Gelar Pameran Temporer, Museum Lambung Mangkurat Inginkan Generasi Muda Kenali Sejarah dan Jenis Rempah

BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pameran temporer III tahun 2024, dengan menampilkan perjalanan sejarah rempah-rempah di Indonesia khususnya Kalsel.

Mengusung tema Jalur Rempah “Sahang Banjar Sang Primadona”, pameran ini mendapat antusias tinggi dari ratusan pelajar yang hadir.

Beragam jenis rempah khas Nusantara dipamerkan di pameran temporer Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Sebab selain menampilkan berbagai jenis rempah-rempah khas Nusantara, pameran juga menyajikan cerita sejarah dibaliknya. Termasuk pula benda-benda yang digunakan untuk mengolah dan bertransaksi rempah pada zaman kerajaan hingga masa penjajahan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Muhammadun, melalui Sekretaris Dinas, Hadeli Rosyadi, menilai pemilihan tema tentang rempah sangat tepat.

Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosyadi (tengah) memotong pita tanda pembukaan museum temporer

Sebab selain menjadi penghubung bangsa-bangsa di masa lalu, rempah juga menjadi jalur pertemuan budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Pameran yang juga menjadi bagian dari Festival Gerbang Nusantara itu, menurutnya, adalah salah satu upaya untuk mengingatkan seluruh masyarakat terutama generasi muda, akan pentingnya jalur rempah dalam sejarah.

“Melalui pameran ini saya berharap para siswa, mahasiswa dan masyarakat umum lain dapat mempelajari lebih dalam mengenai warisan sejarah bangsa,” katanya.

Hadeli menambahkan, pameran tersebut juga merupakan salah satu cara mengedukasi pelajar di luar kelas lewat visual secara langsung mengenai sejarah dan budaya di Banua.

“Dengan memahami kehidupan, kita lebih bisa menghargai identitas kita sebagai bangsa yang memiliki peran besar dalam sejarah dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar menyampaikan, pemilihan tema tentang jalur rempah, merupakan wujud dukungan pihaknya terhadap keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, untuk menjaga kelestarian sejarah dan budaya Banua.

“Kita juga sekaligus mendukung program Kemendikbudristek untuk menjadikan jalur rempah nusantara sebagai warisan budaya dunia, yang bersumber dari sejarah lokal,” jelasnya.

Akbar menyebut, pameran yang dilaksanakan selama kurang lebih 4 pekan itu, bertujuan untuk memperkenalkan jalur rempah sebagai kekayaan budaya Kalsel, sekaligus sarana edukasi dan pengetahuan bagi masyarakat dan peserta didik.

“Mudah-mudahan pameran temporer ini bisa mengunggah kesadaran dan rasa cinta masyarakat Kalsel terhadap budaya, sekaligus mengenalkan koleksi museum agar menjadi inspirasi dalam pengembangan kreativitas dalam mendukung program merdeka belajar,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Bank Kalsel Terus Kembangkan Layanan

BANJARMASIN – Untuk mendukung program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Bank Kalsel terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai inovasi layanan digital. Dukungan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mempercepat digitalisasi transaksi keuangan dan mendukung inklusi keuangan di masyarakat.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin), yang selalu menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem pembayaran masyarakat.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menegaskan, bahwa Bank Kalsel siap mendukung setiap inisiatif yang mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, Bank Kalsel berkomitmen menyediakan solusi pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien melalui berbagai kanal digital yang telah kami kembangkan,” ujar Fachrudin.

Berikut adalah berbagai layanan digital yang telah dikembangkan Bank Kalsel sebagai wujud nyata dukungan terhadap P2DD. Yakni fasilitas penerimaan pembayaran pemerintah daerah (Pemda) melalui loket teller, baik dalam bentuk tunai maupun non-tunai (pinbuk dan cek/giro).

