Jambore Nasional Generasi Hijau ke-10 Sukses Digelar, Gubernur Kalsel : Generasi Muda Agen Perubahan Lingkungan

BANJARBARU – Acara Jambore Nasional Generasi Hijau ke-10 yang diselenggarakan di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, resmi ditutup di Aula Gawi Sabarataan, Kantor Walikota Banjarbaru, Selasa (1/10) malam.

Kegiatan yang diikuti oleh 183 peserta dari 27 Provinsi, 99 Kabupaten/Kota dan 152 sekolah dari seluruh Indonesia ini digelar dari 28 September – 1 Oktober 2024 dengan berbagai rangkaian kegiatan dan materi seputar lingkungan.

Dalam sambutannya sekaligus menutup kegiatan tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili oleh Plt. Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel, Rusdi Hartono menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan antusias dari para peserta yang luar biasa.

Plt. Asisten Perekonomian Setdaprov Kalsel, Rusdi Hartono saat membacakan sambutan Gubernur

“Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan ini dengan baik dari awal hingga penutupan. antusiasme dan sikap kalian menjadi kunci kesuksesan acara ini,” ucapnya.

Sahbirin Noor meyakini bahwa peserta Jambore memiliki tekad yang kuat untuk menjadi aktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Tujuan mulia dari kegiatan ini, yaitu mencetak generasi muda sebagai agen perubahan terhadap lingkungan, semoga dapat tercapai,” tambahnya

Ia juga berpesan agar ilmu yang didapat selama Jambore dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah asal masing-masing.

“Pastinya, banyak inspirasi dan ide-ide baru yang bisa kalian bawa pulang. Kekompakan dan kebersamaan akan memberikan banyak pelajaran yang bermanfaat,” ujarnya.

Selain itu, Sahbirin Noor juga mengajak peserta untuk mengemas kampanye peduli lingkungan dengan cara kreatif dan inovatif.

“Kalau perlu, kita jadikan kecintaan pada lingkungan sebagai tren positif di kalangan anak muda,” harapnya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan aksi nyata, meskipun kecil akan berdampak positif bagi masa depan bumi.

“Semoga kalian mendapatkan pengalaman dan kesan terbaik selama berada di Kota Banjarbaru, Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Foto Bersama usai penutupan Jambore Nasional Generasi Hijau Ke-10

Untuk diketahui, Pada kesempatan ini juga diserahkan berbagai penghargaan kepada para peserta dari berbagai kategori. Di malam penutupan Jambore Nasional ini Perwakilan dari Bali dan Jakarta dianugerahi titel Putra Putri Generasi Hijau Indonesia 2024. (BDR/RDM/RH)

Tim Penggerak Lingkungan Banjarmasin Utara Edukasi Kebersihan Lingkungan

BANJARMASIN – Guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Tim Penggerak Lingkungan Kecamatan Banjarmasin Utara, memberikan edukasi secara luas.

Kepada Abdi Persada FM, Koordinator Tim Penggerak Lingkungan Kecamatan Banjarmasin Utara Normansyah, disela kegiatan pada Rabu (2/10) mengatakan, pihaknya melaksanakan gotong royong dalam bentuk membersihkan lingkungan sekitar, yang tersebar di masing-masing Kelurahan, seperti Sungai Andai, Sungai Jingah, Surgi Mufti Alalak Selatan dan Tengah, guna memberi edukasi kepada masyarakat sekitar, arti pentingnya menjaga dan menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan asri.

Koordinator Tim Penggerak Lingkungan Kecamatan Banjarmasin Utara Normansyah, saat diwancara

“Kita akan terus lanjutkan ke Kelurahan yang belum khusus wilayah Banjarmasin Utara,” ucapnya

Disampaikan Normansyah, jumlah tim yang turun ke lapangan berkisar antara 20 hingga 30 orang, untuk Shift 1 dari Jam 08.00 -12.00 WITA dan Shift 2 Pukul 13.00 – 17. 00 WITA. Norman berharap, warga akan memiliki kesadaran yang tinggi, untuk membersihkan lingkungan di tempat tinggal masing-masing, dengan memanfaatkan waktu terutama dihari libur.

