Tingkatkan Kapasitas Analis, Labkesda Kalsel Gelar In House Training Pengambilan Sampel Mikrobiologi

Banjarmasin – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar In House Training Pengambilan Sampel Mikrobiologi Tahun 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu 22-24 Januari 2024 itu dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Labkesda Kalsel, Nurul Ahdani, di kantor Labkesda Kalsel, Senin (22/1).

Nurul Ahdani mengatakan pelatihan ini menindaklanjuti hasil Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang mengacu pada standar nasional SNI ISO/IC 17025 untuk pengujian dan kalibrasi yang telah dilaksanakan pada tanggal 29 November sampai dengan 1 Desember 2023.

Dari hasil survei ditemukan ketidaksesuaian pada persyaratan umum kualifikasi personel Laboratorium Lingkungan dan pelatihan yang diwajibkan bagi analis uji parameter lingkungan.

“Oleh karena itu, pada tahun 2024, Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melakukan upaya tindak lanjut dengan mengadakan In House Training yang dimaksud, untuk memenuhi syarat dan aturan SNI ISO/IC 17025,” katanya.

Nurul menjelaskan pelatihan ini sangat penting dilakukan agar kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Laboratorium Kesehatan Kalsel semakin berkualitas, sehingga pelayanan ke masyarakat dapat lebih maksimal. Apalagi Labkesda Kalsel ini sudah terakreditasi nasional dimana pelayanan pengujian sudah terjamin mutunya.

Nurul berharap dengan adanya pelatihan, maka temuan yang sebelumnya sudah dipastikan akan terpenuhi, sehingga akreditasi bisa dipenuhi pada uji mikrobiologi dan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Labkesda Kalsel yang akan berdampak kepada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Jadi akreditasi kita akan bagus. Bahkan dengan adanya akreditasi ini otomatis pelayanan kita akan lebih baik sehingga masyarakat percaya melakukan pemeriksaan ke Labkesda,” pungkasnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Standarisasi Pelayanan Jasa Industri Kementerian Perindustrian di Banjarbaru dan diikuti oleh 10 orang Analis Labkesda Kalsel. (NRH/RDM/APR)

Keluhan Petani Karet Tanbu, Dapat Respon Nyata Dari Paman Yani Saat Reses

Tanah Bumbu – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, merespon keinginan masyarakat untuk mengubah pola perkebunan mereka dari karet menjadi sawit.

Keinginan tersebut didasari harga karet yang menurun kian tahun. Ditambah produktivitas karet kurang maksimal akibat diserang Jamur Akar Putih (JAP).

Akibat lain dari infeksi patogen itu adalah secara ekonomis, yaitu memerlukan biaya yang tinggi dalam pengendaliannya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (dua kiri) saat menyerahkan bingkisan kepada salah seorang warga

“Sehingga kami hari ini ingin memfasilitasi keinginan dari masyarakat kami di Karang Bintang dan sekitarnya untuk bagaimana caranya memformulasikan apakah ada cara dan tindakan untuk mengatasi masalah tersebut,” ujar Yani Helmi saat menjaring aspirasi masyarakat (reses), di Kecamatan Karang Bintang, Senin (22/1).

Terkait perkebunan sawit, lanjut wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, jika karet memang tidak bisa lagi menopang kehidupan masyarakat, solusi agar perekonomian tetap stabil yakni melalui konversi karet ke sawit.

“Makanya ini disampaikan kepada kami dan kebetulan kami juga bersama Disbunnak Kalsel datang untuk mencari tau apa yang sebenarnya menjadi persoalan,” tutur Paman Yani.

Paman Yani menyayangkan reses kali ini tidak dihadiri oleh Pemkab setempat. Padahal perlu kolaborasi yang “cantik” antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Kita sebagai orang yang menginisiasi dan mendorong supaya persoalan bisa diselesaikan. Keinginan masyarakat simpel saja, bagaimana caranya agar ekonomi tetap stabil. Sehingga masyarakat kami tidak tertinggal perekonomian dengan daerah lain,” tutup Paman Yani.

Foto bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi serta para petani karet di Kecamatan Karang Bintang

Sementara itu, Camat Karang Bintang, Syafrudin mengatakan, usia produktif karet hanya berkisar 30 tahun.

Selain itu, disebutkannya, beberapa petani karet mengeluhkan penjualan yang sudah tidak menguntungkan sejak beberapa tahun terakhir.

