TANAH LAUT – Puluhan kasus demam berdarah dengue (DBD) sudah ditemukan di sejumlah kabupaten kota di Kalimantan Selatan, pada Janauri 2024 ini. Bahkan dua kasus diantaranya, sudah menyebabkan korban jiwa.
Mengantisipasi potensi KLB DBD ini, maka Dinas Kesehatan Provinsi melalui UPT Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan, menggelar sosialiasi berupa pendidikan kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pemeriksaan kesehatan gratis dan pembagian vitamin. Giat dilakukan di desa Martadah Baru, kabupaten Tanah Laut, pada Selasa (23/1).
Edukasi program PHBS di desa Martadah Tala
Kepada Abdi Persada FM, Kepala UPTD Pelayanan Kriss dan Epidemi Kesehatan, Sri Wahyuni, melalui Kasi Pelayanan dan Kegawatdaruratan, Sulastri mengatakan, kegiatan ini merupakan pelaksanaan sistem kewaspadaan dini, menyusul terjadinya peningkatan kasus DBD di Kalimantan Selatan, pada musim hujan kali ini.
“Tujuan dari kegiatan ini, adalah untuk mencegah terjadinya penambahan kasus DBD,” ujarnya.
Para nakes berfoto bersama dengan pejabat desa Martadah Tala
Untuk kegiatan ini, UPT Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan, menerjunkan krisis 9 orang tenaga kesehatan, dan dibantu 2 nakes dari puskesmas setempat.
“Dari pemeriksaan kesehatan tadi, kasus demam, batuk, pilek atau ISPA yang paling banyak ditemui. Menyusul Myalgia dan hipertensi,” tutupnya.
Giat serupa akan dilanjutkan pada 24 – 26 Januari. Yakni di desa Tungkap Binuang Tapin, pada Rabu hingga Kamis, dan terakhir di puskesmas Gambut. (RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Penelaahan dan Aspirasi Masyarakat di Daerah Pemilihan Banjarmasin Barat, lebih banyak menyampaikan usulan insfratruktur. Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, pada Selasa (23/1) mengatakan, untuk usulan reses oleh warga RT 22 Komplek Antaluddin Kelurahan Kuin Selatan Dapil Banjarmasin Barat, mereka lebih banyak meminta perbaikan jalan lingkungan, dan prioritas penutupan drainase. Aspirasi ini akan dihimpun dan dimasukkan dalam dokumen formal menjadi pokok pikiran (pokir) Dewan.
Suasana Reses dihadiri SKPD terkait dilingkup Kota Banjarmasin
“Setiap pembangunan tentu mengutamakan skala prioritas,” ucapnya
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, (ditengah) saat memberikan komentarnya
Sementara itu, Lurah Kuin Selatan Mujiono menambahkan, saat ini untuk tutup Drainase sering hilang dicuri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, lokasinya di sekitar RT 16, 18 dan 21.
“Kami sudah menyampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Banjarmasin, dan berharap dapat diakomodir,” ujarnya.
Untuk diketahui, Penelaahan dan Aspirasi Masyarakat oleh Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Yamin, dari Daerah Pemilihan Banjarmasin Barat, dengan menghadirkan konstituen Kelurahan Kuin Selatan, dihadiri Lurah Kuin Selatan, Camat Banjarmasin Barat, perwakilan SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin diantaranya Dinas Sosial, Dinas Perumahan Pemukiman, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, serta PTAM Bandarmasih. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (22/1). Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Mahendra Siregar beserta jajaran, berkesempatan mengunjungi rumah produksi Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, yang menjadi mitra binaan Bank Kalsel di Komplek Banjar Indah Permai Banjarmasin.
Pada kunjungannya ini, Mahendra Siregar juga didampingi Kepala OJK Provinsi Kalsel Darmansyah, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Kalsel, Ahimsa dan Deputi Direktur Hubungan Antarlembaga OJK Provinsi Kalsel Abidirrahman.
Dalam kesempatan tersebut, Mahendra Siregar tidak hanya melihat berbagai pakaian sasirangan dan ecoprint hingga produk kerajinan tangan dari Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, tapi juga melihat langsung bagaimana proses produksinya, yang dilakukan langsung oleh para difabel.
Disela kegiatan, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin yang turut serta mendampingi dalam kegiatan, mengaku bangga dengan pencapaian Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar hingga sekarang.