Mobile Banking “AKSEL”, fasilitas mobile banking ini mendukung berbagai pembayaran seperti E-Samsat, PBB, PDAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, hingga retribusi daerah. Bank Kalsel juga bekerja sama dengan platform e-commerce seperti GoPay, Tokopedia, LinkAja, OVO, BliBli, DANA, Indomart, serta perbankan lainnya seperti UOB, BTN, dan Signal (e-Samsat), guna memudahkan masyarakat dalam pembayaran PBB dan pajak kendaraan.

Saat ini terdapat 291 unit mesin ATM dan CRM Bank Kalsel yang tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Selatan untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai. Kemudian EDC Bank Kalsel dioptimalkan untuk mendukung pencatatan pajak Horeca (hotel, restoran, cafe) serta penerimaan retribusi (parkir, pasar, sampah, tiket, dan lainnya).

Bank Kalsel menggunakan kode QR dari semua bank dan lembaga non-bank, termasuk untuk transaksi non-tunai oleh Pemda. Aksel Card Bank Kalsel, produk uang elektronik co-branding dengan Brizzi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran non-tunai, seperti parkir, penyeberangan, dan transportasi umum. Bank Kalsel juga memiliki fasilitas virtual account yang terintegrasi dengan aplikasi milik Pemda, memungkinkan pelaporan pembayaran diterima secara real-time dan dapat dibayarkan melalui kanal transfer bank manapun.

PPOB Bank Kalsel, mendukung pembayaran untuk E-Samsat, PBB, PDAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, serta retribusi daerah. Internet Banking Bisnis (IBB), aplikasi yang digunakan Pemda untuk melakukan pengeluaran secara non-tunai dan real-time ini telah diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Cash Management System Pemda, dimana Bank Kalsel menyediakan sistem yang terhubung dengan sistem pengelolaan keuangan Pemda untuk pencairan SP2D dan pembayaran pajak.

CMSP DESA, aplikasi ini terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes Link) milik Kemendagri Ditjen Bina Pemerintahan Desa, mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih efektif. SIPD, Bank Kalsel mengembangkan integrasi Host to Host dengan aplikasi SIPD milik Kemendagri untuk pengelolaan pengeluaran Pemda secara real-time. Bank Kalsel bekerjasama dengan Bank BUMN dalam mendukung transaksi non-tunai pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah.

Menurut Fachrudin, keberhasilan digitalisasi di Kalimantan Selatan tidak hanya mempercepat arus transaksi, tetapi juga mendukung inklusi keuangan, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang belum terlayani perbankan.

“Penghargaan sebagai TP2DD Provinsi Terbaik Wilayah Kalimantan yang diterima Gubernur Kalsel dalam Rakornas P2DD 2024 di Jakarta pada 23 September 2024 lalu, adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi dan Bank Kalsel dalam mempercepat digitalisasi daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Banua,” tukas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

45 Anggota DPRD Banjarmasin Periode 2024-2029 Jalani Orientasi

BANJARMASIN – Sebanyak 45 Anggota DPRD Banjarmasin Periode 2024-2029 menjalani Orientasi.

Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, usai Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Pimpinan Senin (30/9) mengatakan, orientasi DPRD Banjarmasin dilaksanakan sejak 30 September – 4 Oktober 2024 di Banjarbaru, guna menjalani tugas sebagai Legislatif yang akan dibimbing Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalsel.

Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, saat diwancara awak media

“Seluruh anggota dewan wajib mengikuti kegiatan tersebut,” ucapnya

Disampaikan Iwan, orientasi ini diberikan pemahaman tentang tugas pokok fungsi serta kewajiban mengemban amanah dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kota seribu sungai. Dimana, pembekalan tugas dan fungsi porientasi anggota dewan serta peningkatan wawasan kebangsaan yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Orientasi ini telah diatur Permendagri Nomor 6 Tahun 2024 tentang orientasi dan pendalaman tugas anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD kabupaten/kota,” tutupnya

Untuk diketahui, dari 45 Anggota DPRD Banjarmasin yang mengikuti orientasi ada sebanyak 29 incumbent dan 16 orang wajah baru. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version