“Sehingga bisa dibilang sudah kadaluarsa, jadi harapan kami ada konversi menjadi tanaman sawit,” ungkapnya.

Syafrudin juga menginginkan, agar pemerintah bisa membantu dalam hal pemeliharaan selama proses tanam.

“Kami berharap untuk penggarapan lahan. Untuk menopang kehidupan selama kurang lebih empat tahun,” tutupnya.(SYA/RDM/APR)

Bubuhan Banjar Kalteng Gembira Bersilaturahmi dengan Paman Birin dan Warga Banua

Banjarmasin – Ketua Umum Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (PP-KBB) Sa-dunia, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menerima rombongan Pengurus Wilayah KBB Kalimantan Tengah di Mahligai Pancasila, pada Sabtu malam (20/1) untuk bersilaturahmi.

Ketum KBB sa Dunia bertukar cenderamata dengan KBB Kalteng

Jamuan rombongan yang didampingi Ketua PW KBB Kalteng, Khairuddin Halim ini berlangsung setelah Paman Birin melakukan futsal persahabatan dengan warga Desa Antasan Senor (Pasar Papan) Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, yang dikoordinir Kepala Desa /Pembakal setempat, Jamaluddin.

Para bubuhan Banjar itu pun nampak gembira bisa bertatap muka dan berbincang-bincang langsung dengan Paman Birin, sambil menyantap bingka dan makanan yang disediakan.

Paman Birin menyampaikan selamat datang kepada rombongan ini di Bumi Pangeran Antasari.

Dikatakan, sampai saat ini, Paman Birin sudah mengukuhkan PW KBB di 14 provinsi di Indonesia dan dua kepengurusan tingkat dunia.

“Ternyata, bubuhan Banjar itu ada dimana-mana dan tinggalnya tidak jauh dari masjid,” ujar Paman Birin.

Khairuddin Halim pun atas nama bubuhan Banjar yang telah gabung dalam PW KBB Kalteng, menyampaikan terima kasih yang dalam atas kesediaan Paman Birin menyambut kedatangan mereka yang berjumlah 16 orang, ditambah anggota KBB Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau Provinsi Kalteng, total 32 orang.

“Kami merasa berbahagia dan senang disambut bapak Gubernur Paman Birin,” ujarnya yang datang dari Kota Palangka Raya itu.

Silaturahmi diisi dengan tukar cenderamata oleh Paman Birin dengan Ketua PW KBB Kalteng dan ditutup foto bersama. (Biroadpim-RIW/RDM/APR)

Paman Birin Terus Dorong Pelestarian Budaya Jukung Tradisional

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin terus mendorong berbagai upaya pengembangan dan pelestariam budaya lokal seperti lomba ketangkasan perahu tradisional yang dikhawatirkan mulai ditinggalkan para generasi muda sekarang.

Upaya pelestarian jukung tradisional ini antara lain melalui lomba-lomba perahu tradisional yang digelar pemerintah melalui dinas terkait maupun dukungan atas inisiasi masyarakat seperti yang dilakukan di Desa Pemurus Kabupaten Banjar, Minggu (21/1) yang diikuti 64 tim dayung.

Untuk mensupport peserta dan masyarakat setempat, Paman Birin pun meluangkan waktunya untuk hadir, kendati harus menaiki perahu dan sepeda motor untuk bisa mencapai lokasi.

Meskipun tidak menyampaikan pidato sambutan resmi, Paman Birin sambil menyaksikan jalannya lomba, berbincang-bincang dengan panitia pelaksana untuk menerikan masukan dan arahan terkait pengembangan dan kemajuan jukung tradisional di Banua.
Perhatian Paman Birin terhadap jukung tradisional dapat dilihat dari sejumlah event atau lomba Jukung tradisional setiap tahun di sejumlah lokasi.

Dibeberapa kesempatan, Paman Birin menyebut, lomba jukung yang digelar memiliki tujuan yang lebih penting yaitu melestarikan jukung tradisional yang hampir punah.

Keberadaan jukung sebagai alat transportasi tradisional makin ditinggalkan seiring makin pesatnya pertumbuhan alat transportasi darat, padahal jukung merupakan ciri khas banua Kalsel sebagai daerah yang memiliki banyak sungai.

