BANJARMASIN – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalimantan Selatan menggelar acara Pelantikan Pimpinan Wilayah ISNU dan Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten/Kota Masa Khidmat 2024-2029 di salah satu hotel di Banjarmasin, Jum’at (4/10).
Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten/Kota di Kalsel tersebut dilantik oleh Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa didampingi Ketua Tanfidizah PWNU Kalsel sekaligus Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Thamrin.
Diketahui, Zainal dilantik sebagai Ketua PW ISNU Kalsel Masa Khidmat 2024-2029. Kemudian acara dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang dibuka oleh Ketua Umum PP ISNU, Ali Masykur Musa.
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, menyampaikan sebagai organisasi yang mewadahi para intelektual dan sarjana Nahdlatul Ulama, ISNU memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan-tantangan sosial, ekonomi dan pendidikan di era modern saat ini.
“Dengan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat, seperti kemiskinan, ketimpangan akses pendidikan, pengangguran dan lain sebagainya, ISNU diharapkan mampu menjadi pionir dalam menciptakan solusi-solusi yang berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berakar pada kearifan lokal dan ajaran agama Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin,” tuturnya.
Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki potensi besar di berbagai bidang termasuk pendidikan, ekonomi, maupun budaya. Namun Kalsel juga dihadapkan pada tantangan, seperti upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Disinilah, lanjut Paman Birin, peran ISNU sangat diperlukan sebagai wadah kaum intelektual untuk memberikan sumbangsih nyata bagi peningkatan kualitas SDM dan mempercepat pembangunan daerah yang berbasis pada keadilan dan kesejahteraan.
“Saya yakin dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman yang dimiliki oleh para pengurus ISNU, saudara-saudara dapat membawa perubahan positif, tidak hanya di lingkungan warga Nahdliyyin, tetapi juga bagi masyarakat luas,” terangnya.
Paman Birin juga berharap, ISNU dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi dan organisasi masyarakat lainnya dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di masa yang akan datang. (NRH/RDM/RH)

