Anugerah ASN Kembali Digelar, ASN Kalsel Diimbau Ikut Berpartisipasi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Anugerah ASN, sebagai bentuk penghargaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprestasi. Ajang ini digelar melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel dan menjadi pelaksanaan kedua setelah sukses di tahun sebelumnya.

Pendaftaran dibuka hingga 30 September 2025. Sesuai arahan Gubernur Kalsel, Muhidin dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, ASN lingkup Pemprov Kalsel didorong untuk mendaftarkan diri agar dapat berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini.

Plt. Kepala BKD Kalsel, Noryadi, melalui Kabid Penilai Kinerja Aparatur dan Penghargaan, Lily Hidayat menjelaskan, bahwa terdapat empat kategori penghargaan yang diperebutkan tahun ini. Kategori tersebut meliputi Pejabat Administrator Terbaik, Pejabat Pengawas Terbaik, Best Employee untuk Pejabat Fungsional Umum dan Tertentu (kecuali guru), serta Guru Terbaik.

Kabid Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan, BKD Kalsel, Lily Hidayat

“Penilaian utama dalam Anugerah ASN adalah inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi SKPD tempat ASN bertugas maupun bagi masyarakat Banua. Selain itu, dewan juri juga akan menilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta prestasi lain yang telah diraih,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan, proses penjurian akan melibatkan unsur pemerintah daerah, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta civitas akademika.

Adapun reward yang akan diberikan kepada para pemenang, antara lain piala, piagam penghargaan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), uang pembinaan, rekomendasi kenaikan pangkat luar biasa, serta kesempatan mewakili Kalsel dalam ajang Anugerah ASN tingkat nasional.

“Target kami, jumlah peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan demikian, semoga dapat memunculkan jiwa kompetitif di kalangan ASN serta memberikan kontribusi dan motivasi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Mengenal Kuntau, Jadi Penutup Gebyar Museum Lambung Mangkurat 2025

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat menutup rangkaian kegiatan Gebyar Museum 2025 dengan gelaran belajar bersama seni bela diri tradisional Kuntau, Minggu (21/9).

Suasana belajar bersama Mengenal Kuntau di Museum Lambung Mangkurat

Kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda karena peserta tak hanya diajak mengenal sejarah Kuntau, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, menyampaikan pemilihan Kuntau sebagai penutup gebyar tahun ini merupakan bentuk komitmen museum dalam melestarikan warisan budaya takbenda Kalimantan Selatan.

“Kuntau bukan hanya keterampilan bela diri, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai luhur seperti disiplin, keberanian, penghormatan, dan kebersamaan,” ujarnya.

Agus menambahkan, museum ingin menghadirkan ruang belajar alternatif yang kreatif dan interaktif. Anak-anak maupun generasi muda diharapkan tak sekadar mengenal Kuntau dari koleksi dan cerita, tetapi juga bisa merasakan langsung pengalaman berlatih bersama para pelatih.

“Dengan demikian, museum bukan hanya tempat menyimpan benda, melainkan juga ruang hidup budaya yang dekat dengan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan belajar bersama ini diikuti 100 peserta yang terdiri dari lima perguruan Kuntau se-Kalsel, komunitas Artpedia ULM, serta siswa-siswi dari SMKN 3 Banjarbaru, SMPN 3 Banjarbaru, dan SMAN 1 Martapura.

Pamong Budaya Muda Museum Lambung Mangkurat, Raudatul Aflahah menilai, kehadiran para peserta menjadi bukti nyata semangat bersama dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

“Dengan adanya ruang terbuka dan interaktif di museum, generasi muda bisa lebih dekat dengan sejarah sekaligus lebih kreatif dalam melestarikan kebudayaan daerah,” katanya.

Raudatul berharap ke depan Museum Lambung Mangkurat dapat menjadi wadah bagi komunitas pecinta seni dan budaya. Menurutnya, museum bisa difungsikan sebagai tempat belajar bersama, ruang pameran karya, hingga ajang pertemuan komunitas.

