TPID se-Kalsel Berkumpul Bahas Strategi Hadapi Inflasi Jelang dan Pasca Nataru

BANJARMASIN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan High Level Meeting (HLM)  dalam rangka menyusun strategi menghadapi inflasi Natal dan Tahun Baru, Jumat (15/12).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar itu, digelar di Ruang Rapat Sasangga Banua Kantor Gubernur, Banjarmasin.

Roy menjelaskan dalam rapat tersebut, disusun berbagai rencana dalam menghadapi inflasi menjelang dan pasca Nataru. Apalagi, awal tahun 2024 masyakarat dihadapkan dengan Ramadhan dan Idul Fitri, yang mana permintaan pasar meningkat pada masa itu.

Selain itu, juga dilakukan pemetaan kebutuhan pokok yang selalu mengalami inflasi pada bulan-bulan tertentu selama lima tahun terakhir.

“Misalkan cabai inflasi bulan Januari, berarti kita harus menanam tiga bulan sebelumnya. Kita galakan gerakan menanam cabai, kita gerakan masyarakat termasuk ASN, TNI dan Polri untuk melakukan penanaman,” jelasnya.

Roy mengungkapkan, saat ini ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami inflasi di sebagian besar wilayah Kalsel yakni cabai merah, daging ayam dan telur ayam ras.

“Untuk mengantisipasi, kita bekerjasama dengan Bulog. Ada operasi pasar juga yang akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan,” ungkapnya.

Guna lebih memaksimalkan pengendalian inflasi, Roy menyebut telah meminta pemkab/pemko untuk melibatkan perusahaan-perusahaan agar turut serta dalam pengendalian inflasi.

“Kita harus cari solusi dan inovasi dengan melibatkan semua pihak, agar angka inflasi tetap terjaga,” pungkas Roy.

Diketahui, Kabupaten Kotabaru menjadi wilayah tertinggi inflasi di Kalsel sejak beberapa pekan terakhir. Hal itu ditengarai akibat biaya distribusi yang terlalu tinggi.

Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu pertama Desember 2023 di wilayah Kalsel

Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalsel, Bimo Epyanto, inflasi di Kotabaru bisa diminimalisir melalui peningkatan volume distribusi dan peningkatan kualitas jalan menuju ke sana.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan, Bimo Epyanto (kiri), saat memberi keterangan kepada wartawan

“Bahkan bisa juga melalui kerjasama antar daerah (KAD). Misal ke Sulawesi Selatan, biaya distribusi mungkin bisa lebih murah. Tetapi sayangnya mereka terhambat oleh belum adanya aturan turunan berupa Perbup,” terang Bimo. (SYA/NRH/RH)

BP Masjid Raya Sabilal Muhtadin Gelar Pelatihan Guru TPA se Kalsel

BANJARMASIN – Badan Pengelola (BP) Masjid Raya Sabilal Muhtadin menggelar pelatihan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se Kalimantan Selatan (Kalsel) selama tiga hari, mulai tanggal 15-17 Desember 2023.

Kegiatan tersebut dibuka Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili oleh Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf dan didampingi Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, dan Pengurus, serta Perwakilan Bank Kalsel Syariah, bertempat di salah satu hotel berbintang, Jum’at (15/12).

Ketua Umum BP Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, didampingi Perwakilan Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel

Ketua Umum Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Darul Quthni, mengatakan pelatihan yang diikuti sebanyak 50 orang guru dari 13 kabupaten/kota di Kalsel dalam rangka meningkatkan Baca Tulis Al-Qur’an Metode Al Banjari.

“Metode pembelajaran ini merupakan produk asli dari Kalimantan Selatan, kita berharap akan berkembang luas ke seluruh wilayah,” ucapnya.

Dua Paket Buku metode Al Banjari

Quthni menjelaskan dalam pelatihan ini menghadirkan empat narasumber yang akan memberikan materi, yaitu Sufiani Thalhah, tentang Paket 1 dan Paket 2 Metode Al Banjari baik materi dan praktik, kemudian Ilmu Tajwid disampaikan Murjani A Malik, dan Peran Guru TPA membentuk karakter santri dari Ahmad Nawawi, serta peran Bank Kalsel Syariah dalam menunjang pendidikan TPA Masjid Agung se Kalsel.

