Dishut Kalsel Ikuti Kegiatan Workshop Penguatan Arsitektur REDD+

BANJARBARU – Menindaklanjuti surat keputusan menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia tentang alokasi pemanfaatan Dana Result Base Payment (RBP) REDD+ No.1398/Menlhk/Setjen/Kum.1/2023, bahwa Kalimantan Selatan diberi anggaran dalam upaya mendukung penurunan emisi karbon sebesar US$3.459.298, maka pada Rabu (20/3), Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan berdama Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim KLHK, mengadakan Workshop Penguatan Arsitektur REDD+ 2021-2030 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Suasana workshop di Banjarbaru

Workshop yang digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarbaru itu, dihadiri Tim Pokja Provinsi Kalimantan Selatan. Diantaranya Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, SKPD terkait lingkup Pemprov Kalsel, para perwakilan UPT KLHK, dan Kepala UPT KPH, Tahura dan BPTH Lingkup Dishut Kalsel.

Narasumber dan peserta workshop berfoto bersama

Workshop dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, diwakili oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Husnul Khatimah.

Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi aksi yang akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan. Diharapkan penggunaan dana dapat berfokus pada kegiatan penurunan emisi dan degradasi hutan. Karena hal ini berkaitan dengan program Gubernur Kalimantan Selatan, yaitu Revolusi Hijau.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK, Yulia Suryanti, dalam penjelasannya menyampaikan, bahwa workshop ini bertujuan memberikan sosialiasi serta pendampingan, dalam memahami penyusunan dokumen arsitektur REDD+ atau dokumen perencanaan kegiatan, yang akan dilaksanakan tim pokja di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, dalam paparannya bertema Kebijakan Pengelolaan Hutan dan Lahan Dalam Rangka Implementasi REDD+ di Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan keseriusan pemerintah provinsi menanganani pengurangan emisi gas rumah kaca di Kalimantan Selatan. Diketahui pengurangan emisi gas rumah kaca, sudah berjalan melalui program revolusi hijau yang digagas Gubernur Kalimantan Selatan.

Keseriusan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menangani penurunan emisi gas rumah kaca sudah dilaksanakan melalui penanaman yang ditujukan pada lahan kritis dengan target 22.000 hektar per tahun, yang dilaksanakan PPKH, PBPH, Komunitas Pecinta Lingkungan, Perhutanan Sosial dan ASN Menanam.

“Saya berharap workshop ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh tim pokja Kalsel, guna memahami perencanaan dan pelaksanaan pemanfaatan dana Result Base Payment (BRP) REDD+ ini,” ungkap Fathimatuzzahra.

Rencananya Workhsop Penguatan Arsitektur REDD+ ini dilaksanakan selama dua hari dari 20-21 Maret 2024. (DishutKalsel-RIW/RDM/RH)

Tingkatkan Baca Tulis Al Qur’an, SLB-C Negeri Pembina Gelar Pesantren Ramadhan

BANJARBARU – Sekolah Luar Biasa (SLB) C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan yang merupakan dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Pesantren Ramadhan bertempat di Aula SLB-C Negeri Pembina

Suasana Kegiatan Pesantren Ramadhan di SLB-C Negeri Pembina

Kepada Abdi Persada FM Kepala SLB-C Negeri Pembina, Rosita Sari, mengatakan kegiatan Pesantren Ramadhan ini merupakan kegiatan tahunan yang setiap bulan Ramadhan digelar dengan tujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan minat siswa terhadap Al-Qur’an

Kepala SLB-C Negeri Pembina Provinsi Kalimantan Selatan, Rosita Sari saat diwawancara

“Materi yang kita sampaikan pada Pesantren Ramadhan kali ini seperti menulis dan membaca Al-Qur’an, selain itu juga ada tata cara wudhu, sholat dan kajian agama,” kata Rosita, Rabu (20/3).

Rosita juga menyampaikan untuk menumbuhkan semangat siswa dalam menjalankan ibadah puasa pihaknya mengemas kegiatan tersebut dengan cara bermain dan belajar, selain itu Pesantren Ramadhan ini merupakan momentum untuk meningkatkan ketaqwaan dan keimanan bagi peserta didiknya.

“Pesantren Ramadhan berlangsung selama 4 Hari dari tanggal 18 sampai 22 Maret 2024, dimulai dengan dari sholat Dhuha di jam 9 pagi, kemudian dilanjutkan berbagai kegiatan lainnya, seperti mewarnai dan menggambar”, ungkapnya.

