Komitmen Peduli Lingkungan, Bank Kalsel Salurkan CSR Ke Kampung Iklim Kota Banjarmasin

Banjarmasin – Bank Kalsel terus memperkuat komitmennya mendukung upaya perbaikan iklim, dengan melibatkan diri dalam pembinaan Kampung Iklim Sungai Miai Banjarmasin Utara, sejak tahun 2021. Melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank Kalsel kembali menyumbangkan dana untuk mendukung program pembinaan di Kampung Iklim Sungai Miai.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, kepada Agusliana, Ketua Kampung Iklim RW 02 Kelurahan Sungai Miai, pekan lalu, di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel.

Direktur Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, bahwa bantuan ini merupakan wujud dukungan nyata Bank Kalsel terhadap isu lingkungan hidup.

“Alhamdulillah, selama beberapa tahun terakhir, kami terus mendukung kegiatan di Kampung Iklim Sungai Miai Kota Banjarmasin dan kami berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi perkampungan lain di wilayah Kalimantan Selatan nantinya,” ungkap Fachrudin.

Kampung Iklim Kota Banjarmasin memperlihatkan penghargaan dari Kementrian LH kepada Dirut Bank Kalsel

Sementara itu, Ketua Kampung Iklim RW 02 Kelurahan Sungai Miai, Agusliana menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan Bank Kalsel melalui Program CSR yang sangat membantu dalam menjalankan program-program kerjanya. Dukungan ini bahkan telah membawa Kampung Iklim Sungai Miai meraih penghargaan tertinggi dari Menteri Lingkungan Hidup dalam kategori Lestari tahun 2023.

“Alhamdulillah, berkat dukungan berkelanjutan dari Bank Kalsel, kami berhasil meraih penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup sebagai lokasi program kampung iklim kategori lestari tahun 2023. Rencananya, bantuan ini akan kami alokasikan untuk pembangunan Rumah Kreatif guna pelatihan, daur ulang sampah dan upaya peningkatan pendapatan keluarga, seperti pembuatan jelly dari bunga Telang,” pungkas Agusliana. (ADV-RIW/RDM/APR)

Paman Yani Tinjau Sunatan Massal Di Puskesmas Serongga

Kotabaru – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, kembali meninjau pelaksanaan sunatan massal dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 oleh Pemprov Kalsel, di Puskesmas Serongga, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kamis (21/12).

Disela peninjauan, dengan tutur lembutnya Yani Helmi menenangkan anak-anak yang sunat untuk tidak takut. Sesekali, Yani Helmi juga mengelus kepala mereka agar lebih rileks.

Bakti sosial rutin digelar setiap tahun ini, merupakan rutinitas yang dilaksanakan oleh wakil rakyat akrab disapa Paman Yani sejak 2016. Jauh sebelum menjabat sebagai dewan provinsi.

Tujuannya tidak lain untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat dalam menjalankan syariat Islam. Sebab biaya khitan (sunat) ditaksir paling sedikit Rp 800 ribu.

“Kegiatan seperti ini kita laksanakan keliling setiap tahun di wilayah Tanah Bumbu dan Kotabaru,” ungkap Paman Yani.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (peci) saat menyerahkan perlengkapan sekolah kepada peserta sunat

Tidak lupa Paman Yani menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat khususnya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Dinas Kesehatan Kalsel.

Selain itu, Paman Yani juga menyampaikan apresiasinya terhadap sinergitas yang terjadi antar Pemkab Kotabaru dan Pemprov Kalsel.

“Kolaborasi ini harus terus dijaga. Apalagi ini demi kesehatan yang merata untuk seluruh masyarakat,” kata Paman Yani.

Plt Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kotabaru, Ahmad Saleh mengaku, selain membantu kebutuhan, bakti sosial ini juga mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga kedepannya bisa dilaksanakan di seluruh Kecamatan yang ada di Kotabaru,” harapnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (peci), Dinkes Kalsel, RSUD Ulin dan Forkopimcam, berfoto bersama sejumlah anak-anak peserta sunatan massal

Ahmad Saleh juga berharap SDM dokter di Kabupaten Kotabaru bisa lebih ditambah. Sehingga layanan bisa lebih maksimal.