“Kegiatan kami biasanya menebas rumput, menebang pohon, dan membersihkan sisa-sisa sampah yang ada disekitaran jalan,” jelas Norman.

Suasana Tim Penggerak Lingkungan Kecamatan Banjarmasin Utara saat menebang pohon

Sementara itu, Ketua Dewan Kelurahan Sungai Andai Suriansyah menilai, langkah yang dilakukan oleh Tim Penggerak Lingkungan Kecamatan Banjarmasin Utara patutlah diapresiasi, untuk menjadikan gotong royong sebagai kebiasaan di masyarakat sekitar, agar tercipta lingkungan yang bersih dan sehat.

“Mari bersama-sama jadikan lingkungan yang segar dan menyehatkan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Hadiri Pelantikan Anggota DPR/DPD RI, Paman Birin Berharap Legislator Maksimal Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Banua

JAKARTA – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin menyampaikan selamat sekaligus menaruh harapan kepada 11 anggota DPR RI asal provinsi ini, ditambah 4 anggota DPD RI yang resmi dilantik di Gedung Nusantara MPR/DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa (1/10).

Selanjutnya, dilakukan pelantikan anggota MPR setelah anggota DPR dan DPD, yang dipandu pimpinan sementara, Guntur Sasono (anggota MPR tertua) dan Larasati Moriska (anggota MPR termuda).

Paman Birin yang didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah, dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK berharap para legislator ini mampu mengemban amanat yang dipercayakan masyarakat Kalsel lima tahun kedepannya, dengan memperjuangkan berbagai aspirasi mereka.

“Saya harap mereka dapat memperjuangkan kepentingan masyarakat, Seperti persoalan lapangan pekerjaan, perbaikan ekonomi, pengembangan UMKM hingga masalah ketenagakerjaan yang banyak dialami kalangan muda di daerah,” ujarnya.

Para anggota DPR RI dan DPD RI diharapkan bisa bekerja ikhlas dan lebih maksimal untuk kepentingan masyarakat di Banua.

Pernyataan ini disampaikan Paman Birin, usai mengikuti langsung prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah 580 anggota DPR dan 152 anggota DPD masa jabatan 2024-2029 yang dipandu Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin.

Adapun 11 anggota DPR asal Kalsel itu yakni Sandi Fitrian Noor (Golkar), Bambang Heri Purnama (Golkar), Rifqinizamy Karasayuda (NasDem), Habib Aboe Bakar Al Habsyi (PKS), Muhammad Rofiqi (Gerindra), dan Pangeran Khairul Saleh (PAN), yang semuanya dari Dapil 1. Ada pula Endang Agustina (PAN), Rikwanto (Golkar), Mariana (Gerindra), Machfud Arifin (NasDem), dan Sudian Noor (PAN), dari dapil 2 Kalsel.

Dari nama-nama diatas, terdapat beberapa anggota muda, salah satunya, Sandi Fitrian Noor, putra Paman Birin dan Acil Odah yang berhasil meraih 106.724 suara dalam Pileg 2024.

Selain anggota DPR, dilantik juga empat senator DPD RI periode 2024-2029 asal Kalsel yakni Habib Zakaria Bahasyim, Muhammad Hidayattollah SPd, Gusti Farid Hasan Aman dan Caleg Habib Hamid Abdullah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Provinsi Terbaik se-Indonesia, Kepemimpinan Paman Birin Raih SAKIP Predikat A 5 Kali Berturut-Turut

JAKARTA – Di era kepemimpinan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin, Pemerintah Provinsi Kalsel kembali meraih penghargaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) A Tahun 2024 untuk ke-5 kalinya.

Istimewanya lagi, Pemerintah Provinsi Kalsel merupakan 5 terbaik untuk Provinsi se- Indonesia dengan Predikat SAKIP A (Memuaskan) dengan urutan Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah dan DKI Jakarta

Pemerintah Provinsi Kalsel juga menjadi satu-satunya provinsi di Pulau Kalimantan atau di luar Pulau Jawa yang mendapatkan SAKIP A.