“Semoga dengan banyaknya Narsum, akan semakin menambah wawasan dan pengetahuan tentang metode Al Banjari,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili dari Biro Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Yusuf, menilai bahwa metode Al-Banjari ini unik, yaitu hanya dua paket, yang mana para guru TPA di seluruh kabupaten/kota, dapat terus mengembangkannya, karena merupakan produk asli Banua. Sehingga, ke depan dapat berjalan dengan baik dan sukses nantinya di lapangan.

“Kami apresiasi penerapan pembelajaran guru TPA menggunakan metode Al Banjari ini,” tutupnya. (NHF/NRH/RH)

300 DDS ke 50 dan 75 Kali Terima Penghargaan Dari PMI Kalsel

BANJARMASIN – Sebanyak 300 orang Donor Darah Sukarela (DDS) ke 50 dan 75 kali menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di gedung Mahligai Pancasila, Kamis (14/12) malam.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulkan menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada perwakilan DDS

Penghargaan diberikan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulkan, didampingi Ketua PMI Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah dan Anggota Dewan Kehormatan PMI Kalsel, Nurul Fajar Desira.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan sukarela telah berbagi kehidupan melalui tindakan mulianya yakni Donor Darah Sukarela.

“Mudah-mudahan dengan diberikannya penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain, khususnya generasi muda untuk ikut melakukan donor darah secara rutin ke depannya,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, PMI Kalsel telah menjadi garda terdepan dalam menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan, terutama dalam bidang donor darah selama ini.

“Maka dari itu, hari ini, kita berkumpul disini untuk memberikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah mengukir prestasi yang luar biasa dengan mencapai 50 dan 75 kali DDS,” terangnya.

Menurut Paman Birin, angka ini bukan hanya sekedar angka. Tetapi cermin ketulusan hati, kegigihan dan kepedulian mereka terhadap orang-orang di sekitar mereka yang membutuhkan bantuan.

“Mereka adalah pilar utama dalam menjaga stok darah di PMI yang menjadi nyawa bagi ribuan pasien yang membutuhkan transfusi darah setiap harinya,” tuturnya.

Dalam momentum yang berharga ini, Paman Birin mengajak kepada seluruh masyarakat untuk introspeksi diri akan pentingnya kepedulian terhadap sesama dan bagaimana tindakan sederhana seperti donor darah dapat memiliki dampak yang begitu besar dalam menyelamatkan nyawa. Ia juga menegaskan Pemprov Kalsel akan terus berkomitmen untuk mendukung dan memperkuat program-program kemanusiaan seperti ini.

“Semoga kegiatan donor darah terus berkembang dan semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya berbagi kepada sesama melalui donor darah,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua PMI Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah. Ia mengimbau agar semakin banyak masyarakat menjadi DDS sehingga jika suatu saat membutuhkan darah, PMI sudah memiliki daftar DDS dengan name by adress.

Suasana Pemberian Penghargaan DDS ke 50 dan 75

“Alhamdulillah, hingga saat ini, hampir tiga ribu orang DDS di seluruh Kalsel. Jadi kalau interval itu per triwulan sekali, berarti kan tiga ribu orang per triwulan itu bisa menyumbangkan darahnya,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Gusti Iskandar, PMI Kalsel juga bekerjasama dengan berbagai pihak, seperti perkantoran, dunia usaha, dan lain-lain, untuk melaksanakan kegiatan donor darah.

“Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang, kita akan selalu upgrade. Jadi database kita perbaiki sehingga jumlah DDS makin bertambah,” harapnya. (NRH/RH)

Pemprov Kalsel Serahkan Bantuan Perahu Pengangkut Sampah Untuk Masyarakat

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan perahu, kepada masyarakat diwilayah Desa Sungai Rangas, Kabupaten Banjar. Penyerahan perahu tersebut digelar di tempat wisata sungai, Desa Sungai Rangas, Kabupaten Banjar, pada Kamis (14/12).

Selain menyerahkan bantuan Perahu kepada masyarakat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga melaksanakan penanaman serentak di 20 titik lokasi prioritas sungai Martapura Asri.

Penanaman pohon produktifitas serentak yang dikomandoi gubernur kalsel melalui Kadis LH

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, tujuan diberikannya bantuan perahu sebanyak 18 unit tersebut agar masyarakat di bantaran sungai dapat mengangkut sampah dengan perahu yang merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan dari PT Adaro Indonesia.