Selain itu, lomba semacam ini bisa membangkitkan kembali gairah berolahraga dan juga mengangkat sektor pariwisata sungai.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Budiono di lokasi lomba, mengatakan, lomba Jukung tradisional kali ini mendapat perhatian yang besar oleh masyarakat.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Hal ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kalsel mencintai olahraga ini dan merasa terhibur menyaksikan lomba yang digelar,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjut Budiono, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel bertekad untuk terus mengembangkan olahraga jukung tradisional ini dengan berbagai event, sehingga memberikan hiburan kepada masyarakat.

Lomba jukung tradisional di Desa Pemurus Kabupaten Banjar, menyediakan hadiah uang tunai puluhan juta, selain piala.

Masyarakat pun nampak antusias menyaksikan jalannya lomba yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA itu, bahkan tidak sedikit yang menonton di atas perahu atau jukung. (BIRO.ADPIM/SRI/RDM/RH)

Paman Yani : Sektor Perkebunan Salah Satu Prioritas Pemprov Kalsel

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menginginkan perkebunan di Kalsel khususnya Tanah Bumbu terus berkelanjutan dan berdampak positif terhadap perekonomian pekebun.

Saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, di Aula TP-PKK Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (19/1), wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani menyebut, persoalan tentang keinginan masyarakat mengubah pola perkebunan dari karet menjadi sawit memang sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Sebabnya, regulasi perda tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, menurut Paman Yani perlu disampaikan kepada pekebun.

“Supaya ketika mereka melakukan perubahan karet ke sawit itu tidak membuat mereka terjerat hukum,” kata Paman Yani.

Terlebih, dalam Perda No 4 Tahun 2023 itu disebutkan bahwa pembangunan perkebunan merupakan salah satu prioritas kebijakan dan program pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bidang pembangunan ekonomi hijau berbasis kerakyatan, sumber daya lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Ini harus kita pahami. Bagaimanapun pemerintah kita mendukung tentang perkembangan perkebunan di Kalsel. Tetapi kelestarian lingkungan harus diperhatikan seperti peremajaan dan lainnya,” tutur Paman Yani.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang aturan perkebunan, Sosper bahkan menghadirkan narasumber dari Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel.

Kepala Disbunnak Kalsel Suparmi, melalui Sekretarisnya Lisa Suryati, mengaku Pemprov Kalsel sangat terbuka terhadap pengembangan perkebunan. Termasuk investasi dalam sektor tersebut.

“Semua itu dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Fungsi pembangunan Perkebunan sendiri dijelaskannya, meliputi aspek ekonomi yakni peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, aspek ekologi meliputi peningkatan konservasi tanah dan air, serta penyangga kawasan lindung.

“Dengan begitu aturan yang dibuat bukan untuk mengekang, melainkan agar lingkungan terjaga demi anak cucu nanti,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Awali Tahun 2024, Paman Yani Serap Aspirasi Fordayak

TANAH BUMBU – Mengawali tahun 2024, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) menggelar kegiatan reses atau menyerap aspirasi masyarakat di Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (21/1).

Di titik pertama itu, Paman Yani bertemu dengan penduduk asli Kalimantan yang tergabung dalam DPD Forum Komunikasi Pemuda Dayak (Fordayak) Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Banyak hal yang disampaikan Fordayak, diantaranya meminta pengakuan dari pemerintah melalui kesetaraan ekonomi dan pendidikan.

Menanggapi itu, Paman Yani menilai aspirasi mereka sangat layak diperjuangkan. Khususnya kebutuhan mendasar suku dayak kelestarian hutan, adat budaya hingga pengakuan pemerintah terhadap suku dayak itu sendiri.

“Sehingga kemudian hari, suku dayak ini bukan hanya tinggal cerita tetapi harus terus tumbuh di masyarakat dalam kehidupan bernegara,” kata Paman Yani.

Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, semua keinginan Fordayak merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Termasuk saya disini bertanggung jawab sebagai jembatan penghubung antar kepentingan masyarakat dengan pemerintah. Pemerintah juga jangan menutup diri, coba lebih terbuka dan lihat bahwa ada komunitas asli penduduk Kalimantan,” tutur Paman Yani.

Disamping itu, lanjut Paman Yani, pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan suku dayak sebagai penduduk asli Kalimantan. Sehingga tidak tergeser oleh pendatang.

