Berlangsung 4 Hari, Bamara Fair 2025 Suguhkan Pameran Produk Lokal dan Pasar Murah

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-499, Kota Banjarmasin kembali melaksanakan Bamara Fair 2025, yang menampilkan produk lokal hasil kerajinan pelaku UMKM serta Pasar Murah. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim, didampingi Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, di kawasan eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu (27/9).

Bamara Fair 2025 resmi digelar ditandai pemukulan gong

Abdul Rahim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, terhadap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut.

“Dimana pameran ini juga menghadirkan pasar murah, untuk pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok warga Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abdul Rahim, pameran ini juga untuk mendukung pasar produk UMKM di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa Bamara Fair bukan sekadar pameran, melainkan wadah promosi, edukasi, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pameran produk IKM dan UMKM unggulan seperti kain sasirangan, kriya, dan olahan pangan lokal, hingga pojok pelayanan publik, pasar murah, fashion show, talkshow, serta hiburan rakyat.

“Yang lebih membanggakan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi pentahelix. Ada pemerintah, BUMD, perbankan, pelaku usaha, komunitas, hingga Dekranasda se Kalimantan Selatan, bahkan Dekranasda dari Kalimantan Tengah juga ikut hadir,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci pembangunan, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Bamara Fair adalah mendorong peningkatan transaksi perdagangan, memperluas pasar, dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui program pasar murah.

“Program ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong tumbuhnya investasi, memperkuat penggunaan produk dalam negeri, serta mengangkat UMKM Banjarmasin agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Yamin berpesan, agar seluruh pihak menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh bupati, wali kota, serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Kabupaten Seruyan yang telah mendukung penuh terselenggaranya Bamara Fair 2025,” ucap Yamin.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Icrom Muftezar mengatakan, kegiatan Bamara Fair tidak hanya menghadirkan stand Dekranasda, tetapi juga ada hiburan bagi pengunjung selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari 27 hingga 30 September. Ada sekitar 130 IKM dan UMKM yang ikut serta, termasuk Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta Kabupaten Seruyan dari Kalimantan Tengah. Tak lupa juga hiburan sore hari kita hadirkan,” ungkapnya.

Selain pameran produk unggulan, Bamara Fair juga menghadirkan program tebus murah sembako.

“Setiap hari disediakan 1.500 paket sembako, totalnya 6.000 paket selama kegiatan berlangsung. Antusias masyarakat luar biasa, sejak pukul 08.30 WITA mereka sudah hadir di lokasi,” jelas Icrom.

Kegiatan pembukaan pada Sabtu (27/9), juga diisi penyerahan 25 sertifikat hak cipta motif sasirangan dari Kementerian Hukum kepada Wali Kota Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Komdiphoria 2025 Resmi Dimulai, Dorong Generasi Muda Kuasai Transformasi Digital

BANJARBARU – Rangkaian kegiatan Komunikasi Digital Uphoria (Komdiphoria) Tahun 2025 resmi dimulai, sebagai bagian dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan, yang berlangsung di salah satu mal terbesar di Banjarbaru, pada Jumat (26/9).

Gelaran ini diawali dengan Kelas Host bertajuk “The Art of Hosting : Seni Menyampaikan Pesan Tanpa Batas” yang menghadirkan narasumber, Aditya Agusta dari lembaga pelatihan Cue Card, yang mendapat antusiasme tinggi dari peserta.

Usai kelas tersebut, acara dilanjutkan dengan seminar bertema “Dukungan Perangkat Transformasi Digital, Monitoring Isu, Jaringan, SDM Digital, Kebijakan PEMDI, serta Keamanan Informasi.” Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Product Development PT Media Cepat Indonesia (Rapid Network), Rendy Giantara, Direktur PT Sifatama Selamaya Solusindo South Kalimantan IT, Muhammad Lazuardi Yunanda, serta Head of Creative Production Icons Nusantara, Santika Saraswati Pribadi.

Salah satu penampilan peserta lomba stand up comedy Komdophoria 2025

Tak hanya itu, Komdiphoria 2025 juga dimeriahkan dengan berbagai kompetisi, mulai dari lomba stand up comedy hingga turnamen mobile legends yang memperebutkan hadiah jutaan rupiah.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim melalui Sekretaris Diskominfo Kalsel, Mashudi menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik sekaligus memahami pentingnya transformasi digital.