“Bantuan perahu tersebut merupakan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kalsel bersama PT Adaro Indonesia, yang peduli terhadap masyarakat di bantaran sungai,” ungkapnya.

Foto bersama Instansi terkait bersama Kadis LH Kalsel

Selain bertujuan untuk mendukung program Sungai Martapura Asri, lanjut Hanifah, penyerahan bantuan ini menunjukan sinergi, komitmen serta kolaborasi dari semua pihak untuk terus menjaga lingkungan khususnya Sungai Martapura.

“Kedepannya depan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan bersama masyarakat akan mengolah enceng gondok untuk dijadikan pupuk yang nantinya digunakan untuk reklamasi,” tutupnya. (MRF/NRH/RH)

Tingkatkan Minat Usaha, Pemprov Kalsel Apresiasi Expo Wirausaha Merdeka ULM

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi kegiatan Expo Wirausaha Merdeka yang diselenggarakan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Tahun 2023 yang diikuti 400 mahasiswa yang terpilih dari 9 (sembilan) perguruan tinggi di pulau Kalimantan tersebut dilaksanakan di auditorium ULM Banjarbaru, Kamis (14/12).

Kadis Koperasi dan UKM Kalsel mengunjungi Stand UMKM mahasiswa

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai menyampaikan Expo Wirausaha Merdeka ini merupakan sarana untuk membimbing para mahasiswa menjadi pelaku UMKM. Sehingga kegiatan ini sangat diapresiasi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, karena dapat menumbuhkan jiwa wirausaha para anak-anak muda.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Gusti Yanuar Noor Rifai

“Program wirausaha merdeka ini menjadi salah satu cara dalam meningkatkan minat usaha mahasiswa dalam mengembangkan kreatifitasnya di bidang kewirausahaan,” ungkapnya.

Rifai menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung inovasi program Wirausaha Merdeka ini karena akan mengeluarkan terobosan serta ide-ide yang menghasilkan produk yang inovatif. Sehingga mendorong mahasiswa untuk bisa terjun ke dunia wirausaha.

“Selain untuk meningkatkan minat usaha, di program ini, para mahasiswa juga bisa menjadikan wadah untuk membangun relasi antar mahasiswa yang sedang membangun kewirausahaan nya,” lanjutnya.

Rifai menambahkan, pihaknya pun mendorong kepada mahasiswa agar terus membangun kemampuan berwirausaha, karena sekarang kita sudah ada di era yang menyediakan lapangan pekerjaan.

“Ayo manfaatkan momentum ini sebaik-baiknya untuk menemukan fasilitas sendiri,” tuturnya.

Mahasiswa yang mengikuti program ini diharapkan dapat memberikan inovasi dan kreasi terbaru bagi dunia usaha di Kalimantan Selatan sehingga produk-produk olahan khas Banua bisa dikenal di luar daerah hingga tingkat internasional. (MRF/NRH/RH)

KPU Banjarmasin Buka Pendaftaran KPPS Pemilu 2024, Catat Tanggalnya!

BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin membuka pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilihan Umum Tahun 2024. Hal itu disampaikan, Ketua KPU Banjarmasin, Rusnailah, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.

Rusnailah menjelaskan, dalam rangka menyukseskan pemilu 2024 mendatang, pihaknya membuka pendaftaran anggota KPPS, mulai tanggal 10 – 20 Desember 2023. Dimana, akan ditempatkan di 1.940 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan memerlukan tenaga sebanyak 13.580 orang, yang tersebar di 52 dua Kelurahan.

“Pengumuman sudah kita sampaikan di Medsos KPU dan banner yang dipasang di kantor Sekretariat Jalan Perdagangan Banjarmasin,” ucapnya.

Rusnailah menjelaskan adapun berkas yang perlu dilengkapi oleh pendaftar calon anggota KPPS, yaitu memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian, Surat Kesehatan dari puskesmas setempat, fotocopy KTP dan Kartu Keluarga, serta Surat Pernyataan bukan Calon Legislatif atau Pengurus Partai Politik dengan Matrai Rp10 ribu.

