Gelar Mursprov VI, Pemprov Kalsel Dorong Peran PSMTI Majukan Pembangunan di Banua
Musyawarah Provinsi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kalsel, resmi dibuka
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peran Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSTMI) Kalsel, dalam memajukan pembangunan di Banua.

Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso, kepada sejumlah wartawan, usai membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) VI Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalsel, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Jumat (26/9).
Adi menjelaskan, masyarakat Tionghoa di Kalsel dikenal aktif dan telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan. Baik di bidang pendidikan, kepemudaan, maupun sosial. Ia berharap, dengan terpilihnya ketua baru dalam Musprov kali ini, PSMTI semakin memperkuat kiprahnya dalam pembangunan di Kalimantan Selatan.

“PSMTI punya peran penting dalam memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat. Kami berharap pengurus yang baru dapat melanjutkan kontribusi positif ini,” ujarnya
Sementara itu, Ketua PSMTI Kalsel periode sebelumnya, Herman Chandra menyampaikan, Ketua dan pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan periode 2025–2027 diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi kreatif untuk memajukan Banua. Dengan mengangkat tema “Bersinergi Menjalin Harmoni Demi Kemajuan Bersama”, Musprov kali ini diharapkan itu dapat menjadi wadah lahirnya gagasan, usulan, dan program kerja yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Forum ini penting untuk merumuskan arah organisasi ke depan,” jelas Herman
Herman menambahkan, peran PSMTI ke depan tidak hanya terbatas pada bidang sosial, tetapi juga perlu didorong ke sektor ekonomi dan pendidikan. Dengan begitu, kontribusinya akan semakin nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap pengurus baru dapat melahirkan ide-ide segar dan menjalin kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya
Musprov VI PSMTI Kalsel ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. Turut hadir Wakil Ketua Umum PSMTI Pusat, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Rais Ruhayat, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. (NHF/RIW/RH)