“Kami ingin generasi muda memiliki kepercayaan diri dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada publik, serta lebih memahami bagaimana transformasi digital berlangsung,” ujar Mashudi.

Lebih lanjut, Ia menegaskan Komdiphoria juga menjadi sarana untuk mengenalkan peran dan fungsi Diskominfo kepada masyarakat.

“Selain mengenalkan program Diskominfo, kami juga mengajak masyarakat berpartisipasi dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, aman, dan efisien. Kami berharap ada masukan dari masyarakat agar layanan publik berbasis digital di Kalsel bisa semakin lebih baik kedepan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

WSFest 2025 dan MTN Seni Budaya Resmi Dibuka, Banjarbaru Jadi Panggung Kreativitas Nasional

BANJARBARU – Wabul Sawi Festival (WSFest) 2025 yang dipadukan dengan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, resmi dibuka di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru, Jumat (26/9).

Foto bersama saat pembukaan ikon inspirasi MTN Kebudayaan

Mengusung tema “Tahan Apilan Terus Bertahan”, kegiatan ini akan berlangsung hingga Sabtu (27/9) dengan menghadirkan 19 program yang tersebar di 6 titik di Kota Idaman.

MTN Seni Budaya merupakan program prioritas nasional Kementerian Kebudayaan yang bertujuan menjaring, mengembangkan, dan menghubungkan talenta seni budaya Indonesia dengan peluang penguatan kapasitas maupun akses pasar.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, secara resmi membuka MTN Ikon Inspirasi di hadapan ribuan peserta. Ia menegaskan, program ini menjadi langkah strategis dalam mengelola potensi besar anak bangsa di bidang seni budaya.

“Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Namun, perlu sistem manajemen talenta yang modern agar para pelaku seni budaya dapat berkembang, mendapat kesempatan yang setara, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” ujarnya.

Mahendra menambahkan, pemerintah menyiapkan wadah pembinaan, akses pendanaan, kesempatan tampil di tingkat nasional hingga internasional, serta jejaring kolaborasi lintas sektor.

“Harapannya, ekosistem seni budaya yang produktif, inklusif, dan berkesinambungan dapat tercipta,” harapnya.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini.

Ariadi menekankan pentingnya generasi muda tidak hanya cakap teknologi tetapi juga berakar kuat pada budaya.

Menurutnya, Wabul Sawi Festival menjadi ruang lahirnya generasi muda yang gemar membaca, menulis, merawat tradisi, dan menerjemahkannya dalam karya kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Festival ini bukan sekadar perayaan seni dan sastra, melainkan ajakan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kebudayaan adalah identitas dan kekuatan bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Wabul Sawi Festival, Hudan Nur, menyebutkan kegiatan ini melibatkan puluhan sekolah, komunitas sastra, mahasiswa dari berbagai daerah di Kalsel, serta perwakilan dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Tak hanya itu, festival juga menghadirkan komunitas kampus, UKM, hingga warga binaan Lapas Perempuan yang memiliki talenta menulis.

“Targetnya kegiatan diikuti 1.000 peserta. Kita ingin semua kalangan bisa terlibat, termasuk mereka yang punya potensi namun jarang mendapat ruang tampil,” tutur Hudan yang juga dikenal sebagai penyair.

Program WSFest sendiri dikemas dalam beragam bentuk, mulai dari diskusi Oru (Obrolan Seru), Manyoto Tangah Hari, Malam Imaji, Edutown Selingkung Kota, hingga Antologi Karya Nusantara. (SYA/RIW/RH)

Gelar Mursprov VI, Pemprov Kalsel Dorong Peran PSMTI Majukan Pembangunan di Banua

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peran Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSTMI) Kalsel, dalam memajukan pembangunan di Banua.

Foto bersama

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, kepada sejumlah wartawan, usai membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalsel, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Jumat (26/9).