“Kami sebagai perbankan yang turut memberikan bantuan melalui dana CSR kepada Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, sangat bangga dengan pencapaian yang mereka lakukan hingga sekarang. Bahkan mereka juga konsisten membuat berbagai macam produk khas lokal dengan melibatkan difabel hingga masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Dirinya pun berharap kolaborasi antara Bank Kalsel dengan Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar kedepannya, dapat terus dilanjutkan.
“Diharapkan melalui kerjasama ini kita bisa terus mendorong pengrajin maupun UMKM yang ada di Banua dapat berkembang dan naik kelas,” tambahnya.
Sementara itu, Owner Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar, Muhammad Arifin berterimakasih atas sumbangsih yang diberikan Bank Kalsel, sehingga pihaknya bisa memiliki outlet yang lebih representatif untuk dapat menjual produk hasil olahan, maupun dari UMKM binaan mereka.
“Dulunya kita berpindah – pindah tempat dan lokasinya masih sulit dijangkau, tapi sekarang dengan bantuan Bank Kalsel kita bisa menyewa outlet yang lebih representatif dan mudah didatangi pengunjung,” bebernya.
Dijelaskannya hingga sekarang, Yayasan Rumah Kreatif dan Pintar sudah konsisten membuat berbagai macam produk khas lokal dengan nilai jual tinggi. Tidak hanya itu, bahkan pihaknya juga membina ribuan pengrajin dan UMKM di Provinsi Kalsel, untuk bisa membuat berbagai produk lokal yang berkualitas dan sesuai dengan tren pasar.
“Bahkan mereka juga kita bantu dari sisi pemasarannya. Jadi kalau ada orderan besar dari instansi atau kementrian, kita berkolaborasi dengan mereka untuk memenuhi kebutuhannya,” tukasnya. (ADV-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarmasin, menggelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Sirekap, dalam rangka Persiapan Pemilu Serentak Tahun 2024.
Kegiatan dipusatkan di halaman Gedung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya Kalimantan Selatan, Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin Utara, Selasa (23/1).
Kepada sejumlah wartawan, Ketua KPU Banjarmasin, Rusnailah, setelah acara mengatakan, simulasi ini layaknya pemungutan asli dilaksanakan dengan menempatkan 4 bilik suara dan 5 kotak suara mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Banjarmasin. Kegiatan ini untuk mengetahui estimasi waktu melaksanakan proses memilih di bilik suara. Dimana, bertujuan untuk mengetahui kesiapan petugas dalam proses pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Petugas KPPS beserta perangkat bertugas sebagaimana hari H pemungutan suara, sejak Tempat Pemungutan Suara dibuka sampai ditutup setelah perhitungan suara,” jelasnya
Disampaikan Rusnailah, dalam simulasi ini ada sekitar 250 orang peserta Pemilu mulai dari yang terdaftar di Daftar Pemilu Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) serta pemilih penyandang disabilitas, yang telah dihadirkan. Mereka dipanggil satu- persatu masuk bilik suara, dari pengambilan surat suara, mencoblos, memasukan ke kotak suara, dan mencelupkan jari ke dalam tinta.
“Kami berharap mereka benar-benar faham dengan tugasnya nanti,” pinta Rusnailah
Sementara itu, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara serta Penggunaan Sirekap dalam Rangka Persiapan Pemilu Serentak Tahun 2024. Ia berharap, seluruh lapisan masyarakat, dapat memberikan hak pilih dengan menghadiri ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, saat simulasi
“Semoga masyarakat menggunakan hak pilih sesuai dengan hati nuraninya. Dengan selalu mewujudkan perdamaian dan bersatu,” tutup Arifin
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, simulasi memasukkan Surat Suara setelah dicoblos
Untuk diketahui, gelaran Simulasi ini dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, didampingi Ketua KPU Banjarmasin, Rusnailah, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, Kapolresta Banjarmasin dan Wakapolresta Banjarmasin, Kejaksaan Tinggi, Komisioner KPU Banjarmasin, Sekretaris KPU dan Jajaran KPU Banjarmasin, Camat Banjarmasin, Panitia Pemungutan Suara atau (PPS), dan Panitia Pemilihan Kecamatan atau (PPK) serta perwakilan Partai Politik. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan menggelar, kejuaraan Bulutangkis antar bidang, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM Banjarmasin, Senin Sore (22/1).