“Kami siap menjalin kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas, demi menjaga kelestarian seni, budaya dan sejarah,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Delapan Desa Baru Hasil Pemekaran Resmi Terbentuk Di Tanah Bumbu

BANJARBARU – Kabupaten Tanah Bumbu resmi memiliki delapan desa baru hasil pemekaran. Delapan desa ini disahkan sebelum moratorium pemekaran desa diberlakukan jelang Pemilu 2024 lalu. Pembentukan desa baru tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat lokal. Kehadiran desa baru diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat dengan masyarakat, mempercepat proses pembangunan, serta mendorong pemerataan hasil pembangunan di seluruh wilayah Tanah Bumbu.

Pemekaran ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari luasnya wilayah desa induk yang menyulitkan pelayanan masyarakat, meningkatnya jumlah penduduk, hingga kebutuhan mendesak untuk menghadirkan akses pelayanan dasar yang lebih cepat dan merata.

Dengan adanya desa baru, masyarakat akan lebih mudah menjangkau pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur desa. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama menginginkan pelayanan yang lebih dekat dan tata kelola desa yang lebih efektif.

Kepala Bidang Pembinaan Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan, Wahyu Widyo Nugroho menjelaskan, bahwa pemekaran desa merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Proses terbentuknya delapan desa baru di Tanah Bumbu ini tidaklah singkat, melainkan melalui tahapan panjang, mulai dari pengajuan Pemerintah Kabupaten, kajian administrasi, hingga verifikasi di lapangan yang sesuai dengan aturan berlaku.

“Dengan adanya desa baru ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan pemerintahan. Selain itu, pembangunan dapat dilakukan lebih merata karena setiap desa memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengelola wilayahnya,” ucap Wahyu, baru – baru ini.

Menurut Wahyu, pemekaran desa juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat paling bawah. Desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah diharapkan bisa semakin berdaya, baik dari segi pelayanan administrasi, pembangunan infrastruktur, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Kehadiran desa baru di Tanah Bumbu dapat membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Dengan demikian, potensi lokal dapat digali secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” lanjut Wahyu.

Keberhasilan pemekaran desa di Tanah Bumbu ini, diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain di Kalimantan Selatan, agar potensi desa dapat lebih dikembangkan dengan mekanisme yang sesuai ketentuan.

“Dengan adanya delapan desa baru ini, diharapkan roda pemerintahan desa di Kabupaten Tanah Bumbu semakin efektif, pembangunan lebih terarah, dan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemekaran tersebut,” tutup Wahyu. (MRF/RIW/RH)

SMKN 5 Banjarmasin, Ciptakan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi Batako

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung penanganan sampah di Kota Banjarmasin, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Banjarmasin, berhasil menciptakan mesin pengolah sampah plastik menjadi batako.

Mesin pengolah sampah plastik menjadi batako karya SMKN 5 Banjarmasin

Kepala SMKN 5 Banjarmasin Syahrir Sultan menjelaskan, mesin pengolah sampah plastik tersebut, merupakan hasil karya para siswa dan guru SMKN 5 Banjarmasin.

“Mesin ini merupakan 100 persen karya siswa serta guru di sini,” ungkap Syahrir, kepada sejumlah wartawan, usai menerima kunjungan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, pada Senin (22/9).

Diceritakan Syahrir, dibuatnya mesin pengolah sampah plastik ini, bertujuan untuk membantu permasalahan persampahan yang ada di Kota Banjarmasin.

“Pada awal Wali Kota Banjarmasin menjabat sampah menjadi permasalahan, yang dihadapi,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Syahrir, pihaknya berdiskusi untuk membuat atau menciptakan mesin pengolah sampah, yang bisa menjadi alat untuk turut menyelesaikan masalah persampahan di Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah mesin pengolah sampah plastik menjadi batako telah selesai, dan siap untuk digunakan,” ujarnya.

Dikatakan Syahrir, mesin pengolah sampah plastik ini, telah mendapatkan perhatian dari Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, yang telah melihat langsung bagaimana cara kerja dari mesin tersebut.

“Kedepannya kerjasama antara SMK Negeri 5 dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dapat berjalan lancar, untuk penggunaan mesin pengolah sampah plastik,” ucap Syahrir.

Ia menambahkan, ada sejumlah mesin pengolah sampah plastik yang berhasil dibuat SMKN 5 Banjarmasin. Yakni, mesin pengolah sampah plastik menjadi batako, mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar, serta mesin pencacah sampah plastik.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin memberikan apresiasi, terhadap mesin pengolah sampah plastik produksi sekolah binaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, SMKN 5 Banjarmasin.