“Pelamar dapat membawa berkas bisa diantar langsung ke PPS Kelurahan setempat, baik offline maupun manual,” katanya

Lebih lanjut, Rusnailah menambahkan, setelah dilakukan berbagai tahapan seleksi, bagi para pendaftar yang diterima dan lulus menjadi anggota KPPS, akan dilakukan penginputan data diri di Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Adhoc (SIAKBA). Dengan masa kerja anggota mulai tanggal 25 Januari hingga 25 Februari 2024 mendatang.

“Setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) diisi sebanyak 7 anggota KPPS,” tutupnya

Untuk diketahui, berikut ini jadwal tahapan KPPS Pemilu 2024 :

  1. Pengumuman dan pendaftaran calon anggota KPPS: 11-15 Desember 2023
  2. Penerimaan dan pendaftaran calon anggota KPPS: 11-20 Desember 2023
  3. Penelitian administrasi calon anggota KPPS: 11-22 Desember 2023
  4. Pengumuman hasil penelitian administrasi calon anggota KPPS: 23-25 Desember 2023
  5. Tanggapan masyarakat terhadap calon anggota KPPS: 23-28 Desember 2023
  6. Pengumuman hasil seleksi calon anggota KPPS: 29-30 Desember 2023
  7. Penetapan anggota KPPS: 24 Januari 2024 8. Pelantikan anggota KPPS: 25 Januari 2024
    (NHF/NRH/RH)

Tanbu Jadi Sentral Industri Hilirisasi Ikan Gabus Kalsel

BANJARBARU – Pengelolaan industri hilirisasi Ikan Gabus dalam skala besar di Kalimantan Selatan (Kalsel), telah ditindaklanjuti oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Lokasi pengelolaan dipusatkan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalsel, Endri, menilai Kabupaten Tanbu sangat cocok dijadikan sebagai sentral industri tersebut, karena termasuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri

“Otomatis jika ditempatkan disana biaya produksi mungkin sedikit, karena untuk distribusi bisa melalui jalur laut. Dan memang kawasan tersebut betul-betul ingin dijadikan kawasan industri,” jelasnya, Kamis (14/12).

Rencana pembangunan kawasan industri ikan gabus itu, lanjut Endri, saat ini tengah dalam proses kajian Investment Project Ready to Over (I-PRO) dari BKPM.

“Kajiannya diprediksi selesai pada penghujung Desember nanti,” terangnya.

Endri mengungkapkan, kawasan tersebut rencananya memiliki luasan sekitar 100 hektrar. Didalamnya terdapat beberapa zona. Diantaranya pembibitan, penangkaran dan pengolahan.

“Tetapi nanti bukan cuma untuk pembibitan dan penangkara, tetapi berfokus pada hilirisasinya. Seperti kolagen dan albumin,” ucapnya.

Endri menilai, permintaan terhadap hasil olahan ikan gabus memang sangat tinggi, bahkan beriorentasi ekspor. Sebabnya, meski sentral industri ikan gabus dipusatkan di Tanah Bumbu, pihaknya juga tetap meminta suplai tambahan dari pembudidaya di daerah lain seperti Kandangan dan Barabai.

“Mungkin mereka akan membantu suplai kesana, karena permintaan cukup tinggi,” tuturnya.

Endri mengaku setelah proses kajian selesai, industri hilirisasi ikan gabus bisa dipromosikan kepada calon investor.

“Kita juga tentunya akan melakukan pengawasan terhadap investasi yang ada di Kalsel. Termasuk pengawasan potensi industri hilirisasi lain,” tutup Endri. (SYA/NRH/RH)

Pemprov Kalsel Pastikan Program Gernas El Nino 2023 Sudah Capai 93 Persen

BANJARBARU – Gerakan Nasional (Gernas) Penanganan Dampak El Nino di Provinsi Kalimantan Selatan telah menanam sebanyak 58 ribu hektar lebih lahan padi. Dari capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat tugas untuk dapat menanami lahan yang biasanya tidak ditanam seluas 62.800 hektar lahan. Sementara untuk sisa target luas lahan yang belum direalisasi, akan dilakukan penanaman pada bulan selanjutnya dengan target panen di bulan Januari tahun depan.

Panen Gernas di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar

PLH Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel, Imam Subarkah, menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan telah berhasil mencapai target di angka 93 persen, dari 62.800 hektar lahan padi yang harus ditanam, sudah mencapai sekitar 58.400 hektar lahan padi yang sudah ditanam.