“Setidaknya setiap Puskesmas ada satu orang dokter,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Kelumpang Hilir, Saiful Rakhman, mengaku target peserta sunatan massal mencapai 200 orang anak.

“Kita bagi pesertanya sesuai desa asal mereka. Jadi pagi Desa Serongga, nanti siang desa lain lagi,” ungkapnya.(SYA/RDM/APR)

Lulusan Universitas Sari Mulia Banjarmasin Diharapkan Jadi Nakes Profesional

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira menghadiri prosesi wisuda 804 mahasiswa dan mahasiswi Universitas Sari Mulia Banjarmasin.

Wisuda terpadu Universitas Sari Mulia Banjarmasin

Wisuda yang meluluskan ratusan mahasiswa dari tiga fakultas yakni Fakultas Kesehatan, Fakultas Humaniora dan Fakultas Sains dan Fakultas Teknologi ini dilaksanakan di Gedung Auditorium Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, Rabu (20/12).

Dalam sambutannya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira, Pemerintah Provinsi Kalsel mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh civitas akademika Universitas Sari Mulia atas keberhasilannya dalam meluluskan calon tenaga kesehatan yang akan menjadi tenaga kesehatan profesional di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan-wisudawati atas keberhasilannya menempuh pendidikan. Saya yakin orang tua mereka merasa sangat bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh putera-puterinya,” ucapnya.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin, dalam upaya meningkatkan kualitas masyarakat, kesehatan menjadi salah satu komponen penting dalam pembangunan manusia. Kualitas hidup di masa depan akan meningkat karena masyarakat lebih sehat dan tangguh.

“Kebutuhan akan tenaga kesehatan yang terampil dan mumpuni menjadi sangat krusial, terutama di Provinsi Kalsel. Menjadi tenaga kesehatan profesional bukanlah tugas yang mudah, diperlukan dedikasi, kepedulian, dan kecintaan kepada sesama, ” lanjutnya.

Dengan ilmu dan keterampilan yang mereka dapatkan dari Universitas Sari Mulia, Paman Birin yakin para wisudawan-wisudawati akan mampu menjadi profesional tenaga kesehatan yang mengedepankan kepentingan pasien dengan sepenuh hati.

Ia berharap agar para lulusan Universitas Sari Mulia dapat memberikan kebanggaan bagi almamater tercinta dengan selalu menjaga etika profesi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan para tenaga kesehatan adalah ujung tombak dalam memelihara kesehatan itu. Selamat kepada para wisudawan-wisudawati dan semoga sukses dalam menjalankan profesi di masa yang akan datang,” tutupnya. (MRF/NRH/RH)

Pemprov Kalsel Duduki Peringkat Pertama Realisasi APBD se-Indonesia

BANJARBARU – Kalimantan Selatan dibawah Pemerintahan Gubernur H Sahbirin Noor atau disapa Paman Birin menunjukkan rekor baru yang positif dalam hal presentase realisasi pendapatan daerah.

Sebab, Provinsi yang berjuluk Bumi Lambung Mangkurat ini membukukan realisasi pendapatan Anggaran Pendapatan Belanja Darah (APBD) 2023 tertinggi pertama di Indonesia, disusul Provinsi Papua Tengah 96, 06 persen dan DKI Jakarta 95, 78 persen.

Data ini merujuk pada data hingga 15 Desember 2023, pukul 18.00 WIB yang diolah dari Ditjen Bina Keuangan 2023 dan dijabarkan saat rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Indonesia. Termasuk kepada Pejabat Struktural di Provinsi Kalimantan Selatan.