Adi menjelaskan, masyarakat Tionghoa di Kalsel dikenal aktif dan telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan. Baik di bidang pendidikan, kepemudaan, maupun sosial. Ia berharap, dengan terpilihnya ketua baru dalam Musprov kali ini, PSMTI semakin memperkuat kiprahnya dalam pembangunan di Kalimantan Selatan.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, saat diwancara

“PSMTI punya peran penting dalam memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Kami berharap pengurus yang baru dapat melanjutkan kontribusi positif ini,” ujarnya

Sementara itu, Ketua PSMTI Kalsel periode sebelumnya, Herman Chandra menyampaikan, Ketua dan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan periode 2025–2027 diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi kreatif untuk memajukan Banua. Dengan mengangkat tema “Bersinergi Menjalin Harmoni Demi Kemajuan Bersama”, Musprov kali ini diharapkan itu dapat menjadi wadah lahirnya gagasan, usulan, dan program kerja yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

“Forum ini penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan,” jelas Herman

Herman menambahkan, peran PSMTI ke depan tidak hanya terbatas pada bidang sosial, tetapi juga perlu didorong ke sektor ekonomi dan pendidikan. Dengan begitu, kontribusinya akan semakin nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

“Kami berharap pengurus baru dapat melahirkan ide-ide segar dan menjalin kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya

Musprov VI PSMTI Kalsel ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. Turut hadir Wakil Ketua Umum PSMTI Pusat, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rais Ruhayat, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. (NHF/RIW/RH)

Resmi, RSUD Ulin Laksanakan Tindakan Coiling Perdana

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin bersinergi dengan RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, melaksanakan tindakan Coiling Perdana melalui Program Pengampuan Layanan Prioritas Stroke, di RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/9). Kegiatan ini dibuka Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Obrin Parulian.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta, Al Rasyid menjelaskan, pelaksanaan coiling perdana ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Al Rasyid (Batik) bersama Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Kami bersama RSUD Ulin Banjarmasin telah mempersiapkan pelaksanaan tindakan coiling ini, beberapa bulan lalu. Dan, hari ini bisa terlaksana,” ungkap Al Rasyid.

Pihaknya melihat semangat kerja dari RSUD Ulin Banjarmasin, dalam pelaksanaan tindakan coiling perdana ini, yang juga menandai langkah maju RSUD Ulin, meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya penanganan stroke dan penyakit serebrovaskular, dari tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan RSUD Ulin Banjarmasin mampu memperkuat layanan prioritas stroke di Kalimantan Selatan, serta mendekatkan pelayanan kesehatan unggulan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga menjadi rumah sakit rujukan, bagi Rumah Sakit di Kalimantan Tengah, serta Timur.

Dalam kesempatan ini, Al Rasyid berpesan kepada masyarakat di Kalsel, apabila menemukan gejala stroke, maka segera bawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Gejala awal dari stroke dapat dilihat dari bentuk senyum yang miring sebelah, kesulitan bicara atau artikulasi tidak jelas, sakit kepala, serta penglihatan menjadi buram atau kabur,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Al Rasyid, penanganan penyakit stroke ini berkejaran dengan waktu. Maka, sesegera mungkin untuk mendapatkan pertolongan medis apabila mendapatkan serangan, ataupun gejala awal tersebut.

“Jangan menunda nunda untuk mendapatkan pertolongan dari penanganan gejala stroke tersebut,” ucapnya.

Begitu juga, tambahnya, jika mendapatkan serangan di malam hari, jangan menunda besok hari ke rumah sakit.

“Segera bawa secepat mungkin meski malam hari untuk mendapatkan pertolongan di rumah sakit,” pesannya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, RSUD Ulin Banjarmasin resmi memberikan layanan tindakan coiling, sebagai salah satu penanganan penyakit stroke.

“Dengan didukung RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, RSUD Ulin Banjarmasin telah siap memberikan layanan Coiling bagi pasien stroke di Kalsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan penanganan yang dilakukan langsung tim dokter RSUD Ulin Banjarmasin, pada tindakan perdana, yang didampingi tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo.

“Diharapkan, dengan semakin seringnya tindakan coiling di RSUD Ulin Banjarmasin, pasien dapat segera ditindaklanjuti, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi, serta angka kecacatan semakin rendah,” jelas Diauddin.

Selain itu, menurut Diauddin, dengan layanan ini, maka pasien dari Kalimantan Selatan dan sekitarnya, tidak perlu lagi pergi keluar daerah atau luar negeri, untuk mendapatkan penanganan tersebut, dan cukup dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Untuk diketahui, coiling adalah sebuah prosedur medis minimal invasif, untuk menangani aneurisma otak, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah otak, dengan cara memasukkan kumparan logam (Coil) melalui kateter ke dalam aneurisma untuk menutupnya dan mencegah pendarahan atau pecah.