Rosita berharap selain dapat meningkatkan minat baca dan tulis Al-Qur’an kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan dapat menumbuhkan kedisiplinan bagi siswa

“Semoga apa yang kita rencanakan dalam kegiatan Pesantren Ramadhan ini bisa memotivasi siswa mampu yang lainnya untuk meningkatkan ibadah di bulan puasa ini”, tutupnya.

Untuk diketahui kegiatan Pesantren Ramadhan diikuti oleh sekitar 54 siswa dari SD, SMP hingga SMA di SLB-C Negeri Pembina tersebut. (BDR/RDM/RH)

RSUD Ulin Banjarmasin Berharap Perawat Semakin Profesional Pada HUT PPNI ke 50

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin mengharapkan Organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Kalimantan Selatan semakin profesional dalam menjalankan tugasnya di peringatan HUT PPNI ke 50.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, di setiap rumah sakit yang ada di tanah air ini termasuk di Kalimantan Selatan terdapat cabang PPNI.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“RSUD Ulin Banjarmasin siap memberikan dukungan apabila ada kegiatan yang dilakukan oleh PPNI tersebut,” ucap Diauddin.

Termasuk, lanjutnya, dukungan untuk memperingati Hut PPNI ke 50 tahun.

“Pada HUT ke 50 tahun ini organisasi PPNI di Provinsi Kalimantan Selatan dapat lebih profesional lagi, dalam menjalankan profesinya sebagai tenaga medis,” ujar Diauddin.

Sementara itu, Ketua PPNI Kalsel Tantawi mengatakan, untuk peringatan Hut PPNI ke 50 di Kalsel, akan diperingati setelah lebaran Idul Fitri mendatang.

Ketua PPNI Kalsel Tantawi

Dengan kegiatan sosial seperti donor darah serta lainnya.

“Sama seperti tahun sebelumnya untuk peringatan Hut PPNI diisi dengan kegiatan sosial,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Marak Iklan Undian Palsu di Media Sosial, Bank Kalsel Imbau Masyarakat Untuk Waspada

BANJARMASIN – Kejahatan berbasis digital meresahkan masyarakat, seiring semakin berkembangnya teknologi. Karena itu diperlukan kewaspadaan dan antisipasi, ketika menerima informasi yang tidak jelas sumbernya. Termasuk pada kejahatan perbankan yang biasa disebut social engineering atau soceng.

Social engineering atau soceng merupakan penipuan dengan cara manipulasi psikologis. Modus ini akan mencoba mempengaruhi pikiran korbannya melalui berbagai cara dan media yang persuasif, dengan cara membuat korban senang atau panik sehingga korban tanpa sadar akan menjawab atau mengikuti intruksi pelaku, agar pelaku bisa mendapatkan informasi data pribadi atau akses yang diinginkan.

Beragam modus penipuan dengan modus soceng dapat ditemui saat ini, terbaru yang sedang marak adalah iklan undian palsu di media sosial Facebook dan Instagram yang mengatasnamakan Bank Kalsel. Dengan mengatasnamakan bank ternama dan menjanjikan penawaran menggiurkan, nasabah secara tidak langsung dipengaruhi untuk memberikan data pribadi.

Penting untuk diketahui media sosial resmi Bank Kalsel pada paltform Instagram adalah @bankkalsel dan @bankkalselsyariah, sedangkan pada platform Youtube adalah Bank Kalsel dan Bank Kalsel Syariah, dan untuk saat ini belum memiliki akun Facebook.

“Apabila ditemukan akun lain selain yang sudah kami sebutkan, maka itu bukan merupakan akun resmi Bank Kalsel atau kami nyatakan palsu,” ungkap Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah.

Selain itu seluruh nasabah dan masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap modus iklan undian palsu tersebut serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan data transaksi perbankan kepada pihak mana pun, termasuk kepada pihak yang mengatasnamakan Bank Kalsel, seperti PIN, KTP, kode OTP, nomor handphone, nama ibu kandung, tanggal lahir dan lain-lain.

“Nasabah juga diminta tidak menelan mentah – mentah informasi dari sumber – sumber yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Segala macam informasi terkait undian berhadiah serta informasi lainnya hanya akan disampaikan melalui akun media sosial resmi dan website Bank Kalsel di alamat www.bankkalsel.co.id,” imbau Firmansyah.

