menurut Izzak, lomba inovasi ini tentunya untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“Misalnya inovasi yang dilakukan pada bidang administrasi kepegawaian, administrasi pasien, penanganan obat, sehingga dengan adanya inovasi, pencarian akan mudah dilakukan demi kenyamanan pasien,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin memberikan dorongan terhadap, peningkatan inovasi di tempat mereka tersebut.

“Saat ini kami memberikan dorongan dan dukungan kepada seluruh karyawan RSUD Ulin Banjarmasin, untuk dapat terus berinovasi dalam rangka peningkatan mutu dan menjamin keselamatan kepada pasien,” tuturnya lebih lanjut.

Lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin, akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun tahun mendatang.

“Saat ini untuk peserta lomba inovasi Tingkat RSUD Ulin Banjarmasin terus mengalami peningkatan,” ucap Izzak.

Pemenang lomba inovasi tingkat RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2022, untuk juara 1 dari Tim Tulip 1C dan Dokter BTKV dengan Inovasi water sealed drainase modifikasi. Juara 2 dari Ruang Rawat ICU RSUD Ulin dengan Inovasi optimalisasi layanan ketersediaan tempat tidur menggunakan sistem informasi intensif care unit. Sedangkan juara 3 dari bagian perencanaan dan organisasi RSUD Ulin dengan Inovasi Sisusun Rakat (Sistem Survei Kepuasan Masyarakat). (SRI/RDM/RH)

Legislator Kalsel Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Bagi Warga

BANJAR – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Isra Ismail memfasilitasi pemeriksaan kesehatan bagi warga Desa Handil Manarap Baru Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Menurut Isra, pemeriksaan kesehatan ini sebagai tindaklanjut dari sosialisasi Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang dilaksanakannya, beberapa waktu lalu. Dalam kegiatan itu, seorang peserta bertanya kepada petugas kesehatan yang menjadi salah satu narasumber tentang pengaruh debu yang dihasilkan dari penggilingan padi terhadap kesehatan.

“Nah dokter ini berkeinginan melakukan penelitian terhadap orang yang bertanya tadi. Guna memastikan hal tersebut, kami bawa dokternya langsung ke pabrik penggilingan padi dan memeriksa kesehatan pemilik pabrik dan karyawannya,” kata Isra kepada wartawan, Kamis (8/12).

Isra menyambut baik keinginan warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Hal itu artinya warga menjadi lebih paham tentang pentingnya kesehatan setelah mengikuti sosialisasi Perda yang dilaksanakannya.

Sementara itu, petugas kesehatan, dr Ita menjelaskan debu dan bahan kimia di tempat kerja bisa masuk ke saluran pernafasan manusia. Apabila dibiarkan dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan penyakit kronis.

“Dari beberapa penelitian menyebutkan debu yang ukurannya kecil itu dapat masuk ke saluran pernafasan. Jika menumpuk selama bertahun-tahun, maka bisa menyebabkan perubahan fungsi paru,” jelasnya.

Oleh karena itu, dr Ita menyarankan agar warga memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat setiap enam bulan sekali sehingga bila ada gejala penyakit dapat diantisipasi sejak dini.

Sedangkan, Pemilik Pabrik Penggilingan Padi, Jumran mengucapkan terimakasih atas fasilitasi pemeriksaan kesehatan tersebut. Ia mengaku sempat khawatir dengan kondisi kesehatannya, meskipun tidak memiliki keluhan. Namun dirinya bersyukur setelah dilakukan pemeriksaan disebutkan bahwa dirinya belum ada indikasi memiliki penyakit paru.

“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan. Setidaknya setelah diperiksa, kami mengetahui bahwa belum kena gejala penyakit paru. Saat bekerja kami memakai masker dan saya juga bukan perokok,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

DWP Banjarmasin Diharapkan Cerdas Bermedsos

BANJARMASIN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Banjarmasin, menggelar Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ke 23 tahun, dengan mengangkat tema membangun perempuan cerdas untuk memperkuat ketahanan keluarga di Era Digital.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin, Siti Wasilah Ibnu Sina, disela kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun ke 23, di ruang rapat paripurna DPRD Banjarmasin kepada wartawan Kamis (8/12) menjelaskan, Ibu DWP Banjarmasin haruslah cerdas memanfaatkan media sosial, dengan cara memberikan support dalam mendukung kinerja pembangunan. Namun jangan terlena dengan keaktifan di medsos, hingga melupakan pola asuh anak di rumah.

Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin, Siti Wasilah Ibnu Sina

“Anggota DWP Banjarmasin merupakan para istri ASN, maka harus terus suport para suaminya,” katanya

Disampaikan Wasilah, anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ini, hendaklah bijak menggunakan media sosial, karena perkembangan teknologi saat ini dapat memberikan pengaruh kurang baik terhadap anak dan remaja, jika tidak diarahkan dengan baik, sehingga prioritas pola asuh anak.

