Rakerda Diskominfo dan Komdiphoria 2025, Kalsel Mantapkan Transformasi Digital
BANJARBARU – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat transformasi digital, kembali ditegaskan melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) se-Kalimantan Selatan dan Komdiphoria 2025, yang digelar di salah satu hotel di Banjarbaru, pada Kamis (25/9).

Kegiatan resmi dibuka Gubernur Muhidin, diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin. Acara ini juga menghadirkan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, Nugroho Sulistiyadi Budi, serta perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistiyadi Budi menyampaikan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi Kalimantan Selatan, sebagai salah satu provinsi terdepan dalam penerapan sistem keamanan informasi di Indonesia.
“Provinsi Kalsel termasuk yang tercepat membentuk tim CSIRT di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dari 38 provinsi di Indonesia, baru enam yang memiliki tim CSIRT lengkap, dan Kalsel menjadi provinsi kedua tercepat. Bahkan Kalsel adalah yang pertama melakukan penilaian indeks kematangan keamanan informasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,” jelas Nugroho.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan keseriusan Pemprov Kalsel dalam memberikan pelayanan publik yang aman, cepat, dan efisien.
“BSSN tentu siap bersinergi dan mendukung Pemprov Kalsel dalam menjaga serta memperkuat infrastruktur pemerintahan digital. Hal ini penting untuk menjamin masyarakat memperoleh layanan publik yang berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menekankan, bahwa digitalisasi pemerintahan tidak sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan birokrasi yang adaptif.
“Transformasi digital adalah instrumen penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan sesuai perkembangan zaman. Ini sejalan dengan visi Kalsel Bekerja: Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera, serta grand design Reformasi Birokrasi Nasional menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.
Ia berharap forum ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menunjukkan percepatan tranformasi digital di setiap daerah di Kalimantan Selatan.
“Melalui forum ini, saya berharap lahir rumusan yang jelas untuk percepatan digitalisasi daerah. Layanan publik ke depan harus hadir dengan standar lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, dan tetap aman,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim menyampaikan, bahwa Rakerda dan Komdiphoria menjadi wadah strategis untuk menyatukan langkah bersama seluruh kabupaten/kota.
“Forum ini akan mengawal berbagai inovasi layanan publik agar lebih transparan, akuntabel, dan berkualitas. Kegiatan ini juga dirangkai dengan materi dari narasumber Kementerian Kominfo, Kementerian PANRB, serta BSSN RI,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, BSSN RI bersama Pemprov Kalsel juga menyerahkan penghargaan kepada daerah yang dinilai berprestasi dalam pembentukan tim CSIRT dan penerapan Indeks Keamanan Informasi (KAMI).
Untuk kategori Indeks KAMI terbaik, yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Tanah Bumbu, dan Kota Banjarmasin.
Kemudian kategori pembentukan tim CSIRT tercepat, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kota Banjarmasin.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung Kepala BSSN RI, bersama Sekdaprov Kalsel, didampingi Kepala Dinas Kominfo Kalsel. (BDR/RIW/RH)
