Pelaku Usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Minta Kapasitas Pabrik Es Ditambah

BANJARMASIN – Pengusaha Perikanan di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan meminta dibangun serta kapasitas pabrik es batu ditambah di kawasan tersebut.

Salah satu Pengusaha Perikanan di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Haji Jaya mengatakan, saat ini di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin mengalami kekurangan pasokan es batu.

Salah satu Pengusaha Perikanan Haji Jaya

“Kekurangan es batu ini, jadi keluhan pengusaha ikan di sini” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Haji Jaya, pihaknya meminta agar pabrik es batu dapat dibangun di kawasan tersebut.

“Pabrik es batu yang ada saat ini sudah mengalami kerusakan sejak tiga bulan lalu. Sehingga, pasokan es batu berkurang,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki mengakui, masalah kurangnya pemenuhan es batu tersebut..

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki

Jaki menjelaskan, saat ini keterbatasan pabrik es di lingkungan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin untuk memenuhi kebutuhan para pelaku usaha.

“Pabrik es batu yang ada saat ini hanya berkapasitas 10 ton, produksi tersebut hanya mampu memenuhi sepertiga dari kebutuhan es batu di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ucap Jaki.

Jaki juga mengungkapkan, pihaknya telah berhasil mencapai Target Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Alhamdulilah kami berhasil memenuhi target PAD sebesar 936 juta rupiah, dari perolehan retribusi sewa gedung dan kios bagi pelaku usaha yang berada di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin,” ungkapnya.

Capaian tersebut, melebihi target yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi kalimantan Selatan di tahun 2023 sebesar 800 juta rupiah. (SRI/RDM/RH)

Awali 2024, DPRD Banjarmasin Gelar Rapur

BANJARMASIN – Mengawali kinerja tahun 2024, DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna, bertempat di ruang Paripurna DPRD kota Banjarmasin, pada Selasa (2/1).

Kepada sejumlah wartawan, usai rapat Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Matnor Ali, mengatakan, agenda Rapat Paripurna Perihal Tutup Masa Sidang tahun 2023 dan Buka Masa Sidang tahun 2024, merupakan kegiatan rutin tahunan. Dimana, pihaknya menyampaikan realisasi kegiatan dewan sesuai fungsinya yaitu Legislasi, Pengawasan, dan Anggaran. Ia berharap, untuk tahun 2024, dapat semakin meningkatkan kinerja lebih baik lagi.

“Seluruh kegiatan sudah banyak terealisasi di tahun 2023,” kata Matnor

Hal senada disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, dijelaskannya, dalam Rapat Paripurna pihaknya menyampaikan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah. Dimana, merupakan inisiatif Dewan Banjarmasin yaitu Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 12 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Hiburan dan Rekreasi, kemudian Penyelenggaraan Kearsipan dan Pemberian Insentif atau kemudahan kepada masyarakat atau investor. Ia meminta, setelah diajukan ini akan segera dilakukan pembahasan.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, didampingi Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali

“Setelah disampaikan Raperda, 8 fraksi masing-masing menyampaikan saran dan pendapatnya,” ucap Yamin

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, menyampaikan pihaknya sangat
berterima kasih sudan berjalan dengan baik, selama ini dalam membangun Kota Banjarmasin, dengan terus saling berkolaborasi memajukan kota seribu sungai.
Terkait pengajuan Rancangan Peraturan Daerah, pihaknya akan terus bersinergi dalam melakukan pembahasan nantinya.

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina (ditengah)

“Kami apresiasi awal tahun 2024 langsung bekerja,” tutup Ibnu

Untuk diketahui, Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya, didampingi unsur pimpinan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, Matnor Ali, dan Tugiatno, serta Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin Iwan Ristianto. Dihadiri Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, kalangan legislatif juga pihak eksekutif. (NHF/RDM/RH)

Inflasi 2023 Terjaga, Harga Rokok Jadi Andil Paling Besar Inflasi di Kalsel

BANJARBARU – Seiring dengan dicabutnya status pandemi COVID-19 pada pertengahan tahun 2023, maka kondisi perekonomian Kalimantan Selatan pun, terus mengalami peningkatan. Termasuk untuk angka inflasi, yang dipengaruhi Indeks Harga Gabungan – IHK di 3 kota, yakni Banjarmasin, Tanjung (Tabalong) dan Kotabaru. Terbukti, data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Kalsel, yang dirilis pada Selasa (2/1) terlihat bahwa inflasi Kalimantan Selatan tahun 2023, turun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2022 inflasi Kalsel tercatat 6,99 persen, maka pada 2023 menjadi 2,43 persen.