Angka capaian tersebut ditengarai telah melebihi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2023 Pemprov Kalsel yang sudah tembus target sebesar Rp 9 Triliun lebih pada 2023.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Subhan Nor Yaumil, menyampaikan pendapatan terbukukan paling tinggi itu dikumpulkan dari semua sektor. Utamanya, pada sektor pendapatan pajak yang didominasi pajak daerah yakni Rp 3,6 triliun, meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama (BBN-KB), Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), dan pajak rokok.

“Sektor PBBKB ini cukup besar yakni Rp 2 Triliun lebih atau 101,30 persen. Untuk pajak rokok, kami masih menunggu pencairan terakhir agar bisa 100 persen, yang mana baru Rp 243 miliar atau terealisasi 71,03 persen dari target sebesar Rp 342 miliar,” ucap Subhan, Rabu (20/12)

Subhan menjabarkan, pemasukan lain semisal dari retribusi daerah seperti pelayanan jasa umum, pelayanan kesehatan, dan pelayanan pendidikan, realisasinya mencapai Rp 19,82 miliar atau 96,54 persen. Adapun pemasukan dari jasa usaha ada enam komponen di dalamnya, juga melebihi target dengan capaian Rp 8,4 miliar lebih atau 106,26 persen.Bukan hanya itu, sejumlah pendapatan lain seperti hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan tercapai Rp 52,5 miliar lebih. Bagian laba yang dibagikan ke pemda (diveden) atas penyertaan modal BUMD sebesar Rp 52,1 miliar (98,69 persen), bagian laba yang dibagikan ke pemda (diveden) atas penyertaan modal perusahaan milik swasta Rp 467 juta (103,84 persen).

Total penerimaan keseluruhan Rp 669 juta lebih dengan realiasasi 97,69 persen. Dana Transfer Daerah (DTD) mencapai Rp 4,5 triliun lebih atau 99,7 persen, bagi hasil bukan pajak dan bagi hasil pajak (77,92 persen), DAU (86,20 persen), DAK (73,69 persen). Insentif daerah (50,00 persen), pengeluaran non anggaran pihak ketiga rekening pemerintah lainnya.

Bukan hanya berhasil membukukan prosentase pendapatan tertinggi di Indonesia, pada sektor belanja juga terjadi serapan yang masuk kategori tinggi. Yakni, presentase realisasi belanjanya di angka 81,43 persen.

Kembali, ke raihan pendapatan di Kalsel yang sudah menembus target Rp9 triliun lebih, pihak Pemprov sudah mendistribusikan dana bagi hasil ke Pemkab/Pemkot di Kalsel dari triwulan I hingga III, sedangkan, untuk triwulan IV nanti disampaikan pada awal tahun 2024.

“Untuk dana bagi hasil pajak ke kabupaten/kota sudah disampaikan ke masing-masing kabupaten kota melalui Bapenda, Bakeuda, BPKAD. Rincian dan bukti SP2Dnya sudah disampaikan ke masing-masing kabupaten kota,” lanjut Subhan.

Subhan menambahkan, capaian positif ini adalah hasil kerja keras tim Pembina Unit Pendapatan Pajak Daerah (UPPD/Samsat) yang terdiri dari Bapenda, Jajaran UPPD se Kalsel, Ditlantas Polda Kalsel dan Jasa Raharja, serta SKPD pemungut PAD di Lingkup Pemprov Kalsel. (BIROADPIM-MRF/NRH/RH)

DPRD Kalsel Gali Informasi Tentang Pembangunan Berkesinambungan ke DPRD Jawa Barat

BANJARMASIN – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berusaha meningkatkan infrastruktur dan pembangunan di seluruh wilayah di Kalimantan Selatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah, menyampaikan pihaknya melakukan kunjungan ke DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menggali informasi tentang pembangunan berkesinambungan.

Suasana Kunjungan Komisi III DPRD Kalsel ke DPRD Jawa Barat

Mengingat, pembangunan di Jawa Barat sangat berkembang pesat, seperti pembangunan bandara, pelabuhan, sistem transportasi publik, pembangunan jalan dan terminal angkutan umum.