“Jangan hanya menjadikan Kalimantan sebagai lokasi IKN. Tetapi masyarakat disini harus diperhatikan kesejahteraannya. Adat istiadatnya juga jangan sampai dilupakan,” tegas Paman Yani.

Paman Yani berharap komunikasi seperti ini jangan sampai tersumbat. Supaya aspirasi masyarakat khususnya suku dayak benar-benar bisa sampai ke pemerintah.

“Saya ingin masyarakat dayak harus dilibatkan dalam setiap pembangunan,” pinta Paman Yani.

Senada, Ketua DPD Fordayak Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru Imper Sona, menginginkan perpindahan IKN ke Kalimantan tidak membuat masyarakat Dayak menjadi semakin terisolir.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan kami,” harap Imper Sona.

Melalui organisasi yang dikelolanya, Imper Sona bahkan memastikan kualitas anggota mereka bisa bersaing dengan pendatang.

“Pelan-pelan kami juga terus mengasah kemampuan anggota kami agar tidak kalah dengan suku lain,” pungkas Imper Sona. (SYA/RDM/RH)

Gelar Aksi Bersih-Bersih, DLH Kumpulkan 225 Kantong Sampah di Jalan Ahmad Yani

BANJAR – Jalan Ahmad Yani dikenal sebagai jalan protokol, yang melewati hampir seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Termasuk kota Banjarmasin, kabupaten Banjar dan ibukota provinsi Kalsel, Banjarbaru. Sebagai jalan protokol yang menjadi etalase menuju pusat pemerintahan provinsi, jalan ini menjadi pusat perhatian. Sayangnya, di beberapa titik jalan ini, masih saja ditemui sampah – sampah plastik, buangan para pengguna jalan.

Aksi bersih bersih di jalan Ahmad Yani kawasan kota Banjarmasin

Melihat kondisi ini, maka Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, menggandeng seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi Kalsel, menggelar aksi bersih – bersih pada Jumat (19/1). SKPD ini dibagi dalam 15 kelompok, yang melakukan aksi di 15 titik jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas LH provinsi Kalsel

“Aksi bersih – bersih ini dilakukan mulai jalan Ahmad Yani kilometer 4 Banjarmasin sampai kilometer 17 kabupaten Banjar,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, saat ditemui Abdi Persada FM di kawasan kilometer 17 pada Jumat (19/1) pagi.

Setiap titik lokasi, setidaknya ada 4 hingga 6 SKPD yang bertanggung jawab membersihkan sampah plastik. Dimana setiap SKPD menerjunkan 25 hingga 30 ASN nya, selama kegiatan berlangsung.

Hanifah memaparkan, aksi bersih – bersih ini merupakan bagian dari program merdeka sampah jalan protokol, yang melibatkan seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

“Aksi ini sebagai trigger untuk kabupaten kota, agar dapat menggelar kegiatan yang sama. Sekaligus juga membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” tambah Hanifah.

Kurang lebih 2 jam pelaksanaan aksi, setidaknya sebanyak 225 kantong sampah atau total 4,39 ton sampah, berhasil dikumpulkan. Sampah yang didominasi plastik tersebut, dikirim ke TPA Regional Banjarbakula, TPA Cahaya Kencana kabupaten Banjar, dan TPA Basirih Banjarmasin.

“Kita juga bekerjasama dengan pemko Banjarmasin, dan pemkab Banjar untuk pengangkutan sampah diwilayahnya masing – masing,” tutup Hanifah.

Selain ratusan ASN lingkup pemerintah provinsi Kalsel, aksi bersih – bersih ini juga melibatkan para petugas kebersihan kota Banjarmasin dan kabupaten Banjar, serta unsur TNI. Termasuk masyarakat sekitar, yang ikut tergerak membantu kegiatan bersih – bersih ini. (RIW/RDM/RH)

Jumat Curhat Bersama Kapolda Kalsel Digelar di Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin

BANJARMASIN – Pada pelaksanaan Jumat Curhat bersama Kapolda Kalsel, di kawasan Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin, Jumat (19/1). Warga diajak untuk menjaga suasana kondusifitas pada Pemilu 2024.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto diwakili Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito mengatakan, sesuai dengan tema Jumat Curhat kali ini adalah, Ciptakan Kamtibmas yang kondusif jelang Pemilu 2024.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito

“Maka, warga kami ajak untuk dapat menjaga suasana yang nyaman dan aman menjelang, saat, dan sesudah Pemilu 2024 ini,” ungkap Sabana.