Penghargaan SAKIP Predikat A yang diterima Pemprov Kalsel ini, atas keberhasilan Tata Kelola Pemerintahan yang diterima Gubernur Paman Birin melalui Kepala Biro Organisasi Setdaprov Kalsel Galuh Tantri Narindra dari Menteri PAN RB Azwar Anas pada Acara SAKIP Award 2024 “Menguatkan Sinergi, Mewujudkan Akuntabilitas Untuk Indonesia Maju” di Jakarta pada Rabu (2/10).

Jajaran Biro Organisasi Kalsel berfoto bersama usai menerima SAKIP Award 2024

Raihan penghargaan SAKIP predikat A yang ke-5 kalinya dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) Republik Indonesia ini, menjadi komitmen dan bukti Tata Kelola Pemerintahan yang sangat memuaskan di masa kepemimpinan Gubernur Paman Birin.

Gubernur Kalsel saat memimpin apel di Banjarbaru

“Alhamdulilah, Pemerintah Provinsi Kalsel, selama 5 tahun berturut-turut meraih Predikat A SAKIP dari Kementerian PAN RB,” sampai Paman Birin.

Dengan mempertahankan Predikat A sejak 2020 hingga 2024, Gubernur Paman Birin mengajak semua birokrasi di Pemprov Kalsel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat banua pada semua sektor.

“Penghargaan Predikat A ini menjadi semangat dan motivasi terus Pemprov Kalsel untuk meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada semua bidang. Dan tentunya masyarakat Banua semua harus terlayani dan merasakan pembangunan,” ungkap Paman Birin.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur Paman Birin juga menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada ASN, karyawan/karyawati pada SKPD dan unit kerja di lingkup Pemprov Kalsel yang terus berkerja dengan sangat baik melayani masyarakat dan penuh semangat melakukan inovasi untuk kesejahteraan rakyat Banua. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan BI Kalsel, Ini Harapan Paman Birin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Adi Santoso menghadiri acara Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, pada Rabu (2/10) di kawasan jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pengukuhan Fadjar Majardi sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Selatan ini, dilakukan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta. Fadjar Majardi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Grup Departemen Komunikasi, menggantikan Wahyu Pratomo yang memasuki masa purna tugas setelah memimpin KPwBI Kalimantan Selatan sejak Desember 2022.

Gubernur yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik berfoto bersama Deputi Gubernur BI serta pejabat KPw BI yang baru dan digantikan

Dalam sambutannya, yang dibacakan Adi Santoso, Gubernur berharap, Fadjar Majardi dapat melanjutkan kinerja pimpinan terdahulu.

“Saya berpesan kepada Kepala BI Kalsel yang baru, agar cepat beradaptasi dan menyambung koordinasi dengan mitra-mitra, lanjutkan kinerja yang sudah bagus, dan sempurnakan dengan terobosan-terobosan yang lebih baik lagi,” ujar Paman Birin.

Pada pengukuhan ini, Gubernur juga tidak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Fadjar Majardi, yang telah dipercaya untuk memimpin KPw BI Kalsel, juga ucapan terima kasih kepada Wahyu Pratomo, atas dedikasinya selama memimpin dan bersinergi dengan pemerintah daerah.

“Saya berharap, bapak Fadjar Majardi dapat menunjukkan kinerja terbaiknya sebagai pimpinan tertinggi di BI Kalsel, rekam jejak pengalaman dalam memimpin kantor perwakilan di daerah – daerah sebelumnya, niscaya dapat menjadi modal untuk menghadapi tantangan perekonomian di Banua, Kalsel Babussalam,” lanjutnya.

Selanjutnya, Paman Birin mengajak kepala perwakilan yang baru, beserta seluruh direksi untuk mengoptimalkan perannya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan mitra strategis lainnya, meningkatkan koordinasi dan kolaborasi guna menangani pengendalian inflasi, mendorong elektronifikasi transaksi pembayaran, hingga mengawasi aktivitas perbankan dan keuangan di daerah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta memberikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kontribusi Wahyu Pratomo selama masa jabatannya.

“Di bawah kepemimpinannya, sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah berhasil memperkuat stabilitas ekonomi Kalimantan Selatan,” pujinya.