“Dengan tagline Jabar, percepatan pembangunan yang berkualitas, berdaya saing, berkeadilan dan berkesinambungan. Oleh karena itu, kami memilih untuk menggali informasi ke sana,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (20/12).

Abidinsyah mengakui, pihaknya sangat terkesan dengan pembangunan yang berkesinambungan di Jawa Barat. Menurutnya, pihaknya banyak belajar dari Jabar tentang bagaimana penataan pembangunan yang baik agar tidak ada kesimpangsiuran dalam hal pembangunan terutama infrastruktur.

”Kita berharap dapat mencontoh dan melakukannya di Kalsel,” pungkasnya. (NRH/RH)

Pemprov Kalsel Inginkan Nataru Berjalan Damai

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Banua ini dapat berjalan lancar dan damai.

Harapan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintah, Politik, dan Hukum Sekdaprov Kalsel, Sulkan dalam sambutannya, pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Terpusat Lilin Intan 2023, yang digelar Polda Kalsel, Rabu (20/12).

Staf Ahli Gubernur kalsel Sulkan bersama Kepala Biro Operasi Polda Kalsel Kombes Pol Nurhandono

Untuk mencapai hal tersebut, menurut Sulkan, diperlukan kerjasama semua pihak Pemerintah/Kepolisian, TNI, masyarakat, serta semua pihak.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya, memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tersebut,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sulkan juga meminta kepada masyarakat di Kalsel, untuk tetap menggunakan masker, pada pelaksanaan perayaan Nataru mendatang. Karena, saat ini kasus covid mengalami kenaikan dibeberapa daerah dan negara lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker ditempat-tempat keramaian, pada perayaan natal dan tahun baru tersebut. Sedangkan untuk di daerah tidak ramai masih tidak perlu menggunakan masker.

“Kita imbau kepada masyarakat agar terus berupaya meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga kesehatan masing masing,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Kalsel Kombes Pol Nurhandono menjelaskan, dalam persiapan Nataru ini, Polda Kalsel mempersiapkan sekitar 760 personil lebih.

“Bila digabungkan dengan polres polres di daerah, total pasukan sebanyak 3 ribu lebih,” ucapnya.

Sedangkan, lanjutnya, untuk pelaksanaan Gelar Pasukan Operasi Lilin Intan 2023 akan dilaksanakan pada besok, Kamis (21/12).

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Intan 2023 diikuti Forkopimda, Lembaga Negara, Organisasi Kemasyarakatan Mitra Polisi, serta lainnya. (SRI/NRH/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Terus Upayakan Penurunan Kasus Gigi Berlubang

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, akan terus berupaya menurunkan angka kasus gigi berlubang di Banua. Hal itu disampaikan, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (19/12).

Teguh mengatakan, dari hasil evaluasi melalui pelayanan kesehatan, dan beberapa kali digelar bakti sosial, untuk persoalan gigi berlubang masih tinggi, terutama bagi pasien yang berusia produktif. Oleh karena itu, RSGM Gusti Hasan Aman terus menerus memberikan penyuluhan ke lapangan untuk mencegah gigi berlubang sejak dini.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto, saat memberikan komentarnya

“Data sementara sekitar 68 persen. Bahkan kemungkinan di lapangan mencapai 80 persen,” ucapnya.

Teguh mengungkapkan, selama ini pihaknya memberikan sosialisasi bukan hanya melalui media sosial di RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, tetapi juga turut serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu lanjut usia (lansia), dengan menjalin kerjasama beberapa puskesmas di kota ini.

“Kita terus berikan edukasi untuk rutin mengkonsumsi buah dan sayur, serta cara mengosok gigi dengan benar,” jelasnya

Lantaran kalau terlambat menangani kasus gigi berlubang, lanjut Teguh, hal itu akan berdampak karies, kesulitan mengunyah makanan, gigi mudah keropos, dan mengganggu konsentrasi terutama para peserta didik.

