13 Februari 2026

Pupuk dan Program Luas Tambah Tanam, Jadi Kunci Peningkatan Produksi Pertanian Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk, dan keberlanjutan program Luas Tambah Tanam (LTT), sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman menjelaskan, bahwa pupuk menjadi salah satu indikator vital dalam mendukung produktivitas pertanian. Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran sangat memengaruhi hasil produksi tanaman pangan maupun hortikultura.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman (tengah)

Karena itu, distribusi pupuk bersubsidi maupun non-subsidi terus diawasi ketat agar benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan dan digunakan sesuai aturan.

“Ketersediaan pupuk yang tepat waktu dan tepat sasaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil pertanian. Karena itu, distribusi pupuk di Kalsel kami awasi ketat agar benar-benar sesuai kebutuhan petani,” ungkap Syamsir, baru – baru ini.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemupukan berimbang antara pupuk organik dan anorganik untuk menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Dukungan pupuk yang memadai diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian Kalsel secara signifikan, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kuat. Apalagi, dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, peran pupuk semakin penting untuk menjaga kesehatan tanaman dan meminimalkan risiko gagal panen.

Syamsir juga menyoroti pentingnya program Luas Tambah Tanam atau LTT. Program ini digencarkan untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada sekaligus memperluas areal tanam padi serta komoditas pangan lainnya.

“Program LTT ini bertujuan untuk memperluas areal tanam, sehingga ketersediaan pangan di Kalsel tetap terjamin. Dengan bertambahnya luas tanam, kita bisa memperkuat stabilitas ketahanan pangan di daerah,” lanjut Syamsir.

Menurutnya, keberhasilan LTT tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan perlu dukungan aktif dari petani, penyuluh pertanian, hingga pihak swasta. Dukungan lain yang juga sangat menentukan adalah ketersediaan benih unggul serta akses pupuk yang memadai.

Dengan adanya sinergi antara semua pihak, baik pemerintah, petani, maupun stakeholder terkait, target peningkatan produksi pertanian di Kalsel dapat tercapai.

“Pupuk dan LTT adalah dua faktor kunci yang saling melengkapi. Dengan keduanya berjalan optimal, kita bisa mendorong swasembada pangan daerah dan mendukung kesejahteraan petani,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.