Bagi nasabah yang sudah terlanjur memberikan data pribadi pada iklan undian palsu tersebut, disarankan untuk segera mengubah PIN transaksi atau segera melapor ke Kantor Bank Kalsel terdekat. (ADV-RIW/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Harapkan Kenaikan Tarif Mampu Atasi Parkir Liar

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mengharapkan, kenaikan tarif pada bulan April 2024 mendatang, dapat mengatasi parkir liar di kota ini

Suasana parkir (sumber foto google)

Kepada wartawan, Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, Bambang Yanto Permono, baru-baru tadi mengatakan, rencananya akan diberlakukan bulan depan, untuk kenaikan tarif parkir, menyesuaikan ketetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang pajak daerah dan retribusi daerah Kota Banjarmasin. Yakni untuk tarif parkir kendaraan roda dua yang sebelumnya Rp2.000 menjadi Rp3.000 dan kendaraan roda empat dari Rp3.000 menjadi Rp5.000.

“Naiknya tarif parkir itu sudah tepat, karena sudah berjalan hampir 16 tahun,” ucap Bambang

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin harus gencar memberikan sosialisasi khususnya kepada pengelola parkir, guna menekan kebocoran pendapatan asli daerah atau (PAD). Selain itu, masyarakat secara luas juga hendaklah mengetahui, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman nantinya.

“Perda ini harus disosialisasikan secara masif dilapangkan,” jelasnya

Lebih lanjut Bambang menambahkan, selama ini, keberadaan parkir liar masih ada dan dinilai tidak memberikan kontribusi bagi pemasukan kas daerah. Sedangkan Perda hanya diberlakukan untuk tempat pengelolaan parkir yang legal atau memiliki izin dari Pemkot Banjarmasin.

“Kami harapkan ke depan dapat mengatasi parkir liar,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Komisi IV DPRD Kalsel Akan Perjuangkan Besaran Dana BOS ke Kemendikbud RI

JAKARTA – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel menggelar kunjungan kerja ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Jakarta dalam rangka studi komparasi pasca ujian sekolah, baru-baru tadi.

Pertemuan Komisi IV DPRD Kalsel dan SMAN 4 Jakarta

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Muhammad Lutfi Saifuddin ini disambut langsung oleh Kepala SMAN 4 Jakarta, Achmad Subekti beserta jajarannya.

Dalam pertemuan ini, Kepala SMAN 4 Jakarta, Achmad Subekti memaparkan program-program yang dilakukan pihaknya pasca ujian sekolah. Alumnus Universitas Lambung Mangkurat tersebut juga menjelaskan dari total seluruh siswa kelas 12 di SMA 4 Jakarta, 40 persen diantaranya rata-rata pasti diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

“Tapi memang ada (siswa) yang belum diterima, nanti dia itu tes di jalur mandiri. Oleh karena itu kita persiapkan anak-anak kita yang belum diterima itu dengan kita anggarkan di rencana kerja sekolah, memang ada anggarannya untuk membina, men-trial dan membahas soal-soal UTBK ke anak-anak kita, anggarannya cukup besar sekitar Rp25 juta,” terangnya.

Subekti mengatakan, selain pembahasan soal UTBK, juga ada program Pameran Pendidikan (Education Fair) dimana para siswa bisa mengenal lebih jauh tentang perguruan tinggi beserta jurusan-jurusan didalamnya. Acara ini diisi oleh perguruan tinggi yang mempunyai kompetensi yang bagus, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bogor, dan lain lain.

“Berbagai program-program pengembangan sekolah bisa terlaksana berkat dukungan anggaran untuk SMAN 4 Jakarta yang cukup besar yakni dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 11,5 juta perkelas perbulan dan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Rp500 ribu per siswa perbulan,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, M. Lutfi Saifuddin mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan oleh SMAN 4 Jakarta untuk menyiapkan siswa ke jenjang pendidikan selanjutnya serta pengelolaan dana BOS yang optimal. Hanya saja yang membuat Lutfi mengernyitkan alis yakni terkait ketimpangan dana BOS antara Kalsel dan Jakarta.

“Satu hal yang mungkin menjadi PR besar untuk Komisi IV dalam kunjungan kerja hari ini adalah kami mendapatkan informasi bahwa BOS yang didapatkan siswa SMA di Jakarta ini sebesar Rp 6.000.000 pertahun, berbanding jauh sekali dengan anak-anak kita di Kalsel yang hanya mendapatkan Rp1.640.000 pertahun. Ini sebuah ketidakadilan, dan ini harus kita perjuangkan, dan harus kita protes keras ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Lutfi mengatakan kesempatan kunjungan kerja berikutnya ia dan rekan-rekan di Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel akan berusaha membuka ruang diskusi bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud RI) untuk memperjuangkan kualitas pendidikan yang lebih baik bagi pelajar di Kalsel. (ADV-NRH/RDM/RH)

Dorong Maksimalisasi Potensi Kelautan dan Perikanan, Paman Yani: Tingkatkan PAD Banua

SURABAYA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki tugas mengurusi bidang ekonomi dan keuangan terus berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor, salah satunya ialah dari sektor kelautan dan perikanan.

Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dan DPRD Jatim

Untuk itu, Komisi II DPRD Provinsi Kalsel melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur (Jatim) dalam rangka melakukan kaji tiru guna mendapatkan informasi dan pendalaman materi, baru-baru tadi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, atau yang akrab disapa Paman Yani, mengatakan bahwa Provinsi Jatim ini menyimpan banyak potensi di bidang kelautan dan perikanan yang hampir semuanya dimaksimalkan dengan baik oleh pemerintah daerahnya.

“Jawa Timur ini memiliki prestasi yang luar biasa, baik sekali pemaksimalan potensi yang harus dicontoh. Untuk itulah kita belajar di sini. Salah satunya Jatim ini masuk 3 besar dari 10 provinsi dengan produksi perikanan budidaya tertinggi,” katanya.

Sebelumnya, diketahui bahwa Jatim memiliki prestasi yaitu termasuk tiga besar dalam hal produksi perikanan budidaya tertinggi di Indonesia pada tahun 2023 yakni 1,359 juta ton, di bawah Nusa Tenggara Timur (NTT) di posisi kedua, kemudian posisi pertama diduduki oleh Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan hasil produksi 1,359 juta ton.

Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan berbagai program pendukung berkenaan dengan pengembangan kelautan dan perikanan, antara lain kolam lele keluarga, peti koin bermantra, pelatihan bagi pelaku usaha skala kecil, padat karya, gelar produk, jemput bola perijinan, rumah tinggal layak huni, dan revitalisasi alat tangkap.

Setelah kagum melihat pemaksimalan potensi tersebut, Paman Yani berharap Dinas Perikanan dan Kelautan di Provinsi Kalsel mampu untuk melakukan hal serupa. Mengingat Provinsi Kalsel merupakan daerah penyangga Ibukota Negara (IKN) sehingga sektor ini mampu meningkatkan PAD.

Rombongan Komisi II Perwakilan Rakyat “Rumah Banjar” itu disambut langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim, Dr. Muhammad Isa Anshori. Ia menyambut baik kedatangan Anggota DPRD Kalsel dan berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pelajaran bagi kedua provinsi besar ini. (ADV-NRH/RDM/RH)

Tingkatkan Tupoksi, Komisi I DPRD Kalsel Kaji Banding ke DPRD Pulpis

PULANG PISAU – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kinerjanya selaku wakil rakyat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Salah satunya dalam menyikapi pengaduan atau keluhan masyarakat yang disampaikan melalui Komisi yang membidangi pemerintahan, hukum dan hak asasi manusia (HAM) tersebut.

Suasana Kunjungan Kerja Komisi I DPRD Kalsel ke DPRD Pulpis

Untuk itu, Komisi I DPRD Kalsel melakukan kegiatan kaji banding ke DPRD Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), baru-baru tadi.

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rachmah Norlias mengatakan, pihaknya sengaja memilih DPRD Pulpis karena meski termasuk kabupaten baru hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas, namun kegiatannya cukup banyak dan bagus dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakatnya.

“Pengaduan-pengaduan yang disampaikan ke Komisi I ditanggapi cukup baik oleh DPRD Pulpis dalam rangka pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Rachmah sangat mengapresiasi kinerja Komisi I DPRD Pulpis yang cepat tanggap dalam menyikapi pengaduan yang disapaikan masyarakat.

“Komisi I DPRD Pulpis sangat sigap dalam menyikapi keluhan masyarakat melalui rapat dengar pendapat maupun kunjungan lapangan, termasuk melalui kegiatan reses dan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing”, ungkapnya.

Mantan Kadis Dukcapil Kota Banjarmasin ini berharap, hal tersebut menjadi pelajaran bagi DPRD Kalsel, khususnya Komisi I dalam rangka penanganan pengaduan masyarakat supaya lebih cepat dan tanggap dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat Kalsel.