Ketua Panitia Pelaksana Rokhyatin Effendi menjelaskan, kejuaraan ini digelar setiap tahun oleh Dispora Kalsel, dilaksanakan setiap Bulan Januari.
Ketua Pelaksana Pertandingan Rokhyatin Effendi
“Karena pada awal tahun ini pekerjaan di Dispora belum banyak. Sehingga, kejuaraan Bulutangkis antar bidang ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi untuk menambah keakraban,” ungkap Rokhyatin.
Selain itu, lanjutnya, kejuaraan ini untuk kebugaran pegawai yang ada di Dispora Kalsel.
“Sehingga, tidak hanya memasyarakatkan Olahraga, pegawai Dispora Kalsel juga berolahraga,” ujar Rokhyatin.
Untuk menjaga kebugaran tersebut, Dispora Kalsel memiliki jadwal rutin untuk berolahraga. Seperti, Bulutangkis dilaksanakan setiap hari Senin.
Sedangkan, untuk bersepeda dilakukan setiap hari Jum’at.
“Kejuaraan ini para pejabat dilingkup Dispora Kalsel diwajibkan untuk ikut bertanding,” ucap Rokhyatin.
Pada Kejuaraan Bulutangkis Antar Bidang di Dispora Kalsel ini diikuti sebanyak lima regu perwakilan dari lima bidang yang ada di tempat tersebut, dengan memperebutkan total hadiah sebesar 10 juta.
Kategori yang dimainkan, ganda pejabat, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, serta tunggal putra. (SRI/RDM/RH)
KOTABARU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menginginkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, yang rencananya akan diresmikan pada 17 Agustus 2024.
Menurut Yani Helmi, dua wilayah tersebut memiliki kondisi geografis yang sangat memungkinkan untuk menjadi pusat sektor pertanian dan perkebunan Kalsel.
“Kita ketahui lahan di Tanah Bumbu dan Kotabaru masih sangat banyak yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Ini yang harus kita upayakan bagaimana supaya dua wilayah ini menjadi penyangga pangan di IKN nanti,” ujar wakil rakyat akrab disapa Paman Yani, usai menjaring aspirasi masyarakat (reses), di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kotabaru, Selasa (23/1).
Foto warga Desa Gunung Sari bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi usai kegiatan reses
Khusus Kotabaru, menurut Paman Yani, juga bisa sangat kaya akan hasil lautnya karena terdiri dari pulau dan kepulauan.
“Sehingga dukungan terhadap nelayan harus kita lakukan bersama,” ungkapnya.
Dukungan tersebut, lanjut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, bisa dimulai dari pemantapan infrastruktur jalan untuk memperlancar distribusi.
“Seperti halnya tahun lalu, jalan poros tengah kota ini sampai ke Tanjung Serdang banyak yang berlubang. Alhamdulilah berkat kita sering ke sini kita melihat sendiri bagaimana kondisi jalannya dan akhirnya diperbaiki,” beber Paman Yani.
Meski begitu, ungkap Paman Yani, masih ada beberapa badan jalan terlihat amblas dan perlu perbaikan sesegera mungkin.
“Apapun keinginan dan aspirasi masyarakat wajib kita perjuangkan di ‘Rumah Banjar’ karena memang ini tanggung jawabnya anggota dewan. Artinya saya sendiri tidak akan berhenti untuk menyuarakan aspirasi masyarakat disini,” pungkas Paman Yani.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani (peci hitam) saat menyapa salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan reses
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Sari, Abdul Gapur, mengenal Paman Yani sebagai sosok ramah kepada masyarakat. Tidak hanya itu, berbagai aspirasi masyarakat selalu diperjuangkannya.
“Seperti pembangunan sekolah, perbaikan ruas jalan hingga pembangunan laboratorium disini berkat upaya Paman Yani. Saya sangat berterimakasih,” jelasnya. (SYA/RDM/RH)
Banjarbaru – Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Kalimantan Selatan, menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Aula Tesla Gedung FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, akhir pekan tadi. Musda yang dihadiri segenap pengurus KAGAMA Kalimantan Selatan, pengurus KAGAMA Banjarmasin – Barito Kuala, dan perwakilan anggota KAGAMA dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan tersebut, menetapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel tahun 2011-2022, Mohammad Rudiansyah, sebagai Ketua Umum Pengda KAGAMA Kalsel, masa bakti periode 2023 – 2028.
