7 Februari 2026

Resmi, RSUD Ulin Laksanakan Tindakan Coiling Perdana

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin bersinergi dengan RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, melaksanakan tindakan Coiling Perdana melalui Program Pengampuan Layanan Prioritas Stroke, di RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/9). Kegiatan ini dibuka Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Obrin Parulian.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta, Al Rasyid menjelaskan, pelaksanaan coiling perdana ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Al Rasyid (Batik) bersama Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Kami bersama RSUD Ulin Banjarmasin telah mempersiapkan pelaksanaan tindakan coiling ini, beberapa bulan lalu. Dan, hari ini bisa terlaksana,” ungkap Al Rasyid.

Pihaknya melihat semangat kerja dari RSUD Ulin Banjarmasin, dalam pelaksanaan tindakan coiling perdana ini, yang juga menandai langkah maju RSUD Ulin, meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya penanganan stroke dan penyakit serebrovaskular, dari tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan RSUD Ulin Banjarmasin mampu memperkuat layanan prioritas stroke di Kalimantan Selatan, serta mendekatkan pelayanan kesehatan unggulan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga menjadi rumah sakit rujukan, bagi Rumah Sakit di Kalimantan Tengah, serta Timur.

Dalam kesempatan ini, Al Rasyid berpesan kepada masyarakat di Kalsel, apabila menemukan gejala stroke, maka segera bawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Gejala awal dari stroke dapat dilihat dari bentuk senyum yang miring sebelah, kesulitan bicara atau artikulasi tidak jelas, sakit kepala, serta penglihatan menjadi buram atau kabur,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Al Rasyid, penanganan penyakit stroke ini berkejaran dengan waktu. Maka, sesegera mungkin untuk mendapatkan pertolongan medis apabila mendapatkan serangan, ataupun gejala awal tersebut.

“Jangan menunda nunda untuk mendapatkan pertolongan dari penanganan gejala stroke tersebut,” ucapnya.

Begitu juga, tambahnya, jika mendapatkan serangan di malam hari, jangan menunda besok hari ke rumah sakit.

“Segera bawa secepat mungkin meski malam hari untuk mendapatkan pertolongan di rumah sakit,” pesannya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, RSUD Ulin Banjarmasin resmi memberikan layanan tindakan coiling, sebagai salah satu penanganan penyakit stroke.

“Dengan didukung RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, RSUD Ulin Banjarmasin telah siap memberikan layanan Coiling bagi pasien stroke di Kalsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan penanganan yang dilakukan langsung tim dokter RSUD Ulin Banjarmasin, pada tindakan perdana, yang didampingi tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo.

“Diharapkan, dengan semakin seringnya tindakan coiling di RSUD Ulin Banjarmasin, pasien dapat segera ditindaklanjuti, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi, serta angka kecacatan semakin rendah,” jelas Diauddin.

Selain itu, menurut Diauddin, dengan layanan ini, maka pasien dari Kalimantan Selatan dan sekitarnya, tidak perlu lagi pergi keluar daerah atau luar negeri, untuk mendapatkan penanganan tersebut, dan cukup dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Untuk diketahui, coiling adalah sebuah prosedur medis minimal invasif, untuk menangani aneurisma otak, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah otak, dengan cara memasukkan kumparan logam (Coil) melalui kateter ke dalam aneurisma untuk menutupnya dan mencegah pendarahan atau pecah.

Prosedur ini bertujuan memblokir aliran darah ke aneurisma sehingga mengurangi risiko terjadinya stroke hemoragik, kerusakan otak, dan komplikasi serius lainnya. (SRI/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.