Gelar Sertijab, Sejumlah Pejabat Diskominfo Kalsel Resmi Berganti Posisi

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar penandatanganan berita acara sekaligus serah terima jabatan (Sertijab) pejabat struktural, di Aula Kantor Diskominfo Kalsel Banjarbaru, pada Jumat (19/9).

Serah terima jabatan ini turut disaksikan Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, dengan sejumlah pejabat yang resmi menduduki posisi baru sesuai penugasan yang telah ditetapkan.

Foto bersama usai Sertijab Diskominfo Kalsel

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi kepada pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Ia juga menyambut pejabat baru dengan penuh harapan agar mampu membawa semangat baru bagi organisasi.

“Kepada pejabat yang baru, saya berharap dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta menghadirkan inovasi untuk kemajuan Diskominfo. Mari kita bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan semangat kolaborasi, demi mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Muslim.

Muslim menambahkan, melalui momentum serah terima jabatan ini, pihaknya berharap para pejabat yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta berkontribusi optimal dalam mendukung program dan kebijakan pemerintah di bidang komunikasi dan informatika.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, karena keberhasilan Diskominfo adalah hasil kerja bersama. Saya percaya, dengan semangat kebersamaan, kita mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mendukung pembangunan Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Adapun pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, yakni Sucilianita Akbar, selaku Plt. Sekretaris Dinas menyerahkan jabatan kepada Mashudi sebagai Sekretaris Dinas yang baru.

Chairun Ni’mah, selaku Plt. Kepala Bidang Komunikasi Publik menyerahkan jabatan kepada Siti Norbayah.

Satyawirawan, selaku Plt. Kepala Bidang Aplikasi Informatika sekaligus Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi, menyerahkan jabatan kepada Hasnan Ash Shiddieqy sebagai Kepala Bidang Aplikasi Informatika yang baru, serta Muhammad Dong sebagai Kepala Seksi Pengembangan Aplikasi.

Kharis Elyani, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik menyerahkan jabatan kepada Muhammad Hidayatullah. (BDR/RIW/RH)

Sosper Ke Tanbu, DPRD Minta Pemprov Kalsel Perhatikan Pendidikan ABK

TANAH BUMBU – DPRD Kalimantan Selatan melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) No. 3 Tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Pendidikan, di Posko Relawan Peduli Kemanusiaan Satui (RPKS) Kabupaten Tanah Bumbu, belum lama tadi. Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Alpiya Rahman, menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), diseluruh kabupaten kota, pada 2026 mendatang. Tujuannya agar ABK memiliki kesempatan yang sama, untuk tumbuh dan berkembang mencapai potensi terbaik.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Alpiya Rahman

“Sejumlah strategi yang dapat dilakukan, di antaranya penerapan pendidikan inklusif, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pelatihan guru agar terampil dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, serta pengembangan kurikulum yang fleksibel,” ucapnya

Alpiya mengatakan, dukungan orang tua juga sangat penting, termasuk menjalin kerja sama dengan lembaga terkait dan pemanfaatan teknologi pembelajaran yang ramah anak berkebutuhan khusus. Dimana, keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) sangat diharapkan masyarakat, sebagai wadah khusus bagi anak berkebutuhan khusus.

“Kita ingin Pemprov berupaya agar SLB terakomodir, sehingga anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan setara,” tegasnya.

Diketahui, berdasarkan data yang khusus dihimpun di Kecamatan Satui saja, sudah terdapat sedikitnya kurang lebih 300 anak berkebutuhan khusus, yang perlu mendapat perhatian dan ditampung dalam lembaga pendidikan yang sesuai. (ADV-NHF/RIW/RH)

Resmi Ditutup, Banjarmasin Job Fair 2025 Terima 407 Lamaran

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menutup rangkaian kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) 2025, yang berlangsung sejak 17 hingga 19 September 2025, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Jumat (19/9). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjembatani dunia usaha dengan masyarakat pencari kerja.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman didampingi Kadis Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin Isa Anshari

“Job Fair ini bukan sekadar ajang perekrutan, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, menambah wawasan, dan memotivasi generasi muda agar mengasah keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ungkap Ikhsan.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus memperluas kesempatan kerja, sebagai upaya menekan angka pengangguran.

