ULM Raih Juara Pertama Lomba Padus Dispersip Kalsel

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Lomba Paduan Suara Tingkat SMA Sederajat dan Perguruan Tinggi se Kalsel.

Setelah di hari pertama, Rabu (2/10), ada 18 Kelompok Panduan Suara Tingkat SMA Sederajat bertanding, kini di hari kedua, Kamis (3/10), giliran 8 Kelompok Perguruan Tinggi se Kalsel yang berlaga di Lomba Paduan Suara tersebut.

Para peserta menyanyikan lagu wajib yaitu lagu Mars Perpustakan Nasional dan Mars Kearsipan Indonesia dan satu lagu pilihan yang bertemakan lagu daerah Nusantara atau lagu Banjar di hadapan tiga juri.

Penampilan Tim Padus ULM

Alhasil, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) berhasil meraih juara pertama lomba paduan suara tingkat Perguruan Tinggi se Kalsel.

Didampingi Keyboardis, Henry Rahman Hakim, Ketua Bidang Paduan Suara ULM, Nur Azzahra mengatakan pihaknya bangga dapat meraih juara pertama lomba paduan suara tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan persiapan lomba sekitar satu bulan.

“Selama satu bulan itu, hampir setiap hari kami latihan paduan suara, jadi seminggu itu 4 sampai 5 kali kami latihan,” jelasnya.

Kelompok Padus ULM yang beranggotakan 18 orang termasuk Dirigen dan Keyboardis itu membawakan lagu pilihan berjudul Mana Lolo Banda dari Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Perwakilan STIA Amuntai, Rusmawardi mengatakan pihaknya tetap merasa gembira meraih juara harapan dua pada lomba ini. Ia mengaku pihaknya sudah menampilkan yang terbaik dan semua berkat kerja keras, latihan dan dukungan berbagai pihak.

“Sebelumnya kami mengikuti proses seleksi terlebih dahulu dan terpilih 26 orang. Kemudian kami latihan selama satu minggu,” terangnya.

Penampilan Tim Padus STIA Amuntai

Adapun nama-nama pemenang lomba paduan suara tingkat perguruan tinggi se Kalsel yang diselenggarakan Dispersip Kalsel yaitu Juara 1 Universitas Lambung Mangkurat, Juara 2 Kemenkes Poltekes, Juara 3 Politeknik Negeri Banjarmasin. Sedangkan Juara Harapan 1 Universitas Sari Mulia, Juara Harapan 2 STIA Amuntai dan Juara Harapan 3 Universitas Borneo Lestari. (NRH/RDM/RH)

Pansus Tatib DPRD Kalsel Tunggu Hasil Fasilitasi dari Kemendagri RI

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Tatib DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sudah merampungkan pembahasan tatib dengan teliti dan cermat, baik dari pasal kepasal maupun tambahan dari tatib tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus Tatib DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, usai rapat pansus, Rabu (2/10).

”Alhamdulillah, pembahasan Tatib yang tersisa sudah selesai setelah beberapa kali rapat pansus dilakukan, kini tinggal sinkronisasi dengan Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya.

Suasana Rapat Internal Pansus Tatib DPRD Kalsel

Gusti Iskandar berharap koreksi dari Kementerian Dalam Negeri ini tidak terlalu substansial, sehingga dalam waktu dekat tatib bisa segera paripurnakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pada pekan depan.

Ia juga menjelaskan jumlah pasal dibahas pada mulanya sekitar 190, namun setelah dikoreksi pansus hanya berkisar 160 pasal.

”Ada beberapa pasal didrop oleh pansus tatib terutama menyangkut pasal pemilihan Gubernur, itu bukan tanggungjawab DPRD, tapi ada peraturan perundang undangan yang mengatur bahwa penyelenggaranya KPU,” jelasnya.

Menurut Gusti Iskandar, DPRD sifatnya menyesuaikan, kalau ada kekosongan jabatan Gubernur, maka DPRD menyesuaikan dengan peraturan perundang undangan, jadi DPRD tidak membentuk panitia, seleksi maupun lainnya, tapi lebih kepada kewenangan KPU.

