BANJARMASIN – Ratusan peserta dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mengikuti Jambore Kader Posyandu Tingkat Provinsi Tahun 2025. Kegiatan ini dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Muhamad Muslim, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (24/9).
Prosesi pembukaan Jambore Kader Posyandu 2025
Gubernur Muhidin, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra, Muhamad Muslim, menyampaikan kabar gembira, sekaligus apresiasi kepada seluruh kader posyandu se-Kalsel atas capaian prestasi nasional.
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhamad Muslim saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel
Awal pekan tadi, Kalsel berhasil meraih penghargaan sebagai Provinsi Terbaik I se-Indonesia dalam Pengelolaan Posyandu 6 SPM pada Rakernas Posyandu di Jakarta.
“Semoga prestasi ini semakin mendorong seluruh kader posyandu se-Kalsel untuk terus mengoptimalkan peran dalam melayani masyarakat di sektor kesehatan,” ucap Muslim.
Ia menambahkan, keberadaan posyandu memiliki peran penting dalam pembangunan kesehatan, khususnya layanan dasar bagi ibu dan anak.
Para kader juga dinilai tidak hanya sebagai penyampai informasi kesehatan, tetapi juga penggerak masyarakat agar aktif datang ke posyandu.
“Kader posyandu kiranya mampu melakukan langkah edukatif untuk mendampingi masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Teruslah bekerja membantu pemerintah agar bisa cepat mengatasi masalah kesehatan di masyarakat. Insya Allah, jika kita bekerja bersama, bergotong royong, maka persoalan kesehatan bisa kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, dr. Diauddin menegaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kapasitas, tetapi juga ajang silaturahmi dan motivasi bagi para kader.
“Melalui jambore ini, kami ingin para kader posyandu semakin percaya diri dan bersemangat dalam mendukung program, terutama dalam upaya penanganan gizi, pencegahan stunting, dan menurunkan angka kematian ibu serta bayi,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kinerja pembangunan industri, sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, dan menjawab tantangan global yang semakin dinamis.
Kalimantan Selatan, diketahui memiliki potensi industri yang sangat beragam. Mulai dari sektor pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, hingga industri berbasis sumber daya alam seperti pertambangan dan energi. Selain itu, potensi kerajinan lokal serta industri kecil menengah juga menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim menjelaskan, bahwa peningkatan kinerja pembangunan industri ini akan menjadi pedoman penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan industri ke depan.
Dengan adanya pedoman tersebut, diharapkan arah pembangunan industri di Kalsel lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan pasar dan tantangan global.
“Perencanaan pembangunan industri tidak hanya berfokus pada pengembangan sektor besar, namun juga mencakup industri kecil menengah atau IKM yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Peran IKM perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas produksi, kualitas produk, hingga strategi pemasaran yang lebih modern agar mampu bersaing dengan produk dari luar daerah maupun luar negeri,” ungkap Rahim, saat ditemui baru – baru ini.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga akan memperhatikan aspek keberlanjutan, termasuk pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan serta pemanfaatan teknologi dalam proses produksi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat dalam mendorong terwujudnya industri hijau yang lebih efisien dan kompetitif.
Sejumlah sektor industri potensial di Kalsel juga akan mendapat perhatian serius. Misalnya, industri pengolahan hasil pertanian seperti padi, jagung, dan hortikultura, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi. Begitu pula industri perikanan, khususnya pengolahan ikan air tawar dan hasil laut yang melimpah di wilayah pesisir Kalsel.
Sektor pertambangan dan energi juga berpeluang besar, dengan dorongan agar pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Pembangunan sektor industri memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, industri juga berkontribusi dalam menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang semakin terbuka. Karena itu, kami terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama,” lanjut Rahim.
Tidak hanya itu, pihaknya juga menyoroti industri kerajinan lokal, seperti anyaman purun dan sasirangan, yang dapat dikembangkan melalui inovasi desain dan pemasaran digital agar mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Dengan langkah strategis tersebut, industri di daerah ini akan semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Rahim. (MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, dipimpin Wali Kota Muhammad Yamin, pada Peringatan Hari Jadi Ke 499 Kota Banjarmasin, berziarah ke makam Sultan Suriansyah, Raja Pertama Kesultanan Banjar, di Kelurahan Kuin Utara, Rabu (24/9).