“Jangan berhenti berusaha dan belajar, rezeki sudah diatur, tetapi ikhtiar, doa, dan semangat pantang menyerah adalah kunci masa depan yang lebih baik,” ucap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menyampaikan, antusiasme masyarakat cukup tinggi mengikuti Job Fair kali ini.

“Tercatat sebanyak 768 pengunjung menghadiri pameran, dengan 407 pelamar kerja yang mendaftarkan diri ke 28 perusahaan peserta,” ungkap Isa.

Meski, tambahnya, ditargetkan 500 lowongan kerja belum dapat terpenuhi, karena jumlah pelamar masih di bawah target.

“Kami berharap sebanyak mungkin dari 407 pencari kerja ini bisa terserap oleh perusahaan yang membuka kesempatan,” ujarnya.

Penutupan Banjarmasin Job Fair ini, lanjut Isa, juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin lebih fokus pada program keberlanjutan ketenagakerjaan.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan membuka jalan bagi Banjarmasin yang lebih maju serta sejahtera,” ucap Isa.

Seperti diketahui, Banjarmasin Job Fair 2025 menghadirkan beragam peluang dari sektor perdagangan, perbankan, kuliner, hingga jasa teknologi.

Kehadiran kegiatan ini diharapkan, mampu mengurangi beban masyarakat dalam mencari pekerjaan sekaligus memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (SRI/RIW/RH)

Bank Muamalat Luncurkan Pembiayaan Investasi Syariah Berbasis Sosial

JAWA TENGAH – Bank Muamalat Indonesia meluncurkan layanan pembiayaan investasi perbankan syariah, atau Sharia Restricted Investment Account (SRIA) berbasis sosial yang pertama di Indonesia

Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia, Imam Teguh Saptono, saat peluncuran SRIA berbasis sosial di Semarang, Kamis (18/9) mengatakan, pembiayaan syariah perdana itu akan membiayai kebutuhan pembelian alat kesehatan RS Roemani Muhammadiyah Semarang.

“Bank Muamalat sebagai manajer investasi memastikan proyek tersebut visibel dan mempunyai kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” kata Teguh.

Investasi pembiayaan syariah berbasis sosial tersebut, menurut dia, merupakan yang pertama di Indonesia.

Dalam investasi, imbal hasil yang diperoleh tidak hanya berbentuk finansial, namun juga sosial. Amal dan pahala dari pemanfaatan alat kesehatan yang dibiayai dari investasi syariah tersebut akan dikelola secara profesional.

“Investasi ini terbatas karena hanya untuk membiayai pengadaan alat kesehatan di RS Roemani yang kembaliannya punya manfaat sosial yang dirasakan banyak orang,” katanya.

Menurut dia, target investasi pembelian alat kesehatan RS Roemani sebesar Rp2 miliar dengan jangka waktu selama 4 tahun.

SRIA berbasis sosial, lanjut dia, ke depan akan terus bergulir yang dimungkinkan bagi pembiayaan di sektor pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi.

Sementara itu, Direktur Utama RS Roemani Muhammadiyah Semarang, Sri Mulyani, mengatakan siap menjalankan amanah sosial untuk kemaslahatan masyarakat.

Ia mengatakan pembelian alat kesehatan tersebut merupakan salah satu syarat pemenuhan kompetensi rumah sakit.

“Pengadaan alat kesehatan ini sebagai syarat pemenuhan kompetensi sebagaimana diatur Kementerian Kesehatan,” katanya.

Ia mengharapkan penggunaan alat kesehatan yang dibiayai dari investasi syariah tersebut bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat. (Muamalat-RIW/RH)

Tingkatkan IKP Nasional, Pemprov Kalsel dan Kemenko Polhukam Gelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi

BANJARMASIN – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Koordinasi dan Sinkronisasi, di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Kamis (18/9).