Menurut Sabana, pilihan boleh berbeda tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan.

Hal, tersebut tidak boleh terjadi. Karenanya, pada Jumat Curhat bersama Kapolda ini, masyarakat yang berada di wilayah Hukum Polsek Banjarmasin Timur, diajak bersama sama mengucapkan iklar Pemilu Damai, yang dibacakan oleh Perwakilan KPU, yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Pada Jumat Curhat tersebut, warga menyampaikan keluhan mereka, seperti kawasan tempat tinggal yang tidak pernah dilewati oleh petugas patroli jaga dari Kepolisian, serta lainnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin Ihwanul Muslimin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi dan dukungan atas digelarnya Jumat Curhat bersama Kapolda Kalsel di Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin.

Kepala UPTD Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin Ihwanul Muslimin

“Kegiatan seperti ini merupakan sinergitas antara Pemerintah, Kepolisian, TNI, serta lainnya, untuk bersama sama menciptakan suasana kondusif jelang Pemilu 2024,” ucap Ihwanul. (SRI/RDM/RH)

2024, Dispar Kalsel Akan Terus Gelar Event Pariwisata Unggulan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, tahun 2024 ini akan terus menggelar Event unggulan. Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin

Syarifuddin menjelaskan, guna memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banua, tahun 2024 ini mulai melakukan persiapan Event pariwisata unggulan seperti Festival Tour de Loksado, Festival Budaya Pasar Terapung, dan Festival Budaya Internasional.

“Suksesnya digelar secara perdana tahun 2023 lalu, Festival Budaya Internasional dalam rangkaian memeriahkan HUT Provinsi Kalsel, tahun 2024 akan kembali dilaksanakan,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, Festival Budaya Internasional tahun 2023 lalu, pihaknya mampu menghadirkan empat Negara Delegasi diantaranya, Korea Selatan, Romania, Turki, dan Taiwan. Sedangkan untuk tahun 2024 direncanakan mengundang 10 Negara, dan masih dilakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri RI, serta stakeholder terkait lainnya.

“Negara yang akan kita datangkan, diantaranya dari Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat, Eropa, dan Amerika,” jelas Syarifuddin, yang juga kini menjabat Pj Bupati Tapin

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan digelarnya Event unggulan juga dapat semakin memperkenalkan Geopark Meratus, yaitu Kalimantan Selatan memiliki keindahan alam pegunungan. Selain potensi lain seperti
beragam tempat wisata, budaya, dan kuliner yang tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota.

“Event unggulan digelar sebagai ajang promosi, bahwa keindahan wisata di Kalsel, tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

UPPD Samsat Banjarmasin 2 Berhasil Kumpulkan 5,6 M Pembayaran Tunggakan PKB

BANJARMASIN – Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Banjarmasin 2, berhasil mengumpulkan 5,6 M pada program Relaksasi Pajak oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023.

Kantor UPPD Samsat Banjarmasin 2

“Pada pemberian program insentif dan relaksasi pajak kendaraan bermotor serta beabalik kendaraan bermotor tersebut, UPPD Samsat Banjarmasin 2 telah berhasil mengumpulkan tunggakan sebesar 5,6 M,” ungkap Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2 Muhammad Mirza Lutfillah, kepada Abdi Persada FM, baru baru tadi.

Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2 Muhammad Mirza Lutfillah

Pendapatan tersebut, lanjutnya, dikumpulkan dari Juli – November 2023, selama lima bulan tersebut, berhasil meningkatkan pendapatan di UPPD Samsat Banjarmasin 2.

Mirza berharap, kedepannya para wajib pajak di Kota Banjarmasin sekitar dapat lebih taat lagi, dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor mereka tersebut.

“Kami berharap kesadaran warga membayar pajak dapat lebih meningkatkan lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga mengungkapkan, pada 2024 ini UPPD Samsat Banjarmasin 2 akan menjalin kerjasama dengan Polda Kalsel, untuk penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor.

“Tunggakan kendaraan bermotor di wilayah UPPD Samsat Banjarmasin 2 cukup banyak,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Mirza, pada tahun ini akan dilakukan penagihan kepada wajib pajak, yang tidak melaksanakan kewajibannya tersebut.

“Dalam upaya penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Dirlantas Polda Kalsel,” ujar Mirza. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version