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akar sejarah lahirnya kota, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.
Wali Kota Banjarmasin ziarah ke Makam Sultan Suriansyah
“Alhamdulillah, hari ini Banjarmasin genap berusia 499 tahun. Tanggal 24 September adalah hari bersejarah karena di sinilah Sultan Suriansyah dinobatkan sebagai raja, dan mulai memeluk agama Islam. Sejarah ini menjadi sakral bagi kita semua, sebab berdirinya Banjarmasin tidak bisa dilepaskan dari peran Kerajaan Banjar,” ungkap Yamin.
Menurutnya, ziarah ini memiliki dua pesan penting. Pertama, meneguhkan identitas masyarakat Banjar yang menjunjung nilai sejarah dan spiritual. Kedua, menegaskan tanggung jawab bersama dalam menjaga situs budaya seperti makam dari Sultan Kerajaan Banjar pertama.
“Kondisi komplek makam ini harus menjadi perhatian. Selain nilai sejarah, makam ini juga memiliki potensi wisata budaya,” ucap Yamin.
Namun, lanjutnya, hingga kini masih ada polemik status pengelolaan yang belum sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah kota.
“Ke depan, kami ingin memastikan tempat ini dirawat secara serius karena ini simbol kerajaan dan cikal bakal Banjarmasin,” ujar Yamin.
Prosesi ziarah tahun ini juga dilakukan dengan cara yang khas, yaitu rombongan Wali Kota dan pejabat menggunakan speed boat menyusuri sungai menuju lokasi.
Langkah ini, menurut Yamin, merupakan simbol penguatan identitas Banjarmasin sebagai kota sungai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sungai adalah identitas kita. Dengan naik Speedboat, kita ingin mengingatkan warga bahwa sungai harus dirawat, dijaga, sekaligus dimanfaatkan sebagai pusat budaya dan destinasi wisata. Kota seribu sungai ini harus tetap indah dan nyaman,” tambahnya.
Tak hanya diwarnai doa dan tabur bunga, acara ziarah juga berlangsung meriah dengan partisipasi warga sekitar. Usai prosesi, masyarakat diajak makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan syukur. Pemerintah kota pun menyerahkan tali asih secara simbolis.
Bagi masyarakat, acara ini diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan terhadap sejarah, tetapi juga menjadi dorongan agar situs bersejarah dijaga bersama-sama sebagai bagian dari identitas kota.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ananda, Ketua TP PKK Neli Listriani, pimpinan SKPD, dan jajaran Forkopimda Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka puncak Peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin Tahun 2025, Rabu (24/9).
Rapat paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakilnya Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris DPRD Iwan Ristianto. Dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Wakilnya Ananda, Gatriwara kota Banjarmasin, jajaran Forkopimda, pimpinan media, pimpinan partai politik, dan tokoh masyarakat.
Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan, agenda rutin tahunan ini menjadi momentum penting, untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Seribu Sungai, sekaligus memperkuat komitmen pembangunan ke depan.
Dimana pada hari jadi tahun ini, mengangkat tema “Gawi Sabumi, Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera”. Tema ini dinilai sangat tepat, mencerminkan semangat kebersamaan. gotong royong, untuk membangun kota seribu sungai, agar semakin maju dan sejahtera.
Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat diwancara
“Tema ini syarat makna seperti ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya saat diwancara awak media
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, peringatan hari jadi tidak bersifat seremonial semata tetapi menjadi refleksi untuk kemajuan bersama. Dengan mewujudkan kebersamaan, kerja nyata, serta dukungan semua pihak.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, saat memberikan komentarnya
“Kami optimis Banjarmasin mampu berkembang menjadi kota yang lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya
Lebih lanjut Yamin menambahkan, masyarakat juga harus terus menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat identitas budaya Banjar yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.
“Menuju Banjarmasin maju dan sejahtera bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata, yang bukan hanya Pemko, DPRD, SKPD serta masyarakat sebagai penentu utamanya,” tutup Yamin.