Prosedur ini bertujuan memblokir aliran darah ke aneurisma sehingga mengurangi risiko terjadinya stroke hemoragik, kerusakan otak, dan komplikasi serius lainnya. (SRI/RIW/RH)

Cegah Konflik Umat Beragama, Biro Kesra Kalsel Gelar Bimtek Mediasi

BANJARMASIN – Dalam rangka pencegahan dini konflik antar umat beragama di Kalimantan Selatan, Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Bimbingan Teknis Mediasi Konflik Umat Beragama, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (25/9).

Bimtek dibuka Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Kabag Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrurazi.

Kabag Bina Mental dan Spiritual Biro Kesra Sekdaprov Kalsel Fahrurazi saat membaca sambutan Gubernur

Gubernur, dalam sambutannya yang dibacakan Fahrurazi, mengucapkan terima kasih kepada pemuka agama, tokoh tokoh agama dan organisasi keagamaan se Kalsel, yang sampai saat ini, masih terus bekerjasama dan saling merangkul, demi menjaga kerukunan umat beragama.

“Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada Walisongo Mediation Center UIN Walisongo Semarang, yang berkenan menjalin kerjasama, untuk kegiatan Bimtek ini,” ucapnya.

Gubernur Muhidin berharap, dari forum bimtek ini, peserta dapat lebih cerdas, teliti, dan lebih bijaksana, dalam menghadapi konflik umat beragama, apabila terjadi dalam kehidupan nyata.

“Kita tidak memungkiri, kemungkinan konflik umat beragama bisa saja muncul di Banua, meskipun kondisi Kalsel saat ini cukup harmonis dan penuh kedamaian,” ujarnya.

Pernyataan ini, terkait dengan sejarah kelam konflik umat beragama yang pernah terjadi di Banua, yang diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga, dan jangan sampai terulang kembali.

“Dari sejarah kelam tersebut kita bisa mengambil pelajaran, bahwa konflik yang melibatkan SARA dan umat beragama, telah menimbulkan perpecahan, permusuhan, dan kerusuhan,” tuturnya lebih lanjut.

Karena itu, Kalsel perlu terus waspada dan menyiarkayn penanganan yang bijak, jika terjadi konflik yang melibatkan umat beragama. Khususnya kemampuan dalam membuka ruang mediasi dan dialog.

“Dengan adanya Bimtek ini, kiranya semua peserta bisa memahami lebih luas lagi, cara cara yang efektif untuk bermediasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Muhidin berpesan kepada seluruh umat beragama di Banua, agar terus mengembangkan kehidupan yang penuh toleransi.

“Rangkullah pihak pihak yang berkonflik dengan cara yang arif, bijaksana, dan tanpa keberpihakan,” ujarnya.

Dengan bekal kemampuan mediasi yang baik, kehidupan yang rukun, aman, dan damai selalu terjaga di Kalimantan Selatan.

Bimtek yang bekerjasama dengan Walisongo Mediation Center (WMC) UIN Walisongo Semarang ini, berlangsung 5 hari dari 25 sampai 29 September 2025. (SRI/RIW/RH)

Rakerda Diskominfo dan Komdiphoria 2025, Kalsel Mantapkan Transformasi Digital

BANJARBARU – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat transformasi digital, kembali ditegaskan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan dan Komdiphoria 2025, yang digelar di salah satu hotel di Banjarbaru, pada Kamis (25/9).

Suasana pembukaan Rakerda Diskominfo se-Kalsel dan Komdophoria 2025

Kegiatan resmi dibuka Gubernur Muhidin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin. Acara ini juga menghadirkan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Nugroho Sulistiyadi Budi, serta perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin (kiri) memberikan cendramata kepada Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi (kanan)

Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu provinsi terdepan dalam penerapan sistem keamanan informasi di Indonesia.

“Provinsi Kalsel termasuk yang tercepat membentuk tim CSIRT di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dari 38 provinsi di Indonesia, baru enam yang memiliki tim CSIRT lengkap, dan Kalsel menjadi provinsi kedua tercepat. Bahkan Kalsel adalah yang pertama melakukan penilaian indeks kematangan keamanan informasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Nugroho.

Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keseriusan Pemprov Kalsel dalam memberikan pelayanan publik yang aman, cepat, dan efisien.