Salah satu pencapaian yang patut diapresiasi adalah keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dalam menekan laju inflasi. Pada Triwulan II 2024, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Selatan turun menjadi 2,34 persen (yoy), lebih rendah dibanding Triwulan I 2024 yang mencapai 2,58 persen (yoy).

“Atas prestasi dalam pengendalian inflasi daerah, Kalimantan Selatan meraih penghargaan TPID Award sebagai TPID Provinsi dengan Kinerja Terbaik se-Kalimantan selama dua tahun berturut-turut, yang menjadi salah satu bukti nyata kolaborasi Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” urainya.

Dalam kesempatan tersebut, Filianingsih juga menggarisbawahi lima fokus utama Bank Indonesia di daerah sebagai sebagai strategic advisor pemerintah daerah. Yakni pengendalian inflasi, pengembangan ekonomi daerah, akselerasi ekonomi dan keuangan terutama bidang sistem pembayaran, penyediaan uang Rupiah berkualitas, serta penguatan tata kelola dan kepemimpinan. Di bidang sistem pembayaran, perkembangan digitalisasi dan elektronifikasi di Kalimantan Selatan telah menunjukkan hasil sangat positif dan tumbuh dengan pesat.

“Hal ini tercermin dari penggunaan QRIS oleh 400 ribu merchant dan lebih dari 700 ribu pengguna,” tambahnya.

Filianingsih kemudian memperkenalkan Fadjar Majardi sebagai pemimpin baru yang diharapkan mampu melanjutkan prestasi ini dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan ekonomi Kalimantan Selatan.

Dengan pengalamannya yang luas, termasuk sebagai Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Daerah di KPwBI DKI Jakarta serta keterlibatannya dalam bidang Moneter dan Komunikasi di Kantor Pusat BI, Fadjar diyakini akan memperkokoh sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terkait. (RIW/RDM/RH)

Dorong Wujudkan TPBIS, Dispersip Kalsel Gelar Bimtek Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel terus mendorong Dispersip kabupaten/kota untuk mewujudkan Tranformasi Perpustakan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).

Salah satunya dengan meningkatkan kapasitas atau kompetensi pengelola perpustakaan desa di kabupaten/kota melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi di salah satu hotel, Senin (30/9).

Suasana Bimtek Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dispersip Provinsi Kalsel, Adethia Hailina menuturkan, peningkatkan kapasitas atau kompetensi pengelola perpustakaan ini dianggap penting karena menjadi salah satu indikator dalam penerapan TPBIS.

“Melalui kegiatan ini kami inginkan pengelola perpustakaan di kabupaten/kota Se Kalsel memahami tentang layanan perpustakaan yang baik, kemudian mampu menyusun strategi menarik minat masyarakat, mampu membuat kegiatan keliterasian yang melibatkan masyarakat sekitar perpustakaan, dan mampu menjadi jembatan informasi atau fasilitator ketika masyarakat membutuhkan kemitraan dengan pihak lain dalam rangka implementasi inklusi sosial,” jelasnya.

Adethia mengungkapkan bahwa upaya ini perlu dilakukan mengingat saat ini paradigma masyarakat tentang perpustakaan masih monoton dimana mereka berpikir perpustakaan hanya untuk pelajar atau mahasiswa saja.

Melihat hal tersebut, ia pun mengimbau agar Dispersip kabupaten/kota aktif memberikan pemahaman tentang perpustakan inklusi sosial, dimana perpustakaan itu milik semua golongan masyarakat.

“Jadi disini kita berusaha merubah sudut pandang masyarakat bahwa perpustakaan bukan cuma milik pelajar atau mahasiswa saja. Tapi perpustakaan juga milik ibu-ibu rumah tangga, perpustakaan juga bisa menjadi manfaat bagi pekerja non kantoran, bahkan perpustakaan juga bisa menjadi wadah hiburan bagi anak anak yang belum memasuki usia sekolah,” terangnya.

Sementara itu, salah satu narasumber kegiatan, Kepala Dispersip Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tajiddin Noor, juga menilai bahwa pemantapan kapasitas pengelola perpustakaan menjadi hal penting dalam upaya penerapan TPBIS ini.