Dalam dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa, juga disampaikan cerita pendek sejarah tentang terbentuknya Kota Banjarmasin, pada 24 September 1526, yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini. (NHF/RIW/RH)
BANJARMASIN – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan, nelayan, serta pelaku usaha setempat, di Aula Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Rabu (24/9). Pemeriksaan kesehatan gratis, dibuka Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Achmad Jaki saat mengikuti pemeriksaan kesehatan
Jaki mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan para karyawan, nelayan, serta pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.
“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yang bersama kami telah melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Jaki.
Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, lanjutnya, kesehatan karyawan, nelayan, dan pelaku usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dapat terkontrol dengan baik.
“Dengan kondisi kesehatan yang diketahui sejak dini, maka mereka dapat berjaga jaga, terhadap kesehatan diri sendiri,” ucap Jaki.
Jaki berharap, dengan tubuh yang sehat maka aktivitas dan pekerjaan dapat dilakukan dengan maksimal, mengingat tugas nelayan yang cukup berat. Dimana aktivitas fisik ini , memerlukan kondisi tubuh prima.
Dikatakan Jaki, tercatat lebih dari 70 karyawan serta karyawan magang di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjalani pemeriksaan kesehatan kali ini.
“Pada pemeriksaan kesehatan gratis ini kami tidak memasang target, karena itu bagi nelayan serta ABK Kapal nelayan yang sedang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dipersilakan juga untuk dapat memeriksakan kesehatannya,” tutur Jaki.
Sementara itu, Koordinator Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Rusman mengatakan, layanan pemeriksaan kesehatan kepada para nelayan dan karyawan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, untuk mendeteksi keluhan penyakit yang dirasakan.
“Pemeriksaan kesehatan sejak dini ini sangat penting, untuk mengetahui penyakit yang dialami, sehingga pengobatan cepat dilakukan,” ucapnya.
Pada pemeriksaan ini, lanjut Rusman, dilakukan pemeriksaan pada tekanan darah, gula darah, asam urat, serta kolesterol.
Dalam kesempatan tersebut Rusman berpesan, kepada para nelayan serta ABK kapal nelayan, agar dapat menjaga kesehatannya, dengan memperbanyak asupan makanan bergizi serta perbanyak minum air putih.
“Pada saat menjaga kesehatan tubuh apalagi di tengah laut, untuk dapat makan yang bergizi serta minum air putih,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil mengembangkan varietas pisang dengan metode khusus, sehingga umbinya dapat menghasilkan ratusan anakan pisang baru.
Proses pengembangbiakkan satu anak pisang menjadi ratusan anak pisang
Pencapaian ini menjadi salah satu terobosan penting dalam dunia pertanian hortikultura di Banua. Selama ini, ketersediaan bibit pisang unggul sering menjadi kendala bagi petani karena jumlahnya terbatas dan membutuhkan waktu lama dalam proses pembiakan alami.
Dengan adanya inovasi dari BBTPH Kalsel, persoalan tersebut dapat diatasi, karena metode baru ini memungkinkan satu indukan pisang menghasilkan banyak bibit dalam waktu lebih singkat. Inovasi ini juga diharapkan mampu mempercepat regenerasi tanaman, meningkatkan produktivitas kebun, sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Kepala BBTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto menjelaskan, bahwa metode yang digunakan adalah melalui pencacahan anakan pisang, yang kemudian diperbanyak dan dijadikan sebagai umbi baru. Cara ini terbukti efektif untuk mempercepat ketersediaan bibit pisang unggul dalam jumlah banyak, sehingga dapat memenuhi kebutuhan petani di daerah.
Kepala BBTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Sigid Sarsanto
“Teknik ini tidak hanya menekan biaya produksi bibit, tetapi juga memberikan alternatif bagi petani untuk mendapatkan varietas pisang dengan kualitas terjamin. Dengan bibit yang lebih mudah diperoleh, peluang pengembangan lahan pisang baru di Kalsel semakin terbuka lebar,” ungkap Sigid, baru – baru ini.