“BSSN tentu siap bersinergi dan mendukung Pemprov Kalsel dalam menjaga serta memperkuat infrastruktur pemerintahan digital. Hal ini penting untuk menjamin masyarakat memperoleh layanan publik yang berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menekankan, bahwa digitalisasi pemerintahan tidak sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan birokrasi yang adaptif.

“Transformasi digital adalah instrumen penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan sesuai perkembangan zaman. Ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera, serta grand design Reformasi Birokrasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menunjukkan percepatan tranformasi digital di setiap daerah di Kalimantan Selatan.

“Melalui forum ini, saya berharap lahir rumusan yang jelas untuk percepatan digitalisasi daerah. Layanan publik ke depan harus hadir dengan standar lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan tetap aman,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan, bahwa Rakerda dan Komdiphoria menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah bersama seluruh kabupaten/kota.

“Forum ini akan mengawal berbagai inovasi layanan publik agar lebih transparan, akuntabel, dan berkualitas. Kegiatan ini juga dirangkai dengan materi dari narasumber Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB, serta BSSN RI,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, BSSN RI bersama Pemprov Kalsel juga menyerahkan penghargaan kepada daerah yang dinilai berprestasi dalam pembentukan tim CSIRT dan penerapan Indeks Keamanan Informasi (KAMI).

Untuk kategori Indeks KAMI terbaik, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarmasin.

Kemudian kategori pembentukan tim CSIRT tercepat, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kota Banjarmasin.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Kepala BSSN RI, bersama Sekdaprov Kalsel, didampingi Kepala Dinas Kominfo Kalsel. (BDR/RIW/RH)

Tempati Peringkat ke-13 Tindak Lanjut Temuan BPK, Gubernur Muhidin Instruksikan Pemprov Kalsel Lakukan Percepatan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menempati peringkat ke-13 dari 14 daerah di Kalsel, dalam penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per 18 September 2025.

Hasil ini disampaikan dalam penandatanganan komitmen bersama penyelesaian TLRHP BPK yang diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Kalsel, Kamis (25/9).

Kepala BPK Perwakilan Kalsel, Andriyanto mengungkapkan, dari total 14.566 rekomendasi hasil pemeriksaan di 14 pemerintah daerah, sebanyak 12.050 (82,73%) sudah sesuai, 2.005 (13,76%) belum sesuai, 77 (0,53%) belum ditindaklanjuti, dan 434 (2,98%) tidak dapat ditindaklanjuti.

“Secara rata-rata, capaian penyelesaian TLRHP pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota di Kalsel mencapai 85,71 persen,” jelasnya.

Ia menambahkan, tiga daerah dengan capaian tertinggi adalah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (99,02%), Kabupaten Barito Kuala (96,79%), dan Kabupaten Balangan (94,20%).

Meski begitu, masih ada kendala yang dihadapi daerah, diantaranya koordinasi kepala daerah dengan OPD yang belum optimal, minimnya pemahaman terhadap substansi rekomendasi, serta lemahnya peran inspektorat dalam pengawasan.

Sementara itu, Pemprov Kalsel menempati peringkat ke-13 dengan capaian 74,54% dan 451 temuan. Gubernur Kalsel Muhidin menegaskan pihaknya akan segera mempercepat penyelesaian seluruh temuan tersebut.

Gubernur Kalsel (tengah) saat memberikan keterangan kepada awak media

“Saya sudah memerintahkan Sekda dan Inspektorat untuk menuntaskan seluruh temuan sebelum Desember 2025. Jika tidak selesai, maka akan kami serahkan ke aparat penegak hukum. Bahkan bisa dikenakan sanksi berupa pencopotan jabatan atau penurunan eselon,” tegas Muhidin.

Lebih lanjut, Muhidin menyebut Pemprov Kalsel telah melakukan pembenahan struktur SKPD agar lebih profesional ke depan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terulangnya permasalahan yang sama.