“Jangan sampai semua ketergantungan dengan gadget, sebagai ibu di rumah tangga memiliki peran penting dalam pendidikan anak,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana HUT DWP Banjarmasin, Rita Mahanani, mengatakan, peringatan ini merupakan perdana sebagai tuan rumah HUT, pihaknya sangat senang. Ia berharap, melalui yang disampaikan Penasehat DWP dapat menjadi perhatian dan pengawasan penggunaan para ibu-ibu terhadap anaknya dalam menggunaan gadget.

Ketua Panitia Pelaksana HUT DWP Banjarmasin, Rita Mahanani

“Kita akan implementasikan dalam pola asuh anak dan cerdas menggunakan media sosial,” tutupnya

Disela kegiatan HUT DWP Banjarmasin, digelar bakti sosial berupa pemberian bantuan tali asih bagi anak-anak tenaga honorer sebanyak 160 orang, dan bantuan sembako kepada warga tidak mampu 10 orang. Selain itu juga diberikan piala peringkat E-Reporting kepada SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Untuk diketahui, Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin ke 23 tahun, dihadiri Penasihat DWP Banjarmasin Siti Wasilah Ibnu Sina, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Banjarmasin Rusdiani Ikhsan Budiman, Ketua DWP Provinsi Kalsel, Ketua DWP Kota Banjarbaru, Ketua DWP Kabupaten Banjar, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Banjarmasin, Madyan, Kepala Dinas Sosial Banjarmasin Doly Sahbana, Wakil Ketua Gatriwara DPRD Banjarmasin Nelly Listiani, dan perwakilan Persit dan Bhayangkari Cabang Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Tingkatkan Minat Baca, Dispersip Kalsel Gandeng Bunda Literasi

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop bersama Bunda Literasi Kalsel, untuk mendorong peran berbagai pihak dalam meningkatkan minat baca.

Kegiatan yang diikuti Bunda Literasi kabupaten/kota, Kepala Dispersip di 13 kabupaten/kota, Ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota, Duta Baca, dan para penggiat literasi dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Kamis (8/12).

Suasana Kegiatan Workshop Bunda Literasi

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie menyampaikan, upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat perlu melibatkan semua pihak, guna memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri, kolaborasi dengan semua pihak harus kita lakukan, baik Bunda Literasi, satuan kerja perangkat daerah lain, para Duta Baca, penggiat literasi, dan banyak lagi. Pada kegiatan inilah kita samakan misi untuk bergerak bersama,” katanya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kalsel, Fathul Jannah Muhidin, menginginkan kerja sama Bunda Literasi kabupaten/kota untuk merangkul berbagai organisasi, guna mempromosikan minat baca terhadap generasi penerus sejak dini, yang dimulai dari lingkup keluarga.

“Pada era digital saat ini peran orang tua untuk mendekatkan buku terhadap anak sangat diperlukan, guna menumbuhkan minat baca terhadap generasi mendatang. Jangan hanya dikenalkan dengan gadget, namun juga buku,” terangnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel Faried Fakhmansyah, yang juga memberikan materi dalam kegiatan ini, mengaku siap bersinergi guna mencapai misi Kalsel Cerdas.

“Kita dapat berkolaborasi melalui pembangunan perpustakaan atau taman baca di desa-desa. Hal ini sejalan dengan program kita untuk mendorong desa yang berkualitas,” tambahnya.

Workshop ini juga disiarkan melalui Zoom Meeting dan Kanal Youtube Dispersip Prov Kalsel. Tidak hanya masyarakat di Kalsel, tetapi juga diikuti dari berbagai daerah di luar Kalimantan. (NRH/RDM/RH)

Masyarakat Sungai Lulut Diharapkan Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila

BANJAR – Masyarakat Desa Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harapan itu disampaikan, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Isra Ismail kepada wartawan, usai melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kabupaten Banjar, Kamis (8/12).

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tersebut penting untuk dilaksanakan sebagai pedoman untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara yang memiliki budaya beragam.

“Penerapan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dapat dilakukan dengan menghormati setiap perbedaan agama dan keyakinan yang beragam antar masyarakat, membina kerukunan hidup antar masyarakat dan menumbuhkan sikap saling toleransi antar umat beragama,” katanya.

Suasana Sosialisasi Wawasan Kebangsaan oleh Anggota DPRD Kalsel Isra Ismail

Kemudian Sila Kedua Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, lanjut Isra, penerapannya bisa dengan selalu bersikap adil terhadap setiap orang tanpa membeda-bedakannya.

Sila Ketiga Persatuan Indonesia bisa diimplementasikan dengan menciptakan suasana gotong royong dan tolong menolong dibalik segala perbedaan yang beragam sehingga akan terciptanya kehidupan yang rukun antar masyarakat.