“Inflasi pada Desember 2023, juga terjaga di angka 0,18 persen, dari kumulatif penghitungan di 3 kota,” jelas Martin Wibisono, saat jumpa pers perdana tahun 2024 dikantornya di Banjarbaru, Selasa (2/1).

Martin merincikan, inflasi di 3 kota yang melakukan penghitungan IHK di Kalsel, juga turun signifikan dibanding tahun sebelumnya. Yakni Tanjung mengalami inflasi sebesar 2,39 persen, turun dari tahun sebelumnya sebesar 5,01 persen. Begitu juga dengan Kotabaru mengalami inflasi tinggi hingga 8,55 persen tahun lalu, turun menjadi 3,81 persen tahun ini. Sedangkan kota Banjarmasin, mengalami inflasi 2, 28 persen atau turun drastis dari 6, 98 persen tahun lalu.

“Secara Month to Month pada Desember terjadi inflasi gabungan tiga kota IHK sebesar 0,18 persen, dengan penyumbang andil inflasi terbesar antara lain, ikan gabus, bawang merah, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan nila, dan cabai rawit,” paparnya.

Sedangkan yang menahan laju inflasi bulanan antara lain, angkutan udara,
ikan tongkol, kacang panjang, mangga, ikan kembung, bahan bakar rumah tangga, buncis dan ayam hidup.

“Sementara komoditas penyumbang andil inflasi terbesar pada tahun 2023, antara lain rokok kretek filter, emas perhiasan, dan beras,” tutup Martin.

Diantara kota-kota IHK di Kalimantan, kota Banjarmasin mencatatkan inflasi paling rendah yakni 0,12 persen. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Pontianak, sebesar 0,66 persen. (RIW/RDM/RH)

Libur Nataru Kunjungan Wisata ke Siring Piere Tendean Meningkat

BANJARMASIN – Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Siring Piere Tendean Kota Banjarmasin, pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mengalami peningkatan.

Kasubbag TU UPTD Kawasan Wisata Kota Banjarmasin Selamat Budianto menjelaskan, kunjungan wisatawan untuk kawasan wisata Siring Tendean cukup banyak.

Kasubbag TU UPTD Kawasan Wisata Kota Banjarmasin Selamat Budianto

“Peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan Siring tersebut, berkisar 10 hingga 15 persen,” ungkap Budi.

Kunjungan wisatawan tersebut, lanjutnya, bertambah dengan diluncurkannya air mancur menari di Jembatan Pasar Lama oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Keberadaan air mancur tersebut, semakin memperbanyak kunjungan masyarakat ke kawasan Siring Piere Tendean,” ujarnya.

Menurut, berdasarkan pantauan pihaknya peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan Siring tersebut, berkisar 10 sampai 15 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga mengatakan, di Tahun 2024 ini pihaknya melakukan peningkatan sarana dan prasarana untuk kenyamanan pengunjung.

“Dalam rangka memberikan kenyamanan kepada pengunjung dikawasan wisata Siring Piere Tendean, maka akan dilengkapi dengan box ATM,” ucapnya.

Dengan adanya box ATM dikawasan tersebut, akan memudahkan wisatawan apabila mereka ingin mengambil uang dikawasan tersebut.

“Selain menambah sarana box ATM, sarana dan prasarana lainnya juga akan ditambah serta dibenahi. Sehingga kawasan wisata Siring Piere Tendean benar benar nyaman untuk berwisata,” ujar Budi.

Seperti diketahui, di kawasan wisata Siring Menara Pandang terdapat beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi warga, seperti, patung bekantan, pasar terapung, rumah Anno, menara pandang, serta air mancur menari Jembatan Pasar Lama. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version