PLH Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Imam Subarkah.

“Capaian ini dari data akhir bulan November, sehingga akan berlanjut dibulan selanjutnya,” ungkap Imam, saat ditemui dikantornya pada Kamis (14/12).

Ia menambahkan, meskipun tema Gernas ditahun 2023 ini untuk mengantisipasi dampak El Nino, namun para petani telah melaksanakan penanaman kembali, dikarenakan Kalsel sudah mulai memasuki awal musim penghujan.

“Untuk kita melaksanakan optimisme kita dalam capaian Gernas ini Insya Allah akhir Desember bisa kita selesaikan,” lanjutnya.

Selain awal musim penghujan di bulan Desember ini, Kalsel juga akan memasuki jelang natal dan tahun baru (nataru) pada akhir tahun 2023 dan awal 2024. Sehingga Imam tak menampik, adanya kenaikan sejumlah bahan – bahan pokok (bapok) dipasaran yang selalu terjadi menjelang nataru setiap akhir tahun. Namun kenaikan sejumlah komoditas bapok tersebut juga tak serta merta diakibatkan nataru, namun juga diakibatkan mulainya musim penghujan di akhir tahun.

“Contohnya saja tanaman cabe yang produksi nya menurun dimusim penghujan, sehingga membuat naiknya harga cabe dipasaran,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kalsel akan berusaha semaksimal mungkin, dalam mengantisipasi terjadinya kenaikan komoditas bahan pokok menjelang Nataru, seperti menggiatkan gerakan pasar murah disetiap kabupaten/kota, serta mencukupi kebutuhan bapok dipasaran. (MRF/NRH/RH)

Porwanas Kalsel 2024, Paman Birin Setuju Dilaksanakan Agustus

BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat telah menetapkan Provinsi Kalsel sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2024. Penetapan tuan rumah tersebut berdasarkan surat nomor 120/PWI-P/LXXVII/2023 tertanggal 29 November 2023.

PWI Kalsel selaku pelaksana daerah langsung bekerja secara maraton mempersiapkan segala sesutau terkait porwanas. Mulai dari rapat pleno hingga melaporkan kepada pemerintah daerah.

Secara khusus Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, melaporkan penetapan Kalsel sebagai tuan rumah tersebut kepada Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor. Gubernur biasa disapa Paman Birin yang sedari awal mendukung penuh Porwanas 2024 menyambut baik penetapan tersebut.

Ia langsung menginstruksikan jajaran untuk menindaklanjuti dan mendukung Porwanas 2024. Begitu pula dengan rencana pelaksanaan pada bulan Agustus yang bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Kalsel sangat disetujui Paman Birin. “Pelaksanaannya di bulan Agustus tepat, sehingga PWI berkoordinasi dengan jajaran untuk mempersiapkannya,” ujar Paman Birin, Rabu (13/12) malam.

Sejalan dengan semangat PWI Kalsel memperkenalkan olahraga berbasis kearifkan lokal, Paman Birin juga mendukung olahraga rekreasi ditandingkan saat Porwanas mendatang.

“Ya misalnya Balogo bisa ditandingkan, agar banyak orang mengenal olahraga kearifan lokal tersebut,” katanya.

Sementara itu, Zainal Helmi, menambahkan porwanas 2024 dipusatkan di Kota Banjarmasin. Pembukaan dirancang di Gelanggang Olahraga (Gelora) Paman Birin di komplek perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. Sementara penutupan dirancang di Siring Nol Kilometer. 

“Insyaallah sebelumnya kontingen PWI se Indonesia dijadwalkan terlebih dahulu dijamu dalam Gala Dinner oleh Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila di Banjarmasin,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kalsel, Irwansyah, menyatakan ia bersama pengurus SIWO telah memulai rapat awalan persiapan pelaksanaan. Menurutnya, sebagai tuan rumah Kalsel punya dua tugas utama, pertama sebagai pelaksana dan kedua sebagai peserta.

“Pada porwanas ini kami akan mengusulkan 15 cabang yang dipertandingkan, termasuk satu cabang olahraga kearifan lokal. Mudah-mudahan nanti disetujui SIWO se Indonesia,” ujarnya. (RilisPWI/NRH/RH)

Jelang Haul Abah Guru Sekumpul, Paman Birin Gelar Pembacaan Manaqib

BANJARMASIN – Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengundang TGH Sa’duddin Salman (Imam Musala Ar-Raudah Sekumpul Martapura) untuk mengisi pembacaan Manaqib (riwayat hidup) Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul) yang digelar di Mahligai Pancasila Banjarmasin, pada Rabu (13/12) malam.