Menurutnya, hal ini juga diterapkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sehingga penerapan perpustakaan berbasis inklusi sosial berdasarkan penilaian “Key Performance Indicator” (KPI) di kabupaten tersebut mencapai 100 persen.

“Jadi kalau sudah punya standarisasi kapasitas SDM pengelola perpustakaan ini Insya Allah untuk pengembangan TPBIS akan lebih mudah dilakukan,” jelasnya.

Penerapan TPBIS ini, diakui Tajiddin, membawa banyak manfaat bagi masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Alhamdulillah kalau di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ada beberapa peningkatan yang menurut kami cukup urgent dimana meningkatnya interaksi masyarakat dengan perpustakaan. Kami juga aktif membuat program yang melibatkan masyarakat, salah satunya pelatihan dasar komputer untuk meningkatkan skill mereka kedepannya,” ungkapnya. (NRH/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam Diharapkan Jadi Wasilah Terus Mencintai Nabi SAW

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam diharapkan menjadi salah satu wasilah (sarana) untuk terus mencintai Nabi Muhammad SAW.

Grup Maulid Habsyi, Al-Hajrain Banjarmasin melantunkan Maulid Habsyi di malam ke 27 Gema Maulid 40 Malam

Hal ini disampaikan, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalsel, Mursyidah Aminy di hadapan ratusan jamaah Gema Maulid malam ke-27 bertempat di gedung Mahligai Pancasila, Senin (30/9).

Kepala Disperkim Kalsel, Mursyidah Aminy (kanan) membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini berharap melalui Gema Maulid 40 Malam ini diharapkan Kalsel senantiasa mendapatkan keberkahan, kemuliaan serta rahmat, berkat masyarakat cinta bershalawat.

“Serta mendapatkan syafaat di hari akhir kelak,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Pengasuh Ponpes Darul Qur’an Istiqomah Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, Tuan Guru Haji (TGH) Adlin Putra Amrullah, selaku penceramah. Dalam tausiyahnya, TGH Adlin mengingatkan / bahwa sholawat kepada Nabi SAW adalah konsensus ilmu tauhid yang akan terjaga sampai hari kiamat nanti.

“Alhamdulillah kita berkumpul di majelis yang insya Allah, Allah Ta’ala ridhoi. Kenapa Allah Ta’ala ridhoi? Karena hakikatnya sholawat kepada Nabi SAW adalah konsensus ilmu tauhid yang akan terjaga sampai hari kiamat nanti,” terangnya.

Turut hadir pada malam ke 27 Gema Maulid 40 malam ini, antara lain pejabat, karyawan dan karyawati SKPD lingkup Pemprov Kalsel, diantaranya Dinas Perkim, Dinas Koperasi dan UMKM, Bappeda, RSUD Ansari Saleh, RSGM Gusti Hasan Aman, dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekdaprov Kalsel serta masyarakat umum, khususnya dari Astambul Kabupaten Banjar. (NRH/RDM/RH)

Jelang Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari ke-162, Pemprov Kalsel Gelar Rakor

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar rapat koordinasi persiapan Peringatan Wafat Pangeran Antasari ke-162.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel Muhammadun melalui Kepala Seksi Kepahlawanan dan Kesetiakawanan Bidang Pemberdayaan Sosial, Yahya mengatakan bahwa Peringatan Wafat Pangeran Antasari ke-162 ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun.

Suasana rakor persiapan jelang Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari ke 162

“Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari itu akan dilaksanakan pada 11 Oktober 2024,” jelasnya, Selasa (1/10).

Yahya menjelaskan rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai instansi terkait untuk membicarakan tentang pembagian tugas, baik dari SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Pemko Banjarmasin, Polda Kalsel, Korem 101 Antasari, Lanal Banjarmasin, Lanud Syamsudin Noor serta LVRI Kalsel.

“Biro Adpim menyiapkan pembuatan dan pendistribusian undangan, pembuatan spanduk dan pemasangan spanduk dan dokumentasi. Diskominfo Kalsel menyiapkan publikasi, dokumentasi serta pemberitaan,” terangnya.