“Tujuan kunjungan ke SMKN 5 ini, untuk melihat langsung mesin produksi dari para siswa serta guru tersebut,” ungkap Yamin.

Dikatakan Yamin, di bengkel produksi mesin tersebut, Ia tertarik pada mesin pengolah sampah plastik menjadi batako, mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar, serta mesin pencacah sampah plastik.

Dengan melihat cara kerja mesin mesin tersebut, maka lanjutnya, Pemko Banjarmasin akan menawarkan kerjasama dengan sekolah yang berada di bawah binaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, untuk penggunaan mesin pengolah sampah plastik tersebut.

“Kami berharap kerjasama yang ditawarkan tersebut, merupakan bentuk dukungan dari pemerintah terhadap hasil karya dari anak anak serta guru SMKN 5 Banjarmasin, agar dapat terus menghasilkan karya untuk mendukung pembangunan di Kota Banjarmasin,” ucap Yamin.

Untuk diketahui, mesin pengolah sampah plastik menjadi batako bekerja dengan cara mencacah, mencairkan, dan mencetak sampah plastik menjadi balok padat yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, seperti batako atau paving blok, sehingga mengurangi limbah plastik di lingkungan dan menawarkan alternatif bahan bangunan yang terjangkau. (SRI/RIW/RH)

Badan Kehormatan DPRD Kalsel, Tingkatkan Kapasitas dan Integritas

JAKARTA – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan integritas dalam menjaga marwah lembaga legislatif daerah. Sebagai garda terdepan, BK memiliki fungsi strategis untuk menjaga martabat, kehormatan, citra, dan kredibilitas DPRD.

‎Ketua BK DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bachri menegaskan, bahwa peran BK bukan hanya memantau kedisiplinan, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat.

Ketua BK DPRD Kalsel Rosehan NB, kemeja hijau

“Kami bukan hanya menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat, tetapi juga harus menjadi contoh dalam menjaga integritas. Marwah lembaga harus dijaga melalui adab, disiplin, dan profesionalisme,” tegasnya.

‎Menurut Rosehan, upaya peningkatan kapasitas BK perlu dilakukan secara berkelanjutan. Dengan begitu, fungsi pengawasan etika dan kedisiplinan anggota dewan bisa dijalankan lebih efektif, sekaligus menjaga citra DPRD di mata publik. Sebagai bagian dari proses penguatan tersebut, BK DPRD Kalsel mengadakan pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta akhir pekan tadi.

Rosehan menjelaskan, pertemuan ini menjadi sarana bertukar pengalaman dalam menjaga kedisiplinan, etika, dan martabat anggota dewan.

‎“Alhamdulillah, setelah sebelumnya kami berkunjung ke BK DPRD Jawa Barat, ke BK DPR RI, serta hari ini kami mendapat kehormatan bisa belajar langsung dari DPRD DKI Jakarta. Banyak ilmu yang kami bawa pulang, terutama terkait pentingnya menjaga adab dan etika sebagai wakil rakyat,” ujar Rosehan.

‎Sebelumnya, BK DPRD Kalsel juga telah melakukan studi ke DPRD Jawa Barat dan DPR RI. Dari kunjungan ke Jabar, misalnya, BK Kalsel mengkaji penerapan BK Award, yakni penghargaan bagi anggota dewan dengan kinerja terbaik yang terbukti mampu memotivasi anggota legislatif dalam melaksanakan tugasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Kolaborasi Lintas Sektor di Harjad Banjarmasin, Gelorakan Gerakan Bersih Sungai

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin serta HUT ke-80 TNI dan TNI Angkatan Laut, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI dan Polri, melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dari kilometer 1 hingga kilometer 6, pada Senin (22/9). Kegiatan ini juga diikuti SKPD lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Yang pertama, hari ini adalah awal dari kegiatan bersih bersih sungai di sepanjang Ahmad Yani dari Pal 1 sampai Pal 6. Ini bersama TNI–Polri dalam rangka Hari Jadi Kota Banjarmasin dan HUT ke-80 TNI serta TNI AL,” ujarnya.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Wali Kota Yamin menekankan kondisi sungai yang masih dangkal di banyak titik, serta adanya pencemaran di sepanjang aliran. Ia meminta upaya yang lebih maksimal dalam pengerukan dan pengangkatan lumpur, serta perbaikan sanitasi di bantaran sungai.