Suasana paparan dan diskusi Forum Koordinasi dan Sinkronisasi IKP 2025

Forum tersebut membahas peningkatan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) baik di tingkat nasional maupun daerah tahun 2025. Kegiatan dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Kalsel, Rospana Sofian.

Rospana Sofian menyampaikan, bahwa forum ini penting sebagai ruang evaluasi dan perumusan strategi bersama dalam menjaga serta meningkatkan kualitas kemerdekaan pers di Indonesia.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membahas isu-isu penting yang berkaitan dengan komunikasi dan informasi dalam konteks hukum dan ketahanan nasional. Kami tentu mengapresiasi forum ini sebagai wadah sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa forum ini diharapkan tidak hanya sebatas diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang nyata bagi peningkatan kualitas kemerdekaan pers.

“Harapan kami, forum ini dapat menghasilkan rekomendasi strategis untuk peningkatan indeks kemerdekaan pers, sekaligus memperkuat peran pers dalam menjaga demokrasi dan stabilitas bangsa,” tambahnya.

Kalimantan Selatan sendiri, menjadi salah satu provinsi percontohan kemerdekaan pers dengan nilai indeks 80,91 poin, tertinggi se-Indonesia pada tahun 2024.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polhukam, Marsda TNI Eko Indarto menegaskan, bahwa forum ini menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan IKP di provinsi lain.

“Rekomendasi dari forum ini akan ditujukan kepada kementerian, lembaga teknis, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang komunikasi dan informasi. Implementasinya diharapkan dapat langsung dirasakan oleh insan media, masyarakat, dan semua pihak demi kestabilan politik serta keamanan negara,” jelasnya.

Eko juga berharap provinsi lain dapat mencontoh capaian Kalimantan Selatan, sehingga peningkatan kemerdekaan pers dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

“Melalui forum ini, kami ingin mendorong provinsi-provinsi lain agar terus meningkatkan indeks kemerdekaan pers, sehingga tidak hanya Kalsel yang menjadi percontohan, tetapi juga daerah lain bisa ikut menorehkan prestasi serupa,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar Rakor Reforma Agraria, BPN Kalsel Fokus Penataan Aset dan Akses Lahan

BANJARBARU – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Rapat Koordinasi Akhir Tahun Gugus Tugas Reforma Agraria 2025. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (18/9), bertempat di Aula Kanwil BPN Kalsel, Banjarbaru.

Kepala Kanwil BPN Kalsel, Abdul Azis, menyampaikan, bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian program Reforma Agraria sepanjang tahun berjalan, sekaligus merumuskan langkah strategis untuk tahun mendatang.

Kepala Kanwil BPN Kalsel, Abdul Azis

Menurutnya, Reforma Agraria tidak hanya berfokus pada penataan aset berupa redistribusi tanah, tetapi juga pada penataan akses bagi masyarakat. Hal ini bertujuan agar tanah yang sudah diredistribusikan benar-benar produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui rakor ini, kita ingin memastikan setiap tanah yang diredistribusikan tidak berhenti hanya pada pembagian sertifikat, melainkan menjadi modal produktif bagi masyarakat. Karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat, baik dengan pemerintah daerah, instansi vertikal, maupun lembaga terkait lainnya,” ucap Azis.

Gugus Tugas Reforma Agraria di Kalimantan Selatan, selama ini telah bekerja secara sinergis dengan berbagai pihak. Tidak hanya menyangkut redistribusi tanah kepada masyarakat, tetapi juga bagaimana tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian, membuka lapangan kerja, serta mendorong kemandirian desa.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menekankan bahwa Reforma Agraria merupakan salah satu agenda nasional, untuk mewujudkan keadilan sosial di Indonesia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor

Salah satu komponen terpenting adalah penataan kepemilikan lahan, yang menjadi kunci dalam menyelesaikan ketimpangan penguasaan tanah, mencegah konflik agraria, serta memastikan tanah dapat dikelola secara produktif dan berkeadilan.