Kegiatan yang dihadiri lebih dari 60 anggota KAGAMA tersebut, diawali dengan sambutan Ketua Umum Pengda KAGAMA Kalsel periode 2018 – 2023, Abdullah, yang membeberkan perjalanan dan pencapaian yang telah dilakukan pengurus dalam berbagai kegiatan. Acara dilanjutkan dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus yang disampaikan Sekretaris Pengda, Uripto Trisno Santoso, berupa realisasi pokok-pokok program kerja yang terdiri dari beberapa bidang. Yaitu Penguatan Organisasi dan Keanggotaan, Kerjasama antar Lembaga, Pelibatan dan Fasilitasi Alumni, serta Pengabdian Masyarakat di Bumi Antasari.
Selain menetapkan ketua umum yang baru, Musda KAGAMA Kalsel juga telah menetapkan tim formatur yang terdiri atas empat anggota terpilih yang berkewajiban memberikan masukan atau pertimbangan dalam proses seleksi calon – calon pengurus daerah kepada ketua umum.
Hasil masukan atau pertimbangan dari formatur, diharapkan kepengurusan baru dapat merangkul seluruh potensi dan kekuatan anggota KAGAMA yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan, terutama generasi milenial dan generasi Z.
Para pengurus daerah KAGAMA Kalsel berfoto bersama
Dengan terpilihnya Ketua Umum KAGAMA Kalsel periode 2023 – 2028 diharapkan dapat membawa para anggota, untuk terus migunani atau bermanfaat di Bumi Antasari, dapat menjalankan sesuai amanah dengan berpedoman pada tri dharma perguruan tinggi dan mampu mengobarkan semangat guyub rukun dan bahu membahu untuk menjulangkan marwah KAGAMA, menjadi pondasi dalam menjalankan berbagai program kerja yang sudah dirumuskan dalam Musda.
Dalam kata sambutannya Rudiansyah menyampaikan, Musda adalah sebagai momentum strategis bagi KAGAMA Kalsel untuk melakukan konsolidasi organisasi dan merancang program kerja, agar peran organisasi dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat di wilayahnya secara luas.
” Saya berkomitmen, untuk terus berusaha menjalankan amanah yang sudah dimandatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM pada Senin (22/1), Rudiansyah juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada kawan – kawan KAGAMA Kalsel yang telah memberikan dukungan, dan juga memohon dukungan kepada semua pihak, agar semua program kerja yang disusun bersama bisa berjalan lancar.
“Dengan kepengurusan baru ini kita berharap mampu mengajak seluruh potensi KAGAMA di Kalsel untuk bersama – sama membangun daerah dan menjaga silaturahmi, agar tagline guyub rukun migunani, bukan hanya sekadar menjadi slogan saja, namun juga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (KAGAMA.Kalsel-RIW/RDM/APR)
Banjarmasin – Provinsi Kalimantan Selatan memiliki puluhan kekayaan intelektual, yang sampai saat ini masih belum terdaftar sebagai Indikasi Geografis dari satu daerah tertentu di Banua. Oleh karena itu, Kementerian Hukum dan HAM provinsi Kalsel, menggelar Diseminasi dan Promosi Indikasi Geografis tahun 2024, untuk mengedukasi pemerintah daerah mendaftarkan kekayaan intelektual yang dimilikinya.
Diseminasi dan Promosi Indikasi Geografis tahun 2024 ini, digelar di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, pada Senin (22/1). Acara ini dibuka Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Pemprov Kalsel, Sulkan. Turut hadir Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, yang didaulat menjadi narasumber pada kegiatan ini, bersama Sekretaris Dirjen Kekayaan Negara Kemenkumham RI, Sucipto.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel, saat mewakili Gubernur Kalsel
Dalam sambutannya yang dibacakan Sulkan, Gubernur Paman Birin mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenkumham yang telah secara konsisten melaksanakan diseminasi dan promosi, serta pelayanan kekayaan intelektual kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kalsel.
Menjadi kebanggaan dan kebahagiaan pula, ujarnya, bahwa saat ini kain Sasirangan, yang menjadi kebanggaan masyarakat Banjar, telah tercatat sebagai kekayaan intelektual komunal milik Kalsel.
“Namun lebih besar dari itu, tentunya semua berharap dapat melindungi identitas masyarakat Banjar ini dan membawa kain Sasirangan dikenal di lingkup internasional, adalah dengan mendaftarkannya sebagai Indikasi Geografis,” harap Paman Birin.