Selain itu, Yamin menyoroti keberadaan jembatan yang mempersempit aliran sungai. Dinas terkait diminta melakukan peneguran agar struktur jembatan dapat disesuaikan dan tidak menghambat aliran, khususnya di koridor Jalan Ahmad Yani kilometer 1 hingga kilometer 6.

“Nanti saya minta dinas terkait berdialog dengan pemilik lahan yang berada di pinggir sungai sepanjang Ahmad Yani agar memperbaiki jembatannya. Jangan sampai mempersempit sungai kita, karena aliran air akan terganggu jika semakin sempit,” tutur Yamin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polresta Banjarmasin, serta jajaran SKPD Pemko Banjarmasin. Ia juga mengajak warga serta pelaku usaha di sepanjang Jalan Ahmad Yani untuk terus berpartisipasi aktif.

“Ke depan, kami berharap masyarakat dan para pengusaha di pinggir sungai bisa ikut serta, misalnya dengan menurunkan karyawan dalam setiap kegiatan bersih bersih, agar lingkungan di Pal 1 sampai Pal 6 semakin bersih dan sehat,” ucap Yamin.

Sementara itu, Lanal Banjarmasin mengajak seluruh warga kota seribu sungai, untuk ikut menjaga keberadaan sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut Ahmad Ahsan mengatakan, sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani merupakan beranda depan dari sungai sungai yang ada di Kota Banjarmasin.

“Dengan kata lain, sungai ini menjadi hal pertama yang dilihat dari pendatang saat berkunjung ke Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, seluruh warga Kota Banjarmasin diminta untuk dapat bersama sama menjaga kebersihan, serta keberadaan sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut.

“Dukungan dari warga Kota Banjarmasin diperlukan, dalam menjaga keberadaan sungai di Kota ini,” ucap Ahmad Ahsan. (ADV-SRI/RIW/RH)

Bisnis Emas dan Haji Dorong Kinerja Solid, BSI Bukukan Laba Rp3,7 Triliun

JAKARTA – Bisnis emas dan haji menjadi mesin utama pertumbuhan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) pada Triwulan II 2025. Per Juni 2025, laba BSI tumbuh solid di angka 10,21% (YoY) mencapai Rp3,74 triliun (audited), menjadikan BSI salah satu bank di Indonesia dengan pertumbuhan tertinggi. Rerata indikator kinerja keuangan BSI tumbuh dobel digit, atau di atas industri.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kinerja yang kuat pada Triwulan II/2025 adalah buah dari konsistensi Perseroan, fokus pada bisnis khas bank syariah, yakni emas dan islamic eco system terutama layanan haji dan umrah.

‘’Bisnis tersebut tentu saja didukung transformasi digital sehingga memudahkan nasabah mengakses layanan,” ujarnya pada Paparan Kinerja BSI Triwulan II 2025, Senin (22/9).

Bisnis emas dan haji yang ditopang digitalisasi adalah strategi BSI untuk tetap tumbuh dalam kondisi makro ekonomi pada awal tahun yang cukup menantang. Produk dan layanan BSI, kata dia, saat ini dapat diakses melalui aplikasi mobile banking BYOND.

Per Triwulan II 2025, pembiayaan BSI tumbuh lebih tinggi dari industri perbankan nasional yakni pada level 13,93% (YoY) dengan outstanding mencapai Rp293,24 triliun. Mayoritas pembiayaan dikontribusi segmen Ritel dan Konsumer, termasuk emas sebesar Rp211,78 triliun yang mengomposisi 72,22%, disusul segmen Wholesale sebesar 27,78%.

Pembiayaan bisnis emas BSI melesat 88,25% (YoY) mencapai Rp16,88 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp9,09 triliun tumbuh 155,41% (YoY), dan Gadai Emas Rp7,79 triliun tumbuh 44,08% (YoY).

Melesatnya pembiayaan emas mendorong pembiayaan Konsumer BSI naik 16,20% dengan oustanding Rp162,19 triliun.

Tak hanya tumbuh sustain, kualitas pembiayaan terjaga dengan indikasi NPF Gross 1,87% membaik dari periode sebelumnya dan lebih baik dari posisi industri yang berada pada level 2,22%.