“Penataan lahan yang terarah dan berkeadilan akan menjadi fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat. Reforma Agraria bukan hanya soal redistribusi tanah, tetapi bagaimana tanah tersebut bisa menjadi sumber penghidupan, mendorong ekonomi daerah, dan menjaga stabilitas sosial,” ucap Ariadi.

Ia menambahkan, pelaksanaan Reforma Agraria di Kalsel diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perkebunan yang sangat bergantung pada kepastian akses lahan. Lebih jauh, Reforma Agraria juga akan berdampak pada penguatan pembangunan ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas sosial masyarakat.

“Selain sebagai agenda tahunan, rakor ini juga menjadi ruang diskusi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan hambatan yang ditemui di lapangan, serta menyusun solusi bersama. Dengan demikian, Reforma Agraria tidak hanya menjadi kebijakan top-down dari pemerintah pusat, tetapi juga lahir dari kebutuhan riil masyarakat di daerah,” sahut Ariadi.

Rakor akhir tahun ini menjadi bukti komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, untuk menghadirkan Reforma Agraria yang bukan hanya sebatas program, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan langkah strategis yang disepakati dalam forum ini, diharapkan Reforma Agraria di Kalimantan Selatan mampu mewujudkan keadilan sosial, mengurangi kesenjangan, serta memperkuat pondasi pembangunan berkelanjutan di daerah.

Hadir pada kegiatan ini sejumlah pejabat pemerintah daerah, perwakilan instansi vertikal, hingga organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam isu agraria. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa Reforma Agraria merupakan agenda bersama, yang keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui kerja kolektif dan partisipasi semua elemen. (MRF/RIW/RH)

Gelar Job Fair 2025, Pemko Banjarmasin Siapkan 500 Lowongan Kerja

BANJARMASIN – Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) menggelar Job Fair 2025 di Halaman Balai Kota Banjarmasin, Rabu (17/09).

Kegiatan yang dibuka langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR ini, berlangsung selama tiga hari, 17–19 September 2025, dengan menyediakan 500 lowongan pekerjaan dari 28 perusahaan lintas sektor.

Wali Kota Yamin menyampaikan, bahwa Job Fair menjadi wadah strategis bagi masyarakat, khususnya para pencari kerja, untuk mendapatkan informasi dan peluang kerja secara langsung.

“Harapan kita, Job Fair ini dapat memberikan inspirasi bagi pemuda maupun pencari kerja di Banjarmasin, untuk melihat peluang yang ada, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.

Yamin menambahkan, selain menghadirkan perusahaan penyedia lapangan kerja, Job Fair 2025 juga dimeriahkan dengan pameran produk olahan dari SMK-SMK di Banjarmasin. Mulai dari karya busana hingga peralatan rumah tangga seperti tumbler dan gelas hasil kreativitas siswa.

Lebih jauh, Wali Kota menekankan bahwa Job Fair merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran di Kota Banjarmasin.

“Harapan kita dengan kegiatan ini dapat terbuka lebih banyak peluang kerja dan usaha, serta membantu mengurangi angka pengangguran di Banjarmasin,” ucap Yamin.

Sementara itu, Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin, Muhammad Isa Ansari, menegaskan, bahwa Job Fair 2025 menjadi salah satu upaya serius pemerintah dalam menjawab tingginya angka pengangguran terbuka di Banjarmasin.

“Dengan adanya Job Fair, setidaknya para pencari kerja bisa mendapat informasi langsung mengenai lowongan yang tersedia. Kita juga sengaja melibatkan SMK karena siswa SMK dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Kesempatan ini sangat berharga bagi mereka,” jelas Isa.

Ia pun mengajak seluruh pencari kerja baik dari Kota Banjarmasin maupun luar daerah untuk memanfaatkan kesempatan ini.

“Kami harapkan semua pencari kerja dapat hadir dan mengikuti Job Fair tahun ini,” tambahnya.

Gelaran Job Fair 2025 ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat, sekaligus menghadirkan peluang kerja baru demi terciptanya kesejahteraan dan kemajuan Kota Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Resmi Dilantik, ASPPERWI Kalsel Siap Dukung Peningkatan Pariwisata Banua

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengharapkan, kehadiran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata Indonesia (ASPPERWI) Kalsel, dapat membangkitkan pariwisata di Banua.