Menyangkut Penjabat Gubernur maupun Bupati, Iskandar mengemukakan bahwa DPRD mempunyai kewenangan mengajukan tiga nama calon Pejabat, termasuk Kemendagri, sedangkan untuk Bupati, selain DPRD, Gubernur juga Kemendagri.

Rapat pansus tatib DPRD Kalsel juga diikuti Seketaris Dewan Muhammad Jaini dan Kabag Persidangan Andri Yuzhar beserta jajarannya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Letakkan Batu Pertama, Paman Birin Harapkan Pembangunan Kantor KPU dan Bawaslu Kalsel Hadirkan Kebahagiaan

BANJARBARU – Tanah merah di komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, menjadi saksi bisu dilaksanakannya prosesi peletakan batu pertama, pembangunan kantor KPU dan Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis (3/10). Peletakan batu pertama dilakukan langsung Gubernur, Sahbirin Noor diikuti Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, Tuan Guru Muhammad Wildan Salman, Ketua KPU Provinsi, Andi Tenri Sompa serta Ketua Bawaslu Provinsi Kalsel, Aries Mardiono.

Gubernur Kalsel saat melakukan peletakan batu pertama

Turut menyaksikan peletakan batu pertama ini, unsur Forkopimda Provinsi atau yang mewakili, serta para tamu dan undangan yang hadir. Termasuk Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan dan jajarannya.

Kepada wartawan usai peletakan batu, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu, mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur akan membawa kebahagiaan kepada masyarakat. Apalagi jika bangunan dimaksud, memberikan banyak manfaat kepada urang Banua.

“Termasuk kantor KPU dan Bawaslu ini. Karena dua lembaga penyelenggara pemilu ini, memfasilitasi masyarakat untuk memenuhi hak dan kewajibannya pada bidang politik,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Solhan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, mengungkapkan, pembangunan dua kantor lembaga penyelenggara pemilu ini, akan menghabiskan anggaran hampir 90 miliar rupiah.

“Untuk kantor KPU kita anggarkan 46 miliar rupiah, dan kantor Bawaslu sekitar 43 miliar rupiah,” rincinya.

Kedua kantor ini, dibangun di lahan komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru, tepatnya di lokasi sekitar Gelora Paman Birin untuk kantor KPU Provinsi, dan dekat kantor ATR/ BPN untuk Bawaslu Provinsi Kalsel.

“Kantor KPU dibangun di atas lahan seluas satu hektar, sedangkan Bawaslu di lahan seluas kurang lebih setengah hektar,” tambahnya.

Solhan juga memastikan, bahwa pembangunan dua kantor ini akan dimulai pada 2025 mendatang, dan ditargetkan selesai pada tahun yang sama.

“Untuk konsep, akan mengikuti aturan di komplek perkantoran Gubernur. Yaitu bangunan tidak melebihi 4 lantai, dan bentuk bangunan harus mengandung unsur budaya Banjar,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

Paman Birin dan Acil Odah Turut Meriahkan Festival Baayun Maulid di Museum Lambung Mangkurat

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H, yang dirangkai dengan budaya Baayun Maulid, Kamis (3/10).

Acil Odah didampingi Paman Birin turut merasakan langsung prosesi baayun maulid

Peringatan yang digelar di halaman Museum Lambung Mangkurat, di Banjarbaru, dihadiri pula oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, didampingi Ketua TP PKK Kalsel, Raudhatul Jannah (Acil Odah)

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur akrab disapa Paman Birin dan Acil Odah, bahkan turut merasakan langsung baayun sembari diiringi lantunan syair-syair maulid.

Paman Birin menilai budaya yang berasal dari Kabupaten Tapin ini, sangat penting untuk dilestarikan. Sebab selain mengambil berkah dari kemuliaan Nabi Muhammad SAW, Baayun Maulid juga terkandung harapan agar anak yang diayung mendapat kebaikan dalam menempuh kehidupan.

“Kita harus terus melestarikan seni, budaya dan tradisi islam yang ada di masyarakat Kalimantan Selatan, termasuk Baayun Maulid,” katanya.

Menurut Paman Birin, melalui kegiatan ini masyarakat terutama generasi muda bisa lebih mengenal dan mewarisi nilai-nilai budaya banjar. Sehingga tradisi yang dilaksanakan setiap bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini tidak punah oleh zaman.