Inovasi ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pengembangan hortikultura di Kalimantan Selatan, khususnya komoditas pisang yang memiliki potensi besar di pasaran. Dimana permintaan pisang, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri, terus meningkat setiap tahun.
“Dengan adanya varietas yang mampu berkembang biak cepat, petani akan lebih mudah mendapatkan bibit berkualitas. Ini akan mempercepat produktivitas, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas pisang asal Kalsel,” lanjut Sigid.
Selain itu, BBTPH Kalsel juga terus menghadirkan inovasi lain dalam penyediaan benih dan bibit hortikultura. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
“Melalui inovasi varietas pisang dengan ratusan anakan ini, diharapkan para petani dapat memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil panen. Dengan begitu, pisang Kalsel berpotensi tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga menembus pasar antarprovinsi bahkan ekspor,” tutup Sigid. (MRF/RIW/RH)
BANJARBARU – Upaya pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat berdialog dengan ratusan pilar sosial di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Menurutnya, keberhasilan program Presiden hanya dapat tercapai jika dijalankan secara terpadu, terukur, dan melibatkan relawan sosial di lapangan.
Dialog Pilar-Pilar Sosial ini digelar di Ruang Serba Guna BBPPKS Banjarmasin, Selasa (23/9), dengan diikuti 393 peserta dari tujuh unsur pilar sosial. Meliputi SDM PKH, TKSK, PSM, Karang Taruna, Tagana, Pordam, dan Pendamping Rehsos, yang berasal dari lima daerah di Kalsel.
“Program Presiden harus kita tindaklanjuti di daerah. Pilar sosial sebagai jembatan Kemensos di lapangan harus mengeksekusi dengan baik, dan hasilnya akan kita ukur setiap tahun,” katanya.
Mensos RI (Baret) saat menyampaikan keterangan kepada wartawan
Gus Ipul menegaskan, Kementerian Sosial kini menjalankan tiga program prioritas yang saling terhubung. Pertama, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025.
Data ini dimutakhirkan setiap tiga bulan baik melalui jalur formal (RT, RW, musyawarah desa/kelurahan, pendamping, validasi BPS) maupun partisipatif lewat aplikasi Cek Bansos.
Kedua, Sekolah Rakyat yang menjadi strategi pengentasan kemiskinan berbasis keluarga. Ketiga, bansos tepat sasaran dengan pemutakhiran data secara berkala.
“Bansos berpedoman pada DTSEN, Sekolah Rakyat juga diawali dengan DTSEN. Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumahnya dibantu, sehingga keluarga bisa benar-benar naik kelas dalam tiga sampai lima tahun ke depan,” jelasnya.
Gus Ipul menjelaskan, tujuan bansos bukan hanya memberi bantuan sementara, melainkan mendorong graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menuju kemandirian.
“Kalau satu pendamping mendampingi 10 KPM, maka setiap tahun ada 330 ribu keluarga yang naik kelas. Dari penerima bansos menjadi keluarga berdaya. Seperti pesan Presiden Prabowo, bansos sementara, berdaya selamanya,” ucapnya.
Kemensos bersama Dewan Ekonomi Nasional, juga tengah menyiapkan mekanisme digitalisasi penyaluran bansos. Uji coba telah dilakukan di Banyuwangi, dan akan diperluas secara bertahap.
“Ke depan, penyaluran bansos akan menggunakan sistem digital. Mesin yang sudah dirancang dengan baik akan memilah penerima, sehingga lebih transparan dan akuntabel,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dalam sambutan yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Menteri Sosial.
“Kita sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan Bapak Gus Ipul. Lebih istimewa lagi, beliau menyempatkan diri berdialog dengan pilar-pilar sosial di Kalsel. Ini bukan sekadar bentuk perhatian, tetapi juga penghormatan beliau terhadap pilar sosial yang selalu aktif mendukung kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (SYA/RIW/RH)
BANJARMASIN – Masih dalam semarak Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan LearningRoom, menggelar Banjarmasin Student English Fest (BSEF) 2025. Babak akhir BSEF 2025 ini, berlangsung disalah satu hotel,l berbintang, Selasa (23/9).