Asisten Bidang Admistrasi Umum Setdaprov Kalsel Dinansyah mengatakan, dengan dilantiknya DPD ASPPERWI Kalsel ini, menunjukan adanya upaya peningkatan pariwisata, dari Pelaku Perjalanan Wisata di Banua.

Asisten 3 Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Dinansyah

“Provinsi Kalimantan Selatan dianugerahi kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang luar biasa. Dari Pegunungan Meratus yang indah, sungai sungai yang menjadi urat nadi kehidupan, budaya Banjar yang sarat dengan nilai, hingga kuliner khas,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (18/9).

Semua itu, lanjut Dinansyah, menjadi modal besar dan magnet kuat bagi wisatawan, apabila dikelola secara professional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha perjalanan wisata.

“Kami berharap DPD ASPPERWI dapat meningkatkan pariwisata di Kalimantan Selatan, sehingga semakin baik kedepannya,” ucapnya lagi.

Dikatakan Dinansyah, dalam konteks inilah, pelantikan Pengurus ASPPERWI Kalsel ini, memiliki makna penting.

“Dengan kepengurusan baru ini kami yakin akan lahir ide ide segar untuk mengangkat potensi wisata Kalsel ke tingkat yang lebih tinggi di mata nasional maupun internasional,” tutur Dinansyah.

Sehingga, lanjutnya, sekalian dengan momentum ini pula, dibuka Banjarmasin Tourism Fest Tahun 2025.

“Dua agenda yang dilaksanakan ini memiliki makna yang sama, yaitu semangat untuk membangkitkan pariwisata yang ada di Kalsel,” ujarnya.

Festival ini, tambah Dinansyah, merupakan sebuah etalase besar yang menampilkan wajah pariwisata Kalimantan Selatan. Melalui seni, budaya, kuliner serta produk kreatif.

“Kita ingin menunjukkan kepada Nusantara dan dunia, bahwa Banua memiliki pesona unik yang layak menjadi destinasi wisata unggulan,” ucapnya.

Dinansyah berharap, festival ini mampu menjadi motor promosi yang efektif, mendorong usaha baru, sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda kedepannya.

Sementara itu, Ketua DPD ASPPERWI Kalsel Siti Aisyah mengatakan, ASPPERWI bukan hanya wadah organisasi, melainkan rumah bersama bagi para pelaku perjalanan wisata untuk berkolaborasi, memperluas jejaring, serta melahirkan inovasi inovasi terbaru, dalam upaya peningkatan pariwisata di Banua.

“Kami juga mengajak pelaku perhotelan, travel, kuliner, untuk bersama sama dalam upaya peningkatan pariwisata tersebut,” ucapnya.

Aisyah mengatakan, pihaknya juga mendukung pemerintah pada penerbangan internasional perdana Banjarmasin ke Kuala Lumpur mendatang. Yakni dengan menghadirkan paket paket wisata yang menarik. (SRI/RIW/RH)

Komisi III DPRD Kalsel, Kawal Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis Banua

JAKARTA – Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan pembangunan, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya, memperjuangkan infrastruktur strategis yang dinanti masyarakat.

Fokus utama adalah memastikan proyek jalan dan jembatan benar-benar terealisasi sehingga dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi barang, dan mendukung kesejahteraan Banua.

Hal itu disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, usai konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta, belum lama tadi.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, didampingi Ketua Komisi III DPRD Kalsel (ki-ka)

Turut mendampingi rombongan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Alpiya Rakhman, yang juga menyoroti perbaikan jalan nasional yang amblas di KM 171 Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Menurutnya, perbaikan segera diperlukan karena jalur tersebut sangat vital bagi mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.

Mustaqimah menyampaikan, tujuan konsultasi, salah satu isu penting yang dikawal adalah progres perbaikan Jembatan Sungai Batang Banyu I di Bati-Bati yang rusak berat akibat kecelakaan tunggal pada 30 Maret 2025 lalu, dan sempat menghambat arus lalu lintas.