“Karena sebagian besar temuan ini terjadi karena ketidakpahaman dalam penyusunan laporan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Gelar Rapur Bahas Raperda, DPRD Kalsel Harapkan Peningkatan Pembangunan Banua

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat paripurna, dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel Alpiya Rahman, didampingi Kartoyo, dan Sekretaris DPRD Kalsel Muhammad Jaini. Turut hadir Gubernur Kalsel Muhidin, diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kalsel Ariadi Noor, kalangan legislatif, eksekutif serta tenaga ahli Gubernur Kalsel, bertempat di Ruang Rapat Paripurna H. Masyah Addrian Gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Kamis (25/9)

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo, menyampaikan, masing-masing fraksi menanggapi hadirnya Raperda Penyelenggaraan Perdagangan, yang diharapkan mampu mengakomodasi perkembangan ekonomi digital, termasuk pengaturan ekosistem perdagangan elektronik secara komprehensif.

Wakil Ketua DPRD Kalsel Kartoyo, saat diwancara (kanan)

Regulasi ini mampu menciptakan perdagangan yang sehat, serta menjamin keadilan bagi pelaku usaha kecil di tengah maraknya toko ritel modern.

“Ini merupakan wujud komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ucapnya kepada sejumlah wartawan

Kartoyo juga berharap, Raperda Penyelenggaraan Kesehatan, dapat menjadi perlindungan hukum terhadap jaminan kesejahteraan, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, terutama mereka yang bertugas di daerah terpencil. Insentif fasilitas penunjang, dan jaminan karier menjadi poin yang harus diperhatikan pemerintah provinsi.

“Kami sangat mengapresiasi Gubernur Kalsel, telah memberikan responsif dan mendukung raperda inisiatif DPRD ini. Sehingga, ini sebagai wujud komitmen bersama dalam fasilitasi regulasi untuk kemajuan Banua,” pungkasnya

Dalam rapat paripurna masing-masing Fraksi juga menyampaikan, pandangan umum, tentang Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Penambahan Pernyataan Modal Pemerintah Provinsi kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan, dan APBD Tahun Anggaran 2026.

Kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan/atau jawaban Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi – Fraksi DPRD terhadap 3 Raperda tersebut.

Selanjutnya Pendapat Gubernur Kalimantan Selatan terhadap penjelasan Komisi Pengusul atas Raperda Prakarsa DPRD, tentang Penyelenggaraan Perdagangan dan Kesehatan di Kalsel. (NHF/RIW/RH)

Peduli Pelestarian Sungai, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan 2 Perahu Motor Untuk Pokmaswas Balimau

HULU SUNGAI SELATAN – Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, menyerahkan bantuan dua unit perahu bermotor kepada Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Desa Balimau, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (23/9).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono mengatakan, dukungan sarana yang diberikan ini, merupakan bentuk konkret keberpihakan pemerintah terhadap pelestarian lingkungan yang digerakkan dari bawah.

Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono

“Mereka berada di garis depan setiap hari, menjaga sungai dari kerusakan, bantuan perahu motor ini bukan hanya alat transportasi, tetapi alat perjuangan mereka menjaga kelestarian sungai,” ungkap Rusdi.

Dijelaskannya, secara total Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel menyalurkan 9 unit perahu bermotor ke berbagai wilayah strategis yang rawan terhadap praktik perikanan ilegal.

“Upaya ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengawal sumber daya hayati perairan,” ucap Rusdi.

Program ini, lanjutnya, sejalan dengan visi Gubernur Kalsel dalam membangun provinsi yang hijau dan berkelanjutan, melalui pendekatan partisipatif dan berbasis komunal.

“Langkah ini menjadi simbol dukungan nyata pemerintah terhadap peran masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem sungai dari ancaman praktik perikanan ilegal,” ujar Rusdi.

Pada kesempatan tersebut, bantuan juga diberikan kepada Pokmaswas Perkasa 1 dan Perkasa 2, yang selama ini dikenal aktif dalam pengawasan praktik destruktif, seperti penyetruman ikan, penggunaan racun, hingga peledak yang merusak habitat sungai.

Salah satu penerima bantuan Pokmaswas Perkasa 1 mengucapkan, terima kasih kepada Gubernur Kalsel, yang telah menunjang kegiatan patroli di lapangan, sehingga mereka siap menjaga sungai demi anak cucu.

Seperti diketahui, Pokmaswas merupakan inisiatif akar rumput yang tumbuh dari kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ke berkelanjutan sumber daya perikanan. Mereka tidak digaji, tidak berseragam, tetapi memiliki semangat luar biasa sebagai relawan ekologis. (DISLUTKAN.KALSEL/SRI/RIW/RH)

Exit mobile version