“Saya mengharapkan kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran guna memperteguh keimanan kepada Allah SWT dan kesungguhan dalam mencintai junjungan nabi besar Muhammad SAW,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, tidak lupa Paman Birin juga sangat mengapresiasi persiapan yang dilakukan pihak museum dalam gelaran budaya tahunan ini.

“Saya sangat senang hari ini. Persiapan dari pihak panitia sangat bagus,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan jumlah peserta tahun ini berjumlah hampir 300 orang.

Peserta paling muda tercatat berusia 1 bulan 12 hari, sedangkan paling tua usia 76 tahun 10 bulan. Peserta paling jauh berasal dari luar Kalsel, yakni dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah keinginan masyarakat untuk melestarikan budaya terus bertambah, semoga akan terus meningkat lagi di tahun berikutnya,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

TPS Liar di Banjarmasin Ditertibkan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin akan menertibkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar yang ada di kota tersebut.

“Saat ini untuk TPS liar yang ada di Kota Banjarmasin menjadi perhatian serius dari Pemerintah, dan rencananya akan dilakukan penertiban,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Alive Yoesevah Love, kepada sejumlah wartawan, Kamis (3/10).

Kadis LH Banjarmasin Alive Yoesevah Love

Alive menjelaskan, untuk penanganan TPS liar yang ada di Kota Banjarmasin akan dilakukan secara bertahap penertiban bersama Satpol PP Kota Banjarmasin.

“Tentunya dalam penertiban TPS liar dilakukan bersama Satpol PP Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Alive berharap, dalam penanganan TPS liar di Kota Banjarmasin ini adanya kerja sama dengan camat dan lurah, penanganan TPS liar di wilayahnya masing masing.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin meminta setiap Perumahan Baru dilengkapi dengan Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang masuk dalam fasilitas umum (Fasum)

“Saat ini di Kota Banjarmasin sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin, yang mengharuskan setiap perumahan harus dibangun TPST yang masuk dalam Fasilitas Umum,” ungkapnya.

Perda ini, lanjut Alive, akan diterapkan pada perumahan yang akan dibangun disyaratkan untuk dilengkapi dengan TPST tersebut.

“Kami meminta agar para pengembang perumahan di Kota Banjarmasin bisa menaati peraturan tersebut,” ucap Alive. (SRI/RDM/RH)

Perkuat Ekonomi Berkelanjutan Sektor Kehutanan, Pemprov Kalsel Jalin Kerjasama dengan ITTO, KLHK dan ULM

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menunjukkan bukti kepedulian terhadap pengelolaan hutan berkelanjutan, melalui kerjasama proyek pengembangan sistem informasi tentang potensi kayu dan karbon, bersama International Tropical Timber Organitation (ITTO), dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Kerjasama tersebut dalam pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan telah diluncurkan pada akhir September lalu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, melalui Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Anisa Murni mengatakan, sasaran kerjasama tersebut sejalan  dengan RPJMD Kalsel 2021-2026 di misi 2 yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan misi 5 yaitu menjaga kelestarian hidup dan memperkuat ketahanan bencana.

Menurut Anisa, sistem pengumpulan dan analisa data tentang produksi kayu dan karbon di Kalsel saat ini masih belum memadai.

Sebab itu perlu adanya kerjasama dengan ITTO, yang akan berkontribusi dalam mendukung penelitian dan pengembangan pengelolaan hutan. Termasuk pula kedepannya guna mempromosikan kayu tropis dan potensi karbon dari sumber yang berkelanjutan ke pasar Internasional.

“Jadi kita ingin memastikan pengelolaan database baik itu potensi kayu dan karbon benar-benar akurat, karena selain meningkatkan ekonomi masyarakat, kerjasama ini akan berdampak pula terhadap mitigasi bencana di kawasan hutan,” katanya, Rabu (2/10).

Tahap awal proyek dilakukan dengan membangun model potensi kayu dan karbon secara umum di Kalimantan Selatan, selanjutnya, model akan diterapkan di wilayah Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tanah Laut dan jika waktu memungkinkan dilanjutkan di KPH Tabalong.

