Komisi III DPRD Kalsel, Kawal Percepatan Pembangunan Infrastruktur Strategis Banua
Suasana pertemuan di Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR DKI Jakarta
JAKARTA – Dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pengawalan pembangunan, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya, memperjuangkan infrastruktur strategis yang dinanti masyarakat.
Fokus utama adalah memastikan proyek jalan dan jembatan benar-benar terealisasi sehingga dapat meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar distribusi barang, dan mendukung kesejahteraan Banua.
Hal itu disampaikan, Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, usai konsultasi ke Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta, belum lama tadi.

Turut mendampingi rombongan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Alpiya Rakhman, yang juga menyoroti perbaikan jalan nasional yang amblas di KM 171 Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu. Menurutnya, perbaikan segera diperlukan karena jalur tersebut sangat vital bagi mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik.
Mustaqimah menyampaikan, tujuan konsultasi, salah satu isu penting yang dikawal adalah progres perbaikan Jembatan Sungai Batang Banyu I di Bati-Bati yang rusak berat akibat kecelakaan tunggal pada 30 Maret 2025 lalu, dan sempat menghambat arus lalu lintas.
“Anggota-anggota Komisi III lain turut menyampaikan berbagai permasalahan infrastruktur, khusus jalan dan jembatan di ranah pusat maupun provinsi pada masing-masing daerah pemilihan,” ucapnya

Aspirasi masyarakat disalurkan langsung, sementara progres penanganannya ditanyakan kepada Ditjen Bina Marga, agar setiap kebutuhan pembangunan di Banua benar-benar mendapat perhatian.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalsel, Yonatan Hendrik Parjoko menyampaikan, bahwa BPJN Kalsel tengah menjalankan empat program prioritas konstruksi fisik. Program tersebut meliputi preservasi Jalan Lingkar Walangsi–Kopralikse, peningkatan Jalan SSBN TAA, rekonstruksi jalan Bundaran Hidayat – Lumpangi–batas Kaltim, serta pembangunan Jembatan Sungai Batang Banyu I. Seluruhnya ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2025 dengan progres sebagian besar proyek sudah di atas 40 persen.
“Hasil pembangunan ini benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Mustaqimah menambahkan, sejumlah proyek sudah mulai masuk tahap pengerjaan. Konsultasi mengenai jalan dan jembatan, khususnya di daerah Bati-Bati, Tanah Laut. Pihaknya sudah mendapat jawaban akan dilakukan rehabilitasi. Ada juga proyek Kelok 12 dan Jembatan Pulau Laut yang progresnya dimulai tahun ini dengan skema multiyears.
“Kita berupaya, pastinya tidak ada hambatan dan proyek berjalan dengan lancar, sehingga penyelesaian tepat waktu,” pungkasnya. (ADV-NHF/RH)