Gubernur Kalsel saat menuju tempat acara

Acara yang dihadiri para habaib dan ulama, pejabat dan karyawan lingkup Pemerintah Provinsi Kalsel dan tokoh itu, turut disaksikan ribuan masyarakat Kota Banjarmasin dan Banjarbaru, ditambah dari Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan sekitarnya.

Suasana jemaah pembacaan manaqib Abah Guru Sekumpul

Jemaah manaqib bahkan memadati area dalam dan luar gedung Mahligai Pancasila sebelum shalat magrib, walaupun prosesi manaqib dimulai pukul 20.00 WITA atau setelah Shalat Isya.

Paman Birin dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Kalsel sejatinya bersyukur karena memiliki dua ulama besar yakni Datu Kelampayan dan Abah Guru Sekumpul yang memberikan cahaya untuk Banua tercinta ini.

“Terima kasih atas kehadiran semuanya dan mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelayanan kami,” ujarnya.

Tak lupa Paman Birin mengajak jemaah membacakan Al-Fatihah untuk rakyat Palestina yang masih dalam situasi perang dengan Israel.

TGH Sa’duddin Salman di awal penyampaian manaqib, menyinggung tentang akhlak Abah Guru Sekumpul yang tidak mau memberatkan orang lain atau tidak mau membebankan orang yang mengundangnya hadir.

Akhlak lain Guru Sekumpul adalah pemurah atau suka menolong orang lain dan bakti dengan orangtua dan para guru-gurunya.

“Mudahan kita bisa meniru akhlak beliau (Abah Guru Sekumpul) tidak bisa banyak, sedikit yang bisa diikuti,” ujarnya.

Disebutkan, Abah Guru Sekumpul merupakan zuriat ke-8 dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kelampayan) yang lahir pada 27 Muharram 1361 H (11 Februari 1942 M) di Desa Tunggul Irang Seberang, Martapura Kabupaten Banjar.

Dari beberapa referensi tentang Abah Guru Sekumpul, disebutkan ketika lahir Ia diberi nama Qusyairi, namun karena sering sakit kemudian namanya diganti menjadi Muhammad. Ayahnya bernama Abdul Ghani dan ibunya, Masliah.

Semasa muda mendapat pendidikan yang baik dari ayah dan neneknya yang bernama Salabiah dan di lingkungan keluarga Ia mendapat didikan yang ketat dan disiplin serta mendapat pengawasan dari pamannya, Syekh Semman Mulya.

Pada usia 5 tahun belajar Al-Quran dengan Guru Hasan Pesayangan dan pada usia 6 tahun menempuh pendidikan di Madrasah Kampung Keraton.

Pada usia 7 tahun masuk ke Madrasah Diniyyah Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

Abah Guru Sekumpul juga termasuk zurriyatul Rasulullah yang jalur nasabnya melalui Syekh Arsyad Al Banjari Bin Abdullah Bin Abu Bakar Bin Sultan Abdurrasyid Mindanao Bin Abdullah Mindanao Bin Zainal Abidin Abu Bakar Al Hindi Bin Ahmad Ash Shalaibiyyah Bin Husein Bin Abdullah 18 Syaikh Bin Abdullah Al Idrus Al Akbar Bin Abu Bakar As Sakran Bin Abdurrahman As Saqaf Bin Muhammad Maula Dawilah Bin Imam Ahmad Al Muhajir Bin Imam Isa Ar Rumi Bin Al-Imam Muhammad An Naqib Bin Al-Imam Ali Uraidhy Bin Al-Imam Ja’far As Shadiq Bin Al-Imam Muhammad Al Baqir Bin Al Imam Ali Zainal Abidin Bin Al Imam Sayyidina Husein Bin Sayyidah Fatimah Az Zahra Binti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pembacaan Manaqib Abah Guru Sekumpul diakhir dengan pembacaan wirid dan doa yang dipimpin KH Wildan Salman. (RIW-Biroadpim/RIW/NRH/RH)

Exit mobile version