Koordinator ITTO Project PD 927/22 (Rev.2) Lokus Kalsel, Ahmad Jauhari menjelaskan, dipilihnya Tanah Laut sebagai lokasi pertama karena sudah dua kali ada proyek Forest Investment Program (FIP) milik KLHK.

“Artinya sudah banyak data yang dimiliki di kawasan tersebut, jadi akan memudahkan penelitian. Sementara untuk KPH Tabalong karena menjadi pengelola KPH terbaik menurut penilaian KLHK,” jelasnya.

Proses penelitian nantinya akan menggunakan sistem digital, yakni melalui penggunaan scripting, drone dan data satelit yang dinilai akan memangkas waktu lebih singkat dibanding metode lama yang hanya menggunakan penghitungan baku.

“Tingkat keakurasiannya juga lebih tinggi jika menggunakan metode seperti itu,” tuturnya.

Melalui penggunaan metode scrpting, lanjut Jauhari, hasil dari penelitian juga bisa direvisi kembali oleh siapa saja, karena menggunakan open source yang bisa dirubah algoritmanya.

“Itu juga menjadi salah satu alasan kenapa proyek ini disetujui oleh KLHK, dan akan menjadi role model untuk pengembangan KPH di daerah lain,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Konsisten Gelar Gema Maulid

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan setiap tahunnya secara konsisten menggelar pelaksanaan Gema Maulid Nabi Muhammad SAW.

Seperti yang disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan Suparmi, pada saat membaca sambutan pada Gema Maulid 40 Malam ke 28, di Gedung Mahligai Pancasila, Selasa (2/10).

Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalsel Suparmi

“Alhamdulillah tahun ini bersama Paman Birin kita melaksanakan Gema Maulid 40 malam, dan saat ini sudah memasuki malam ke 28,” ungkap Suparmi.

Diharapkan dengan adanya pelaksanaan Gema Maulid ini 40 malam ini dapat memupuk rasa cinta dan meningkatkan keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

Dalam kesempatan ini Gubernur juga meminta maaf kepada seluruh jamaah apabila terdapat kesalahan dalam penyelenggaraan kegiatan Gema Maulid 40 Malam ini.

Pada Gema Maulid 40 Malam ini dimulai dengan pembacaan Maulid Habsyi oleh grup Maulid Syababul Muttaqin dari Kelayan B Gang 6 Silaturahmi, Kota Banjarmasin dan dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qoriah M Robbyannur.

Kemudian tausiyah disampaikan penceramah Tuan Guru Juhran,

Turut hadir pada malam ke 28 Gema Maulid ini, antara lain pejabat, karyawan dan karyawati SKPD lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Nakertrans, Dinas PMPTSP, Inspektorat, Kesbangpol, Sekwan, serta RSJ Sambang Lihum. (SRI/RDM/RH)

Tiga Pemuda Pelopor Kalsel Ikuti Seleksi Tingkat Nasional

BANJARMASIN – Tiga Pemuda Pelopor Pemenang Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan terpilih, untuk mengikuti seleksi tingkat nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Plt Dispora Kalsel Diauddin mengatakan, untuk seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2024 ini, hanya Tiga pemuda pelopor Kalimantan Selatan yang mendapatkan panggilan untuk mengikuti seleksi nasional.

Plt Kadispora Kalsel Diauddin

“Tiga Pemuda Pelopor tersebut, Pemuda Pelopor Perwakilan Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tanah Laut, serta Banjarbaru,” ungkap Diauddin.

Mewakili Bidang Seni Budaya, Pendidikan, serta Sumber Daya Alam dan lingkungan.

Diauddin berharap, wakil pemuda pelopor dari Provinsi Kalimantan Selatan ini dapat memberikan prestasi terbaik mereka diajang nasional tersebut.

“Kami berharap wakil dari Provinsi Kalimantan Selatan ini, dapat memberikan prestasi pada tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diauddin juga mengatakan, jika Pemprov Kalsel terus mendorong pemuda untuk dapat membuka peluang usaha menjadi wirausaha muda.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraganya, memberikan dukungan kepada para pemuda di Banua untuk menjadi wirausaha muda,” ucapnya.

Bantuan yang diberikan seperti, adanya pelatihan pelatihan kewirausahaan serta lainnya.