“Harapan kami, ini jadi pelajaran bagi DPRD Kalsel dalam rangka penanganan pengaduan masyarakat supaya lebih cepat dan tanggap,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Buka National Halal Fair 2024, Paman Birin Harapkan Industri Halal di Kalsel Tumbuh Pesat

BANJARMASIN – Selama 6 hari, mulai 19 – 24 Maret 2024, kawasan parkir gedung Sultan Suriansyah dan Taman Budaya di Banjarmasin, menjadi lokasi berlangsungnya National Halal Fair 2024, sekaligus Pasar Raya TPID IV Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dibuka langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor pada Selasa (19/3) sore.

Gubernur Kalsel berfoto bersama tamu VIP usai membuka Nasional Halal Fair 2024 di Banjarmasin

Turut hadir pada pembukaan dua agenda pemerintah provinsi dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel ini, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, Sutan Emir Hidayat, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Wahyu Pratomo, sejumlah pimpinan instansi vertikal di Kalsel, serta Kepala SKPD lingkup pemerintah provinsi, termasuk plt Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalsel, yang juga Ketua TP PKK Provinsi, Raudatul Jannah.

Pada momen pembukaan ini, Paman Birin menyebut, bahwa National Halal Fair 2024 merupakan momentum dan komitmen penting bagi pengembangan ekonomi dan industri halal di Bumi Lambung Mangkurat.

Paman Birin juga mengatakan, kegiatan yang merupakan bagian dari Road To Festival Syariah (Fesyar) Kalsel tersebut, merupakan wadah untuk promosi dan memasarkan produk-produk halal Banua yang berkualitas.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan gaya hidup halal di Kalimantan Selatan, dan mendukung terwujudnya Indonesia sebagai pusat industri halal dunia,” katanya.

Sementara itu, terkait kegiatan Pasar Raya TPID IV provinsi Kalsel, yang juga digelar secara bersamaan, Paman Birin berharap, dapat membantu mengendalikan inflasi melalui pasar murah kebutuhan pokok selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Kegiatan ini juga serta dapat membantu UMKM dalam pemasaran produk dan membantu masyarakat selama Ramadhan,” tutup Paman Birin.

Usai membuka Nasional Halal Fair 2024 dan Pasar Raya TPID IV Provinsi Kalsel, Paman Birin didampingi Ketua TP PKK Provinsi, mengunjungi sejumlah stand yang mengikuti kegiatan dari 19 – 24 Maret 2024 tersebut. Tidak lupa, Gubernur dua periode itu menyempatkan diri berbelanja sejumlah produk unggulan UMKM Banua. (RIW/RDM/RH)

Museum Wasaka Kalsel Diapresiasi Jajaran Direktorat

BANJARMASIN – Museum Wasaka Kalimantan Selatan, mendapat apresiasi dari Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah, Sutan Emir Hidayat.

Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel, dan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah (ki-ka)

Pada Selasa (19/3) mengatakan, pihaknya baru pertama kali mengunjungi ke Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan menilai benda-benda koleksi sangatlah tertata rapi, bahkan merupakan sebuah media edukasi, bagi regenerasi untuk semakin mengenal sejarah para pejuang di Kalsel.

“Saya sangat bangga karena bisa melihat secara langsung peninggalan para pahlawan di masa revolusi fisik,” ucapnya

Hal senada juga disampaikan, Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel , Syafriadi. Menurutnya, Museum Wasaka merupakan salah satu gambaran bahwa besarnya perjuangan dari para pahlawan di Kalimantan Selatan, dalam mempertahankan kemerdekaan. Dimana, dapat dilihat melalui benda-benda koleksi yang dipamerkan, seperti beragam jenis perlengkapan perang diantaranya pedang, senapang, pakaian dan alat makan menggunakan rajah, mesin ketik serta radio.

“Museum Waja Sampai Kaputing ini tidak hanya sebagai tempat wisata juga edukasi,” ungkapnya

Sementara itu, Pemandu Museum Wasaka Kalsel, Miliandi, menambahkan, selama bulan Ramadhan ini untuk jam kerja tidak ada perubahan, yaitu Selasa hingga Kamis mulai pukul 09.00 – 15.00 WITA. Kemudian Jumat dari jam 09.00 – 11.00 WITA, Sabtu dan Minggu pukul 09.00 – 12.30 WITA. Setiap harinya akan ada tiga pemandu yang bertugas secara bergantian dan para pengunjung tidak dipungut biaya masuk atau gratis.

Pemandu Museum Wasaka Kalsel, Miliandi

“Untuk hari Senin dan Tanggal Merah tetap libur,” tutupnya

Untuk diketahui, Museum Wasaka milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memiliki sekitar 400 benda koleksi bersejarah, berlokasi di Jalan Kampung Kenanga Ulu, Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version