“Hal ini akan berpengaruh besar untuk kecerdasan berpikir, serta kemajuan berdaya saing bagi kalangan millenial atau dikenal generasi Z,” terangnya

Untuk mencegah gigi berlubang, ungkap Teguh, di RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel ada aplikasi Topical Fluor, yaitu salah satu perawatan untuk mencegah gigi berlubang pada anak, dengan cara pengolesan langsung larutan fluoride pada lapisan terluar gigi setelah gigi dibersihkan dan dikeringkan.

“Zat ini dapat melindungi gigi dari kerusakan dan mencegah gigi berlubang. Zat tersebut sudah dinyatakan aman oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan telah digunakan oleh dokter gigi di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia,” tutupnya. (NHF/NRH/RH)

Sekwan Kalsel Terima Kunjungan Sekwan Kota Malang Jatim

BANJARMASIN – Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerima kunjungan Sekretariat DPRD Kota Malang Provinsi Jawa Timur (Jatim), pada Rabu (20/12).

Rombongan Sekwan Kota Malang yang dipimpin oleh Zulkifli Amrizal disambut oleh Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini di ruang rapat lantai 2 gedung B kantor DPRD Kalsel.

Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini menyampaikan kedatangan rombongan Sekwan Kota Malang tersebut, selain untuk bersilaturahmi, juga membahas beberapa hal, salah satu terkait hal yang subtansial antara lain penyetaraan jabatan.

“Sekarang kalau di Kalsel, sudah kembali lagi, yang dulunya pejabat struktural menjadi fungsional, sudah kembali menjadi struktural. Hal ini atas dasar kebijakan dan keputusan Pak Gubernur,” jelasnya.

Jaini menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya menghadirkan pejabat dari Biro Organisasi Setdaprov Kalsel dan Sekwan Kota Malang juga didampingi Biro Organisasi Setdaprov Jatim untuk sharing informasi terkait penyetaraan jabatan.

“Kita sama-sama sharing, bertukar pendapat, memberikan masukan yang konstruktif dalam hal penyetaraan, agar yang semula fungsional kembali ke pejabat struktural,” tuturnya.

Sementara, Sekretaris DPRD Kota Malang, Zulkifli Amrizal mengungkapkan kegiatan komparasi ke Sekwan Kalsel tersebut bertujuan untuk mengoptimalisasi peran dan kinerja Sekwan. Termasuk juga membahas penyetaraan jabatan fungsional dan struktural.

“Banyak sekali yang kami dapatkan dari pertemuan ini. Salah satunya terkait penyertaan jabatan. Karena di kami, ada beberapa kendala terkait persoalan tersebut. Hasil pertemuan ini akan disampaikan ke pemerintah daerah nantinya,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, mereka juga berbagi informasi untuk meningkatkan pelayanan dalam memfasilitasi kegiatan pimpinan dan anggota DPRD. (NRH/RH)

Ratusan Anak Ikuti Sunatan Massal di Desa Pandansari, Paman Yani : Bantu Ekonomi Masyarakat

TANAH BUMBU – Ratusan anak mengikuti sunatan massal di Poskesdes Desa Pandansari, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (20/12).

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

“Ini terselenggara karena seringnya kita berkoordinasi bersama Pemprov, Pemkab dan pihak terkait maka terciptalah pokok pikir (pokir) menggelar sunatan massal,” kata Yani Helmi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kiri) saat memberikan bingkisan kepada anak yang mengikuti sunatan massal

Legislator akrab disapa Paman Yani mengungkapkan, sunatan massal ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

“Supaya benar-benar bisa membantu kebutuhan masyarakat. Termasuk anak-anak sebagai penerus bangsa,” jelasnya.

Menurut Paman Yani, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat. Sebab biaya yang dikeluarkan untuk melakukan sunat anak berkisar Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta.

“InsyaAllah ini akan terus berlanjut sampai tahun-tahun berikutnya,” tutur Paman Yani.