“Anggota-anggota Komisi III lain turut menyampaikan berbagai permasalahan infrastruktur, khusus jalan dan jembatan di ranah pusat maupun provinsi pada masing-masing daerah pemilihan,” ucapnya

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Aspirasi masyarakat disalurkan langsung, sementara progres penanganannya ditanyakan kepada Ditjen Bina Marga, agar setiap kebutuhan pembangunan di Banua benar-benar mendapat perhatian.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Yonatan Hendrik Parjoko menyampaikan, bahwa BPJN Kalsel tengah menjalankan empat program prioritas konstruksi fisik. Program tersebut meliputi preservasi Jalan Lingkar Walangsi–Kopralikse, peningkatan Jalan SSBN TAA, rekonstruksi jalan Bundaran Hidayat – Lumpangi–batas Kaltim, serta pembangunan Jembatan Sungai Batang Banyu I. Seluruhnya ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2025 dengan progres sebagian besar proyek sudah di atas 40 persen.

“Hasil pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Mustaqimah menambahkan, sejumlah proyek sudah mulai masuk tahap pengerjaan. Konsultasi mengenai jalan dan jembatan, khususnya di daerah Bati-Bati, Tanah Laut. Pihaknya sudah mendapat jawaban akan dilakukan rehabilitasi. Ada juga proyek Kelok 12 dan Jembatan Pulau Laut yang progresnya dimulai tahun ini dengan skema multiyears.

“Kita berupaya, pastinya tidak ada hambatan dan proyek berjalan dengan lancar, sehingga penyelesaian tepat waktu,” pungkasnya. (ADV-NHF/RH)

Kesigapan Damkar Pelindo Bersama Masyarakat, Kendalikan Kebakaran Depan Terminal Ro-Ro Trisakti

BANJARMASIN — Telah terjadi insiden kebakaran di depan Gerbang Terminal Ro-Ro Pelabuhan Trisakti pada Rabu (17/9).siang. Namun api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pelindo yang berkolaborasi dengan Tim Damkar Swadaya Masyarakat.

Kedua tim bergerak sigap begitu menerima laporan, sehingga api dapat dikendalikan dalam waktu singkat.
Berkat kesigapan tim di lapangan, kebakaran berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit.

Upaya ini memastikan api tidak sempat meluas ke area lain dan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan normal tanpa gangguan.

Adapun unit yang terdampak dalam kejadian ini adalah sebagian muatan dari satu unit truk, yang mengangkut general cargo. Pelindo telah melakukan koordinasi langsung dengan pemilik unit untuk memastikan penanganan pasca kejadian.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang bersama tim internal Pelindo. Investigasi ini dilakukan untuk memastikan faktor penyebab dapat diidentifikasi dan langkah pencegahan dapat diperkuat di masa mendatang.

Junior Manager Umum dan Humas Pelindo Sub Regional Kalimantan, Suprayogi Sumarkan, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi seluruh pihak.

“Kami mengapresiasi respon cepat Tim Damkar Pelindo bersama Damkar Swadaya Masyarakat yang sigap bergerak sehingga api dapat dikendalikan dalam waktu singkat. Kami pastikan operasional pelabuhan tetap berjalan normal dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengungkap penyebab kejadian ini. Pelindo berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan dan keselamatan di seluruh area operasional,”
ujarnya.

Selain memastikan pemadaman berjalan efektif, Pelindo juga mengajak seluruh pengguna jasa, mitra kerja, dan masyarakat di sekitar pelabuhan untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian dalam mencegah potensi kebakaran. Hal ini menjadi sangat penting khususnya pada musim kemarau, sehingga risiko dapat diminimalisir dan keselamatan di area operasional tetap terjaga.

Kejadian ini sekaligus menunjukkan komitmen Pelindo dalam mengutamakan aspek HSSE (Health, Safety, Security and Environment) dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional. (Pelindo-RIW/RH)

Exit mobile version