Sementara itu Direktur Finance and Strategy, Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, bahwa strategi lain yang juga mendorong kinerja solid yakni pengelolaan dana murah. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh konsisten dengan Tabungan sebagai engine growth, sehingga menjaga komposisi Dana Murah (CASA) di level 61,78% atau Rp199,48 triliun.

Ekosistem payroll dan haji terbukti mampu mendorong pertumbuhan DPK 8,83% (YoY) mencapai Rp323 triliun. Tabungan BSI mencapai Rp141,30 triliun, tumbuh 9,71% (YoY).

Melesatnya bisnis berbasis emas, kata Ace Cahyo, meningkatkan pendapatan margin perseroan ke level Rp14,09 Triliun, tumbuh 16,61% (YoY) serta pendapatan berbasis fee menjadi Rp2,94 triliun, naik 18,37%. Di sisi lain, peningkatan DPK menjaga aset BSI pada angka Rp401 triliun.

Layanan bulion bank yang dibuka pada Februari 2025, juga turut berkontribusi pada kinerja perseroan karena dapat menghasilkan fee based income dari transaksi jual dan beli emas melalui BYOND. Total Tabungan Emas masyarakat telah menyentuh 1 ton.

“Memasuki akhir tahun ini, kami akan melanjutkan pertumbuhan pembiayaan pada segmen yang sustain dan sehat, transformasi digital berkelanjutan agar layanan BSI makin cepat, efisien, dan inklusif dan peningkatan kapabilitas SDM serta IT dan infrastruktur”, pungkasnya. (RIW/RH)

Roda Warisan Budaya, Lomba Pushbike Anak Meriahkan Gebyar Museum Kalsel

Banjarbaru – Suasana Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, Sabtu (20/9), tampak semarak oleh tawa dan semangat puluhan atlet cilik yang beradu kecepatan di lintasan pushbike race. Lomba ini digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat, bekerja sama dengan Komunitas Barbados Pushbike Banjarbaru.

Mengusung tema “Roda Warisan Budaya”, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Museum Lambung Mangkurat: Eksplorasi Tanpa Batas, yang menggabungkan edukasi, olahraga, dan pelestarian budaya dalam satu kemasan menarik.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Komunitas Barbados Pushbike Banjarbaru, Agung, menjelaskan bahwa lomba diikuti 70 peserta yang dibagi ke dalam beberapa kelas berdasarkan tahun kelahiran.

“Ada kelas (kelahiran) 2023 mix boys and girls, serta kelas FFA mix gabungan untuk kelahiran 2019 hingga 2017,” ujarnya.

Sebanyak 70 peserta mengikuti lomba Pushbike di Museum Lambung Mangkurat

Agung menuturkan, minat terhadap olahraga pushbike di Banjarbaru terus berkembang pesat. Selain melatih keberanian dan daya saing, kegiatan ini juga menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan anak pada gawai.

“Setiap tahun selalu ada rider Barbados yang lolos ke tingkat nasional. Bahkan pada November nanti, enam rider kami akan tampil di ajang pushbike internasional di Jakarta,” ungkapnya.

Ia berharap, ke depan, atlet-atlet muda Banjarbaru tidak hanya menorehkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di panggung internasional.

Secara teknis, perlombaan berlangsung dalam tiga moto atau race. Peserta dibagi ke dalam tiga klasemen berdasarkan hasil kualifikasi, posisi 1–6 masuk final utama, posisi 7–12 final novice, dan posisi 13–18 final rookie.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Agus Antasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu upaya museum dalam memperluas jangkauan edukasi publik melalui pendekatan kreatif dan kekinian.

“Kami ingin menampilkan wajah baru museum yang tidak hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang ekspresi dan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga,” ujarnya.

Agus menambahkan, kolaborasi dengan komunitas menjadi kunci sukses kegiatan ini.

“Museum Lambung Mangkurat akan terus membuka ruang bagi ide-ide segar agar masyarakat semakin dekat dan bangga terhadap warisan budaya daerah,” pungkasnya.(SYA/RIW/RH)

Rayakan Nilai Kebudayaan dan Pendidikan, Gebyar Museum Lambung Mangkurat Resmi Digelar

BANJARBARU – Gebyar Museum Lambung Mangkurat Kalsel resmi dibuka, Jumat (19/9) sore. Kegiatan yang diisi dengan beragam lomba dan kegiatan ini, diikui 300 peserta mulai tingkat PAUD hingga masyarakat umum.