Sementara, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan dan Primer Dinkes Kalsel, Netty Haryati, mengaku kegiatan sunatan massal ini juga merupakan salah satu indikator kinerja mereka.

“Jadi di Dinkes itu salah satu indikator kinterja adalah akes kesehatan yang merata. Artinya harus dinikmati oleh masyarakat dari atas hingga ke bawah,” tuturnya.

Selain sunatan massal, ada pula program pelayanan kesehatan lain seperti pemeriksaan kanker serviks dan operasi katarak gratis.

“Kami sangat bersyukur karena dari DPRD Kalsel setiap tahun juga menyetujui anggaran untuk kegiatan bakti sosial seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut sampai tahun-tahun kedepan,” harap Netty.

Sunatan massal ditarget diikuti oleh 100 anak. Meski begitu, layanan akan tetap diberikan jika melebihi target.

Dua orang petugas sedang melakukan proses sunat kepada salah seorang anak

Kepala Poskesdes Desa Pandansari, Muhammad Erhamsyah menyebut pihaknya telah menurunkan 30 tenaga kesehatan untuk kegiatan ini.

“InsyaAllah dalam waktu satu jam sudah selesai. Kalau memang yang datang melebihi target pun kami siap melayani,” ungkapnya.

Untuk diketahui, seusai disunat, setiap anak diberikan bingkisan berupa perlengkapan sekolah dan sholat.(SYA/NRH/RH)

Samsat Martapura Peringkat Pertama Capaian Pendapatan PAP Tertinggi di Kalsel

BANJAR – Unit Pendapatan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Martapura, menduduki peringkat pertama Dari 13 Unit Pendapatan Pajak Daerah (UPPD) di Provinsi Kalsel, dalam capaian realisasi penerimaan pajak air permukaan (PAP) ditahun 2023 ini. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalsel menargetkan PAP UPPD Samsat Martapura dengan nilai 4,8 milyar rupiah, dan telah tercapai sebanyak 4,9 milyar rupiah dengan persentase sebesar 102,4 persen.

Kepada Abdi Persada FM, pada Selasa (19/12) Kepala UPPD Samsat Martapura Zulkifli menyampaikan, UPPD Samsat Martapura mendapat target murni PAP mencapai nilai 8 milyar rupiah. Dengan adanya target perubahan per November kemarin, total target yang ditetapkan Bapenda Provinsi Kalsel kepada UPPD Samsat Martapura sebesar 4,8 milyar rupiah.

“PAP target murni 8 milyar menjadi 4,8 milyar, dengan capaian 4,9 milyar atau dengan persentase 102,4 persen ditahun 2023 ini,” ucap Zulkifli.

Ia menambahkan, terdapat 3 sektor penyumbang PAP terbesar di Kabupaten Banjar. Yakni sektor kelistrikan, sektor pertambangan, dan sektor perkebunan. Dari 3 sektor tersebut, sektor kelistrikan menyumbang hampir 90 persen pendapatan PAP di Kabupaten Banjar.

“Di Kabupaten Banjar terdapat Waduk Riam Kanan yang digunakan untuk pemanfaatan kelistrikan sehingga menjadi penyumbang terbesar PAP,” lanjut Zulkifli.

Menurutnya pihaknya akan terus melakukan terobosan, dengan melakukan intensifikasi dan afeksifikasi untuk menemukan potensi baru yang dapat meningkatkan pendapatan PAP.

“Kami akan melakukan pendekatan dan sosialisasi, dengan harapan dapat menjadi salah satu wajib pajak kepada para perusahaan,” lanjut Zulkifli.

Ditahun 2023 ini saja, UPPD Samsat Martapura kembali melakukan pendekatan terhadap 2 PT perusahaan tambang di Kabupaten Banjar, yang salah satunya merupakan Perusahaan Daerah (PD) Baramartha, Kabupaten Banjar. (MRF/RDM/RH)

Exit mobile version