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menutup langsung rangkaian kegiatan, sekaligus membuka ajang Grand Final yang turut dihadiri Direktur PT 8 Elements, Joerg Tente, Head of Business Operations LearningRoom, Avinda Akil, Plt Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, beserta guru-guru pendamping dari sekolah se-kota Banjarmasin.
Wali Kota Yamin, menyambut baik penyelenggaran BESF 2025 sebagai kompetisi Bahasa Inggris pelajar terbesar se-Kalimantan Selatan, yang menguji kemampuan siswa-siswi Banjarmasin berbahasa Inggris, dari berbagai jenjang pendidikan.
Hal ini, ujarnya, sejalan dengan visi Banjarmasin Maju Sejahtera yang menginginkan terciptanya generasi penerus yang handal, sehat, cerdas dan berkarakter.
“Saya yakin dan percaya anak-anak kita ini mampu untuk berkembang dalam kemampuan bahasa asing dan pengetahuannya. Kita ingin mereka ini siap untuk mempromosikan budaya lokal melalui bahasa Inggris,” ucap Yamin.
Yang lebih menariknya lagi, disampaikan bahwa, kompetisi yang melibatkan setidaknya sekitar 5 ribu pelajar SD hingga SMA di Kota Banjarmasin tersebut, tidak menggunakan sepeserpun dana APBD Kota Banjarmasin.
“Jadi saya kira antusiasmenya sangat luar biasa. Kita sangat mengapresiasi, inilah harapan kita dengan menggalakkan program bahasa asing atau bahasa Inggris di kalangan pelajar,” ungkap Yamin.
Apresiasi setinggi-tingginya, lanjutnya, kepada guru-guru dan para mitra yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Sehingga semua berjalan lancar, murni tanpa dana APBD yang dikucurkan.
“Yang pasti semua ini kita lakukan agar sektor pendidikan di kota Banjarmasin itu dapat berkemajuan,” jelas Yamin.
Sementara itu, Plt Kadisdik Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, bahwa event ini merupakan wujud dari Gawi Sabumi menuju Banjarmasin Maju Sejahtera, yang menyentuh seluruh aspek tak terkecuali di sektor pendidikan.
Ia menyebut, seluruh pelaksanaan kompetisi Banjarmasin English Student disokong penuh melalui berbagai skema kolaborasi dari beberapa lembaga, institusi hingga komunitas terkait yang membuat semangat Gawi Sabumi benar-benar hadir di tengah masyarakat.
“Sebagai bagian dari efisiensi sebagaimana arahan pusat dan juga arahan Pak Wali Kota Banjarmasin, pembiayaan untuk kegiatan ini melalui APBD itu nol rupiah. Adapun seluruhnya didukung penuh berbagai pihak, mulai dari LearningRoom by PT 8 Elements, Bank Indonesia perwakilan Kalsel, kemitraan GoJek Indonesia Banjarmasin dan partnership lainnya,” ungkap Ryan Utama.
Dirinya menuturkan, terdapat tiga kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Cerdas Cermat, Karya Kreatif serta English Debate Competition. Melalui kompetisi ini, Kadisdik berharap, kreativitas pelajar dan kemajuan pendidikan di Kota Banjarmasin itu benar-benar dapat terwujud.
“Semoga student english fest ini bisa jadi simbol harapan bagi anak muda kita di Banjarmasin,” tutup Ryan.
Disisi lain, sebagai sponsor dan mitra utama kegiatan, Direktur PT 8 Elements, Joerg Tente dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Wali Kota Banjarmasin beserta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaran BSEF 2025, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.
“Pertama saya sangat tersanjung dengan sambutan yang luar biasa, khususnya ketika lagu kebangsaan bergema. Ini jadi momen berharga bagi pelajar yang ingin sekolah – sekolah di sini bisa naik kelas,” ucap Joerg Tente.
Di momen spesial HUT Kota Banjarmasin, begitu banyak partisipan yang ikut, ada sebanyak 5.000 pelajar.
“Ini harus kita rayakan dan kita apresiasi,” ucapnya.
Pihaknya berharap ini dapat meningkatkan semangat dan kemampuan anak-anak di Banjarmasin dalam berbahasa inggris.
Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan LearningRoom by PT 8 Elements, berkaitan dengan kerja sama transformasi pendidikan untuk mendukung penub keberlanjutan program bahasa Inggris bagi sekolah-sekolah di Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)
BANJARBARU – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan, menggelar Workshop Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), bersama seluruh perwakilan lembaga penyiaran di Kalsel.
Foto bersama saat workshop P3SPS KPID Kalsel di Banjarbaru
Kegiatan bertema “Siaran Cerdas, Konten Berkualitas” ini, berlangsung di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Selasa (23/9).
Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan menyampaikan, workshop ini bertujuan memperdalam pemahaman mengenai Peraturan KPI Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran.
Menurutnya, di tengah arus digitalisasi dan fenomena post-truth, penyiaran yang sehat, berimbang, dan mendidik harus tetap dijaga.
“Kami ingin agar media konvensional tetap menjadi pilihan utama masyarakat, sebagai media yang kredibel dan memiliki tanggung jawab,” katanya.
Workshop ini juga mendapat perhatian dari DPRD Kalsel. Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor menilai, penyiaran di daerah membutuhkan dasar hukum yang kuat agar pengawasan dapat lebih terarah.
“Alhamdulillah, workshop hari ini sangat luar biasa. Kita banyak berdiskusi tentang masa depan penyiaran di Kalsel. Ke depan, perlu ada payung hukum agar KPID bisa mengawasi semua penyiaran, termasuk platform digital. Jika KPID memerlukan Raperda, DPRD siap membahasnya bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kemitraan Komunikasi dan Hubungan Media Diskominfo Kalsel, Erlinda Puspita Ningrum, mengingatkan pentingnya adaptasi di era digital.
Menurutnya, meskipun regulasi penyiaran telah ada, namun masih terdapat celah yang perlu diperkuat agar tidak mengurangi kualitas siaran.
“Transformasi digital harus segera diantisipasi. Pemerintah siap berkolaborasi dan memfasilitasi lembaga penyiaran agar tetap bertahan dan relevan. Mari kita cari solusi bersama agar dunia penyiaran di Kalsel tetap eksis dan berkualitas,” jelasnya.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Evi Rizqi Monarshi dari Komisioner KPI Pusat, serta jajaran Komisioner KPID Kalsel. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Dunia penyiaran kini tidak lagi terbatas pada televisi dan radio. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi DPRD Kalimantan Selatan.
Dalam Workshop Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) yang diselenggarakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel, Sekretaris Komisi I Ilham Noor, yang mewakili Ketua Komisi I Rais Ruhayat, menyoroti pentingnya pengawasan terhadap konten digital.
Suasana Workshop Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran yang diselenggarakan KPID Kalsel
Acara yang berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel pada Selasa (23/9) in, bertujuan memperkuat peran media konvensional di tengah pesatnya digitalisasi. Namun, Ilham Noor menekankan bahwa perluasan ranah penyiaran ke platform digital membutuhkan perhatian khusus.
Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor (ditengah)
“DPRD Kalsel berharap ada payung hukum yang bisa menjangkau dan mengawasi konten – konten media sosial agar tidak menyebarkan hal-hal negatif, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam sesi diskusi, Ilham Noor juga menyoroti tantangan pengawasan terhadap konten di media sosial. Platform digital kini menjadi ranah penyiaran baru. DPRD Kalsel berharap ada regulasi yang dapat menjangkau dan mengawasi konten-konten ini agar tidak menyebarkan hal-hal negatif, terutama kepada anak-anak dan remaja.
Pihaknya mengapresiasi upaya KPID dalam menyelenggarakan workshop ini, yang menurutnya sangat relevan dengan dinamika media saat ini.
“DPRD melalui Komisi I siap berkolaborasi dengan KPID dan Diskominfo untuk mendorong literasi media di masyarakat,” tambahnya.
Pernyataan Ilham Noor sejalan dengan visi Ketua KPID Kalsel, Muhammad Leoni Hermawan, yang berupaya menjadikan media konvensional sebagai sumber informasi terpercaya.
“Kami ingin agar media konvensional tetap menjadi pilihan utama masyarakat, sebagai media yang kredibel dan memiliki tanggung jawab,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)