Tema kegiatan tahun ini adalah Museum Lambung Mangkurat Sebagai Ruang Belajar “Eksplorasi Tanpa Batas”, yang sejalan sengan visi dan misi pembangunan kebudayaan di Kalimantan Selatan.

Pembukaan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Sekretaris Dinas Hadeli Rosyaidi, di halaman depan museum, Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Hadeli menyampaikan apresiasi, terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, Gebyar Museum ini merupakan perayaan nilai-nilai kebudayaan, pendidikan dan persaudaraan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel saat menyampaikan sambutan

“Karena disinilah kita menyaksikan generasi muda kita berani tampil, belajar, berkompetisi sekaligus menjaga tradisi,” katanya.

Hadeli menegaskan, museum bukan lagi tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan tempat interaktif yang hidup, mengajak generasi muda untuk belajar, menggali dan mengembangkan potensi diri.

Hadeli mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap museum yang seringkali dikenal sebagai tempat sunyi dan tempat menyimpan benda yang hanya dilihat sekilas lalu dilupakan.

“Museum harus kita hidupkan sebagai ruang belajar interaktif. Disinilah kita bisa melihat sejarah, memahami identitas dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Subbag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Agus Antasari menjelaskan, kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 September 2025 dan dikemas dalam bentuk rangkaian acara yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dirangkaikan dengan lomba-lomba yang memiliki nilai edukatif dan kebudayaan seperti lomba keagamaan, lomba sepeda, dan bela diri tradisional.

“Hari pertama yaitu lomba Maulid Habsyi, hari kedua lomba push bike, dan terakhir belajar bersama tentang tradisi Kuntau,” jelasnya.

Agus berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pengenalan sejarah dan budaya lokal yang dikemas dalam kegiatan menarik dan edukatif.

“Mudah-mudahan kegiatan ini juga mampu meningkatkan kunjungan dan minat masyarakat terhadap museum, serta menyalurkan bakat di bidang keagamaan, olahraga, dan seni bela diri tradisional,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Pupuk dan Program Luas Tambah Tanam, Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk, dan keberlanjutan program Luas Tambah Tanam (LTT), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menjelaskan, bahwa pupuk menjadi salah satu indikator vital dalam mendukung produktivitas pertanian. Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran sangat memengaruhi hasil produksi tanaman pangan maupun hortikultura.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (tengah)

Karena itu, distribusi pupuk bersubsidi maupun non-subsidi terus diawasi ketat agar benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan dan digunakan sesuai aturan.

“Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian. Karena itu, distribusi pupuk di Kalsel kami awasi ketat agar benar-benar sesuai kebutuhan petani,” ungkap Syamsir, baru – baru ini.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemupukan berimbang antara pupuk organik dan anorganik untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Dukungan pupuk yang memadai diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian Kalsel secara signifikan, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat. Apalagi, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, peran pupuk semakin penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan meminimalkan risiko gagal panen.

Syamsir juga menyoroti pentingnya program Luas Tambah Tanam atau LTT. Program ini digencarkan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada sekaligus memperluas areal tanam padi serta komoditas pangan lainnya.

“Program LTT ini bertujuan untuk memperluas areal tanam, sehingga ketersediaan pangan di Kalsel tetap terjamin. Dengan bertambahnya luas tanam, kita bisa memperkuat stabilitas ketahanan pangan di daerah,” lanjut Syamsir.

Menurutnya, keberhasilan LTT tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan perlu dukungan aktif dari petani, penyuluh pertanian, hingga pihak swasta. Dukungan lain yang juga sangat menentukan adalah ketersediaan benih unggul serta akses pupuk yang memadai.

Dengan adanya sinergi antara semua pihak, baik pemerintah, petani, maupun stakeholder terkait, target peningkatan produksi pertanian di Kalsel dapat tercapai.

“Pupuk dan LTT adalah dua faktor kunci yang saling melengkapi. Dengan keduanya berjalan optimal, kita bisa mendorong swasembada pangan daerah dan mendukung kesejahteraan petani,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Exit mobile version