Oleh karena itu, Paman Birin mendorong seluruh pemerintah kabupaten / kota di Kalsel, mendukung dan mengupayakan pendaftaran Indikasi Geografis didaerahnya masing-masing, minimal satu potensi setiap daerah.
Suasana Diseminasi dan Promosi Indikasi Geografis tahun 2024 yang digelar Kanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel pada Senin (22/1)
Sementara itu, menurut Kakanwil Kemenkumham Provinsi Kalsel, Faisol Ali, hingga saat ini baru satu potensi kekayaan intelektual di Banua, yang sudah terdaftar sebagai Indikasi Geografis. Yakni cabai Hiyung asal desa Hiyung kabupaten Tapin.
“Tahun ini kami berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, menargetkan dapat mendaftarkan dua potensi kekayaan intelektual Kalsel, sebagai Indikasi Geografis. Yakni kain Sasirangan dan gula habang atau gula aren,” jelasnya kepada wartawan.
Faisol menambahkan, setidaknya Kalsel memiliki sekitar 23 potensi kekayaan intelektual yang dapat didaftarkan sebagai Indikasi Geografis.
Perlu diketahui, Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang, dan atau produk, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi , kualitas dan karakteristik tertentu pada barang dan atau produk yang dihasilkan. Contohnya, cabai Hiyung yang menunjukkan identitas asal dari produk pertanian tersebut, yakni kabupaten Tapin. (RIW/RDM/APR)
BANJARMASIN – Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin saat ini telah, menerapkan layanan berakhlak di tempat mereka.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Nuryadi menjelaskan, berdasarkan arahan dari Pemerintah Kota Banjarmasin, agar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat atau para guru yang berurusan di Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, hendaknya dapat dilayani dengan baik.
Kepala Disdik Banjarmasin Nuryadi
“Berdasarkan arahan tersebur maka kami menerapkan, layanan berakhlak dan beretika tersebut diterapkan dilingkup Disdik Kota Banjarmasin,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.
Menurut Nuryadi, layanan berakhlak tersebut sudah diterapkan dalam layanan IQRA atau Integritas, Kualitas, Responsif, serta Akuntabilitas.
Dalam kesempatan tersebut Nuryadi juga mengungkapkan, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menerima permintaan layanan sampai 300 orang setiap harinya.
“Kami menerima kunjungan sebanyak 150 sampai 300 orang, untuk berurusan di Disdik Banjarmasin,” ujarnya.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh masyarakat serta guru.
“Untuk warga biasanya meminta layanan perbaikan kesalahan penulisan ijazah serta lainnya,” ucap Nuryadi.
Sedangkan, lanjutnya, para guru berurusan, seperti gaji, kenaikan pangkat, serta lainnya. (SRI/RDM/APR)
Banjarmasin – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelanggarakan penandatanganan Perjanjian Kinerja, Penetapan Indikator Kinerja Utama, Pakta Integritas sebagai salah satu bentuk komitmen pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN).
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti di aula kantor Disnakertrans Kalsel, Senin (22/01) yang dihadiri pejabat struktural di lingkungan Disnakertrans Kalsel, Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Kalsel serta Kepala Balai Pengawasan I, II, III dan IV Provinsi Kalsel.
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan acara ini dilaksanakan dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil.
“Penandatanganan ini diikuti sebanyak 176 orang ASN dan 130 orang tenaga kontrak,” jelasnya.
Irfan menjelaskan Pakta Integritas adalah untuk memperkuat komitmen Disnakertrans Kalsel dalam menjaga kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara RI 1945, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Pihaknya mengatakan penandatanganan ini juga sebagai bentuk komitmen sebagai ASN dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta menumbuhkembangkan keterbukaan dan kejujuran, dalam memperlancar pelaksanaan tugas yang berkualitas, efektif, efisien dan akuntabel.
Oleh karena itu, Irfan berharap untuk seluruh pejabat memahami apa saja yang dimaksud dalam perjanjian kerja dan pakta integritas tersebut, sehingga dua hal tersebut dapat menjadi komitmen dalam bekerja.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN dan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD tahun 2024, pemberian penghargaan kepada ASN Lingkup Disnaketrans Kalsel beserta Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD). (NRH/RDM/APR)