“Sila Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, misalnya mengutamakan musyawarah untuk mufakat apabila terjadi perbedaan pendapat. Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dimana kita menghendaki kehidupan ini berkeadilan,” tambahnya.

Sementara, Tenaga Pendidik, Sugiswanto, selaku narasumber dalam sosialisasi tersebut, menilai Wawasan Kebangsaan ini sangat diperlukan di tengah gempuran media sosial. Mengingat, perkembangan media sosial tidak hanya berdampak positif, tetapi juga berpengaruh negatif pada masyarakat.

“Wawasan kebangsaan sangat diperlukan sebagai penyaring berbagai informasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tambahnya.

Selain itu, Ketua RT 16 Desa Sungai Lulut, Hasanuddin mengapresiasi dan mendukung kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan yang dinilainya sangat bermanfaat. Ia berharap dengan adanya kegiatan ini, kerukunan hidup beragama di desanya bisa lebih baik dan warga tidak mudah terpecah belah. (NRH/RDM/RH)

Ratusan Atlet Pelajar Kalsel Ramaikan Kejuaraan DBON Tingkat Provinsi

BANJARMASIN – Kejuaraan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan digelar di Banjarbaru.

Pertandingan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah, di Gedung Bulutangkis Berkat Abadi, Banjarbaru, Kamis (8/12).

Kadispora Kalsel Hermansyah

Hermansyah mengatakan, pihaknya baru saja membuka pelaksanaan kejuaraan Desain Besar Olahraga Nasional, dengan cabang olahraga yang dipertandingkan, atletik, renang, serta bulutangkis.

“DBON tingkat Provinsi Kalimantan Selatan secara resmi dibuka,” ungkapnya.

Pada lomba ini, lanjut Hermansyah, diikuti oleh pelajar berusia 13 sampai 16 tahun.

“Oleh karena itu, pada tahun 2023 mendatang, akan disinergikan agar dapat dilaksanakan, dengan cabang olahraga lebih banyak lagi,” ucapnya.

Mengingat kejuaraan Desain Besar Olahraga Nasional ini, merupakan ajang untuk pencarian bibit bibit atlet, untuk Provinsi Kalimantan Selatan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kalimantan Selatan Selfiria Effendi mengatakan, pada pertandingan ini diikuti oleh ratusan atlet usia dini di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua IGORNAS Kalsel Selfiria Effendi

Untuk cabang olahraga atletik diikuti sebanyak 295 atlet, bulutangkis sebanyak 150 atlet, serta renang diikuti sebanyak 91 atlet.

Menurut Selfi, dipertandingkannya 3 cabang olahraga ini merupakan peraturan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dengan cabang olahraga atletik sebagai cabor yang utama. Sedangkan 2 cabor merupakan pilihan dari daerah. Tetapi masih mengacu pada peraturan pusat.

“Kami berharap melalui kejuaraan cabang olahraga Desain Besar Olahraga Nasional Mempotra bersama IGORNAS Kalsel, dapat mencetak juara, dari Kalsel untuk Indonesia,” ujar Selfi. (SRI/RDM/RH)

Sambut PHI ke 94, DP3A Kalsel Gelar Bakti Sosial Untuk Lansia

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Bakti Sosial Untuk Lanjut Usia (Lansia) Binaan Yayasan Uma Kandung, Kamis (8/12).

Kepala DP3A Kalsel, Adi Santoso mengatakan bakti sosial ini merupakan rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 94 Tahun 2022 yang mana dalam kegiatan ini dilakukan pemberian bantuan paket sembako kepada para lansia binaan Yayasan Uma Kandung.

“Jadi rangkaian kegiatan PHI ada ziarah ke taman makam pahlawan. Kemudian kita berkunjung ke panti sosial lanjut usia. Ini adalah riil para pejuang perempuan terutama perjuangan bagi keluarga mereka untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Nanti acara puncak pada Hari Ibu di gedung Mahligai Pancasila,” jelasnya kepada wartawan.

Suasana Bakti Sosial Pemberian Bantuan Untuk Lansia

Dalam bakti sosial ini, DP3A Kalsel juga mengajak berbagai organisasi perempuan untuk berpartisipasi, diantaranya Tim Penggerak PKK Kalsel, Dharma Wanita Persatuan Kalsel, Persatuan Istri Tentara, Bhayangkari serta Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia Kalsel.

“Ini adalah wujud partisipasi semua masyarakat, dalam hal ini gabungan organisasi perempuan di Kalsel untuk mendukung dalam memberikan bantuan sosial untuk lansia. Diharapkan melalui bantuan ini, para lansia bisa lebih sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Adi Santoso juga berharap masyarakat maupun pihak swasta bisa membantu pemerintah dalam membina para lansia karena kemampuan pemerintah yang terbatas dimana dari 54 ribu lansia yang ada di Kalsel, baru ratusan lansia yang mampu disantuni melalui panti-panti sosial milik pemerintah daerah. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version