Sedangkan Polda Kalsel, Korem 101 Antasari, Lanal Banjarmasin dan Lanud Syamsudin Noor mengerahkan pasukan sebagai peserta upacara, sekaligus mengkoordinasikan keamanan dan penutupan jalan saat kegiatan berlangsung yang dibantu oleh Dinas Perhubungan Kalsel, Satpol PP dan Damkar Kalsel, serta Polsek Banjarmasin Utara.

“Untuk Pemko Banjarmasin dalam hal ini Kecamatan Banjarmasin Utara dan Kelurahan Surgi Mufti mengkoordinasikan pembersihan lingkungan makam pahlawan Nasional Pangeran Antasari sebagai tempat upacara ziarah,” ucapnya.

Yahya menambahkan, upacara Peringatan Wafatnya Pangeran Antasari ke 162 juga dihadiri para pelajar yang dikoordinir oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.

Ia juga memastikan bahwa Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akan berhadir pada ziarah rombongan tersebut serta akan ada pemberian bantuan tali asih kepada keluarga pahlawan.

Peringatan wafat Pangeran Antasari diharapkan tidak hanya menjadi momen penghormatan, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan sosial dan budaya, serta menumbuhkan rasa bangga akan warisan sejarah Kalimantan Selatan. (NRH/RDM/RH)

Hari Kesaktian Pancasila, Paman Birin Ingatkan Pentingnya Nilai-Nilai Pancasila Dalam Profesi ASN

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di halaman kantor Gubernur, Banjarbaru, Selasa (1/10).

Upacara sekaligus apel gabungan setiap awal bulan itu dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan diikuti oleh ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Kalsel.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik, Adi Santoso, menyampaikan momentum ini sebagai pengingat kembali betapa pentingnya Pancasila dan nilai nilainya sebagai dasar negara. Khususnya dalam menjalani profesi sebagai ASN.

Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila lingkup Pemprov Kalsel dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik

“Tepat 59 tahun lalu ada kelompok pencobaaan kudeta terhadap pemerintahan dan ideologi bangsa. Kita menyebut G 30 SPKI, banyak pahlawan gugur mempertahankan pancasila,” katanya.

Menurut Paman Birin (sapaan gubernur) perjuangan para pahlawan terdahulu tidak hanya untuk bangsa dan negara, namun juga mempertahankan Pancasila sebagai identitas bangsa.

Sebagai dasar negara, Ia menilai, Pancasila telah terbukti kokoh dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar maupun dalam negeri. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bersifat universal, dinamis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Nilai-nilai Pancasila senantiasa dapat menyesuaikan perannya dalam segala keadaan termasuk pada era digital seperti sekarang ini,” jelasnya.

Melalui upacara peringatan tersebut, Paman Birin mengajak seluruh ASN untuk menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membudayakan di lingkungan keluarga.

“ASN memiliki peran sebagai pemersatu bangsa, sehingga sepak terjangnya haruslah menjadi contoh terlebih dahulu bagi masyarakat,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Dukung Peningkatan Prestasi Atlet Down Sydrome

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Kompetisi Atlet Down Sydrome Pertama di Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Diauddin melalui Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Special Olympic Indonesia (SOIna) baru saja melaksanakan Kompetisi Atlet Down Sydrome Pertama Tingkat Provinsi.

Kasi Pengembangan Olahraga Rekreasi, Tradisional, dan Layanan Khusus Dispora Kalsel Rijal Hamid

“Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 29 September 2024, di Banjarbaru,” ungkap Rijal, pada Selasa (1/10).

Kompetisi atlet dwon Sydrome ini diikuti 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Dengan mempertandingkan, 4 cabang olahraga yaitu bocee, bowling, senam ritmik, serta senam artistik.

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Diharapkan, kegiatan ini dapat membuat atlet down syndrome bahagia serta berprestasi,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi yang luar biasa karena kompetisi ini tidak hanya sebagai ajang prestasi tetapi juga ajang silaturahmi antar atlet down syndrome di Banua.

“Kegiatan ini juga untuk menggali potensi atlet down syndrome di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Rijal berharap, para atlet dwon Sydrome ini dapat diakomodir seperti atlet lainnya, hingga bisa memberikan prestasi untuk Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Kami berharap prestasi atlet down Sydrome ini dapat membanggakan Banua,” ujar Rijal. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version