“Maka dengan begitu pemuda dapat membuka peluang usahanya sendiri. Dan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung para pemuda tersebut,” ujar Diauddin. (SRI/RDM/RH)

Tingkatkan Literasi, Dispersip Kalsel Gelar Lomba Padus Tingkat SMA Sederajat dan Perguruan Tinggi se Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel kembali menggelar lomba paduan suara tingkat SLTA sederajat dan perguruan tinggi se Kalsel.

Penampilan Juara I Lomba Padus dari SMA Freter Don Bosco

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie melalui Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina mengatakan, lomba ini merupakan salah satu upaya Dispersip Kalsel dalam mengenalkan perpustakaan palnam dan meningkatkan budaya literasi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Plt Sekretaris Dispersip Kalsel, Adethia Hailina

“Tujuan lomba ini adalah untuk lebih mengenalkan perpustakaan palnam kepada anak-anak sekolah dan mahasiswa. Dengan adanya lomba ini, mereka jadi datang kesini. Yang tadinya belum pernah berkunjung ke perpustakaan, jadi hadir ke lingkungan perpustakaan. Jadi ini salah satu cara untuk menarik minat anak-anak sekolah lebih dekat lagi dengan perpustakaan,” jelasnya, usai membuka lomba di aula Dispersip Kalsel, Rabu (2/10).

Adethia mengungkapkan lomba ini diikuti 18 tim SMA Sederajat dan 8 tim Perguruan Tinggi se Kalsel. Para peserta wajib menyanyikan lagu wajib dengan aransemen yang telah disediakan oleh panitia.

“Lagu wajib yang mereka bawakan adalah lagu Mars Perpustakan Nasional dan Mars Kearsipan Indonesia dan satu lagu pilihan yang bertemakan lagu daerah Nusantara atau lagu Banjar,” ungkapnya.

Dalam lomba ini, Dispersip Kalsel menyiapkan total hadiah sebesar Rp45 juta beserta trofi dan juga sertifikat bagi pemenang lomba.

Lomba Padus untuk tingkat SMA Sederajat yang dilaksanakan pada Rabu (2/10) ini dimenangkan oleh SMA Frater Don Bosco Banjarmasin sebagai Juara I, disusul SMAN 7 Banjarmasin Juara 2 dan SMAN 1 Banjarbaru Juara 3, Juara Harapan 1 MAN 2 Kota Banjarmasin, Harapan 2 SMAN 3 Banjarbaru, Harapan 3 SMAN 11 Banjarmasin.

Sementara untuk tingkat Perguruan Tinggi akan dilaksanakan pada Kamis, (3/10). (NRH/RDM/RH)

Awal Oktober 2024, Inflasi di Kalsel Masih Terkendali

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin) yang diwakili Plt Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel Rusdi Hartono kembali menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara Virtual bertempat di Command Center, Setda Prov. Kalsel, Banjarbaru, Rabu (2/10).

Rakor yang juga dihadiri oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel tersebut dalam rangka pembahasan langkah konkrit mengenai pengendalian inflasi di daerah Tahun 2024.

Kepada awak media, Plt Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel Rusdi Hartono mengatakan pada awal oktober 2024 ini Provinsi Kalsel termasuk 15 Daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia.

“sebagaimana arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, kami terus menekankan upaya pengendalian inflasi di Kalsel. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat,” ungkap Rusdi.

Ia melanjutkan, dengan adanya jalinan kerjasama antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalsel, bersama Tim Pengendali Inflasi Nasional (TPIN), maka komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerah, akan terlaksana dengan baik.

“Upaya ini juga tidak lepas dari peran Gubernur Kalsel, Paman Birin yang mendorong agar terus menjaga kestabilan harga demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan,” lanjut Rusdi.

Seperti diketahui, Perkembangan kondisi inflasi Kalsel hingga awal oktober ini, tetap aman terkendali. Bahkan, Provinsi Kalsel masih menduduki 15 besar daerah dengan angka inflasi terendah se-Indonesia. Secara keseluruhan inflasi wilayah Kalsel aman terkendali, termasuk juga dengan adanya penurunan harga bahan pokok seperti bawang merah, cabai hingga daging ayam dan lain-lain. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version